Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 3:

Dewa Ayu Mirah Satya Dewi 1707531124/21


Ni Wayan Gita 1707531148/29
Ni Komang Sri Cristi Okta Dewi 1707531149/30
Ida Ayu Sinta Mahadewi 1707531151/31
Ni Made Ayu Candra Dewi 1707531157/34

SAP 11
PSAK 18 & PSAK 53

A. PSAK NO. 18 (AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT


PURNAKARYA)
PSAK 18 mengatur tentang akuntansi dan pelaporan untuk program manfaat purnakarya
yang berdiri sendiri dan terpisah dari pemberi kerja, yang diterapkan dalam laporan keuangan
program manfaat purnakarya pada saat penyusunan laporan keuangan tersebut. Pernyataan
lain diterapkan untuk laporan keuangan program manfaat purnakarya.
Berbeda dengan PSAK 18 sebelumnya yang mengatur entitas Dana Pensiun, SAK 18
(Revisi 2010) lebih mengatur bagaiman akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya
yang diselenggarakan oleh entitas dana pensiun atau entitas lain yang dizinkan oleh undang –
undang dan peraturan di Indonesia untuk menyelenggarakan program manfaat purnakarya.
Dengan demikian, PSAK 18 (Revisi 2010) tidak fokus pada insitusi entitasnya namun fokus
kepada pengelola programnya.
Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari
Pemberi Kerja, yang berfungsi untuk mengelola dan menjalankan program pensiun sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dana Pensiun mempunyai tujuan dan kegiatan
usaha yang berlainan dengan perusahaan pada umumnya, maka perlu disusun Standar
Akuntansi Keuangan yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun sebagai pedoman proses
akuntansi serta proses penyusunan laporan keuangan. Kekhususan Standar Akuntansi
Keuangan Dana Pensiun terutama mengenai isi laporan keuangan, penilaian aset dan
penentuan kewajiban manfaat pensiun.
Program Pensiun adalah suatu program yang mengupayakan tersedianya uang pensiun
(atau disebut juga manfaat pensiun) bagi pesertanya. Program Pensiun dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu:
1. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), besar manfaat kita sangat tergantung pada besar
iuran yang disetor oleh hasil pengembangan dana yang mempunyai potensi lebih
menguntungkan dibandingkan dengan beberapa produk keuangan lain karena dana
pension memperoleh fasilitas pajak dari pemerintah.

1
2. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), besar manfaat pension ditentkan berdasarkan
rumus tertentu yang telah ditetapkan di awal. Rumus tersebut biasanya dikaitkan
dengan masa kerja dan besar penghasilan kita.
Dana Pensiun adalah lembaga keuangan nonbank yang menyelenggarakan program
pensiun. Dana pension merupakan badan hukun dengan manajemen, kegiatan operasional dan
kekayaan yang terpisah dari pendirinya. Dana Pensiun dapat berupa:
1. Dana Pensiun Pemberi Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Adalah dana
pension yang didirikan oleh pemberi kerja bagi sebagian atau seluruh karyawannya.
Dana Pensiun Pemberi Kerja dapat menyelenggarakan PPIP atau PPMP,
2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat menyelenggarakan PPIP. Adalah dana
pension yang didirikan oleh bank atau perusahaan asuransu jiwa bagi masyarakat
umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri.
Pembentukan dan pengelolaan Dana Pensiun harus didasarkan pada peraturan
perundangan yang berlaku. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Kemampuan financial
Mengikuti program pension pada dasarnya tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun,
dalam memilih desain program pension yang tepat kita perlu memperhatikan kemampuan
financial kita. Bagi yang mengharapkan program manfaat pasti, kemampuan financial
pemberi kerja perlu menjadi pertimbangan utama.
2. Biaya
Penyelenggaraan dana pensiun, baik DPPK dan DPLK membutuhkan biaya. Setiap
calon peserta perlu mempertimbangkan besar biaya yang dibebankan kepadanya, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Dana pension yang membebankan biaya lebih
tinggi tidak serta merta berarti lebih buruj daripada menawarkan biaya lebih rendah.
Calon peserta perlu membandingkan biaya yang dibebankan kepadanya dengan manfaat
dan jasa yang akan diperoleh dari dana pensiun.
3. Waktu
Ketika bermaksud untuk mempersiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua, kita
sebenarnya, akan semakin ringan “biaya” yang harus kita keluarkan setiap tahun atau
bulan. Semakin panjang masa mengiur kita, semakin besar pula akumulasi dana yang
dapat kita kumpulkam untuk hari tua kita.
Laporan keuangan Dana Pensiun, baik yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat
Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), Mencakup: laporan aset
bersih;laporan perubahan aset bersih;neraca;perhitungan hasil usaha; laporan arus kas;catatan
atas laporan keuangan.
2
1. Penilaian Aktiva Dana Pensiun
Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih,
aktiva dinilai sebagai berikut :
a. Uang tunai, rekening giro dan deposito di bank di nilai menurut nilai nominal;
b. Sertifikat deposito, SBBI, SBPU, dan surat pengakuan hutang dari setahun dinilai
berdasarkan nilai tunai;
c. Surat berharga berupa saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek, dinilai
menurut nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan;
d. Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek,
dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen;
e. Investasi pada tanah dan bangunan dilaporkan berdasarkan nilai appraisal sebagai
hasil penilaian independen;
f. Piutang dilaporkan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih, setelah memperhitungkan
penyisihan piutang tak tertagih; dan
g. Aktiva operasional antara lain computer, peralatan kantor dan peralatan lainnya
dilaporkan berdasarkan nilai buku.
Jika penerapan Pernyataan ini mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi,
perubahan tersebut dilaporkan secara prospektif. Pernyataan ini berlaku efektif untuk
laporan keuangan Dana Pensiun yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan
2. Akuntansi Program Manfaat Purnakarya
Dalam akuntansi program manfaat purnakarya, sebagaimana kasus akuntansi oleh
entitas akuntansi lainnya, semua PSAK lain yang relevan harus diterapkan. Maka untuk
perusahaan pengelola dana pensiun, mereka juga harus menerapkan PSAK lain yang
relevan semisal menerapkan PSAK 16 Aset Tetap untuk aset tetap yang dimiliknya.
PSAK 18 secara spesifik menetapkan bahwa investasi program manfaat purnakarya
harus diakui pada nilai wajar (paragraf 31). Jika investasi program manfaat purnakarya
tidak memiliki nilai wajar, maka perlu diungkapkan alasan mengapa nilai wajar tidak
dapat ditentukan (paragraf 31).
3. Pelaporan Program Manfaat Purnakarya
Dalam Program Iuran Pasti (PUP), PSAK 18 menetapkan bahwa laporannya harus
berisi laporan aset neto yang tersedia dan penjelasan mengenai kebijakan pendanaanya
(paragraf 12).

