Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

SEJARAH ARSITEKTUR BARAT

ARSITEKTUR ART NOUVEAU DAN ART DECO

TUGAS 6

DISUSUN OLEH :

NAMA : RAHMADANTI ADMAJA

NRP : 142018009

DOSEN : RENY KARTIKA SARY, ST.MT

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


ARSITEKTUR ART NOUVEAU

Zaman ini merupakan pergerakan revolusioner dimana adanya pembatas yang tegas
antara seni murni dan seni terpakai. Art Nouveau lebih menitik beratkan pada konsep
pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Seniman diharuskan berkreasi mulai dari
arsitektur hingga furniture design, sehingga seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keindahan dan harmoni merupakan bagian dari kehidupan keseharian; seniman turut serta
membuat kehidupan manusia lebih indah. Art Nouveau sangat mempengaruhi perkembangan
gaya De Stijl (Belanda; 1920an) dan Sekolah Bauhaus di Jerman (1920an-1930an).
Nama ‘Art Nouveau’ berasal dari nama sebuah toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau,
yang dimiliki oleh Siegfried Bing, yang memamerkan benda-benda yang memiliki ciri desain
aliran art nouveau.

SEJARAH
Art Nouveau merupakan lanjutan dari aliran desain
Arts and Cratfs. Gaya desain Art Nouveau ditemukan dalam
perlawanan seniman William Morris dengan komposisi yang
berantakan. Kebangkitan dan kecenderungan abad ke-19 serta
berbagai teorinya yang membantu memulai gerakan seni dan
kerajinan. William Morris adalah seorang desainer tekstil, dan
ide-idenya tentang desain dan seni. Salah satu karya paling
awal dari Art Nouveau adalah Red House of Morris tahun
1859. Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah galeri untuk dekorasi interior yang dibuka
oleh Siegfried Bing di Paris di tahun 1895 yang bernama “Maison de l’Art Nouveau”.
Art Nouveau adalah aliran yang berasal untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, sangat
tidak mungkin untuk tinggal di dalam rumah bergaya art nouveau tanpa furniture yang bergaya
art nouveau pula seperti peralatan makan, perhiasan, dan lainnya. Para desainer meemusatkan
gaya art nouveau di beberapa kota di Eropa termasuk Brussels, Nancy, dan Paris. Di Brussels
aliran ini secara aktif dikembangkan dengan bantuan Victor Horta and Henry Van de Velde.
Selain di toko Maison de l’Art Nouveau, gaya ini tidak terlalu berhasil di Paris. Dimana,
pintu masuk dari Paris Métro didesain oleh Hector Guimard pada tahun 1899 dan 1900
terkenal sebagai salah satu arsitektur Art Nouveau di Paris.
Di Inggris, Art Nouveau merupakan pengembangan dari Arts and Crafts Movement.
Pusat yang paling penting di Britain adalah Glasgow dengan kreasi dari Charles Rennie
Mackintosh
Gaya Art Nouveau berkembang pertama kali
terjadi di Belgia dan meyebar ke Eropa sampai Amerika
dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di
Jerman, Vienna Seccesion di Austria, Stile Liberty
di lItalia, Modernista di Spanyol, dan Glassgow School
di Inggris. Dinamakan Jugendstil pada setelah masa
avant-garde, Jugend yang berarti muda. Młoda
Polska (gaya ‘Polandia muda’ ) di Polandia
atau skønvirke di Denmark, dan
Sezessionsstil (‘Secessionism’) di Vienna, dimana mencari seniman atau desainer untuk
mengadakan pameran untuk memamerkan hasil karya mereka. Art Nouveau juga disebut Style
Moderne di Prancis dan lain-lain. Abad ke-20 merupakan masa bagi berbagai jenis seni rupa
modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan
pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi,
dll.).
Di Spanyol, gaya ini berpusat di Barcelona dan dikenalkan oleh asitektur modernisme,
Antoni Gaudi yang adalah praktisi yang paling penting. Art Nouveau juga bergerak di Eropa
Timur dan di pusat Eropa, dengan pengaruh dari Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian
dari Czech Republic) dan Latvian Romanticism (Riga, ibukota Latvia, dimana terletak sekitar
800 bangunan Art Nouveau).
Di Russia, gaya ini telah menyebar ke segala majalah seni magazine Mir
iskusstva (‘World of Art’), dimana merupakan revolusi dari Ballets Russes. Di Italy, Stile
Liberty adalah nama toko di London, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern
perubahan dari Arts and Crafts movement, keduanya adalah tanda dari aspek komersial Art
Nouveau dan memberikan karakter Italy.
Evolusi tertinggi pada gaya Art Nouveau
dapat dilihat pada Exposition
Universelle tahun1900 di Paris, dengan gaya yang
modern. Pada 1902, dilaksanakan Esposizione
Internazionale d’Arte Decorativa Moderna, di
Turin, Italy, dimana para desainer mengadakan
pameran yang hampir dari seluruh Negara Eropa
yang dimana gaya Art Nouveau berkembang. Art
Nouveau menggunakan banyak inovasi teknologi
pada akhir abad 19.
PENGERTIAN ART NOUVEAU

