Anda di halaman 1dari 16

Makalah Falsafah dan Teori Keperawatan

Teori Keperawatan Menurut Peplau

Disusun Oleh:

Kelompok 4

Andika Rahmadana

Fadhil Muhammad Yusril

Feby Aprilia

Putri Diana

Sal Sabilla Rahmi

Sekar Pramudya Wardani

Yasmin Zahra

Dosen Pembimbing: Ns. Idrawati Bahar,S.Kp., M.Kep

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN


PADANG
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kita hadiahkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata
kuliah Falsafah dan Teori Keperawatan tentang “Teori Keperawatan Menurut Peplau” sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta berpartisipasi dalam
pembuatan makalah ini.

Penulis berharap dengan disusunnya makalah ini dapat menambah pengetahuan para
pembaca. Penulis juga menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan
makalah ini.

Padang, 14 Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………..…………………………. i

Daftar isi …………………………………..…………………………………….…. ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………..…………….…… 1

A. Latar Belakang …………………………………………………….……………… 1

B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………...…..... 2

C. Tujuan ………………………………………………………….……………….. 2

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………….. 3

A. Definisi Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau ………………………….. 3

B. Asumsi Dasar Keperawatan Meenurut Hildegard E. Peplau ……………...…... 3

C. Sejarah Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau ………………………….. 4

D. Konsep Dasar Teori Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau …………… 4

E. Pandangan Teori Terhadap Paradigma Keperawatan ……………………….….. 8

F. Aplikasi Teori Terhadap Asuhan Keperawatan ….………………………... 9

G. Kelebihan dan Kekurangan Teori …………………………………………… 10

BAB III PENUTUP ………………………………….………………………………… 11

A. Kesimpulan ………………………………………………………………...…. 11

B. Saran ………………………………………………….……………………….. 11

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

ilmu keperawatan didasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Proses
keperawatan adalah metode dimana suatu konsep yang diterapkan dalam praktik
keperawatan. Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan yang berdasarkan
pada ilmu dan etika keperawatan. Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan
kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan.

Untuk menjalankan tudas keperawatan , banyak teori keperawatan yang


digunakan, salah satunya adalah Hildegard E. Peplau. Model konsep dan teori
keperawatan yang dijelaskan oleh peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam
memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia
yang mencakup 4 komponen sentral yaitu : klien, pearawata, masalah kecemasan yang
terjadi akibat sakit dan proses interpersonal.

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi keperawatan menurut Hildegard E. Peplau?

2. Apa asumsi-asumsi dasar keperawatan menurut Hildegard E. Peplau ?

3. Apa sejarah keperawatan menurut Hildegard E. Peplau ?

4. Apa konsep dasar teori keperawatan menurut Hildegard E. Peplau ?

5. Apa pandangan teori terhadap paradigma keperawatan?

6. Apa aplikasi teori terhadap asuhan keperawatan?

7. Apa kelebihan dan kekurangan teori?

1
C. Tujuan Makalah

1. Untuk mengetahui definisi keperawatan menurut Hildegard E. Peplau.

2. Untuk mengetahui asumsi-asumsi dasar keperawatan menurut Hildegard E. Peplau H.

3. Untuk mengetahui sejarah keperawatan menurut Hildegard E. Peplau.

4. Untuk mengetahui konsep dasar teori keperawatan menurut Hildegard E. Peplau.

5. Untuk mengetahui pandangan teori terhadap paradigma keperawatan.

6. Untuk mengetahui aplikasi teori terhadap asuhan keperawatan.

7. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau

Teori yang dikembangkan Hildegand E. Peplau adalah keperawatan spikodinamik


( Dsychodynamyc Nursing ). Teori ini dipengaruhi oleh model hubungan interpersonal
yang bersifat terapeutik ( significant therapic imterpersonal process ). Hildegant E.
Peplau mendefinisikan teori keperawatan psikodinamikanya sebagai berikut :

Perawatan psikodinamik adalah kemampuan untuk memahami perilaku seseorang


untuk membantu mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang dirasakan dan untuk
mengaplikasikan prinsip – prinsip kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah –
masalah yang muncul dari semua hal atau kejadian yang telah dialami.

Perawatan psikodinamik menurut peplau, yaitu :


1. Memahami perilaku orang-orang yang menyendiri
2. Untuk membantu /mengidentifikasi orang lain yang mengalami kesulitan
3. Untuk menerapkan prinsip-prinsip hubungan manusia kepada masalah-masalah
yang muncul di semua tingkat pengalaman
4. Dalam bukunya ia membahas tahapan proses interpersonal, peran dalam situasi
keperawatan dan metode untuk mempelajari keperawatan sebagai proses
interpersonal.
5. Menurut Peplau, bahwa keperawatan terapeutik adalah seni penyembuhan,
membantu individu yang sakit atau membutuhkan perawatan kesehatan
6. Perawatan adalah proses interpersonal karena melibatkan interaksi antara dua
atau lebih individu dengan tujuan bersama.
7. Perawat dan pasien bekerja sama sehingga keduanya menjadi dewasa dan
berpengetahuan dalam proses kerja.

B. Asumsi Dasar Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau

1. Teori Hildegard Peplau (1952) berfokus pada proses Interaktif yang menghasilkan
hubungan antara perawat dan klien.

3
2. Proses komunikasi interpersonal yang baik akan menumbuhkan hubungan saling
percaya antara perawat dan pasien sehingga semua data terkait kondisi pasien dapat
digali lebih dalam oleh perawat.

3. Perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawat dengan pasien dimana


perawat bertugas sebagai narasumber, konselor, dan edukator bagi pasien yang
memerlukan beberapa informasi terkait kondisi penyakitnya.

4. Pengaplikasian teori Peplau dalam meningkatkan kemampuan penilaian klinik


sangat baik karena perawat dapat memutuskan masalah keperawatan yang tepat
bagi pasien.

5. Melihat kemampuan interpersonal diantara pihak yang terlibat semakin baik


sehingga memudahkan arus belajar dari perawat kepada pasien untuk mendukung
kesembuhan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan profesional.

C. Sejarah Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau


Peplau memasukkan pengetahuan ke dalam kerangka kenseptualnya yang pada
akhirnya berkembang menjadi model keperawatan yang berbasis teori.peplau
mengguankan pengetahuan yang dikutp dari ilmu perilaku dan model psikologikal untuk
mengembangkan teori hubungan interpersonal. Kutipan dari model psikologikal
menyatakan bahwa “ memungkinkan bagi perawatn untuk saatnya nberpindah dari
orientasi terhadap penyakit salah satu bagian dari psikologi, perasaan, serta perilaku yang
dapat dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam intervensi keperawatan. Hal ini member
kesempatan kepdada peraawat untuk mengajari pasien bagaaimana cara mengungkapkan
perasaan serta bagaimana cara menunjukkan perasaan tersebut. Dalam mengembangkan
konseptual ini peplau, ia mendapatkan beberapa bteori atau konsep terapeutik dari
beberapa tokoh : Freud , Fromm, Neal Elgar Miller, Hary Stack Sullivan, dll.

D. Konsep Dasar Teori Keperawatan Menurut Hildegard E. Peplau


Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh peplau menjelaskan
tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang mengguanakan
dasar hubungna anatr manusia yang mencakup dalam 4 komponen sentral, yaitu :
1. Pasien

4
Sistem dari yang berkembang terdiri dari kharakteristik biokimia,
fisiologis, interpersonal, dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi
kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman. Pasien adalah subjek
yang langsung dipengaruhi oleh adanya proses interpersonal.
2. Perawat
Perawat berperan mengatur tujuandan proses interaksi interpersonal
dengan pasien yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang
menjadi tujuan. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien,
perawatberperan sebagai mitra kerja, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti,
pemimpin, dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal.
Pendidikan atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan
gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun,
menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat.
Perawat mempunyai 6 peran sebagai berikut :
a. Mitra kerja
Perawat menghadapi pasien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi
baru. Sebagai mitra kerja, Hubungan P-K merupakan hubungan yang
memerlukan kerja sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu
dibina rasa saling percaya, saling mengasihi dan menghargai.
b. Nara sumber (resources person)
Memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang
masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area permasalahan
yang memerlukan bantuan. perawat mampu memberikan informasi yang
akurat, jelas dan rasional kepada pasien dalam suasana bersahabat dan akrab.
c. Pendidik (teacher)
Merupakan kombinasi dari semua peran yang lain. Perawat harus
berupaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan pada
pasien/keluarga terutama dalam megatasi masalah kesehatan.
d. Kepemimpinan (leadership)
Mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang
individu untuk berperan. Perawat harus mampu memimpin pasien/keluarga

5
untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan
partisipasi aktif pasien.

e. Pengasuh pengganti (surrogate)

Membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga


dapat mengatasi konflik interpersonal. Perawat merupakan individu yang
dipercaya pasien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau
rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya.
f. Konselor (consellor)
Meninhgkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu
kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif. Perawat harus dapat
memberikan bimbingan terhadap masalah pasien sehingga pemecahan
masalah akan mudah dilakukan.

3. Masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit / sumber kesulitan


Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegritaskan pengalaman
interpersonal yang lalu dengan yng sekarang ansietas terjadi aapabila kamunikasi
dengan orang lain mengancam keamanan psikologi dan biologi individu. Dalam
model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan
lansung dengan kondidi sakit.
4. Proses Interpersonal
Proses interpersonal yang dimaksud anatara perawat dan pasien ini
menggambarkan metode transpormasi energy atau ansietas oleh perawat tang
terdiri dari 4 fase.
Dalam melakukan proses interpersonal mengenal beberapa fase yaitu:
a. Fase orientasi.
Dalam hal ini lebih memfokuskan untuk membantu klien menyadari
ketersedian bantuan dan rasa percaya tehadap kemampuan perawat untuk
berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan.

6
b. Fase Identifikasi.
Fase ini terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perasaan klien dan
mempu memberikan asuhan keparawatan kepada klien. Ekspresi perasaan dari
klien dengan perawat mendengarkan secara aktif tanfa penolakan akan
membantu mengorientasi perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari
kepribadian klien.
Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa :
1) Partisipan mandiri dalam hubungannya dengan perawat.
2) Individu mandiri terpisah dari perawat.
3) Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.

c. Fase Eksploitasi.
Pada fase ini memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan
manfaat dari hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi
yang dihadapi.
d. Fase Resolusi.
Fase yang terakhir dari keempat fase merupakan fasedimana klien secara
bertahap melepaskan diri dari perawat. Fase ini memungkinkan penguatan
kemampuan untuk memnuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energinya
ke arah potensi yang dimiliki.

Interpersonal teori dan proses keperawatan. Keduanya berurutan dan fokus


pada hubungan terapeutik. Kedua menggunakan teknik pemecahan masalah
untuk perawat dan pasien untuk berkolaborasi pada, dengan tujuan akhir
pertemuan kebutuhan pasien. Kedua observasi menggunakan komunikasi dan
rekaman sebagai alat dasar yang digunakan oleh perawat :
a. Penilaian
1) Data dan analisis terus menerus
2) Mungkin tidak menjadi kebutuhan yang dirasakan
b. Orientasi
1) Pengumpulan data yang tidak berkelanjutan

7
2) Merasa Dibutuhkan
3) Menentukan kebutuhan
c. Perawatan diagnosis
d. Perencanaan
1) Saling menetapkan tujua

e. Identifikasi
1) Saling tergantung penetapan sasaran
f. Pelaksanaan

1) Rencana dimulai menuju pencapaian tujuan bersama.


2) Mei dicapai oleh pasien, perawat atau keluarga

g. Eksploitasi
1) Pasien aktif membantu dan mencari pemecahan
h. Evaluasi
1) Berdasarkan perilaku saling diharapkan
2) Mei menyebabkan pemutusan dan inisiasi rencana baru
i. Resolusi
1) Terjadi setelah fase lainnya berhasil diselesaikan
2) Rujukan untuk pemutusan hubungan kerja

Keempat fase tersebut adalah suatu rangkaian proses pengembangan dimana


perawat membimbing dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang
saling tergantung. Evaluasi dari sistem ini adalah kerpibadian yang berkembang
yang ditandai dengan penururnan kecemasan karena kebutuhan yang terpenuhi
dan fasilitas yang cukup.

