Anda di halaman 1dari 25

1.

Review jurnal PTK


Judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Geografi Siswa Kelas X-3 Sma Negeri
10 Kendari Pada Materi Pokok Litosfer
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Volume dan Halaman volume 1 No. 1 hal. 69-85
Tahun 2016
Penulis Wa Ode Wahyu, La Ode Nursalam
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Model pembelajaran kooperatif
merupakan suatu model pembelajaran yang
mengutamakan adanya kelompokkelompok.
Setiap siswa yang ada dalam kelompok
mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-
beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika
memungkinkan anggota kelompok berasal dari
ras, budaya, suku yang berbeda serta
memperhatikan kesetaraan gender. Model
pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja
sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk
menerapkan pengetahuan dan keterampilan
dalam rangka mencapai tujuan pemebelajaran.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis
mengadakan penelitian dengan judul
“Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Geografi Pada Pokok Materi Litosfer
Kelas Kelas X-3 Di SMA Negeri 10 Kendari”
Metode Penelitian Penelitian ini di laksanakan pada kelas X-
3 SMAN 10 Kendari semester genap tahun
ajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah
siswa kelas X-3 SMA Negeri 10 Kendari yang
terdaftar pada semester genap tahun pelajaran
2015/2016. Jenis penelitian ini adalah
Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Teori -
Pembahasan Berdasarkan hasil-hasil analisis data
Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe
Make A Match di peroleh kesimpulan bahwa:
1) Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran
menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran
dengan model kooperatif tipe Make A Match
pada setiap siklus cenderung meningkat. 2)
Aktivitas guru mengalami peningkatan dari
siklus I ke siklus II. 3) Hasil belajar Geografi
siswa kelas X-3 SMAN 10 Kendari dapat
ditingkatkan dengan menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe Make A Match
pada materi Litosfer.
Kesimpulan Berdasarkan rumusan maslah dan hasil-hasil
analisis data penerapan model pembelajaran
Make a Match yang disajikan dalam hasil dan
pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan.
(1) Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran
geografi menunjukan bahwa pelaksanaan
pembelajaran dengan model kooperatif tipe
Make A Match pada setiap siklus cenderung
meningkat. Hal ini menunjukan skor rata-rata
aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,55 yang
berkategori cukup, mengalami peningkatan
pada siklus II sebesar 3,43 dengan kategori
baik.

2. Review Jurnal
Judul Peningkatkan Hasil Belajar Geografi Materi
Dasar-Dasar Pemetaan Dengan Model Belajar
Think-Pair-Share (Tps) Pada Peserta Didik Kelas
X Sma Negeri 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo.
Jurnal Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
Volume dan Halaman Vol 27, No.2 hal. 22-29
Tahun 2017
Penulis Tumini Guru SMA Negeri 1 Bulu Sukoharjo
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Proses belajar mata pelajaran geografi kelas
X di SMA Negeri 1 Bulu materin dasar-dasar
pemetaan pendidik selaku peneliti sudah
menerapkan metode diskusi, ceramah, pemberian
tugas, dan tanya jawab berdasar kurikulum 2013,
menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan
materi pelajaran dan media yang menunjang
proses pembelajaran geografi pada materi dasr-
dasar pemetaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap
pengaruh pembelajaran kooperatif model Think-
Pair-Share terhadap hasil belajar mata pelajaran
geografi materi dasar-dasar pemetaan dan
seberapa jauh perubahan perilaku peserta didik
Kelas X IPS 2 tahun pelajaran 2017-2018.
Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian
tindakan (action research), yaitu penelitian
tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini
dilaksanakan di kelas X IPS 2 SMA Negeri 1
Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya
penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan
yaitu semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018.
Subjek penelitian adalah responden yang
akan dijadikan sasaran penelitian dan dijadikan
sebagai bahan pengambilan data informasi sesuai
dengan kebutuhan penelitian. Subjek penelitian
ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1
Bulu semester 1 tahun pelajaran 2017/2018,
berjumlah 25 Siswa yang terdiri dari 5 laki-laki,
dan 20 perempuan pada kompetensi dasar-dasar
pemetaan sesuai kurikulum 2013.
Teori -
Pembahasan Nilai rata rata siswa meningkat dari 67,00
menjadi 72,00 sedangkan persentase ketuntasan
belajar peserta didik meningkat sebesar 16 %
dari 60 % menjadi 76 % dimana sebanyak 19
anak dari 25 peserta didik nilainya sudah tuntas
tetapi ketuntasan belajar secara klasiklas belum
tercapai karena masih dibawah 85 % . Dalam
kegiatan pembelajaran partisipasi aktifr dan
keterlibatan peserta didik menunjukan
peningkatan dari skor 49 menjadi 61 meningkat
sebesar 12 poin . Dilihat dari kompetensi
pedagogik guru menunjukan peningkatan
ketrampilan guru dalam hal memberikan motivasi
belajar dan pembimbingan peserta didik dalam
pembelajaran serta pemanfaatan alokasi waktu
yang lebih akurat. 2. Deskripsi antara Siklus 1
dengan Siklus 2 Hasil pelaksanaan model
pembelajaran Think Pair Share siklus 2
dibandingkan dengan siklus 1 pada penelitian
tindakan ini menunjukan hasil yang meningkat.
Nilai rata rata siswa meningkat dari 72,00
menjadi 78,00 sedangkan persentase
ketuntasanbelajar peserta didik meningkat
sebesar 12 % dari 76 % menjadi 88 % dimana
sebanyak 22 anak dari 25 peserta didik nilainya
sudah tuntas.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dari tindakan
pembelajaran yang telah dilakukan dalam dua
siklus beserta hasil analisis diatas, penelitian
tindakan kelas ini menyimpulkan beberapa hal
sebagai berikut:
Model pembelajaran Think-PairShare
memiliki dampak positif dalam upaya
meningkatkan hasil belajar peserta didik yang
ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar
peserta didik dalam setiap tindakan mulai dari
kondisi awal sebesar 60,00 % menjadi 76,00% di
siklus I dan menjadi 88,00% di siklus II.

