Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN MESIN DAN PERALATAN

PRAKTIKUM LAPANGAN
“ALAT PENGGILING CABAI”

Disusun oleh :
Nama : Ahmad Fazrin Maulana
NPM : E1G018010
Prodi : Teknologi Industri Pertanian
Kelompok : 1 (Satu)
Shift : Senin, 13:00-15:00 WIB
Dosen : 1. Ir. Meizul Zuki, M.S.
2. Ir. Yusril Dany, M.Si.
Coass : Hurujang (E1G017012)

LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama
ilmiah Capsicum sp. Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke
negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara Indonesia. Tanaman cabai
banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang
sebagian besar hidup di negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa
jenis saja, yakni cabai besar, cabai keriting, cabai rawit dan paprika. Cabe giling merupakan
salah satu olahan cabe merah yang banyak dijual di pasar-pasar. Cabe giling digunakan oleh
ibu rumah tangga maupun pedagang pangan karena praktis. Cabe giling diolahan dengan
menggunakan mesin dan penambahan bahan-bahan lain seperti garam, dan sedikit air.
Kemajuan teknologi mendorong industri untuk menggunakan sumber daya yang ada
untuk menghadirkan mesin sebagai motor penggerak kegiatan industri. Terbukti bahwa
teknologi permesinan mampu mendongkrak kinerja industri. Teknologi permesinan
menghadirkan peningkatan produktivitas dan efisiensi secara signifikan. Mesin merupakan
kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan modern sekarang ini. Berkembangnya
teknologi dalam kehidupan berefek juga terhadap perkembangan teknologi pengolahan
industri termasuk industri kecil dan industri besar. Keefektifan dan keefisieanan dalam sistem
kerja suatu mesin menyebabkan mesin industri sangat di butuhkan dan di perlukan dalam
perkembangannya.
Pengunaannya dengan skala besar juga dapat menimbulkan efek yang sangat baik
dalam laba yang di hasilkan. Mesin mesin tersebut dapat di lakukan perakitan dalam usahnya
untuk mencapai produk tertentu tanpa mengeluarkan biaya yang menambah modal atau dapat
di katakan dapat menghemat dana pemilik mesin.

