Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG SELATAN

RESUME TREASURY SYSTEM DESIGN: A VALUE CHAIN APPROACH


BY EIVIND TANDBERG

DISUSUN OLEH:
NO. NAMA NPM NO. URUT
1. DARREN DWITAMA 1401180070 6
2. REISA MAHARDIKA 1401180114 27
3. RIZKY RIDHO DWINANDA 1401180116 29

KELAS 9-01
PRODI DIPLOMA IV AKUNTANSI ALIH PROGRAM (NON AKT)
OKTOBER 2019
I. PENDAHULUAN
Desain sistem perbendaharaan yang mencakup banyak elemen kritis dari sistem manajemen
pengeluaran dapat bervariasi antarnegara. Di beberapa negara, perbendaharaan merupakan
institusi terpisah dengan jaringan kantor yang besar dan tanggung jawab serta kekuasaan yang luas.
Di beberapa negara lainnya, fungsi perbendaharaan yang berbeda sebagian besar didelegasikan ke
banyak lembaga pemerintahan yang berbeda dengan koordinasi dan pengendalian terpusat yang
terbatas. Oleh karena itu, sistem yang digunakan di suatu negara belum tentu cocok diterapkan di
negara lain yang memiliki situasi dan kapasitas ekonomi yang berbeda.

II. TUJUAN SISTEM PERBENDAHARAAN DAN RANTAI NILAI


A. Tujuan Manajemen Anggaran
Sistem manajemen anggaran memiliki empat tujuan utama, yaitu:
1. Pengendalian fiskal secara makro: kondisi agregat fiskal pada level berkelanjutan dan dapat
disesuaikan secara efektif apabila terjadi guncangan dari luar.
2. Pengendalian fiskal secara mikro: pengeluaran organisasi, program, dan item baris dialokasikan
dalam jumlah yang pantas dan terotorisasi termasuk ketika sistem manajemen di bawah tekanan.
3. Efisiensi alokasi: sumber daya disalurkan pada area-area yang memiliki value tertinggi dan bisa
dialokasi kembali di saat yang tepat.
4. Efektivitas biaya: biaya pemberian layanan spesifik pemerintah diminimalisasi dan mode
penyerahan dapat diperbaharui saat dibutuhkan.

B. Rantai Nilai Sistem Perbendaharaan


Gambar 1 Rantai Nilai Sistem Perbendaharaan

Komponen kunci dalam rantai nilai sistem perbendaharaan adalah sebagai berikut.

1
1. Perencanaan keuangan, merupakan jembatan antara persiapan dan eksekusi anggaran.
Beberapa negara menyiapkan rencana keuangan yang mendetail sementara di negara lainnya
hanya dilakukan perencanaan secara agregat.
2. Distribusi alokasi anggaran, juga dilakukan pada tingkat detail maupun agregat.
3. Pengendalian komitmen, untuk memastikan bahwa belanja terkendali dan jika perlu sudah
dibatasi sebelum komitmen dibuat.
4. Manajemen kas dan aset keuangan, merupakan hal penting untuk memastikan pemerintah
memiliki likuiditas untuk membayar dan biaya likuiditasnya serendah mungkin.
5. Manajemen utang, baik untuk utang domestik maupun utang jangka pendek.
6. Manajemen pendapatan, merupakan tugas yang penting dalam perbendaharaan. Umumnya
tanggung jawab administrasi perpajakan diserahkan kepada otoritas pajak.
7. Pengendalian pembayaran, merupakan salah satu fungsi inti yang jelas-jelas dimiliki oleh
perbendaharaan.
8. Akuntansi, dalam perbendaharaan umumnya dilakukan dengan dasar pencatatan penerimaan
dan pembayaran.
9. Laporan fiskal, disediakan oleh pemerintah di hampir semua negara.
Selain itu, sistem perbendaharaan didasarkan pada beberapa kerangka pendukung yang
dapat digambarkan melalui value chain tersendiri, di antaranya:
1. Sistem informasi/ IT
2. Audit Internal
3. Kerangka hukum dan institusional

