Anda di halaman 1dari 11

BAB 15

PERILAKU BIAYA

PERILAKU BIAYA
Pada umumnya pola perilaku biaya diartikan sebagai hubungan antara total biaya dengan
perubahan volume kegiatan. Berdasarkan perilakunya dalam hubungan dengan perubahan
volume kegiatan, biaya dapat diabgi menjadi tiga golongan : biaya tetap, biaya variabel, dan
biaya semivariabel.

BIAYA TETAP
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar perubahan volume kegiatan
tertentu. Biaya tetap per satuan berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan. Biaya
tetap atau biaya kapasitas merupakan biaya untuk memepertahankan kemampuan beroperasi
perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu. Biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusahaan
jangka panjang, teknologi, dan metode serta strategi manajemen.
Pada umumnya , jika biaya tetap mempunyai proporsi tinggi bila dibandingkan dengan biaya
variabel, kemampuan manajemen dalam menghadapi perubahan-perubahan kondisi ekonomi
jangka pendek akan berkurang.
COMMITTED FIXED COSTS
Committed fixed costs sebagian besar berupa biaya tetap yang timbul dari pemilikan pabrik,
ekuipmen, dan organisasi pokok. Perilaku ini dapat diketahui dengan jelas dengan mengamati
biaya-biaya yang tetap dikeluarkan jika seandainya perusahaan tidak melakukan kegiatan sama
sekali dan akan kembali ke kegiatan normal (misalnya selama pemogokan karyawan atau
kekurangan bahan yang memaksa perusahaan menutup sama sekali kegiatan pabriknya). Dalam
perencanaan, fokus manajemen terpusat pada pengaruh fixed cost ini terhadap kegiatan tahun-
tahun yang akan dating.
Keputusan-keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran modal pada umumnya terlihat
dalam anggaran tahunan yang disebut anggaran pengeluaran modal. Pembuatan anggaran ini
didasarkan pada ramalan penjualan jangka panjang.
DISCRETIONARY FIXED COST
Discretionary fixed costnnmerupakan biaya (a) yang timbul dari keputusan penyediaan
anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan kebijakan
manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diijinkan untuk dikeluarkan, dan
(b) yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimal antara masukan dengan keluaran
(yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk). Discretionary fixed cost tidak
mempunyai hubungan tertentu dengan volume kegiatan. Keputusan mengenai besarnya
discretionary cost ini dibuat pada awal tahun anggaran. Discretionary cost tidak dapat
dihubungkan dengan keluarannya, karena tidak adanya hubungan antara masukan dan
keluaran, atau adanya perbedaan waktu keluaran yang diperoleh dengan biaya yang
dikorbankan untuk memperoleh keluaran.

BIAYA VARIABEL
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume
kegiatan. Biaya variabel per unit konstan (tetap) dengan adanya perubahan volume kegiatan.
Ada jenis biaya variabel yang perilakunya bertingkat (step like behavior) yang mempunyai
perilaku sebagai step-variabel costs.
ENGINEERED VARIABLE COSTS
Engineered cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan ukuran kegiatan
tertentu. Hamper semua biaya variabel merupakan engineered cost. Engineered cost
merupakan biaya yang antara masukan dan keluarannya mempunyai hubungan erat dan nyata.
Jika masukan (biaya) berubah maka keluaran akan berubah sebanding dengan perubahan
masukan tersebut.
DISCRETIONARY VARIABLE COSTS
Telah disebutkan diatas bahwa hamper semua biaya variabel merupakan engineered cost,
tetapi ada beberapa biaya variable yang pantas untuk dikelompokkan kedalam discretionary
variable cost. Hal ini disebabkan karena discretionary variable cost tersebut bersifat variabel,
berubah sebandung dengan perubahan volume kegiatan karena manajemen memutuskan
kebijakan demikian. Dengan kata lain, discretionary variable cost merupakan biaya yang
masukan dan keluarannya memiliki hubungan erat namun tidak nyata (bersifat artifisial).

BIAYA SEMIVARIABEL
Biaya semivariabel adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel didalamnya. Unsur
biaya yang tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa sedangkan unsur
variabel merupakan bagian dari biaya semivariable yang dipengaruhi oleh perubahan volume
kegiatan.