3. Review jurnal
Judul Penggunaan Model Pembelajaran “Btl” (Better
Teaching And Learning) Untuk Meningkatkan
Aktivitas Dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ips
Pada Peserta Didik Kelas VIII Smp Negeri 2 Demak
Tahun Pelajaran 2015/2016.
Jurnal Jurnal Geografi
Volume dan halaman Volume 12 No 1 (135 dari 221)
Tahun 2015
Penulis Karsidi Guru SMP N 2 Demak
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Terlepas dari idealisme di atas ternyata kondisi
di lapangan menunjukkan bahwa pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) dirasakan sebagai mata
pelajaran yang sulit dan membosankan. Mata
Pelajaran IPS dirasa sulit karena harus memahami
banyak materi antara lain; Sejarah, Ekonomi,
Geografi dan Sosiologi. Hal ini ditunjukkan dari
hasil ulangan harian siswa terhadap mata pelajaran
IPS belum mencapai tuntas belajar. Nilai KKM mata
pelajaran IPS 80, dengan nilai ratarata 72 dan siswa
yang tuntas hanya mencapai 70%.
Pendekatan yang dipakai dalam model
pembelajaran BTL ini meliputi lima unsur kunci dari
pengalaman pembelajaran yaitu Introduction
(Kenalkan), Connection (Hubungkan), Application
(Terapkan), Reflection (Refleksi), dan Extension
(Kegiatan Lanjutan).
Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2
Demak kelas VIII J Tahun Pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini ingin meningkatkan aktivitas belajar
dan hasil belajar siswa kelas VIII J di SMP Negeri 2
Demak. Sejalan dengan masalah dan tujuan yang
ada sehingga penelitian ini dilaksanakan dengan
menerapkan penelitian tindakan kelas atau
Classroom Action Research.
Variabel bebas pada penelitian ini dipilih
penggunaan model pembelajaran “BTL” (Better
Teaching and Learning) pada pembelajaran IPS,
sedangkan variabel terikatnya adalah aktivitas
belajar dan hasil belajar siswa.
Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
dengan menggunakan model pembelajaran “BTL”
(Better Teaching and Learning) dapat meningkat
aktivitas dan hasil belajar IPS peserta didik kelas
VIII SMP Negeri 2 Demak tahun pelajaran
2015/2016. Aktivitas belajar dari kondisi awal rata-
rata 62, siklus I rata-rata 75 dan siklus II rata-rata 94
atau terjadi peningkatan dari kondisi awal sampai
siklus II sebesar 51%. Demikian juga hasil belajar
terjadi peningkatan dari kondisi awal rata-rata 70,
siklus II 75 dan siklus II rata 88 atau terjadi
peningkatan dari kondisi awal sampai siklus II
sebesar 25%.Dengan Model pembelajaran BTL
perlu dikembangkan dan dipergunakan pada
pembelajaran materi lainnya. Teman sejawat perlu
mengkaji lebih mendalam tentang model
pembelajaran BTL, untuk selanjutnya
mengembangkan dalam pembelajaran.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas
yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan
menggunakan model pembelajaran “BTL” sebagai
upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS
pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 2 Demak,
Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2015/2016,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Pembelajaran IPS dengan menggunakan model
“BTL” yang dilaksanakan dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar dalam mata pelajaran IPS
pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 2 Demak
dilihat dari rata-rata kelas aktivitas belajar siswa
terjadi peningkatan yaitu melalui model
pembelajaran BTL aktivitas belajar tema
Keunggulan Lokasi Indonesia pada peserta didik
kelas VIII J tahun pelajaran 2015/2016 meningkat.
Peningkatan aktivitas belajar peserta didik sebasar
51 %, dari kondisi awal 62 menjadi 94 pada kondisi
akhir.

