Anda di halaman 1dari 8

MODUL 3- Pengukuran dan Estimasi Volume Molar serta Densitas Cairan

pada berbagai Temperatur

3.1 Tujuan Percobaan


Tujuan percobaan pada modul 3 adalah sebagai berikut:
- Mahasiswa dapat melakukan pengukuran volume molar dan densitas cairan
pada berbagai temperatur.
- Mahasiswa dapat menghitung atau melakukan estimasi volume molar dan
densitas cairan dengan metode Elbro.
- Mahasiswa dapat membandingkan hasil pengukuran dan hasil estimasi.

3.2 Metodologi Percobaan


a. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan di modul 3 adalah sebagai berikut:
- Gelas ukur 100ml
- Gelas ukur 50ml
- Piknometer
- Beaker glass 400ml
- Beaker glass 100ml
- Termometer 100°C
- Neraca analitik
- Es batu
- Bulp pipet
- Bak
- Aquades
- Etanol 99%
- Etil Asetat
- Pipet ukur
- Tisu
- Kain lap
- Alumunium foil
- Botol semprot
b. Diagram Alir Percobaan

Mengukur densitas etanol atau bahan


bahan lain dengan menggunakan
piknometer pada berbagai variabel
temperatur dan mencatat hasil sebagai
densitas bahan.

Menghitung estimasi volume molar


berdasarkan metode Elbro.

Menghitung densitas bahan dengan


cara membagi berat molekul (BM)
masing-masing bahan dengan volume
molar hasil perhitungan.

Membandingkan volume dan densitas


hasil perhitungan dengan hasil
pengukuran dan dinyatakan sebagai %
penyimpangan

Gambar 3.1. Diagram alir pengukuran dan estimasi volume molar serta densitas cairan
pada berbagai temperatur
3.3 Hasil Percobaan
Piknometer kosong A = 32, 906 gram
Piknometer kosong B = 33,889 gram
Piknometer A + air = 57,568 gram
Piknometer B + air = 58,541 gram
Massa air A = 24,662 gram
Massa air B = 24,652 gram
m
Menghitung volume piknometer dengan menggunakan rumus ρ = pada suhu
v

ruang yaitu 25°C. Densitas air pada suhu 25°C adalah 0,997 gram / cm3
v 24,662
Volume piknometer A = ρ = = 24,7362 ml
0,997
24,652
Volume piknometer B = vρ = 0,997
= 24,7261 ml
Tabel 3.1 Data pengamatan densitas cairan etanol dengan piknometer A
Suhu (°C) Massa Massa Massa Volume Densitas
pikno pikno + bahan pikno (ml) bahan
kosong bahan (gram) (gram/ml
(gram) (gram) )
25 32,906 52,396 19,49 24,7362 0,7879
20 32,906 52,411 19,505 24,7362 0,7875
15 32,906 52,503 19,579 24,7362 0,7922

Tabel 3.2. Data pengamatan densitas cairan etil asetat dengan piknometer B
Suhu (°C) Massa Massa Massa Volume Densitas
pikno pikno + bahan pikno (ml) bahan
kosong bahan (gram) (gram/ml
(gram) (gram) )
25 33,889 55,961 22,072 24,7261 0,8926
20 33,889 56,096 22,207 24,7261 0,8981
15 33,889 56,186 22,297 24,7261 0,9017

Perhitungan volume molar dicari dengan menggunakan hasil densitas yang telah
dihitung berdasarkan hasil pengukuran, setelah itu langsung dilanjut dengan
BM
mencari volume molar dengan rumus Vm = ρ
. Hasil volume molar yang di

hitung berdasarkan pengukuran akan terhitung melalui rumus tersebut. Contoh


perhitungan volume molar sebagai berikut:
BM
Vm = ρ
46
= 0,7879 = 58,383 ml/mol

Tabel 3.3 Data pengamatan volume molar etanol


Suhu (°C) Volume molar (ml/mol)
25 58,383
20 58, 412
15 57,701
Tabel 3.4 Data pengamatan volume molar etil asetat
Suhu (°C) Volume molar (ml/mol)
25 98,7116
20 98,107
15 92,7154

Perhitungan volume molar dengan menggunakan estimasi volume molar metode


Elbro. Rumus perhitungan metode Elbro itu sendiri adalah ∆vi = Ai + BiT + CiT2.
Perhitungan volume molar etanol dengan metode Elbro.

