Anda di halaman 1dari 11

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok 5


Mata Kuliah: Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak

DOSEN PENGAMPU: Dra. ARLINA, M.Pd.

DISUSUN OLEH:
Sem. IV/PAI-5
HASAN ASY’ARI (0301173468)
KHAIRUN NISA DAMANIK (0301173488)
NUR AINUN FITRI RANGKUTI (0301173472)

RABIATUL HASANAH (0301173476)

MUHAMMAD RAJA SYAHPUTRA (0301173522)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATRA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar
dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru meliputi pendekatan, strategi,
metode, teknik dan bahkan taknik pembelajaran yang sudah terangkai menjadi satu
kesatuan yang utuh. Model pembelajaran proyek salah satu model yang sering digunakan
pada saat proses pembelajaran pada anak. Metode ini memberikan pengalaman belajar
melalui bermain bersama dalam kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran
proyek, melatih anak untuk kerja sama, bertanggung jawab dan mengembangkan
kemampuan sosial. Serta metode ini memfokuskan pada pengembangan produk atau
unjuk kerja.

Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual


baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan
pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis projek. Sehubung dengan itu, maka perlu
pemahaman tentang konsep atau defenisi model pembelajaran berbasis projek, langkah-
langkah pembelajaran berbasis projek serta kelebihan dan penerapan model berbasis
proyek.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari strategi pembelajaran berbasis proyek?
2. Apa saja langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek
dalam kelas?
3. Apa saja kelemahan dan kelebihan dari strategi pembelajaran berbasis proyek?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian dari strategi pembelajaran
berbasis proyek.
2. Untuk mengetahui dan memahami langkah-langkah penerapan strategi
pembelajaran berbasis proyek dalam kelas.
3. Untuk mengetahui dan memahami kelemahan dan kelebihan dari strategi
pembelajaranberbasis proyek.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek


Kata pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, dalam arti sempit, pembelajaran
merupakan suatu proses belajar agar seseorang dapar melakukan kegiatan belajar.
Sedangkan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku karena interaksi individu
dengan lingkungan dan pengalaman.1
Proses pembelajaran pasti menggunakan sebuah model pembelajaran. Model
pembelajaran dapat didefenisikan sebagai sebuah kerangka atau konsep prosedur yang
sistematis dalam suatu proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu, dan sebagai
pedoman bagi guru untuk merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Dengan
demikian aktivitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata
secara sistematis.2
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan
kesempatan pada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan dengan melibatkan
kerja proyek. Melalui pembelajaran kerja proyek, kreativitas dan motivasi siswa akan
meningkat. Model itu dapat dipandang sebagai bentuk open-ended contextual activity-
bases learning, dan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberi penekanan
kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu usaha kolaboratif, yang dilakukan dalam
proses pembelajaran pada priode tertentu.3
Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan
pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik (student contered) dan
menetapkan guru sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang
bekerja secara otonom mengkontruksikan belajarnya. Model project based learning
(PJBL) merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses
pembelajaran.4

1
Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), h. 10.
2
Suprihatiningrum, Jamil, Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi (Yogyakarta: Ar-ruzz Media,
2012), h. 81.
3
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer suatu Tinjauan Konseptual Operasional
(Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 144.
4
Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual:
Konsep Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum tematik Integratif) (Jakarta:
Kencana, 2014), h. 42.

2
Menurut Bell (2005) model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran
yang menghendaki adanya standar isi dalam kurikulumnya. Melalui pembelajaran
berbasis proyek, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun
(aguiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang
mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.5
Berdasarkan beberapa defenisi tersebut, dapat disimpulkan model pembelajaran
berbasis proyek (project based learning) adalah pembelajaran yang berfokus pada
aktivitas peserta didik untuk dapat memahami suatu konsep dan prinsip dengan
melakukan penelitian yang mendalam tentang suatu masalah dan mencari solusi yang
relevan dan peserta didik belajar secara mandiri serta hasil dari pembelajaran ini adalah
produk. Pembelajaran ini menekankan pada aktivitas siswa untuk memecahkan masalah
dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan
mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Model ini
memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam
mengkonstruksikan produk autentik yang bersumber dari masalah nyata dalam kehidupan
sehari-hari.6
Menurut Thomas dalam bukunya Hosnan menyatakan pembelajaran berbasis proyek
mempunyai beberapa prinsip, yaitu:
1. Prinsip sentralistis (centrality). Proyek dalam pembelajaran berbasis proyek
adalah pusat atau inti kurikulum, bukan perlengkapan kurikulum.
2. Pertanyaan pendorong (driving question). Proyek dalam pembelajaran berbasis
proyek terfokus pada pertanyaan atau masalah, yang mendorong pelajar
menjalani konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti atau pokok dari disiplin
ilmu.
3. Investigasi konstruktif (constructive investigasion). Proyek melibatkan pelajar
dalam investigasi konstruktif.
4. Otonomi (autonomy). Pembelajaran berbasis proyek mengutamakan otonomi,
pilihan waktu kerja yang tidak bersifat rigid, dan tanggung jawab pelajar
terhadap proyek dan pembelajaran.
5. Realistis (realism). Pembelajaran berbasisproyek melibatkan tantangan-
tantangan kehidupan nyata, berfokus pada pertanyaan atau masalah autentik,

