Anda di halaman 1dari 8

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDIDIKAN

MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI PLSV KELAS VII SMP

Nurul Ita Lestari1), Lusi Eka Afri2), Rino Richardo3).


1)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
email: nurulitalestari92@gmail.com
2)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
email: lusiekaafri13@gmail.com
3)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
email: rinoimacahdri@yahoo.com

Abstract
This research was development. This study aims to develop and know the quality of student’s
worksheet (lembar kerja siswa) based Realistic Mathematics Education (RME) on Linier Equation
One Variable VII grade Junior High School based aspect of validity and practicality. This research
used of model 4-D, but in this research was limited to 3-D stage comprising the steps of defining,
design and development. The subjects were students VII grade at SMP N 8 Tambusai Utara. The
instrument used to measure the quality of products were the validation sheet worksheets, the
questionnaires of practicalities expert, the questionnaire of teacher’s responses, and the
questionnaire of student’s responses. Student’s worksheet (lembar kerja siswa) based Realistic
Mathematics Education developed was met criteria very valid according to the validator with
average score about 3.43. Student’s worksheet (lembar kerja siswa) based Realistic Mathematics
Education developed was met criteria practic based on the questionnaires of practicalities expert
with the average value 81.67% and based on the questionnaire of teacher’s responses with the
average value 84.09%. While based on the questionnaire of student’s responses, student’s
worksheet (lembar kerja siswa) based Realistic Mathematics Education developed was met criteria
very practic with the average value 86.42%.

Keywords: Research & Development, Student’s Worksheet, RME

1. PENDAHULUAN yang diajarkan pada siswa kelas VII SMP.


Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Materi ini menyuguhkan bentuk aljabar yang
tentang standar isi disebutkan bahwa penuh dengan angka dan huruf yang terkesan
matematika merupakan ilmu universal yang abstrak dan membingungkan bagi siswa
mendasari perkembangan teknologi modern, setingkat kelas VII.
mempunyai peran penting dalam berbagai Perangkat pembelajaran yang banyak
disiplin dan memajukan daya pikir manusia. digunakan di sekolah saat ini adalah lembar
Perkembangan pesat pada berbagai bidang, kerja siswa (LKS). Rizallisa Ariyanti (2014)
seperti bidang teknologi informasi dan mendefinisikan LKS sebagai bahan ajar cetak
komunikasi dilandasi oleh perkembangan berupa lembaran-lembaran kegiatan yang harus
matematika di bidang teori bilangan, aljabar, dikerjakan siswa untuk mencapai kompetensi
analisis, teori peluang, matematika diskrit dan dasar. Dalam Depdiknas (2008) tujuan
sebagainya. Hal ini berarti untuk menguasai dan pengemasan materi dalam LKS adalah LKS
mencipta teknologi di masa depan diperlukan membantu siswa untuk menemukan suatu
penguasaan matematika yang kuat sejak dini. konsep dengan terlebih dahulu menyajikan
Salah satu kendala bagi siswa dalam suatu fenomena yang bersifat konkrit,
memahami pelajaran matematika saat ini adalah sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang
obyeknya yang abstrak sehingga matematika akan dipelajari. LKS memuat apa yang harus
terkesan sulit dipahami dan diaplikasikan ke dilakukan siswa meliputi: melakukan,
dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada mengamati, dan menganalisis. LKS
materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) memberikan kesempatan kepada siswa untuk

