Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan

Volume 11, Nomor 1, April 2010, hlm.30-37


 
APLIKASI INDIVIDUAL TRAVEL COST METHOD DI AREA PUBLIK

Evi Gravitiani
Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jalan Ir. Sutami 36 A Surakarta 57126 Indonesia Telepon +62-271-646994
E-mail: e_gravity2000@yahoo.com

Abstract: Public areas useful to meet the inner needs with recreational facilities and educa-
tional facilities. Development of public areas to provide additional public welfare or detrimen-
tal to society. The public welfare increased if the development was provide benefit larger
compared by the cost to be borne, plus loss of benefit for development in the state of being old.
The public welfare indicated by the magnitude of the consumer surplus acquired. Individual
travel cost method (ITCM) is used as a model that describes the number of visits and is a func-
tion of travel costs, time needed to travel, where replacement and income. The number of visits
to the Taman Pintar positively and significantly influenced by the total cost of a visit to
Taman Pintar, the total cost of visits to alternative places other than Taman Pintar, and
visitor revenue. The correlation between the visits of the total costs a visit to Taman Pintar,
the total costs a visit to place a substitute for other than Taman Pintar, and visitors income
are very strong.
Keywords: public services, quality of service, institutional capacity, public area, investment

Abstrak: Area publik bermanfaat memenuhi kebutuhan batiniah masyarakat melalui pe-
nyediaan sarana rekreasi sekaligus sebagai sarana pendidikan. Pengembangan area publik
dapat memberikan tambahan kesejahteraan masyarakat atau bisa juga merugikan masyarakat.
Kesejahteraan masyarakat meningkat jika pengembangan tersebut memberikan benefit yang
lebih besar dibandingkan biaya yang harus ditanggung, ditambah hilangnya benefit karena
pengembangan dibanding keadaan yang lama. Kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh be-
sarnya surplus konsumen yang diperolehnya. Individual travel cost method (ITCM) digu-
nakan sebagai model yang menggambarkan banyaknya kunjungan dan merupakan fungsi dari
biaya perjalanan, waktu yang diperlukan untuk perjalanan, tempat pengganti dan penghasil-
an. Banyaknya kunjungan ke Taman Pintar dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh
biaya total kunjungan ke Taman Pintar, biaya total kunjungan ke tempat pengganti selain
Taman Pintar, dan pendapatan pengunjung. Korelasi antara banyaknya kunjungan terhadap
biaya total kunjungan ke Taman Pintar, biaya total kunjungan ke tempat pengganti selain
Taman Pintar, dan pendapatan pengunjung sangat kuat.
Kata kunci: pelayanan publik, kualitas layanan, kapasitas kelembagaan, area publik, investasi