Art Nouveau adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan yang
meliuk-liuk. Art Nouveau berasal dari bahasa Perancis yang artinya seni baru (new art), diambil
dari nama toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau yang dibuka pada tahun1895 oleh Siegfried
Bing Gaya Art Nouveau berkembang pada masa 1892-1900, pertama kali muncul di Eropa dan
menyebar sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Liberty
di Inggris, Style Moderne di Prancis dan lain-lain.Art Nouveau Style adalah gaya extravaganza
dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur,
kelopak bunga dan kecantikan wanita.
Art Nouveau adalah sebuah aliran/ langgam/ style seni
rupa modern yang marap pada akhir abad ke-19 dan awal abad
ke-20 di Eropa daratan. Abad ke-20 merupakan masa yang subur
bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini
dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-
pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi,
kolonialisme, urbanisasi, dll.). Karya Art Nouveau biasanya
dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap
mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan:
Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-
figur hewan, bunga, atau manusia). Art Nouveau dapat
diidentikan dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik dan
mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi, belum lagi
dengan penerapan bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang
lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse (atau eksponen
Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).
Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan
mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-
barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung
tampil ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini
diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furniture serta perabot logam dan ilustrasi buku serta
berbagai barang cetakan.
Art Nouveau yang muncul di sekitar tahun 1861 di Inggris sering dilihat sebagai
pemberontakan atas nilai-nilai Victoria (ratu Inggris waktu itu). Bentuk-bentuk artistik di
zaman itu sangat berkiblat pada gaya klasik Yunani Roma yang didominasi oleh bentuk-bentuk
geometris primer seperti segi tiga, segi empat, elips dan lingkaran. Para pencetus Art Nouveau
seperti desainer William Morris dipihak lain berpendapat bahwa garis lurus dan sudut tegak
lurus seperti yang terdapat pada bentuk-bentuk geometris primitif tidak pernah hadir dalam
jagat raya ini. Bahkan dalam tubuh manusia dan benda-benda organisme lainnya tidak akan
ditemui satupun garis lurus.
Maka para artis art nouveau mengkreasikan suatu bentuk seni yang menghindari bahkan
menentang bentuk garis lurus dan sudut siku-siku dan bentuk geometris primitif
lainnya.Mereka menciptakan karya-karya yang penuh garis lengkung.
Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah galeri untuk dekorasi interior yang dibuka oleh
Siegfried Bing di Paris di tahun 1895 yang bernama “Maison de l’Art Nouveau”. Di Eropa
aliran ini menggunakan nama:
• Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.
• Austria : Vienna Secessionism
• Italia : Floreale atau Stile Liberty, diambil dari nama toko di London bernama Liberty
& Co.
• Spanyol : Modernista
• Inggris : Glassgow School
TOKOH-TOKOH ART NOUVEAU

• Siegfried Bing
Apa yang dilakukan Bing sangatlah penting karena ialah yang
membawa pengaruh aliran Jepang pada Art Nouveau. Ia
mempublikasikan sebuah jurnal bulanan Le Japon Artistique, yang
dimulai pada tahun 1888 yang terkumpul dalam tiga jilib di tahun 1891.
Jurnal inilah yang mempengaruhi tokoh seperti Gustav Klimt.

• Gustav Klimt (Vienna)


Gustav Klimt (Vienna), pelukis, ilustrator, desainer mural dan
mozaik, gayanya terpengaruh gaya Jepang saat itu. Terkenal dengan
ornamen yang bagus, menggunakan corak daun emas, Lukisan erotis
dan dekorasi yang lain menyembunyikan apa yang subjek lukisan
lakukan serta Inspirasinya datang berbagai sumber sepanjang seni.

CIRI-CIRI DAN KARAKTERISTIK ART NOUVEAU


Berikut merupakan ciri ciri art nouveau
• Dinamis dan mengalir, dengan garis-garis lengkung yang serasi, cukup
menggambarkan gaya Art Nouveau. Tampilan lainnya adalah penggunaan hiperbola
dan parabola di jendela,lengkungan, dan pintu. Tumpukan-tumpukan konvensional
terlihat seakan menjadi hidup dantumbuh menjadi bentuk-bentuk yang diambil dari
tumbuh an.
• Art Nouveau dalam arsitektur dan desain interior membangkitkan kembali gaya dari
era victorian. Meski desainer Art Nouveau memilih dan memodernisasikan beberapa
elemena bstrak dari gaya Rococo seperti tekstur api dan kerang, mereka juga
mempergunakan bentuk organik sebagai sumber inspirasi, mengembangkan bentuk
alami dari rumput laut, rumput dan serangga.

• Wood-block Jepang, dengan garis lengkungnya,


permukaan yang berpola, bagian kosong yang kontras,
juga mempengaruhi Art Nouveau. Beberapa garis dan
pola lengkungan menjadi kebiasaan grafis yang
nantinya banyak ditemukan di karya-karya seniman di
seluruh dunia.