1
belajar mandiri dalam menemukan, memahami salah satunya pendekatan Pendidikan
dan mengembangkan konsep matematika yang Matematika Realistik (PMR). Treffers (1987)
disajikan dalam materi. dalam Ariyadi Wijiaya (2012: 21) merumuskan
Menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R.E. lima karakteristik pendekatan PMR yaitu:
Kaligis (1992: 40-45) dalam Febriana penggunaan konteks, penggunaan model untuk
Nurrokhmah (2014: 33) ada tiga syarat matematisasi progresif, pemanfaatan hasil
penyusunan LKS yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan.
konstruksi, dan syarat teknik. Syarat didaktik Pendekatan PMR menyajikan masalah
adalah syarat yang mengharuskan LKS realistik dalam kehidupan sehari-hari sebagai
mengikuti asas-asas belajar mengajar yang titik awal pembelajaran matematika sehingga
efektif. Syarat konstruksi adalah syarat yang menunjukkan matematika dekat dengan
mengharuskan LKS untuk menggunakan kehidupan siswa (De Lange, dalam Eka Juliana,
bahasa, susunan bahasa, kosa kata, tingkat 2010: 7). Konteks dalam PMR ditujukan untuk
kesukaran, serta tingkat kejelasan yang membangun atau menemukan kembali konsep
disesuaikan dengan tingkat perkembangan matematika melalui proses matematisasi.
siswa, sehingga siswa dapat memahami LKS Dalam proses matematisasi, siswa akan
dengan mudah. Syarat teknik merupakan syarat merumuskan konteks ke dalam bahasa simbol
yang dilihat dari keseimbangan komposisi LKS dan bergerak di dalamnya untuk menemukan
antara tulisan dan gambar. konsep matematika. Siswa perlu diberi
Berdasarkan observasi peneliti di SMP N 8 kesempatan agar dapat mengkontruksi dan
Tambusai Utara, perangkat pembelajaran yang menghasilkan matematika dengan cara dan
digunakan adalah LKS. LKS yang digunakan di bahasa mereka sendiri. (Marsigit, 2010: 1).
kelas VII belum mendorong siswa berperan Hasil kerja dan konstruksi siswa tidak
aktif dalam proses pembelajaran. LKS belum hanya bertujuan untuk menemukan jawaban
memuat petunjuk-petunjuk yang mengarahkan akhir, tetapi juga diarahkan untuk
kegiatan belajar siswa. Materi disajikan begitu pengembangan strategi penyelesaian masalah
saja secara ringkas. Pada materi belum yang bisa digunakan. PMR memberi
disajikan konteks yang dapat dibayangkan, kesempatan siswa untuk saling berinteraksi
membangun motivasi, dan memberi melalui kegiatan diskusi, mengemukakan
kesempatan siswa untuk menemukan dan pendapat, perbandingan hasil konstruksi, dan
mengembangkan konsep matematikanya. LKS penarikan kesimpulan. Proses interaksi ini juga
juga belum memuat kegiatan yang melatih bermanfaat untuk membentuk karakter siswa.
siswa saling beinteraksi dalam bentuk kerja Selain itu, PMR menempatkan keterkaitan
sama, berdiskusi, mengemukakan pendapat, antarkonsep matematika sebagai hal yang perlu
membandingkan, dan menarik kesimpulan dipertimbangkan. Melalui keterkaitan ini, suatu
berkaitan dengan menemukan konsep yang pembelajaran matematika diharapkan bisa
sedang dipelajari. Contoh soal dalam LKS mengenalkan dan membangun lebih dari satu
diberikan dalam satu strategi penyelesaian konsep matematika secara bersamaan walau ada
masalah sehingga siswa tidak terdorong untuk konsep yang dominan. Hal ini bermanfaat untuk
berfikir kreatif memperoleh strategi pemecahan memperoleh berbagai strategi penyelesaian
masalah yang bermacam-macam dan masalah sehingga memperkaya pengalaman,
pengalaman yang lebih luas. LKS juga tidak mengembangkan aktivitas dan kreatifitas
memuat gambar atau ilustrasi yang dapat berfikir siswa.
memotivasi dan meningkatkan minat siswa Tujuan dari penelitian ini adalah
sehingga pembelajaran menggunakan LKS menghasilkan LKS berbasis Pendidikan
terkesan membosankan. Matematika Realistik pada materi PLSV kelas
Saat ini telah banyak berkembang VII SMP yang valid dan praktis. LKS berbasis
pendekatan, metode, teknik, dan strategi PMR pada materi PLSV merupakan LKS pada
pembelajaran yang mengaitkan pengalaman materi PLSV dalam pemecahan masalah yang
sehari-hari dengan pembelajaran matematika, memenuhi kualifikasi baik dan kesesuaian