4. Review Jurnal

Judul Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Materi


Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Model
Pembelajaran Problem Based Learning
Menggunakan Media Internet di SMA Negeri 1
Purwanegara Kabupaten Banjarnegara.
Jurnal Geo Edukasi
Volume dan halaman Vol. 6, No.2, (52 - 55)
Tahun October 2017
Penulis Esti Widyaningrum, Esti Sarjanti, Sigid Sriwanto
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan
diperoleh data dan informasi tentang kondisi
pembelajaran Geografi di kelas XI IPS 1 SMA
Negeri 1 Purwanegara belum mencapai hasil yang
maksimal. Pembelajaran Geografi merupakan
pembelajaran yang lebih banyak membahas masalah
sosial yang sifatnya logika, sehingga apabila guru
tidak kreatif dalam menerapakan model
pembelajaran, maka siswa akan merasa bosan dalam
mengikuti pembelajaran di kelas dan hal ini tentunya
akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Oleh karena itu, agar prestasi belajar siswa
meningkat secara signifikan, solusi dari
permasalahan tersebut agarproses pembelajaran
Geografi berhasil maka perlu dilaksanakan
penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri
Purwanegaradan guru dalam pelaksanaan
pembelajaran Geografi harus menggunakan model
pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1
Purwanegara.
Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan
kelas yang bersifat kolaboratif. Penelitian ini
dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwanegara.
Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada semster
genap tahun pelajaran 2015/2016. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1
Purwanegara kelas X1 IPS 1 Tahun pelajaran
2015/2016 dengan jumlah siswa 26 yang terdiri dari
14 siswa laki-laki dan 12 siswi perempuan.
Teori -
Pembahasan Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan
pembelajaran Geografi tentang materi pelestarian
lingkungan hidup melalui model pembelajaran
Problem Based Learning siswa kelas XI IPS 1
Purwanegara adalah sebagai berikut ; Data awal
sebelum dilakukan tindakan perbaikan
pembelajaran, nilai rata-rata klasikal tentang materi
pelestarian lingkungan hidup sebesar 58,84 dengan
prosentase ketuntasan belajar siswa 34,61%. Pada
siklus I nilai rata-rata 79,03, dengan prosentase
76.92%, pada siklus II nilai ratarata yang diperoleh
siswa sebesar 80.19. Sedangkan tingkat ketuntasan
belajar siswa pada siklus II sebesar 96,15%.
Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di
kelas X1 IPS 1 SMA Negeri 1 Purwanegara pada
mata pelajaran geografi mengunakan model
pembelajaran Problem Based Learning dapat
meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran geografi materi Pelestarian lingkungan
hidup.Hal ini,ditunjukkan dengan adanya
peningkatan hasil belajar siswa yang cukup
signifikan dari tiap siklus,yaitu pra siklus 34,61%
dengan niai rata-rata 50,84%,Siklus 1 presentase
ketuntasan 76,92 % nilai rata-rata 79,03 %.Siklus II
atau siklus atau siklus terakhir presentase ketuntasan
belajar 96,15 % dengan nilai rata-rata 80,19.

5. Review Jurnal
Judul Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswakelas XI
Ips Sma Negeri 10 Bombanamelalui Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Pada
Materi Pokok Sumber Daya Alam.
Jurnal Jurnal Pendidikan Geografi
Volume dan halaman Volume 1 Nomor 1 hal. 1-16
Tahun 2017
Penulis Haliza, Ramli
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Berdasarkan hasil wawancara mengenai
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di SMA
Negeri 10 Bombana kelas XI IPS, guru cendrung
menggunakan metode penugasan kepada siswa,
pemberian LKS dan penggunaan media power point
kepada siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan data ulangan harian semester ganjil
2015/2016 siswa materi Sumber daya alam pada
Tahun Ajaran 2015/2016 dari 24 orang siswa hanya
10 orang , atau 41,6% siswa yang memperoleh nilai ≥
70 sedangkan 14 orang atau 58,4% memperoleh nilai
dibawah 70. Hal ini belum mencapai standar nilai
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan
disekolah yaitu 70.
Melalui penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) diharapkan
guru dapat memberikan suasana baru dalam proses
pembelajaran dikelas dan dapat mengoptimalkan
aktivitas belajar siswa sehingga pada akhirnya hasil
belajar juga akan meningkat.
Untuk aktivitas mengajar guru.Dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
Think Pair Share maka aktivitas mengajar guru dapat
meningkat serendah rendahnya untuk hasil belajar
geografi siswa.
Metode penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester
ganjil tahun ajaran 2016/2017 yang bertempat di
kelasXI IPS SMA Negeri 10 Bombana. Subyek
penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri
10 Bombana yang terdaftar pada semester ganjil
tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 21 orang.
Peneliti memilih kelas XI IPS dikarenakan pada kelas
tersebut memiliki masalah terhadap hasil belajar.
Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan
data kualitatif.
Teori -
Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Melalui
model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share
menunjukkan peningkatan yang sangat efektif pada
aktivitas belajar siswa yakni skor rata-rata aktivitas
siswa pada siklus I 2,5 kemudian pada siklus kedua
mengalami peningkatan dengan rata-rata aktivitas
siswa pada siklus kedua mencapai 3,12. 2) aktivitas
mengajar guru yakni skor rata-rata aktivitas mengajar
guru pada siklus I 2,5 kemudian pada sikluskedua
mencapai 3,21 3) Hasil belajar geografi siswa Pada
siklus I siswa yang tuntas 12 (57%) dan tidak tuntas 9
(43%) dengan rata-rata 66 pada siklus kedua
meningkat menjadi 17 (80%) siswa yang tuntas dan
4(20%) siswa dinyatakan tidak tuntas dengan rata-
rata 76.
Kesimpulan Setelah menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe Think Pair Share menunjukkan
peningkatan yang sangat efektif pada aktivitas belajar
siswa yakni skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus
pertama 2,5 kemudian pada siklus kedua mengalami
peningkatan yang signifikan capaian rata-rata
aktivitas siswa pada siklus kedua mencapai 3,12.
Hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS
SMAN 10 Bombana dapat ditingkatkan melalui
model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share.
Hal ini dapat dilihat dari hasil tes tindakan siklus I
yakni siswa yang mencapai nilai ≥70 berjumlah 12
orang atau persentase siswa yang tuntas mencapai
57% dengan nilai rata-rata 66 meningkat pada siklus
II yakni ketuntasan belajar sebesar 80% atau siswa
yang memperoleh nilai ≥70 berjumlah 17 orang
dengan nilai ratarata 76. Sehingga dapat disimpukan
bahwa siswa didalam kelas sudah mencapai KKM
sekolah yakni 70,00 dengan persentase ketuntasan
klasikal mencapai 80% setelah diterapkannya model
pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share.