• Aliran seni rupa modern yang kaya akan ornamen dan


asimetrik yang identik dengan karakteristik tumbuhan yang
berliuk-liuk. Aliran ini marak di Eropa dan Amerika pada
tahun1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914)
dan berakhir pada

• tahun 1920 oleh klasisme pasca perang. Art Nouveau dapat


di identikan dengan citarasa seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat
kesulitan detail yang tinggi dan penerapan bahan yang mahal.

• Bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris.


Di arsitektur ada beberapa nama yang identik dengan Art
Nouveau, misalnya kota Barcelona dan Katedral La Sagrada
Familia yang identik dengan arsitek Antonio Gaudi dan C.R.
Mackintosh. Art Nouveau dapat diidentikan dengan cita rasa
seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat
kesulitan detail yang tinggi, belum lagi dengan penerapan
bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat
dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha
Alphonse (atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).
Art Nouveau merupakan sebuah gaya modern dan baru yang keluar dari keformalan,
menekankan kealamiahan, dan penggunaan bentuk-bentuk organik. Karakteristik Art Nouveau
adalah :
• Bersifat dekoratif
• Peniadaan garis-garis lurus dan sudut siku-siku.
• Penggunaan garis-garis yang berliku-liku.
• Penggunaan bentuk-bentuk organik seperti tanaman, daun, sulur dan bunga-bunga.
bunga yang favorit digunakan adalah lili, iris, dan anggrek, sedangkan tanaman lain
antara lain batang-batang palem, papyrus, dan rumput laut.
• Penggunaan bentuk, motif dan warna binatang, seperti serangga berupa capung dan
unggas berupa merak, burung layang-layang, dan a ngsa
MATERIAL BANGUNAN
Produk bahan-bangunan baru secara besar-besaran akibat sistem fabrikasi memberikan
kesempatan kepada arsitek dan konsumen untuk meluaskan kreasinya dalam rancangan
berbagai fungsi gedung maupun bangunan. Industri bahan bangunan mengeluarkan berbagai
produk seperti baja,besi tuang dalam bentuk profil-profil, beton, kaca dan gelas. Sudah
diketahui bahan bangunan ini usianya relatif masih muda terutama sebagai bahan bangunan
untuk bangunan besar dan komplek yang jelas dari segi kekuatan, homogenitas dan jumlah
telah memiliki kwalifikasi/standard para ahli.

1. BAJA
Tahun 1800-an besi tuang sudah dipraktekkan penggunaannya sebagai bagian dari
struktur tiang dan balok (post-lintel) pada bangunan-bangunan gedung. Empat tahun kemudian
baja profil diproduksi secara besar-besaran dan ini membawa kemungkinan-kemungkinan luar
biasa dalam teknik pembangunan. Masa ini dikenal dengan dimulainya periode bangunan baja
dan kaca, terutama sejak kubah gereja agung ST.Pietro Roma dibangun.
Selanjutnya dimulailah keajaiban-keajaiban pembangunan dalam dunia arsitektur
maupun sipil dengan bahan-bangunan utama dari baja/besi & kaca. Lahirnya jenis-jenis
bangunan baru – bangunan utilitas- berskala raksasa dengan menggunakan bahan bangunan
baru ini yang umurnya relatif masih muda, mengawali revolusi dibidang arsitektur, terutama
yang menyangkut unsur bentuk, fungsi, struktur, bahan dan estetika. Kemudian ditambah
lagi kesepakatan pemberlakuan standarisasi pada bahan-bangunan produk industri /pabrik.

• CRYSTAL PALACE

Sebuah gedung raksasa baja hasil rancangan


arsitek bangsawan Inggris Sir Joseph Paxton pada
tahun 1850-1851. Pelaksanaan pembangunannya
dipercayakan kepada Fox&Handerson . Pada tahun
1936 gedung ini mengalami kebakaran dan berhasil
dibangun kembali tahun 1953 di kota Sydenham.
Bangunan ini dikatakan sebagai bukti keberhasilan
yang menakjubkan dalam bidang arsitektur sebagai
sebuah terobosan yang berani dari segi desain, sistem struktur, dimensi, penggunaan bahan
baja dan kaca. Keberanian seperti ini tidak pernah ada sebelumnya setelah gereja St.Peter
Roma.
Bangunan Crystal Palace menciptakan kesan-ke san ruang inter-penetrasi (saling
menembus), memberikan kesan tanpa pembatas antara ruang dalam dan ruang luar yang
ditimbulkan oleh dinding maupun atap full glass (kaca). Memberikan pengalaman baru sebagai
kejutan dalam bidang estetika arsitektur. Tampilan
tidak lagi menekankan estetika yang bersifat emosional
atau subyektifitas semata yang biasanya ditandai
dengan desai n yang semarak ornamen, relief dan
hiasan, tetapi menawarkan sesuatu yang baru dalam
bentuk estetika yang rasional dengan desain-desain seni
yang wajar, jujur dan sederhana. Memberikan ritme
(irama) pada tampak bangunan, untuk mendapatkan pengulangan bentuk yang teratur yang
tidak terlepas akibat penggunaan atau tuntutan struktur dan konstruksi nya.

