Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

BAHASA INDONESIA

TUGAS 2

DISUSUN OLEH :

NAMA : RAHMADANTI ADMAJA

NRP : 142018009

DOSEN : HADI PRAYITNO, S.Pd., M.Pd.

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


KENAKALAN REMAJA
Pengertian
Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang
melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau
transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada
remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan
perilaku menyimpang.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam
masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status
seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balapan
liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena
bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap
norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya.
Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan dalam pemenuhan tugas
perkembangan. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang sudah dimiliki
remaja lain seusianya selama masa perkembangan. Keberhasilan dalam pemenuhan tugas
perkembangan menjadikan remaja sadar dan peka terhadap norma, sehingga remaja mampu
menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku.
Sebaliknya, kegagalan dalam tugas perkembangan ini, akan menyebabkan individu remaja
menjadi kurang peka terhadap norma dan aturan yang barlaku. Ini menyebabkan individu remaja
menjadi rentan berperilaku melanggar aturan bahkan melakukan tindakan kriminal.

Penyebab Kenakalan Remaja


Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai faktor
yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokan
ke dalam dua faktor, yaitu sebagai berikut:
1. Faktor Internal

a) Faktor Kepribadian
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis pada sistem psikosomatis dalam
individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan
lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya). Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa
yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa
dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan,
sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku
menyimpang.
b) Faktor Kondisi Fisik
Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada
suatu teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang
(meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup). Menurut teori ini, seseorang
yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya.
Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si
penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai perwujudan kekecewaan
akan kondisi tubuhnya.
c) Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat
Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah
selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali ke
masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan
sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum karena meresa tertolak
dan terasingkan.

2. Faktor Eksternal

a) Kondisi Lingkungan Keluarga


Kondisi orang tua yang lebih mementingkan karier daripada perhatian kepada anaknya
akan menyebabkan munculnya perilaku menyimpang terhadap anaknya. Kasus kenakalan remaja
yang muncul pada keluarga kaya bukan karena kurangnya kebutuhan materi melainkan karena
kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.
b) Kontak Sosial dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik atau Kurang Efektif
Apabila system pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku
anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan tindakan penyimpangan
terhadap nilai dan norma yang berlaku.
c) Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik
Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin akan mudah memunculkan
kecemburuan sosial dan bentuk kecemburuan sosial ini bisa mewujudkan tindakan perusakan,
pencurian, dan perampokan.
Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja
Berikut merupakan upaya upaya dalam mengatasi kenakalan remaja.
1. Tindakan Preventif
Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum dapat dilakukan dengan cara
mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja. Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara
umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan mana saja yang biasanya menjadi sebab
timbulnya pelampiasan dalam bentuk kenakalan.
Dengan usaha pembinaan yang terarah, para remaja akan mengembangkan diri dengan baik
sehingga keseimbangan diri yang serasi antara aspek rasio dan aspek emosi akan dicapai. Pikiran
yang sehat akan mengarahkan para remaja kepada perbuatan yang pantas, sopan dan bertanggung
jawab yang diperlukan dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan masing-masing.

2. Tindakan Represif
Usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan
mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran. Dengan adanya sanksi tegas pelaku
kenakalan remaja tersebut, diharapkan agar nantinya si pelaku tersebut “jera” dan tidak berbuat
hal yang menyimpang lagi. Oleh karena itu, tindak lanjut harus ditegakkan melalui pidana atau
hukuman secara langsung bagi yang melakukan kriminalitas tanpa pandang bulu.

3. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi


Tindakan ini dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap
perlu mengubah tingkah laku pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi.
Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus yang sering ditangani oleh suatu lembaga
khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini.