Anda di halaman 1dari 55

workshop

Manajemen Risiko DJA


Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan

PENINGKATAN KUALITAS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO


DALAM RANGKA STRATEGI DJA MERAIH RISK MANAGED 2015

JAKARTA, 04 - 11 MEI 2015


Agenda

Penilaian
Risiko

Penanganan
Risiko

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 2


Proses Manajemen Risiko

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 3


Definisi Risiko & Manajemen Risiko

• Risiko: segala sesuatu yang berdampak negatif


terhadap pencapaian tujuan yang diukur berdasarkan
kemungkinan dan dampaknya.
• Manajemen Risiko: pendekatan sistematis untuk
menentukan tindakan terbaik dalam kondisi
ketidakpastian

(PMK 191 Tahun 2008).

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 4


Definisi Risiko & Manajemen Risiko

Manajemen Risiko
• pendekatan sistematis
KETIDAKPASTIAN • menentukan tindakan
terbaik

Risiko
segala dampak
kemungkinan tujuan
sesuatu negatif

Pasal 1 PMK 191


Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 5
Organisasi dan Risiko

M
A
N
O RISIKO
R
R I RISIKO
G S
K
A G
N O
PROSES PENCAPAIAN TUJUAN
I A
S RISIKO L
M
A A
RISIKO
S N
R
I I
S
K

GAGAL SUKSES

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 6


PROSES MANAJEMEN RISIKO:
IDENTIFIKASI RISIKO
Definisi Identifikasi Risiko
Kegiatan untuk mencari dan mendaftar risiko
Apa...? yang ada dan terkait dengan tujuan dan
aktivitas organisasi

 Mencari Risiko
Cara...?  Mengumpulkan Risiko
 Mendaftar Risiko

Hasil...? RISK PROFILE

• Menginventarisasi semua risiko yang


Manfaat...? berpotensi merugikan organisasi agar
Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan
organisasi AMAN
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 8
Sumber Informasi

Pengalaman (internal & eksternal)

Pendapat ahli

Lost event database

Laporan Hasil Audit

Dokumen Perencanaan
9
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Cara Identifikasi Risiko

Wawancara terstruktur

Survei & Kuesioner

Focus Group Discussion

Check List

Benchmarking
10
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Unsur-unsur terkait Risiko

• Peristiwa yang merupakan kejadian


Kejadian suatu risiko

• Sesuatu yang menjadi akar pemicu


Penyebab (trigger) suatu risiko

• Akibat negatif yang merugikan


Dampak organisasi atas suatu risiko

Waktu • Saat dimana suatu risiko terjadi

11
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Kejadian (Risk Event)
Segala hal yang dapat menghambat, menunda atau
menggagalkan pencapaian sasaran / tujuan organisasi (negative
impact)

Proses: Penjabaran peristiwa / kejadian / hal apa yang menjadi


suatu risiko (risk itself)

Harus diungkapkan dengan jelas dan dapat dengan


mudah dimengerti (understandability)

Output : Risk Statement (inti risiko / nama risiko)


contoh: penerimaan pajak tidak mencapai target.
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 12
Penyebab Terjadinya Risiko
Segala hal (man, money, material, method, machine, disaster, dll) yang
menjadi pemicu (trigger) atas kemunculan suatu risiko

Harus dipastikan merupakan hal yang signifikan dan menjadi akar penyebab
risiko

Merupakan hal pokok yang akan dituju dalam melakukan penanganan risiko
(risk treatment)

Contoh penyebab risiko: kecerobohan manusia, kompetensi pegawai


kurang, perubahan teknologi, perubahan kebijakan, peristiwa alam,
dll.

Penerimaan pajak tidak mencapai target <-> WP tidak patuh dlm


memenuhi kewajiban pajak

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 13


Dampak Risiko

Dampak negatif organisasi akibat suatu risiko

Harus terkait dengan risk context (dalam kerangka pencapaian sasaran atau
tujuan organisasi)

Menjadi faktor untuk dipertimbangkan dalam penentuan tinggi rendahnya risiko

Contoh dampak risiko: citra organisasi rusak, kerugian finansial,

Penerimaan pajak tidak mencapai target karena WP tidak patuh kewajiban pajak
dampak Reputasi DJP rusak

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 14


Waktu Terjadinya Risiko
Menunjukkan waktu terjadinya suatu risiko dan penanda
intensitas / frekuensi terjadinya risiko
Upayakan menggunakan waktu yang presisi (specific time), untuk
kemudahan pelaksanaan penanganan risiko (risk treatment)

Jika tidak ada specific time, maka didasarkan pada tahapan atau fase
dari alur suatu proses kegiatan

Dapat bersifat repetitif atau once random

Dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk penentuan


tinggi rendahnya level risiko

Contoh: akhir tahun pajak

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 15


Kategori Risiko (PMK 191 Tahun 2008)
FRAUD
• Disebabkan oleh adanya tindak kecurangan

STRATEGIS & KEBIJAKAN


• Disebabkan oleh adanya perubahan kebijakan atau respon terhadap
perubahan kebijakan
OPERASIONAL
• Disebabkan oleh kegagalan pada orang, proses atau sistem

KEPATUHAN
• Disebabkan oleh karena adanya pelanggaran regulasi

FINANSIAL
• Disebabkan oleh kegagalan pihak ketiga dalam pemenuhan
kewajibannya
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 16
Identifikasi Risiko - Menggunakan BSC
• Risiko adalah segala sesuatu kejadian yang berpotensi untuk
menghambat, menunda atau menggagalkan pencapaian
tujuan organisasi.
• Pokok acuan dalam mengidentifikasi risiko adalah tujuan
organisasi.
• Tujuan organisasi di Depkeu mengacu pada Sasaran Strategis
(SS) dalam dokumen Balanced Scored Card (BSC).
• Pokok acuan dalam mengidentifikasi risiko adalah Sasaran
Strategis (SS).
• Sasaran Strategis (SS) akan menjadi patokan atau acuan
dalam identifikasi risiko, bukan Indikator Kinerja Utama (IKU).
• Semua SS harus diidentifikasi risiko-nya, yakni semua risiko
apa saja yang terkait dengan pencapaian suatu SS.
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 17
Identifikasi Risiko - Menggunakan BSC
• SS menjadi acuan dalam identifikasi risiko.
• Cara untuk mengidentifikasi risiko terkait dengan SS ini ada 3, yaitu:
– Menegatifkan IKU, contoh untuk IKU nomor WBC 14-11.1, risikonya adalah:
“Jumlah sosialisasi yang diselenggarakan Kanwil kurang dari target”.
Artinya kalau jumlah sosialisasi kurang dari target (IKU 14-11.1), maka tingkat
sosialisasi dan monitoring yang optimal dalam rangka menumbuhkan kesadaran
dan kepedulian masyarakat tidak akan tercapai (SS 14-11).
– Analisis kegiatan rutin terkait SS, contoh untuk SS nomor WBC 14-9, risikonya
adalah: “Pelaksanaan audit di lapangan molor dari jadwal yang telah ditentukan”.
Artinya kalau Pelaksanaan audit di lapangan molor dari jadwal yang telah
ditentukan, maka efektivitas dan efisiensi audit di bidang kepabeanan dan cukai
tidak akan tercapai (SS 14-9).
– Imaginatif Thinking, contoh untuk SS nomor WBC 14-12, risikonya adalah: “Adanya
ketidakpuasan pegawai terhadap hasil mutasi pegawai”.
Artinya kalau pegawai tidak puas atas hasil mutasi yang dilakukan, maka
pengembangan dan pembinaan SDM dikatakan gagal (SS 14-12).
• Apabila diketemukan satu risiko dari hasil analisis kegiatan rutin maupun dari hasil
imaginatif thinking yang tampaknya tidak menginduk pada satu SS, maka atas risiko itu
dipikirkan untuk dicari kaitannya dengan satu SS dalam peta strategi sebagai
indukannya.
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 18
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
ANALISIS RISIKO
Konsep Analisis Risiko

MENENTUKAN LEVEL RISIKO


 HARUS ADA STANDAR ACUAN:
“KRITERIA”
 HARUS MEMPERTIMBANGKAN SISTEM
PENGENDALIAN YANG ADA
 DASAR PENENTUAN SIGNIFIKANSI
RISIKO

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 20


Definisi Analisis risiko

Upaya untuk memahami risiko dengan


Apa...?
lebih mendalam

 mencermati sumber risiko dan tingkat


Cara...? pengendalian yang ada
 menilai kemungkinan dan konsekuensi
terjadinya risiko

Hasil...? PROFIL RISIKO

• Menilai Signifikansi Setiap Risiko


Manfaat? • Untuk Memperbandingkan Risiko
Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 21


Sumber Informasi
Benchmarking
(Pembandingan)

Pendapat ahli
(Delphi Analysis)

Lost event database


(Data kejadian masa lampau)

Estimasi Subjektif
(Focused Group Discussion)
22
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Guidance in Risk Analysis

Analisis risiko seyogyanya dilakukan bersama-sama


(group) dalam sebuah organisasi.
Personal yang terlibat harus memiliki pengetahuan
dasar tentang manajemen risiko.
Personal yang terlibat harus mengetahui dan
memahami proses bisnis organisasinya.
Analisis risiko harus dilakukan oleh orang yang
berpengalaman dalam proses bisnis yang
bersangkutan.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 23


Kaidah Analisis Risiko

RISIKO ADALAH SEGALA SESUATU KEJADIAN YANG


BERPOTENSI UNTUK MENGHAMBAT, MENUNDA ATAU
MENGGAGALKAN PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI

RISIKO MERUPAKAN KOMBINASI (FUNGSI) DARI


KEMUNGKINAN SUATU KEJADIAN DAN DAMPAK
NEGATIF YANG DITIMBULKAN ATAS KEJADIAN ITU

LEVEL RISIKO = LEVEL FREKUENSI X LEVEL KONSEKUENSI


( LR = LF X LK )
24
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Karakteristik dalam Analisis Risiko

Level • Besar kecilnya kemungkinan terjadinya


risiko atau kekerapan kejadian suatu
Frekuensi risiko

Level • Besar kecilnya dampak negatif dari


Konsekuensi suatu risiko

• Besar kecilnya atau tingkatan suatu


Level Risiko risiko

• Standar yang digunakan untuk


Kriteria menentukan level frekuensi dan level
konsekuensi

Sistem • Alat kontrol yang mencegah


Pengendalian terjadinya suatu risiko
25
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Level Frekuensi
FREQUENCY = PROBABILITY = LIKELIHOOD

Kemungkinan suatu risiko untuk muncul ke permukaan (terjadi)


dan berdampak pada organisasi
Menunjukkan besaran suatu kejadian:
- Mungkin untuk terjadi (kemungkinan)
- Kekerapan kejadian suatu risiko (frekuensi)

Diukur dengan menggunakan kriteria frekuensi

Menghasilkan tingkatan besar kecilnya frekuensi suatu risiko


(Level Frekuensi)

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 26


Level Konsekuensi

CONSEQUENCY = IMPACT

Menunjukkan efek atau akibat negatif yang ditimbulkan oleh suatu


kejadian

Diukur dengan menggunakan kriteria konsekuensi

Menghasilkan tingkatan besar kecilnya konsekuensi suatu risiko


(Level Konsekuensi)

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 27


KRITERIA RISIKO

 Kriteria risiko merupakan suatu ukuran yang menjadi


standar dalam penentuan level suatu risiko.
 Level risiko terdiri atas:
 Tinggi (3),
 Sedang (2),
 Rendah (1).
 Kriteria risiko menjadi acuan atas pertanyaan:
 Kapan satu risiko dikatakan tinggi?
 Bilamana satu risiko dikatakan sedang?
 Saat bagaimana satu risiko dikatakan rendah?

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 28


KRITERIA RISIKO

 Kriteria risiko terdiri dari:


 Kriteria konsekuensi
 Kriteria frekuensi
 Satu risiko memiliki 2 kriteria, yaitu kriteria konsekuensi
dan kriteria frekuensi.
 Metode untuk menyusun kriteria ada 2, yaitu:
 Kuantitatif, menggunakan angka numeris sebagai
patokan ukuran tinggi rendahnya
 Kualitatif, menggunakan pernyataan kata-kata sebagai
suatu patokan untuk menyatakan tinggi rendahnya.
 Metode penyusunan kriteria bersifat mutually exclusive
(pilih salah satu).

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 29


Kriteria Frekuensi Kualitatif...example

LEVEL KRITERIA
Kemungkinan terjadinya kecil
RENDAH atau sangat jarang hingga
jarang terjadi

Kemungkinan terjadinya
SEDANG sedang atau jarang hingga
sering terjadi

Kemungkinan terjadinya tinggi


TINGGI atau sering terjadi hingga
sangat sering terjadi

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 30


Kriteria Konsekuensi Kuantitatif...example

LEVEL KRITERIA
Nilai Kerugian (X):
RENDAH
X < 10.000.000

Nilai Kerugian (X):


SEDANG
10.000.000 ≤ X ≤ 100.000.000

Nilai Kerugian (X):


TINGGI
X > 100.000.000

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 31


Sistem Pengendalian
Merupakan alat pengaman (kontrol)
terhadap suatu risiko

Yang dipertimbangkan adalah adanya


kontrol yang terkait (existence) dan tingkat
efektivitasnya (effectivity)

Dipertimbangkan untuk menentukan level


frekuensi dan level konsekuensi

Efektivitas sistem pengendalian sangat


menentukan level risiko

Kegagalan atau tidak berfungsinya suatu


sistem pengendalian bukan merupakan
risiko
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 32
Prosedur Analisis Risiko

Use Criteria
Use Criteria for
for
Consequency
Frequency

Use RISK MATRIX

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 33


Contoh Analisis Risiko

LEVEL RISIKO = LEVEL KONSEKUENSI X LEVEL FREKUENSI

Contoh:

tinggi
Risiko “A” memiliki kompo -

LEVEL KONSEKUENSI
sisi sebagai berikut:

sedang
1. Level Frekuensi:
“SEDANG”
2. Level Konsekuensi:

rendah
“TINGGI”
3. Level Risiko “A“ adalah:
“TINGGI”
rendah sedang tinggi
LEVEL KEMUNGKINAN

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 34


Analisis Tren Risiko

Kecenderungan pergerakan
Tren risiko
level risiko antarperiode

• Naik
Cara analisis tren? • Turun
• Stabil

mengidentifikasi perubahan atau


pergeseran tingkat level risiko yang
dikaitkan dengan upaya mitigasi yang
telah dilakukan ataupun faktor-faktor lain
yang mempengaruhinya.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 35


Output Analisis Risiko
Risiko dengan tingkatan levelnya.
Risiko ini masih acak, belum diurutkan
berdasarkan kriteria tertentu untuk melihat
prioritas bagi penentuan apakah akan
ditangani atau tidak.
Merupakan dasar bagi kegiatan evaluasi
risiko.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 36


PROSES MANAJEMEN RISIKO:
EVALUASI RISIKO
Konsep Evaluasi Risiko

 MENENTUKAN URUTAN PRIORITAS


RISIKO
 MENGGUNAKAN KRITERIA ATAU
KAIDAH PRIORITISASI
 DASAR PENENTUAN RISIKO MANA
YANG AKAN DITANGANI ATAU
DIMITIGASI

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 38


Evaluasi risiko

Upaya untuk menentukan signifikansi setiap


Apa...? risiko, dari yang paling signifikan hingga yang
paling tidak signifikan

 Menentukan kriteria atau kaidah untuk


Cara...? memprioritisasi risiko
 Menilai signifikansi masing-masing risiko
berdasarkan kaidah prioritisasi risiko

Hasil...? PROFIL RISIKO berdasarkan prioritas

• Sebagai dasar untuk menentukan risiko


Manfaat? mana yang akan ditangani
Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 39


Pertimbangan dalam Evaluasi Risiko

• Selera risiko
Risk Appetite • Karakteristik suatu organisasi dalam
menyikapi suatu risiko

Risk • Batas tingkatan atau level risiko tertinggi


dimana suatu organisasi memutuskan
Tolerance untuk tidak menangani suatu risiko

Kaidah • Aturan tertentu yang


Prioritisasi digunakan untuk menentukan
signifikansi setiap risiko
Risiko
40
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
Risk Appetite

•Ditentukan oleh Komite Manajemen Risiko (PMK


191 Tahun 2008)

•Batasan level dimana risiko akan diputuskan untuk


ditangani atau tidak ditangani

41
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan
SELERA RISIKO

tinggi

CONTOH
KONSEKUENSI

sedang
rendah

toleransi
risiko

rendah sedang tinggi rendah

KEMUNGKINAN sedang
tinggi

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 42


Kaidah Prioritisasi Risiko

FRAUD
LEVEL RISIKO

TINGGI
STRATEGIK DAN KEBIJAKAN
LEVEL KONSEKUENSI

LEVEL
LEVEL
LEVEL FREKUENSI
SUBJECTIVERISIKO
KONSEKUENSI
KATEGORI RISIKO
JUDGEMENT
OPERASIONAL
KATEGORI
SEDANGRISIKO

KEPATUHAN
LEVEL FREKUENSI
RENDAH
FINANSIAL
SUBJECTIVE JUDGEMENT

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 43


Output Evaluasi Risiko
Risiko yang telah terurutkan berdasarkan pada
prioritasnya.
Risiko diurutkan dari yang paling memiliki prioritas
(signifikan) hingga yang paling tidak diprioritaskan
(masih dalam batas risk appetite atau low risk).
Merupakan dasar bagi pelaksanaan risk treatment.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 44


