Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. PENGANTAR EKONOMI


MIKRO
PRODI S1 AKT - FE

Skor Nilai:

PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO : KENDALA DAN ALTERNATIF


SOLUSINYA

NAMA MAHASISWA : SANTA SITUMEANG


NIM : 7193220003
DOSEN PENGAMPU : Drs. Johnson, M.Si.
MATA KULIAH : PENGANTAR EKONOMI MIKRO

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
Oktober 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya saya dapat

menyelesaikan tugas Critical journal Review ini tepat waktu. Makalah Ini membahas tentang

“PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO : KENDALA DAN ALTERNATIF

SOLUSINYA”. Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas CJR mata kuliah pengantar

Ekonomi Mikro

Critical Journal Review ini saya lakukan untuk membenahi kelemahan-kelemahan yang masih

terdapat dalam kedua journal ini dengan menyertakan kelebihan setiap jurnal dan perbandingan

diantara keduanya. Saya tidak bermaksud untuk mencari kesalahan dari pengarang buku maupun

penerbit, tetapi hanya sekedar untuk memberi kelengkapan sekaligus menambah ilmu pengetahuan

dan sikap kritis terhadap suatu buku.

Saya berharap hasil dari Critical jurnal Review ini dapat bermanfaat sebagai salah satu referensi

bagi pembaca bila hendak membandingkan isi kedua jurnal tentang materi evolusi ilmu

manajemen, walaupun masih banyak kesalahan yang tertuang dalam laporan ini. Untuk itu saya

membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi keutuhan laporan ini.

Medan, 2 Oktober 2019

Santa Situmeang

NIM. 7193220003

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................ii

DAFTAR ISI.........................................................................................................iii

BAB 1. PENDAHULUAN.......................................................................................

1.1 LATAR BELAKANG...........................................................................1

BAB 2. PEMBAHASAN

A. IDENTITAS JURNAL...........................................................................2

B. RINGKASAN JURNAL........................................................................3

BAB 3 PEMBAHASAN........................................................................................5

BAB 4 PENUTUP ...................................................................................................

1.1 SIMPULAN............................................................................................6

1.2 SARAN..................................................................................................6

1.3 DAFTAR PUSTAKA............................................................................7

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sektor usaha kecil memiliki peran strategis baik secara ekonomi, sosial, dan politis. Fungsi
ekonomi usaha kecil karena ia menyediakan barang dan jasa bagi konsumen berdaya beli rendah
sampai sedang dan memberikan kontribusi besar pada perolehan devisa negara. Secara sosial
politis, fungsi sektor usaha kecil sangat penting dalam hal penyerapan tenaga kerja serta upaya
pengentasan kemiskinan, yang lebih penting lagi adalah sebagai sarana untuk membangkitkan
ekonomi kerakyatan. Usaha mikro tergolong jenis usaha marjinal, yang antara lain ditunjukkan
oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana, tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit
yang rendah, serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. Studi-studi yang dilakukan di beberapa
negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan
ekonomi, penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan, penyediaan barang dan
jasa dengan harga murah, serta mengatasi masalah kemiskinan. Disamping itu, usaha mikro juga
merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu
memberdayakan golongan ekonomi lemah.

Strategi untuk memberdayakan pelaku usaha skala mikro dan kecil antara lain dilakukan melalui
peningkatan produktivitas usahanya. Namun demikian strategi pemberdayaan pengusaha mikro
pada umumnya seringkali tidak berhasil antara lain disebabkan karena (Wulandari, 2007) : -
Kurang kesadaran dan motivasi dari pengusaha sendiri untuk mengembangkan usaha lebih
profesional. Mereka sudah merasa cukup jika produknya terjual. - Kurang inovasi dalam
manajemen usaha baik di bidang pemasaran, produksi maupun strategi penjualan. Volume 6. No.
2 Januari 2010 Jurnal Administrasi Bisnis 2 - Terbatasnya waktu untuk terjun secara total dalam
usaha karena terbentur aktivitas domestik maupun sosial (pengajian, arisan, pertemuan warga, dll)
terutama bagi pengusaha perempuan, sehingga mereka tidak punya waktu untuk kegiatan pelatihan
usaha, dll - Akses kepada pendanaan dan permodalan rendah.

1
BAB II

RINGKASAN JURNAL

IDENTITAS JURNAL

JUDUL : PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO : KENDALA DAN

ALTERNATIF SOLUSINYA

VOLUME : 6

TAHUN TERBIT : 2010

EDISI :2

RINGKASAN JURNAL

PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO : KENDALA DAN ALTERNATIF

SOLUSINYA

a. Pendahuluan

Program untuk memberdayakan UKM mendapatkan perhatian yang cukup besar dari

pemerintah terbukti dengan adanya berbagai bantuan pemberdayaan yang diberikan baik lewat

kementrian koperasi dan usaha kecil maupun lewat departemen perindustrian dan perdagangan.

Selain itu perhatian dari kalangan swasta pun cukup besar khususnya perbankan melalui skema

pendanaan kredit mikro untuk membantu permodalan usaha kecil dan mikro. Program-program

pemberdayaan dan pengembangan usaha ini umumnya mendapat respon positif dari para

pengusaha kecil dan mikro. Mereka banyak memanfaatkan program perkuatan tersebut untuk

mengembangkan usahanya. Namun demikian dari temuan di lapangan dalam penelitian yang

2
pernah dilakukan oleh peneliti, diperoleh informasi bahwa seringkali UKM kurang proaktif dan

belum memaksimalkan bantuan yang diberikan, kemandirian UKM yang diharapkan belum

sepenuhnya berhasil. Artikel ini memberi gambaran bagaimana UKM yang telah mendapatkan

bantuan apakah bantuan tersebut mampu meningkatkan usaha mereka serta peluang dan kendala

apa yang dihadapi dalam meningkatkan efektivitas pemberdayaan UKM. Artikel ini merupakan

hasil penelitian yang dilakukan pada lima UKM di Jogjakarta yang bergerak di bidang kerajinan

dan makanan.

b. Kajian Teori

Kenyataan bahwa usaha kecil belum dapat mewujudkan kemampuan dan peranannya secara
optimal dalam perekonomian nasional. Hal ini disebabkan antara lain karena usaha kecil masih
menghadapi berbagai hambatan baik eksternal maupun internal dalam bidang produksi dan
pengolahan, pemasaran, permodalan, sumberdaya manusia maupun teknologi, serta iklim usaha
yang belum mendukung agi pengembangannya. Kendala-kendala tersebut kemudian akan
menimbulkan kendala-kendala lain yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan
pertumbuhan usaha kecil dan menengah, antara lain (Sudoko, 1995) : 1. Kelemahan dalam
memperoleh peluang (akses pasar) dan memperbesar pangsa pasar. 2. Kelemahan dalam struktur
permodalan dan keterbatasan untuk memperoleh jalur akses terhadap sumber-sumber permodalan.
3. Kelemahan di bidang organisasi dan manajemen. 4. Keterbatasan dalam kelemahan
pemanfaatan akses dan penguasaan teknologi, khususnya teknologi terapan. 5. Keterbatasan
jaringan usaha dan kerjasama usaha kecil. Hal-hal ini masih ditambah dengan kendala-kendala
yang bersifat eksternal yaitu adanya iklim usaha yang kurang kondusif dan rendahnya kepedulian
terhadap pembinaan usaha kecil. Selain itu kendala utama dalam pemberdayaan usaha kecil tidak
terlepas dari problema pengusaha kecil sendiri yang menurut Panggabean (2002) adalah : 1.
Sumber Daya manusia dan Manajemen SDM usaha kecil sebagian besar memiliki keterbatasan
baik dari segi pendidikan formal maupun dari segi pengetahuan dan ketrampilan, sehingga
menyebabkan motivasi berwirausaha menjadi tidak cukup kuat untuk meningkatkan usaha dan
meraih peluang pasar. Akibat keterbatasan pendidikan tersebut, pada umumnya manajemen usaha
kecil dikelola dengan cara sederhana oleh keluarga, secara turun temurun dan hanya memenuhi
kebutuhan keluarga. Misalnya tidak adanya sistem pembukuan yang mengikuti kaidah
administrasi pembukuan standar. 2. Modal Permodalan merupakan satu kebutuhan penting yang
diperlukan untuk memajukan dan mengembangkan UKM. Tetapi kondisi di lapangan
menunjukkan bahwa kredit Volume 6. No. 2 Januari 2010 Jurnal Administrasi Bisnis 4 permodalan
yang disediakan pemerintah sulit didapatkan oleh pengusaha kecil. Dengan keterbatasan modal

3
tersebut UKM sulit berkembang dan masuk dalam jajaran bisnis formal yang lebih besar,sehingga
mendapatkan margin usaha yang cenderung tipis. 3. Teknologi. Pengembangan teknologi
bertujuan untuk mengembangkan produksi menjadi lebih produktif, efisien dan dapat meningkat
kualitas produk. sebagian pelaku usaha kecil masih dihadapkan pada kendala informasi yang
terbatas dan kemampuan akses ke sumber teknologi. 4. Lemahnya Asosiasi Belum ada asosiasi
usaha kecil yang anggotanya mempunyai latar belakang pengusaha. Membangun asosiasi
sebaiknya dapat dikondisikan oleh lembaga penyedia jasa yang bertugas melayani usaha kecil
sehingga secara alamiah asosiasi tersebut benar-benar tumbuh dari mereka dan berjuang untuk
kepentingan UKM.

c. Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif, bermaksud untuk mengetahui efektivitas program
pemberdayaan UKM terhadap kemandirian dan peningkatan usahanya. Adapun data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari kata-kata dan tindakan
informan yang diamati atau diwawancarai. Data tersebut dikumpulkan melalui wawancara kepada
pengusaha kecil dan mikro yang pernah mendapatkan program bantuan pemberdayaan
(penguatan) baik dari pemerintah maupun swasta dalam berbagai bentuk dapat berupa modal,
pelatihan, pameran, manajerial, investasi alat, dll. Analisis data akan menggunakan metode
deskriptif analisis dengan cara mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari lapangan berkaitan
dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini kemudian ditarik kesimpulan.

