Anda di halaman 1dari 7

AKU DAN DIA DI MASA REMAJA

Disusun oleh kelompok 6 :


1.Mutiara Tsanita Noviandini
2.Siti Aisyah
3.Aprilia Anis Salsabila
4.Muhammad Agung Maulana
5.Sendi Agustin

SMP NEGERI 22 PEKANBARU


TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Pengertian Remaja - Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak –
kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual
yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa
dewasa muda.

masa remaja adalah masa peralihan dari anak – anak menuju dewasa yang
mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik

Tahap – tahap masa remaja


Masa remaja digolongkan menjadi 3 tahap yaitu :

1. Masa pra remaja : 12 – 14 tahun


Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya pemasakan
seksual yang sesungguhnya tetapi sudah terjadi perkembangan fisiologi
yang berhubungan dengan pemasakan beberapa kelenjar endokrin.

2. Masa remaja awal : 14 – 17 tahun


Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi kematangan alat –
alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

3. Masa remaja akhir : 17 – 21 tahun


Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental,
emosional, sosial dan fisik

Ciri-ciri remaja :

1. Pertumbuhan fisik
Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat
dibandingkan dengan masa anak – anak dan masa dewasa.

2. Perkembangan seksual.
Seksual mengalami perkembangan yang kadang – kadang menimbulkan
masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian, bunuh diri dan
sebagainya.

3. Cara berfikir
Cara berpikir causatif yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. Misalnya
remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tua melarangnya sambil berkata
“pantang“. Andai yang dilarang itu anak kecil, pasti ia akan menuruti
perintah orang tuanya, tetapi remaja yang dilarang itu akan mempertanyakan
mengapa ia tidak boleh duduk didepan pintu.
4. Emosi yang meluap – luap
Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan keadaan
hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali, dilain waktu ia bisa marah sekali.

5. Mulai tertarik pada lawan jenis


Dalam kehidupan sosial remaja, mereka lebih tertarik pada lawan jenisnya
dan mulai pacaran.

6. Menarik perhatian lingkungan


Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian lingkungannya, berusaha
mendapatkan status dan peran seperti melalui kegiatan remaja di kampung –
kampung.

7. Terikat dengan kelompok


Remaja dalam kehidupan sosialnya tertarik pada kelompok sebayanya
sehingga tidak jarang orang tua dinomor duakan sedangkan kelompoknya
dinomor satukan

tugas perkembangan masa remaja

1. Memperoleh sejumlah norma – norma dan nilai – nilai.


2. Belajar memiliki peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing – masing.
3. Menerima kenyataan jasmaniah serta dapat menggunakannya secara efektif
dan merasa puas terhadap keadaan tersebut.
4. Mencapai kebebasan dari kebergantungan terhadap orang tua dan orang
dewasa lainnya.
5. Mencapai kebebasan ekonomi.
6. Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan
bakat dan kesanggupannya.
7. Memperoleh informasi tentang perkawinan dan mempersiapkannya.
8. Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep – konsep tentang
kehidupan bermasyarakat.
9. Memiliki konsep – konsep tentang tingkah laku sosial yang perlu untuk
kehidupan bermasyarakat
Perkembangan Remaja
1. Perkembangan Biologis

Perubahan fisik pada pubertas merupakan hasil aktifitas hormonal di bawah


pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik yang tampak sangat jelas pada
pertumbuhan peningkatan fisik dan pada penampakan serta perkembangan
karakteristik seks sekunder.

Teori psikososial tradisional menganggap bahwa kritis perkembangan pada masab


remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa remaja mereka mulai
melihat dirinya sendiri sebagai individu yang lain.

2. Perkembangan Kognitif

Berfikir kognitif mencapai puncaknya pada kemampuan berfikir abstrak. Remaja


tidak lagi di batasi dengan kenyataan dan aktual yang merupakan ciri periode
konkret, remaja juga memerhatikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

3. Perkembangan Moral

Anak yang lebih muda hanya dapat menerima keputusan atau sudut pandang orang
dewasa, sedangkan remaja, untuk memperoleh autonomi dari orang dewasa merka
harus mengggantikan seperangkat moral dan nilai mereka sendiri.

4. Perkembangan Spiritual

Remaja mampu memahami konsep abstrak dan menginterprestasikan analogi serta


simbol-simbol. Mereka mampu berempati, berfilosofi dan berfikir secara logis.

5. Perkembangan Sosial

Seorang remaja harus mampu membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga
dan menetapkan sebuah identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Masa
remaja adalah masa dengan kemampuan bersosialisai yang kuat terhadap teman
dekat dan teman sebaya.
Biasanya nih sekarang ini kita lagi mengalami yang namanya cinta "monyet".
Disebut cinta "monyet" karena menurut mitosnya hanya dialami sebentar dan
akan cepat hilang. Nah, kalau kita mau tahu kita lagi ngalamin cinta"monyet"
apa bukan, kita harus mengenali dulu ciri-ciri berikut.

