Anda di halaman 1dari 79

KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENDERITA


PERIODONTITIS DISERTAI LUKSASI GIGI PASCA
TINDAKAN SPLINTING di RSGMP UMY

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana


Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh:
RISKA FITRI FEBRIYANTI
20150340090

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2019
HALAMAN PENGESAHAN KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENDERITA


PERIODONTITIS DISERTAI LUKSASI GIGI PASCA
TINDAKAN SPLINTING di RSGMP UMY

Disusun Oleh:
Riska Fitri Febriyanti
20150340090

Telah disetujui pada tanggal 29 Juni 2019


Dosen Pembimbing

drg. Hartanti, Sp.Perio.


NIK. 19671112201104173153

Dosen Penguji 1 Dosen Penguji 2

drg. Nia Wijayanti, Sp.KG drg. Trianita Lydianna, MDSc., Sp.KGA


NIK. 19841103201404173230 NIK. 19880523201802173268

Mengetahui,
Kaprodi Kedokteran Gigi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Dr. drg. Erlina Sih Mahanani, M.Kes.


NIK. 19701014200410173067

ii
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Riska Fitri Febriyanti

NIM : 20150340090

Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi

Fakultas : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa proposal karya tulis ilmiah yang saya tulis

ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk

apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau

dikutip dalam karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks

dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir karya tulis ilmiah ini.

Apabila kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan karya tulis ini hasil jiplakan,

maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Yogyakarta, 29 Juni 2019

Yang membuat pernyataan,

Riska Fitri Febriyanti

iii
MOTTO

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”


(HR. ath- Thabrani)

“Percayalah! hanya dirimu yang bisa merubah nasib. Maka


berdoalah dan berusaha sebaik mungkin!.”
(Anonim)

iv
HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan mengucap puji dan syukur atas ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala
Karya tulis ini saya persembahkan kepada Bapak Budiyanto dan Ibu
Siti Syarah yang selalu memberikan kasih sayang, semangat,
doa, dan dukungan tiada henti, serta seluruh keluarga
besar yang selalu mendukung
dalam kondisi apapun.

v
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas

segala rahmat dan karunia-Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada

penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

“Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Penderita Periodontitis Disertai Luksasi Gigi

Pasca Tindakan Splinting di RSGMP UMY”.

Adapun maksud dari penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk

memenuhi sebagian syarat guna menyelesaikan Program Studi Strata 1 (S1)

Kedokteran Gigi pada Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran dan

Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Terselesaikannya Karya

Tulis Ilmiah ini tentunya tidak terlepas dari dorongan dan uluran berbagai pihak.

Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-

Nya serta memberikan kesehatan dan jalan kepada umat-Nya dalam

menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah.

2. Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes., selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan

Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

3. drg. Erlina Sih Mahanani, M. Kes., selaku Ketua Program Studi Kedokteran

Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta.

vi
4. drg. Hartanti, Sp.Perio., selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar

selalu memberikan petunjuk, bimbingan, dorongan serta semangat dalam

pembuatan Karya Tulis Ilmiah.

5. drg. Nia Wijayanti, Sp. KG dan drg. Trianita Lydianna, MDSc., Sp.KGA

selaku Dosen Penguji yang telah membimbing dan telah memberi masukan

serta nasihat bagi penulis sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat

terselesaikan dengan sebaik-baiknya.

6. Bapak Budiyanto dan Ibu Siti Syarah selaku orang tua penulis yang tak

pernah berhenti memberikan doa, kasih sayang, dukungan, dan motivasi

bagi penulis.

7. Mutya, Riska, dan Aldi selaku teman kelompok Karya Tulis Ilmiah yang

selalu membantu dan memberikan semangat satu sama lain dalam

menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah.

8. Uut, Kikay, Midah, Pipin, Mutya, Tya, Anggi, dan Rifana yang selalu

memberikan semangat dan keceriaan dalam menjalani perkuliahan di

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

9. Anggota kelompok belajar Kosidahan, Divy, dan Nesya yang selalu

membantu dan memberi semangat dalam menjalani perkuliahan di

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10. Semua teman-teman Program Studi Kedokteran Gigi UMY angkatan 2015,

semoga sukses selalu.