• MACHINE HALL (GALERIE DES MACHINES)


Bangunan raksasa baja satu lantai ini dirancang
oleh arsitek Dutert & Contamin , dibangun tahun
1889. Mempergunakan bahan sepenuhnya baja.
Bahan-bahan ini diproduksi secara besar-besaran
saat itu. Penerapan sistem struktur dan konstruksi
rangka ruang dengan bentangan yang sangat lebar
mampu menciptakan ruangan bebas tiang tengah,
dan ini sangat dibutuhkan untuk hangar pesawat
terbang , pabrik, stasiun dan sebagainya.
Periode ini menandai kelahiran bangunan-bangunan ramping, berskala raksasa dengan
ruang-ruang yang luas, lebar. Machine Hall adala h bagian dari sebuah pameran di Paris tahun
1889, yang diadakan sebagai sebuah ajang unjuk kebolehan bagi para arsitek, industriawan dan
owner serta masyarakat banyak.

2. BETON

Tahun 1824 Portland Cement (PC) diketemukan oleh Joseph Aspdin melalui percoban-
percobaan. Kemudian beton di tahun 1845 baru dipakai sebagai bahan bangunan walaupun
masih terbatas pada bangunan kapal.

Tahun 1867 Joseph Monier mempraktekkan penggunaan beton digabungkan dengan bahan
anyaman kawat sebagai tulangan pada bangunan gedung. Patent kemudian didapatkan setelah
melakukan percobaan-percobaan yang dilakukan hampir selama 22 tahun.

Beton pada awalnya kurang mendapat tempat dimasyarakat dengan alasan-alasan antara
lain:

• Memberikan kesan berat, besar,


• Keamanan bangunan masih diragukan,
• Dalam pelaksanaan memakan beaya yang lebih besar, karena memerlukan cetakan.
• Perhitungan-perhitungan statika belum pernah dilakukan.
Tahun 1892 Prof.Bauschinger dari Munchen dan Hennebique mengadakan percobaan-
percobaan terhadap bahan beton ini, sebagai tiang dan balok dengan memulai menggunakan
perhitungan-perhitungan statika dan matematika.

• KACA
Sebelum revolusi kaca merupakan hasil kerajinan tangan perseorangan (home industry).
Jenis pekerjaan ini sebagai seni keterampilan yang tinggi mutunya dan mampu membuat
berbagaimacam hiasan, alat rumah tangga, lampu-lampu bahkan seni hias/dekorasi dan
termasuk kaca-kaca untuk daun jendela/pintu,dengan tampilan corak/motif beragam berwarna-
warni. Khususnya gelas/kaca yang penggunaannya sebagai bahan bangunan untuk
pintu/jendela masih sangat terbatas baik dari segi ukuran yang relatif kecil-kecil dan tipis
maupun penyediaan dalam jumlah. Hasil-hasil home industry memang memiliki kelebihan
disamping kelemahan. Dalam hal ini nilai seni dan faktor individu lebih dominan.
Dimulainya produksi kaca secara industrial
memungkinkan mendapakan berbagai macam ukuran-
ukuran kaca -kaca lebar dan tebal- sesuai permintaan pasar.
Penggunaan kaca sebagai bahan bangunan sangat
mendorong usaha-usaha industri memproduksi berbagai
jenis, motif, corak, dimensi mengikuti perkembangan
pembangunan. Peran para perancang/arsitek melalui karya-
karya desainnya menempatkan kaca sebagai salah satu
bahan bangunan utama untuk berbagai jenis bangunan gedung lebih-lebih bangunan bertingkat
banyak.

PENGARUH DAN PERKEMBANGAN ART NOUVEAU DI INDONESIA


Dalam seni rupa Indonesia perkembangan Art
Nouveau dapat di lihat dari lukisan – lukisan Raden
Saleh. Lukisan – lukisan Raden Saleh sering
menggambarkan binatang dengan sangat kuat. Tidak saja
sebagai pendukung, namun juga menjadi identitas dalam
menggambarkan nasionalismenya.
Salah satu perkembangan Art noveau yang mempengaruhi desain di tanah air adalah desain
mebel serta ukiran yang ada di Jepara. Desain pada kursi, meja ataupun sekedar hiasan dinding
menggunakan ukiran – ukiran berupa tumbuh – tumbuhan, dengan sulur – sulur yang meliuk –
liuk ini tanpa kita sadari bahwa Art Nouveau sendiri telah masuk ke Indonesia. Tidak hanya
itu desain Interior ataupun eksterior (arsitektur) Art Nouveau juga hadir.
Pengaruh Arsitektur dengan gaya Art Nouveau mulai di bawa oleh
arsitek P.A.J. Moijen sekira tahun 1905. Gaya ini banyak dipengaruhi
dari Eropa. Seni ini juga banyak di padukan dengan Art Deco yang
dibawa oleh arsitek berikutnya. Salah satu tempat tersebut adalah
pertokoan Braga di Bandung. Hingga kini gaya dari dari Art Nouveau
itu sendiri sebenarnya sudah dekan dengan kita. Rumah – rumah
dengan hiasan flora masyarakat kelas menengah ke atas merupakan
contoh termudah mengenai pengaruh Art Nouveau yang besar dan
hidup hingga sekarang.
Dalam dunia fesyen tradisional ataupun modern batik ataupun
kebaya merupakan karya seni dan identisas budaya Indonesia yang
sudah sangat kita kenal. Apabila kita cermati, hiasan serta ornamaen
kain – kain tersebut banyak menggunakan hiasan tumbuh – tumbuhan,
entah itu sulur – sulur ataupun flora dan bunga – bunga. Ternyata tanpa
kita sadari banyak benda –benda disekitar kita yang mungkin
dipengaruhi dalam seni Art Nouveau.