Tabel 3.5. Konstanta grup kontribusi untuk volume zat cair etil asetat dan etanol
Nama A 103B 105C
Grup
senyawa Cm3/mol Cm3/(mol K) Cm3/(mol K2)
Etanol CH3 18,960 45.58 0
CH2OH 12,520 12,94 23,31
Etil Asetat CH3COO 42,280 -20,50 16,42
CH2 12,520 12,94 0
CH3 18,960 45.58 0

Tabel 3.6. Data perhitungan estimasi volume molar


Etanol Etil Asetat
Suhu (°C) C4H8O2 => CH3COO – CH2 –
C2H6O => CH3 – CH2 – OH
CH3
25 59,7448 ml/mol 100,2148 ml/mol
20 59,3799 ml/mol 99,5359 ml/mol
15 59,0284 ml/mol 98,8691 ml/mol

Menghitung persen penyimpangan volume molar atau densitas menggunakan


rumus sebagai berikut:
densitas hitung - densitas literatur
% penyimpangan densitas = × 100%
densitas literatur
volume molar hitung - volume molar literatur
% penyimpangan volume molar = × 100%
volume molar literatur

Contoh perhitungan persen penyimpangan volume molar dan densitas etanol dan
etil asetat sebagai berikut:
0,7879 - 0,78522
% penyimpangan densitas = × 100%
0,78522

= - 0,34%
58,383 - 59,7448
% penyimpangan volume molar = × 100%
59,7448

= - 2,27 %

Tabel 3.7. Data pengamatan dan literatur densitas


Densitas etanol (gram/cm3) Densitas etil asetat (gram/cm3)
Suhu °C
Pengamatan Literatur Pengamatan Literatur
25 0,7879 0,78522 0,8926 0,89464
20 0,7875 0,78945 0,8981 0,90048
15 0,7922 0,79372 0,9017 0,90627

Tabel 3.8. Data perhitungan kesalahan penentuan densitas


Suhu (°C) % Error Densitas Etanol % Error Densitas Etil
(%) Asetat (%)
25 -0,34 -0,23
20 -0,24 -0,26
15 0,2 -0,5

Tabel 3.9. Data Pengamatan dan metode Elbro


Volume molar etanol (ml/mol) Volume molar etil asetat (ml/mol)
Suhu °C
Pengamatan Elbro Pengamatan Elbro
25 58,383 59,7448 98,7116 100,2148
20 58,412 59,3799 99,107 99,5359
15 57,707 59,0288 92,7154 98,5691
Tabel 3.10. Data perhitungan kesalahan penentuan volume molar
Suhu (°C) % Error volume molar % Error volume molar
etanol (%) etil asetat (%)
25 -2,27 -1,49
20 -1,621 -0,43
15 -2,24 -5,93

3.4 Pembahasan

Densitas adalah didefinisikan sebagai massa dibagi satuan volume. Rumus

dari densitas adalah ρ = mv (kg/m3). Kebalikan dari densitas adalah volume

spesifik v, dimana di definisikan sebagai volume dibagi satuan massa.