5
Arikunto, S, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 20.
6
Daryanto, Pendekatan Pembelajaran Saintifik kurikulum 2013 (Yogyakarta: Penerbit Gava Media,
2014), h. 42.

3
dan pemecahannya berpotensi untuk diterapkan dilapangan yang
sesungguhnya.7
Pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi yang besar untuk memberikan
pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Menurut Back
Institute For Education sebagaimana dikutip oleh Wena, pembelajaran berbasis proyek
memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Siswa membuat keputusan dan membuat kerangka kerja.
2. Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya.
3. Siswa merancang proses untuk mencapai hasil.
4. Siswa bertanggung jawab mendapatkan dan mengelola informasi yang
dikumpulkan.
5. Siswa melakukan evaluasi secara kontinu.
6. Siswa secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan.
7. Hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya.
8. Atmosir kelas memberi toleransi kesalahan dan perubahan.
Berdasarkan beberapa karakteristik di atas, pembelajaran berbasis proyek menjadi
model pembelajaran yang dapat membangun kemandirian dan kreatifitas siswa. Selain
itu, melalui pembelajaran berbasis proyek siswa dilatih untuk terbiasa bertanggung jawab
mewujudkan apa yang telah direncanakan sesuai dengan minat dan kemampuannya.8
Model pembelajaran tidak lahir berkembang secara sendirinya, melainkan memiliki
landasan teoritis tertentu. Teori belajar yang melandasi model pembelajaran project based
learning yaitu sebagai berikut:
1. Dukungan PJBL secara teoritis
Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) juga didukung oleh
teori belajar kontruktivistik bersandar pada ide bahwa peserta didik
membangun pengetahuannya sendiri didalam konteks pengalamannya sendiri.
2. Dukungan PJBL secara empiris
Penerapan PJBL telah menunjukkan bahwa model tersebut sanggup membuat
peserta didik mengalami proses pembelajaran yang bermakna, yaitu
pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan paham kontruktivisme.9

7
M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad ke-21: Kunci Sukses
Implementasi Kurikulum 2013 (Bogor:Ghalia Indonesia, 2014), h. 323.
8
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer suatu Tinjauan Konseptual Operasional, h.
145.
9
Depertemen pendidikan, h. 88-90.

4
B. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek
Langkah-langkah pembelajaran dalam Project Based Learning sebagaimana yang
dikembangkan oleh The George Lucas Educational Foundation terdiri dari:
1. Dimulai dengan pertanyaan yang esendial
Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan
suatu investigasi mendalam. Pertanyaan esensial diajukan untuk memancing
pertanyaan, tanggapan, kritik dan ide peserta didik mengenai tema proyek
yang akan di angkat.
2. Perencanaan aturan pengerjaan proyek
Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat
mendukung dalam jawaban pertanyaan esensial, dengan cara
mengintegrasikan berbagai subjek mungkin, serta mengetahui alat dan bahan
yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
3. Membuat jadwal aktifitas
Pendidik dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas
dalam menyelesaikan proyek. Jadwal ini disusun untuk mengetahui berapa
lama waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek peserta didik.
4. Me-monitoring perkembangan proyek peserta didik
Pendidik bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktifitas
peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan
cara memfasilitasi peserta didik pada setiap proses.
5. Penilaian hasil kerja peserta didik
Penilaian dilakukan untuk membantu pendidik dalam mengukur ketercapaian
standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta
didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai
peserta didik, membantu pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran
berikutnya.
6. Evaluasi pengalaman belajar peserta didik
Pada akhir proses pembelajaran, pendidik dan peserta didik melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses
refleksi dilakukan baik secara individu mupun kelompok. Pada tahap ini

5
peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya
selama menyelesaikan proyek.10
Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013: 212) langkah-langkah
pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
1. Penentuan pertanyaan mendasar (start with the essential question)
Pembelajaran dimulai dengan memberikan pertanyaan yang dapat memberi
penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas.
2. Mendesain perencanaan proyek (design a plan for the project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik.
Perencanaan berisi tentang aturan main, serta alat dan bahan yang akan
digunakan.
3. Menyusun jadwal (create a schedule)
Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas
dalam menyelesaikan proyek.
4. Monitor peserta didik dan kemajuan proyek (monitor the students and the
progress of project)
Pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas
peserta didik selama menyelesaikan proyek.
5. Menguji hasil (assess the outcome)
Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapain
standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta
didik.
6. Mengevaluasi pengalaman (evaluate the experience)
Akhir pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap
aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.11

C. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek


1. Kelebihan strategi pembelajaran berbasis proyek
a) Meningkatkan motivasi, dimana siswa tekun dan berusaha keras
dalam mencapai proyek dan merasa bahwa belajar dalam proyek lebih
menyenangkan dari pada komponen kurikulum lain.