6. Review Jurnal
Judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad
Jurnal Pendidikan Geografi
Volume dan Halaman Volume V, Nomor 1, hal. 104-115
Tahun 2016
Penulis Syamsuddin, Guru SMA Negeri 2 Pallangga
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Kecenderungan pembelajaran demikian,
mengakibatkan lemahnya pengembangan potensi diri
peserta didik dalam pembelajaran sehingga hasil
belajar yang dicapai tidak optimal. Kesan yang tinggi
bahwa verbalisme dalam pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar di kelas masih terlalu kuat.
Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan oleh guru
dalam interaksi kelas berupa pertanyaan-pertanyaan
dalam kategori kognisi rendah (Low order thingking
skill).
Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis
bermaksud untuk melakukan suatu penelitian dalam
bentuk penelitian tindakan kelas dengan judul
“Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Geografi
Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe STAD pada Peserta didik Kelas XI IPS 1 SMA
Negeri 2 Pallangga”.
Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian
tindakan kelas (Classroom action research) pada
peserta didik Kelas Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2
Pallangga.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, melibatkan
peran peserta didik secara langsung dan aktif, yaitu
Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Pallangga Tahun
Pelajaran 2015/2016.
Teori -
Pembahasan Dalam analisis deskriptif menunjukkan bahwa
tingkat penguasaan materi peserta didik Kelas XI IPS
1 SMA Negeri 2 Pallangga” pada siklus I hanya
terdapat 2 orang peserta didik (10%) yang berada
pada tingkat penguasaan sangat tinggi, maka pada
siklus II mengalami peningkatan yakni 8 orang
peserta didik (40%) berada pada kategori ini.
Selanjutnya pada siklus I tidak terdapat peserta didik
atau (00,00%) yang berada pada kategori tingkat
penguasaan sangat rendah dan siklus II tidak terdapat
sangat rendah atau (0%) berada pada kategori ini.
Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah
pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan
menerapkan model kooperatif tipe STAD selama dua
siklus sebagai berikut: Nilai rata-rata hasil belajar
geografi pada siklus I adalah sebesar 65,95 dan
tergolong dalam kategori sedang. Dan pada siklus II
adalah sebesar 75,25 dan tergolong dalam kategori
tinggi. Dengan demikian peneliti menyimpulkan
bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dapat meningkatkan hasil belajar geografi.

7. Review Jurnal
Judul Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan
Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa.
Jurnal Pendidikan Gea
Volume dan Halaman Volume 14 Nomor 1
Tahun 2014
Penulis Epon Ningrum, Bagja Waluya
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 20219
Latar belakang Pengembangan pembelajaran Quantum Teaching
diawali dengan merancang kegiatan belajar yang
dinamis yang dikenal dengan TANDUR (Tumbuhkan,
Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan).
Mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Geografi
hendak memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan
kompetensi keterampilan dasar mengajar melalui
implementasi model Quantum Teaching.
Implementasi model Quantum Teaching pada tahap:
penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, dan evaluasi serta pengembangannya.
Ketiga tahap, mahasiswa akan penguasaan
keterampilan dasar mengajar berdasarkan pengalaman
belajar yang nyata (learning by doing).
Metode Penelitian Penelitian ini mengimplementasikan metodologi
penelitian tindakan kelas dengan dua siklus masing-
masing tiga tindakan. Setting penelitian pada
perkuliahan Belajar dan Pembelajaran Geografi,
Subyek penelitian adalah mahasiswa dan dosen.
Aspek kajian adalah model quantum teaching dan
keterampilan dasar mengajar.
Teori -
Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan implementasi
model quantum teaching di ruang microteaching
meningkatkan keterampilan dasar mengajar
mahasiswa pada setiap tindakan, yang meliputi:
keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
memberikan pertanyaan dan penguatan, melaksanakan
metode secara konsisten, menggunakan media,
mengadakan variasi gerak dan mimik serta intonasi,
mengelola kelas, dan memberikan penjelasan.
Kesimpulan Pembelajaran model quantum teaching didesain
dengan memperhatikan prinsip dan komponen rencana
pelaksanaan pembelajaran. Perangkat pembelajaran
yang dihasilkan adalah desain pembelajaran, bahan
ajar, media pembelajaran, instrumen penilaian, dan
instrumen observasi. Keterampilan dasar mengajar
meningkat pada setiap tindakan, yang meliputi:
keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
memberikan pertanyaan dan penguatan, melaksanakan
metode secara konsisten, menggunakan media,
mengadakan variasi gerak dan mimik serta intonasi,
mengelola kelas, dan memberikan penjelasan.

