Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KEGIATAN MEMBACA BUKU

Judul buku : Bumi Manusia

Pengarang : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit : Lentera Dipantara

Kota terbit : Jakarta

Kegiatan Prabaca
NO Pertanyaan Sebelum Membaca Buku
1. Siapa tokoh utama dari novel ‘Bumi Manusia’?
2. Peristiwa sejarah apa yang melatarbelakangi novel ‘Bumi Manusia’?
3. Apa saja sifat tokoh yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari?
4. Berapa kisaran usia yang cocok untuk bisa membaca novel ‘Bumi Manusia’?
5. Apa pesan moral yang bisa diambil dari novel ‘Bumi Manusia’?

Kegiatan Pascabaca
NO Bab Butir-Butir Penting/Menarik
1. 1 Pengenalan diri karakter utama yang bernama Minke.
Diceritakan bahwa Minke adalah seorang pribumi yang
memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan
yang berkembang.
2. 2 Pertemuan pertama antara Minke dan keluarga
Mellema. Minke jatuh cinta dengan sosok Annelise
yang cantik dan mandiri. Ia juga mengagumi sosok Nyai
Ontosoroh, wanita pribumi yang paling pintar dan
elegan yang pernah ditemuinya. Namun, perjamuannya
di rumah keluarga Mellema berakhir tidak mengenakkan
karena Herman Mellema (kepala keluarga Mellema)
yang pulang dalaam kondisi acak-acakan mengusirnya
keluar dari rumahnya
3. 3 Minke menerima surat permintaan maaf dari Nyai
Ontosoroh mengenai perbuatan Herman Mellema dan
memintanya untuk tinggal di rumah Mellema. Minke
pun mengiyakan permintaannya terlepas dari rumor
buruk yang Ia dengar mengenai Nyai Ontosoroh dan
keluarga Mellema
4. 4 Minke mempelajari banyak hal tentang keluarga
Mellema. Salah satunya, bahwa Nyai Ontosoroh
mengelola sendiri perusahaan yang ditelantarkan oleh
suaminya dibantu dengan Annelise. Minke yang
mengagumi sosok cerdas Nyai Ontosoroh, memutuskan
untuk menulis mengenai Nyai dan juga keluarga
Mellema
5. 5 Kisah hidup Nyai Ontosoroh yang dijadikan gundik oleh
Ayahnya sendiri demi meraih jabatan. Diceritakan juga
mengenai perubahan sikap Herman Mellema setelah
anak kandungnya datang dan menuntut hak waris
Herman Mellema
6. 6 Kebencian Robert Mellema terhadap pribumi dan
Minke. Annelise dan Nyai mengatakan pada Minke
untuk tidak menghiraukan perkataan Robert.
7. 7 Pemanggilan Ayah Minke yang merupakan Bupati B
kepada Minke untuk pulang dan menjadi juru bicara saat
pelantikan Ayahnya. Penampilan Minke menarik
perhatian asisten keresidenan, Herbert De La Croix. Ia
pun mengenalkan kepada Minke kedua putrinya yang
merupakan lulusan HBS yaitu Sarah dan Miriam
8. 8 Di perjalanan pulangnya ke rumah Nyai Ontosoroh,
Minke menyadari bahwa Ia diikuti oleh sosok pria
gendut yang mencurigakan. Darsam (pelayan keluarga
Mellema) enggan memberitahu Minke lebih lanjut
mengenai sosok pria gendut tersebut.
9. 9 Saat Minke di Kerasidenan B, Robert tidak pulang ke
rumah selama seminggu. Diceritakan bahwa dia masuk
ke rumah plesiran Ah Tjong dan menemui pelacur
bernama Maiko.
10. 10 Kisah hidup Maiko yang merupakan seorang pelacur
dengan penyakit kelamin. Ia telah berpindah-pindah
tempat sebelum akhirnya ditampung oleh Ah Tjong.
Diceritakan juga, kondisi Robert Mellema yang acak-
acakan saat pulang ke rumah, persis seperti Herman
Mellema.
11. 11 Isi surat Miriam kepada Minke yang menyatakan
keprihatinannya terhadap pribumi. Miriam menganggap
bahwa pribumi akan tetap berada di bawah kasta orang
Eropa apabila tidak ada jiwa revolusioner dari dalam
kaum pribumi sendiri.
12. 12 Kondisi Annelise yang mulai sembuh setelah
sebelumnya jatuh sakit saat ditinggal Minke. Dokter
Martinet (dokter pribadi keluarga Mellema)
menyarankan Minke untuk tetap berada di dekat
Annelise.
13. 13 Minke mendapat cibiran dari teman-teman dan guru di
sekolahnya. Berita tentangnya yang tinggal bersama
dengan Nyai telah menyebar. Namun, salah satu
gurunya, Juffrouw Magda Peters tidak memperlakukan
Minke secara berbeda. Minke pun mengenalkan Magda
kepada Nyai.
14. 14 Annelise menceritakan tentang pelecehan yang
dilakukan Robert kepada dirinya. Minke pun
menceritakan mengenai hal ini kepada Dokter Marinet.
15. 15 Perilaku Ayah dan Kakak Annelise, membuat Annelise
menjadi trauma dekat-dekat dengan lelaki Eropa. Dokter
Marinet berpesan kepada Minke untuk menjaga
Annelise.
16. 16 Herman Mellema ditemukan tewas di rumah plesiran
Ah Tjong. Kasus kematian Tuan Mellema jadi buah
bibir di masyarakat. Beberapa fraksi di dunia jurnalistik
menyerang Max Tollenar yang merupakan nama pena
dari Minke.
17. 17 Meskipun Minke mendapat banyak isu negatif dari
masyarakat. Minke juga mendapat banyak dukungan.
Banyak orang yang masih menghormati Minke,
terutama karena tulisan-tulisannya yang dibuatnya di
koran. Bahkan, surat pengeluaran Minke dari HBS
ditarik kembali setelah dewan alumni HBS memintan
penunjauan kembali mengenai pengeluaran Minke dari
HBS.
18. 18 Minke lulus dari HBS dan menjadi lulusan terbaik
kedua di Hindia Belanda. Minke dan Annelise pun
menikah setelah upacara kelulusan Minke.
19. 19 Maurits Mellema, yang merupakan anak sah Herman
Mellema datang ke kediaman Nyai dan menuntut hak
atas perusahaan Mellema dan perwalian atas Annelise.
Minke dan Nyai mencoba melawan tuntutan hukum
Maurits dengan menyewa pengacara yang didatangkan
oleh Tuan De La Croix. Selain itu, Minke juga mencoba
melawan hukum semena-mena orang Eropa lewat
tulisannya di koran, dibantu dengan sahabatnya,
Kommer.
20. 20 Pada akhirnya, Minke dan Nyai kalah dalam
persidangan. Pernikahan Annelise dengan Minke tidak
diakui, begitu juga hak asuh Nyai atas anaknya sendiri,
yaitu Annelise. Annelise pun dikirim ke Belanda, dan
harus tinggal bersama walinya yang sah. Nyai pun
mengirim Panji Darman ke Belanda untuk mengawasi
Annelise.