Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PETROGRAFI

ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF


PADA BATUAN BEKU
Laboratorium Hard Rock Teknik Geologi ITNY

Nama : Irene Austin A. Berhitu Kelompok : Senin 11:00 – 13:00


NIM : 410018056 Tanggal : 14 Oktober 2019

Kode Sampel : LP 4 C Perbesaran Okuler : 10 x


Jenis Batuan : Batuan Vulkanik Perbesaran Obyektif : 4 x

PPL XPL
A

Keterangan Gambar :

A : Hornblend
B : Plagioklas ( Albite )
C : Opaq
D : Piroksen
E : Kuarsa
Deskripsi Mikroskopik :

Pada pengamatan petrografi dengan kode sampel “LP 4C” , yang merupakan jenis batuan beku vulkanik,
dengan menggunakan perbesaran total 40x yang dilaksanakan pada 14 Oktober 2019 terdapat mineral
felsic dan mafik.

Kandungan yang berada pada batuan beku ini didominasi oleh mineral plagioklas sebanyak 39,25% ,
muscovite 18%, hornblende 27,27% serta sisanya merupakan mineral opaq.

Deskripsi Mineral :

Pada pengamatan Batuan Beku Vulkanik dengan kode sampel “LP 4C” terdapat beberapa mineral yaitu :

a. Mineral Hornblende

Pada pengamatan PPL mineral memiliki warna colourless dengan bentuk mineral prismatik, mineral
tersebut memiliki pecahan dan belahan 1 arah, serta reliefnya sedang. Mineral tersebut memiliki
pleokroisme lemah dan indeks bias n.mineral > n.lem.

Pada pengamatan XPL warna interferensi mineral biru dengan nilai BF 0.020 pada orde II.
Pemadaman pada mineral tersebut miring pada 61° dan orientasi length slow

b. Piroksen

Pada pengamatan PPL mineral memiliki warna colourless dengan bentuk mineral prismatik, mineral
tersebut memiliki pecahan dan belahan 1 arah, serta reliefnya tinggi. Mineral tersebut memiliki
pleokroisme lemah dan indeks bias n.mineral > n.lem.

Pada pengamatan XPL warna interferensi mineral abu-abu dengan nilai BF 0.005 pada orde I.
pemadaman pada mineral tersebut miring pada 52° dan orientasi length slow.
c. Mineral Kuarsa

Pada pengamatan PPL mineral memiliki warna colourless dengan bentuk mineral tabular, mineral
tersebut tidak memiliki pecahan dan belahan, serta relief yang lemah. Mineral tersebut memiliki
pleokroisme lemah dan indeks bias n.mineral > n.lem.

Pada pengamatan XPL warna interferensi mineral abu-abu dengan nilai BF 0.009 pada orde I.
pemadaman pada mineral tersebut miring pada 61° dan orientasi length slow.

d. Mineral Plagioklas (Albite)

Pada pengamatan PPL mineral memiliki warna colourless dengan bentuk mineral equant,
mineral tersebut memiliki pecahan dan belahan 1 arah, serta relief yang lemah. Mineral tersebut
memiliki pleokroisme lemah dan indeks bias n.mineral > n.lem.

Pada pengamatan XPL warna interferensi mineral abu-abu kehitaman dengan nilai BF 0.005
pada orde I. pemadaman pada mineral tersebut miring pada 22° dan orientasi length slow.
Perhitungan Kuantitatif dengan metode Point Counting

Keterangan :

: Hornblende

: Opaq

: Kuarsa

: Piroksen

: Plagioklas

: Massa dasar
Point Counting Data Record Sheet ( Rock and Aggregate )

Keterangan :

: Hornblende

: Opaq

: Kuarsa

: Piroksen

: Plagioklas

: Massa dasar

Hasil Perhitungan Point Counting


Normalisasi :

85
 Plagioklas : 91 × 100% = 93,5
6
 Kuarsa : 91 × 100% = 6,5

Nama Batuan :
Berdasarkan hasil point counting dan dengan diaplikasikan kedalam penamaan dengan klasifikasi
QAPF-Vulkanik ( Streckeisen, 1976 dalam Le maître, 2006). Hasil dari penamaan batuan diatas adalah
Quartz Trachyte.