8. Review Jurnal
Judul Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning
Terhadap Hasil Belajar Geografi
Jurnal Jurnal Geografi
Volume dan Halaman Volume 12 No 1, hal 1-11
Tahun 2015
Penulis Wina Triani, Zulkarnain, Rahma Kurnia
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Pada saat observasi awal di SMA AlAzhar 3
Bandar Lampung, masalah yang ditemukan di sekolah
yaitu siswa tidak mampu menghubungkan apa yang
mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan
tersebut akan dipergunakan atau dimanfaatkan,
Karena mereka diajar dengan menggunakan sesuatu
yang abstrak yaitu menggunakan metode ceramah,
sehingga pembelajaran berpusat pada guru dan siswa
menjadi tidak aktif, kurang motivasi dalam belajar dan
siswa menjadi kurang percaya diri tampil didepan
kelas, hal tersebut berdampak pada hasil belajar yang
rendah. Seharusnya peran guru adalah sebagai
pembimbing, motivator, dan fasilitator, banyak cara
yang dapat dilakukan agar siswa menjadi lebih aktif,
antara lain dalam pemilihan model yang tepat dalam
proses belajar mengajar, sehingga mampu
berpengaruh pada aktivitas dan hasil belajar siswa.
Metode Penelitian Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen
dan menggunakan desain penelitian posttest-only
control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh
kelas XI IPS dengan sampel kelas XI IPS 3 dan XI
IPS 4 yang ditentukan dengan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes
dan dokumentasi. Uji hipotesis menggunakan uji-t dan
uji One Way ANOVA.
Teori -
Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya
perbedaan signifikan hasil belajar siswa dimana hasil
belajar siswa yang diberi perlakuan model project
based learning lebih tinggi dari hasil belajar siswa
yang diberi perlakuan model konvensional, (2) ada
pengaruh model pembelajaran project based learning
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
geografi.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pengujian
hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa Terdapat
perbedaan signifikan hasil belajar siswa dimana hasil
belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan
model project based learning lebih tinggi dibanding
kelas kontrol yang menggunakan model konvensional
pada mata pelajaran Geografi.

9. Review Jurnal
Judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team
Quiz Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Smp Negeri 12 Banda
Aceh.
Jurnal Jurnal Ilmiah
Volume dan Halaman Volume 3, Nomor 1, Hal 125-132,
Tahun 2018
Penulis Zamalun Afzal, Amsal Amri, Thamrin Kamaruddin
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Pada tingkat SMPN UN geografi menjadi IPS
yang digabungkan dengan sejarah dan ekonomi. Nilai
rata-rata UN Tahun 2016 di SMP Negeri 12 Banda
Aceh, pada pelajaran IPS (5,00) dan matematika
(4,50) (Informasi Ujian Nasional 2016). Oleh karena
geografi termasuk mata pelajaran yang diuji pada UN,
maka sepatutnya siswa harus meningkatkan belajar
dan prestasinya untuk dapat mencapai angka minimal
kelulusan yaitu 5,50.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik
untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Quiz
Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Banda
Aceh”.
Metode Penelitian Peneliti melaksanakan observasi di SMP Negeri
12 Banda Aceh, Jln. Pawang Itam, Gampong Jawa,
Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Peneliti ini
dilaksanakan mulai tanggal 22 Januari 2018 sampai 5
Februari 2018. Populasi dalam penelitian yaitu siswa
kelas VIII di SMP Negeri 12 Banda Aceh sejumlah
40. Metode penelaah mengunakan metode penelitian
tindakan kelas (PTK).
Teori -
Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan ketuntasan
individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 70%
siklus II dan 90% siklus III. Ketuntasan klasikal
meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada
siklus II dan 100% pada siklus III. Jumlah aktivitas
guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas pada siklus I
menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada
siklus III. Keterampilan guru dengan skor 2,3 (sedang)
pada siklus I menjadi 3 (baik) pada siklus II dan 3,5
(baik) pada siklus III. Sebanyak 90% siswa sangat
menyenangkan dan membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran menggunakan media
gambar. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III
maka dapat dikatakan bahwa penerapan model
pembelajaran Tipe Team Quiz menggunakan media
gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kesimpulan Berdasarkan PTK dengan menerapkan model
Tipe Team Quiz menggunakan media gambar, Hasil
ketuntasan secara individual 35% pada tindak siklus 1
meningkat menjadi 70% pada tindak siklus 2 dan 90%
pada tindak siklus 3. Pada tindak siklus 1 ketuntasan
klasiikal sebesar 40% dan meningkat menjadi 70%
pada tindak siklus 2 serta 100% pada tindak siklus 3.
Kesesuaian aktivitas guru dan siswa mengalami
peningkatan disetiap siklus, sebanyak 5 pada siklus 1,
8 pada siklus 2, dan 9 pada siklus 3 dari 10 aktivitas
yang telah direncanakan. Keterampilan guru pada
siklus 1, 2, dan 3 mengalami peningkatan disetiap
siklusnya, dengan skor 2,3 (sedang) pada siklus 1,
skor 3 (baik) pada siklus 2, skor 3,5 (baik) pada siklus
3.