BANGUNAN ART NOUVEAU

Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan bergaya Art Nouveau :

• Casa Batlló, Barcelona

Casa Batlló (sebutan Catalan: [ˈkazə βəʎˈʎo]) adalah


sebuah bangunan yang dipulihkan oleh Antoni
Gaudí dan Josep Maria Jujol, dibina pada tahun 1877 dan
dimodelkan semula pada tahun 1904–1906; terletak di
43, Passeig de Gràcia (passeig is Catalan untuk persiaran
atau avenue), sebahagian dari Illa de la
Discòrdia ("Block of Discord") di Eixample daerah Barcelona, Spanyol.
Area ruang tamu di Casa Batllo. Ciri khas arsitektur Gaudi
adalah kurva. Terinspirasi dari alam, ia menerapkan bentuk alam
pada bangunan. Karena alam tidak memiliki garis lurus,
arsitekturnya melengkung secara alami. Melalui jendela besar di
ruang tamu, dapat melihat ke jalan Gracia. Tempat keluarga
Batllo untuk melihat keluar dan juga untuk memamerkan
kekayaan dan gaya hidup mereka.
Gaudi menganggap lampu sebagai salah satu bagian
terpenting dari arsitektur, oleh karena itu, ia memasang lampu
atap di ruangan yang sangat kecil. Skylight (atap kaca)
memungkinkan penerangan alami di dalam ruangan sementara
cahaya warna-warni menembus kaca patri. Jendela dapat
didorong ke atas dan ke bawah untuk menyegarkan udara, yang
menjaga bentuk dan ruang daripada mendorong jendela dari
luar atau dalam. Langit-langit ruang tamu memberikan kesan bahwa sedang berada di pusaran
air dari langit-langit hingga ke lantai.
Saat naik melalui tangga, terdapat dua kamar di setiap lantai. Ada
alfabet di setiap kamar, bukan nomor kamar. Gaudi mendesain setiap
huruf dengan cara yang lebih artistik.
Gaudi meraih beberapa tanah liat dan mengepalkan tinjunya lalu
membuat sebuah bentuk baru yang berupa gagang pintu unik yang
paling nyaman untuk diraih. Melalui detail kecil ini, dapat terlihat
filosofi arsitekturnya memberikan fungsi optimal bagi manusia.
Di Casa Batllo setiap hal memiliki arti dan tujuan tersendiri.
Tidak ada yang kebetulan di rumah ini. Dari A hingga Z, Gaudi menghadirkan kepekaan indera
yang artistik.
Jendela-jendelanya mengecil ke atas, sementara warnanya
menjadi lebih gelap. Mempertimbangkan cahaya yang masuk melalui
kubah, ia menempatkan ubin dengan warna lebih gelap di atas dan
meletakkan ubin berwarna terang di lantai bawah di mana lebih sulit
untuk mendapatkan cahaya. Pegangan tangannya terbuat dari pohon ek
untuk melindungi panel kaca sambil memberikan sentuhan yang bagus.
Saat bergerak dari satu sisi ke sisi lain, melalui panel kaca teelihat efek
ombak yang bergulung.

• Metro Entrances. Paris, France

Antara 1900 dan 1912, 141 pintu masuk Art Nouveau


dipasang di Paris. Didesain dalam dua gaya oleh arsitek
Hector Guimard. Guimard menciptakan dua jenis pintu
masuk, dengan dan tanpa atap kaca, beberapa juga
menampilkan panel dengan motif bunga. Pintu masuk telah
menjadi simbol kesayangan Paris, dengan replika pintu
masuk beratap yang didirikan pada tahun 2000 di halte
Châtelet. Hari ini, terowongan terlihat sangat dekoratif dan
menjadi salah satu simbol dari Art Nouveau Paris.
• Rumah Jules Lavirotte (Home of Jules Lavirotte)
Fasad bangunan apartemen yang mengagumkan ini didirikan
pada 1901 dalam gaya desain Art Nouveau. Pintu masuknya
penuh dengan seni yang menggambarkan Taman Eden. Rumah
yang terletak di 29 Avenue Rapp ini juga dianggap sebagai salah
satu bangunan di Paris yang memiliki struktur Art Nouveau paling
sangat mendetil.