2
dengan pendekatan PMR. LKS yang akan untuk menghasilkan produk yang berkualitas
dikembangkan disesuaikan dengan Standar berupa LKS. Pada tahap analisis kurikulum,
Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan peneliti mengkaji kurikulum yang berlaku pada
Tujuan Pembelajaran. LKS menyajikan desain saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan
cover, warna, dan gambar yang menarik dan Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini memuat
petunjuk-petunjuk bagi siswa dalam belajar kompetensi yang harus dicapai siswa pada
menggunakan LKS. Dalam kesesuaiannya materi PLSV kelas VII SMP. Peneliti juga
dengan pendekatan PMR, pada LKS akan mengkaji kesesuaian pendekatan pembelajaran
disajikan konteks sebagai titik awal untuk yang akan digunakan yaitu pendekatan
menemukan konsep matematika melalui Pendidikan Matematika Realistik. Hasil analisis
matematisasi. Pada LKS disajikan beberapa ini juga memberikan gambaran tentang materi
strategi pemecahan masalah yang membangun apa saja yang dapat disajikan dalam LKS
pengalaman dan kreatifitas berfikir siswa lebih berbasis PMR. Analisis peserta didik dilakukan
luas. Selain itu, soal-soal latihan disajikan untuk mengetahui karakteristik siswa meliputi
dalam bentuk essay yang berhubungan dengan usia dan karakter siswa. Pengembangan LKS
kehidupan sehari-hari. Kegiatan dalam LKS akan disesuaikan dengan karakteristik siswa.
juga disesuaikan dengan pendekatan PMR di Untuk keperluan penelitian ini, peneliti
mana siswa diajak untuk saling berdiskusi, mengambil subjek uji coba pada kelas VII SMP
membandingkan jawaban, dan menyusun Negeri 8 Tambusai Utara. Analisis kebutuhan
kesimpulan dalam memanfaatkan hasil siswa dilakukan untuk mengetahui
pengetahuannya dan menggunakan keterkaitan permasalahan dalam proses pembelajaran dan
antarkonsep untuk dapat menemukan berbagai bahan ajar. Permasalahan yang diperoleh dalam
strategi penyelesaian. penelitian ini berhubungan dengan bahan ajar
yang digunakan oleh guru berupa LKS. Hal-hal
2. METODE PENELITIAN ini mendasari perlunya pengembangan LKS
Berdasarkan rumusan masalah yang telah berbasis PMR pada materi PLSV Kelas VII.
dikemukakan, maka penelitian yang akan Pada tahap perancangan, peneliti
dilakukan adalah penelitian pengembangan menyusun produk awal LKS Berbasis PMR
(Research and Development). Menurut Endang pada Materi PLSV Kelas VII SMP. Penyusunan
Mulyatiningsih (2012: 161) metode penelitian LKS ini disesuaikan dengan hasil dari analisis
dan pengembangan (Research and kurikulum, karakteristik peserta didik, dan
development) bertujuan untuk menghasilkan kebutuhan siswa. Perancangan LKS juga harus
produk baru melalui proses pengembangan. memperhatikan syarat dan tujuan penyusunan
Adapun produk yang dikembangkan dalam LKS. Selain itu, penyusunan LKS juga
penelitian ini adalah LKS Berbasis Pendidikan memperhatikan penggunaan pendekatan PMR
Matematika Realistik pada Materi Persamaan pada penyajian materi PLSV.
Linear Satu Variabel Kelas VII SMP. Tahap pengembangan menghasilkan LKS
Pengembangan LKS berbasis Pendidikan berbasis PMR pada Materi PLSV Kelas VII
Matematika Realistik pada Materi Persamaan SMP melalui beberapa tahap yaitu tahap
Linear Satu Variabel kelas VII SMP ini validasi, revisi, dan, tahap uji coba. Kegiatan
menggunakan model 4-D yang dikemukakan validasi dilakukan dengan pengisian lembar
Thiagajaran, Semmel dan Semmel. Namun validasi LKS oleh validator sehingga diperoleh
pada penelitian ini dibatasi hanya sampai LKS yang valid dan layak untuk digunakan.
dengan 3-D, terdiri dari tiga tahapan yaitu Aspek yang divalidasi adalah aspek didaktik,
Pendefinisian (define), Perancangan (design), aspek isi, aspek bahasa, dan aspek tampilan.
dan Pengembangan (develop). Tahap revisi dilakukan apabila dalam hasil
Tahap pendefinisian dilakukan dengan cara penilaian validator ditemukan beberapa bagian
menganalisis kurikulum, karakteristik peserta yang perlu diperbaiki. LKS yang telah direvisi
didik, dan kebutuhan siswa. Tahap ini bertujuan akan didiskusikan kembali kepada validator
untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan apakah LKS tersebut sudah valid atau belum.