C. Determinan dari Desain Perbendaharaan


Terdapat beberapa faktor penentu dipilihnya suatu fungsi perbendaharaan yang tentunya
harus mencerminkan nilai tambah, yaitu sebagai berikut.
1. Prioritas manajemen keuangan
Jika fokusnya adalah memastikan bahwa pengendalian fiskal dan kepatuhan fiskal berjalan,
maka akan didesain perbendaharaan yang terpusat dengan kewenangan untuk memonitor dan
mengendalikan aktivitas dari organisasi pemerintah.
2. Derajat makroekonomi dan kestabilan keuangan
Situasi ekonomi akan memiliki implikasi langsung terhadap prioritas manajemen keuangan,
namun pengaruh tidak langsung juga penting. Keputusan pemerintah untuk membangun
perbendaharaan yang komprehensif merupakan sinyal kuat terhadap pasar keuangan dan sektor
pemerintahan tentang komitmen pemerintah untuk memastikan pengendalian fiskal dan disiplin

2
fiskal, sehingga akan mempengaruhi pula ekspektasi dan perilaku pada sektor-sektor tersebut
dan mendorong stabilitas.
3. Ekonomi lingkup
Jika lembaga bertanggung jawab atas perencanaan keuangan dan untuk mengalokasikan
anggaran tahunan, secara otomatis akan memiliki akses ke banyak informasi, sistem dan
keterampilan khusus yang diperlukan untuk melaksanakan kontrol komitmen atau pembayaran.
4. Skala ekonomi
Skala ekonomi sangat menentukan untuk pengembangan sistem informasi dan penyebarannya,
dimana biaya tetap sering kali tinggi dan biaya variabel relatif sederhana.
5. Kapasitas dan keterampilan
Jika manajer keuangan sangat terbatas, seringkali akan lebih efisien untuk memusatkan
perbendaharaan di satu institusi. Jika ada kader besar yang terlatih baik dan manajer keuangan
berpengalaman di seluruh pemerintahan, solusi yang lebih terdesentralisasi mungkin sesuai.
6. Ketersediaan layanan sektor swasta
Dengan tidak adanya layanan sektor swasta, pemerintah mungkin harus menangani fungsi-
fungsi perbendaharaan secara langsung. Pengembangan dan pengoperasian sistem informasi
juga bisa dialihkan ketika ada pasar yang kompetitif untuk layanan tersebut.
7. Tradisi politik dan administrasi
Mungkin merupakan faktor penentu paling penting dalam desain fungsi perbendaharaan yang
sebenarnya.
8. Biaya pemprosesan informasi
Bagi banyak negara, khususnya di negara berkembang, keterampilan dan sumber daya ini
mungkin tidak tersedia. Dalam kasus seperti itu, itu mungkin sangat rasional mendasarkan
desain sistem perbendaharaan negara pada model yang lebih umum.
9. Investasi sistem keuangan dan biaya operasi
Negara-negara harus hati-hati menimbang biaya dan manfaat dari pengaturan sistem
perbendaharaan.
10. Manfaat keuangan langsung
Meskipun mungkin cukup mudah untuk mengidentifikasi manfaat dari perbendaharaan sistem
dari perspektif konseptual, manfaat keuangan langsung mungkin lebih sulit diidentifikasi.

