Anda di halaman 1dari 6

Likuidasi Dan Reorganisasi Koporasi

Membahas akutansi dan persoalan hukum yang berkaitan dengan korporasi yang mengalami
kesulitan keuangan. Beberapa korporasi mampu bangkit kembali dari kesulitan keuangan itu melalui
perubahan operasi dan kebijakan internal. Sementara itu yang mengalami masalah keuangan yang lebih
serius terpaksa mencari bantuan dari pihak eksternal. Bantuan tersebut diklasifikasikan sebagai
perjanjian langsung dengan kreditor, reorganisasi, dan likuidasi.

Bab ini berfokus pada kebangkrutan akibat likuidasi perusahaan atau reorganisasi. Pertama kami
akan memberikan suatu tinjauan mengenai UU kebangkrutan A.S. Kemudian membahas persyaratan
dan prosedur yang berhubungan dengan likuidasi serta reorganisasi.

BANKRUPTCY REFORM ACT TAHUN 1978


Sebuah korporasi debitor dianggap insolven apabia tidak mampu membayar utangnya ketika sudah
jatuh tempo, atau apabila total utangnya melebihi nilai wajar aktivanya. Ketidakmampuan untuk
melakukan pembayaran secara tepat waktu disebut sebagai insolvensi ekuitas (equity insolvency.
Sementara memiliki total debet yang melebihi nilai wajar total aktivadisebut sebagai insolvensi
kebangkrutan (bankruptcy insolvency). Korporasi debitor yang insolven menyangkut ekuias mungkin
mampu menghindari kebangkrutan dengan menegosiasikan perjanjian langsung dengan kreditor.
Sementara itu, korporasi debtor yang insolven menyangkut kebangkrutan biasanya akan direorganisasi
atau dilikuidasi di bawah pengawasan pengadilan kebangkrutan.

Bankruptcy Act tahun 1898 dan sejumlah amandemennya telah dihapus ketika kongres
menetapkan title 11 dari united states code, yaitu Bankruptcy Reform Act tahun 1978, yang
merefleksikan UU kebangkrutan yang baru dan pengendalian kebangkrutan yang baru. UU tersebut
telah diamandemenkan selama beberapa kali sejak diberlakukan, terakhir pada tahun 1994.

UU kebangkrutan memfasilitasi pembebasan utang bagi individu dan perusahaan menurut


berbagai provinsi, yang disebut chapter. Tujuan dari UU kebangkrutan adalah untuk melindungi
kepentingan kreditor, memastikan distribusi aktiva yang adil dalam penyelesaian kewajiban, dan
memberikan debitor”awal yang baru” setelah debitor melunasi utangnya melalui proses kebangrutan,
debitor dapat memulai dari awal tanpa takut lagi dengan tidakan hukum dan agen penagihan.

Office Of U.S. Trustee


Bankruptcy Reform Act membentuk Office of U.S. Trustee, yaitu cabang dari department of justice, yang
akan bertanggung jawab atas tugas administratif pada kasus kebangkrutan. U.S. Trustee ditunjuk oleh
U.S. Attorney general untuk periode tujuh tahun. Tugas U.S. Trustee adalah menyelenggarakan dan
mengawasi panel trustee pribadi yang dipilih untuk mengurus kasus menurut chapter 7, berperan
sebagai trustee atau trustee interim dalam beberapa kasus kebangkrutan (seperti dalam kasus menurut
chapter 7 dimana trustee pribadi yang memenuhi kualifikasi tidak ada), mengawasi administrasi kasus
kebangkrutan, memonitor komite kreditor yang ditunjuk, dan memimpin pertemuan kreditor.

Tugas Korporasi Debitor


#. Mengajukan daftar kreditor, skedul aktiva dan kewajiban, serta laporan masalah keuangan debitor.

#. Bekerja sama dengan trustee ketika diperlukan agar trustee dapat melaksanakan tugasnya.

