Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

HORDEOLUM EKSTERNUM

Disusun oleh:
Ratu Hendriani
406181033

Pembimbing :
dr. Heroe Joenianto, Sp.M

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA


KEPANITERAAN ILMU MATA RSUD RAA SOEWONDO PATI
PERIODE 14 OKTOBER – 17 NOVEMBER 2019
LEMBAR PENGESAHAN

Case :

HORDEOLUM EKSTERNUM

Disusun oleh :

Ratu Hendriani (406181033)

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian Kepaniteraan Ilmu Mata RSUD
RAA Soewondo Pati

Fakultas Kedokteran UniversitasTarumanagara

Pati, November 2019

dr. H. Heroe Joenianto, Sp.M


STATUS PASIEN

1.1. Identitas Pasien


Nama : An. SR
Umur : 19 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kutoharjo 2/2, Pati Jawa tengah
Agama : Islam
Pekerjaan :-
Status Pernikahan : Belum Menikah

1.2. Anamnesis
Tanggal Periksa : 5 November 2019
Tempat Periksa : Poli Mata RSUD RAA Soewondo Pati
Diambil dari : Autoanamnesis
Keluhan Utama : Benjolan pada kelopak mata kiri atas
.
1.2.1. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik RSUD RAA Soewondo Pati dengan keluhan terdapat
benjolan pada kelopak mata kiri atas dialami ± 1 minggu sebelum datang ke rumah
sakit. Sebelumnya benjolan kecil menyerupai jerawat dan terasa mengganjal, benjolan
semakin hari mulai membesar merah dan terasa nyeri. Keluhan lain air mata berlebih
dan terasa sedikit gatal. Keluhan seperti ini sudah kedua kalinya dialami pasien dan
sudah pernah berobat atas keluhan tersebut. Sebelumnya keluhan yang sama terjadi
pada mata kanan dan sudah dioperasi sebelumnya. Keluhan yang sama terjadi setelah
pasien mengkonsumsi telur dan diketahui pasien alergi terhadap telur.

1.2.2. Riwayat Penyakit Dahulu


- Keluhan yang sama pernah dirasakan pada mata kanan ± 2 tahun yang lalu.
- Riwayat hipertensi dan diabetes disangkal
- Tidak ada riwayat batuk lama, sakit sendi, asma dan alergi terhadap obat-obatan.
- Riwayat operasi Hordeolum eksternum pada mata kanan 2 tahun yang lalu.
- Riwayat alergi kuning telur.

1.2.3. Riwayat Penyakit Keluarga


- Tidak ada anggota keluarga serumah yang mengalami keluhan serupa seperti
pasien

1.2.4. Riwayat Pengobatan


- Pasien sudah berobat dan diberikan obat tetes dan salep keluhan nyeri sudah
berkurang namun benjolan semakin membesar.

1.3. Pemeriksaan Fisik


1.3.1. Tanda-tanda Vital
- Keadaan Umum : tidak diukur
- Kesadaran : tidak diukur
- Tekanan darah : tidak diukur
- Nadi : tidak diukur
- Pernafasan : tidak diukur
- Suhu : tidak diukur
-
1.3.2. Status Ophtalmologikus
OCULI DEXTRA OCULI SINISTRA

Visus 6/6 6/6

Kedudukan Bola Mata Orthoforia

Gerakan Bola Mata

Gerak bola mata bebas Gerak bola mata bebas


ke segala arah ke segala arah

Segmen Anterior

Silia Trichiasis (-) Trichiasis (-)

Madarosis(-) Madarosis(-)
Krusta (-) Krusta (-)

Palpebra Superior Benjolan (-) Benjolan (+)

Hiperemis (-) Hiperemis (+)

Edema (-) Edema (+)

Ectropion(-) Ectropion(-)

Entropion (-) Entropion (-)

Krusta(-) Krusta(-)

Lesi vesikopustula (-) Lesi vesikopustula (-)

Palpebra Inferior Benjolan(-) Benjolan(-)

Hiperemis (-) Hiperemis (-)

Edema (-) Edema (-)

Ectropion(-) Ectropion(-)

Entropion (-) Entropion (-)

Konjungtiva tarsus Hiperemis (+) Hiperemis (-)


superior
Papil (-) Papil (-)

Folikel (-) Folikel (-)

Konjungtiva tarsus Hiperemis (+) Hiperemis (-)


inferior
Papil (-) Papil (-)

Folikel (-) Folikel (-)

Konjungtiva bulbi Hiperemis (-) Hiperemis (-)

Sekret (-) Sekret (-)

Injeksi konjungtiva (-) Injeksi konjungtiva (-)

Injeksi silier (-) Injeksi silier (-)

Sklera Anikterik Anikterik

Kornea Jernih Jernih

Edema (-) Edema (-)


Infiltrat (-) Ulkus (-)

Ulkus (-) Infiltrate (-)

Jaringan nekrotik (-) Jaringan nekrotik (-)

neovaskularisasi (-) neovaskularisasi (-)