III. PRAKTIK YANG BAIK DALAM DESAIN PERBENDAHARAAN


A. Overview
Berdasarkan prioritas dan kapasitas ekonomi antarnegara, menurut para ahli ada tiga jenis
negara di dunia, yaitu:

3
1. Negara Berkembang (Developing Economies); merupakan negara-negara yang perlu
memberikan penekanan kuat pada kontrol fiskal dan keuangan. Negara-negara ini masih
memiliki kapasitas domestik yang sangat lemah dalam manajemen keuangan modern, sehingga
dianggap belum mampu menerapkan fitur advanced dari sistem perbendaharaan. Pemeirntah
daerah biasanya memiliki kapasitas yang lebih lemah daripada pemerintah pusat.
2. Negara Transisi (Transition/Emerging Economies); merupakan negara yang juga perlu
memberikan penekanan yang besar untuk menekankan kontrol dan disiplin fiskalnya. Negara-
negara ini biasanya akan dapat mengembangkan dan memperkenalkan sistem manajemen yang
cukup komprehensif. Pemerintah daerah cenderung memiliki tingkat otonomi nyata yang lebih
tinggi daripada di negara berkembang, dan beberapa pemerintah daerah mungkin memiliki
kapasitas yang cukup tinggi untuk manajemen fiskal.
3. Negara Maju (Advanced Economies); negara-negara ini diasumsikan telah menyelesaikan
sebagian besar masalah kontrol yang timbul di negara berkembang. Mereka dapat
memprioritaskan tujuan efisiensi dan efektivitas, serta memiliki kapasitas manajemen keuangan
yang cukup dan pasar yang dikembangkan dengan baik untuk layanan keuangan. Desentralisasi
dan dekonsentrasi kekuasaan biasanya meluas, baik di dalam pemerintah pusat maupun di
antara berbagai tingkat pemerintahan.

B. Rasionalisasi
Terdapat perbedaan penting dalam desain sistem perbendaharaan yang efektif di berbagai
negara dengan situasi yang berbeda pula.
Negara Berkembang Negara Transisi Negara Maju
Perencanaan Rencana keuangan yang Rencana keuangan
Rencana keuangan yang rinci
Keuangan rinci agregat
Penganggaran Bulanan Bulanan – Kuartalan Kuartalan – tahunan
Pengendalian Pengendalian komitmen Tidak ada pengendalian
Otorisasi semua komitmen
komitmen jika terjadi masalah tersentralisasi
TSA TSA TSA
Manajemen Aset oleh bagian
Manajemen kas Manajemen Aset oleh Manajemen Aset/Liabilitas
Perbendaharaan atau Bank
bagian Perbendaharaan terintegrasi
Sentral
Manajemen Aset/Liabilitas
Manajemen Utang Oleh Perbendaharaan Oleh Perbendaharaan
terintegrasi
Pemungutan Melalui rekening bank Melalui rekening bersaldo nol Melalui sistem perbankan
Pendapatan perbendaharaan perbendaharaan langsung ke TSA

Proses Diotorisasi kantor Diotorisasi kantor perbenaharaan Otorisasi berdasarkan


pembayaran perbendaharaan atau kementerian agregat limit

4
Oleh kantor
Oleh kantor perbendaharaan dan
Akuntansi perbenaharaan. Berbasis Oleh unit anggaran sendiri
unit anggaran.
kas.
Pelaporan Fiskal Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan
Integrasi penuh dari arus
Sistem dasar, konsolidasi Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi informasi, Sistem IT yang
bertahap Keuangan yang terintegritas
terpisah
Badan pengendalian Badan pengendalian internal dan
Audit Internal Badan audit internal
internal audit
Peraturan ttg sistem Peraturan yang stabil dan
Peraturan dasar, foku ke
perbendaharaan dan anggaran. transparan. Bagian
Kerangka hukum masalah inti. Banyak
Banyak organisasi perbendaharaan
dan institusional organisasi perbendaharaan
perbendaharaan dengan banyak mensupervisi kementerian
dengan banyak kantor.
kantor lini.