10
Suharsimi arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 117.
11
Hendra Surya, Strategi Jitu Mencapai Keberhasilan Belajar (Jakarta: PT Gramedia, 2001), h. 180.

6
b) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dari berbagai sumber
yang mendeskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat
siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem
kompleks.
c) Meningkatkan kolaborasi, pentingnya kerja kelompok dalam proyek
memerlukan peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan
keterampilan komunikasi.
d) Meningkatkan keterampilan mengelola sumber, bila
diimplementasikan secara baik maka peserta didik akan belajar dan
praktik dalam mengorganisasikan proyek, membuat alokasi waktu dan
sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
e) Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber
belajar.
f) Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan
keterampilan komunikasi.
g) Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik
kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
h) Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta
didik mampu pendidik menikmati proses pembelajaran.

2. Kelemahan strategi pembelajaran berbasis proyek


a) Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan
menghasilkan produk.
b) Membutuhkan biaya yang cukup.
c) Membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar.
d) Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai.
e) Tidak sesuai untuk peserta didik yang mudah menyerah dan tidak
memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan.
f) Kesulitan melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok.12
Menurut Made Wena kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran berbasis
proyek adalah sebagai berikut:
1. Kelebihan strategi pembelajaran berbasis proyek

12
Ridwan Abdullah Sani, Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 (Jakarta:PT Bumi Aksara, 2014), h.
178-179.

7
a) Meningkatkan motivasi.
b) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
c) Meningkatkan kolaborasi.
d) Meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
e) Increased resource-managemen skill.

2. Kelemahan strategi pembelajaran berbasis proyek.


a) Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk
menyelesaikan masalah.
b) Memerlukan biaya yang cukup banyak.
c) Banyak peralatan yang harus disediakan.13

13
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer suatu Tinjauan Konseptual Operasional,
h. 147.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang
menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Pembelajaran yang berfokus pada
aktivitas peserta didik untuk dapat memahami suatu konsep dan prinsip dengan
melakukan penelitian yang mendalam tentang suatu masalah dan mencari solusi yang
relevan dan peserta didik belajar secara mandiri serta hasil dari pembelajaran ini adalah
produk. Model pembelajaran ini cocok bagi pengembangan anak terutama dimensi
kognitif, sosial, motorik, kreatif dan emosional. Oleh karena itu model pembelajaran
proyek merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pemecahan masalah bersama yang
mempunyai nilai praktis yang sangat penting bagi pengembangan pribadi anak, serta
mengembangkan keterampilan menjalani kehidupan sehari-hari.

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini
tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun akan senantiasa penyusunan nanti dalam upaya evaluasi. Penulis
berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaannya penulisan dan penyusunan
manakalah ini adalah ditemukan sesuatu yang bermanfaat atau bahkan hikmah dari
penulis, pembaca, dan bagi seluruh Mahasisawa Universitas Islam Negri Sumatera
Utara. Sehingga penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek bisa menjadi
patokan dan dapat di aplikasikan ketika kita melakukan proses belajar mengajar kelak.

9
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal, Evaluasi Pembelajaran Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

Jamil, Suprihatiningrum , Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi Yogyakarta: Ar-ruzz


Media, 2012.
Wena, Made, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer suatu Tinjauan Konseptual
Operasional Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Al-Tabany Badar Ibnu Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan
Kontekstual: Konsep Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum
tematik Integratif) Jakarta: Kencana, 2014.

S, Arinto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara, 2005.

Daryanto, Pendekatan Pembelajaran Saintifik kurikulum 2013 Yogyakarta: Penerbit Gava


Media, 2014.

Hosnan M. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad ke-21: Kunci
Sukses Implementasi Kurikulum 2013 Bogor:Ghalia Indonesia, 2014.

Depertemen pendidikan.

Arikunto, Suharsim Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Surya Hendra, Strategi Jitu Mencapai Keberhasilan Belajar (Jakarta: PT Gramedia, 2001.

Sani Abdullah Ridwan, Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013 (Jakarta:PT Bumi Aksara,
2014.

10