Anda di halaman 1dari 15

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Kondisi Saat Ini dan Kondisi Yang Diharapkan


Angka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di UPTD
Puskesmas Aere masih cukup tinggi. Lingkungan atau tempat tinggal
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA yaitu apabila
luas bangunan tidak sebanding dengan jumlah penghuni akan menyebabkan
kurangnya asupan oksigen dan memudahkan terjadinya penularan infeksi.
Pemahaman pasien atau keluarga pasien serta masyarakat tentang ISPA
sangat berperan dalam pengendalian kejadian ISPA. Oleh karena itu
pemberian pemahaman pada pasien dan keluarga pasien sangat diperlukan
dalam meningkatkan pemahaman tentang ISPA. Pemberian pemahaman
tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan dalam pelaksanaan
asuhan keperawatan yang di lakukan oleh perawat. Penulis berharap dengan
adanya kegiatan ini pemahaman pasien dan keluarga pasien tentang ISPA
dapat meningkat sehingga kedepannya pasien dan keluarga dapat mengetahui
cara pencegahan ISPA serta pada akhirnya dapat mengurangi kejadian ISPA di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Aere.
Pada kenyataannya, kondisi yang terjadi saat ini adalah belum optimalnya
peran perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan dalam asuhan
keperawatan khususnya pada pasien ISPA di ruang pemeriksaan umum UPTD
Puskesmas Aere. Sehingga pasien tidak dapat mengetahui penyebab dari
gejala penyakitnya dan bagaimana pencegahannya di kemudian hari.

Gambar3.1 Angka 10 Penyakit terbanyak Kecamatan Aere Tahun 2018


(Sumber : Profil Kesehatan UPTD Puskesms Aere Tahun 2018)

17
Gambar 3.1 diatas menunjukkan bahwa jumlah penyakit yang
terbanyak di UPTD Puskesmas Aere pada Tahun 2018 adalah ISPA sebanyak
197 kasus.

Secara singkat, isu-isu yang menjadi masalah dalam tupoksi Perawat terampil
yakni:
a. Belum Optimalnya peran perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan
dalam asuhan keperawatan pada pasien ISPA di ruang pemeriksaan umum
UPTD Puskesmas Aere.
b. Kurangnya tenaga perawat yang mempunyai legalitas dalam pemberian
asuhan keperawatan di ruang pemeriksaan umum UPTD Puskesmas Aere.
c. Belum optimalnya pendokumentasian asuhan keperawatan pada
pasien di ruang pemeriksaan umu m UPTD Puskesmas Aere.
3.2 Identifikasi, Analisis dan Penetapan Isu
3.2.1 Teknik Analisis Isu
Setelah melakukan analisis terhadap keadaan yang diharapkan
dan keadaan sekarang, selanjutnya melakukan analisis isu untuk
memilih isu prioritas menggunakan penilaian secara USG. Dengan
menggunakan nilai rentang 1-5. Nilai yang semakin tinggi menunjukkan
bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk segera di
tangani. Analisis kualitas isu dengan alat analisis USG, yang meliputi
kriteria :
a. Urgency : seberapa mendesak isu itu harus di bahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti
b. Seriousness : seberapa serius isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang di timbulkan.
c. Growth : seberapa besar kemungkinan memburuknya
isu tersebut jika tidak di tangani sebagaimana
mestinya.

Tabel 3.1 Analisis kualitas isu menggunakan USG


MASALAH KRITERIA

18
NO U S G
JUMLAH RANK
(1-5) (1-5) (1-5)
Belum Optimalnya peran
perawat untuk memberikan
pendidikan kesehatan dalam
4 4 4 12 1
asuhan keperawatan pada
pasien di ruang pemeriksaan
umum UPTD Puskesmas Aere.
2 Kurangnya tenaga perawat
yang mempunyai legalitas
dalam pemberian asuhan
4 4 3 10 2
keperawatan di ruang
pemeriksaan umum UPTD
Puskesmas Aere.
3 Belum optimalnya
pendokumentasian asuhan
keperawatan pada pasien di 4 3 3 10 3
ruang pemeriksaan umum
UPTD Puskesmas Aere.