v 1
Disimpulkan bahwa v= m
= ρ
, untuk differensial element volume dari massa

δm
𝛿m dan volume 𝛿v, dan densitas dapat dirumuskan sebagai ρ = (Cengel,
δv

2006).
Densitas suatu zat secara umum bergantung pada suhu dan tekanan. Densitas
sebagian besar sebanding dengan tekanan dan berbanding terbalik dengan suhu.
Cairan dan padatan disisi lain pada dasarnya adalah substansi yang tidak bisa
dipadatkan, dan variasi densitasnya dengan tekanan biasanya dapat diabaikan
(Cengel, Yunus, 2006).
Densitas adalah perbandingan massa per satuan volume, sebagai contohnya
kg/m3 atau lb/ft3. Keduanya merupakan nilai numerik dan satuan. Menentukan
densitas suatu zat harus menemukan volume dan massa suatu zat tersebut.
Densitas untuk cairan dan padatan tidak berubah secara signifikan pada kondisi
normal dengan tekanan, tetapi dapat berubah dengan suhu (Himmelblau, 1996).
Volume total menunjukkan ukuran dari sebuah sistem, yaitu didefinisikan
sebagai kuantitas suatu produk. Sistem tersebut kemungkinan dibagi oleh massa
atau mol untuk menghasilkan spesifik atau volume molar:
t
Volume spesifik : V = Vm atau Vt = mV
Vt
Volume Molar : V = atau Vt = nV
n
Spesifik atau densitas molar didefinisikan sebagai kebalikan dari spesifik atau
volume molar : 𝜌 ≡ V-1. Kuantitas (V dan ρ) tidak bergantung pada ukuran sistem
dan merupakan contoh dari variabel termodinamika intensif. Semua itu adalah
fungsi temperatur, tekanan, dan komposisi sistem, kuantitas tambahan yang tidak
bergantung pada ukuran sistem. (Smith, 2005)
Praktikum kali ini kelompok kami melakukan pengukuran dan estimasi
volume molar serta densitas cairan pada berbagai temperatur. Hasil dari
pengukuran volume kami akan bandingkan dengan hasil perhitungan estimasi
volume molar. Perhitungan volume molar dari hasil pengukuran menggunakan
BM
rumus Vm = . Perhitungan estimasi volume molar Perhitungan volume molar
ρ

dengan menggunakan metode Elbro. Rumus perhitungan metode Elbro itu sendiri
adalah ∆vi = Ai + BiT + CiT2.
Praktikum kali ini kelompok kami memperoleh data densitas dan volume
molar yang cukup baik. Data perhitungan tingkat kesalahan dari pengukuran besar
densitas dapat diperoleh data bahwa tingkat kesalahan cukup rendah yaitu
dibawah 10%, hal ini tentunya sangatlah bagus karena data yang diperoleh dari
praktikum tidak jauh berbeda dari data literatur. Volume molar hasil pengukuran
dan hasil perhitungan estimasi juga memiliki tingkat kesalahan yang baik yaitu
dibawah 10%. Praktikum kali ini yaitu, semakin besar suhu maka semakin kecil
densitas yang dihasilkan, dan semakin kecil suhu maka volume molar yang
dihasilkan juga semakin kecil. Suhu berbanding terbalik dengan densitas,
sedangkan volume molar berbanding lurus dengan suhu.

3.5 Kesimpulan
Percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa ;
1. Perhitungan volume molar dari hasil pengukuran memiliki tingkat kesalahan
yang rendah atau bisa dibilang cukup baik.
2. Semakin besar suhu maka semakin kecil densitas yang dihasilkan, dan
semakin kecil suhu maka volume molar yang dihasilkan juga semakin kecil
3. Suhu berbanding terbalik dengan densitas, sedangkan volume molar
berbanding lurus dengan suhu.
3.6 Daftar Pustaka
Cengel, Yunus dkk, 2006, Thermodynamics An Engineering Approach 5th edition,
McGraw Hill, New york
Smith, J.M dkk, 2005, Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics
7thedition, McGraw Hill, New York
Himmelblau, David. M, 1996, Basic Principles and Calculation in Chemical
Engineering 6thedition, Prentice Hall PTR, New Jersey