11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah

membantu dalam penyelesaian penulisan Karya Tulis Ilmiah.

vii
Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih terdapat

banyak kekurangan dan keterbatasan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan

saran maupun kritik yang bersifat membangun. Semoga penulisan Karya Tulis

Ilmiah ini dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan pengetahuan bagi

pembaca.

Yogyakarta, 29 Juni 2019

Penulis

viii
DAFTAR ISI

KARYA TULIS ILMIAH ........................................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN KARYA TULIS ILMIAH ...................................... ii
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ....................................................... iii
MOTTO ................................................................................................................. iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. v
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ................................................................................................. xii
ABSTRACT ........................................................................................................... xiii
INTISARI............................................................................................................ xiiv
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................................. 4
C. Tujuan Penelitian ................................................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian ................................................................................................. 5
1. Bagi Peneliti ............................................................................................. 5
2. Bagi Dokter Gigi Muda ............................................................................ 5
3. Bagi Rumah Sakit .................................................................................... 5
E. Keaslian Penelitian................................................................................................. 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 8
A. Telaah Pustaka ....................................................................................................... 8
1. Penyakit Periodontal ................................................................................ 8
2. Periodontitis ............................................................................................. 9
3. Luksasi Gigi ........................................................................................... 11
4. Rencana Perawatan Penyakit Jaringan Periodontal ............................... 11
5. Splinting ................................................................................................. 13
a. Definisi splint ......................................................................................... 13
b. Tujuan penggunaan splint ...................................................................... 13

ix
c. Indikasi dan kontraindikasi splint .......................................................... 14
d. Tipe-tipe splint ....................................................................................... 14
e. Bahan-bahan Splint ................................................................................ 16
6. Kepuasan Pasien..................................................................................... 20
B. Landasan Teori .................................................................................................... 22
C. Kerangka Konsep ................................................................................................. 23
D. Pertanyaan Penelitian ........................................................................................... 23
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 24
A. Desain Penelitian ................................................................................................. 24
B. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................................. 25
C. Subyek Penelitian ................................................................................................ 25
D. Identifikasi Variabel Penelitian............................................................................ 26
E. Definisi Operasional ............................................................................................ 27
F. Instrumen Penelitian ............................................................................................ 28
G. Cara Kerja ............................................................................................................ 30
H. Uji validitas dan Realibitas .................................................................................. 31
I. Analisis Data ........................................................................................................ 31
J. Alur Penelitian ..................................................................................................... 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 34
A. Hasil Penelitian ..................................................................................................... 34
B. Pembahasan ........................................................................................................... 35
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 48
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 48
B. Saran ...................................................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 54
LAMPIRAN .......................................................................................................... 59
Lampiran 1. Surat Keterangan Uji Lolos Etik .............................................................. 59
Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian di RSGMP UMY ..................................................... 60
Lampiran 3. Surat Pengantar Penelitian ........................................................................ 61
Lampiran 4. Surat Pernyataan Persetujuan Penelitian .................................................. 62
Lampiran 5. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas .......................................................... 63
Lampiran 6. Hasil Uji Distribusi Frekuensi .................................................................. 63
Lampiran 7. Identitas Responden dan Kuisioner .......................................................... 70

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Pengaplikasian kevlar/fiber glass splint .............................................. 19

Gambar 2. Kerangka konsep ................................................................................. 23

Gambar 3. Alur penelitian ..................................................................................... 33

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Uji Validitas Pertanyaan Kuisioner Penelitian ....................................34


Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Pertanyaan Kuisioner Penelitian ................................35
Tabel 3. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Umur ......................................36
Tabel 4. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Jenis Kelamin ........................36
Tabel 5. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pendidikan Terakhir ..............37
Tabel 6. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pekerjaan ...............................37
Tabel 7. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting Berdasarkan
Dimensi Tangibility ...................................................................................................38
Tabel 8. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Scaling Berdasarkan
Dimensi Responsiveness .............................................................................................38
Tabel 9. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting Berdasarkan
Dimensi Assurance .....................................................................................................39
Tabel 10. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Scaling Berdasarkan
Dimensi Reliability .....................................................................................................41
Tabel 11. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Scaling Berdasarkan
Dimensi Emphaty .......................................................................................................43
Tabel 12. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting Berdasarkan
Masing-Masing Dimensi ............................................................................................44
Tabel 13. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting Berdasarkan
Total Keseluruhan Dimensi ........................................................................................44