4
BAB III

PEMBAHASAN

A.PEMBAHASAN

Kriteria pengusaha yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah mereka yang pernah
mendapatkan bantuan atau program pemberdayaan dari berbagai lembaga pemerintah maupun
non pemerintah. Hasil penelitian ini memang tidak untuk menggeneralisir populasi karena sifat
penelitiannya kuialitatif dan responden bukan bertindak sebagai sampel dari Volume 6. No. 2
Januari 2010 Jurnal Administrasi Bisnis 6 populasi. Namun demikian hasilnya dapat
memberikan sedikit gambaran tentang pemberdayaan pengusaha kecil dan mikro. Berdasarkan
hasil wawancara diperoleh keterangan beberapa program pemberdayaan (bantuan) yang pernah
diterima oleh para responden antara lain pelatihan manajemen, permodalan, fasilitasi pameran,
serta pelatihan ketrampilan. Bantuan yang pernah diterima ini memang tidak banyak
frekuensinya dan memiliki sasaran berbeda. Permodalan merupakan program pemberdayaan
yang paling diminati baik pengusaha yang sudah lama maupun yang baru mulai menjalankan
usaha. Permodalan memang merupakan salah satu hal yang fundamental. Apalagi para
pengusaha ini mempunyai modal yang tidak banyak pada waktu membuka usaha bahkan harus
kredit agar bisa berjalan produksinya.

B.Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Journal

1. Dari aspek ruang lingkup isi artikel

Cakupan ruang lingkup dari artikel tersebut kurang luas, artikel tersebut hanya membahas
manajer dalam sekolah tersebut saja.

2. Dari aspek tata bahas, artikel tersebut

Bahasa yang digunaka pada artikel ini berbelit-belit dan susah dimengerti jika hanya membaca
satu kali saja.

5
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dalam hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : -
Berbagai skema pemberdayaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada para pengusaha kecil
dan mikro ini sangat bermanfaat dalam pengembangan usaha mereka. Apalagi bagi usaha yang
baru dirintis, manfaat yang dirasakan jauh lebih besar. Hal ini sesuai dengan tujuan diberikannya
skema pemberdayaan tersebut yaitu untuk meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha.
- Dampak yang dirasakan dari skema pemberdayaan tersebut antara lain mampu mengenalkan
usaha kepada calon pembeli jika fasilitasi berupa pameran. Manakala fasilitasi berupa pelatihan
mampu meningkatkan ketrampilan dan menambah wawasan bagi para pengusaha ini. Sedangkan
jika fasilitasi berupa permodalan mampu memberikan rangsangan bagi perluasan usaha maupun
perbaikan usaha. - Kendala yang dihadapi dalam mengefektifkan skema pemberdayaan antara lain
waktu, bagi pengusaha yang sudah lama menjalankan usahanya dan cukup besar maka waktu
untuk mengikuti pelatihan sangat minim. Mereka telah disibukkan dengan urusan rutin bisnis dan
tidak sempat untuk keluar dari rutinitas. Selain waktiu kendala lain adalah motivasi Hasil pelatihan
kadangkala sulit untuk diterapkan karena kemauan yang rendah dari para pengusaha ini maupun
kebiasaan yang telah lama ada sehingga sulit untuk berubah. Sebaliknya bagi para pengusha
pemula mereka masih punya lebih banyak waktu dan masih semangat untuk belajar banyak hal
melalui pelatihan apalagi jika hasil pelatihan tersebut dapat langsung dirasakan misalnya mendapat
ijin dari depkes ataupun pelatihan setifikasi produk misalnya. - Masalah sumber daya juga menjadi
alasan yang menjadi kendala. Sumber daya bisa berupa manusia ataupun dana. - Selain kendala
faktor pendorong efektivitas pemberdayaan adalah kemauan dari si pengusaha untuk menerapkan
apa yang telah didapat baik dari pelatihan maupun pendampingan dalam pengelolaan usahanya.
Pengusaha yang berusaha untuk memperbaiki sistem manajemen maupun pengeloaan usaha sesuai
hasil pelatihan maupun Volume 6. No. 2 Januari 2010 Jurnal Administrasi Bisnis 10
pendampingan sebenarnya merasakan manfaat yang cukup besar terutama untuk mendapatkan
permodalan yang mempersyaratkan pencatatan dan administrasi yang lebih tertib.

A. Rekomendasi

6
Dari segi aspek ruang lingkup dan tata bahasa artikel harus diperbaiki lagi agar jurnal dapat
menjadi sumber referensi yang relevan.

DAFTAR PUSTAKA

Dewanti,Ida Susi Nurul. 2010. PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO : KENDALA DAN

ALTERNATIF SOLUSINYA. Jurnal Ekonomi Mikro. Vol 6. No 2.