Anda di halaman 1dari 8

I.

MATERI DAN METODA


1.1. Materi
1.1.1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah gunting bedah, pinset, baki
plastik, kertas millimeter blok/penggaris dan buku gambar.
1.1.2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah beberapa spesies ikan
yang mewakili kelompok herbivore, carnivore, dan omnivore, yaitu ikan Lele ( Clarias
batracus ), ikan Nila ( Oreochromis niloticus ), ikan Nilem ( Osteochilus hasselti ).
1.2. Metoda

Ikan ditusuk pada bagian anus,


digunting sampai bagian lateral
line

Setelah dipotong sampai lateral


line, dipotong kembali sampai ke
bagian belakang operculum

Gunting kembali sampai bagian


rongga perut dasar

Gambar organ yang berhubungan


dengan sistem pencernaan dan
diberi nama organnya

Bandingkan panjang usus ikan


dengan panjang total tubuh ikan

Diamati perbedaannya

42
II. HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1. Hasil
Tabel 3. Sistem Pencernaan Ikan
Klasifikasi
Ikan Lele 3 5
2 Kingdom : Animalia
1
Filum : Chordata
1 Kelas : Pisces
1

Ordo : Ostariophysi
6
Famili : Clariidae

Genus : Clarias
4 Clarias batracus
Spesies : Clarias batracus
Keterangan :
1. Mulut Perbandingan panjang usus :
2. Esophagus Panjang total : Panjang usus
3. Lambung sebenarnya 21 cm : 15 cm
4. Usus 1,4 : 1
5. Rektum
6. Anus Sifat Ikan :
Panjang total : 21 cm Karnivota cenderung omnivora
Panjang usus : 15 cm

43
Klasifikasi
Ikan Nila 1 2 5
Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Pisces

Ordo : Percomorphi

Famili : Oreochromini
6 Genus : Oreochromis
Oreochromis niloticus
Spesies : Oreochromis niloticus
3 4

Keterangan: Perbandingan panjang usus :


1. Mulut Panjang Total : Panjang Usus
2. Esophagus 14,5 cm : 106,5 cm
3. Lambung kantung 1 : 7,3
4. Usus
5. Rektum Sifat Ikan :
6. Anus Herbivora
Panjang Total : 14,5 cm
Panjang Usus : 106,5 cm

44
Klasifikasi
Ikan Nilem
Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Pisces

Ordo : Ostariophysi

Famili : Cyprinidae

Genus : Osteochilus
Osteochilus hasselti
Spesies : Osteochilus hasselti

Keterangan :
1. Mulut Perbandingan panjang usus :
2. Esophagus Panjang Total : Panjang Usus
3. Lambung semu 14,7 cm : 109,2 cm
4. Usus 1 : 7,4
5. Rektum
6. Anus Sifat Ikan :
Panjang Total : 14,7 cm Herbivora
Panjang Usus : 109,2 cm