xii
ABSTRACT

Periodontal disease is one of the global oral health problems and


periodontitis is still the main cause of tooth loss in adults throughout the world. The
negative impact of periodontitis is causing a state of discomfort due to teeth loss..
Teeth loss either one or several teeth can cause functional and aesthetic disorders
that can affect a person's level of satisfaction. There are several treatments to deal
with teeth loss, one of them is splinting treatment. Splinting is a therapy that
connects several tooth in order to improve tooth stability due to periodontitis. The
purpose of this study was to determine the description of the level of satisfaction of
patients with periodontitis accompanied by dental leukation after splinting in
RSGMP UMY.
The method of this research was observational descriptive, with a total
sample of 38 respondents. The sample inclusion criteria were all patients who had
performed splinting by a young dentist at RSGMP UMY and all patients who had
performed splinting by a young dentist at RSGMP UMY with a degree of tooth
lesion ≥2. Sample exclusion criteria were patients who were not willing to be
respondents.
The results indicates that based on all dimensions, 26,95% patients were
very satisfied, 62,63% were satisfied, 8,74% were not enough satisfied, 1,47% were
not satisfied, and 0,21% were very unsatisfied. The results of the questionnaire
were analyzed using descriptive statistical analysis, namely frequency distribution,
so that the percentage level of satisfaction of the research results will be known.
The conclusion of level of patient satisfaction toward splinting treatment at RSGMP
UMY is 62,63% of the patients were satisfied.

Keywords: Patient Satisfaction, Periodontal Splinting, RSGMP UMY

xiii
xiv

INTISARI

Penyakit periodontal merupakan salah satu masalah kesehatan mulut secara


global dan periodontitis masih menjadi penyebab utama hilangnya gigi pada orang
dewasa di seluruh dunia Dampak negatif periodontitis adalah menyebabkan
keadaan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan ini terkait dengan kehilangan gigi
selama makan karena gigi goyah. Kehilangan gigi baik satu ataupun beberapa gigi
dapat menyebabkan gangguan fungsi dan estetika yang dapat mempengaruhi
tingkat kepuasan seseorang. Terdapat beberapa perawatan untuk mengatasi
terjadinya kehilangan gigi, salah satunya adalah perawatan splinting. Splinting
adalah terapi yang menghubungkan beberapa gigi dengan tujuan untuk
meningkatkan stabilitas gigi akibat dari periodontitis. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien penderita periodontitis
disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting di RSGMP UMY.
Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional, dengan jumlah
keseluruhan sampel 38 responden. Kriteria inklusi sampel yaitu semua pasien yang
telah melakukan tindakan splinting oleh dokter gigi muda di RSGMP UMY dan
semua pasien yang telah melakukan tindakan splinting oleh dokter gigi muda di
RSGMP UMY dengan derajat luksasi gigi ≥2. Kriteria eksklusi sampel adalah
pasien yang tidak bersedia menjadi responden.
Hasil penelitian berdasarkan seluruh dimensi menunjukkan bahwa 26,95%
pasien sangat puas, 62,63% pasien puas, 8,74% pasien kurang puas, 1,47% pasien
tidak puas, dan 0,21% pasien sangat tidak puas. Hasil kuisioner dianalisa
menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu distribusi frekuensi, sehingga akan
dapat diketahui persentase tingkat kepuasan hasil penelitian.
Kesimpulan berdasarkan tingkatan kepuasan pasien terhadap tindakan
splinting di RSGMP UMY adalah puas dengan persentase 62,63%.
Kata kunci: Kepuasan Pasien, Splinting Periodontal, RSGMP UMY

xiv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penyakit periodontal merupakan salah satu masalah kesehatan mulut

secara global dan periodontitis masih menjadi penyebab utama hilangnya

gigi pada orang dewasa di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia baru-

baru ini melaporkan bahwa periodontitis berat mencapai 5-20% dari

populasi orang dewasa dan sebagian besar anak-anak dan remaja

menunjukkan tanda-tanda gingivitis (Jin, dkk., 2011).