Dari analisa isu dengan menggunakan USG, isu yang berada pada
peringkat 1 adalah belum optimalnya peran perawat untuk memberikan
pendidikan kesehatan dalam asuhan keperawatan pada pasien ISPA di
ruang pemeriksaan umum UPTD Puskesmas Aere.
Gagasan pemecahan isu dari dampak yang dapat ditimbulkan dari
isu diatas sekaligus menjadi judul aktualisasi yakni: “Optimalisasi peran
perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan dalam asuhan
keperawatan pada pasien ISPA di ruang pemeriksaan umum UPTD
Puskesmas Aere”.

3.2.2 Penetapan Isu

19
Isu prioritas “belum optimalnya peran perawat untuk memberikan
pendidikan kesehatan dalam asuhan keperawatan pada pasien ISPA di
Ruang Pemeriksaan Umum UPTD Puskesmas Aere”.
3.2.3 Sumber Isu
Isu yang diperoleh dan di identifikasi, dari hasil diskusi dengan
mentor di tempat tugas dan mengamati langsung keadaan yang ada di
lingkungan tempat tugas.
3.2.4 Deskripsi Isu
Isu yang di angkat mengenai “belum optimalnya peran perawat
untuk memberikan pendidikan kesehatan dalam asuhan keperawatan
pada pasien ISPA di Ruang Pemeriksaan Umum UPTD Puskesmas
Aere”. karena permasalahan ataupun fenomena yang ada saat ini
adalah banyaknya kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di
UPTD Puskesmas Aere namun pemberian pendidikan kesehatan dalam
asuhan keperawatan pada pasien khusunya pada pasien ISPA masih
jarang dilakukan.
3.2.5 Dampak Jika Isu Tidak Bisa Diselesaikan
Isu yang diangkat pada aktualisasi ini adalah belum optimalnya
peran perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan dalam asuhan
keperawatan pada pasien di Ruang Pemeriksaan Umum UPTD
Puskesmas Aere, jika isu ini tidak dapat diselesaikan, maka akan
berdampak :
a. Meningkatnya angka penderita Infeksi saluran pernapasan akut di
Kec. Aere, Kab. Kolaka Timur.
b. Timbulnya komplikasi yang membahayakan tubuh.
3.2.6 Solusi Terpilih
Usaha untuk mengatasi isu tersebut diatas dapat dilakukan dengan
kegiatan sebagai berikut :
a. Mengonsultasikan rancangan kegiatan yang akan di lakukan kepada
Kepala Puskesmas.
b. Melakukan sosialisasi ke tenaga perawat di Ruang Pemeriksaan
Umum tentang pentingnya pemberian pendidikan kesehatan dalam
asuhan keperawatan.

20
c. Memberikan informasi kesehatan khususnya tentang penyakit ISPA
melalui Tayangan Video.
d. Membuat leaflet tentang ISPA sebagai sarana Health Education
dalam asuhan keperawatan (Inovasi).
e. Melaksanakan asuhan Keperawatan pada pasien rawat jalan.

3.3 Deskripsi / Penjelasan Kegiatan

Unit Kerja : UPTD Puskesmas Aere


Isu yang diangkat : Belum optimalnya peran perawat untuk memberikan
pendidikan kesehatan dalam asuhan keperawatan
pada pasien di Ruang Pemeriksaan Umum UPTD
Puskesmas Aere.
Judul Aktualisasi : Optimalisasi peran perawat untuk memberikan
Pendidikan Kesehatan dalam asuhan keperawatan
pada pasien di Ruang Pemeriksaan Umum UPTD
Puskesmas Aere.