C. Ukuran Sentralisasi
Untuk tiap-tiap elemen utama dalam rantai nilai sistem perbendaharaan, Tandberg memberi
peringkat pada skala dari 1–5 dengan angka 5 menunjukkan sistem perbendaharaan yang
tersentralisasi, baik di kementerian keuangan, bagian perbendaharaan atau bank sentral dan angka
1 menunjukkan sistem perbendaharaan yang terdesentralisasi, dimana keputusan diambil oleh tiap-
tiap unit anggaran.
Ekonomi Ekonomi Ekonomi Maju
Berkembang Transisi
Perencanaan Keuangan 5 4 3
Pelaksanaan anggaran 5 4 2
Pengendalian terhadap komitmen/kontrak 3 5 1
Manajemen kas 5 4 3
Manajemen utang 5 5 3
Pengumpulan penerimaan 3 4 5
Pelaksanaan pembayaran 5 4 3
Akuntansi 5 4 3
Pelaporan fiskal 5 5 5
Sistem informasi 3 5 1
Audit internal 5 4 3
Kerangka hukum dan institusi 4 5 3
RATA-RATA 4,4 4,4 2,9

IV. SISTEM PERBENDAHARAAN DI TUJUH NEGARA


A. Deskripsi dari Sistem Perbendaharaan Negara

5
Di Brasil, perbendaharaan menyiapkan rencana keuangan terperinci. Rilis anggaran
dilakukan setiap bulan kedua. Komitmen dan pembayaran dikendalikan terhadap batas dua bulan
sekali. Perbendaharaan bertanggung jawab untuk uang tunai dan manajemen utang domestik,
mengintegrasikan manajemen utang domestik dan luar negeri. Pembayaran pajak dilakukan melalui
transfer langsung ke rekening kas negara dan dikonsolidasikan dalam TSA. Semua unit anggaran
mengajukan permintaan pembayaran secara elektronik ke TSA. Audit internal dilakukan oleh
departemen yang berbeda di Kemenkeu. Departemen perbendaharaan bertanggung jawab atas
pelaksanaan anggaran di seluruh pemerintah pusat.
Di Bulgaria, Kementerian Keuangan menyiapkan keuangan rencana terperinci, dengan
masukan substantif dari setiap kementerian teknis. Tidak ada kontrol komitmen ex-ante yang ketat.
Direktorat perbendaharaan bertanggung jawab untuk manajemen kas. Pengelolaan utang ditangani
oleh direktorat yang terpisah. Wajib pajak melakukan pembayaran ke akun transit di setiap wilayah
dan dana secara otomatis ditransfer ke TSA setiap hari. Audit internal merupakan tanggung jawab
utama kementerian lini. Direktorat Perbendaharaan hanya mencakup pemerintah pusat.
Perancis memiliki sistem perbendaharaan dengan kantor di semua wilayah (departemen) dan
kota. Sebagian besar fungsi perbendaharaan ditangani oleh departemen akuntansi Kementerian
Keuangan, tetapi departemen perbendaharaan bertanggung jawab atas manajemen likuiditas.
Departemen akuntansi, bekerja sama dengan departemen anggaran dan perbendaharaan,
menyiapkan rencana keuangan terperinci. Anggaran dikeluarkan dalam tahap dua tahunan.
Departemen perbendaharaan bertanggung jawab langsung untuk manajemen kas, sedangkan
manajemen utang didelegasikan kepada lembaga manajemen utang di bawahnya. Pembayaran
pajak dilakukan ke dalam sub-akun TSA dan dikonsolidasikan dalam semalam. Pembayaran
dilakukan dari TSA di bank sentral. Departemen akuntansi bertanggung jawab untuk akuntansi dasar
untuk unit anggaran, serta laporan fiskal konsolidasi. Terdapat beberapa badan pengendalian
internal. Perbendaharaan mencakup semua pengeluaran untuk pemerintah pusat dan daerah,
dengan beberapa pengecualian kecil.
Fungsi perbendaharaan di Norwegia dikelola oleh departemen anggaran di Kementerian
Keuangan, tetapi semua tugas operasional utama didelegasikan ke departemen lini dan unit
anggaran. Tidak ada mekanisme perencanaan keuangan, dan tidak ada mekanisme untuk rilis
anggaran tahun berjalan. Departemen anggaran tidak melakukan komitmen atau kontrol
pembayaran apa pun. Tugas operasional dalam manajemen kas dan utang, termasuk untuk Dana
Perminyakan Negara, pada umumnya diserahkan kepada bank sentral berdasarkan perjanjian
keagenan, tetapi tanggung jawab manajemen utama tetap berada di Kementerian Keuangan. Semua
pendapatan dan pembayaran anggaran diproses oleh bank lembaga dan ditransfer ke atau
dibebankan terhadap TSA pada hari yang sama. Akuntansi dilakukan oleh setiap unit anggaran