1.2 Tujuan
1. Praktikan dapat mengetahui dan memahami penggunaan mesin dan peralatan dalam
industri pertanian.
2. Praktikan dapat mengetahui peran mesin dan peralatan dalam upaya pencapaian tujuan
industri pertanian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Cabe giling merupakan salah satu olahan cabe merah yang banyak dijual di pasar-pasar.
Cabe giling digunakan oleh ibu rumah tangga maupun pedagang pangan karena praktis. Cabe
giling diolahkan dengan menggunakan mesin dan penambahan bahan-bahan lain seperti
garam, san sedikit air (Putra dan Eka, 2013).
Pengolahan cabe giling dilakukan sendiri oleh para pedagang. Kebanyakan pedagang
mengolah cabe segar di tempat mereka berdagang, sebagian menggiling cabe giling dengan
cara manual dengan menambahkan garam dan air. Selain itu untuk menghindari kerugian
pedagang menambahkan beberapa bahan seperti wortel dan tomat untuk menambah berat
massa cabe giling (Santika, 2014).
Dalam sebuah industri, mesin merupakan peralata yang sangat vital dimana mesin-
mesin tersebut menentukan kualitas dan optimalisasi suatu industri. Untuk dapat bersaing
dalam pemasaran produk, dan untuk dapat memperoleh keuntungan yang layak, industri harus
bekerja secara efektif dan efisien. Cara kerja demikian hanya dapat dicapai bila indutri
tersebut didukung oleh sistem manajemen yang baik dan juga mesin dan alat penunjang
produksi yang tepat (Rizkiana, 2012).
Adapun efisiensi waktu dalam proses produksi sangatlah mendukung tercapainya
target produksi dalam memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen. Luasnya area pabrik
sering menjadi kendala terlambatnya jumlah produksi yang telah direncanakan. Maka
diperlukan mesin yang dapat menjawabnya (Erlian, 2015).
Mesin penggiling ini berfungsi menggiling produk kering dan basah (+air). Giling
Kering : cabe kering, jagung, beras, kopi, kakao, lada, kedelai. Untuk hasil gilingan yang
lembut / halus penggilingan produk dilakukan secara berulang-ulang sedangkan Giling
Basah : tambahkan air secukupnya bersamaan proses penggilingan cabe segar, bumbu, jahe,
lengkuas, tomat, dan lain-lain (Suryanti, 2007).
Pengecilan ukuran dibagai menjadi dua jenis, yaitu pengecilan ukuran bahan padat dan
pengecilan ukuran bahan cair. Pengecilan ukuran bahan cair dapat dengan cara emulsifikasi
atau homogenisasi. Emulsifikasi adalah pembentukan emulsi yang stabil dengan pencampuran
dua atau lebih cairan yang tidak saling larut, sehingga satu bagian (fase terdispersi) terdispersi
dalam bentuk droplet yang sangat kecil pada bagian yang kedua (fase kontinyu).
Homogenisasi adalah pengecilan ukuran ke 0,5 – 0,3 mm dan peningkatan jumlah partikel
padat atau cair dari fase terdispersi dengan menggunakan shearing force untuk meningkatkan
ikatan & stabilitas dari dua bagian (Choirunnisa, 2009).
Mesin penggiling cabe, mesin bekerja dengan mekanisme putaran motor dengan
kecepatan tinggi mencapai 1400 rpm yang digunakan untuk memutar mata pisau ganda
didalam tangki penampungan bahan yang akan digiling. Putaran yang sangat cepat pada mata
pisau mesin penggiling cabe dari Mesin mengakibatkan cabe yang akan digiling menjadi
hancur dan dilumatkan hingga halus. Hanya butuh waktu satu hingga dua menit untuk
menghaluskan cabe sebanyak 3-5 Liter. Setelah cabe halus, kita hanya perlu membuka kenop
pengunci tangki, lalu mengangkat pisau, setelah itu mengangkat tangki untuk menuangkan
bumbu. Mesin Penggiling cabe dari Mesin dapat dioperasikan secara praktis, mudah, dan
higienis. Selain itu, penggilingan cabe dengan menggunakan Mesin Penggiling cabe tidak
memerlukan tambahan air saat cabe digiling sehingga cabe lebih pekat dan memiliki citarasa
yang lebih terjaga ( Rahayu, 2010 ).
DAFTAR PUSTAKA

Choirunnisa. 2009. Dasar-Dasar Keteknikan Pengolahan. Yogyakarta : Liberty


Eka dan Putra. 2013. Bagian-Bagian Merencana Mesin. Jakarta : Erlangga.
Erlian, Supriyanto, M.T. 2015. Penentuan Interval Waktu Perawatan Forklift Scaglia. Jurnal
Indept. Vol. 3 No. 3.
Rahayu, W.P. 2000. Aktivitas Antimikroba Bumbu Masakan Tradisional Hasil Olahan
Industri Terhadap Bakteri Patogen dan Perusak. Buletin Teknologi dan Industri
Pangan. Vol.XI, No.2
Rizkiana, Wening dan Putra, Ari Permana. 2012. Mixing equipment. Bogor : IPB.
Santika. 2014. Mesin Penggiling Cabe. Bengkulu. Universitas Bengkulu
Suryanti. 2007. Membuat Aneka Olahan Cabai. Jakarta : Penebar Swadaya
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Nama Alat


Alat yang kami amati pada praktikum lapangan kali ini adalah mesin penggilingan
cabai honda (modifikasi dari mesin aslinya).

