Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI ERA INDUSTRI 4.0


TERHADAP PEMERIKSAAN AKUN PERSEDIAAN

MAKALAH INI BERTUJUAN UNTUK MEMENUHI TUGAS DALAM


PERKULIAHAN AUDITING

OLEH

ARINI MARLIANARIZKY AZZAHRA


1710313320006

PROGRAM STUDI S1 AKUTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, sang Pengatur Alam Semesta, yang telah

melimpahkan kasih-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan makalah ini

yang berjudul ‘Perkembangan Teknologi Informasi Era Industri 4.0 Terhadap

Akun Persediaan’

Tidak lupa penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen

pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan serta masukan yang

bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih juga hendak

penulis ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan

kontribusinya baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini

bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.

Meskipun penulis sangat berharap agar makalah ini tidak memiliki

kekurangan, tetapi penulis menyadari bahwa pengetahuan penulis sangatlah

terbatas, sehingga penulis tetap mengharapkan masukan serta kritik dan saran

yang membangun dari pembaca untuk makalah ini .

Banjarmasin, 28 Oktober 2019

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................3
1.3 Tujuan Masalah ...........................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Proses dan Prosedur Pemeriksaan Persediaan di Era Industri 4.0 ...............4
2.2 Internal Kontrol dan Implikasi Terhadap Pemeriksaan Persediaan di Era
Industri 4.0 ...................................................................................................6

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ..................................................................................................9
3.2 Saran ..........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Istilah Revolusi Industri 4.0 pertama kali muncul pada Hannover Fair tahun

2011 sebagai sebuah inisiatif yang selanjutnya diadopsi oleh Pemerintah Jerman

menjadi bagian dari strategi pengembangan industri yang disebut High-Tech

Strategy 2020 (Lasi et al. 2014). Revolusi Industri 4.0 selanjutnya mendapat

perhatian yang lebih luas pada tahun 2016, dimana Revolusi Industri 4.0 menjadi

fokus utama diskusi dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World

Economic Forum), sebuah organisasi nirlaba terkemuka internasional.

Revolusi Industri 4.0 merupakan lajutan dari perkembangan teknologi

pada sektor industri manufaktur. Revolusi Industri 1.0 ditandai dengan penggunaan

mesin bertenaga uap yang memungkinkan proses mekanisasi dalam industri

manufaktur. Revolusi ini menghasilkan mesin pemintal benang mekanik pada

tahun 1784. Revolusi Industri 2.0 memanfaatkan tenaga listrik sebagai penggerak

produksi masal berdasarkan pembagian kerja, dimana sistem lini produksi pertama

diterapkan pada rumah pemotongan hewan di Cincinnati, USA pada tahun 1870.

Selanjutnya perkembangan elektronik dan teknologi informasi memungkinkan

otomatisasi pada proses manufaktur menjadi pemicu munculnya Revolusi Industri

3.0 dimana sebuah program komputer bernama Modicon 084 pertama kali

digunakan sebagai alat pengontrol mesin manufaktur pada tahun 1969. Otomatisasi

tersebut dikembangkan menjadi sistem yang mengintegrasikan keseluruhan proses

manufaktur kedalam sebuah lingkungan pintar (smart environment) bernama

1
Cyber-Physical Systems dalam Revolusi Industri 4.0. Hal ini dimungkinkan dengan

hadirnya teknologi Internet of Think, dimana proses produksi dikendalikan dan

dimonitor oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam bentuk algoritma

komputer (Kagermann, Wahlster, dan Helbig 2013).

Sebagai bagian dari perekonomian global, Pemerintah Indonesia bersiap

menghadapi Revolusi Industri 4.0. dengan menginisiasi strategi yang diberi nama

“Making Indonesia 4.0” pada tanggal 4 April 2018. Inisiasi ini merupakan acuan

arah kebijakan pengembangan industri manufaktur Indonesia di masa yang akan

datang. Dengan penerapan Revolusi Industri 4.0 diharapkan dapat momentum

revitalisasi industri manufactur Indonesia guna meningkatkan produktifitas pekerja,

mendorong ekspor netto, dan menambah lapangan pekerjaan sebagai landasan

pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menuju 10 ekonomi terbesar di dunia pada

tahun 2030 (Kemenperin 2018).