• Castel Béranger
Berikut ini adalah karya lain arsitek
Hector Guimard. Pintu masuk untuk
penumpang yang ingin melakukan perjalanan
ke Castel Beranger, sebuah gedung
apartemen yang dirancang khusus sejak akhir
abad ke-19. Guimard sekarang dianggap
sebagai perancang klasik Art Nouveau.
ARSITEKTUR ART DE CO

Art Deco adalah sala h satu gaya desain arsitektur yang berkembang di sekitaran zaman
arsitektur modern tahun 1900an. Art deco banyak dikenal karena ciri khas dan keunikan
desainnya yang saat itu menjadi trend yang banyak digemari.

SEJARAH
Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah
kelompok seniman dekorasi resmi yaituh ,La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya
antara lain adalah Hector Guimard,Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice
Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco
pada umumnya. Art Deco adalah sebuah gerakan desain yang populer yang dimulai dari 1920
hingga 1939, Nama Art Deco diberikan sebagai nama lambang kemajuan peradabanyang
popular antara tahun 1920 sampai dengan 1930. Maksud perhimpunan ini adalah
memperlihatkan desain tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara
internasional.
Gaya ini pertama kali muncul pada tahun 1925 dan berkembang hingga 1940. Nama
Art Deco berasal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs et industries
pada tahun 1925 di Perancis. Art deco secara sederhana adalah gabungan dari berbagai gaya
dan aliran pada awal abad ke-20, termasuk dalam hal ini adalah gaya Konstruksionisme,
Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme.
Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Prerancis adalah AM,
Cassandre, Jean Carlu. Pada Desain Art Deco banyak mengunakan gradasi warna yang halus
serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Desain Art Deco banyak
menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih
beratuan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).
Desain Art Deco yang diwakili modernisme berubah menjadi mode. Produk-produknya
tidak hanya arsitektur dan furnitur, namun juga meliputi barang-barang mewah yang dibuat
secara individual dan barang-barang yang diproduksi secara massal. Tujuan produk art deco
adalah untuk menciptakan keanggunan yang halus dan antitradisi yang melambangkan
kekayaan dan kecanggihan.
PENGERTIAN ART DECO
Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah
Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II
yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang,
misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster,
pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya
Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran
modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan
Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain
kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman
Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya
metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru
saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-
bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi
mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif
tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya
mayoritas dalam format yang sederhana.
Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama
kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan
oleh Musée des Arts Décoratifs di Paris yang pada
saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema
Les Années 25 yang bertujuan untuk meninjau
kembali pameran internasional Exposition
Internationale des Arts Décoratifs et Industriels
Modernes yang diselenggarakan pada tahun 1925 di
Paris. Sejak saat itu nama Art Deco menjadi dikenal dan semakin. Ungkapan Art Deco semakin
mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku Art Deco karangan Bevis
Hillier di Amerika pada tahun 1969. Jadi sebelum tahun 1966, masyarakat belum mengenal
nama Art Deco dan menamai seni yang populer di antara kedua perang dunia itu sebagai seni
"modern".
Art Deco dikarakterkan dengan
penggunaan bahan-bahan seperti aluminum,
stainless steel,lacquer , inlaid wood, kulit hiu
(shagreen), dan kulit zebra. Penggunaan berani
dari bentuk bertingkat, sapuan kurva (unlike the
sinuous, natural curves of the Art Nouveau),
pola-pola chevron , dan motif pancaran matahari
adalah tipikal dari Art Deco. Be berapa dari motif ini sering muncul pada saat ini— contohnya,
motif pancaran matahari dalam berbagai konteks seperti sepatu wanita, radiator grilles,
auditorium dari Radio City Music Hall, dan puncak dari Gedung Chrysler.
TOKOH TOKOH ART DECO

Desainer Art Deco terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah desainer
yang mengkonsentrasikan diri pada desain yang individual dan dikerjakan dengan kemampuan
pekerjaan tangan yang tinggi, rancangan tersebut hanya dapat dibeli oleh kalangan atas,
sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok desainer yang mengutamakan desain berbentuk
geometri dengan berdasarkan pada pertimbangan fungsional.
Beberapa desainer Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai
master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal.
Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe
et Mare (Louis Süe and André Mare) serta Eileen Gray. Rene Lalique dikenal dengan hiasan
dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya,
Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif
tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya.

ALIRAN ART DECO

1. Stepping Type
Tipe ini biasanya diterapkan pada bangunan2
bertingkat (skyscraper) dengan mengimitasi bentuk
ziggurat Persia kuno. Bangunan dibuat dalam tingkat2
dimana semakin ke atas, ukurannya semakin sempit.
Contohnya yang terkenal tentu gedung Empire State
Building yang pernah menjadi bangunan tertinggi di
dunia selama 4 dasawarsa, bahkan kembali mengklaim
gelar itu setelah WTC runtuh.