8
E. Pandangan Teori Terhadap Paradigma Keperawatan
Paradigma adalah sudut pandang atau perspektif seseorang terhadap sesuatu hal.
Paradigma memilii suatu konsep agar terdaapat batasan – batasaan dan focus terhadap
satu atau beberapa hal saja.misalnya teori peplau yang berfokus pada keperawatan dan
manusia dan tidak menggabungkan semua aspek dari paradigma kedalam teorinya. Oleh
karena konsep paradigm sangat penting untuk mengidentifikasi pangdangan umun dan
membantu memfokuskan kegiatan.
Paradigma terdiri dari beberapa konsep :
a. Keperawatan
Keperawatan didefinisikan oleh Peplau sebagai sebuah proses yang signifikan,
bersifat terapeutik, dan interpersonal. Keperawatan merupakan instrument
edukasi, kekuatan yangn mendewasakan dan memborong kepribadian seseorang
dalam arah yang kreatif, konstuktif, produktif, personal, dan kehidupan
komunitas.
b. Individu
Indivisu menurut Peplau adalah organisme yang mempunyai kemampuan untuk
berusaha mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh kebutuhan.
c. Kesehatan
Pepalu mendefinisikan kesehtann sebagi subuah symbol yang menyatakan secara
tidak langsung perkembangan progresif dari kepribadian dan prses kemanuasiaan
yang terus menerus mengarah pada keadaan kreatif, konstruktif, dan produktif di
dalam kehidupan pribadi ataupun komunitas.
d. Lingkungan
Meskipun peplau tidak secara langsung menyebutkan lingkungan sebagai salah
satu konsep utama dalam perawatan, ia mendorong perawata untuk
memperhatikan kebudayaan dan adat istiadat klien saat klien harus membiasakan
diri dengan rutinitas rumah sakit

F. Aplikasi Teori Terhadap Asuhan Keperawatan

9
Melalui tulisannya Peplau mempublikasikan teorinya mengenai hubungan
interpersonal dalam keperawatan. Dimana dalam asuhan keperawatan ditekankan pada
perawatan yang bersifat terapeutik.
Aplikasi yang dapat kita lihat secara nyata yaitu pada saat pasien mencari
bantuan, pertama perawat mendiskusikan masalah dan menjelaskan jenis pelayanan
uangb tersedia. Dengan berkembanganya hubungan anatara perawat dan klien bersama
sama mendefinisikan masalah dan kemungkinan penyelesaian masalah. Dan hubungan ini
klien mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan pelayanan yang tersedia untuk
memenuhi kebutuhannya dan perawat membantu klien dalam hal menurunkan kecemasan
yang berhubungan dengan masalah kesehatannya.
Teori peplau merupakan teori yang unik dimana hubungan kolaborasi peraawat
klien membentuk suati kekuatan mendewasakan melalui hubungan interpersonal yang
efektif dalam membantu pemenuhan kebutuhan klien.ketika kebutuhan dasar telah
teratasi, kebutuhan yang baru mungkin muncul. Hubungan interpersonal perawat klien
digambarkan sebagai fase – fase yang saling tumpang tindih seperti berikut ini :
1. Orientasi
2. Identifikasi
3. Penjelasan
4. Resolusi
Teori dan gagasan peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik
keperawaatan jiwa. Penelitian keperawatan tentang kecemasan, empati, instrument
perilaku, dan instrument untuk mengevaluasi respon verbal dihasilakn dari model
konseptual peplau.

G. Kelebihan dan Kekurangan Teori

1. Kelebihan :

a. Dapat meningkatkan kejiwaan pasien untuk lebih baik


b. Dapat menurunkan kecemasan klien dalam teori keperawatan
c. Dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik
d. Dapat mendorong pasien untuk lebih mandiri

10
2. Kekurangan :

a. Kurangnya penekanan patda health promotion dan pemeliharaan kesehatan :


dinamika intra keluarga, pertimbangan ruang individu, serta layanan sumber daya
sosialn komunitas / masyarakat juga kurang diperhatikan.
b. Teori Peplau tidak dapat digunakan untuk pasien yang tidak bisa mengekspresikan
kebutuhannya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Teori Hildegard E. Peplau berfokus pada individu, perawat, dam proses interaktif.
Hildegard E. Peplaau yang menghasiljkan hubungan antara perawat dank lien.
Berdasarkan teori ini klien aadalah indivisdu dengan kebutuhan perasaan, dan
keperawatan adalah proses interpersonal dan terapautik. Teori dan gagasan Peplau
dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. Oleh sebab itu
perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawata dank lien dimana perawat
bertugas sebagai naraasumber, konselor dan wali.

B. Saran

Penulis mengharapkan dengan adanya makalah ini pembaca dapat mengetahui,


memahami serta mengaplikasikannya di dalam kehidupan bermasyarakat. Penulis
menyadari bahwa makalah diatas banyak sekali kesalahan dan jauh dari kata sempurna.
Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah ini.

11
12
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz Hidayat. 2009. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Hidayat.2004.Pengantar Konsep dasar Keperawatan.

Potter dan Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan.

Anda mungkin juga menyukai