#. Menyerahkan semua properti kepada trustee, termasuk pembukuan, dokumen, catatan, dan kertas-
kertas yang berhubungan dengan harta dalam kasus yang melibatkan trustee

#. Menghadiri dengar pendapat di pengadilan ketika diperlukan.

Tugas Hakim Kebangkrutan


Hakim kebangkrutan bertugas menyelesaikan perselisihan yang terjadi selama kasus dan menyetujui
semua pembayaran utang yang dilakukan sebelum pengajuan kebangkrutan, serta pembayaran lainnya
yang dianggap sebagai pos luar biasa.

LIKUIDASI
Kantor Adminstratif pengadilan A.S. melaporkan bahwa dari 36.785 pengajuan kebangkrutan bisnis
selama 12 bulan yang berakhir 31 Maret 2004, sebanyak 20.502, atau sekitar 55%, diajukan menurut
chapter 7 UU Kebangrutan. Likuidasi menurut chapter 7 jauh lebih murah dan lebih cepat ketimbang
reorganisasi menurut chapter 11. Kasus likuidasi menurut chapter 7 dimulai secara sukarela ketika suatu
korporasi debitor mengajukan petisi melalui pengadilan kebangkrutan, atau secara tidak sukarela
melalui pengajuan oleh tiga atau lebih entitas yang memiliki klaim nonkontijen yang tidak dijamin
sebesat $10.000 atau lebih juga dapat mengajukan petisi jika ada kurang dari 12 keditor yang tidak
dijamin.

Pemilihan trustee dilakukan pada saat pertemuan para kreditor, dan hanya kreditor yang tidak
dijamin dengan klaim pasti yang berhak memberikan suara. Seorang trustee dipilih jika kreditor yang
memiliki minimum 20% dari nilai uang klaim memberikan suara kepada seorang kandidat dan satu
kandidat memperoleh suara dari kreditor yang memiliki nilai uang klaim dalam jumlah mayoritas. Jika
seorang trustee tidak terpilih, trustee interim akan berperan sebagai trustee. Kreditor yang tidak dijamin
yang berhak memberikan suara juga dapat memilih komite kreditor yang terdiri dari 3 hingga 11 anggota
untuk berkonsultasi dengan trustee dan mengajukan pertanyaan mengenai harta debitor kepada
pengadilan.
Tugas Trustee Dalam Kasus Likuidasi
#. Menyelidiki masalah keuangan yang dialami debitor.

#. Memberikan informasi mengenai harta debitor dan administrasinya kepada pihak yang
berkepentingan.

#. Jika diotorisasi untuk mengoperasikan bisnis debitor, trusste harus memberikan laporan periodik dan
ikhtisar operasi, laporan penerimaan dan pengeluaran, serta informasi lain seperti yang ditentukan
pengadilan.

#.mengajukan laporan akhir menyangkut trusteeship seperti yang diminta oleh pengadilan.

