Anda di halaman 1dari 14

MODUL 3

ESENSI KURIKULUM IPS SD BERDASARKAN KTSP 2006


KELAS TINGGI
Mata Kuliah : Pembelajaran IPS Di SD
Tutor: Drs. I Nyoman Sujana, M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 2
1. Ni Kadek Ari Darmayani (859008667)
2. Ni Kadek Andiani Febriyanti (859008778)
3. Ria Yuliana (859008588)
4. Yuliana Wati Dewi (859008595)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM


BI S1-PGSD UNIVERSITAS TERBUKA

UPBJJ DENPASAR POKJAR DENPASAR SELATAN

TAHUN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih
terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik pikiran maupun materinya.

Laporan ini berisi tentang “Esensi Kurikulum IPS SD berdasarkan KTSP


2006 Kelas Tinggi” Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar
makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Denpasar, Oktober 2019


Penulis

Kelompok 2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... ........ i


DAFTAR ISI
........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................ .......................... 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... ........ …… 2
1.3 Tujuan .................................... ........ ………………………………………… 2
1.4 Manfaat.................................. ........ ………………………………………… 3
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. 4
2.1 Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Kurikulum IPS
SD (KTSP) 2006 Di Kelas Kelas Tinggi……………………………………. 5
2.2 Nilai dan Sikap, Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal dan
Sosial dalam Kurikulum IPS SD 2006 Kelas Tinggi………………………
2.2.1 Nilai dan Sikap…………………………………………………..
2.2.2 Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal dan Sosial
2.3 Contoh Keterkaitan Antara Peristiwa, Fakta,Konsep, Generalisasi, Nilai, Sikap
Dan Kemampuan Analisis/Keterampilan (Intelektual, Personal, Dan Sosial)
Dalam Konteks Pendidikan IPS SD Dalam KTSP 2006 Di Kelas Tinggi
BAB III PENUTUP
3.1 SIMPULAN
3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan nasional, merupakan salah satu sektor pembangunan nasional
dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan menjadikan warga negara
indonesia menjadi manusia yang berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman
yang selalu berubah dan berkembang. Makna manusia yang berkualitas, menurut
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu
manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan nasional harus
berfungsi secara optimal sebagai wahana utama dalam pembangunan bangsa dan
karakter.

Perkembangan kurikulum di Indonesia pada dasarnya berpijak pada


perkembangan pendidikan di Indonesia itu sendiri, yang sejarahnya sudah dimulai
sejak sebelum proklamasi kemerdekaan (zaman penjajahan). Kurikulum merupakan
pedoman yang cukup mendasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan.
Disadari atau tidak bahwa berhasil tidaknya suatu pendidikan, sukses tidaknya dalam
mencapai suatu tujuan pendidikan sedikit banyak bergantung pada kurikulumnya.
Begitu pun dengan mata pelajaran IPS, tujuan mata pelajaran IPS tercapai sedikit
banyak tergantung pada kurikulumnya.
Guru diharapkan dapat memahami dan mampu mengembangkan lebih jauh
terkait dengan peristiwa, fakta, konsep, generalisasi, nilai, sikap, kemampuan analisis
dan keterampilan intelektual, personal dan sosial. Kemampuan tersebut tentu sangat
penting dimiliki oleh guru, agar dapat menyajikan pembelajaran IPS dengan lebih baik
dan guru tampil lebih siap dengan wawasan yang lebih luas. Hal ini menjadikan
suasana belajar kondusif dan interaksi dalam pembelajaran lebih hidup. Maka dari itu,
kami akan membahas mengenai ”Ensensi Kurikulum IPS Berdasarkan KTSP 2006
Kelas Tinggi”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1.2.1 Bagaimana identifikasi peristiwa, fakta, konsep, generalisasi ilmu-ilmu sosial
dalam Kurikulum IPS SD 2006 di kelas tinggi ?
1.2.2 Bagaimana identifikasi nilai dan sikap, keterampilan (intelektual/analisis,
personal, dan sosial) dalam kurikulum IPS 2006 di kelas tinggi ?
1.2.3 Materi apa yang dapat menunjukkan keterikatan antara peristiwa, fakta,konsep,
generalisasi, nilai, sikap, kemampuan analisis/keterampilan (intelektual,
personal, dan sosial) dalam konteks pendidikan IPS SD dalam KTSP 2006 di
kelas tinggi ?