3
Setelah dinyatakan valid, maka LKS layak c. Bila 1,60 < R ≤ 2,40 maka dikategorikan
untuk diujicobakan. Setelah diujicobakan, akan cukup valid
dilihat kepraktisan penggunaan LKS dengan d. Bila 0,80 < R ≤ 1,60 maka dikategorikan
cara pemberian angket praktikalitas expert, kurang valid
angket respon guru dan angket respon siswa. e. Bila R < 0,80 maka dikategorikan tidak
Aspek praktikalitas LKS yang dinilai pada valid
angket praktikalitas expert dan angket respon Berdasarkan kriteria di atas dapat
siswa adalah kepraktisan penyajian LKS dan disimpulkan bahwa LKS dikategorikan valid
kemudahan penggunaan LKS, sedangkan pada jika nilai rata-rata yang diperoleh > 2,40.
angket respon guru, aspek praktikalitas LKS Analisis kepraktisan dilakukan terhadap
yang dinilai adalah keterpakaian dan data yang diperoleh dari instrumen kepraktisan.
keterlaksanaan LKS. Hasil data yang diperoleh dari masing-masing
Instrumen penelitian yang digunakan angket praktikalitas dianalisis menggunakan
dalam penelitian terdiri dari instrumen skala likert dengan memberikan skor untuk
kevalidan dan instrumen kepraktisan. Validasi masing-masing skala: bobot 4 untuk pernyataan
digunakan untuk mengetahui keabsahan LKS sangat setuju (SS), bobot 3 untuk pernyataan
yang telah dirancang yaitu LKS Berbasis PMR setuju (S), bobot 2 untuk pernyataan tidak
pada Materi PLSV Kelas VII SMP. Instrumen setuju (TS), dan bobot 1 untuk pernyataan
kevalidan terdiri dari lembar validasi LKS dan sangat tidak setuju (STS). Angket praktikalitas
lembar validasi angket. Instrumen kepraktisan LKS dideskripsikan dengan teknik analisis
digunakan untuk mengukur kepraktisan produk frekuensi data dengan rumus:
LKS, instrumen kepraktisan meliputi angket 𝑅
𝑃 = 𝑆𝑀 × 100% (2)
praktikalitas expert, angket respon siswa dan
Keterangan 𝑃 = nilai praktikalitas
angket respon guru.
𝑅 = skor yang diperoleh
Teknik analisis data yang digunakan dalam
𝑆𝑀 = skor maksimum
penelitian ini adalah teknik analisis data
Kategori kepraktisan menggunakan
deskriptif. Analisis validitas dilakukan terhadap
klasifikasi pada Tabel 1.
data yang diperoleh dari instrumen kevalidan.
Tabel 1. Kategori Praktikalitas LKS
Hasil validasi dari validator pada masing-
masing instrumen dianalisis menggunakan Tingkat Pencapaian
No Kategori
skala likert dengan memberikan skor untuk (%)
masing-masing skala: skor 0 = sangat tidak 1 85 < P ≤ 100 Sangat Praktis
setuju, skor 1 = tidak setuju, skor 2 = kurang 2 75 < P ≤ 85 Praktis
setuju, skor 3 = setuju, dan skor 4 = sangat 3 60 < P ≤ 75 Cukup Praktis
setuju. Kemudian dicari nilai rata-rata validitas 4 55 < P ≤ 60 Kurang Praktis
menggunakan rumus:
𝑚 𝑛
5 0 < P ≤ 55 Tidak Praktis
𝑉 𝑖𝑗
𝑅 = 𝑖=1 𝑚𝑛𝑗 =1 (1) Berdasarkan Tabel 3. dapat disimpulkan
bahwa LKS dikatakan praktis jika target
Keterangan:
pencapaian nilai praktikalitasnya > 75%.
R = rata-rata hasil penilaian dari para ahli
𝑉𝑖𝑗 = skor hasil penilaian ahli ke-j terhadap
3. HASIL PENELITIAN DAN
kriteria i PEMBAHASAN
n = banyak ahli Sebelum tahapan pendefinisian dilakukan,
m = banyak kriteria peneliti melihat buku BSNP untuk menganalisis
Nilai rata-rata akan menentukan kriteria kurikulum yang digunakan oleh sekolah yang
yang diperoleh dengan ketentuan: akan dijadikan sebagai tempat penelitian. Selain
a. Bila R > 3,20 maka dikategorikan sangat itu, peneliti juga melihat data siswa yang
valid digunakan untuk menganalisis siswa seperti
b. Bila 2,40 < R ≤ 3,20 maka dikategorikan usia dan karakter siswa. Bahan ajar LKS yang
valid digunakan oleh guru dalam proses belajar

