Anda di halaman 1dari 34

OPERASI PERPINDAHAN MASSA

“EKSTRAKSI”

DISUSUN OLEH:

AYU SRIWAHYUNI (122017027)

WINDI WULANDARI (122017035)

PERMATA NADIA DINDA (122017017)

PIASASI CANIA (122017019)

ADI PUTRA FIRDAUS (122017064)

NURI (122017013)

DONY ANGGA SAPUTRA (122017011)

LASKAR JIHAD (122017044)

DOSEN PEMBIMBING : Netty Herawati,S.T,M.T

KELAS :VA

PRODI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

2019

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur tercurah kepada Allah SWT atas taufik, hidayah, berkat dan
rahmat-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan
kita Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya serta para pengikutnya hingga
akhir zaman.

Operasi Perpindahan Massa ini adalah mata kuliah dengan bobot 2 SKS
yang terdapat pada mata kuliah Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Palembang.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dosen pembimbing

2. Semua pihak

Palembang,25 Oktober 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
Cover.......................................................................................................................2
Kata Pengantar.......................................................................................................3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................5
1.3 Tujuan Masalah...............................................................................................5

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ekstraksi........................................................................................6
2.2 Jenis – Jenis Ekstraksi.....................................................................................7
2.3 Metode Dalam Ekstraksi...............................................................................11
2.4 Faktor – Faktor Dalam Proses Ekstraksi....................................................19
2.5 Alat – Alat Atau Peralatan Ekstraksi...........................................................22
2.6 Aplikasi Ekstraksi Dalam Industri...............................................................29

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................33
3.2 Saran................................................................................................................33

Daftar Pustaka......................................................................................................34

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena


kebanyakan materi yang terdapat di alam berupa campuran. Untuk memperoleh
materi murni dari suatu campuran, kita harus melakukan pemisahan.Berbagai
teknik pemisahan dapat diterapkan untuk memisahkan campuran. Perusahaan air
minum, memperoleh air jernih dari air sungai melalui penyaringan pasir
dan arang. Air murni untuk keperluan laboratorium atau farmasi diperoleh melalui
teknik pemisahan destilasi.Untuk memisahkan minyak bumi menjadi komponen-
komponennya seperti elpiji, bensin, minyak tanah, dilakukan melalui teknik
pemisahan destilasi bertingkat. Logam aluminium dipisahkan dari bauksit melalui
teknik pemisahan elektroforesis. Itulah beberapa contoh teknik pemisahan yang
berguna untuk memperoleh materi yang lebih murni. Melalui teknik pemisahan
ternyata menghasilkan materi yang lebih penting dan lebih mahal nilainya.
Pembahasan pada bab ini akan difokuskan pada teknik pemisahan dengan
metode ekstraksi. Ekstraksi pelarut pada umumnya digunakan untuk memisahkan
sejumlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugus pengganggu
dalam analisis secara keseluruhan.Kadang-kadang gugus-gugus pengganggu ini
diekstraksi secara selektif. Dalam pemilihan pelarut organik diusahakan agar
kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air) tidak saling tercampur
satu sama lain. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan dalam corong pemisah
dengan jalan pengocokan beberapa kali. Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan
yang tidak dapat campur (immiscible).
Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau disebut
juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan popular.
Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat
makro ataupun mikro. Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih
kecuali corong pemisah. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut
dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur

4
seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah zat terlarut
dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase pelarut. Teknik ini
dapat digunakan untuk preparative dan pemurnian. Mula-mula metode ini dikenal
dalam kimia analisis.

1.2 Rumusan Masalah

A. Apa yang dimaksud dengan Ekstraksi ?


B. Apa Saja Jenis-jenis Ekstraksi ?
C. Apa Saja Metode dalam ekstraksi ?
D. Apa saja Faktor – Faktor dalam Proses Ekstraksi ?
E. Apa Saja Alat-alat ekstraksi dan Bagaimana prinsip kerjanya?
F. Bagaimana Aplikasi Ekstraksi dalam Industri ?

1.3 Tujuan Masalah

A. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Ekstraksi.


B. Dapat mengetahui Jenis-jenis Ekstraksi.
C. Dapat mengetahui metode dalam ekstraksi.
D. Dapat mengetahui faktor – faktor dalam proses ekstraksi.
E. Dapat mengetahui alat-alat ekstraksi beserta prinsip kerjanya.
F. Dapat mengetahui aplikasi ekstraksi dalam industri.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan
atau cairan dengan bantuan pelarut. Ekstraksi juga merupakan proses pemisahan
satu atau lebih komponen dari suatu campuran homogen menggunakan pelarut
cair (solven) sebagai separating agen. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan
larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran.
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu subtansi atau zat dari
campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai.
Ekstraksi pelarut menawarkan banyak kemungkinan yang menarik untuk
pemisahan analitis. Bahkan di mana tujuan primernya bukanlah analitis namun
preparatif, ekstrasi pelarut dapat merupakan suatu langkah penting dalam urutan
yang menuju ke suatu produk murninya dalam laboratorium organik, anorganik
atau biokimia. Meskipun kadang-kadang digunakan peralatan yang rumit, namun
seringkali hanya diperlukan sebuah corong pisah. Seringkali suatu permisahan
ekstrasi pelarut dapat diselesaikan dalam beberapa menit.

Ekstraksi pelarut atau sering disebut juga ekstraksi air merupakan metode
pemisahan atau pengambilan zat terlarut dalam larutan (biasanya dalam air)
dengan menggunakan pelarut lain (biasanya organik). Pemisahan zat-zat terlarut
antara dua cairan yang tidak saling mencampur antara lain menggunakan alat
corong pisah. Ada suatu jenis pemisahan lainnya dimana pada satu fase dapat
berulang-ulang dikontakkan dengan fase yang lain, misalnya ekstraksi berulang-
ulang suatu larutan dalam pelarut air dan pelarut organik, dalam hal ini digunakan
suatu alat yaitu ekstraktor sokshlet. Metode sokshlet merupakan metode ekstraksi
dari padatan dengan solvent (pelarut) cair secara kontinu. Alatnya dinamakan
sokshlet (ekstraktor sokshlet) yang digunakan untuk ekstraksi kontinu dari
sejumlah kecil bahan.

6
Ekstraksi pelarut menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solute) di antara
dua fasa cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk
pemisahan secara cepat dan “bersih” baik untuk zat organik maupun zat
anorganik. Cara ini juga dapat digunakan untuk analisis makro maupun mikro.
Selain untuk kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk
pekerjaan-pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik, biokimia dan
anorganik di laboratorium.
Operasi ekstraksi sering dijumpai didalam industri seperti proses
hydrometallic , industri farmasi ( memproduksi bahan aktif ) , industri minyak
bumi ( produksi monomer dan aromates ) dan pembersihan air limbah .Tahap-
tahap ekstraksi:
 Mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiarkannya saling
berkontak. Dalam hal ini terjadi perpindahan massa dengan cara difusi pada
bidang antarmuka bahan ekstraksi dan pelarut. Dengan demikian terjadi ekstraksi
yang sebenarnya, yaitu pelarutan ekstrak.
 Memisahkan larutan ekstrak dari rafinat, kebanyakan dengan cara penjernihan
atau filtrasi.
 Mengisolasi ekstrak dari larutan dan mendapatkan kembali pelarut, umumnya
dilakukan dengan menguapkan pelarut. Dalam hal-hal tertentu, larutan ekstrak
dapat langsung diolah lebih lanjut atau dioalh setelah dipekatkan.

2.2 Jenis-jenis Ekstraksi


A. Bentuk campuranya

Ekstraksi dapat digolongkan berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi


dan proses pelaksanaannya.Disamping itu ada juga macam-macam pembagian
ekstraksi yang dihimpun dari beberapa referensi.Adapun macam-macamnya
adalah ekstraksi padat-cair, ekstraksi cair-cair, ekstraksi fase padat, dan ekstraksi
asam basa.

7
1. Ekstraksi padat - cair (ekstraksi soxhlet)

Ekstraksi padat cair adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan
inert ke dalam pelarutnya atau digunakan untuk memisahkan analit yang terdapat
pada padatan menggunakan pelarut organic. Proses ini merupakan proses yang
bersifat fisik, karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan
semula tanpa mengalami perubahan kimiawi.

Ekstraksi padat cair adalah zat yang diekstraksi di dalam campuran yang
berbentuk padat. digunakan untuk mengisolasi zat berkhasiat yang terkandung
dalam bahan alam.
Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan
dapat larut dalam solven pengekstraksi. Padatan yang akan diekstrak dilembutkan
terlebih dahulu, dapat dengan cara ditumbuk atau dapat juga di iris-iris menjadi
bagian-bagian yang tipis. Kemudian padatan yang telah halus di bungkus dengan
kertas saring dan dimasukkan kedalam alat ekstraksi soxhlet.Pelarut organic
dimasukkan ke dalam labu godog.Kemudian peralatan ekstraksi di rangkai dengan
pendingin air.Ekstraksi dilakukan dengan memanaskan pelarut organic sampai
semua analit.

Zat yang diekstraksi terdapat didalam campuran yang berbentuk padatan.


Ekstraksi jenis ini banyak dilakukan didalam usaha mengrisolasi zat berkhasiat
yang terkandung didalam bahan alam seperti steroid, hormon, antibiotika, dan
lipida pada biji-bijian terekstrak.

2. Ekstraksi Cair-Cair

Ekstraksi Cair-Cair merupakan metode pemisahan yang baik karena


pemisahan ini dapat dilakukan dalam tingkat makro dan mikro.Dan yang menjadi
pokok pembahasan dalam ekstraksi cair-cair ini adalah kedua fasa yang
dipisahkan merupakan cairan yang tidak saling tercampur.

8
Ekstraksi cair(ekstraksi pelarut) adalah zat yang di ekstraksi di dalam
csmpuran berbentuk cair yang di gunakan untuk memeisahkan zat seperti iod atau
logam tertentu di dalam air.
Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan
perbandingan tetentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur seperti
benzene dan kloroform. Ekstraksi cair-cair digunakan sebagai cara untuk
praperlakuan sampel atau clean-up sampel untuk memisahkan analit-analit dari
komponen-komponen matriks yang mungkin menganggu pada saat kuantifikasi
atau deteksi analit. Kebanyakan prosedur ekstraksi cair-cair melibatkan ekstraksi
analit dari fasa air kedalam pelarut organic yang bersifat non-polar atau agak polar
seperti n-heksana, metil benzene atau diklorometana.

Meskipun demikian, proses sebaliknya juga mungkin terjadi.Analit-analit


yang mudah tereksitasi dalam pelarut organic adalah molekul-molekul netral yang
berikatan secara kovalen dengan konstituen yang bersifat non-polar atau bersifat
polar.Zat yang diekstraksi teradpat didalam campuran yang berbentuk cair.
Ekstraksi cair-cair sering juga disebut ekstraksi pelarut banyak dilakukan untuk
memisahkan zat seperti iod, atau logam-logam tertentu dalam larutan air.

3. Ekstraksi Fase Padat (Solid Phase Extraction)

Jika dibandingkan dengan ekstraksi cair-cair, SPE merupakan teknik yang


relative baru, akan tetapi SPE cepat berkembang sebagai alat yang utama untuk
praperlakuan sampel atau untuk clean-up sampel-sampel kotor, misalnya sampel-
sampel yang mempunyai kandungan matriks yang tinggi seperti garam-garam,
protein, polimer, resin dan lain-lain. Keunggulan SPE dibandingkan dengan
ekstraksi cair-cair adalah:

 Proses ekstraksi lebih sempurna


 Pemisahan analit dari pengganggu yang mungkin ada menjadi lebih efesien
 Mengurangi pelarut organic yang digunakan
 Fraksi analit yang diperoleh lebih mudah dikumpulkan
 Mampu menhilangkan partikulat

9
 Lebih mudah diatomatisasi

Sementara itu kerugian SPE adalah banyaknya jenis cartridge (berisi


penyerap tertentu) yang beredar dipasaran sehingga reprodusibilitas hasil
bervariasi jika menggunakan cartridge yang berbeda dan juga adanya adsorbs
yang bolak balik padacartridge SPE.

4. Ekstraksi asam basa

Merupakan ekstraksi yang didasarkan pada sifat kelarutannya.Senyawa


atau basa direaksikan dengan pereaksi asam atau basa sehingga
terbentuk garam.Garam ini larut dalam air tetapi tidak larut dalam senyawa
organic.

Salah satu teknik yang paling penting dalam kimia analitik adalah titrasi,
yaitu penambahan secara cermat volume suatu larutan yang mengandung zat A
yang konsentrasinya diketahui, kepada larutan kedua yang konsentrasinya belum
diketahui, yang akan mengakibatkan reaksi antara keduanya secara kuantitatif.
Selesainya reaksi yaitu pada titik akhir ditandai dengan semacam perubahan sifat
fisis, misalnya warna campuran yang berekasi.Titik akhir dapat dideteksi dalam
campuran reaksi yang tidak berwarna dengan menambahkan zat terlarut yang
dinamakan indicator, yang mengubah warna pada titik akhir.

B. Proses pelaksanaannya

Menurut proses pelaksanaannya ekstraksi dibedakan menjadi ekstraksi


berkesinambungan (kontinyu) dan ekstraksi bertahap.

1. Ekstraksi kontinyu (Continues Extraction)

Pada ekstraksi kontinyu, pelarut yang digunakan secara berulang-ulang sampai


proses ekstraksi selesai. Tersedia berbagai alat dari jenis ekstraksi ini seperti alat
soxhlet atau Craig Countercurent.

10
2. Ekstraksi bertahap (batch)

Pada ekstraksi bertahap, setiap kali ekstraksi selalu digunakan pelarut yang
baru sampai proses ekstraksi selesai. Alat yang biasa digunakan adalah berupa
corong pisah.

2.3 Metode Dalam Ekstraksi

Adapun macam – macam metode ekstraksi :


A. Ekstraksi secara dingin
Beberapa meteode yang digunakan dalam ekstraksi secara dingin.
1. Metode meserasi
Istilah meceration berasal dari bahasa latin macerare yang artinya
“merendam”. meserasi adalah mencari zat aktif yang dilakukan dengan cara
merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari
pada temperatur kamar terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke
dalam sel melewati dinding sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan
konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel.
Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh
cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses difusi ). Peristiwa tersebut
berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di
dalam sel. Selama proses maserasi dilakukan pengadukan dan penggantian cairan
penyari setiap hari. Endapan yang diperoleh dipisahkan dan filtratnya dipekatkan.
Metode maserasi dapat dilakukan dengan modifikasi sebagai berikut:
 Modifikasi maserasi melingkar
 Modifikasi maserasi digesti
 Modifikasi Maserasi Melingkar Bertingkat
 Modifikasi remaserasi
 Modifikasi dengan mesin pengaduk.
Metode maserasi juga memiliki Kelebihan dan Kekurangan jika ingin
menggunakannya bisa melihat dari aspek yang dimiliki oleh metode ini.
Kelebihan dari ekstraksi dengan metode maserasi adalah:
 Unit alat yang dipakai sederhana, hanya dibutuhkan bejana perendam.

11
 Biaya operasionalnya relatif rendah.
 Prosesnya relatif hemat penyari dan tanpa pemanasan.
Kelemahan dari ekstraksi dengan metode maserasi adalah:
 Proses penyariannya tidak sempurna, karena zat aktif hanya mampu
terekstraksi sebesar 50% saja.
 Prosesnya lama, butuh waktu beberapa hari.

2. Metode Soxhletes
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia
ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa,
cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan
dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari
yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan
penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke
labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi.
Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak
noda jika di KLT, atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Ekstrak yang
diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.

Keuntungan dari metode Soxhletes adalah:


 Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan
terhadap pemanasan secara langsung.
 Digunakan pelarut yang lebih sedikit.
 Pemanasannya dapat diatur.

Kerugian dari metode ini:


 Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah di
sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan
reaksi peruraian oleh panas.
 Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui
kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam

12
wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk
melarutkannya.
 Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk
menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi, seperti
metanol atau air, karena seluruh alat yang berada di bawah komdensor
perlu berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang
efektif.

3. Metode Perkolasi
Istilah perkolasi berasal dari bahasa latin, per yang artinya “memulai” dan
colare yang artinya”merembes”.
Pencarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi
selama 3 jam, kemudian simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang
bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah
melalui simplisia tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel
simplisia yang dilalui sampai keadan jenuh.
Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi, kohesi, dan berat cairan
di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. Perkolat yang
diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.
 Prinsip Perkolasi
Prinsip perkolasi adalah sebagai berikut: Serbuk simplisia ditempatkan dalam
suatu bejana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Cairan penyari
dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan
melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh.
Gerak ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan di
atasnya, dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. Kekuatan
yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat, kekentalan, daya larut,
tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler dan daya geseran (friksi).
Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena:

13
 Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang
terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga
meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi.
 Ruangan diantara butir-butir serbuk simplisia membentuk saluran
tempat mengalir cairan penyari. Karena kecilnya saluran kapiler
tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan
batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.
 Alat Perkolasi
Alat yang digunakan untuk perkolasi disebut percolator, cairan yang digunakan
untuk menyari disebut cairan penyari atau menstrum, larutan zat aktif yang keluar
dari percolator disebut sari atau perkolat, sedangkan sisa setelah dilakukanya
penyarian disebuat ampas atau sisa perkolasi. Bentuk percolator ada 3 macam
yaitu percolator berbentuk tabung, percolator berbentuk paruh, dan percolator
berbentuk corong. Pemilihan percolator tergantung pada jenis serbuk simplisia
yang akan di sari. Serbuk kina yang mengandung sejumlah besar zat aktif yang
larut, tidak baik jika diperkolasi dengan alat perkolasi yang sempit, sebab perkolat
akan segera menjadi pekat dan berhenti mengalir.
Pada pembuatan tingtur dan ekstrak cair, jumlah cairan penyari yang tersedia
lebih besar dibandingkan dengan jumlah cairan penyari yang diperlukan untuk
melarutkan zat aktif. Pada keadaan tersebut, pembuatan sediaan digunakan
percolator lebar untuk mempercepat proses perkolasi.
Percolator berbentuk tabung biasanya digunakan untuk pembuatan ekstrak cair,
percolator berbentuk paruh biasanya digunakan untuk pembuatan ekstrak atau
tingtur dengan kadar tinggi, percolator berbentuk corong biasanya digunakan
untuk pembuatan ekstrak atau tingtur dengan kadar rendah. Ukuran percolator
yang digunakan harus dipilih sesuai dengan jumlah bahan yang disari. Jumlah
bahan yang disari tidak lebih dari 2/3 tinggi percolator. Percolator dibuat dari
gelas, baja tahan karat atau bahan lain yang tidak saling mempengaruhi dengan
obat atau cairan penyari.
Percolator dilengkapi dengan tutup dari karet atau bahan lain, yang berfungsi
untuk mencegah penguapan. Tutup karet dilengkapi dengan lubang bertutup yang

14
dapat dibuka atau ditutup dengan menggesernya. Pada beberapa percolator sering
dilengkapi dengan botol yang berisi cairan penyari yang dihubungkan ke
percolator melalui pipa yang dilengkapi dengan keran. Aliran percolator diatur
oleh keran.
Pada bagian bawah, pada leher percolator tepat di atas keran diberi kapas yang
di atur di atas sarangan yang dibuat dari porselin atau di atas gabus bertoreh yang
telah dibalut kertas tapis Kapas yang digunakan adalah yang tidak terlalu banyak
mengandung lemak. Untuk menampung perkkolat digunakan botol perkolat, yang
bermulut tidak terlalu lebar tetapi mudah dibersihkan.
a) Reperkolasi
Untuk menghindari kehilangan minyak atsiri pada pembuatan sari, maka
cara perkolasi diganti dengan cara reperkolasi. Pada perkolasi
dilakukan pemekatan sari dengan pemanasan. Pada perkolasi tidak dilakukan
pemekatan. Reperkolasi dilakukan dengan cara : simplisia dibagi dalam
beberapa percolator, hasil percolator pertama dipekatkan menjadi perkolat I
dan sari selanjutnya disebut susulan II. Susulan II digunakan untuk menjadi
perkolat II. Hasil perkolator II dipisahkan menjadi perkolat II dan sari
selanjutnya disebut susulan III. Pekerjaan tersebut diulang sampai menjadi
perkolat yang diinginkan.
b) Perkolasi bertingkat
Dalam proses perkolasi biasa, perkolat yang dihasilkan tidak dalam kadar
yang maksimal. Selama cairan penyari melakukan penyarian serbuk simplisia,
maka terjadi aliran melalui lapisan serbuk dari atas sampai ke bawah
disertai pelarutan zat aktifnya.
Proses penyarian tersebut akan menghasilkan perkolat yang pekat pada
tetesan pertama dan tetesan terakhir akan diperoleh perkolat yang encer.
Untuk memperbaiki cara perkolasi tersebut dilakukan cara
perkolasi bertingkat.serbuk simplisia yang hampir tersari sempurna, sebelum
dibuang, disari dengan penyari yang baru, diharapkan agar serbuk simplisia
tersebut dapat tersari sempurna. Sebaliknya serbuk simplisia yang baru, disari

15
dengan perkolat yang hampir jenuh dengan demikian akan diperoleh perkolat
akhir yang jenuh. Perkolat dipisahkan dan dipekatkan.

B. Ekstraksi secara panas


Beberapa meteode yang digunakan dalam ekstraksi secara panas:
1. Metode refluks
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan
ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan,
uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-
molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan
menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya
berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian
pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh
dikumpulkan dan dipekatkan.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Refuks:
 Kelebihan dari metode refluks adalah digunakan untuk mengekstraksi
sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar, dan tahan pemanasan
langsung.
 Kekurangan dari metode refluks adalah membutuhkan volume total
pelarutyang besar,dan Sejumlah manipulasi dari operator

2. Metode Destilasi uap


Pencarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air ditempatkan dalam
labu berbeda. Air dipanaskan dan akan menguap, uap air akan masuk ke dalam
labu sampel sambil mengekstraksi minyak menguap yang terdapat dalam
simplisia, uap air dan minyak menguap yang telah terekstraksi menuju kondensor
dan akan terkondensasi, lalu akan melewati pipa alonga, campuran air dan minyak
menguap akan masuk ke dalam corong pisah, dan akan memisah antara air dan
minyak atsiri.

16
3. Metode Rotavapor
Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang
dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat, cairan penyari dapat menguap 5-10º C
di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan
tekanan. Dengan bantuan pompa vakum, uap larutan penyari akan menguap naik
ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut
murni yang ditampung dalam labu alas bulat penampung.

4. Soxhletasi
Soxhletasi adalah suatu metode pemisahan suatu komponen yang
terdapatdalam sampel padat dengan cara penyarian berulang-ulang dengan pelarut
yang sama, sehingga semua komponen yang diinginkan dalam sampel terisolasi
dengansempurna. Pelarut yang digunakan ada 2 jenis, yaitu heksana (C6H14)
untuk sampel kering dan metanol (CH3OH) untuk sampel basah. Jadi, pelarut
yang digunakan tergantung dari sampel alam yang digunakan. Nama lain
yangdigunakan sebagai pengganti sokletasi adalah pengekstrakan berulang– ulang
(continous extraction) dari sampel pelarut.
Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara berkesinambungan,cairan
penyari dipanaskan sehingga menguap, uap cairan penyari terkondensasimenjadi
molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisiadalam
klonsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat
setelahmelewati pipa sifon.
 Alat Ekstraksi Soxhletasi
Nama-nama instrumen dan fungsinya adalah:
1. Kondensor berfungsi sebagai pendingin, dan juga untuk mempercepat
proses pengembunan.
2. Timbal/klonsong berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin
diambil zatnya,.
3. Pipa evapor berfungsi sebagai jalannya uap, bagi pelarut yangmenguap
dari proses penguapan.
4. Labu alas bulat berfungsi sebagai wadah bagi ekstrak dan pelarutnya

17
5. Hot plate atau penangas berfungsi sebagai pemanas larutan.
6. Water in sebagai tempat air masuk, dan
7. Water out sebagai tempat air keluar.
8. Sifon berfungsi sebagai perhitungan siklus,bila pada sifon larutannya
penuh kemudian jaruh ke labu alas bulat maka hal ini dinamakan satu
siklus.
 Kelebihan dan Kekurangan Soxhletasi.
Metode soxhletasi memiliki kelebihan dan kekurangan pada proses ekstraksi.
Kelebihan Soxhletasi:
 Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan
terhadap pemanasan secara langsung.
 Digunakan pelarut yang lebih sedikit.
 pemanasannya dapat diatur.

Kekurangan Soxhletasi:

 Karena pelarut didaur ulang, ekstrak yang terkumpul pada wadah


disebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan
reaksi peruraian oleh panas.
 Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui
kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam
wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk
melarutkannya.
 Bila dilakukan dalam skala besar, mungkin tidak cocok untuk
menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi.

5. Infusa

Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia dengan air
pada suhu 90°C selama 15 menit. Infusa di buat dengan cara menghaluskan
simplisia yang akan digunakan. Kemudian dicampur dengan air secukupnya
dalam sebuah panci dan dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit, dihitung
mulai dari suhu di dalam panci mencapai 90ºC, sambil sekali-sekali diaduk. Infusa

18
diserkai sewaktu masih panas melalui kain flanel. Jika kekurangan air ditambah
air mendidih melalui ampasnya.

Infusa Simplisia yang mengandung minyak atsiri diserkai setelah dingin.


Penyarian dengan cara ini menghasilkan sari yang tidak stabil, dan mudah
tercemar oleh kapang, oleh sebab itu air yang diperoleh dengan cara ini tidak
boleh disimpan lebih dari 24 jam.

6.Dekokta
Prinsipnya hampir sama dengan infuse, perbedaannya pada dekokta
digunakan pemanasan selama 30 menit dihitung mulai suhu mencapai 90oC. Cara
ini dapat dilakukan untuk simplisia yang mengandung bahan aktif yang tahan
terhadap pemanasan.

2.4 Faktor – Faktor dalam Proses Ekstraksi

Dalam proses ekstraksi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
 Ukuran partikel
Ukuran partikel mempengaruhi laju ekstraksi dalam beberapa hal.Semakin
kecil ukurannya, semakin besar luas permukaan antara padat dan cair, sehingga
laju perpindahannya menjadi semakin besar. Dengan kata lain, jarak untuk
berdifusi yang dialami oleh zat terlarut dalam padatan adalah kecil.
 Zat pelarut
Larutan yang akan dipakai sebagai zat pelarut seharusnya
merupakan pelarut pilihan yang terbaik dan viskositasnya harus cukup rendahaga
dapat-dapat bersikulasi dengan mudah. Biasanya, zat pelarut murni akan diapaki
pada awalnya, tetapi setelah proses ekstraksi berakhir, konsentrasi zat terlarut
akan naikdan laju ekstraksinya turun, pertama karena gradien konsentrasi akan
berkurangdan kedua zat terlarutnya menjadi lebih kental.
 Temperatur
Dalam banyak hal, kelarutan zat terlarut (pada partikel yang diekstraksi)
didalam pelarut akan naik bersamaan dengan kenaikan temperatur
untukmemberikan laju ekstraksi yang lebih tinggi.

19
 Pengadukan fluida
Pengadukan pada zat pelarut adalah penting karena akan menaikkan
prosesdifusi, sehingga menaikkan perpindahan material dari permukaan partikel
ke zat pelarut.Pemilihan juga diperlukan tahap-tahap lainnya. pada ektraksi padat-
cair misalnya, dapat dilakukan pra-pengolahan (pengecilan) bahan ekstraksi atau
pengolahan lanjut dari rafinat (dengan tujuan mendapatkan kembali sisa
sisa pelarut).

 Pemilihan Pelarut Pada Umumnya Dipengaruhi Oleh Faktor-Faktor Berikut


Ini:

1. Selektivitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukankomponen-
komponen lain dari bahan ekstraksi. Dalam praktek, terutama padaekstraksi
bahan-bahan alami, sering juga bahan lain (misalnya lemak, resin) ikutdibebaskan
bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. Dalam hal itu larutanekstrak
tercemar yang diperoleh harus dibersihkan, yaitu misalnya di ekstraksilagi dengan
menggunakan pelarut kedua.
2. Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang
besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit).
3. Kemampuan tidak saling bercampur
Pada ekstraksi cair-cair pelarut tidak boleh (atau hanya secara
terbatas)larut dalam bahan ekstraksi.
4. Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat
perbedaaankerapatan yaitu besar amtara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini
dimaksudkanagar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah
pencampuran(pemisahan dengan gaya berat). Bila beda kerapatan kecil, seringkali
pemisahanharus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya
dalamekstraktor sentrifugal)

20
5. Reaktifitas
Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia
pada komponen-komponen bahan ekstraksi. Sebaliknya dalam hal-hal
tertentudiperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam)
untukmendapatkan selektivitas yang tinggi. Seringkali ekstraksi juga disertai
denganreaksi kimia. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus
beradadalam bentuk larutan.
6. Titik didih
Ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara
penguapan,destilasi atau rektifikasi, maka titik didih kedua bahan it tidak boleh
terlalu dekat,dan keduanya tidak membentuk aseotrop. ditinjau dari segi ekonomi,
akanmenguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu
tinggi(seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah).
7. Kriteria yang lain
Pelarut sedapat mungkin harus:
 Murah.
 Tersedia dalam jumlah besar.
 Tidak beracun.
 Tidak dapat terbakar.
 Tidak eksplosif bila bercampur dengan udara.
 Tidak korosif.
 Tidak menyebabkan terbentuknya emulsi.
 Memilliki viskositas yang rendah.
 Stabil secara kimia dan termis.
Karena hampir tidak ada pelarut yang memenuhi syarat di atas, maka
untuk setiap proses ekstraksi harus dicari pelarut yang paling sesuai.
Beberapa pelarut yang terpenting adalah:
 Air
 Asam-asam organic
 Anorganik
 Hidrokarbon jenuh

21
 Toluene
 Karbon disulfit
 Eter
 Aseton
 Hidrokarbon yang mengandung khlor, isopropanol, etanol
Beberapa Bahan Alam Yang Dapat Di Ekstraksi yaitu seperti :
Kunyit,Kayu manis,cengkeh,Temulawak,Daun Jambu Biji,Kopi,Daun jeruk.
Adapun syarat pelarut lainnya yaitu :

1. Harga konstanta distribusi tinggi untuk gugus yang bersangkutan dan konstanta
distribusi rendah untuk gugus pengotor lainnya.
2. Kelarutan pelarut organik rendah dalam air.
3. Viskositas kecil dan tidak membentuk emulsi dengan air.
4. Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun.
5. Mudah melepas kembali gugs yang terlarut didalamnya untuk keperluan
analisa lebih lanjut.

2.5 Alat – Alat atau Peralatan Ekstraksi


 Peralatan Ekstraksi Cair-cair
1. Single Step Mixer – Separator
Jenis peralatan ekstraksi sederhana yang dapat dioperasikan secara terputus-
putus atau terus menerus . Transfer zat aktif dari satu fase ke fase yang lainnya
terjadi di mixer dan pemisahan dua fase dilakukan di separator oleh bantuan gaya
gravitasi.
o Keuntungan : efisiensi tinggi per langkah , daerah operasi yang tinggi ,
tingkat peralatan rendah , insensible untuk zat tersuspensi.
o Kekurangan : luas tanah yang tinggi diperlukan , biaya pelarut tinggi (
karena volume tinggi ) , energi tinggi

22
Gambar 1 : single step mixer settler

2. Mixer - Settle Cascade

Pada tahap pencampuran pelarut tak larut dan pakan zat terlarut pembawa
dibawa ke dalam kontak, tetesan terbentuk dengan mencampur, dan zat terlarut
yang diinginkan (s) yang diambil oleh pelarut.

o Keuntungan : Terpercaya meningkatkan teknik, dapat menangani tingkat


aliran tinggi, Ideal untuk proses transfer massa lambat, Intens
pencampuran, sehingga tetesan kecil untuk perpindahan massa baik.
o Kekurangan : sejumlah besar ruang lantai diperlukan, Hanya sistem
dengan beberapa tahapan yang ekonomis, sejumlah besar bahan berharga,
seperti pelarut, diikat selama proses tersebut, konservasi pelarut miskin.

Ada 2 jenis Mixer settle Cascade :

 Untuk tipe kotak, pencampuran dan menetap zona dipisahkan oleh pelat.
 Untuk tipe tower menggunakan single step yang berada satu tingkat diatas
yang lain sehingga membutuhkan sedikit luas area tanah.

23
Gambar 2 : Box type of a mixer settler cascade

Gambar 3 : tower type of a mixer settler cascade

3. Extractors Centrifugal

Ekstraktor sentrifugal ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan


fasa dimana prinsip kerjaya dari drum berputar di mana fase yang lebih berat
diangkut ke pinggiran dan fase ringan diangkut ke pusat. Dimana pelarut memiliki
selektivitas yang tinggi dan hanya mempunyai perbedaan kerapatan yang sangat
kecil dengan bahan ekstraksi.

o Keuntungan : melewati puts tinggi , jumlah biaya pelarut rendah dan


waktu yang dibutuhkan singkat dengan cepat mencapai kesetimbangan.
o Kekurangan : biaya tinggi untuk investasi dan operasi Piring extractor (
gambar 4 ) ada dari zona pencampuran dan pemisahan terdapat banyak
plate coned yang terletak lubang-lubang di plate untuk cairan di atas
mengalir .

24
Penggunaan : industri farmasi ( ekstraksi antibiotik ) , ekstraksi esens dan
senyawa aroma

Gambar 4 : centrifugal extractor

4. Kolom Semprot (Spray Column)

Pada kolom semprot, fasa ringan hanya didistribusikan satu kali oleh suatu
perlengkapan pendistribusi (alat penyemprot) yang berada di ujung bawah kolom.
Tetes-tetes yang terbentuk bergelembung menerobos fasa berat dan berkumpul
menjadi satu pada ujung atas kolom.

25
Gambar 5 : spray column

5. Kolom Pelat Saringan (Seive Plate Column)

Dalam kolom pelat ayak, fasa ringan yang berkumpul dibawah setiap pelat
ayak didorong ke atas oleh fasa berat melalui lubang-lubang pelat dan pada saat
yang sama terpecah menjadi tetes-tetesan. Fasa berat akan mengalir melalui pipa
penyalur ke pelat dibawahnya.

Gambar 6 : kolom pelat saringan

6. Kolom Denyut (Pulsating Column)

26
Kolom denyut adalah kolom pelat ayak dan kolom benda pengisi, yang seluruh
cairannya dibuat berosilasi terus-menerus dengan bantuan pompa torak atau
pompa membran. pompa ini dihubungkan melalui dinding dibagian bawah kolom.
Sebagai efek denyut, fasa rinagan terdesak melalui lubang-lubang pelat ayak pada
saat torak bergerak maju sehingga fasa ini terdistribusi dengan baik.

Pada saat torak bergerak mundur, fasa berat dihisap ke bawah melalui lubang-
lubang tersebut. Oleh karena itu, dibandingkan dengan kolom pelat ayak
sederhana, kolom denyut memungkinkan perpindahan masaa yang lebih baik.
Cara kerja yang serupa juga dimiliki oleh kolom getar. Dalam kolom ini bukan
cairan yang digerak-gerakan, melainkan pelat ayak yang digantungkan pada
sebuah batang yang berosilasi.

Gambar 7 : Kolom Denyut (Pulsating Column)

27
7. Corong Pisah

Corong pemisah atau corong pisah adalah peralatan laboratorium yang


digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen
dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang
tercampur.

Prinsip kerjanya yaitu unutk memisahkan zat/senyawa tertentu dalam


sampel berdasarkan kelarutan dalam pelarut tertentu yang memiliki perbedaan
fasa. Campuran dan dua fasa pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas
dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan
kuat untuk membuat dua fase larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan
keran dibuka untuk melepaskan tekanan uap yang berlebihan. Corong ini
kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung. Penyumbat dan
keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan ini dipisahkan dengan
mengontrol keran corong.

Perhitungan untuk metode ini :

𝑽𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍 𝒆𝒌𝒔𝒕𝒓𝒂𝒌𝒔𝒊
%𝑿 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑽 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆𝒍

8.Soxhlet

Soxhlet merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengekstrak


suatu bahan dengan pelarutan yang berulang-ulang dengan pelarut yang sesuai.
Sampel yang akan diekstraksi ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel
terhadap pelarut dan diletakkan di atas tabung destilasi, dididihkan dan
dikondensaasikan di atas sampel. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan
merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. Setelah sampai batas
tertentu, pelarut akan kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis.

Proses ini berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam
peralatan Soxhlet yang digunakan untuk ekstraksi lipida (Wirakusumah 2007).
Sampel yang bisa diperiksa meliputi pemeriksaan lemak,trigliserida,kolesterol.

28
Perhitungan untuk metode ini :

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖


%𝑿 = 𝑥 100%
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙

2.6 Aplikasi Ekstraksi dalam Industri

A. Ekstraksi Pada Industri Sawit


 Oil Clarifier

Minyak sawit yang didapatkan dari expeller masih berupa minyak kental
karena mengandung partikel padat yang berwujud seperti lumpur dan susah
dipisahkan dari minyak. Berbagai metoda telah digunakan oleh banyak ilmuwan
untuk memisahkan padatan dari minyak, tetapi cara yang paling efektif adalah
menambahkan banyak air pada minyak. Penambahan ini akan memisahkan
minyak bening ke atas dan air bersama kotoran ke bawah.

Alat berupa dua silinder, dengan satu silinder lebih kecil berada di dalam
silinder yang lebih besar. Minyak dimasukkan kedalam silinder yang besar
melalui bagian bawahnya. Minyak beningan akan naik ketas, seiring penambahan
minyak ke dalam silinder besar. Minyak bening dari silinder besar selanjutnya
mengisi silinder kecil dan dikeluarkan melaui bagian bawah silinder kecil.
Minyak ini kemudian dipanaskan untuk mengurangi kadar air dan didapatkan
CPO.

29
 Singgle/double Srew

Proses Ekstraksi Minyak dengan cara pengempaan menggunakan


single/double Screw pada tekanan 40-50 Bar. Fungsi dari alat ini adalah untuk
proses pengepresan buah sawit yang telah dilumatkan menjadi minyak sawit kasar
(minyak yang belum di murnikan).

 Vakum Dryer

Vacum dryer adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan air dari
minyak dengan cara penguapan dalam kondisi hampa udara. Hasil yang
diharapkan dari proses ini adalah minyak dengan kadar air 0,1 – 0,15% dan kadar
kotoran 0,013 – 0,015%.

Melalui tangki apung (float tank) inilah yang mengatur jumlah minyak,
pertama minyak dialirkan ke vacum drayer.Minyak terhisap kedalam tabung
melalui pemercikan (nozzle) karena adanya hampa udara dan minyak terpencar
kedalam tabung hampa.

30
B. Ekstraksi Pada Industri Kopi

Ekstraksi menggunakan pelarut air. Proses ektraksi pada industri kopi siap
saji menggunakan ekstraksi bach. Ekstraksi batch atau ekstraksi bertahap
merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan
pelarut pengekstrak yang tidak tercampur dengan pelarut semula kemudian
dilakukan pengontakkan sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi zat yang akan
di ektraksi pada kedua lapisan, setelah setelah ini di dapatkan lapisan didiamkan
dan di pisahkan.

Sistem ini terdiri dari beberapa unit pengontak bach yang disusun berderet
atau dalam lingkaran yang di kenal sebgai rangkaian ekstraksi (ektraction batrrey).
Di dalam sisitem ini, padatan dibiarkan stasioner dalam setiap tnagki dan
dikontakkan dengan beberapa larutan yang konsentrasinya makin menurun.
Padatan yang hampir tidak mengandung solut meninggalkan rangkaian setelah
dikontakkan dnega pelarut baru, sedangkan larutan pekat

Sebelum keluar dari rangkaian terelebih dahulu dikontakkan dnegan


padata baru di dalam tangki yang lain. Prosesnya melalui dua tahap yaitu
perkolasi(dingin) dan ekstraksi(panas).

31
 Perkolasi (Dingin)

Penyaringan zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk kopi dimaserasi
selama 3 jam, kemudian serbuk kopi di pindahkan ke dalam bejana silinder yang
bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan pelarut (air) dialirkan dari atas ke
bawah melalui serbuk kopi tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktis
dalam sel-sel serbuk kopi yang dilalui sampai keadaan jenuh. Gerakan ke bawah
disebabkan oleh karena grafitasi, kohesi, dan berat cairan diatas dikurangi gaya
kapiler yang menahan gerakan ke bawah perkolat yang di peroleh di kumpulkan
lalu di pekatkan.

 Ekstraksi (panas)

Ekstraksi bubuk kopi di lakukan secara bach dalam kolom dengan sirkulasi
pelarut air perbandingan 1/3,5 pada suhu 80oC, selama 45 menit. sisa bubuk hasil
pelarutan di kempa secara manual untuk mengekstrak komponen kopi yang masih
tertinggal. Kisaran rendemen ekstraksi antara 30-32 % (berat). Sisa bubuk kopi
merupakan limbah untuk di olah menjadi biogas.ingin) dan Ekstraksi ( panas).

32
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini dapat disimpulkan Bahwa :

 Ektraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan
atau cairan dengan bantuan pelarut. Ekstraksi juga merupakan proses
pemisahan satu atau lebih komponen dari suatu campuran homogen
menggunakan pelarut cair (solven) sebagai separating agen.
 Jenis-jenis Ekstraksi berdasarkan bentuk campuranya terbagi atas ;
Ekstraksi padat-cair dan Ekstraksi cair-cair, dan berdasarkan proses
pelaksanaannya terbagi atas ; Ekstraksi kontinyu (Continues Extraction)
dan Ekstraksi bertahap (batch)
 Metode ekstraksi terbagi atas ; ekstraksi Cara Dingin, Ekstraksi Cara
Panas, Ekstraksi dengan alat Soxhlet, Prinsip Refluks, Prinsip Destilasi
Uap Air, Infusa dan Dekokta
 Alat- alat dalam ekstraksi banyak sekali bisa dalam sekala laboratorium
maupun dalam skla pabrik.
 Aplikasi atau penerapan ekstraksi dalam industri berbagai macam
misalnya ekstraksi pada industri kopi.

3.2 Saran
Penyusun makalah ini manusia biasa banyak kelemahan dan kekhilafan.
Maka dari itu penyusun menyarankan pada pembaca yang ingin mendalami
masalah Ekstraksi setelah membaca makalah ini dan membaca sumber lain yang
lebih lengkap. Dan marilah kita realisasikan bagaimana prinsip kerja ekstraksi
baik di bidang laboratorium yang dalam skala kecil maupun dalam bidang industri
dalam skala besar.

33
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/259875756/makalah-ekstraksi

https://www.google.com/search?q=makalah+ekstrak+dan+leaching+scribd&ie=ut
f-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab

https://www.scribd.com/document/364556117/MAKALAH-EKSTRAKSI

https://www.scribd.com/doc/299828581/makalah-ekstraksi-pelarut

https://www.scribd.com/doc/106450202/Ekstraksi

34