PENDAHULUAN bagai sarana pendidikan. Sarana yang mudah


terjangkau menjadi penting keberadaannya.
Pada era 90-an telah terjadi ledakan per-
Area publik seperti taman kota dan lapangan
kembangan sains, terutama teknologi informasi
olah raga, memberi manfaat yang nyata bagi
yang telah menghantarkan peradaban manusia
pemakainya. Pembangunan perkotaan yang
ke era tanpa batas. Perkembangan sains adalah
sangat pesat di Indonesia memberikan dampak
sesuatu yang patut disyukuri karena memberi-
bagi masyarakat, baik yang positif maupun
kan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan
negatif. Manfaat yang dapat diterima oleh
kualitas hidup manusia. Hal tersebut yang
masyarakat dari area publik tersebut antara lain
menjadikan pemerintah kota Yogyakarta mem-
sebagai pemenuhan kebutuhan batiniah dengan
bangun Taman Pintar. Area publik tersebut di-
tersedianya sarana rekreasi yang sekaligus se-
gunakan sebagai kawasan untuk mengekspresi- diperolehnya.
kan, berkreasi, serta belajar ilmu pengetahuan Studi Terdahulu. Studi yang dilakukan
dan teknologi bagi siswa, guru, dan masyara- Seller, Stoll dan Chavas (1985) serta Smith, Des-
kat. Target Pembangunan Taman Pintar adalah vousges dan Fisher (1986) membandingkan
memperkenalkan sains kepada siswa mulai dari metode Travel Cost dengan Contingent Valuation
dini agar kreatifitas anak didik terus diasah, menggunakan close-ended format maupun open-
sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi ended format. Sedangkan Smith, Desvousges dan
sasaran eksploitasi pasar teknologi, tetapi juga Fisher melakukan komparasi valuasi benefit
berusaha untuk dapat menciptakan teknologi rekreasi di antara kedua metode valuasi. Pada
sendiri. Indirect Method (Travel Cost) digunakan General-
Biaya pertama yang harus diperhitungkan ized Travel Cost Model (Marshallian dan Hick-
adalah biaya pembangunan Taman Pintar itu sian) dan Simple Travel Cost Model. Pada Direct
sendiri (biaya konstruksi) ditambah biaya pera- Method (Contingent Valuation) digunakan teknik
watannya (maintainance cost). Total dana yang direct question, payment card serta iterative bid-
dibutuhkan untuk membangun Taman Pintar ding. Hasilnya mengindikasikan estimasi yang
mencapai Rp70 miliar, dengan lima zona yaitu hampir sama.
gedung oval, gedung kotak, kios buku, play- Caulkins, Bishop, dan Bouwes (1986) mela-
ground dan pendidikan anak usia dini serta kukan valuasi ekonomi perbaikan kualitas air
Plaza Sriwedani. pada suatu situs rekreasi dengan metode Travel
Manfaat yang secara langsung diperoleh Cost. Studi ini menggunakan Multiple Logit
adalah peningkatan penerimaan asli daerah Model (MNL) dan Alternatif Travel Cost Model
(PAD) dari pungutan masyarakat pemakainya. (ATC). Penggunaan MNL menghasilkan pre-
Manfaat yang tidak langsung adalah pemaham- diksi kenaikan kurva permintaan rekreasi yang
an masyarakat, terutama anak-anak usia seko- lebih kecil dibanding ATC. Hal ini terjadi kare-
lah bahwa mempelajari sains adalah hal yang na pada MNL diasumsikan ada pergeseran
menyenangkan. Taman Pintar menggunakan kunjungan dari suatu situs lain ke situs yang
pendekatan yang memancing imajinasi, me- mengalami perbaikan (improvement). Sedangkan
munculkan rasa penasaran dengan landasan pada ATC tidak ada relokasi kunjungan ke lain
filosofis yang diadopsi dari ajaran Ki Hajar situs.
Dewantara; niteni, niroake, nambahi,” Niteni ada- Caulkins dkk, Boyle dan Bishop (1988)
lah memahami, niroake adalah menirukan, nam- menggunakan metode Contingent Valuation un-
bahi adalah mengembangkan. Dengan demi- tuk mengukur welfare. Studi tersebut memban-
kian, siswa akan terangsang untuk berpikir dan dingkan antara Iterative bidding, Payment card
mereka menjadi lebih kreatif. Manfaat ini sa- dan Dichotomous choice. Masing-masing teknik
ngat besar nilainya bagi perkembangan sains ternyata memiliki kelebihan dan kelemahan.
dan teknologi di Indonesia, walaupun sulit Penelitian yang dilakukan Kling (1988) me-
untuk dikuantifikasi. nguji reliabilitas estimasi benefit dari recreation-
Permasalahan yang sangat penting untuk al demand model. Kling menyatakan pemilihan
dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan bentuk fungsi dan spesifikasi model merupa-
berkaitan dengan pengembangan suatu area kan faktor penting dalam estimasi benefit.
publik adalah dampak pengembangan area Studi Chairul (2000) yang dilakukannya di
publik, memberikan tambahan kesejahteraan area publik, Stadion Manahan Solo menyatakan
masyarakat atau sebaliknya, merugikan masya- bahwa banyaknya kunjungan dipengaruhi oleh
rakat. Kesejahteraan masyarakat meningkatkan biaya total kenjungan ke Manahan, biaya total
jika pengembangan tersebut memberikan benefit kunjungan ke tempat lain, dan pendapatan
yang lebih besar dibandingkan biaya yang masyarakat. Biaya total dihitung dengan biaya
harus ditanggung ditambah hilangnya benefit perjalanan dan biaya waktu perjalanan pulang
karena pengembangan dibanding keadaan pergi.
yang lama. Kesejahteraan masyarakat ditun- Tehnik Valuasi Ekonomi. Kata “value”
jukkan oleh besarnya surplus konsumen yang yang berarti “nilai” dalam pengertian ekonomi

Aplikasi Individual Travel Cost Method di Area Publik (Evi Gravitiani) 31


didefinisikan sebagai kontribusi terhadap ke- juga nilai guna pasif (passive use value). Pada
mauan seseorang. Pengertian kata ini sering nilai ini sulit untuk melakukan prediksi secara
dikaitkan dengan biaya yang harus dibayar kuantitatif dan tidak ada hubungan dengan
oleh seseorang. Nilai marginal berkaitan de- pasar atau observasi perilaku untuk mengeta-
ngan perubahan kegunaan yang dirasakan hui kekuatan suatu pilihan.
seseorang (Tientenberg, 1998: 146). Penilaian (Valuation) digunakan untuk
Nilai ekonomi total terbagi menjadi dua membuat perbandingan antara manfaat mar-
bagian, yaitu nilai guna (use value) dan nilai ginal dan biaya marginal diperlukan penilaian
non-guna (non-use value). Nilai guna terbagi lagi dengan unit uang sebagai informasi yang ber-
menjadi tiga hal, nilai guna langsung (direct use bentuk angka.
value); nilai guna tak langsung (indirect use Biaya marginal menjelaskan tentang nilai
value); dan nilai pilihan (option value). seseorang yang disediakan pasar. Pilihan sese-
(1) Nilai guna (use value). Nilai guna adalah orang terlihat pada tindakannya dalam menjual
nilai yang dirasakan seseorang karena interaksi dan membeli di pasar. Hal ini yang dinamakan
orang tersebut dengan lingkungan dimana dia dengan “nilai pasar (market value)”. Manfaat
berada. Nilai guna ini dibagi tiga bagian, yaitu marginal diperlukan untuk memperoleh data
nilai guna langsung, nilai guna tak langsung, pasar mengenai nilai guna langsung. Pilihan
dan nilai pilihan. seseorang atas barang sumber daya terlihat
Nilai guna langsung (direct use value) ada- secara tidak langsung melalui pasar atau lang-
lah nilai yang diperoleh atau dirasakan sese- sung dengan survei. Hal inilah yang disebut
orang karena berhubungan langsung dengan nilai non-pasar (non-market value). Biaya mar-
lingkungan, mengunjungi suatu lingkungan ginal biasanya membahas masalah tambahan
tertentu atau bahkan bertempat tinggal di ling- finansial yang hilang jika penggunaan sumber
kungan tersebut. Nilai guna langsung ini ter- daya lingkungan dibatasi. Sedangkan manfaat
bagi menjadi nilai konsumtif dan nilai non-kon- marginal biasanya membahas tentang tambah-
sumtif. Nilai konsumtif adalah nilai yang lang- an manfaat yang sulit diukur dari proteksi ter-
sung dapat diperoleh karena seseorang meng- hadap lingkungan. Biaya marginal sulit diukur
konsumsi barang tersebut, misalnya makanan, sedangkan manfaat marginal dapat diukur.
minuman, obat-obatan. Sedangkan nilai non- Estimasi nilai per-unit dapat dilakukan bila
konsumtif adalah nilai yang langsung dapat telah dilakukan observasi langsung perilaku
diperoleh seseorang yang bukan merupakan pasar atau observasi tak langsung bila non-
barang konsumtif; seperti rekreasi, kesehatan, pasar.
dan kenyamanan. Teori Nilai Pasar (Market Values Theory).
Nilai guna tak-langsung (indirect use value) Informasi yang diperoleh dari pasar antara lain
biasanya dikaitkan dengan nilai lingkungan, adalah transaksi jual-beli yang menyatakan
seperti kualitas air; kualitas udara; pencemaran pilihan. Transaksi pembelian mengungkapkan
karbon. Kuantitas nilai ini seringkali agak sulit bahwa manfaat marginal lebih besar daripada
diukur, karena memerlukan hubungan sebab- harga. Transaksi penjualan menunjukkan bah-
akibat (cause-effect relationship) untuk diestimasi. wa biaya marginal lebih rendah daripada
Nilai pilihan (option value) adalah nilai ke- harga. Dengan perubahan harga, hubungan
mungkinan penggunaan lingkungan pada masa antara harga dengan manfaat marginal dari
yang akan datang bagi generasi mendatang. pembeli dan biaya marginal dari penjual dapat
Nilai pilihan ini seringkali disebut dengan nilai diamati. Bila harga meningkat, maka kuantitas
warisan (bequest value). barang yang dibeli menurun, dan sebaliknya
(2) Nilai non-guna (non use value). Nilai non- kuantitas barang yang ditawarkan meningkat,
guna disebut juga nilai keberadaan (existence seperti digambarkan pada Gambar 1.
value). Manfaat baru diketahui ketika sumber Manfaat marginal bagi pembeli adalah
daya alam digunakan tanpa adanya ekspektasi kemauan membayar marginal (marginal willing-
pengunaannya di masa sekarang maupun masa ness to pay) pada sisi permintaan (demand).
yang akan datang. Nilai ini terkadang disebut Sedangkan biaya marginal bagi penjual adalah

