Anda di halaman 1dari 1

KELOMPOK 3

1. Pengertian dan Tujuan Konsumsi


Konsumsi adalah kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda
(barang atau jasa) dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Orang yang melakukan kegiatan
konsumsi disebut konsumen.
Adapun tujuan konsumsi yaitu memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh kepuasan optimal, dan
memperoleh penghargaan dari orang lain.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi


Kegiatan konsumsi dipengaruhi berbagai faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi ini
terdiri atas faktor ekonomi dan nonekonomi.
Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi yang mempengaruhi konsumsi antara lain tingkat pendapatan, tingkat harga
barang dan jasa, serta ketersediaan barang dan jasa.
a. Tingkat Pendapatan. Pada umumnya semakin tinggi pendapatan seseorang semakin banyak
jumlah dan jenis barang yang dikonsumsi. Di pihak lain semakin kecil pendapatan seseorang,
semakin sedikit (terbatas) jumlah dan jenis barang dan jasa yang dikonsumsi.
b. Tingkat Harga Barang dan Jasa. Jelas, harga barang dan jasa mempengaruhi tingkat konsumsi,
semakin tinggi harga barang dan jasa semakin sedikit jumlah barang dan jasa yang dikonsumsi.
Sebaliknya, semakin murah harga barang dan jasa. Semakin banyak jumlah barang dan jasa yang
dikonsumsi.
c. Ketersediaan Barang dan Jasa. Ketersediaan barang juga memengaruhi konsumsi. Walau uang
tersedia, tetapi apabila barangnya tidak tersedia, kita tidak bisa mengonsumsi barang tersebut.

Faktor Nonekonomi
Selain faktor ekonomi, kegiatan konsumsi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor nonekonomi. Faktor
nonekonomi itu antara lain jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, tempat tinggal, serta
lingkungan sosial, budaya, agama, dan adat istiadat.
a. Jumlah Tanggungan Keluarga. Semakin banyak jumlah keluarga atau tanggungan keluarga maka
semakin banyak pula jumlah dan jenis konsumsi keluarga yang bersangkutan. Sebaliknya jika
sedikit jumlah keluarga atau tanggungan keluarga maka akan makin sedikit jumlah dan jenis
barang yang dikonsumsi.
b. Tingkat Pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin beragam kebutuhan
orang tersebut. Misalnya, orang yang bependidikan perlu membeli dan membaca buku.
Sebaliknya, bagi orang yang buta huruf atau tidak berpendidikan, buku bukan merupakan
kebutuhan utama.
c. Tempat Tinggal. Lingkungan tempat tinggal juga memengaruhi konsumsi seseorang. Kebutuhan
orang yang tinggal di daerah beriklim dingin akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah
beriklim panas. Sebagai contoh, orang yang tinggal di daerah dingin menggunakan pakaian tebal
sedangkan orang yang tinggal di daerah panas menggunakan pakaian tidak tebal.
d. Lingkungan Sosial, Budaya, Agama dan Adat Istiadat. Lingkungan sosial, budaya, agama dan adat
istiadat juga memengaruhi konsumsi seseorang. Contoh nyata dalam hal ini dapat dilihat dari segi
makanan. Umumnya orang dari suku Jawa suka makanan yang manis, sedang orang dari suku
Minang suka makanan pedas. Sementara orang beragama Hindu tidak boleh makan sapi, namun
orang yang beragama Islam boleh makan sapi.