Pembayaran klaim
I. Klaim yang dijamin
Klaim yang dijamin dengan agunan yang valid.
II. Klaim prioritas yang tidak dijamin
1. Beban administratif yang dikeluarkan dalam mempertahankan dan melikuidasi
perusahaan, termasuk biaya trustee dan biaya hukum serta akuntansi.
2. Klaim yang terjadi antara tanggal pengajuan petisi tidak sukarela dan tanggal trustee
interim ditunjuk
3. Klaim atas upah,gaji,dan komisi yang dihasilkan dalam waktu 90 hari dari pengajuan
petisi dan tidak melampaui $4.000 per individu.
4. Klaim kontribusi bagi rencana manfaat karyawan yang berasal dari jasa yang diberikan
dalam 180 hari pengajuan petisi dan dibatasi sebesar $4.000 per karyawan.
5. Klaim individu, yang tidak melampaui $1.800, yang berasal dari pembelian, lease, atau
sewa properti yang belum dikirimkan atau pembelian jasa yang belum diserahkan oleh
debitor.
6. Klaim unit pemerintahaan atas pajak penghasilan atau penerimaan kotor, pajak Iroperti,
pajak ketenagakerjaan, dan pajak bea cukai yang timbul dalam waktu satu hingga empat
tahun sebelum pengajuan (periodenya bervariasi untuk klaim yang berbeda). Pajak yang
ditagih atau dipotong yang menjadi kewajiban debitor dan denda terkait juga
dimasukkan.
III. Klaim Nonprioritas yang Tidak Dijamin
1. Klaim yang diperbolehkan yang diajukan secara tepat waktu.
2. Klaim yang diperbolehkan yang bukti klaimnya terlambat diajukan.
3. Klaim yang diperbolehkan (dijamin dan tidak dijamin) untuk semua bentuk denda yang
berasal dari perintah pembebasan atau penunjukan trustee
4. Klaim terhadap bunga atas klaim prioritas yang tidak dijamin atau klaim nonprioritas
yang tidak dijamin.
IV. Klaim Pemegang Saham
Aktiva yang tersisa dikembalikan ke korporasi debitor atau pemegang sahamnya.
RORGANISASI
Kurang dari 30% kasus kebangkrutan perusahaan yang terjadi setiap tahunnya diajukan
menurut chapter 11. Sebagi contoh selama periode 12 bulan yang berakhir 31 maret 2004,
sebanyak 10.682 kasus menurut chapter 11 diajukan dari total 36.785 kasus
kebangkrutan(29%). Kasus reorganisasi menurut chapter 11 biasanya dilibatkan jumlah uang
yang sangat besar.
Kasus reorganisasi menurut chapter 11 diawali secara sukarela apabila suatu korporasi
debitor mengajukan petisi kepada pengadilan kebangkrutan atau secara tidak suka rela
apabila kreditor mengajukan petisi. Batas klaim sebesar $10.000 yang berlaku bagi
pengajuan menurut chapter 7 juga berlaku pada chapter 11.
Tindakan pengajuan akan memicu kasus dan menjadi awal dengar pendapat sebelum
pengadilan kebangkrutan dilangsungkan. Seperti telah disinggung sebelumnya, pengadilan
mungkin saja memasukkan perintah pembebasan menurut chapter 11, mengubah kasusnya
menjadi likuidasi menurut chapter 7, atau menutup kasus (sebagai contoh, kasus akan
ditutup jika pengadilan kebangkrutan yakin bahwa pengajuan merupakan tindakan yang
buruk). Trustee A.S. ditunjuk oleh hakim kebangkrutan untuk bertanggung jawab atas
administrasi kasus menurut chapter 11.

Trustee atau Debitor Pemilik


Dalam kasus menurut chapter 11, trustee pribadi dapat ditunjuk karena alas an tertentu,
tetapi jika tidak korporasi debitor akan tetap memiliki estate tersebut dan disebut sebagai
debitor pemilik (debitor in possession). Trustee dapat ditunjuk dalam kasus yang melibatkan
kecurangan, ketidakjujuran, atau mismanajemen, atau jika pengadilan menyatakan bahwa
penunjukan trustee merupakan keputusan terbaik bagi kreditor, pemegang ekuitas, dan
pihak lain yang berkepentingan dengan estate.
Jika pengadilan memerintahkan penunjukan trustee pribadi, seorang akan ditunjuk oleh
U.S. trustee atau oleh pengadilan kebangkrutan di distrik non-U.S. Trustee. Dalam waktu 3C
hari sejak perintah untuk menunjuk trustee pribadi , setiap pihak yang berkepentingan
dengan kasus dapat meminta pemilihan orang yang netral untuk menjadi trustce, dan U.S.
Trustee akan mengadakan pertemuan para kreditor untuk tujuan tersebut.
Tugas seorang trustee atau debitor pemilik termasuk hal-hal berikut:
#. Bertanggung jawab atas properti debitor, termasuk operasi bisnis debitor
#. Mengajukan daftar kreditor, skedul aktiva dan kewajiban, serta laporan peristiwa
keuangan (jika tidak diajukan oleh debitor)
#. Menyediakan informasi kepada pengadilan mengenai estate debitor dan
aministrasinya
#. Memeriksa klaim kreditor dan menolak klaim yang tampaknya tidak sesuai (biasanya,
hanya trustee yang dapat menolak)
#. Mengajukan rencana reorganisasi atau melaporkan mengapa rencna tersebut tidak
dapat diajukan
#. Mengajukan laporan akhir tentang trusteeship seperti yang diminta oleh pengadilan
Trustee dan debitor pemilik bernegosiasi dengan kreditor, pemegang saham, dan pihak lainnya ketika
menyusun rencana reorganisasi yang akan disetujui oleh pengadilan kebangkrutan.

