Anda di halaman 1dari 3

ISOLASI PASIEN INFEKSI YANG DITULARKAN MELALUI

KONTAK (SENTUHAN)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT
HANA CHARITAS 02/A.7/004 0 1/3

STANDAR Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL 01 April 2016

dr. Antonius Yulianto Prabowo


PENGERTIAN Suatu cara isolasi pasien penyakit infeksi yang dapat ditularkan
melalui kontak langsung (misalnya kontak tangan atau kulit ke kulit)
atau kontak tak langsung (besentuhan dengan benda di lingkungan
pasien).
Contoh panyakit yang memerlukan kewaspadaan penularan lewat
kontak :
1. Infeksi gastrointestinal, saluran nafas, kulit atau luka atau
kolonisasi bakteri yang kebal dengan berbagai antibiotika.
2. Infeksi usus misalnya :
a. Clostridium difficile
b. Enterohemorrhage, E. Coli, Shigella, hepatitis A atau
rotavirus pada pasien inkontinensia
3. RSV, virus parainfluensa atau infeksi enterovital pada bayi dan
anak-anak.
4. Infeksi kulit yang sangat menular atau yang bisa timbul pada
kulit kering, misalnya :
a. Difteri kulit.
b. Herpes simplek (neonates atau mukokutaneus).
c. Impetigo.
d. Abses besar, selulitis atau dekubitus.
e. Pedikulosis.
f. Scabies.
g. Furunkulosis stafilokokal pada bayi dan anak-anak.
h. Staphylococcal scalded skin syndrome.
i. Herpes zoster (lesi luas, pada orang dengan daya tahan tubuh
rendah).
5. Konjungtivitis karena virus/konjungtivitis hemoragis.
6. Viral hemorrhagic fever (lassa atau Marburg virus)
TUJUAN Untuk mencegah penularan penyakit infeksi melalui
kontak/sentuhan.
KEBIJAKAN Kebijakan Direktur RS. Hana Charitas No 066/Dir-
RSHC/SK/IV/2016 tentang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi Rumah Sakit Hana Charitas
ISOLASI PASIEN INFEKSI YANG DITULARKAN MELALUI
KONTAK (SENTUHAN)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT
HANA CHARITAS 02/A.7/004 0 2/3

STANDAR Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL 01 April 2016

dr. Antonius Yulianto Prabowo


PROSEDUR 1. Tempatkan pasien pada kamar tersendiri atau bersama pasien
lain dengan infeksi aktif kuman yang sama, tetapi tanpa infeksi
lain.
2. Bila tidak tersedia kamar sendiri, tempatkan dalam ruangan
secara kohort.
3. Pakailah sarung tangan waktu masuk dan selama dalam ruang
pasien.
4. Pakailah baju khusus/gaun waktu masuk kamar pasien bila
diperkirakan pakaian akan bersentuhan dengan pasien atau
dengan alat di sekitar pasien.
5. Sarung tangan harus diganti setelah menyentuh bahan yang
mengandung banyak kuman (misal : feses, cairan luka).
6. Lepaskan sarung tangan dan gaun waktu akan meninggalkan
ruangan, kemudian cuci tangan dengn antiseptik.
7. Setelah membuka sarung dan cuci tangan, usahakan tangan tidak
menyentuh permukaan atau barang apapun yang berpotensi
terkontaminasi.
8. Setelah membuka gaun, usahakan agar pakaian tidak lagi
menyentuh permukaan yang berpotensi terkontaminasi.
9. Batasi pemindahan dan transport pasien hanya untuk hal yang
penting. Bila terpaksa membawa pasien keluar kamar, usahakan
tetap melaksanakan kewaspadaan (precaution).
10. Usahakan agar alat perawatan pasien, peralatan sekitar tempat
tidur pasien dan permukaan lain yang sering tersentuh
dibersihkan setiap hari.
11. Bila mungkin menggunakan peralatan pasien seperto stetoskop,
termometer, tensimeter tersendiri. Bila tidak mungkin maka
harus selalu dibersihkan dan didesinfeksi sebelum dipakai untuk
pasien lain.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap

Disiapkan oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :

Nama dr. Anastasia dr. Yulianto Prabowo drg. Ardhian Rahma


ISOLASI PASIEN INFEKSI YANG DITULARKAN MELALUI
KONTAK (SENTUHAN)

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


RUMAH SAKIT
HANA CHARITAS 02/A.7/004 0 3/3

STANDAR Ditetapkan oleh :


Direktur
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL 01 April 2016

dr. Antonius Yulianto Prabowo

Jabatan Ketua Komite Mutu


Ketua Komite PPI Direktur
Rumah Sakit

Tanda tangan