PENENTUAN POLA PERILAKU BIAYA


Ada tiga faktor yang harus diperhitungkan dalam menetapkan pola perilaku suatu biaya.
Pertama, harus dipilih biaya yang akan diselidiki pola perilakunya. Kedua, harus dipilih variable
bebas yaitu sesuatu yang menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi. Ketiga, harus dipilih kisaran
kegiatan yang relevan, dimana hubungan antara variable bebas dan tidak bebas yang
dinyatakan dalam fungsi biaya tersebut berlaku. Fungsi tersebut dapat berupa fungsi linear atau
nonlinear. Asumsi yang mendasari penggambaran hubungan linear antara total biaya dengan
variabel bebas adalah:
1. Hubungan teknologi antara masukan dan keluaran harus linear. Sebagai contoh, setiap
satuan produk selesai harus memerlukan jumlah bahan baku yang sama.
2. Masukan yang dibeli harus sama dengan masukan yang digunakan. Sebagai contoh, setiap
karyawan dimanfaatkan secara penuh.
3. Harga pokok masukan yang dibeli harus mempunyai fungsi linear dengan kuantitas yang
dibeli. Sebagai contoh, harga bahan baku per satuan harus sama untuk jumlah pembelian
berapapun.

Metode Penaksiran Fungsi Linear


Ada dua pendekatan dalam memperkirakan fungsi biaya : (a) pendekatan historis, dan (b)
pendekatan analitis.
Ada tiga metode untuk memperkirakan fungsi biaya dengan pendekatan historis :

Metode Titik Tertinggi dan Terendah


Untuk memperkirakan fungsi biaya, dalam metode ini suatu biaya pada tingkat kegiatan yang
paling tinggi dibandingkan dengan biaya tersebut pada tingkat kegiatan terendah di masa yang
lalu. Selisih biaya yang dihitung merupakan unsur biaya variabel dalam biaya tersebut.

Metode Biaya Berjaga


Metode ini mencoba menghitung berapa biaya yang harus tetap dikeluarkan andaikata
perusahaan ditutup untuk sementara, jadi produknya sama dengan nol. Biaya ini disebut biaya
berjaga, dan biaya berjaga ini merupakan bagian yang tetap. Perbedaan antara biaya yang
dikeluarkan selama diproduksi berjalan dengan berjaga merupakan biaya variabel.

Metode Kuadrat Terkecil


Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dengan volume kegiatan berbentuk
hubungan garis lurus dengan persamaan garis regresi y= a+ bx, dimana y merupakan variabel
tidak bebas yaitu variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan pada variabel x yang
merupakan variabel bebas. Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan variable x menunjukkan
volume kegiatan.

b = n∑xy - ∑x∑y
n∑x2 – (∑x)2

a=∑y–b∑x
UKURAN VOLUME KEGIATAN
Ukuran masukan dan keluaran. Ukuran masukan berhubungan dengan sumber-sumber
yang digunakan didalam suatu pusat biaya. Ukuran keluaran berhubungan dengan barang dan
jasa yang mengalir keluar dari suatu pusat biaya.

Ukuran dalam satuan uang dan dalam satuan fisik. Satuan ukuran volume kegiatan yang
dinyatakan dalam satuan fisik seperti jam tenaga kerja langsung, kadang-kadang lebih baik bila
dibandingkan dengan satuan rupiah, seperti biaya tenaga kerja langsung, karena ukuran yang
pertama tidak dipengaruhi oleh perubahan harga atau tariff.
JAWABAN SOAL LATIHAN
1. Jelaskan defenisi biaya tetap dan berikan contohnya !
Jawab :
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar perubahan volume
kegiatan tertentu. Biaya tetap per satuan berubah dengan adanya perubahan volume
kegiatan. Biaya tetap atau biaya kapasitas merupakan biaya untuk memepertahankan
kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu. Sebagai contoh, dalam
pengambilan keputusan pembelian generator listrik untuk keperluan pabrik, manajemen
akan memperhitungkan permintaan pasar dalam jangka panjang terhadap produk yang
dihasilkan pabrik tersebut. Selanjutnya permintaan pasar ini akan menentukan kapasitas
generator listrik yang digunakan dalam menyediakan kebutuhan listrik untuk pabrik
tersebut.
(sumber: buku akuntansi biaya, edisi 5, halaman 465-466)