1.3 Tujuan
Dengan mempelajari modul 3 diharapkan guru dapat:
1.3.1 Mengidentifikasi peristiwa, fakta, konsep, generalisasi ilmu-ilmu sosial dalam
Kurikulum IPS SD 2006 di kelas kelas tinggi
1.3.2 Mengidentifikasi nilai dan sikap keterampilan (intelektual/analisis, personal,
dan sosial) dalam kurikulum IPS 2006 di kelas tinggi.
1.3.3 Memberi contoh keterikatan antara peristiwa, fakta,konsep, generalisasi, nilai,
sikap dan kemampuan analisis/keterampilan (intelektual, personal, dan sosial)
dalam konteks pendidikan IPS SD dalam KTSP 2006 di kelas tinggi
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari makalah ini antara lain:
1.4.1 Guru
sumber acuan untuk meningkatkan pemahaman atau pengertian terkait dalam
menyajikan pembelajaran IPS dan guru lebih siap dengan wawasan yang lebih luas
lagi.
1.4.2 Siwa
Meningkatkan Pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran IPS
Meningkatkan hasil belajar dalam pelaksanaan pembelajaran IPS
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Kurikulum


IPS SD (KTSP) 2006 Di Kelas Kelas Tinggi
Telah kita pahami betapa pentingnya peristiwa dan fakta dalam konteks
pembelajaran IPS walaupun peristiwa dan fakta bukan tujuan akhir pembelajaran IPS.
Di dalam pembelajaran IPS, tidak mungkin guru mengabaikan peristiwa dan fakta.
Peristiwa dan fakta itu sangat esensial dalam proses berpikir. Peristiwa dan fakta itulah
yang memberikan raw material kepada konsep sebagai pilar-pilar kegiatan intelektual.
Di dalam kegiatan pembelajaran peristiwa dan fakta harus dipetakan dalam hubungan
fungsional dengan konsep, generalisasi dengan cara yang sistematik. Dengan
pandangan seperti itu maka peserta didik akan mampu melihat hubungan Siantar
fenomena intelektual dan penggunaanya ke dalam upaya meraih pengetahuan yang
bermakna. Sehingga dapat dikatakan bahwa peristiwa dan fakta itu merupakan fondasi
bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam hubungan antar peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi dapat
disimpulkan, bahwa, konsep menghubungkan fakta-fakta, dan generalisasi
menghubungkan beberapa konsep. Dengan hubungan itu terbentuklah pola hubungan
yang mempunyai makna, yang menggambarkan hasil pemikiran yang tinggi.
Kita dapat mengambil beberapa kesimpulan tentang generalisasi jika
diperbandingkan dengan konsep, yaitu berikut ini:
1. Generalisasi adalah prinsip-prinsip atau rules (aturan) yang dinyatakan dalam
kalimat sempurna.
2. Generalisasi memiliki dalil, konsep tidak.
3. Generalisasi adalah objektif dan impersonal, sedangkan konsep subjektif dan
personal (berbeda antara seseorang dan lainnya).
4. Generalisasi memiliki aplikasi universal, sedangkan konsep terbatas pada
orang tertentu.
Tugas guru adalah mengembangkan pengertian konsep dan generalisasi,
bersamaan dengan itu juga mengembangkan kemampuannya untuk mengenal konsep-
konsep esensial dan konsep-konsep lainnya dan juga untuk mengembangkan
kemampuan untuk merumuskan generalisasi sesuai dengan kemampuan berpikir
peserta didik.
2.2 Nilai dan Sikap, Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal
dan Sosial dalam Kurikulum IPS SD 2006 Kelas Tinggi
2.2.1 Nilai dan Sikap
Tananan sistem nilai yang harus menjadi acuan pendidikan IPS, yakni Pancasila.
Sementara dalam proses pendidikan kita kembangkan kemampuan peserta didik agar
dapat mengembangkan dan menemukan sendiri ukuran-ukuran nilai yang dihayati
dengan sungguh-sungguh.
Menurut Notonagoro (Darmodiharjo, 1979:55-56) nilai terbagi atas 3 bagaian:
a. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani
manusia.
b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan.
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Mengevaluasi nilai juga bisa menggunakan teknik menilai diri, misalnya dengan
perisai kepribadian. Cara ini sangat bersifat pribadi. Oleh karena itu, apabila akan
digunakan dikelas dan dijadikan bahan dialog tentang nilai antara guru dan peserta
didik sebaiknya tanpa nama. Peserta didik mengisi beberapa pertanyaan tentang nilai
yang berkenaan dengan nilai-nilai yang menjadi pilihan peserta didik, kekurangan
diri sendiri, kebaikan yang dimilikinya, kebiasaan dan lain-lain.
Sikap dapat dibentuk dengan dua cara utama sebagai berikut:
a. Melalui proses belajar (mendapatkan informasi yang benar).
b. Melalui keteladanan dari orang-orang yang dijadikan contoh.
Sedangkan untuk mengevaluasi sikap, biasanya digunakan skala Sikap. Skala
sikap ada beberapa macam, seperti Skala Likert, Skala Thurstone, dan Skala
Guttman. Selain itu ada juga Semantic Different dari Osgood.