6
individu. Pelaporan fiskal konsolidasi dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Satu-satunya kontrol
eksternal adalah melalui badan audit parlemen. Kementerian Keuangan mengesahkan sistem
akuntansi dan informasi yang memenuhi persyaratan fungsional untuk pelaporan fiskal ke pusat, dan
lembaga memilih secara bebas di antara sistem yang disertifikasi. Kementerian Keuangan
menerbitkan pedoman umum untuk manajemen anggaran pemerintah daerah, tetapi tidak terlibat
dalam manajemen keuangan mereka.
Rusia Federal Treasury (FT) menyiapkan rencana keuangan tahunan, dengan masukan
signifikan dari kementerian lini. Rilis anggaran dilakukan setiap bulan. FT melakukan kontrol
komitmen untuk item pengeluaran tertentu yang dipilih. Sebagian besar pengelolaan kas dilakukan
oleh kantor pusat FT, tetapi ada juga cadangan kas yang signifikan di banyak kantor regional untuk
pembayaran hari berikutnya. Beberapa departemen Kementerian Keuangan, serta bank sentral
terlibat dalam manajemen utang. Wajib Pajak melakukan pembayaran ke rekening di bank-bank
agen yang secara teratur ditransfer ke rekening kantor perbendaharaan regional dan TSA. Kantor-
kantor FT mengendalikan semua permintaan pembayaran terhadap batasan-batasan spesifik.
Kantor-kantor FT, kementerian-kementerian, dan lembaga-lembaga melaksanakan akuntansi yang
dikonsolidasikan oleh FT yang juga menyediakan laporan fiskal konsolidasi. Unit anggaran
mengoperasikan sistem TI yang terpisah. Ada badan-badan audit internal baik di Kementerian
Keuangan maupun di departemen lini. FT mencakup semua operasi keuangan pemerintah pusat
yang signifikan, dan juga bertanggung jawab untuk menangani fungsi perbendaharaan bagi banyak
daerah dan pemerintah daerah.
Di Afrika Selatan, perbendaharaan nasional menyiapkan rencana keuangan terperinci, dalam
konsultasi erat dengan kementerian dan lembaga pengeluaran lainnya. Ada rilis anggaran bulanan.
Komitmen dikendalikan terhadap batas bulanan. Perbendaharaan nasional juga bertanggung jawab
atas manajemen aset dan kewajiban. Pendapatan dibayarkan di bank agen dan ditransfer ke TSA.
Setelah komitmen disahkan, unit anggaran mengirimkan pesanan pembayaran mereka langsung ke
TSA tanpa kontrol lebih lanjut. Akuntansi dilakukan oleh unit anggaran dan dikonsolidasikan oleh
perbendaharaan nasional. Departemen keuangan dan kementerian menggunakan sistem TI yang
sama. Audit internal dilakukan oleh kementerian lini. Perbendaharaan nasional mencakup semua
pembayaran pemerintah pusat.
Di Amerika Serikat, perbendaharaan federal menyiapkan rencana keuangan terperinci.
Sebagian besar rilis anggaran dilakukan setiap triwulan, tetapi ada aturan khusus untuk investasi
dan proyek lainnya. Agen-agen dimintai pertanggungjawaban untuk tidak melebihi batas komitmen,
tetapi tidak ada kontrol ex-ante atas komitmen individu oleh badan mana pun di luar agensi.
Perbendaharaan bertanggung jawab atas pengelolaan uang dan utang, tetapi beberapa operasi
dialihkan ke bank cadangan federal. Pembayaran pajak disimpan dalam rekening bank umum, dan