21
3.4 Rancangan Pelaksanaan Kegiatan
Tabel 3.2 Rancangan Pelaksanaan Kegiatan
KONTRIBUSI
KETERKAITAN PENGUATAN
TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL SUBSTANSI MATA NILAI
VISI-MISI
PELATIHAN ORGANISASI
ORGANISASI
1 Mengonsultasikan a.Menyiapkan a.Tersedianya a.Penyiapan Terwujudnya Dengan
rancangan rancangan kegiatan rancangan rancangan pelayanan melaksanakan
kegiatan yang yang akan dilakukan kegiatan kegiatan kesehatan yang sosialisasi
akan di lakukan b.Mengatur waktu b.Terdapatnya merupakan bermutu dan maka telah
kepada Kepala konsultasi dengan waktu yang tepat tanggung jawab merata menuju menguatkan
Puskesmas. kepala puskesmas untuk yang harus masyarakat nilai
c. Konsultasi dengan berkosultasi. dilakukan agar unggul, sehat organisasi
kepala puskesmas c. Terlaksananya agar kegiatan dan sejahtera “NYATAKAN
tentang rancangan konsultasi dapat berjalan Visi dan Misi”
kegiatan rancangankegiat dengan baik serta “UPAYA”
d.Mendokumentasikan an pada kepala (Akuntabilitas)
proses konsultasi puskesmas b.Dengan mengatur
d.Tersedianya waktu
catatan dan penyelenggaraan

22
dokumentasi dari kegiatan maka
kegiatan kegiatan tersebut
dapat lebih efisien
(Komitmen Mutu)
c. Dalam melakukan
konsultasi dengan
atasan seorang
ASN harus
menggunkan
bahasa yang
sopan (Etika
Publik)
d.Pada tahap akhir
dilakukan
pendokumentasia
n dari hasil
kegiatan
(Akuntabilitas)
2 Melakukan a.Mempersiapkan a.Tersedianya a. Penyiapan materi Terwujudnya Dengan
sosialisasi ke materi yang akan di materi yang akan merupakan pelayanan melaksanakan
tenaga perawat di sosialisasikan disosialisasikan tanggung jawab kesehatan yang sosialisasi

23
Ruang b.Mengatur waktu b.Terlaksananya yang harus bermutu dan maka telah
Pemeriksaan kegiatan sosialisasi sosialisasi dilakukan agar merata menuju menguatkan
Umum tentang c. Pelaksanaan dengan tenaga sosialisasi dapat masyarakat nilai
pentingnya sosialisasi ke tenaga perawat di ruang berjalan dengan unggul, sehat organisasi
pemberian perawat pemeriksaan baik dan sejahtera “NYATAKAN
pendidikan d.Mendokumentasikan c. Tersedianya (Akuntabilitas) Visi dan Misi”
kesehatan dalam proses sosialisasi catatan dan b. Mengatur waktu
asuhan dokumentasi dari penyelenggaraan
keperawatan. kegiatan kegiatan maka
sosialisasi kegiatan tersebut
dapat lebih efisien
(Komitmen Mutu)
c. Dalam melakukan
sosialisasi
seorang ASN
harus
menggunkan
bahasa yang
sopan dan mudah
di mengerti (Etika
Publik)

24
d. Pada tahap akhir
dilakukan
pendokumentasia
n dari hasil
kegiatan
(Akuntabilitas)
3 Memberikan a.Mempersiapkan a.Tersedianya a.Penyiapan video Terwujudnya Dengan
informasi Video yang akan di Video kesehatan yang akan pelayanan menayangka
kesehatan tayangkan yang akan di ditayangkan kesehatan yang n informasi
khususnya b.Mengkoordinasikan tayangkan merupakan bermutu dan kesehatan
tentang penyakit dengan pihak – pihak b.Informasi tanggung jawab merata menuju maka telah
ISPA melalui terkait tentang video kesehatan yang yang harus masyarakat menguatkan
Tayangan Video. yang akan di di tayangkan dilakukan agar unggul, sehat nilai
tayangkan sesuai dengan kegiatan dapat dan sejahtera organisasi
c. Menayangkan video aturan promosi berjalan dengan “NYATAKAN
tentang penyakit kesehatan baik Visi dan Misi”
ISPA c. Penayangan (Akuntabilitas)
d.Mendokumentasikan video informasi b.Mengkoordinasika
Hasil kegiatan tentang Ispa n Informasi yang
dapat terlaksana akan di tayangkan
d.Tersedianya dengan pihak