2.2.2 Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal dan Sosial


Aspek keterampilan kemampuan analisis dalam pengajaran IPS itu hanya dapat
dicapai jika guru mengintegrasikan aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajar
mengajar. Artinya guru harus memprogram kegiatan belajarnya dengan pendekatan
Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
Pengalaman berharga yang diperoleh peserta didik itu akan memberikan manfaat,
misalnya sebagai berikut.
a. Peserta didik dapat memperdalam pemahaman dan pengertian materi
pelajaran juga mampu mengembangkan sikap dan keterampilannya.
b. Mendorong siswa berpikir kritis dan realistis.
c. Pengalaman menghadapkan peserta didik kepada keadaan yang sebenarnya.
d. Pengalaman itu akan berakumulasi agar diperoleh pengalaman yang lebih
mendalam lagi.
Dalam hal ini guru harus mengupayakan agar.
a. pengalaman ini sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
b. Pengalaman itu beragam, tidak menjemukan.

Keterampilan terdiri atas 3 bagian berikut ini.


a. Keterampilan intelektual/kemampuan analisis, keterampilan berpikir,
b. Keterampilan sosial,
c. Keterampiln personal.
Keterampilan merupakan proses. Oleh karena itu guru harus merencanakan
kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan pengalaman belajar yang mengacu
pada pencapaian keterampilan. Guru dapat membuat tabel keterampilan intelektual,
personal, dan sosial yang dilakukan melalui observasi.