3
Dalam Program Imbalan Pasti (PIP), PSAK 18 menetapkan bahwa laporannya harus
berisi (paragraf 16):
a. Laporan aset yang tersedia untuk manfaat purnakarya, nilai jinni aktuaria atas manfaat
purnakarya terjanji [yang membedakan antara imbalan kerja yang telah menjadi hak
(vested) dan imbalan yang belum menjadi hak (non-vested)] dan surplus atau defisit;
atau
b. Laporan aset neto yang tersedia untuk manfaat purnakarya termasuk catatan yang
mengungkapkan nilai kini aktuaria dan manfaat purnakarya yang dijanjikan [yang
membedakan antara imbalan kerja ysng telah menjadi hak (vested) dan imbalan yang
belu menjadi hak (non-vasted)] atau refrensi atas informasi aset neto yang tersedia
untuk manfaat punakarya yang disertakan dalam laporan akuartis. Laporan keuangan
ini juga harus menjelaskan hubungan antar nilai kini aktuaria atas manfaat punakarya
yang dijanjikan dengan aset neto yang tersedia untuk manfaat punakarya dan
kebijakan pendanaan manfaat yang dijanjikan.
Selain itu, berdasarkan paragrapf 33, PSAK 18 menyatakan bahwa laporan keuangan
program manfaat purnakarya (baik PUP maupun PIP) juga harus berisi informasi berikut
ini :
1. Laporan perubahan aset neto yang tersedia untuk manfaat purnakarya
2. Penjelasan singkat mengenai kebikajak akuntansi yang penting
3. Penjelasan mengenai kegiatan penting selama suatu periode pelaporan dan dampak
dari setiap perubahan peraturan program manfaat purnakarya.
4. Perbedaan dengan Standar IASB
PSAK 18 dibuat berdasarkan IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit
Plans. Tidak ada perbedan signifikan antara PSAK 18 dan IAS 26.

