Anda di halaman 1dari 3

11/13/2019

BAHASA INDONESIA DAMPAK ASAP KEBAKARAN HUTAN 2019

Nama : Yuda Nugraha Pratama


Nrp : 14 2018 006
Dosen : Hadi Prayitno, S.Pd., M.Pd.
DAMPAK ASAP KEBAKARAN HUTAN 2019

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera
Selatan (Sumsel) sampai saat ini masih terjadi. Akibat karhutla tersebut, Kota Palembang
terpapar kabut asap ekstrem yang membuat jarak pandang berkurang dratis.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud


Badaruddin (SMB) II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan, karhutla di sejumlah
wilayah Sumsel sampai saat ini masih terjadi. Sumber dari Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat, terdapat 1. 260 titik panas di Sumsel. Titik panas
terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan jumlah 437 titik panas dan
Kabupaten Banyuasin sebanyak 167 titik panas. Kondisi ini menjadikan kondisi paling
ekstrem selama berlangsungnya karhutla dengan indikasi kuantitas dan jarak pandang yang
terjadi.

Puncaknya pada Senin (14/10/2019) merupakan bencana kabut asap terekstrem yang
pernah melanda Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Tercatat memasuki waktu
subuh hingga menjelang siang, seluruh sudut kota di Palembang tertutup kabut asap. Bahkan
jembatan Ampera pun seakan 'menghilang' lantaran jarak pandang yang berkurang.
Sebelumnya, lebih dari satu bulan lamanya kota Palembang telah diselimuti kabut
asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera
Selatan. Kondisi kabut asap biasanya mulai dirasakan pada malam hingga pagi hari.
Menjelang siang sampai sore biasanya kabut asap akan mulai menipis. Namun, pada Senin
(14/10/2019) kabut asap ternyata menjadi makin parah. Akibat kabut asap ekstrem yang
menyelimuti Kota Palembang, sebanyak 500 sekolah mulai dari PAUD, sampai SMP
diliburkan hingga Rabu (16/10/2019). Jika kondisi semakin parah, maka libur sekolah untuk
pelajar akan diperpanjang,

Sumatera Selatan menjadi provinsi yang penduduknya paling banyak menderita ISPA,
yakni 291.807 orang. Peringkat kedua, Riau dengan jumlah penderita ISPA sebanyak
275.793 orang, dan Jambi dengan jumlah penderita ISPA 63.554 orang.

Berikut ini 5 fakta dampak kabut asap karhutla :

 Udara Tidak Sehat

Kabut asap mengakibatkan kualitas udara memburuk. Mulai dari level tidak sehat,
sangat tidak sehat, dan bahkan ada yang berbahaya disejumlah wilayah.

 Warga Takut Keluar Rumah

Kabut asap pekat dan udara tidak sehat menyebabkan warga takut keluar rumah. Hal
itu diakui warga di Palembang, Rozalinda (35) saat diwawancarai sumeks.com, Jumat
(18/10/2019). "Ya, jadi takut keluar rumah. Walaupun rumah sudah ditutup semua, tapi asap
masih terasa," ucap Rozalinda.

 Menyiksa Kesehatan Rakyat

Kabut asap sudah berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Sumsel. Seperti di


Palembang, ribuan rakyat menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Warga terpapar
kabut asap, rata-rata mengalami batuk filek, sesak nafas, pusing, demam, mata perih dan
muntah-muntah.

 Sekolah Diliburkan

Siswa sekolah di Kota Palembang diliburkan akibat kabut asap karhutla yang semakin pekat
mulai dari tingkat PAUD,TK, SD, hingga SMP.