7
ditransfer ke TSA secara berkala. Permintaan pembayaran, kecuali untuk Departemen Pertahanan
dan beberapa sektor lainnya, disahkan oleh perbendaharaan dan dibayar dari TSA dalam sistem
cadangan federal. Akuntansi dilakukan oleh tiap-tiap departemen, yang juga menerbitkan laporan
keuangan tahunan. Perbendaharaan hanya menangani pelaporan uang tunai. Unit anggaran
memilih sistem TI mereka sendiri. Audit internal adalah tanggung jawab kementerian lini.
Perbendaharaan federal mencakup semua pembayaran federal, dengan pengecualian beberapa
entitas extra-anggaran seperti kantor pos.

B. Perbandingan Fungsi Perbendaharaan di Berbagai Negara


Tabel 3 memberikan gambaran umum hasil penilaian untuk beberapa negara.
Tabel 3 Organisasi Fungsi Perbendaharaan di Tujuh Negara
South United
Brazil Bulgaria France Norway Russia
Africa States
Financial planning 5 4 5 1 4 3 5
Budget releases 4 5 2 1 5 5 3
Commitment control 5 2 5 1 3 4 1
Cash management 5 4 4 3 4 4 3
Debt management 4 4 3 4 4 4 4
Revenue management 4 4 4 4 3 4 4
Payment processing 5 3 5 1 5 1 5
Accounting 4 4 5 1 4 1 3
Fiscal reporting 5 5 5 4 5 4 4
Information systems 5 3 5 2 3 5 1
Internal audit 4 3 4 1 4 3 3
Inst. framework 3 3 5 3 4 3 3
Average score 4.42 3.67 4.33 2.17 4.00 3.42 3.25

C. Penilaian
Skor rata-rata (tidak tertimbang) pada Tabel 3 memberikan perkiraan tingkat kontrol
perbendaharaan di berbagai negara. Ada tingkat sentralisasi yang tinggi, khususnya di Brasil dan
Prancis. Sistem Rusia juga akan menjadi lebih tersentralisasi ketika reformasi yang sedang
berlangsung selesai. Perbendaharaan Rusia dan Prancis memiliki organisasi regional yang luas,
sedangkan perbendaharaan Brasil bergantung pada FMIS tingkat lanjut.
Baik Amerika Serikat, Afrika Selatan, maupun Bulgaria tidak memiliki kantor perbendaharaan
regional. Di Amerika Serikat, kapasitas tinggi unit anggaran dan ketersediaan staf manajemen
keuangan yang sangat terampil juga memberikan dasar untuk pendelegasian kekuasaan yang luas.
Afrika Selatan pada umumnya menempatkan prioritas politik yang tinggi pada desentralisasi

8
kekuasaan setelah apartheid berakhir. Sedangkan Bulgaria telah memprioritaskan pemberdayaan
kementerian lini, sebagian besar untuk memfasilitasi pertemuan tuntutan aksesi UE.
Sistem perbendaharaan Norwegia tidak mencakup rencana keuangan terperinci; tidak ada
kontrol komitmen, tidak ada otorisasi pembayaran dan tidak ada fungsi audit internal. Tingkat
sentralisasi sangat rendah. Sistem Norwegia sangat menekankan efisiensi, dan kurang menekankan
pada masalah pengendalian.
Tabel 4 membandingkan skor untuk tujuh sistem negara dengan skor untuk sistem
perbendaharaan hipotetis, yang didasarkan pada analisis rantai nilai di Bagian III. Angka positif
menyiratkan bahwa sistem perbendaharaan aktual di suatu negara lebih terpusat daripada sistem
referensi, sedangkan angka negatif menunjukkan bahwa ia kurang terpusat. Deviasi rata-rata untuk
seluruh sampel cukup sederhana, yaitu 0,15. Ini menunjukkan bahwa ada kecocokan yang masuk
akal di tingkat agregat.
Tabel 4 Perbandingan Sistem Perbendaharaan Aktual dan Hipotetis