32 Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, April 2010: 30-37
kemauan menerima marginal (marginal willing- Knetsch (1966). Metode ini kebanyakan diguna-
ness to accept) pada sisi permintaan (supply). kan untuk menganalisis permintaan terhadap
rekreasi di alam terbuka (outdoor recreation), se-
Rp perti memancing, berburu, hiking dan sebagai-
nya.

Rp
Marginal Cost
Marginal Cost
a
Marginal Cost1

Marginal Benefit x
z
p b
0 w
Q/t y
Sumber: Bennet, 2008 : 11 Marginal Benefit
c
Gambar 1. Kurva Biaya Marginal dan r q
Manfaat Marginal 0
Q/t
Sumber: Bennet, 2008:15

Surplus konsumen yang diperoleh adalah Gambar 2. Kurva Perubahan Biaya Marginal
perbedaan antara kemauan membayar (willing-
ness to pay) dengan harga barang tersebut. Se-
dangkan surplus produsen adalah perbedaan Secara prinsip metode ini mengkaji biaya
antara kemauan menerima (willingness to accept) yang dikeluarkan setiap individu untuk men-
dengan harga barang tersebut. datangi tempat-tempat rekreasi. Asumsi men-
Teori nilai non-pasar (Non-market Val- dasar yang digunakan pada pendekatan TCM
ues). Nilai yang diperoleh daripilihan jawaban adalah bahwa utilitas dari setiap konsumen
atas pertanyaan pada survey mengenai barang terhadap aktivitas, misalnya rekreasi, bersifat
lingkungan adalah nilai yang tidak ada harga dapat dipisahkan (separable). Oleh karena itu,
pasarnya (non market values). fungsi permintaan kegiatan rekreasi tersebut ti-
Nilai ini diarahkan untuk melakukan esti- dak dipengaruhi oleh permintaan kegiatan lain-
masi pada perubahan surplus konsumen kare- nya seperti menonton, berbelanja, dan lain-lain.
na perubahan penawaran barang lingkungan. Konsep TCM adalah metode yang diguna-
Barang lingkungan diasumsikan sebagai barang kan berdasarkan komplementeri antara barang
publik dapat dikonsumsi oleh semua orang. wisata dan barang yang digunakan untuk be-
Perubahan pada biaya marginal (marginal pergian sampai ke daerah tujuan wisata. Biaya
cost=MC), dimana kurva MC bergeser dari MC perjalanan digunakan sebagai proksi atas dae-
ke MC2 karena adanya perubahan penawaran rah wisata, jika biaya total meningkat maka
barang lingkungan (Gambar 2). Surplus konsu- banyaknya kunjungan menurun, sehingga:
men setelah adanya perubahan penawaran
menjadi segitiga axz dan surplus produsen Tingkat kunjungan=f(biaya perjalanan, pen-
menjadi segitiga zxy, maka perubahan surplus dapatan, umur, jumlah anak, kesehatan….)
total adalah xbcy.
Travel Cost Method. Travel Cost Method Perubahan biaya perjalanan dan prediksi
(TCM) diturunkan dari pemikiran yang dikem- perubahan jumlah pengunjung untuk mencip-
bangkan oleh Hotteling pada tahun 1931, yang takan fungsi permintaan.
kemudian secara formal diperkenalkan oleh Metode valuasi ini memerlukan data biaya
Wood dan Trice (1958) serta Clawson dan transportasi ke tempat tujuan wisata, jumlah

Aplikasi Individual Travel Cost Method di Area Publik (Evi Gravitiani) 33


kunjungan dalam kurun waktu tertentu, lokasi oleh seseorang pulang pergi ke Taman Pintar
domisili, dan faktor sosial ekonomi (seperti dinyatakan dalam moneter.
pendapatan, umur, jumlah anggota keluarga, Data sekunder berupa data-data pendu-
tingkat pendidikan). Data tersebut digunakan kung yang tidak langsung berhubungan de-
untuk menyusun demand curve individu mau- ngan masyarakat diperoleh dari instansi yang
pun agregat. Area di bawah kurva permintaan berkaitan dengan studi ini.
adalah estimasi nilai ekonomi tujuan wisata
tersebut. Teknik Pengambilan Sampel
TCM dibedakan menjadi dua, yaitu Indi- Sampel adalah suatu cara dimana seorang pe-
vidual Travel Cost Method (ITCM) dan Zonal neliti menggunakan orang; tempat; atau apa-
Travel Cost Method (ZTCM). ITCM digunakan pun untuk keperluan studi, yang merupakan
untuk menghitung tingkat kunjungan per indi- bagian dari populasi yang dianggap mewakili
vidu pada satu periode waktu. Hal tersebut untuk dijadikan obyek penelitian, yang disebut
disebabkan karena adanya faktor-faktor yang dengan kerangka sampel(Trochim, 2002: 211).
mempengaruhi seseorang secara khusus, se- Ukuran sampel yang digunakan berdasarkan
hingga didapatkan adanya penggunaan terba- formula Watson et al. (1993),pada persamaan:
tas, misalkan ada daerah wisata yang jarang
dikunjungi.
4. ½ p 1  p 
2
Pada ZTCM, pengunjungnya berkelompok,
n
karena adanya faktor-faktor yang mempenga-
ruhi banyaknya kunjungan yang merupakan
  2

1)
rata-rata dari zona yang lain, sehingga tingkat
kunjungan dihitung dengan formulasi sebagai dimana: n adalah ukuran sampel, p adalah pro-
berikut: porsi kesuksesan yang diharapkan dari sampel,
q adalah proporsi sisa (1-p), Z½ adalah koefi-
banyaknya kunjungan sien konfidensi,  adalah jumlah kesalahan
Tingkat Kunjungan 
populasi di wilayah tersebut yang dapat ditoleransi dari rerata populasi pa-
da batas kiri (L) dan batas kanan (R), sehingga
=L+R.
Hipotesis. Hipotesis yang diambil pada Asumsi yang digunakan adalah p=95% dan
penelitian ini adalah area Taman Pintar di Yog- q=5%, =5% dan Z½=1,96; L=R=5% sehingga
yakarta memberikan benefit bagi masyarakat. =10%.
Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini
adalah (1) Mengidentifikasikan dan melakukan
n
4.(1,96) .(0,95).(0,05)
2

penilaian moneter manfaat yang diterima para (2,0,05) 2


pengunjung Taman Pintar, (2) Membuat perki-
raan kurva permintaan untuk pengunjung Ta- 0,729904
n
man Pintar, dan (3) Menghitung surplus konsu- 0,01
men yang dinikmati pengunjung Taman Pintar. n  72,9904  73orang

METODE PENELITIAN Pengambilan responden dilakukan secara


random sebanyak 100 orang yang diwawanca-
rai di Taman Pintar, lebih dari jumlah minimal
Jenis Data sebanyak 73 orang. Data yang diperlukan di-
Penelitian ini menggunakan data primer dan kumpulkan dengan tehnik wawancara lang-
data sekunder. Data primer yang diperlukan sung (dengan panduan daftar pertanyaan/kui-
adalah data banyaknya kunjungan dan biaya sioner). Data dikumpulkan pada bulan Juni-Juli
perjalanan. Banyak kunjungan dinyatakan da- 2009. Jumlah pengunjung yang menjadi respon-
lam jumlah kunjungan ke Taman Pintar selama den diambil pada beberapa hari kerja dan akhir
satu tahun. Biaya perjalanan yang ditanggung pekan.