“Making Indonesia 4.0” memfokuskan pada lima sektor industri, yaitu

industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektonik.

Pemilihan kelima sektor tersebut berdasarkan beberapa kriteria antara lain: kontribusi

masing- masing sektor terhadap PDB, perdagangan, multiplyer effect masing-

masing sektor, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. Secara agregat,

kelima sektor industri tersebut menyumbang sebesar 60% PDB manufaktur, 65%

ekspor manufaktur, dan menyerap 60% tenaga kerja sektor manufaktur (Kemenperin

2018). Selain itu, didalam road map kebijakan terkait Revolusi Industri 4.0 ini

Pemerintah Indonesia juga menetapkan sepuluh prioritas kebijakan nasional .

2
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang yang telas dijelaskan, maka dapat dibuat

perumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Proses dan Prosedur Pemeriksaan Persediaan di Era Industri

4.0?

2. Bagaimana Internal Kontrol dan Implikasi Terhadap Pemeriksaan

Persediaan di Era Industri 4.0 ?

1.3 Tujuan Masalah

Sesuai dengan permasalahan tersebut di atas, maka tujuan dalam makalah

ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk Mengetahui bagaimana Proses dan Prosedur Pemeriksaan

Persediaan di Era Industri 4.0.

2. Untuk Mengetahui bagaimana Internal Kontrol dan Implikasi Terhadap

Pemeriksaan Persediaan di Era Industri 4.0 ?

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Proses dan Prosedur Pemeriksaan Persediaan di Era Industri 4.0

Persediaan adalah merupakan bagian dari aset perusahaan yang pada

umumnya nilainya cukup material dan rawan oleh tindakan pencurian ataupun

penyalahgunaan. Oleh karena itu, biasanya akun persediaan menjadi salah satu

perhatian utama auditor dalam pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan.

Secara garis besar proses audit dibagi ke dalam empat fase, merencanakan

dan mendesain pendekatan audit, melaksanakan test of control dan substantive test

of transcaction, melakukan prosedur analitis dan test of detail balance, dan yang

terakhir menyelesaikan audit dan mengeluarkan laporan.

Proses dan Prosedur Pemeriksaan Persediaan di Era Industri 4.0

menggunakan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) yang dimana teknik

tersebut merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan aplikasi-aplikasi pada suatu

komputer maupun suatu sistem informasi untuk mendapatkan keyakinan terhadap

kebenaran suatu transaksi yang dicatat/diolah/dibukukan dengan menggunakan

suatu aplikasi tertentu. Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi,

menuntut para pemeriksa pajak untuk mampu mengembangkan teknik

pemeriksaan dengan TABK agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih efektif dan

efisien.

4
Pemerintah Indonesia saat ini cenderung menggunakan pendekatan bottom-

up yang memanfaatkan informasi untuk mengembangkan model prakiraan

persediaan pemerintah, dengan tingkat akurasi yang memenuhi harapan Pengelola

Persediaan Negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan

pendekatan top- down dengan menggunakan informasi dari data historis

pengeluaran instansi pengguna anggaran seluruh Indonesia. Kemampuan

pemerintah yang lebih baik untuk memproyeksikan kebutuhan persediaan mereka

secara lebih tepat akan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola

persediaan secara efektif sehingga beban yang timbul dapat dihindari.

Prosedur Pemeriksaan Persediaan yang dapat ditempuh:

a. Pelajari Sistem Informasi KAS

b. Siapkan Sarana-Sarana TABK,

c. Menggunakan Program Utulitas (Utility Programs)

d. Lakukan observasi atas perhitungan fisik (stock Opname) yang

dilakukan klien

e. Meminta Final Inventory List (inventory compilation) dan lakukan

prosedur pemeriksaan berikut:

f. Check mathematical list (penjumlahan dan perkalian)

g. Cocokkan “quantity per book” dengan stock card

h. Cocokkan “quantity per count” dengan count sheet auditor

i. Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out

5
j. Periksa unit price dari bahan baku (raw material), barang dalam proses

(work in process), barang jadi (Finished goods), dan bahan pembantu

(Supplies).

k. Lakukan rekonsiliasi jika Stock Opname dilakukan beberapa waktu

sebelum atau sesudah tanggal laporan posisi keuangan (Neraca)

l. Periksa cukup tidaknya barang-barang yang bergerak lambat, barang-

barang yang rusak dan barang-barang yang ketinggalan mode

m. Dan sebagainya.