25
dokumentasi dari terkait (program
penayangan P2P dan
informasi Promkes)
kesehatan sehingga
informasi yang di
tayangkan dapat
lebih efektif dan
sesuai dengan
aturan promosi
kesehatan
(Komitmen Mutu
dan Etika Publik)
c. Pada tahap akhir
dilakukan
pendokumentasia
n dari hasil
kegiatan
(Akuntabilitas)
4 Membuat leaflet a. Mempersiapkan a. Tersedianya a. Penyiapan leaflet Terwujudnya Dengan
tentang ISPA Leaflet tentang ISPA Leaflet tentang yang merupakan pelayanan menayangka
sebagai sarana b.Mengkoordinasikan ISPA sebagai tanggung jawab kesehatan yang n informasi

26
Health Education dengan pihak – pihak sarana Health yang harus bermutu dan kesehatan
dalam asuhan terkait tentang Education dilakukan agar merata menuju maka telah
keperawatan Leaflet ISPA yang b. Lefleat tentang kegiatan dapat masyarakat menguatkan
(Inovasi). telah di buat. ISPA yang akan berjalan dengan unggul, sehat nilai
c. Mendokumentasikan di gunakan baik dan sejahtera organisasi
Hasil kegiatan sesuai dengan (Akuntabilitas) “NYATAKAN
kaidah dalam b.Mengkoordinasika Visi dan Misi”
promosi n Leaflet yang di
kesehatan dibuat dengan
c. Tersedianya pihak terkait
dokumentasi (program P2P dan
berupa Leaflet Promkes)
Kesehatan sehingga leaflet
kesehatan yang dibuat dapat
lebih efektif dan
sesuai dengan
aturan promosi
kesehatan
(Komitmen Mutu
dan Etika Publik)
c. Pada tahap akhir

27
dilakukan
pendokumentasia
n dari hasil
kegiatan
(Akuntabilitas)
5 Melaksanakan a.Melakukan a.Terlaksananya a.Dalam mengkaji Terwujudnya Dengan
asuhan pengkajian Pengkajian pasien pelayanan melakukan
Keperawatan keperawatan Keperawatan diperlukan kesehatan yang asuhan
pada pasien b.Menegakkan b.Ditegakkannya keramahan dan bermutu dan keperawatan
rawat jalan diagnosa diagnosa kesopanan serta merata menuju pada pasien
Keperawatan keperawatan menjaga privasi masyarakat maka telah
c. Melakukan Intervensi c. Tersedianya pasien, serta unggul, sehat menguatkan
/ perencanaan rencana tindakan (Etika Publik) dan sejahtera nilai
tindakan Keperawatan b.Diagnosa organisasi
keperawatan d.Terlaksananya keperawatan “EMPATI dan
d.Melakukan tindakan yang ditegakan UPAYA”
Implementasi keperawatan harus efektif dan
keperawatan sesuai rencana sesuai dengan
e.Melakukan evaluasi e.Tindakan prioritas
keperawatan keperawatan masalah(Komit
yang telah men Mutu)

28
dilaksanakan c. Rencana
telah di evaluasi tindakan
hasilnya dan keperawatan
terdokumentasik yang di buat
an harus efektif dan
efisien serta
berorientasi pada
mutu (Komitmen
Mutu)
d.Implementasi
dari rencana
tindakan
dilakukan
dengan sikap
sopan
danmenjaga
privasi pasien
berorientasi pada
mutu tindakan (
Etika Publik dan
Komitmen Mutu

29
)
e.Penilaian dari
pelaksanaan
tindakan
keperawatan
merupakan
tanggung jawab
dan harus jujur
serta transparan
untuk mengetahui
keadaan pasien
yang sebenarnya
(Akuntabilitas)

30
3.5 Matrik Jadwal Aktualisasi
Tabel 3.3 Jadwal Aktualisasi

NOVEMBER 2019 DESEMBER 2019


NO KEGIATAN Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
I II III IV I II III IV
1 Mengonsultasikan rancangan kegiatan yang
akan di lakukan kepada Kepala Puskesmas.
Melakukan sosialisasi ke tenaga perawat di
Ruang Pemeriksaan Umum tentang pentingnya
2
pemberian pendidikan kesehatan dalam asuhan
keperawatan.
Membuat leaflet tentang ISPA sebagai sarana
3 Health Education dalam asuhan keperawatan
(Inovasi).
4 Memberikan informasi kesehatan khususnya
tentang penyakit ISPA melalui Tayangan Video.

Melaksanakan asuhan Keperawatan pada


5
pasien rawat jalan

31