1.Malu-malu
Perasaan suka kita terhadap seseorang dan malu untuk menngungkapkan hal
itu biasanya dialami oleh kita pada masa sekolah dasar sampai SMP
(mungkin). Nah, kalau kita sampai saat ini masih malu-mallu mengakui
perasaan kita pasa seseorang yaa berarti kita sedang mengalami yang
namnya cinta "monyet".

2.Enggak Punya Ikatan


Hubungan yang terjalin karena cinta "monyet" itu biasanya enggak terlalu
mengikat kita, karena cintanya berdasarkan rasa suka belum menggunakan
naluri dan hati. Jadi saat pacar kita menghilanng kita enggak terlalu gelisah
dan panik.

3.Cinta Masa Remaja


Ciri yang paling terlihat dari cinta "monyet" adalah cinta yang muncul atau
terjadi saat masih remaja atau SMP. Bahkan, belakangan anak SD juga sudah
mulai mengenal apa itu cinta dan mereka juga mengaku sudah punya pacar.
Inilah salah satu ciri cinta "monyet" yang paling mudah dilihat. Jika, kita
berhasil mempertahankan cinta "monyet"nya, bukan enggak mungkin cinta
"monyet" tersebut akan berubah menjadi cinta sejati.
Permasalahan Remaja Yang Sering Terjadi
Bukan hanya secara fisik yang berubah, tapi perubahan pada lingkungan
yang akan memaksa remaja tersebut untuk menjadi dewasa yang di
harapkan oleh lingkungan. Padahal remaja itu sendiri belum mengetahui
apa yang harus mereka lakukan. Memang masa remaja itu menyenangka,
namun banyak juga masalah yang akan timbul saat remaja. Dan berikut 5
Permasalahan Remaja Yang Sering Terjadi, berikut ulasannya:

1. Permasalahan dengan orang tua


Permasalahan yang pasti dialami oleh remaja yang pertama ialah dengan kedua orang
tuanya sendiri. Perubahan fisik dan emosional membuat remaja menjadi pribadi yang
sensitif sangat mudah tersinggung dan marah. Hal inilah remaja merasa tidak ada
seorang pun yang bisa memahami dirinya termasuk kedua orang tuanya sendiri. Serta
ketidaktahuan orang tua itu sendiri tentang perubahan emosional anak yang sedang
di alami, dan akhirnya menyebabkan konflik diantara remaja dan orang tua.

2. Mengalami depresi
Permasalahan yang pasti dialami oleh remaja yang kedua ialah remaja juga rentan
terhadap depresi. Biasanya sejak umur 13 tahun, remaja sudah mengalami depresi.
Karena banyaknya tekanan yang sedang dialami di masa-masa peralihan tersebut. Jika
dibiarkan saja, depresi akan sangat berbahaya pasalnya akan muncul keinginan untuk
bunuh diri atau melakukan tindakan yang berbau negatif lainnya. Jika anak anda sudah
memiliki tanda bahwa diadepresi segera beri pertolongan. Atau anda bisa menjadi
teman curhat utama untuknya, karena anda dapat memberikan solusi yang tepat

3. Remaja dengan teman sebayanya


Selanjutnya permasalahan remaja ialah dengan teman sebayanya sendiri. Pengaruh
temen sebaya sangatlah besar terhadap remaja. Karena remaja beranggapan hanya
teman yang mengerti mereka. Remaja akan mengikuti aturan-aturan pada kelompok.
Teman sebaya bisa bersifat positif dan negatif. Namun secara umum remaja terlibat
dalam prilaku konformitas negatif, contohnya saja menggunakan bahasa kasar atau
jorok, mencuri, merusak, merasa hebat dan yang lainnya.
4. Remaja dengan sang kekasih
Hal yang sudah menjadi wajar jika remaja sudah mulai tertarik oleh lawan jenis. Karena
di pengaruhi oleh meningkatnya hormon dalam remaja. Untuk remaja yang tidak
memiliki pacar karena sering adanya penolakan, mereka merasa tidak diinginkan dan
merasa buruk. Perasaan diotolak bisa membawa remaja kepada hal yang berbau
negatif. Bahkan remaja yang sudah memiliki pacarpun tidak akan luput dari
permasalahan. Mereka mengalami perbedaan pendapat, tekanan baru dari sang pacar,
rasa cemburu, curiga dan yang lebih bahayanya lagi jika sang pacar memiliki kebiasaan
buruk bisa membawa pasangannya menjadi seperti dirinya.

5. Permasalahan tentang sekolah


Yang terakhir ialah tuntutan orang tua agar anaknya memiliki preastasi di bidang
akademi yang akan menyebabkan tekanan pada remaja, jika tidak mampu memebuhi
tuntutan dari orang tuanya sendiri. Mereka akan menarik diri atau melakukan
pemberontakan yang buruk.