2. Ada dua tipe biaya tetap. Sebutkan dan jelaskan dua tipe biaya tetap tersebut!
Jawab :
Dua tipe biaya tetap, yaitu:
 COMMITTED FIXED COSTS
Committed fixed costs sebagian besar berupa biaya tetap yang timbul dari pemilikan
pabrik, ekuipmen, dan organisasi pokok. Perilaku ini dapat diketahui dengan jelas
dengan mengamati biaya-biaya yang tetap dikeluarkan jika seandainya perusahaan tidak
melakukan kegiatan sama sekali dan akan kembali ke kegiatan normal (misalnya selama
pemogokan karyawan atau kekurangan bahan yang memaksa perusahaan menutup
sama sekali kegiatan pabriknya). Dalam perencanaan, fokus manajemen terpusat pada
pengaruh fixed cost ini terhadap kegiatan tahun-tahun yang akan dating.
Keputusan-keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran modal pada umumnya
terlihat dalam anggaran tahunan yang disebut anggaran pengeluaran modal.
Pembuatan anggaran ini didasarkan pada ramalan penjualan jangka panjang.
 DISCRETIONARY FIXED COST
Discretionary fixed costnnmerupakan biaya (a) yang timbul dari keputusan penyediaan
anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan
kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diijinkan untuk
dikeluarkan, dan (b) yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimal antara
masukan dengan keluaran (yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk).
Discretionary fixed cost tidak mempunyai hubungan tertentu dengan volume kegiatan.
Keputusan mengenai besarnya discretionary cost ini dibuat pada awal tahun anggaran.
Discretionary cost tidak dapat dihubungkan dengan keluarannya, karena tidak adanya
hubungan antara masukan dan keluaran, atau adanya perbedaan waktu keluaran yang
diperoleh dengan biaya yang dikorbankan untuk memperoleh keluaran.
(sumber: buku akuntansi biaya, edisi 5, halaman 466-467)

3. Ada dua tipe biaya variabel. Sebutkan dan jelaskan perilaku dua tipe biaya variabel
tersebut!
Jawab:
Dua tipe biaya variable, yaitu:
a. ENGINEERED VARIABLE COSTS
Engineered cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan ukuran
kegiatan tertentu. Hamper semua biaya variabel merupakan engineered cost.
Engineered cost merupakan biaya yang antara masukan dan keluarannya mempunyai
hubungan erat dan nyata. Jika masukan (biaya) berubah maka keluaran akan berubah
sebanding dengan perubahan masukan tersebut.
b. DISCRETIONARY VARIABLE COSTS
Telah disebutkan diatas bahwa hamper semua biaya variabel merupakan engineered
cost, tetapi ada beberapa biaya variable yang pantas untuk dikelompokkan kedalam
discretionary variable cost. Hal ini disebabkan karena discretionary variable cost
tersebut bersifat variabel, berubah sebandung demikian. Dengan kata lain,
discretionary variable cost merupakan biaya yang masukan dan keluarannya memiliki
hubungan erat namun tidak nyata (bersifat artifisial).
(sumber: buku akuntansi biaya, edisi5, halaman 468-469)

4. Dalam jangka pendek semua biaya tetap tidak dapat dikendalikan oleh manajer pusat
pertanggungjawaban. Setujukah saudara dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban
saudara.
Jawab :

5. Jelaskan yang dimaksud dengan discretionary variable costs dan berikan contohnya!
Jawab :
Telah disebutkan diatas bahwa hamper semua biaya variabel merupakan engineered cost,
tetapi ada beberapa biaya variable yang pantas untuk dikelompokkan kedalam discretionary
variable cost. Hal ini disebabkan karena discretionary variable cost tersebut bersifat
variabel, berubah sebandung dengan perubahan volume kegiatan karena manajemen
memutuskan kebijakan demikian. Dengan kata lain, discretionary variable cost merupakan
biaya yang masukan dan keluarannya memiliki hubungan erat namun tidak nyata (bersifat
artifisial). Sebagai contoh adalah biaya iklan yang ditetapkan oleh manajer puncak sebesar
2% dari hasil penjualan akan berubah sebanding dengan perubahan volume penjualan.
(sumber: buku akuntansi biaya, edisi 5, halaman 469)