4
mengajar juga dianalisis yang digunakan untuk Menurut Jean Piaget dalam Risnawati, 2008:
menganalisis kebutuhan siswa. 22), anak pada tahap ini sudah mampu
Pada tahap pendefinisian diperoleh hasil melakukan penalaran dengan menggunakan
analisi kurikulum, analisis peserta didik, dan hal-hal yang abstrak. Penggunaan benda konkrit
analisis kebutuhan. Hasil dari analisis tidak diperlukan lagi. Anak mampu bernalar
kurikulum diketahui bahwa kurikulum yang tanpa harus berhadapan dengan objek atau
berlaku pada saat ini adalah Kurikulum Tingkat peristiwa langsung, mampu menggunakan
Satuan Pendidikan (KTSP). Pada analisis ini simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan
juga diketahui tujuan pembelajaran matematika. generalisasi. Berdasarkan pengamatan, karakter
Berdasarkan Lampiran Permendiknas No. 22 siswa kelas VII SMP N 8 Tambusai Utara yang
Tahun 2006 mengenai Standar Isi, Standar pertama siswa memiliki rasa ingin tahu dan
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) senang bertanya. Kedua, beberapa siswa kurang
materi persamaan linear satu variabel (PLSV) fokus dan kurang konsentrasi. Ketiga, beberapa
kelas VII terdapat pada SK 2. Memahami siswa sering tidak mengerjakan pekerjaan
bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan rumah (PR) yang diberikan guru dengan alasan
linear satu variabel dan SK 3. Menggunakan tidak bisa atau belum paham. Keempat, ketika
bentuk aljabar, persamaan linear satu variabel, diajak berdiskusi, siswa memilih-milih teman
dan perbandingan dalam pemecahan masalah. yang akan diajak berdiskusi. Kelima, pada saat
Materi PLSV pada KD 2.3 menyelesaikan belajar matematika siswa kelas VII belum
persamaan linear satu variabel dan KD 2.4 terbiasa menemukan pengetahuannya sendiri
menyelesaikan pertidaksamaan linear satu karena pada tingkat pendidikan sebelumnya di
variabel merupakan materi yang berkaitan Sekolah Dasar siswa cenderung mengikuti apa
langsung dengan operasi bentuk aljabar. yang diajarkan guru dalam menyelesaikan
Sedangkan materi PLSV pada KD 3.1 membuat masalah.
model matematika dari masalah yang berkaitan Berdasarkan karakter yang ditemui
dengan persamaan dan pertidaksamaan linear peneliti, maka peneliti merasa perlu
satu variabel dan KD 3.2 menyelesaikan model mengembangkan LKS yang disesuaikan dengan
matematika dari masalah yang berkaitan dengan karakter siswa. Karakter siswa yang memiliki
persamaan dan pertidaksamaan linear satu rasa ingin tahu, senang bertanya, dan suka
variabel merupakan penerapan PLSV dalam berdiskusi merupakan suatu interaksi yang baik
penyelesaian masalah. jika diarahkan pada materi yang bermanfaat
Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran misalnya pada pembelajaran matematika. Untuk
PLSV maka dibutuhkan bahan ajar yang dapat mengarahkan minat siswa, maka diperlukan
memfasilitasi siswa dalam memahami masalah, sajian materi yang menarik dan dapat
merancang model matematika, menyelesaikan membiasakan siswa menemukan sendiri konsep
model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. matematikanya. Maka dari itu, LKS berbasis
Perangkat pembelajaran yang dibutuhkan ialah PMR disusun sesuai dengan latar belakang
LKS berbasis Pendidikan Matematika Realistik. siswa agar praktis dan mudah digunakan siswa
Pendekatan PMR memuat lima karakteristik serta melatih siswa belajar mandiri.
yang sesuai dengan materi penerapan PLSV Dari hasil analisis kebutuhan siswa,
dalam pemecahan masalah sehingga dapat diketahui bahwa bahan ajar yang digunakan
diterapkan dalam penyusunan LKS berbasis siswa, yakni LKS belum mendorong siswa
PMR, maka dari itu dalam pengembangan LKS berperan aktif dalam proses pembelajaran. LKS
berbasis PMR ini materi dibatasi pada KD 3.1 belum memuat petunjuk-petunjuk yang
dan 3.2. Analisis kurikulum juga dilakukan mengarahkan kegiatan belajar siswa. Pada
untuk menyusun peta konsep materi PLSV materi belum disajikan konteks yang dapat
dalam pemecahan masalah yang akan dibayangkan, membangun motivasi, dan
dikembangkan. memberi kesempatan siswa untuk menemukan
Dari analisis peserta didik diketahui bahwa dan mengembangkan konsep matematikanya.
siswa kelas VII rata-rata berusia 12-13 tahun. LKS juga belum memuat kegiatan yang melatih