2.2 Internal Kontrol dan Implikasi Terhadap Pemeriksaan Persediaan di Era

Industri 4.0

Ada 4 aspek yang menjadi perhatian internal control auditor dalam

pemeriksaan persediaan , yaitu : Pengendalian fisik terhadap persediaan,

Dokumen-dokumen dan catatan untuk transfer persediaan, Catatan perpetual dan

Catatan mengenai biaya per unit

Pengujian auditor mengenai kecukupan pengendalian fisik terhadap bahan

baku, barang dalam proses, dan barang jadi harus terbatas pada pengamatan dan

penyelidikan. Perhatian utama auditor dalam verifikasi transfer persediaan dari

satu lokasi ke lokasi yang lain adalah bahwa transfer yang dicatat adalah sah,

transfer yang benar-benar terjadi telah dicatat, dan kuantitas, uraian serta tanggal

dari setiap transfer yang dicatat tersebut adalah akurat.

Terdapatnya catatan persediaan perpetual yang memadai berpengaruh

terhadap waktu dan luas pemeriksaan fisik yang dilakukan auditor atas persediaan.

6
Jika catatan perpetual dapat diandalkan, memungkinkan untuk menguji persediaan

fisik sebelum tanggal neraca, penghematan biaya bagi auditor maupun klien dan

memungkinkan klien memperoleh laporan keuangan yang diaudit lebih awal.

Catatan akuntansi biaya yang memadai harus dipadukan dengan kegiatan

produksi dan catatan akuntansi lain agar dapat menghasilkan biaya yang akurat

untuk semua hasil produksi. Sistem akuntansi biaya mempunyai hubungan dengan

auditor karena penilaian persediaan akhir tergantung pada perancangan dan

penggunaan sistem yang tepat.

Agar proses Audit Persediaan di perusahaan berjalan dengan baik, perlu

internal control yang baik pula atas persediaan, berikut ciri ciri internal control

yang baik :

1. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagial pembelian,

penerimaan barang, gudang, akuntansi dan keuangan.

2. Digunakannya formulir-formulir yang bernomor urut tercetak, seperti:

purchase requisition (permintaan pembelian), purchase order (order

pembelian) delivery order (surat jalan), receiving report (laporan penerimaan

barang), sales order (order penjualan), sates invoice (faktur penjualan).

3. Adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan

kas/bank, maupun pengeluaran kas/bank.

4. Digunakannya anggaran {budget) untuk pembelian, produksi, penjualan, dan

penerimaan serta pengeluaran kas.

7
Implikasi Teknologi Industri (4.0) dalam sebuah perusahaan bisa dilihat

dari seberapa banyak fitur kecerdasan buatan manusia yang digunakan dalam

pengimplementasian Revolusi Industri 4.0, selain itu dalam proses pemeriksaan

persediaan perusahaan melakukan pendekatan big-bang, pendekatan ini mencoba

untuk mengalihkan operasi dari system lama ke system baru .

Sebagai contoh penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) misalnya,

membuat klien asal Amerika atau Eropa, tak perlu bertemu dengan produsen

tekstil di Indonesia. ANTARA FOTO/RISKY ANDRIANTO Beberapa

perusahaan otomotif telah menggunakan teknologi industri 4.0 dalam proses

produksi. Pemerintah meluncurkan peta jalan (roadmap) industri bertajuk Making

Indonesia 4.0 untuk mempercepat implementasi revolusi industri 4.0 di lima

sektor manufaktur,

Mesin skala industri adalah investasi besar bagi perusahaan dan produsen.

Untuk memaksimalkan mesin dengan menghubungkan ke internet yang

merupakan langkah maju. Namun dalam kenyataannya, banyak mesin yanagar g

dipakai dalam operasional perusahaan / wirausaha atau manufaktur .

Untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi perusahaan menerapkan

teknologi process control dan digitalisasi menerapkan teknologi 4.0 dalam

pemeriksaan persediaan perusahaan.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Persediaan adalah merupakan bagian dari aset perusahaan yang pada

umumnya nilainya cukup material dan rawan oleh tindakan pencurian ataupun

penyalahgunaan. Oleh karena itu, biasanya akun persediaan menjadi salah satu

perhatian utama auditor dalam pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan.

Secara garis besar proses audit dibagi ke dalam empat fase, merencanakan

dan mendesain pendekatan audit, melaksanakan test of control dan substantive test

of transcaction, melakukan prosedur analitis dan test of detail balance, dan yang

terakhir menyelesaikan audit dan mengeluarkan laporan.

Proses dan Prosedur Pemeriksaan Persediaan di Era Industri 4.0

menggunakan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) yang dimana teknik

tersebut merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan aplikasi-aplikasi pada suatu

komputer maupun suatu sistem informasi untuk mendapatkan keyakinan terhadap

kebenaran suatu transaksi yang dicatat/diolah/dibukukan dengan menggunakan

suatu aplikasi tertentu. Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi,

menuntut para pemeriksa pajak untuk mampu mengembangkan teknik

pemeriksaan dengan TABK agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih efektif dan

efisien.

Implikasi Teknologi Industri (4.0) dalam sebuah perusahaan bisa dilihat

dari seberapa banyak fitur kecerdasan buatan manusia yang digunakan dalam

9
pengimplementasian Revolusi Industri 4.0, selain itu dalam proses pemeriksaan

persediaan perusahaan melakukan pendekatan big-bang, pendekatan ini mencoba

untuk mengalihkan operasi dari system lama ke system baru .

Beberapa perusahaan otomotif telah menggunakan teknologi industri 4.0

dalam proses produksi. Pemerintah meluncurkan peta jalan (roadmap) industri

bertajuk Making Indonesia 4.0 untuk mempercepat implementasi revolusi industri

4.0 di lima sektor manufaktur,

Mesin skala industri adalah investasi besar bagi perusahaan dan produsen.

Untuk memaksimalkan mesin dengan menghubungkan ke internet yang

merupakan langkah maju. Namun dalam kenyataannya, banyak mesin yanagar g

dipakai dalam operasional perusahaan / wirausaha atau manufaktur .

Untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi perusahaan menerapkan

teknologi process control dan digitalisasi menerapkan teknologi 4.0 dalam

pemeriksaan persediaan perusahaan.

3.2 Saran

Penulis memberikan saran hendaknya setiap perusahaan / wirausahaan

sepantasnya memanfaatkan era industri 4.0 sebaik mungkin. Jangan sampai

pelaku bisnis dan wirausaha di nusantara terlambat mengantisipasi dan

beradaptasi dengan gelombang revolusi industri 4.0. Perubahan ini dapat menjadi

tantangan sekaligus peluang baru bagi perusahaan / wirausaha.

10
DAFTAR PUSTAKA

Widodo, Rudy, Wibawa Pram Sihombing, Akhmad Budhisusetyo, dan

Marwanto Harjowiryono. 2014. Cash Management Reform in

Indonesia : Making The State Money Work Harder. Washington, DC:

World Bank Group.

Williams, Mike. 2009. Government Cash Management: International Practice.

Oxford Policy Management Working Paper 2009-01.

Williams, Mike. 2010. "Government Cash Management: Its Interaction with

Other Financial Policies." IMF Technical Notes dan Manuals

(Washington: International Monetary Fund).

Yildiz, Birol, dan Ari Yezegel. 2010. "Fundamental Analysis with Artificial

Neural Network." The international journal of business dan finance

research 4 (1):149.

Yu, H., P. D. Reiner, T. T. Xie, T. Bartczak, dan B. M. Wilamowski. 2014. An

Incremental Design of Radial Basis Function Networks.

Zhang, G Peter, B Eddy Patuwo, dan Michael Y Hu. 2001. "A simulation

study of artificial neural networks for nonlinear time-series

forecasting." Computers & Operations Research 28 (4):381-396.

11