45
2.2. Pembahasan
2.2.1. Pengertian Sistem Pencernaan
Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara fisik dan
kimia, menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, diedarkan ke
seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah.Sistem atau alat pencernaan pada
ikan terdiri dari dua bagian, yaitu saluran pencernaan (Tractus digestivus) dan kelenjar
pencernaan (Glandula digestoria). Saluran pencernaan terdiri dari mulut, rongga mulut,
farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri
dari hati dan pankreas yang berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang
nantinya akan bertugas membantu proses penghancuran makanan (Zaldi,2010).
Digesti merupakan proses yang diperlukan dalam nutrisi heterotrofik seperti
proses adsorbsi molekul-molekul besar karbohidrat, protein, dan lemak dari bagian-
bagian sel. Jaringan yang dikonsumsi harus dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil,
seperti gula dan asam amino agar dapat diangkat melalui membran sel. Transfer
molekul besar melalui membran,tetapi senyawa organik yang disintesis oleh suatu
heterotrof sering kali tidak sama dengan senyawa yang dikonsumsi sebagai makanan.
Oleh karena itu, sebelum didapatkan perakitan kembali diperlukan digesti (Villee et al.,
1984). Pencernaan makanan adalah proses penyederhanaan makanan yang pada
awalnya berupa molekul komplek menjadi molekul sederhana (Affandi et al., 2005).
Sistem pencernaan pada ikan tentu saja berbeda dengan hewan darat lainnya,
mengingat habitatnya berbeda. Ikan merupakan hewan vertebrata yang hidup di air, baik
air laut maupun air tawar. Secara umum alat-alat pencernaan ikan meliputi, rongga
mulut, pangkal tenggorokan (faring), kerongkongan (esofagus), lambung, usus, anus.
Ikan juga mempunyai kelenjar pencernaan yaitu hati (Bamz,2013).
2.2.2. Deskripsi Sistem Pencernaan Ikan
2.2.2.1. Ikan Lele (Clarias batracus)
Proses pencernaan makanan dipercepat oleh sekresi kelenjar
pencernaan.Kelenjar pencernaan ikan lele terdiri dari hati dan kantong empedu.
Lambung dan usus juga dapat berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Kelenjar
pencernaan ini menghasilkan enzim pencernaan yang berguna dalam membantu proses
penghancuran makanan. Kelenjar pencernaan pada ikan karnivora (ikan lele)
menghasilkan enzim-enzim pemecah protein ( Mahyuddin, 2011)

46
Berdasarkan dari praktikum yang telah kami lakukan bahwa hasil praktikum
telah sesuai dengan pendapat (Mahyudin 2008). Saluran pencernaan lele terdiri dari
mulut, rongga mulut, esophagus, lambung usus dan anus. Usus yang dimiliki ikan lele
lebih pendek dari panjang tubuhnya hal ini merupakan ciri khas ikan karnivora
sementara itu lambungnya relatif besar dan panjang ( Mahyudin, 2008 ).
2.2.2.2. Ikan Nila ( Oreochromis niloticus )
Ikan Nila atau Oreochromis niloticus termasuk jenis hewan vertebrata yang
seluruh badannya bersisik dan mempunyai gurat sisi. Ikan Nila termasuk dalam filum
Chordata yang berarti bertulang belakang atau kerangka tubuh (Dwisang, 2008).
Habitat lingkngan Ikan Nila, yaitu : danau, Sungai, Waduk, Rawa, Sawah, dan
perairan lainnya. Selain itu Ikan nila mampu hidup pada perairan payau, misalnya
tambak dengan salinitas maksimal 29% oleh karena itu masyarakat yang berada di
daerah sekitar pantai dapat membudidayakannya khusus kegiatan pembesaran Ikan Nila
(Santoso,1996).Suhu yang optimum untuk ikan Nila pada kisaran 8-42ºC, dalam
berbagai habitat air tawar. Terutama diurnal. Feeds terutama pada fitoplankton atau
ganggang bentik. Telur dan larva dirawat dimulut perempuan. Omnivora, tapi lebih
banyak mengandalkan pada tanaman. Menurut (Effendie, 2012), menambahkan kualitas
air yang sesuai dengan habitat ikan nila sebagai berikut ; Nilai keasaman air (pH)
tempat hidup ikan nila berkisar antara 6- 8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang
optimal adalah antara 7-8.Suhu air yangoptimal berkisar antara 25-30 derajat C
(Effendie, 2012).
Sistem pencernaan pada ikan nila melalui proses sebagai berikut. Dari mulai
anggota mulut, esophagus/kerongkongan, Lambung, usus dan terakhir anus. Proses
penyedeerhanaan pada ikan nila melalui cara fisik dan kimia. Sehingga menjadi sari-sari
makanan yang mudah diserap di dalam usus kemudian diedarkan ke seluruh organ
tubuh melalui system peredaran darah (Dwisang, 2008).
Sistem pencernaan pada hewan vertebrata dibangun oleh pembuluh-pembuluh
yang sifatnya sangat muskuler, yang dimulai dari bagian mulut sampai anus. Organ-
organnya adalah rongga mulut  faring  esophagus  lambung  usus halus 
usus besar dan rektum. Makanan masuk melalui mulut, lalu menuju kefaring, dan
menuju ke esophagus. Makanan tersebut dicerna di dalam lambung, yang kemudian
berlanjut lagi ke usus hingga anus (Pratama, 2009).