3.2 Spesifikasi Alat


1. Tipe : (Mesin modifikasi)
2. Dimensi : 85 x 55 x 145 cm
3. Pengerak : Motor Diesel
4. Bahan Bakar : Solar
5. Kapasitas : 300-600 kg/jam
6. Kapasitas Tangki : 15 Liter
7. Umur Mesin : 5 Tahun

3.3 Fungsi Alat


Fungsi mesin penggiling ini adalah untuk mengolah atau menggiling cabai ataupun
bumbu dari bahan bawang putih, kemiri, bawang merah, kunyit, jahe, merica, dan lainnya
dengan kelembutan yang bisa diatur. Hasil gilingan lewat mesin giling cabe menghasilkan
gilingan yang lebih maksimal dengan cabe yang tergiling secara baik.

3.4 Prinsip dan Cara Kerja


Bahan baku berupa cabe dimasukkan kedalam corong pemasukkan dan digiling
didalam gear box, lalu hasil penggilingan keluar dari corong output.
1. Giling Kering : cabe kering, jagung, beras, kopi, kakao, lada, kedelai. Untuk hasil
gilingan yang lembut / halus penggilingan produk dilakukan secara berulang-ulang.
2. Giling Basah : tambahkan air secukupnya bersamaan proses penggilingan bumbu,
cabe segar, jahe, lengkuas, tomat, dll.
Prinsip dan Cara Kerja mesin ini adalah sebagai berikut:
1. Menekan tombol saklar engine ke tombol ON
2. Menarik tali penghubung flywellyang berfungsi untuk memutarkan/ menghidupkan
mesin
3. Mengatur gas pada mesin sampai mesin beroperasi secara stabil.
4. Memasukan cabe yang telah di bersihkan dan di cuci ke dalam lubang pemasukkan
yang telah dihubungkan dengan mesin.
5. Membiarkan cabe masuk ke lubang pemasukkan melewati corong dengan bantuan
balok kayu cabe dengan cara didorong agar cabe dapat masuk kedalam mesin.
6. Cabe hasil penggilingan akan keluar melalui lubang pengeluaran dan hasil
penggilingan akan ditamping di wadah penampungan.
7. Setelah hasil penggilingan ditampung, mesin dimatikan atau tetap dilanjutkan bila
masih dibutuhkan untuk memproses penggilingan cabe.

3.5 Kapasitas Kerja Alat


Dalam 1 hari operasi, mesin mampu mengolah sebanyak 300 kg bahkan bisa 600
kg/jam jika kapasitas minyaknya full tank dikarenkan juga memiliki batu penggiling sebesar
10 in.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
1. Mesin penggiling cabai adalah mesin yang digunakan untuk menghaluskan bahan
cabai. Mesin ini sangat membantu dalam proses pengolahan cabai untuk mendapatkan
bahan cabai yang halus untuk diolah menjadi produk lainnya. Prinsip penggunaan
mesin ini adalah mengubah energi kimia berupa bahan bakar menjadi energi mekanik
berupa perputaran poros.
2. Dalam skala industri, mesin penggiling cabai digunakan untuk menghaluskan cabai
dalam jumlah yang banyak untuk diolah menjadi suatu produk jadi. Produk-produk
yang dihasilkan dari cabai halus antara lain produk sambal, saos, dan lain-lain. Pada
skala industri biasanya mesin penggiling cabai yang digunakan sudah mesin modern,
dimana proses pengoperasiannya menggunakan tenaga listrik, dan dapat menampung
bahan yang akan digiling dalam jumlah banyak, serta dalam waktu singkat.

4.2 Saran
Sebaiknya selalu aktif bertanya ketika melakukan suatu praktikum lapangan agar
mendapatkan data yang optimal serta selalu menjaga kesopanan dan kenyamanan dalam
setiap melakukan praktikum lapangan.
LAMPIRAN

A. Gambar Alat

B. Dokumentasi Alat Yang Diamati

Anda mungkin juga menyukai