2. Classic Moderne
Jika kalian pernah melihat kantor Daily Planet di
film Superman Returns, maka kalian mungkin
mendapat gambaran seperti apa gaya ini. G aya klasik
ini diperindah dengan hiasan2 berupa mural dan motif
keemasan.
3. Streamline Moderne
Gaya inilah yang sering kalian lihat jika kalian
berkunjung ke pusat kota Bandung ataupun Old
Miami, Florida. Gaya inilah yang paling “bersih”
ketimbang gaya klasik yang kaya dekorasi, juga
memiliki bentuk yang lebih aerodinamis. Berbeda
dengan gaya art deco streamline di Bandung,
bangunan bangunan art deco di Miami, Florida
lebih berwarna-warni.

KARAKTERISTIK ARSITEKTUR ART DECO


Gaya art deco memiliki berbagai ciri khas yang sangat distinctive dan mudah dibedakan dengan
gaya gaya arsitektur lain. Berikut ini adalah karakteristik gaya arsitektur art deco yang hampir
tak dimiliki gaya arsitektur lain.
• Ziggurat.
Ziggurat adalah struktur bertingkat yang terlihat seperti tangga. Gaya
arsitektur Art Deco sebetulnya terpengaruh oleh gaya arsitektur purba dari
Babilonia dan Mesir. Ziggurat merupakan sebutan bagi punden berundak
dari peradaban Mesopotamia dan juga merupakan cikal bakal piramida
Mesir.

• Sisi bangunan melengkung.


Sisi bangunan berbentuk melengkung
merupakan ciri khas yang tidak dapat dipisahkan
dari bangunan bergaya Art Deco. Akan tetapi, tidak
semua sisi bangunan menggunakan sudut
melengkung, hanya satu atau dua bagian sisi
bangunan.

• Atap datar.
Art Deco juga merupakan turunan dari gaya
kubisme yang sangat mengagungkan bentuk
kubus. Maka, seringkali bangunan Art Deco
memiliki atap yang datar, tidak miring seperti
bangunan kebanyakan. Atap bergaya Art Deco
juga biasanya dihiasi dengan parapet
(penghalang pendek di tepian atap) atau bahkan
menara
• “Eyebrow” atau “alis”
Jendela bisa dianggap sebagai “mata” sebuah
bangunan, maka tak salah menyebut karakteristik
bangunan art deco ini sebagai “alis”. “Eyebrow” adalah
bagian bangunan yang menonjol tepat di atas jendela dan
b erfungsi menghalau panasnya cahaya matahari
sehingga juga akan membantu mendinginkan dan
menyamankan ruangan. Karena ciri khas inilah, art deco
sangat populer digunakan di wilayah tropis seperti di Indonesia dan Miami, Florida.

• Glass block.
Penggunaan glass block atau balok-balok kaca digunakan
secara ekstensif sebagai pengganti jendela. Fungsinya adalah
untuk memaksimalkan masuknya cahaya ke dalam rumah.

• Kaca patri
Umumnya jendela pada rumah bergaya art deco
menggunakan kaca patri dengan pola yang simpel.
Seringkali pula, terdapat railing atau jeruji besi pada
jendela tersebut yang dibuat seartistik mungkin.
• Hiasan Geometris
Gaya art deco sangat mengandalkan motif geometris
untuk memperindah bangunan, terutama yang berbentuk
garis lurus. Gaya ini juga menerapkan motif2 khas seperti
matahari terbit dan chevron (motif zig zag seperti mata
anak panah).

• Warna yang variatif.


Sebagai salah satu desain yang terkenal penuh
dengan kreatifitas, pemilihan warna dalam desain Art
Deco juga tidak mengenal batasan. Bahkan, sering
ditemukan penggunaan warna-warna terang yang
mencolok dalam rumah bertema Art Deco.
PERKEMBANGAN ART DECO DI INDONESIA