34 Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, April 2010: 30-37
Profil Responden dan Taman Pintar dimana t menunjukkan nilai tiket/pungutan
masuk.
Responden dalam penelitian ini yang berjenis
Multikolinearitas antara biaya perjalanan
kelamin laki-laki sebanyak 44 orang dan 56
dengan waktu yang dibutuhkan pulang pergi
orang berjenis kelamin perempuan. Sebagian
ke Taman Pintar dapat dihindari dengan varia-
besar berusia antara 25 tahun sampai dengan 35
bel waktu dinyatakan dalam nilai moneter dan
tahun (80 persen). Pendidikan responden seba-
ditambahkan pada biaya perjalanan. Variabel
gian besar adalah D3 dan S1, sebanyak 75 per-
waktu dinilai dengan penghasilan yang hilang
sen; SLTA sebanyak 20 persen, dan sebanyak 5
selama perjalanan pulang pergi.
persen berpendidikan SLTP.
Variabel tempat pengganti dinyatakan da-
Penghasilan responden per-bulan terba-
lam nilai moneter, yang dinilai dengan biaya
nyak adalah Rp1.000.000,- sampai dengan
perjalanan ditambah biaya waktu untuk me-
Rp2.000.000,- (68 persen), dan sebanyak 32 per-
ngunjungi tempat rekreasi lain. Dengan demi-
sen responden berpenghasilan per-bulan antara
kian modelnya menjadi:
Rp250.000,- sampai dengan Rp750.000,-.
Seluruh responden sudah berkunjung ke
Taman Pintar rata-rata sebanyak 6,46 kali da- BK = f (BTm, BTp, I) 4)
lam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa Ta-
man Pintar merupakan tempat tujuan wisata dimana: BK adalah banyak kunjungan; BTm
edukatif yang cukup diminati. Selain tempat- adalah biaya total (biaya perjalanan + biaya
nya yang mudah dijangkau, fasilitas edukasi, waktu perjalanan pulang pergi) kunjungan ke
dan fasilitas lainnya membuat pengunjung me- Taman Pintar; BTp adalah biaya total (biaya
rasa nyaman dan menjadi lebih pintar. perjalanan + biaya waktu perjalanan pulang
Taman Pintar memiliki berbagai wahana pergi) kunjungan ke tempat lain; I adalah pen-
edukasi. Area outdoornyaberisi bak pasir, kolam dapatan.
air mancur, serta rumah-rumahan pohon. Area
indoor Taman Pintar memiliki lima zona, yaitu HASIL DAN PEMBAHASAN
gedung oval, gedung kotak, kios buku, play-
ground dan pendidikan anak usia dini serta
Plaza Sriwedani. Analisis Hasil Regresi
Bentuk fungsi permintaaan adalah dalam ben-
Metode Analisis Data tuk linier:
Model yang digunakan menggambarkan ba-
nyaknya kunjungan sebagai fungsi dari biaya BK = α0 +α1BTm +α2BTp +α3I 5)
perjalanan, waktu yang diperlukan untuk perja-
lanan, tempat pengganti dan penghasilan.
Model dasar dalam bentuk linear ditransforma-
sikan ke dalam bentuk Logaritma Natural, se-
BK = f (Op, W, Tp, I) 2) hingga:

dimana: BK adalah banyak kunjungan bila tan- Ln BK = α0 +α1Ln BTm +α2Ln BTp +α3Ln I 6)
pa pungutan masuk; Op adalah biaya perjalan-
an pulang-pergi ke Taman Pintar; W adalah
Persamaan regresi yang diperoleh adalah
waktu yang dibutuhkan pulang-pergi ke Taman
sebagai berikut:
Pintar; Tp adalah tempat pengganti yang ter-
sedia; Iadalah pendapatan.
Ln Y = - 0,435 + 0,191ln BTm - 0,167 ln Btp+
Apabila ada pungutan masuk maka model
berubah menjadi: 0,152ln I + e