5
siswa saling beinteraksi dalam bentuk kerja siswa, diharapkan dapat menumbuhkan rasa
sama, berdiskusi, mengemukakan pendapat, percaya diri dan membuat siswa merasa senang
membandingkan, dan menarik kesimpulan belajar matematika, sehingga pada saat
berkaitan dengan menemukan konsep yang menyelesaikan masalah kontekstual yang
sedang dipelajari. Contoh soal dalam LKS diberikan, siswa akan berani mengungkapkan
diberikan dalam satu strategi penyelesaian pendapatnya. Karakteristik PMR selanjutnya
masalah sehingga siswa tidak terdorong untuk adalah penggunaan model untuk matematisasi
berfikir kreatif memperoleh strategi pemecahan progresif. Karakteristik ini disajikan pada
masalah yang bermacam-macam dan bagian Matematisasi. Dari konteks yang
pengalaman yang lebih luas. LKS juga tidak disajikan, siswa dibimbing untuk menemukan
memuat gambar atau ilustrasi yang dapat model matematika yang dapat digunakan untuk
memotivasi dan meningkatkan minat siswa proses matematisasi. Dalam proses ini terdapat
sehingga pembelajaran menggunakan LKS karakteristik PMR yaitu interaktivitas. Siswa
terkesan membosankan. dibimbing untuk saling berdiskusi,
Hasil analisis pada tahap ini mendasari mengemukakan pendapat, membandingkan, dan
perlunya pengembangan LKS yang dapat menarik kesimpulan dalam menemukan
menarik minat belajar siswa, mengarahkan penyelesaian masalah. pada bagian ini, siswa
kegiatan belajar siswa, membantu siswa dibimbing untuk menemukan lebih dari satu
menemukan pengetahuannya, dan mendorong penyelesaian masalah sehingga memperkaya
siswa untuk berfikir kreatif menemukan strategi pengetahuan dan pengalaman siswa. Pada
pemecahan masalah yang bermacam-macam. bagian selanjutnya, disajikan konteks yang
Selain itu, LKS yang memberi kesempatan sudah dikembangkan sehingga dalam
siswa untuk saling berinteraksi dalam penyelesaiannya siswa harus menggunakan
berdiskusi, mengemukakan pendapat, pengetahuan yang telah dimiliki dan
membandingkan, dan menarik kesimpulan, mengaitkannya dengan konteks tersebut. Pada
diharapkan dapat membangun pengetahuan bagian ini terdapat dua karakteristik PMR yaitu
yang luas bagi siswa. pemanfaatan hasil konstruksi siswa dan
Pada tahap perancangan ini, peneliti keterkaitan. Selain itu, pemanfaatan hasil
menyusun produk awal LKS Berbasis konstruksi dan keterkaitan antarkonsep
Pendidikan Matematika Realistik pada Materi matematika juga digunakan pada soal latihan.
PLSV Kelas VII SMP. Penyusunan LKS Dengan demikian kelima karakteristik PMR
berbasis PMR ini disesuaikan dengan hasil dapat digunakan dalam penyajian LKS pada
analisis dan memperhatikan syarat dan tujuan materi PLSV.
penyusunan LKS. LKS berbasis PMR Tahapan yang dilakukan setelah
dikembangkan menggunakan Bahasa Indonesia. perancangan LKS berbasis PMR adalah
Aplikasi yang digunakan dalam pengembangan mengembangkan LKS tersebut untuk
LKS berbasis PMR antara lain : Microsoft mengetahui validitas dan praktikalitasnya.
Office Word 2007 dan Adobe Photoshop CS3. Sebelum digunakan, instrumen penelitian
Pendekatan PMR yang terdiri dari lima berupa lembar validasi LKS, angket
karakteristik digunakan dan disesuaikan dalam praktikallitas expert, angket respon guru dan
penyajian materi PLSV pada LKS. angket respon siswa divalidasi terlebih dahulu
Karakteristik PMR terdapat pada beberapa oleh pembimbing.
bagian dalam LKS. Pada awal materi terdapat Dalam penelitian ini peneliti memilih
bagian konteks yang menyajikan masalah empat orang validator berdasarkan pengalaman,
kontekstual yang dekat dengan siswa. Pada pengetahuan, dan pemahaman dalam bidang
bagian ini, karakteristik PMR yang digunakan pengembangan perangkat pembelajaran dan
adalah penggunaan konteks. Arfinanti (2014: 6) bidang materi matematika. Dari keempat
mengungkapkan bahwa penggunaan masalah validator, tiga di antaranya merupakan Dosen
kontekstual yang dikenal siswa dan juga Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas
penggunaan model dalam kehidupan sehari-hari Pasir Pengaraian, sedangkan satu validator