2.3 Contoh Keterkaitan Antara Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi, Nilai,


Sikap Dan Kemampuan Analisis/Keterampilan (Intelektual, Personal, Dan
Sosial) Dalam Konteks Pendidikan IPS SD Dalam KTSP 2006 Di Kelas Tinggi
Kita hanya dapat memahami keterkaitan antara peristiwa, fakta, konsep,
generalisasi dan keterampilan (intelektual, personal, dan sosial) secara nyata hanya
dengan melalui proses pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran yang dikelola guru
dengan tepat. Pembelajaran konsep sebaiknya menempuh alur induktif-deduktif, dari
yang konkret ke yang abstrak, dari fakta menuju pembentukan konsep.
Selanjutnya di bawah ini adalah contoh materi dan proses pembelajaran yang
menunjukkan adanya keterkaitan antara peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi,
nilai, sikap, dan keterampilan peserta didik.
Contoh:
Materi : Perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang
(Materi Pelajaran, yaitu Zaman Pergerakan Nasional).
Kompetensi Dasar:
Mendiskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan
Belanda dan Jepang.
Indikator:
Peserta didik mengenal arti Pergerakan Nasional dan arti Sumpah Pemuda bagi
Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.
A. Ranah kognitif, setelah mempelajari ini peserta didik diharapkan dapat:
1. Menceritakan latar belakang timbulnya pergerakan nasional, serta tokoh-
tokohnya,
2. Menerangkan peristiwa Sumpah Pemuda,
3. Menceritakan tokoh-tokoh yang berperan dalam Sumpah Pemuda.
4. Menunjukkan arti Pergerakan Nasional dan Sumpah Pemuda bagi Persatuan
dan Kesatuan bangsa Indonesia
B. Ranah Afektif
1. Menghayati jasa para pelopor Pergerakan Nasional.
2. Mengapresiasi jiwa Sumpah Pemuda.
C. Ranah Psikomotor
1. Mencoba melakukan wawancara untuk memahami makna zaman
Pergerakan Nasional dengan tokoh-tokoh tertentu.
2. Memahami makna Sumpah Pemuda melalui proses diskusi kelas.
Peristiwa sebagai bahan kajian:
Peringatan hari kebangkitan nasional atau sumpah pemuda.
Fakta-fakta sebagai bahan kajian:
1. Gambar-gambar dari tokoh-tokoh bersejarah..
2. Naskah sumpah pemuda.
3. Gambar gedung-gedung bersejarahbagi pergerakan nasional.
4. Gambar suasana Jakarta pada zaman penjajahan.
Konsep:
1. Nasionalisme, Imperialisme, dan Kolonialisme.
2. Kaum pergerakan, Persatuan bangsa, Kemerdekaan, dominasi asing,
Patriotisme, organisasi politik, hak asasi manusia, dan seterusnya.
Generalisasi:
1. Setiap masyarakat manusia pasti mengalami perubahan.
2. Penjajahan selalu menimbulkan konflik dan kesengsaraan.
3. Perwujudan nasionalisme disesuaikan dengan tantangan zamannya.
Nilai:
Nilai Material:
Peserta didik merasa telah menikmati hasil kemerdakaan.
Nilai Vital:
1. Cermat, dalam meneliti nilai sejarah.
2. Objektif, dalam menilai informasi.
3. Kreatif dalam memprediksi.
Nilai Kerohanian:
1) Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat-Nya, dan seterusnya.
2) Rasional dalam berargumentasi.
3) Memiliki empati terhadap pengorbanan para pahlawan.
4) Rasa bertanggungjawab atas nikmat kemerdekaan dan seterusnya.
Sikap:
1) Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa disertai rasa tanggung jawab;
2) Tanggap terhadap perkembangan zaman;
3) Bersikap terbuka dan toleran terhadap pendapat orang lain;
4) Bangga sebagai bangsa Indonesia dan mencintai bangsa dan tanah airnya dan
seterusnya.
Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis:

1) Melukiskan, menyimpulkan, menganalisis informasi konseptualisasi


generalisasi dan membuat keputusan.
2) Memperoleh informasi, membentuk konsep, generalisasi, mengorganisasikan
informasi, mengritik informasi, mengambil keputusan, menafsirkan fakta,
menyusun laporan.
Keterampilan Personal:
1) Membaca peta, membuat denah, membuat peta, mengenal waktu dan
kronologis, menerjemahkan konsep waktu, bekerja dalam kelompok.
2) Keterampilan praktis ( membuat peta dan lain-lain), belajar mandiri,
memimpin dalam diskusi, mengendalikan emosi dan lain-lain.
Keterampilan Sosial:

Berkontribusi memberikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, mampu


menjelaskan, mampu mengadakan wawancara, mampu berperan dengan baik, dan
lain-lain
Jenis kegiatan perseorangan, kelompok kecil dan klasikal.
Persiapan:

1) Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, guru telah mempersiapkan


langkah-langkah apa yang akan dilaksakan dalam kegiatn pembelajaran.
2) Menyediakan media berupa kertas-kertas, spidol berwarna, gambar-gambar,
dan lain-lain.
Pendekatan Metode:

Multimetode yang mencakup ceramah yang divariasikan dengan pendekatan


konsep, diskusi disertai tugas.
Penugasan Kepada Siswa:

Mebuat kliping tentang uraian-uraian sekitar peringatan Hari Kebangkitan


Nasional dan Sumpah Pemuda.
Rancangan pengembangan master Pelajaran oleh Guru:

Guru merumuskan pokok-pokok materi sebagai bahan penganan dalam


kegiatan belajar mengajar merujuk kepada berbagai sumber (disebutkan sumbernya).
Guru berperan sebagai pengembang kurikulum.
Proses pembelajaran:

Pertemuan pertama : penjelasan pokok-pokok pelajaran dari guru disertai cara


belajarnya, memperagakan, menanya, membuat kesimpulan, menyampaikan ceramah
singkat, dan pemberian tugas.
1. Tahap penugasan: inkuiri sederhana, inkuiri dokumen lain, dan kerja
kelompok.
2. Tahap kelas minggu berikutnya: diskusi kelas dan tes formatif.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan tentang “Esensi Kurikulum IPS SD berdasarkan (KTSP)
2006 Kelas Tinggi,” maka diambil kesimpulan :
3.1.1 Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial dalam
Kurikulum SD (KTSP) Tahun 2006 Kelas Tinggi
Peristiwa dan fakta sangat esensial dalam proses berpikir, peristiwa dan fakta
itulah yang memberikan raw material kepada konsep sebagai piral-pilar
kegiatan intlektual. Didalam kegiatan pembelajaran peristiwa dan fakta harus
dipetakan dalam hubungan fungsional dengan kosep, generalisasi dengan cara
yang sistematik. Dengan pandangan seperti itu peserta didik mampu melihat
hubungan dengan diantara fenomena intlektual dan penggunannya ke dalam
upaya meraih pengetahuan yang bermakna. Sehingga dapat dikatakan
peristiwa dan fakta itu merupakan fondasi bagi perkembangan ilmu
pengetahuan.

3.1.2 Nilai dan Sikap Keterampilan (Intelektual/Analisis, Personal, dan Sosial)


dalam kurikulum IPS 2006 di Kelas Tinggi
Sikap itu merupakan akibat sistem yang dianut seseorang, sehingga dapat
dikatakan bahwa nilai yang dianut seseorang tercermin dan sikapnya.
Keterampilan merupakan proses. Oleh karena itu guru harus merencanakan
kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan pengalaman belajar yang
mengacu pada pencapaian keterampilan. Guru dapat membuat tabel
keterampilan intelektual, personal, dan sosial yang dilakukan melalui observasi

3.1.3 Menunjukkan Keterikatan Antara Peristiwa, Fakta,Konsep,


Generalisasi, Nilai, Sikap, Kemampuan Analisis/Keterampilan
(Intelektual, Personal, dan Sosial) Dalam Konteks Pendidikan IPS SD
dalam KTSP 2006 di Kelas Tinggi

Pada bagian akhir dikemukakan satu contoh pengembangan materi


pembelajaran yang menununjukan adanya keterkaitan antara peristiwa, fakta,
konsep, generalisasi, nilai, sikap dan keterampilan, materi pembelajaran ini
dapat dikembangkan sesuai kreativitas, sesuai dengan kondisi lingkungan
peserta didik dimana proses pembelajaran dilakukan.
3.2 Saran
Perubahan kurikulum dari tahun ke tahun mengalami perkembangan,
namunsebagus apapun rancangan kurikulum tersebut jika pelaksanaannya
tidak berjalan dengan semestinya maka keberhasilan tujuan awal tidak
akandicapai. Oleh karena itu untuk menjalankan kurikulum dengan berhasil
kita memerlukan guru yang benar-benar profesional. Sebelum kurikulum
diaplikasikan, kita harus mampu mempersiapkan guru tampil lebih siap
dengan wawasan yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Sardjijo,ischsk.2018.Pendidikan IPS di SD.Universitas Terbuka:CV Gerins Prima

Anda mungkin juga menyukai