Interpretasi hasil regresinya sebagai berikut:


BK = f (Op+t, W, Tp, I) 3)
(1) Saat biaya total kunjungan ke Taman Pintar,

Aplikasi Individual Travel Cost Method di Area Publik (Evi Gravitiani) 35


biaya total kunjungan ke tempat lain, dan pen- Perhitungan permintaan rekreasi dapat di-
dapatan tetap atau konstan, maka perubahan gunakan pendekatan biaya perjalanan. Biaya
nilai banyaknya kunjungan sebesar 0,435 per- perjalanan rata-rata adalah Rp17.161,- dan pen-
sen; dapatan rata-rata adalah Rp1.254.800,- maka
(2) Jika perubahan biaya total kunjungan ke banyaknya kunjungan rata-rata adalah 2.289
Taman Pintar (BTm) meningkat sebesar 1 per- kali pertahun.
sen maka perubahan banyaknya kunjungan Elastisitas harga menunjukkan bahwa
akan meningkat sebesar 0,191 persen, ceteris pa- setiap ada perubahan biaya perjalanan sebesar
ribus; 100 persen, akan direspon masyarakat dengan
(3) Jika perubahan biaya total kunjungan ke kenaikan jumlah kunjungan sebesar 1,43 per-
tempat lain (BTp) meningkat sebesar 1 persen sen. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan
maka perubahanbanyaknya kunjungan akan rekreasi bersifat elastis (>1). Elastisitas penda-
menurun sebesar 0,167 persen, ceteris paribus; patanmenyatakan bahwa bila ada kenaikan
(4) Jika perubahan pendapatan naik sebesar 1 pendapatan 100 persen, kunjungan ke Taman
persen maka perubahanbanyaknya kunjungan Pintar naik 83,32 persen.
akan meningkat sebesar 0,152 persen, ceteris
paribus; Nilai Ekonomi Taman Pintar
(5) Variabel biaya total kunjungan ke Taman
Nilai ekonomi Taman Pintar dapat dilihat dari
Pintar (BTm), biaya total kunjungan ke tempat
persamaan regresinya:
lain (BTp), dan pendapatan (I) secara keselu-
ruhan menunjukkan nilai sebesar 0,662, maka Ln BK= - 0,435 + 0,191ln BTm - 0,167 ln Btp+
hubungan antara variabel bebas dan variabel 0,152ln I + e
dependen sangat kuat;
(6) Nilai hasil perubahan 43 persen yang terjadi Asumsi yang digunakan adalah banyaknya
pada banyaknya kunjungan di Taman Pintar kunjungan (BK) hanya dipengaruhi oleh biaya
dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada perjalanan ke Taman Pintar, ceteris paribus, pada
biaya total kunjungan ke Taman Pintar, biaya tingkat pendapatan rata-rata sebesar:
total kunjungan ke tempat lain, dan pendapat- Rp1.254.800, maka
an. Sedangkan 57 persen dikarenakan adanya
perubahan variasi lain yang tidak disebutkan BK =- 0,435 + 0,191ln BTm
dalam penelitian ini (variabel pengganggu);
(7) Pengaruh biaya total kunjungan ke Taman Secara grafis dapat digambarkan kurva
Pintar terhadap banyaknya kunjungansecara permintaannya dalam Gambar3.
individu dan secara parsial adalah signifikan
antara variabel total biaya kunjungan terhadap
banyaknya kunjungan; dan BTm
(8) Pada model ini tidak terjadi masalah auto-
korelasi, multikolinearitas, dan heteroskedasti-
sitas.
17.161
Permintaan Rekreasi 526
Hasil estimasi kurva permintaan diketahui bah-
wa jumlah kunjungan ke Taman Pintar (BK)
dipengaruhi oleh biaya perjalanan (BTm), biaya
pengganti (BTp) dan pendapatan (I). Fungsi
permintaannya adalah: 100 2.289 BK

Ln BK = - 0,435 + 0,191ln BTm - 0,167 ln Btp + Gambar 3. Kurva Permintaan pada Tingkat
0,152ln I Pendapatan Rata-Rata