PROSES MANAJEMEN RISIKO:
PENANGANAN RISIKO
Konsep Penanganan Risiko

 MENENTUKAN OPSI PENANGANAN RISIKO


YANG AKAN DIJALANKAN
 MENYUSUN RENCANA PENANGANAN RISIKO
 MENJALANKAN RENCANA PENANGANAN
RISIKO YANG TELAH DISUSUN
 BERTUJUAN MENURUNKAN LEVEL RISIKO

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 46


Penanganan risiko
Kegiatan untuk menyusun rencana
Apa...? penanganan (mitigasi) risiko dan menjalankan
rencana tersebut

 Memilih opsi penanganan risiko yang


mungkin untuk dijalankan
Cara...?  Menyusun rencana penanganan risiko yang
SMART
 Eksekusi rencana mitigasi

Dokumen Rencana & Realisasi


Hasil...? Mitigasi Risiko

• Sebagai alat perencanaan dan kontrol


Manfaat? untuk menurunkan level risiko secara
Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan
akurat, efektif dan efisien
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 47
Penanganan Risiko

Mitigasi • Terminologi khusus dalam


manajemen risiko, bertujuan
Risiko menurunkan level risiko

Opsi
• Pilihan teknik penanganan risiko
Mitigasi

Risiko
• Level risiko sisa setelah mitigasi
Residual
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 48
Opsi Penanganan Risiko

Mengurangi Kemungkinan Terjadinya


Risiko

Menurunkan dampak Risiko

Menerima Risiko

Menghindari Risiko

Mengalihkan/mentransfer Risiko

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 49


Apakah semua risiko ditangani...?

Tujuan mitigasi risiko adalah menurunkan level


risiko.
Tidak semua risiko dimitigasi.
Mitigasi risiko memperhatikan dan tergantung
pada:
- Prioritas Risiko (hasil evaluasi risiko)
- Penyebab Risiko
- Selera Risiko
- Sumber Daya Organisasi

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 50


SELERA RISIKO

tinggi

CONTOH
KONSEKUENSI

sedang
rendah

toleransi
risiko

rendah sedang tinggi rendah

KEMUNGKINAN sedang
tinggi

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 51


SELERA RISIKO

tinggi

CONTOH
KONSEKUENSI

sedang
rendah

toleransi
risiko

rendah sedang tinggi rendah

KEMUNGKINAN sedang
tinggi
TIDAK DIMITIGASI
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 52
Risiko Residual

INHERENT RISK

INTERNAL CONTROL

RESIDUAL RISK AFTER CONTROL

MITIGATION ACTIVITY

RESIDUAL RISK AFTER MITIGATION

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 53


Menuju Penanganan Risiko
1. Ketika level risiko menempati peringkat “rendah” atau termasuk
kedalam level risiko yang dapat diterima, risiko itu cukup diterima
saja dengan mitigasi risiko yang minimal atau bahkan tidak
dimitigasi tetapi cukup dimonitor saja.
2. Risiko yang memiliki level rendah dan risiko yang dapat diterima
(masuk kedalam risk tolerance) sebaiknya dimonitor dan secara
periodik direviu untuk menjamin bahwa risiko tersebut tetap bisa
diterima.
3. Ketika risiko levelnya tidak berada pada level rendah atau tidak
terkategorikan sebagai risiko yang dapat diterima, maka risiko
tersebut seharusnya dimitigasi dengan menggunakan satu atau
lebih opsi penanganan risiko yang mungkin.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 54


Output Penanganan Risiko
Rencana mitigasi risiko sesuai dengan
prioritasnya.
Dokumentasi realisasi hasil pelaksanaan
mitigasi risiko.
Sebagai Bahan dasar untuk menilai
keberhasilan mitigasi risiko.

Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan 55