10. Review Jurnal


Judul Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Dan Hasil
Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Jigsaw
Jurnal Jurnal Pendidikan Geografi
Volume dan Halaman Volume 3 Nomor 3 pp, Hal 73 - 88
Tahun April 2015
Penulis Syamsul Bardi
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan
Aktivitas mengajar pendidik Pada SMA Negeri 3
Banda Aceh. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas
XI-IPS1 SMA Negeri 3 Banda Aceh.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) kolaboratifModel
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Pembahasan Untuk aktivitas pendidik sudah menunjukkan hal yang
baik dengan skor maksimal untuk beberapa indicator,
namun masih ada indiator yang masih belum nampak
maksimal, yaitu pada indicator pemberian hukuman
dan hadiah serta indicator perhatian yang merata.
Sedangkan hasil belajar peserta didik sudah
menunjukkan ketuntasan belajar meskipun hanya 0.75
di atas batas atau standar ketuntasan yaitu 85,00%.
Peningkatan perolehan hasil belajar ini sangat
mungkin juga disebabkan karena aktivitas belajar
peserta didik yang mulai meningkat, juga karena
perbaikan aktivitas pendidik.
Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh adalah :
1. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw dalam pembelajaran Geografi terbukti dapat
meningkatkan aktivitas belajar peserta didik.
2. Sedangkan, jika dilihat dari aspek aktivitas
pendidik, hampir seluruh aspek sudah Dapat
diterapkan, hanya sebagian yang belum optimal,
yaitu perhatian yang belum Merata pada seluruh
peserta sidik.
penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe jigsaw
jika dilihat dari aspek perolehan hasil belajar peserta
didik juga Menunjukkan keberhasilan.

11. Review Jurnal


Judul Meningkatkan Keaktivan Dan Hasil Belajar Geografi
Tentang Sebaran Barang Tambang Di Indonesia
Melalui Gabungan Model Pembelajaran Picture And
Picture Dan Group Investigation Bagi Siswa Kelas Xi
Ips 2 Sma Negeri 8 Surakarta Tahun 2015
Jurnal Jurnal Pendidikan Geografi
Volume dan halaman Volume 2 Nomor 2 pp, Hal 155 - 161
Tahun Juli 2016
Penulis Ari Rajasa
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan
keaktivan belajar Geografi pada materi pokok sebaran
barang tambang di Indonesia siswa kelas XI IPS 2
SMA Negeri 8 Surakarta menggunakan model
Piicture and Picture dikombinasikan dengan Group
Investigation dan Untuk meningkatkan hasil belajar
Geografi materi pokok sebaran barang tambang di
Indonesia siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8
Surakarta menggunakan model Picture and Picture
dikombinasikan dengan Group Investigation.
Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan alur
penelitiannya yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan dan refleksi
Pembahasan Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut: Pertama pembelajaran dengan menggunakan
model Picture and Picture dapat meningkatkan hasil
belajar dilihat dari aspek sikap dan ketrampilan yang
diamati. Sikap spiritual siswa meningkat dari 55 %
menjadi 83 %. Sikap sosial siswa juga meningkat dari
51 % menjadi 79%. Aspek ketrampilan juga
mengalami peningkatan, dari 58 % menjadi 79 %.
Pada aspek keaktivan belajar siswa juga meningkat
secaraakumulatif, dari 65 % menjadi 88,6 %. Kedua,
pembelajaran dengan menggunakan model Picture
and Picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa
yaitu persentase ketuntasan belajar siswameningkat
dari yang semula hanya 64,3% menjadi 92,9%.
Ketiga, pembelajaran dengan menggunakan model
Picture and Picture dapat meningkatkan keaktivan
belajar Geografi siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri
8 Surakarta pada materi pokok Sebaran Barang
Tambang di Indonesia, dengan hasil akhir 88,6%
siswa memiliki keaktivan belajar pada kategori tinggi
sampai sangat tinggi.
Kesimpulan Pada penilaian sikap sosial, pada siklus I sebesar 51
%, dan mengalami peningkatan lagi sebesar 79 %
pada siklus II. Sedangkan pada penilaian ketrampilan
hasilnya siklus I sebesar 58%, dan pada siklus II yaitu
79 %. Hal ini berarti bahwa hasil belajar siswa telah
melampaui kriteria keberhasilan tindakan yang
ditetapkan yaitu > 75%. Berdasarkan pelaksanaan
siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan, bahwa
penggunaan metode kooperatif gabungan model
Picture and Picture dan Group Investigationdapat
meningkatkan keaktivan dan hasil belajar siswa kelas
XI IPS 2 SMA Negeri 8 Surakarta.

12. Review Jurnal


Judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Picture And Picture Berbasis Projected Motion Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada
Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VII-6 SMP Negeri 7
Banda Aceh
Jurnal Jurnal pendidikan Geografi
volume dan Halaman Volume 1 Nomor 1 pp, Hal 80 - 89
Tahun Agustus 2016
Penulis Khairi Sukma Dewi
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
Peningkatan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas
VII-6 SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan
siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan
keterlaksanaan model pembelajaran Picture and
Picture berbasis Projected Motion, keterampilan guru
dalam mengelola pembelajaran dengan model
pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected
Motion dan respon siswa kelas VII-6 SMP Negeri 7
Banda Aceh.
Metode Penelitian penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas
yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar
berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan dalam
kelas.
Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase
ketuntasan secara individual meningkat dari 81,2%
menjadi 100% siswa yang tuntas belajar, persentase
ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi
90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai
siklus III telah mencermin kan penerapan model
pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected
Motion. Keterampilan guru dalam mengelola
pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected
Motion meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,53
dengan katagori sedang menjadi 3 dengan katagori
baik dan respon siswa terhadap model pembelajaran
Picture and Picture berbasis Projected Motion dapat
dikatakan baik.
Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, maka
dapat diambil simpulan. Dengan penerapan model
pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected
Motion dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas
VII-6 SMP Negeri 7 Banda Aceh dalam pembelajaran
IPS Terpadu dengan materi dinamika interaksi
manusia. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan
individual, pada siklus I mencapai 81,2 persen atau
dari 32 siswa ada 26 siswa yang tuntas dan 6 siswa
yang belum tuntas kemudian pada siklus II terjadi
peningkatan hingga mencapai 93,7 persen atau dari 32
siswa ada 30 siswa yang tuntas dan hanya 2 siswa
yang belum tuntas, sedangkan untuk ketuntasan
klasikal, pada siklus I mencapai 60 persen kemudian
meningkat pada siklus II menjadi 80 persen dan pada
siklus III menjadi 90 persen.

13. Review Jurnal


Judul Penerapan Model Pembelajaran Assure Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas Xi
Ips Sma Negeri 12 Banda Aceh
Jurnal Jurnal Ilmiah Geografi
Volume dan halaman Volume I, Nomor 1, Hal 203-211,
Tahun Agustus 2016
Penulis Winda Maulina, Thamrin Kamaruddin, M. Yusuf
Harun
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Menurut Pribadi (2011:29) ASSURE adalah
model pembelajaran ini lebih berorientasi kepada
pemanfaatan media dan teknologi dalam menciptakan
proses dan aktivitas pembelajaran yang diingkinkan.
Pemanfaatan model desain pembelajaran ASSURE
perlu dilakukan tahap demi tahap dan menyeluruh
agar dapat memberikan hasil yang optimal yaitu
terciptanya pembelajaran sukses.
Model pembelajaran ASSURE adalah model
desain sistem pembelajaran yang bersifat praktis dan
mudah diimplementasikan untuk mendesain aktivitas
pembelajaran, baik yang bersifat individual maupun
klasikal.
Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan
kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS
2 SMA Negeri 12 Banda Aceh tahun pelajaran
2015/2016 berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan
data dalam penlitian ini adalah dengan tes, angket,
observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase
ketuntasan secara individual meningkat dari 76%
menjadi 96% siswa yang tuntas belajar, persentase
ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi
90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai
siklus II telah mencerminkan penerapan model
pembelajaran ASSURE. Keterampilan guru dalam
mengelola pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran ASSURE meningkat dari perolehan skor
rata-rata 2,73 dengan katagori baik menjadi 3,50
dengan katagori baik dan respon siswa terhadap model
pembelajaran ASSURE dapat dikatakan baik. 96
persen dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan
belajar melalui model pembelajaran ASSURE dapat
meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi
pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan
berkelanjutan.
Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, maka
dapat diambil simpulan. Dengan penerapan model
pembelajaran ASSURE dapat meningkatkan hasil
belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Banda
Aceh dalam pembelajaran Geografi dengan materi
pelestarian lingkungan hidup. Hal ini dapat dilihat dari
ketuntasan individual, pada siklus I mencapai 76
persen kemudian pada siklus II terjadi peningkatan
hingga mencapai 96 persen, sedangkan untuk
ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 60 persen
kemudian meningkat dan pada siklus II menjadi 90
persen.

14. Review Jurnal


Judul Meningkatkan Keaktivan Dan Hasil Belajar Geografi
Tentang Sebaran Barang Tambang Di Indonesia
Melalui Gabungan Model Pembelajaran Picture And
Picture Dan Group Investigation Bagi Siswa Kelas Xi
Ips 2 Sma Negeri 8 Surakarta Tahun 2015.
Jurnal Jurnal GeoEco
Volume dan Halaman Vol. 2, No. 2 Hal. 155-161
Tahun Juli 2016
Penulis Ari Rajasa, Sarwono, Sigit Santoso
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Berdasarkan pengamatan, proses pembelajaran
yang digunakan di SMA Negeri
8 Surakarta secara umum adalah pembelajaran yang
berpusat pada guru (teacher oriented). Guru banyak
memberikan ceramah tentang materi yang
disampaikan dan siswa masih belum aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan kondisi tersebut,maka dipandang
perlu dilakukan perbaikan dalam proses pembelajaran
pada siswa khususnya kelas XI IPS 2. Hal ini
dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat aktif selama
proses pembelajaran berlangsung dan hasil belajarnya
dapat lebih maksimal.
Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan alur
penelitiannya yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan dan refleksi. Alur tersebut disusun
sehingga membentuk suatu siklus. Penelitian bersifat
kolaboratif, yaitu dengan melibatkan teman sejawat
yang bekerja sama mengidentifikasi masalah,
penyusunan rencana, melaksanakan tindakan,
mengobservasi dan merefleksi. Analisis data
menggunakan analisis deskriptif persentatif dan
deskriptif kualitatif.
Pembahasan Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah
sebagai berikut: Pertama pembelajaran dengan
menggunakan model Picture and Picture dapat
meningkatkan hasil belajar dilihat dari aspek sikap dan
ketrampilan yang diamati. Sikap spiritual siswa
meningkat dari 55 % menjadi 83 %. Sikap sosial siswa
juga meningkat dari 51 % menjadi 79%. Aspek
ketrampilan juga mengalami peningkatan, dari 58 %
menjadi 79 %. Pada aspek keaktivan belajar siswa
juga meningkat secara akumulatif, dari 65 % menjadi
88,6 %. Kedua, pembelajaran dengan menggunakan
model Picture and Picture dapat meningkatkan hasil
belajar siswa yaitu persentase ketuntasan belajar siswa
meningkat dari yang semula hanya 64,3% menjadi
92,9%. Ketiga, pembelajaran dengan menggunakan
model Picture and Picture dapat meningkatkan
keaktivan belajar Geografi siswa kelas XI IPS 2 di
SMA Negeri 8 Surakarta pada materi pokok Sebaran
Barang Tambang di Indonesia, dengan hasil akhir
88,6% siswa memiliki keaktivan belajar pada kategori
tinggi sampai sangat tinggi.

Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan siklus I dan siklus II,


dapat disimpulkan, bahwa penggunaan metode
kooperatif gabungan model Picture and Picture dan
Group Investigationdapat meningkatkan keaktivan dan
hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8
Surakarta.

15. Review Jurnal


Judul Penerapan Teknik Peta Pikiran (Mind Map) Untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Pada
Peserta Didik Kelas Xi-2 Ips Sman 1 Rasau Jaya
Kabupaten Kubu Raya
Jurnal Jurnal Gea
Volume dan Halaman Volume 14 Nomor 2, hal. 92-98
Tahun Oktober 2014
Penulis Diah Trismi Harjanti, Epon Ningrum, Ahmad Yani
Reviewer Hasriani
Tanggal 16 November 2019
Latar Belakang Penelitian ini dilatarbelakangai oleh lemahnya
pemahaman konsep geografi peserta didik di SMAN 1
Rasau Jaya. penyebab lemahnya pemahaman konsep
geografi adalah materi ajar yang sangat banyak pada
setiap pokok bahasannya membuat guru sering
memilih memberikan tugas meringkas materi dan
mendiktekan materi kepada peserta didik disetiap
pertemuannya. Salah satu upaya untuk mengetahui
peningkatan pemahaman konsep geografi peserta
didik adalah dengan dapat menerapkan teknik peta
pikiran. Penelitian ini juga dapat mengetahui
hambatan yang dihadapi selama penerapan teknik peta
pikiran.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan desain Penelitian
Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMAN 1
Rasau Jaya pada semester genap. Subjek penelitian
adalah peserta didik kelas XI IPS 2 dengan jumlah
peserta didik 24, peserta didik laki-laki 12 dan peserta
didik perempuan 12. Rencana tindakan dilaksanakan
melalui dua siklus dan disetiap siklusnya terdiri dari
dua tindakan. Adapun dalam setiap tindakan terdiri
dari tiga kegiatan yaitu: perencanaan (planning),
pelaksanaan (action), dan refleksi (reflection).
Pembahasan Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila 75%
dari jumlah peserta didik atau sekitar 18 peserta didik
mencapai KKM. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan pemahaman konsep geografi
peserta didik melalui penerapan teknik peta pikiran
(Mind Map) pada mata pelajaran geografi.
Peningkatan tersebut dapat dilihat dari setiap tindakan
yang dilakukan. Hambatan yang dihadapi selama
pelaksanaan penelitian diantaranya keterbatasan waktu
penelitian, penguasaan langkah-langkah teknik
pembelajaran, manajemen waktu yang kurang baik
oleh guru model, dan kurangnya minat peserta didik
dalam membaca dan menulis. Kesimpulannya, teknik
peta pikiran (Mind Map) dapat meningkatkan
pemahaman konsep geografi peserta didik.
Rekomendasi dalam penelitian ini adalah guru dapat
mencoba menggunakan teknik peta pikiran untuk
pembelajaran selanjutnya, selain dapat mempermudah
dalam penyampaian pokok bahasan yang banyak juga
dapat melatih guru dalam penggunaan waktu yang
efisien., melatih minat baca dan menulis peserta didik
serta melatih ketekunan, ketelitian dan kesabaran
peserta didik.
Kesimpulan Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam dua siklus
dan berakhir pada siklus 2 tindakan kedua dikarenakan
secara keseluruhan nilai disetiap tugas yang diberikan
sudah mencukupi nilai KKM yaitu 65. Artinya 75 %
dari jumlah peserta didik atau sekitar 18 peserta didik
dinyatakan berhasil dalam mencapai nilai KKM dan
berhasil dalam belajar menggunakan teknik peta
pikiran untuk meningkatkan pemahaman konsep. Dari
evaluasi akhir pembelajaran hanya 3 peserta didik
yang belum memenuhi nilai KKM yaitu < 65.
Sedangkan 21 peserta didik lainnya berada di atas
nilai KKM atau ≥ 65, nilai ini dapat dilihat pada
lampiran. Adapun nilai rata-rata hasil evaluasi peserta
didik yaitu sebesar 74.88.