Untuk tiap-tiap indikator, penyimpangan terbesar adalah untuk kerangka kerja institusional
dan untuk manajemen pendapatan. Data menunjukkan bahwa untuk kedua hal ini, ada kontrol
terpusat kurang dari yang tersirat oleh model referensi. Hal ini mungkin disebabkan oleh kalibrasi
indikator.

V. SIMPULAN
Adapun simpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Sistem perbendaharaan memainkan peran penting dalam memastikan pengelolaan keuangan
pemerintah yang bertanggung jawab dan efisien di banyak negara.
9
2. Desain yang tepat dari sistem perbendaharaan sangat bervariasi antara negara yang berbeda
dalam keadaan ekonomi yang berbeda dan dengan kapasitas yang berbeda.
3. Ada banyak kesamaan antara sistem perbendaharaan di negara-negara dalam situasi yang
sebanding.
4. Pendekatan rantai nilai dapat memberikan dasar yang berguna untuk merancang dan
menganalisis sistem perbendaharaan. Ada korespondensi yang signifikan antara sistem
perbendaharaan hipotetis yang diturunkan melalui pendekatan ini dan sistem perbendaharaan
kehidupan nyata.
5. Di negara berkembang, seringkali akan lebih efisien untuk mengonsolidasikan fungsi
perbendaharaan sebagai departemen perbendaharaan dalam Kementerian Keuangan, dengan
tanggung jawab dan wewenang yang luas, dengan fokus pada prioritas utama untuk manajemen
keuangan. Kantor perbendaharaan harus memiliki jaringan kantor cabang, yang mencakup
pemerintah pusat dan daerah. Mekanisme perbendaharaan harus sederhana dan transparan.
6. Dalam transisi/ekonomi yang sedang tumbuh, perbendaharaan harus dapat menangani
serangkaian tujuan manajemen keuangan yang komprehensif, dan menerapkan mekanisme
yang lebih maju daripada di negara-negara berkembang, termasuk pengembangan FMIS dan
perluasan basis untuk akuntansi fiskal. Untuk mewujudkan skala dan ruang lingkup ekonomi
yang berpotensi signifikan, ia harus menawarkan layanannya kepada pemerintah daerah.
7. Di negara ekonomi maju banyak operasi didelegasikan kepada kementerian dan lembaga lain,
menggunakan jaringan sistem informasi canggih. Di negara-negara ini, pemerintah daerah
biasanya akan memiliki sistem manajemen keuangan mereka sendiri.
8. Semua perbendaharaan cenderung memainkan peran yang kuat dalam manajemen kas, dan
dalam manajemen arus kas pendapatan. Sistem rekening tunggal perbendaharaan menjadi cara
yang efisien untuk mengatur manajemen kas pemerintah di sebagian besar negara.
9. Model rantai nilai hanya memberikan penjelasan parsial tentang perbedaan aktual.
10. Beberapa perbendaharaan kehidupan nyata memiliki fokus yang lebih kuat pada kontrol terpusat
daripada yang bisa diharapkan dari analisis netral keadaan negara. Di beberapa negara (seperti
Prancis), ini terkait dengan tradisi politik. Negara-negara lain (termasuk Amerika Serikat) dapat
menekankan pada perbendaharaan sebagai mekanisme penyinyalan.
11. Di negara lain, sistem perbendaharaan cenderung kurang komprehensif dan tersentralisasi
daripada yang disiratkan oleh model. Ini mungkin hasil dari tradisi politik dan administrasi (seperti
di Norwegia) atau dari prioritas dan tujuan politik (Bulgaria dan Afrika Selatan).

10