36 Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, April 2010: 30-37
Berdasarkan kurva permintaan dapat dila- Quality and Subtitution Effect. Amer. J.
kukan perhitungan surplus konsumen rata-rata Agr. Econ. Mei.
setiap individu pertahun
Common, M 1996. Environmental and Resources
Economics, An Introduction. New York:
CS = 17.161∫526- 0,435 + 0,191 ln BTm δBTm
Addison Wesley Longman Publishing.
= 17.161∫526- 0,435 + 0,191 ln BTm
Kling, C.L. 1988. The Reliability of Estimates of
Environmental Benefit from Recreation De-
Sehingga perhitungan total pengeluaran
mand Models, Amer. J. Agr. Econ., Novem-
(TE) dapat dilakukan dengan
ber.
TE = Rp526,- x BK
Lee, James A. 1999. Natural Resources and Envi-
= Rp526,- x 2.289
ronmental Economic, 2nd Edition, London:
= Rp1.204.014,-
Pearson Education Limited.
Reksohadiprodjo, S. dan A.B. Purnomo. 1992.
SIMPULAN
Ekonomi Lingkungan, Suatu Pengantar.
Yogyakarta: BPFE UGM.
(1) Banyaknya kunjungan ke Taman Pintar di-
Saptono, Chairul Agus. 2000. Valuasi Ekonomi
pengaruhi secara positif dan signifikan oleh
Area Publik: Studi Kasus Stadion Manahan
biaya total kunjungan ke Taman Pintar, biaya
total kunjungan ke tempat pengganti selain Ta- di Solo, Tesis Program Pascasarjana Uni-
man Pintar, dan pendapatan pengunjung; (2) versitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tidak
Korelasi antara banyaknya kunjungan dan bia- dipublikasikan.
ya total kunjungan ke Taman Pintar, biaya total Seller, C., John R. Stoll dan Jean-Paul Chavas.
kunjungan ke tempat pengganti selain Taman 1985. Validation of Empirical Measures of
Pintar, dan pendapatan pengunjung sangat kuat; Welfare Change: A Comparison of Non-
(3) Biaya perjalanan rata-rata adalah Rp17.161,- market Techniques. Land Economics, 61(2).
dan pendapatan rata-rata adalah Rp1.254.800,-
Smith, V.K. 1988. Selection and Recreation De-
maka banyaknya kunjungan rata-rata adalah
2.289 kali pertahun; (4) Adanya perubahan mand. America Journal of Agro Economics.
biaya perjalanan sebesar 100 persen, akan dires- Smith, V.K., William H. Desvousges dan Ann
pon masyarakat dengan kenaikan jumlah kun- Fisher. 1986. A Comparison of Direct and
jungan sebesar 1,43 persen. Hal ini menunjuk- Indirect Methods for Estimating Environ-
kan bahwa permintaan rekreasi bersifat elastis mental Benefit. America Journal of Agro
(>1); (5) Bila ada kenaikan pendapatan 100 per- Economics, Mei.
sen, kunjungan ke Taman Pintar naik 83,32 per-
Tientenberg, Tom. 1992. Environment and Natu-
sen; dan (6) Nilai ekonomi Taman Pintar yang
dihitung dengan total pengeluaran pengunjung ral Resources Economics, Third Edition, New
adalah Rp1.204.014,-. York: Harper Collins Publisher.
Trochim, William M. 2002. The Research Methods
Knowledge Base. http:// trochim.human.
DAFTAR PUSTAKA
cornell.edu/kb/index.htm
Watson, C.J., P. Ballingsley., D.J Croft., and D.V.
Bennet, Jeff. 2008.Valuation Tools in Environ-
Hundsberger. 1993. Statistic for Manage-
mental Economics. EEPSEA Module. Thai-
ment and Economics. Englewood Cliffs, NJ,
land.
USA: Prentice Hall, Inc.
Caulkins, P.P., Richard C. Bishop dan Nicolaas
World Bank. 2001.The Quality of Growth.New
W.Bouwes, Sr. 1986. The Travel Cost
York: Oxford University Press.
Model for Lake Recreation: A Comparison
of Two Methods for Incorporating Site

Aplikasi Individual Travel Cost Method di Area Publik (Evi Gravitiani) 37