Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun Oleh : Kelompok 5

1. Nurmala Deska
2. Regina Desyanda
3. Meidyah Pitaloka
4. Repal Mahendra

Dosen Pembimbing: Dahrizal ,S.Kp.MPH

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES KOTA BENGKULU
PROGRAM STUDI DIPLOMA III JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Rencana
Asuhan Keperawatan Keluarga” ini dengan baik. Kami berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-
kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun
demi perbaikan di masa depan.

Bengkulu, September 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................ii

DAFTAR ISI.............................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.........................................................................

1.1 Latar Belakang...................................................................1


1.2 Tujuan................................................................................2
1.3 Manfaat..............................................................................2
1.4 Sistematika Penulisan.........................................................3

BAB II TINJAUAN TEORITIS................................................................

2.1 Rencana Asuhan Keperawatan.......................................... 4


a. Risiko terjadinya pelecehan terhadap anak...................4
b. Risiko terjadinya pengabaian pada anak.......................6
BAB III PENUTUP...................................................................................
3.1 Kesimpulan.........................................................................11
3.2 Saran ..................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA................................................................................12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pelecehan dan pengabaian anak diakui sebagai masalah besar.
Berdasarkan laporan UNICEF, di dunia 1 dari 10 anak perempuan telah
mengalami pelecehan seksual. UNICEF memiliki data dari 190 negara, telah
mencatat bahwa anak di dunia secara terus menerus mendapatkan pelecehan
baik secara fisik maupun emosional mulai dari pembunuhan, tindakan seksual,
penghinaan, dan penegakkan disiplin yang terlalu kasar. Begitu juga
pelecehan seksual yang terjadi di negara Indonesia (Kristanti, 2014).
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) \menunjukkan
fakta bahwa pelecehan seksual pada anak di tanah air pada rentang tahun 2011
- 2017 memiliki jumlah korban terbanyak pada tahun 2014 dengan jumlah
korban mencapai angka 656 korban. Secara umum anak yang menjadi korban
tindak pelecehan seksul tidak dibatasi oleh perbedaan jenis kelamin,
perempuan maupun laki-laki. Menurut Harkrisnowo (2012) hal tersebut di
karenakan perbandingan anak laki-laki secara umum dengan anak perempuan
tidak jauh berbeda (Immanuel, 2016).
Kemudian berdasarkan analisis penjangkauan anak korban pelecehan
seksual dan pendampingan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual &
eska periode Januari 2016 – Desember 2016. Yayasan Kakak yang fokus
terhadap Perlindungan anak korban pelecehan seksual melakukan
pendampingan terhadap anak yang berusia di bawah 18 tahun yang
mendapatkan pelecehan seksual. Yayasan Kakak memetakan korban
pelecehan seksual berdasarkan dari rentang usia korban, jenis kelamin koran,
status hubungan korban dengan pelaku, jenis pelecehan seksual dan tempat
kejadian pelecehan seksual (Rastiti, 2016).
Pelecehan seksual cenderung menimbulkan dampak traumatis baik
pada anak maupun pada orang dewasa. Namun, kasus pelecehan seksual
sering tidak terungkap karena adanya penyangkalan terhadap peristiwa
pelecehan seksual yang terjadi. Lebih sulit lagi adalah jika pelecehan seksual

1
ini terjadi pada anak-anak, karena anak-anak korban pelecehan seksual tidak
mengerti bahwa dirinya menjadi korban. Korban sulit mempercayai orang lain
sehingga merahasiakan peristiwa pelecehan seksualnya (Noviana, 2015).
Selain itu, anak cenderung takut melaporkan karena mereka merasa
terancam akan mengalami konsekuensi yang lebih buruk bila melapor, anak
merasa malu untuk menceritakan peristiwa pelecehan seksualnya, anak merasa
bahwa peristiwa pelecehan seksual itu terjadi karena kesalahan dirinya dan
peristiwa pelecehan seksual membuat anak merasa bahwa dirinya
mempermalukan nama keluarga. Dampak pelecehan seksual yang terjadi
ditandai dengan adanya powerlessness, dimana korban merasa tidak berdaya
dan tersiksa ketika mengungkap peristiwa pelecehan seksual tersebut
(Noviana, 2015).
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
keperawatan keluarga.
2. Memberikan informasi dan pengetahuan Rencana Asuhan Keperawatan
Keluarga dengan diagnosa keperawatan Risiko terjadinya pelecehan anak
dan Risiko terjadinya pengabaian anak

1.3 Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Agar pembaca memahami Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga dengan
diagnosa keperawatan Risiko Risiko terjadinya pelecehan anak dan Risiko
terjadinya pengabaian anak

1.4 Sistematika penulisan


Outline :
a. Cover
b. Kata Pengantar
c. Daftar Isi
d. BAB I Pendahuluan

2
1.5 Latar Belakang
1.6 Tujuan
1.7 Manfaat
1.8 Sistematika Penulisan
e. BAB II Tinjauan Teoritis
2.1 Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
a. Risiko pertumbuhan tidak profesional
b. Risiko keterlambatan perkembangan
f. BAB III Penutup
3.3 Kesimpulan
3.4 Saran
g. Daftar Pustaka