6. Ada dua pendekatan pemisahan biaya semivariabel kedalam unsur biaya tetap dan biaya
variabel. Sebutkan dua pendekatan tersebut dan jelaskan masing-masing pendekatan
tersebut !
Jawab :
1) Pendekatan historis
Didalam pendekatan historis, fungsi biaya ditentukan dengan cara menganalisis perilaku
biaya dimasa yang lalu dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan dalam
masa yang sama.
2) Pendekatan analitis
Dalam pendekatan analitis, diadakan kerjasama diantara orang-orang teknik dan staff
penyusun anggaran untuk mengadakan penyelidikan terhadap tiap-tiap fungsi guna
menentukan: pentingnya fungsi tersebut, metode pelaksanaan pekerjaan yang paling
efisien, dan jumlah biaya yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut
pada berbagai tingkat kegiatan.
(sumber: buku akuntansi biaya edisi 5, halaman 471)

7. Salah satu metode pemisahan biaya semivariabel kedalam unsur biaya tetap dab biaya
variabel adalah metode titik tertinggi dan terendah. Jelaskan metode tersebut dan jelaskan
pula kelemahannya jika dipakai sebagai dasar estimasi biaya !
Jawab :
Untuk memperkirakan fungsi biaya, dalam metode ini suatu biaya pada tingkat kegiatan
yang paling tinggi dibandingkan dengan biaya tersebut pada tingkat kegiatan terendah di
masa yang lalu. Selisih biaya yang dihitung merupakan unsur biaya variabel dalam biaya
tersebut.
(sumber: buku akuntansi biaya edisi 5, halaman 471)

8. Salah satu metode pemisahan biaya semivariabel ke dalam unsur biaya tetap dan biaya
variabel adalah metode kuadrat kecil. Jelaskan metode tersebut dan jelaskan pula
kebaikannya jika dipakai sebagai dasar estimasi biaya.
Jawab :
Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dengan volume kegiatan berbentuk
hubungan garis lurus dengan persamaan garis regresi y= a+ bx, dimana y merupakan
variabel tidak bebas yaitu variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan pada
variabel x yang merupakan variabel bebas. Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan
variable x menunjukkan volume kegiatan.
(sumber: buku akuntansi biaya edisi 5, halaman 474)

9. Berikut ini adalah biaya tenaga kerja tak langsung di bagian Produksi dalam tahun 19X1
pada berbagai volume kegiatan yang dinyatakan dalam jam tenaga kerja langsung. Manajer
produksi akan merencanakan kegiatan produksi tahun anggaran 19X2 dan ingin
memperoleh informasi perilaku biaya tenaga kerja langsung tahun 19X1 sebagai dasar
untuk menaksir biaya tersebut yang akan dikeluarkan dalam tahun anggaran tersebut.
Gambar 15.12
Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Jam Tenaga Kerja Langsung Tahun 19X1

Bulan ke Biaya tenaga kerja tak Jam tenaga kerja langsung


langsung
1 900.000 6.000
2 750.000 5.500
3 750.000 4.250
4 600.000 4.000
5 600.000 4.500
6 875.000 7.000
7 875.000 6.000
8 1.000.000 8.000
9 800.000 6.000
10 800.000 6.000
11 550.000 4.500
12 600.000 4.500
9.100.000 69.500
Diminta:

a. Hitunglah persamaan garis regresi linear biaya tenaga kerja tak langsung dalam
hubungannya dengan jam kerja langsung sehingga memungkinkan manajer produksi
memperkirakan biaya tersebut untuk tahun anggaran 19X2!
b. Jika dalam tahun 19X2 manajer produksi akan beroperasi pada kapasitas 75.000 jam tenaga
kerja langsung, pada tingkat kepercayaan 95%, berapakah interval biaya tenaga kerja tak
langsung yang diperkirakan untuk tahun anggaran 19X2?
c. Jika manajer Bagian Produksi menanyakan kepada saudara berapa persen perubahan biaya
tenaga kerja yang disebabkan oleh perubahan volume kegiatan produksi (yang dinyatakan
dengan jam tenaga kerja langsung), apakah jawaban saudara?
d. Jika manajer Bagian Produksi tersebut menanyakan kepada Saudara mengenai linear
tidaknya hubungan antara perubahan volume kegiatan produksi dengan perubahan biaya
tenaga kerja tak langsung, apakah jawaban Saudara?
Jawab:
A.
Biaya Reparasi & Pemeliharaan Mesin
pada Tingkat Kegiatan
Tertinggi Terendah Selisih
Jumlah jam mesin 8.000 4.000 4.000
Biaya Reparasi & Pemeliharaan Rp1.000.000 Rp550.000 Rp450.000