Bandung sempat dijuluki sebagai kota yang menjadi laboratorium arsitektur dunia. Hal
tersebut dilandasi dengan banyaknya aliran arsitektur dunia yang tampak pada bangunan-
bangunan yang ada di kota ini. Mulai dari aliran indische empire stijl hingga aliran art deco
yang masih dikenal di Bandung hingga saat ini.
Semua ini, berawal dari rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda oleh Gubernur
Jenderal J.P. de Graaf van Limburg Stirum dari Batavia ke Bandung pada tahun 1915. Bandung
dianggap lebih nyaman untuk ditinggali, terlebih sejak seorang ahli kesehatan H. F. Tillema
memaparkan makalah yang menyebutkan tentang buruknya sanitasi di kota-kota pantai. Ia juga
menyebutkan kalau kelembaban yang tinggi serta suhu yang panas di kota-kota tersebut tidak
cocok bagi warga Eropa.
Sejak itu, Belanda mendatangkan banyak arsitek andal dari negaranya untuk
membangun dan menata Bandung. Awalnya, mereka membangun pusat militer yang
dikonsentrasikan di pusat kota Bandung dan Cimahi. Selanjutnya, dibangun pula pusat
pemerintahan yang ditandai dengan pendirian Gedung Sate pada tahun 1920 dan rampung
empat tahun kemudian.
Salah satu contoh bangunan arsitektur bergaya
ART DECO yang bisa dinikmati hingga kini tampak
pada bangunan Landmark di Jalan Braga dan bekas
bioskop Majestic, yang kini menjadi Asia Africa
Culture Center. Di kedua bangunan tersebut tampak
ornamen Batara Kala yang diambil dari sebuah candi
Hindu di Bali.
Langgam art deco di Bandung sendiri dipopulerkan oleh Prof. Ir. Charles Proper Wolff
Schoemaker (arsitek vila Isola)vdan Albert Frederik Aalbers. Karya Aalbers yang masih ada
saat ini di antaranya Hotel Savoy Homann dan Vila Tiga Warna di Jalan Ir. H. Djuanda, kini
dialihfungsikan menjadi sebuah bank. Bisa dikatakan Savoy Homann menjadi karya Aalbers
yang paling populer di Bandung. Hotel Homann yang pertama kali dibangun 1880 ini didesain
ulang Aalbers tahun 1939. Gaya art deco di Homann dicirikan dengan dekorasi garis lurus yang
tumbuh dari struktur horizontal dan vertikal beton, yang lebih dikenal dengan istilah streamline
deco.
Bangunan lainnya adalah Bank Jabar (karya
Schoemake r lainnya yang bergaya art deco). Gedung
ini dibangun pada tahun 1915 dengan bentuk kurva
linier yang dinamis dan dilengkapi dengan menara
seperti yang ada di Hotel Homann. Pola horizontal
ramping yang berlapis-lapis pada bukaan atas terlihat
lugas tanpa banyak menggunakan unsur dekoratif.
CONTOH BANGUNAN ART DECO

• Empire State Building (New York, AS)


Salah satu gedung paling terkenal di dunia yang
memiliki gaya desain Art Deco adalah Empire State
Building. Empire State Building memiliki bentuk yang
paling konvensional dari gaya Art Deco. Desain
gedung ini memiliki ciri khas arsitektur gedung
sebelum Perang Dunia II yang terletak di New York.
Gedung ini memiliki bentuk bangunan seperti kubus
dengan berbagai bentuk yang ditumpuk, dengan
jendela yang tersusun rapih mengelilingi gedung.
Bangunan ini memiliki bentuk yang lebih luas pada
dasarnya dan mengerucut ke puncaknya. Bentuknya
yang simetris, dengan potongan garis-garis lurus dan jendela panjang merupakan ciri khas
dari bentuk desain Art Deco.

• Hotel Savoy Hofman (Bandung, Indonesia)

Hotel Savoy Homann adalah hotel bintang


empat yang berada di Jl. Asia-Afrika (dahulu Jalan
Raya Pos) No. 112, Cikawao, Lengkong,
Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Pendahulu hotel ini adalah Hotel Homann, milik
keluarga Homann. Pada tahun 1939, bangunan yang
sekarang dirancang dengan desain gelombang
samudera bergaya art deco karya Albert Aalbers.
Untuk menegaskan kebesarannya, kata "Savoy"
ditambahkan, yang ditambahkan pada tahun 1940
dan tetap demikian hingga tahun 1980-an.
Kemudian dilakukan modifikasi kecil-kecilan Hotel ini memiliki pekarangan dalam (jauh dari
jalan raya), dan tamu dapat menikmati sarapan di udara terbuka.

• Gedung Chrysler
Dipandang sebagai contoh utama arsitektur Art Deco, dan
sangat khas karena mahkota dan ornamen bertingkat yang
didasarkan pada desain mobil Chrysler saat itu. Mahkota itu
dirancang oleh Van Alen sebagai tujuh lengkungan bertingkat
yang membentuk lemari besi selangkangan salib yan g dibangun
menjadi tujuh anggota konsentris yang dipasang di belakang
yang lain dengan kemunduran transisi.
PERBEDAAN ART NOUVEAU DAN ART DECO
Terdapat perbedaan antara Art Nouveau dan Art Deco:
- Art Nouveau berkembang pada tahun 1880 dan 1890an, sedangkan Art Deco di
Eksposisi pada tahun 1925 dan Art Deco terjadi diantara dua Perang Dunia, yaitu tahun
1920 s.d. 1939.
- Art Nouveau adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan yang
meliuk-liuk. Sedangkan Art Deco adalah gerakan desain yang mempengaruhi seni
dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual.
- Art Nouveau menggunakan bahan material seperti baja, kaca, dan beton. Sedangkan
Art Deco menggunakan bahan material alumunium, stainless steel, lacquer, dan inlaid
wood.
- Art Nouveau ukiran ornamen seperti sulur-sulur bunga anggrek, dll. Sedangkan Art
Deco memiliki ukiran ornamen seperti ziggurats, kristal, dan sunbursts.