47
Ikan nila tergolong ikan herbivora cenderung karnivor yang dapat
diketahuiIkan herbivora panjang total ususnya melebihi panjang total badannya. Hasil
analisis makanan dalam lambung ikan yang terdiri dari fitoplankton, zooplankton dan
serasah.Fitoplankton didominasi oleh kelompok Cholorophyceace, Myxophyceace, dan
Desmid.Sedangkan zooplankton didominasi oleh Rotifera, Crustacea dan Protozoa
(Dwisang, 2008).
2.2.2.3. Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)
Ikan nilem merupakan ikan peliharaan dan termasuk Teleostei yaitu ikan-ikan
yang banyak dilihat dan banyak dimakan. Ikan nilem hidup diperairan tawar Ikan Nilem
termasuk dalam kelas Pisces dan family Crypnidae. Seluruh tubuh dari ikan nilem
diselimuti sisik dan memiliki banyak sirip sebagai alat bantu berenang. Bagian tubuh
ikan nilem terbagi menjadi 3 bagian yaitu kepala (caput) yang membentang dari ujung
moncong sampai operculum, badan (truncus) yang membentang mulai dari akhir
operculum sampai porus urogenitalis dan ekor (cauda) yang membentang dari porus
urogenitalis sampai ujung tubuh. Ikan nilem dapat mencapai panjang tubuh 32 cm
(Susanto, 2006).
Ikan nilem dapat dipelihara pada daerah dengan ketinggian sekitar 150-800
mdpl. Ikan nilem adalah ikan organik yang artinya tidak membutuhkan pakan tambahan
atau pellet. Ikan nilem termasuk ikan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora). Larva
yang baru menetas biasanya memakan jenis zooplankton (hewan yang berukuran kecil
atau mikro yang hidup diperairan dan bergerak akibat arus perairan) yaitu rotifer. Benih
dan ikan dewasa memakan tumbuh-tumbuhan air seperti chlorophyceae, characeae,
ceratophyllaceae, dan polygonaceae (Susanto, 2006). Ikan nilem (Osteochilus hasselti)
merupakan ikan herbivore, yaitu memakan makanan yang berupa makanan nabati,
antara lain yaitu alga filamen dan plankton lainnya. Ikan herbivora panjang total
ususnya melebihi panjang total badannya. Panjangnya dapat mencapai lima kali panjang
total badannya ( Susanto, 2006 ).

48
III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan praktikum sistem pencernaan ikan, dapat
disimpulkan sebagai bahwa, organ-organ yang meliputi saluran pencernaan pada ikan
lele ( Clarias batrachus ), ikan nilem ( Osteochillus hasselti) dan ikan
nila (Oreochromis niloticus) berturut-turut yaitu mulut/rongga mulut hati, empedu,
pankreas (pylorus dan pilorik, lambung, esophagus, usus, saeka), organ – organ
tambahannya berupa kelenjar hati, kelenjar empedu dan kelenjar pancreas.
Hasil praktikum yang telah kami lakukan sesuai dengan referensi yang
mengatakan Ikan lele ( Clarias bathrachus ) adalah ikan karnivora, selain karena
makanannya yang menandakan karnivora adalah panjang usus ikan lele ( Clarias
batrachus ) lebih pendek dari panjang total tubuhnya. Berbeda dengan ikan nilem
( Osteochilus hasselti ) dikatakan termasuk herbivore selain karena makannya adalah
karena panjang usus lebih panjang dari panjang total tubuhnya dan ikan nila (
Oreochromis niloticus ) dikatakan termasuk kedalam herbivore selain karena makannya
adalah karena panjang ususnya lebih panjang dari panjang total tubuhnya.
3.2. Saran
Saat melakukan pembedahan pada ikan perlu diperlukan ketelitian dan juga
konsentrasi agar ikan yang dibedah tubuhnya tidak mengalami kerusakan. Dan
memerlukan kehati – hatian saat membedah bagian tubuh supaya bagian tubuh yang
diamati dapat terlihat bagus atau tidak rusak.

49