Jika debitor pemilik ditunjuk, seorang pemeriksa akan ditunjuk jika pinjaman kepada pihak luar
selain barang dan jasa melampaui $5.000.000 atau jika pengadilan menyimpulkan bahwa penunjukan
tersebut adalah demi kepentingan kreditor, pemegang ekuitas, atau pihak lain yang berkepentingan
dengan estate. Fungsi utama pemeriksa adalah untuk menilai aktiva debitor dan melaporkan penilaian
semacam itu kepada pengadilan.

Representasi Komite
Komite kreditor (creditors’ committee) bertanggung jawab melindungi kepentingan kreditor yang
mereka wakili dan menjaga aktiva debitor. Komite ini dapat mereview transaksi debitor yang diusulkan
kepada pengadilan selama proses kebangkrutan, seperti pembelian dan pelepasan aktiva debitor
pemilik. Komite dapat menyampaikan penolakkannya kepada pengadilan untuk dipertimbangkan.
Semua negosisasi antara kreditor prapetisi dan debitor pemilik harus dilakukan melalui komite kreditor.

Komite kreditor ditunjuk secepatnya oleh U.S. trustee setelah pengadilan kebangkrutan
memberikan perintah pembebasan menurut chapter 11. Komite kreditor dipilih dari kreditor terbesar
yang tidak dijamin. Selanjutnya, komposisi komite tersebut dapat diubah dan komite kreditor lainnya
atau pemegang ekuitas dapat ditunjuk. Pemilihan komite kreditor dapat menjadi sangat penting bagi
disposisi akhir dari kasus reorganisasi. Jika komite kreditor mulai saling menyalahi, reorganisasi yang
sederhana dan tepat waktu hamper tidak mungkin dilakukan.

Rencana Reorganisasi
Konfirmasi rencana reorganisasi (reoganisasi plan) yang” wajar dan adil “ bagi semua pihak yang
berkepentingan merupakan tujuan akhir dari chapter 11. Hanya korporasi debitor yang dapat
mengajukan rencana selama 120 hari pertama setelah perintah pembebasan diberikan. Selanjutnya,
debitor, trustee, komite kreditor, dan komite pemegang sekuritas ekuitas, atau pihak lain yang
berkepentingan dapat mengajukan rencana.

Provisi Chapter 11 menetapkan rencana reorganisasi harus:

#.mengidentifikasi kelas klaim (kecuali beban administrasi, klaim yang muncul setelah pengajuan
tidak suka rela tetapi sebelum perintah pembebasan atau penunjukan trustee, dan klaim pajak tertentu
yang diberi prioritas)

#. Menentukan setiap kelas klaim yang tidak menurun nilainya (kelas klaim akan menurun
nilainya kecuali rencana tersebut tidak mengubah hak hukum setiap klaim di kelasnya)

#. Menentukan setiap kelas klaim yang menurun nilainya

#.memperlakukan semua klaim dalam kelas tertentu yang serupa


#. Menyediakan sarana yang memadai bagi pelaksanaan rencana (seperti rensi properti oleh
debitor, merger, modifikasi agunan, dan perpanjangan tanggal jatuh tempo)

#. Melarang penerbitan sekuritas ekuitas tampa hak suara

#. Berisi provisi untuk memilih pejabat dan direktur yang konsisten dengan kepentingan
kreditor, pemegang ekuitas, dan kebijakan publik.