Unsur biaya variabel dalam biaya reparasi dan pemeliharaan dihitung sebagai berikut.
Biaya Variabel = Rp450.000 : Rp4.000 = Rp112,5

Titik Kegiatan Titik Kegiatan


Tertinggi Terendah
Biaya reparasi & pemeliharaan mesin yang terjadi Rp1.000.000 Rp 550.000
Biaya reparasi & pemeliharaan
Rp112,5 x 8000 Rp 900.000
Rp112,5 x 4000 . . Rp 450.000
Biaya reparasi dan pemeliharaan tetap Rp 100.000 Rp 100.000
Jadi biaya reparasi dan pemeliharaan mesin terdiri dari (a) biaya variabel Rp112,5 per
jam mesin dan (b) biaya tetap Rp200.000 per bulan. Jika fungsi biaya reparasi dan
pemeliharaan tersebut dinyatakan secara matematis, maka akan berbentuk fungsi linear
sebagai berikut:
Y = 100.000 + 112,5x

B. Maka biaya reparasi dan pemeliharaan dapat diperkirakan dengan menggunakan


persamaan linear sebagai berikut:
Y = 100.000 + 112,5x
=100.000 + 112,5 (75.000)
=8.537.500

C.

D.
JAWABAN SOAL PILIHAN BERGANDA
1. Manakah diantara pernyataan mengenai biaya tetap berikut ini yang tidak benar?
Jawab : A. Merupakan biaya yang tak terkendalikan oleh manajemen.
(Sumber: halaman 465 buku akuntansi biaya)

2. Manakah diantara pernyataan mengenai committed fixed costs berikut ini yang tidak
benar?
Jawab : D. Contoh jenis biaya yang termasuk di dalam committed fixed costs adalah biaya
promosi produk.
(Sumber: halaman 466 buku akuntansi biaya)

3. Pernyataan-pernyataan berikut ini semuanya benar, kecuali:


Jawab : B. Sekali kapasitas kegiatan dipilih, sulit untuk mengurangi atau mengubah besarnya
committed fixed costs.
(Sumber: halaman 467-468 buku akuntansi biaya)

Data berikut ini disediakan untuk mengerjakan soal nomor 4 s/d 6.


Jika persamaan suatu biaya dalam hubungannya dengan volume kegiatan berbentuk linear
berikut ini : y= 5.000.000 + 2.000 x, di mana y= biaya dan x= volume kegiatan, maka:

4. Total biaya variable adalah:


Jawab :

5. Biaya variabel per unit adalah:


Jawab :

6. Biaya tetap per unit adalah:


Jawab :

7. Manakah diantara pernyataan-pernyataan berikut ini yang tidak benar?


Jawab : D. Dalam jangka pendek committed fixed costs merupakan biaya tak terkendalikan.
(Sumber: halaman 466 buku akuntansi biaya)

8. Manakah diantara pernyataan mengenai discretionary variable costs berikut ini yang salah?
Jawab : B. Variabilitas biaya ini disebabkan karena adanya hubungan fisik biaya tersebut
dengan volume kegiatan.
(Sumber: halaman 469 buku akuntansi biaya)
9. Manakah diantara pernyataan mengenai engineered variable costs berikut ini yang benar?
Jawab : B. Variabilitas biaya ini disebabkan karena adanya hubungan fisik biaya tersebut
dengan volume kegiatan.
(Sumber: halaman 468 buku akuntansi biaya)

10. Jika seseorang manajer pemasaran memutuskan akan mengeluarkan biaya iklan Rp.
7.000.000 per bulan, maka biaya iklan ini merupakan:
Jawab :C. Discretionary variable cost.
(Sumber: halaman 469 buku akuntansi biaya)

11. Di dalam sebuah pabrik perakitan mobil, setiap mobil memerlukan 5 roda. Biaya roda
tersebut merupakan:
Jawab :

12. Manakah diantara pernyataan berikut ini yang salah?


Jawab : B. Pengertian period costs menurut variable costing dan full costing adalah sama.
(Sumber: halaman 124 buku akuntansi biaya)