B. PSAK NO. 53 (PEMBAYARAN BERBASIS SAHAM)


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 53: Pembayaran Berbasis Saham terdiri dari
paragraf 01- 64 dan Lampiran. PSAK 53 dilengkapi dengan Pedoman Implementasi yang
bukan merupakan bagian dari PSAK 53. Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan
mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-
prinsip utama. PSAK 53 harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk mengatur pelaporan keuangan entitas yang
melakukan transaksi pembayaran berbasis saham. Ruang lingkup dari pernyataan ini adalah
Entitas menerapkan PSAK ini untuk akuntansi seluruh transaksi pembayaran berbasis saham,
4
apakah entitas dapat mengidentifikasikan secara khusus beberapa atau seluruh barang dan jasa
yang diterima, termasuk: Transaksi pembayaran berbasis saham dengan penyelesaian
instrumen ekuitas, Transaksi pembayaran berbasis saham dengan penyelesaian kas, dan
Transaksi di mana entitas menerima atau memperoleh barang atau jasa dan syarat
perjanjiannya memberikan pilihan kepada entitas atau pemasok barang atau jasa mengenai
penyelesaian transaksi apakah dengan kas (atau aset lain) atau dengan penerbitan instrumen
ekuitas.
1. Pengakuan
Entitas mengakui barang atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam transaksi
pembayaran berbasis saham pada saat memperoleh barang atau pada saat jasa diterima.
Entitas juga harus mengakui kenaikan nilai ekuitas terkait jika barang atau jasa diterima
dalam transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas,
atau kenaikan nilai liabilitas jika barang atau jasa diperoleh dalam transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan dengan kas. Jika barang atau jasa yang diterima atau
diperoleh dalam transaksi pembayaran berbasis saham tidak memenuhi kualifikasi
pengakuan sebagai aset, maka barang atau jasa tersebut diakui sebagai beban.
2. Transaksi Pembayaran Berbasis Saham yang Diselesaikan dengan Instrumen
Ekuitas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen
ekuitas, entitas mengukur barang atau jasa yang diterima dan kenaikan terkait di ekuitas,
secara langsung, dengan mengacu pada nilai wajar barang atau jasa yang diterima, kecuali
jika nilai wajar tersebut tidak dapat diestimasi secara andal. Jika entitas tidak dapat
mengestimasi nilai wajar barang atau jasa yang diterima secara andal, maka entitas harus
mengukur nilai barang dan jasa tersebut dan kenaikan terkait di ekuitas, secara tidak
langsung dengan mengacu pada nilai wajar instrumen ekuitas yang diberikan.
3. Transaksi Pembayaran Berbasis Saham yang Diselesaikan dengan Kas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan kas, entitas
harus mengukur barang atau jasa yang diperoleh dan liabilitas yang timbul sebesar nilai
wajar liabilitas. Sampai dengan liabilitas tersebut diselesaikan, entitas harus mengukur
kembali nilai wajar liabilitas pada setiap akhir periode pelaporan dan pada tanggal
penyelesaian, dimana setiap perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada
periode tersebut. Sebagai contoh, entitas mungkin memberikan karyawan hak atas
kenaikan harga saham sebagai bagian dari paket remunerasi, dimana karyawan akan
memperoleh hak untuk menerima pembayaran kas di masa depan (dan bukannya

5
instrumen ekuitas), berdasarkan kenaikan harga saham entitas dari tingkat tertentu selama
periode waktu tertentu.
4. Transaksi Pembayaran Berbasis Saham dengan Pilihan Kas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham dimana persyaratan pengaturannya
memberikan pilihan kepada entitas atau pihak lawan transaksi untuk menyelesaikan
transaksi apakah akan diselesaikan dengan kas (atau aset lain) atau dengan penerbitan
instrumen ekuitas, maka entitas harus mencatat transaksi atau komponen transaksi
tersebut sebagai transaksi pembayaran berbasis saham dengan penyelesaian kas, jika dan
sepanjang, entitas telah menimbulkan liabilitas untuk diselesaikan dengan kas atau aset
lain, atau sebagai transaksi pembayaran berbasis saham dengan diselesaikan instrumen
ekuitas jika dan sepanjang, tidak terdapat liabilitas yang timbul.
5. Pembayaran Berbasis Saham Antar Kelompok Entitas
Untuk transaksi pembayaran berbasis saham antar kelompok entitas, dalam laporan
keuangan tersendiri atau individual, entitas yang menerima barang atau jasa mengakui
barang atau jasa yang diterima sebagai transaksi pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan dengan instrumen ekuitas atau diselesaikan dengan kas dengan menilai:
a. Sifat dari penghargaan yang diberikan
b. Hak dan kewajiban yang dimiliki entitas
Jumlah yang diakui oleh entitas yang menerima barang atau jasa dapat berbeda dari
jumlah yang diakui oleh kelompok usaha yang dikonsolidasi atau oleh kelompok entitas
lain yang menyelesaikan transaksi pembayaran berbasis saham. Entitas yang menerima
barang atau jasa mengukur barang atau jasa yang diterima sebagai transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas jika:
a. Penghargaan yang diberikan adalah instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas atau
b. Entitas tidak memiliki kewajiban untuk menyelesaikan transaksi pembayaran
berbasis saham.
CONTOH LAPORAN KEUANGAN YANG TERKAIT
a. PT TELKOM (31 Desember 2014)

6
b. PT Astra Agro Lestari (31 Desember 2014)

c. PT Garuda Indonesia (30 Juni 2013)

7
DAFTAR PUSTAKA

Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Teori Akuntansi (Edisi Revisi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kusuma, Dkk. 2015. PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana. Jimbaran.