Bilik Mata Depan Kedalaman cukup Kedalaman cukup

Hifema (-) Hifema (-)

Hipopion (-) Hipopion (-)

Iris Coklat, bulat, regular Coklat, bulat, reguler

Pupil Bulat, sentral Sulit dinilai

Refleks cahaya langsung


dan tidak langsung(+)

Lensa Keruh Sulit untuk dinilai

1.4. Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan

1.5. Resume
Telah diperiksa seorang perempuan usia 19 tahun dipoliklinik RSUD RAA Soewondo
Pati dengan keluhan terdapat benjolan pada kelopak mata kiri atas dialami ± 1 minggu
sebelum datang ke rumah sakit. Sebelumnya benjolan kecil menyerupai jerawat dan terasa
mengganjal, benjolan semakin hari mulai membesar merah dan terasa nyeri. Keluhan lain air
mata berlebih dan terasa sedikit gatal. Keluhan seperti ini sudah kedua kalinya dialami
pasien dan sudah pernah berobat atas keluhan tersebut. Sebelumnya keluhan yang sama
terjadi pada mata kanan dan sudah dioperasi sebelumnya. Keluhan yang sama terjadi setelah
pasien mengkonsumsi telur dan diketahui pasien alergi terhadap telur.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan: Status ophtalmikus ODS: visus OS 6/6, Palpebra
Superior Benjolan (+) Hiperemis (+) Edema (+) Ectropion(-) Entropion (-),Krusta(-), Lesi
vesikopustula (-). Pemeriksaan fisik mata lainnya didapatkan dalam batas normal.
1.6. Diagnosis
Diagnosis Kerja: OS Hordeolum Eksternum

1.7 Pengkajian

1.7.1 Clinical Reasoning

OS Hordeolum Eksternum:

Anamnesis:

‐ benjolan pada kelopak mata kiri


‐ terasa mengganjal,
‐ benjolan semakin hari mulai membesar
‐ merah
‐ terasa nyeri.
‐ air mata berlebih dan terasa sedikit gatal
‐ Keluhan seperti ini sudah kedua kalinya
‐ Riwayat operasi Hordeolum eksternum pada mata kanan 2 tahun yang lalu.
‐ Riwayat alergi kuning telur.

PF:

‐ Palpebra Superior Benjolan (+) Hiperemis (+) Edema (+) Ectropion(-)


Entropion (-),Krusta(-), Lesi vesikopustula (-).

1.7.2 Diagnosis Banding

‐ kalazion
‐ tumor palpebra

1.7.3 Rencana Diagnostik

‐ biopsy

1.7.4 Rencana Terapi Farmakologis

‐ Asam Mefenamat tablet 500 mg/8 jam/oral


‐ Amoxicilin 500 mg/8 jam/oral(selama 5 hari)
‐ Eritromisin salep/4jam (selama7-10 hari)
1.7.5 Rencana Terapi Non-Farmakologis

‐ Cuci tangan rutin dan tidak mengucek mata yang sakit.


‐ Kompres hangat.
‐ Pembedahan (insisi dan curetase)

1.7.6 Rencana Evaluasi

‐ Evaluasi keadaan umum


‐ Evaluasi respons pengobatan: gejala klinis
‐ Awasi tanda-tanda perburukan dan rekurensi

1.7.7 Edukasi

‐ Kompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit tiap kalinya untuk membantu
drainase. Lakukan dengan mata tertutup.
‐ Bersihkan kelopak mata dengan air bersih atau pun dengan sabun atau sampo yang
tidak menimbulkan iritasi, seperti sabun bayi. Hal ini dapat mempercepat proses
penyembuhan. Lakukan dengan mata tertutup.
‐ Jangan menekan atau menusuk hordeolum, hal ini dapat menimbulkan infeksi yang
lebih serius.
‐ Hindari pemakaian makeup pada mata, karena kemungkinan hal itu menjadi penyebab
infeksi.
‐ Jangan memakai lensa kontak karena dapat menyebarkan infeksi ke kornea.
- Menginformasikan kepada pasien mengenai perjalanan penyakit yang dialami oleh
pasien mulai dari penyebab, terapi, dan bahaya dari penyakit pasien.
- Menginformasikan kepada keluarga pasien mengenai kondisi yang dialami oleh
pasien.

1.8 Prognosis

OD OS
Quo Ad Sanam ad bonam ad bonam
Quo Ad Functionam Ad bonam ad bonam
Quo Ad Kosmeticam Ad bonam
Quo Ad Vitam Ad bonam

1.9 Kesimpulan

Telah diperiksa seorang perempuan berusia 19 tahun dengan keluhan benjolan pada kelopak
mata kiri atas dialami ± 1 minggu, benjolan terasa mengganjal, benjolan semakin hari mulai
membesar, merah dan terasa nyeri. Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang didapatkan diagnosa kerja OS Hordeolum Eksternum

1.10 Foto Pasien