6
lainnya merupakan guru bidang studi Pada penelitian ini, peneliti memilih tiga Dosen
matematika SMP N 8 Tambusai Utara. Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas
Pada tahap validasi, LKS yang sudah Pasir Pengaraian. Berdasarkan persamaan (2),
dirancang diberikan kepada validator untuk hasil analisis data angket praktikalitas expert
dinilai dan direvisi bila perlu. Setelah revisi diperoleh total skor 98 dengan nilai
dilakukan, validator memberikan penilaian praktikalitas 81,67%. Dengan demikian dapat
terhadap LKS berbasis PMR yang telah disimpulkan bahwa expert menilai LKS
dirancang dan diperbaiki oleh peneliti berbasis PMR praktis digunakan dalam
berdasarkan saran yang diberikan oleh para pembelajaran matematika kelas VII SMP.
validator. Berdasarkan persamaan (1), hasil Angket juga diberikan kepada guru
analisis data lembar validasi terhadap LKS untuk mempertimbangkan keterpakaian dan
berbasis PMR diperoleh total skor 288 dengan keterlaksanaan penggunaan LKS berbasis
skor rata-rata 3,43. Dengan demikian dapat PMR pada pembelajaran matematika kelas
disimpulkan bahwa LKS berbasis PMR sangat
VII SMP. Angket respon guru diberikan
valid.
kepada dua orang guru matematika SMP N
Tahap ujicoba LKS dilakukan di kelas
VIIA SMP 8 Tambusai Utara dengan jumlah 8 Tambusai Utara. Berdasarkan persamaan
siswa yang mengikuti ujicoba adalah 27 siswa (2), hasil analisis data angket respon guru
selama empat pertemuan. Proses uji coba terhadap LKS berbasis PMR diperoleh total
dilaksanakan oleh peneliti, sedangkan guru skor 74 dengan nilai praktikalitas 84,09 %.
mengamati kegiatan pembelajaran dan mencatat Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
kejadian tertentu yang dianggap penting agar guru menilai LKS berbasis PMR praktis
dapat dijadikan saran perbaikan LKS maupun digunakan dalam pembelajaran matematika
sikap peneliti dalam kegiatan mengajar. Pada kelas VII SMP.
awal kegiatan pembelajaran, siswa diberikan Angket respon siswa diberikan kepada
konteks berisi masalah realistik pada siswa. siswa kelas uji coba yaitu kelas VIIA di
Siswa diminta saling berdiskusi dalam SMP N 8 Tambusai Utara dengan jumlah
mengerjakan kegiatan-kegiatan dalam LKS siswa yang mengikuti uji coba adalah 27
yang berisi matematisasi untuk menyelesaikan siswa. Berdasarkan persamaan (2), hasil
masalah pada konteks. Kemudian siswa diminta analisis data angket respon siswa terhadap LKS
untuk saling mengemukakan pendapat, berbasis PMR diperoleh total skor 840 dengan
membandingkan hasil jawaban, dan bersama- nilai praktikalitas 86,42 %. Dengan demikian
sama dengan guru menarik kesimpulan. dapat disimpulkan bahwa menurut pandangan
Selanjutnya disajikan konteks yang telah siswa, LKS berbasis PMR sangat praktis
dikembangkan dan berkaitan dengan materi digunakan dalam pembelajaran matematika
sebelumnya maupun konsep matematika yang kelas VII SMP.
lain. Siswa diajak untuk mengamati keterkaitan Pada penelitian ini, terdapat beberapa
dengan konteks sebelumnya. Dengan keterbatasan yang mempengaruhi proses
pengetahuan yang dimilikinya, siswa diminta penelitian. Karena keterbatasan waktu, tenaga,
untuk menyelesaikan masalah pada konteks. dan materi peneliti, maka penelitian
Penilaian uji praktikalitas diperoleh dari pengembangan yang dilakukan dibatasi sampai
hasil analisis angket yang dibagikan yaitu tiga tahap yaitu pendefinisian (define),
angket praktikalitas expert, angket respon guru perancangan (design), dan pengembangan
dan angket respon siswa setelah ujicoba (develop). Materi yang dikembangkan dalam
dilakukan. LKS berbasis PMR terbatas pada materi
Angket praktikalitas expert diberikan penerapan PLSV dalam pemecahan masalah.
kepada beberapa pakar pendidikan untuk Ujicoba yang dilakukan masih dalam skala
mempertimbangkan kepraktisan penyajian dan kecil yaitu pada kelas VIIA SMP N 8 Tambusai
kemudahan penggunaan LKS berbasis PMR Utara.
pada pembelajaran matematika kelas VII SMP.

7
4. SIMPULAN no-22-tahun-2006-standar-isi.pdf.
Lembar Kegiatan Siswa berbasis Diakses tanggal 03 Juni 2015.
Pendidikan Matematika Realistik pada Materi Deswita, H. 2013. Pengembangan Perangkat
Persamaan Linear Satu Variabel yang Pembelajaran Matematika Berbasis
dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid Masalah Untuk Kelas VII Sekolah
menurut validator dengan nilai skor rata-rata Menengah Pertama. Tesis. Universitas
hasil validasi LKS berbasis PMR adalah 3,43. Negeri Padang.
Lembar Kegiatan Siswa berbasis Pendidikan Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar.
Matematika Realistik pada Materi Persamaan Pustaka Setia. Bandung.
Linear Satu Variabel yang dikembangkan Juliana, E. 2010. Penerapan Pendekatan
memenuhi kriteria praktis menurut expert Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
dengan nilai rata-rata hasil praktikalilitas Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
81,67% dan berdasarkan angket respon guru Matematika Siswa Kelas VII.2 SMP
dengan nilai rata-rata praktikalitas 84,09%. Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Skripsi.
Sedangkan berdasarkan angket respon siswa, Fakultas Matematika dan Ilmu
LKS berbasis PMR memenuhi kriteria sangat Pengetahuan Alam. Universitas Negeri
valid dengan nilai rata-rata kepraktisannya Riau.
adalah 86,42%. Marsigit. 2010. Pendekatan Matematika
Realistik pada Pembelajaran Pecahan di
5. REFERENSI SMP. Pelatihan Nasional PMRI untuk
Arfinanti, N. 2014. Lembar Kerja Siswa pada Guru SMP di Yogyakarta. 3-5 Juni 2010.
Materi Himpunan Berbasis Pendekatan Yogyakarta, Indonesia. Hal. 1-13.
Pendidikan Matematika Realistik untuk Mulyatiningsih, E. 2012. Metode Penelitian
Siswa SMP/MTs. Jurnal Pendidikan Terapan Bidang Pendidikan. Alfabeta.
MIPA. Volume 4. Nomor 1. Hal. 5-17 Bandung.
Ariyanti, R. 2014. “Pengembangan Lembar Nurrokhmah, F. 2014. Pengembangan
Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Perangkat Pembelajaran dengan
Matematika Realistik pada Materi Sistem Pendekatan Pendidikan Matematika
Persamaan Linear Dua Variabel Kelas Realistik Untuk Meningkatkan
VIII SMP Negeri 13 Padang”. Kemampuan Pemecahan Masalah pada
http://ejournal-s1.stkip-pgri- Materi Teorema Pythagoras Kelas VII
sumbar.ac.id/index.php/matematika/artic SMP. Skripsi. Fakultas Matematika dan
le/view/2028/2016. Diakses tanggal 31 Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas
Mei 2015. Negeri Yogyakarta.
Depdiknas. 2006. Permendiknas Nomor 22 Risnawati. 2008. Strategi Pembelajaran
Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Matematika. Suska Press. Pekanbaru
Satuan Pendidikan Dasar dan Wijaya, A. 2012. Pendidikan Matematika
Menengah. https://asefts63.files. Realistik; Suatu Alternatif Pendekatan
wordpress.com/2011/01/permendiknas- Pembelajaran Matematika. Graha Ilmu.
Yogyakarta.