Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan

Gambar 4.1 Gambar 4.1 Gambar 4.1

Gambar mencit 1 Gambar mencit 2 Gambar mencit 3

(peroral) (Diazepam) (Diazepam dan


simetidine)

4.2 Tabel hasil pengamatan


Reflek balik badan
(pada jam)
Kelompok Mencit Jam Hilang Kembali Durasi
pemberian

kontrol 23 g 12.30 - - -
Peroral 23 g 12.40 13.15 13.45 1 jam 5
(Diazepam) menit
Peroral 29 g 12.50 12.15 14.20 1 jam 30
Diazepam menit
dan
simetidine
4.3 Perhitungan
4.3.1 Diazepam
Dosis lazim simvastatin = 5 mg
Konversi dosis untuk mencit BB 20 g = Dosis lazim x faktor konversi
= 5 mg x 0,0026
= 0,013 mg
23
Untuk mencit berat 23 g = 20 × 0,013 𝑚𝑔

= 0,0149 mg
Dosis ini diberikan = 1 ml
Dibuat persediaan larutan sebanyak = 100 mL
Jumlah simvastatin yang digunakan = (100 mL/1 mL) x 0,0149 mg
= 1,49 mg
= 0,00149 g
Berat tablet = 0,0972 g
1,49 𝑚𝑔
Maka Diazepam yang ditimbang = × 0,0972 𝑔
5 𝑚𝑔

= 0,0289 g
4.3.2 Simetidin
Dosis lazim untuk manusia = 200 mg
Konversi dosis untuk mencit 20 g = Dosis lazim x Faktor konversi
= 200 x 0,0026
= 0,52 mg
26 𝑔
Untuk mencit 29 g = 20 𝑔 𝑥 0,52 𝑚𝑔

= 0,676 mg
Dosis ini dsiberikan dalam volume = 1 ml
Dosis larutan persediaan = 20 ml
20 𝑚𝐿
Jumlah Simetidin yang ditimbang = 𝑥 0,676 𝑚𝑔
1 𝑚𝐿

= 13,52 mg
0,01352 𝑔
% Kadar Simetidin = 𝑥 100 %
20 𝑚𝐿

= 0,0676 %
Berat 1 tablet = 0,3966 g
13,52 𝑚𝑔
Serbuk Simetidin yang ditimbang = 𝑥 0,3966 𝑔
200 𝑚𝑔

= 0.0268 g
4.3 Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan pengujian pengaruh metabolisme obat
pada hewan coba mencit (Mus musculus). Metabolisme obat sering juga disebut
biotransformasi, metabolisme obat terutama terjadi di hati yakni membrane
endoplasma reticulum dan dicytosol (Artawan, 1989).
Tujuan metabolisme obat adalah mengubah obat yang nonpolar (larut
lemak) menjadi polar (larut air) agar dapat diekskresi melalui ginjal atau
empedu.Dengan perubahan ini obat aktif umumnya diubah menjadi inaktif, tapi
sebagian berubah menjadi lebih aktif, kurang aktif, atau menjadi toksik (Artawan,
1989).
Diazepam adalah obat esensial golongan benzodiazepin yang tercantum
dalam WHO Essential List of Medicines Edisi 19 (WHO, 2015), Diazepam adalah
salah satu obat dari kelompok benzodiazepine. Oat ini biasa digunakan untuk
mengatasi kecemasan, kejang, hingga kecanduan alkohol.
Simetidin merupakan antagonis kompetitif histamin pada reseptor H2 dari
sel parietal sehingga secara efektif dapat menghambat sekresi asam lambung.
Simetidin juga memblok sekresi asam lambung yang disebabkan oleh rangsangan
makanan, asetilkolin, kafein, dan insulin. Simetidin digunakan untuk pengobatan
tukak lambung atau usus dan keadaan hipersekresi yang patologis, misal sindrom
Zolinger – Ellison (Siswondono dan Soekardjo, 1995).
Percobaan yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis efek
metabolisme diazepam yang diberikan secara bersamaan dengan cimetidin.. Pada
percobaan ini mencit dibagi menjadi 3 kelompok uji yaitu Kelompok kontrol
negatif Na-CMC dan kelompok diazepam dan diazepam ditambah dengan
cimetidin.
Pada mencit 1 diberikan larutan Na-CMC pada jam 12. 30 tetapi tidak
menunjukan reflek balik badan. Karena menurut katzung, (2001) larutan Na-
CMC sebagai kontrol tidak mengandung obat sehingga tidak menampakan efek
seperti pada mencit ke 2 dan ke 3.
Kemudian pada mencit ke 2 yang diberikan obat diazepam pada jam 12.40
yang memiliki durasi 6,5 menit dan terjadi reflek balik badan saat hilang 13.15
dan pada saat kembali 13.45 sedangakan menurut Katzung, (1997) 1 jam 5 menit,
memiliki efek sedatife , ansiolitik, hipnotik, relaksasi otot (katzung,1998).
Kemudian pada mencit ke 3 diberikan kombinasi diazepam ditambah
dengan cimetidin pada jam 12.50 dan terjadi reflek balik badan pada saat hilang
13.15 dan pada saat kembali 14.20 dan pada durasi 90 menit. Durasi pada mencit
ke 3 lebih lama dibandingkan mencit 2 dikarenakan cimetidin dapat menginhibisi
enzim sitokrom p-450 yang menyebabkan kadar obat diazepam tinggi dan efek
dari diazepam semakin lama terasa.
Dari hasil percobaan menunjukan bahwa waktu durasi dari penggunaan
cimetidin+diazepam untuk mencit ke 3 menunjukan waktu yang relatif lama pada
saat mencit tidur yaitu 1 jam 30 menit. Menurut katzung (2001) hal ini sesuai
dengan teori bahwa cimetidin akan menghambaat enzim pemetabolisme diazepam
yang akan menyebabkan peningkatan efek obat sehingga hewan coba mencit tidur
lebih lama dibandingkan mencit yang hanya diberikan diazepam.
Kemungkinan kesalahan yang terjadi dalam praktikum ini disebabkan
tidak masuknya seluruh obat kedalam tubuh mencit yang menyebabkan
berkurangnya dosis sehingga berpengaruh pada efek obatnya. Pada percobaan ini
banyak juga kesalahan-kesalahan sehingga menimbulkan efek yang dihasilkan
tidak sesuai dengan literatur.
DAFTAR PUSTAKA

Artawan, I. W.B. 1989, “Studi Metabolisme Obat Pada Manusia Dengan Elimina
si Antipirin Sebagai Indicator . Skripsi,Universitas Airlangga,Surabaya
Siswandono dan Soekardjo, B., 1995, Kimia Medisinal, 28-29, 157, Airlangga
University Press, Surabaya.
Katzung, B.G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik : Reseptor- reseptor Obat
dan Farmakodinamik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. pp. 23-4.
Katzung, B.G. 1997. Farmakologi Dasar dan Klinik : Prinsip Kerja Obat
Antimikroba. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. pp. 699.