Laporan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Depkes RI tahun

2001 menyatakan bahwa prevalensi penyakit gigi dan mulut adalah tertinggi

meliputi 60% penduduk. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)

2013, penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut

yang memiliki prevalensi cukup tinggi di masyarakat dimana penyakit

periodontal pada semua kelompok umur di Indonesia adalah 96,58%.

Penyakit periodontal secara umum dikategorikan menjadi penyakit gingiva

(Gingivitis) dan periodontitis (Carranza, dkk., 2015).

Penyebab penyakit periodontal terdiri dari faktor lokal dan faktor

sistemik. Faktor lokal merupakan penyebab yang berada pada lingkungan

disekitar gigi, seperti plak. Faktor sistemik merupakan penyebab yang

biasanya dihubungkan dengan metabolisme dan kesehatan umum, seperti

hormonal. Plak gigi merupakan faktor yang berperan penting dalam

1
2

inisiasi periodontitis. Periodontitis umumnya disebabkan oleh plak

(Carranza, dkk., 2015).

Dampak negatif periodontitis adalah menyebabkan keadaan

ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan ini terkait dengan kehilangan gigi

selama makan karena gigi goyah (O’Dowd, dkk., 2010). Kehilangan gigi

baik satu ataupun beberapa gigi dapat menyebabkan gangguan fungsi dan

estetika yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan seseorang (Gunadi,

dkk., 1991).

Splinting adalah terapi yang menghubungkan beberapa gigi dengan

tujuan untuk meningkatkan stabilitas gigi akibat dari periodontitis. Indikasi

untuk splinting adalah: (a) mobilitas gigi yang meningkat atau yang

mengganggu kenyamanan pasien, (b) migrasi gigi, dan (c) prostetik di mana

beberapa abutmen diperlukan. Penyebab utama mobilitas gigi adalah

kehilangan tulang alveolar , perubahan inflamasi pada ligament periodontal,

dan trauma oklusi. Sebuah studi mengungkapkan bahwa stabilisasi

mobilitas gigi menggunakan splinting periodontal memiliki prognosis yang

baik bagi penderitanya (Carranza, dkk., 2015). Tujuan dari perawatan gigi

dan mulut adalah untuk memperbaiki penampilan gigi yang pada akhirnya

akan menimbulkan rasa percaya diri pasien dan kepuasan pada setiap pasien

(Mariane, dkk., 2014).

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut

merupakan perbandingan antara persepsi terhadap pelayanan yang diterima

dengan harapannya sebelum mendapatkan pelayanan. Harapan yang


3

terpenuhi menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan sudah baik dan

menciptakan kepuasan maksimal (Mariane, dkk., 2014). Penentuan kualitas

pelayanan dapat ditentukan dengan lima dimensi pokok yaitu bukti

langsung (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness),

jaminan (assurance), perhatian (emphaty). Mutu pelayanan kesehatan

merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepuasan pasien

(Embrik, dkk., 2013).

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) adalah rumah

sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yang

juga digunakan sebagai sarana proses pembelajaran, pendidikan, dan

penelitian bagi profesi tenaga kesehatan kedokteran gigi yang meliputi

dokter-dokter muda dan tenaga kesehatan lainnya, dan terikat melalui

kerjasama dengan fakultas kedokteran gigi (Permenkes, 2004). RSGMP

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah rumah sakit gigi

dan mulut yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto No. 17A, pakuncen,

Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Kegiatan pelayanan di RSGMP UMY

meliputi pelayanan gigi primer, sekunder dan tersier dengan standar

pelayanan prima serta pelayanan penunjang yang meliputi laboratorium,

radiologi dan laboratorium pemrosesan bahan (Profil RSGMP UMY, 2018).

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana dan fasilitas

pendidikan klinik dokter keluarga dan meningkatnya kebutuhan media

untuk melatih dan meningkatkan kemampuan klinik bagi koas, termasuk

diantaranya adalah pemakaian splinting bagi pasien yang mengalami luksasi


4

gigi yang merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bagi koas.

RSGMP UMY dapat menjadi penunjang kelancaran proses belajar

mengajar bagi aktivitas akademik dan juga dengan adanya RSGMP UMY

menjadikan simbol bentuk jaminan kualitas dari lulusan dokter gigi UMY

sebagai sumber daya manusia yang siap pakai di masayarakat. (Profil

RSGMP UMY, 2018).

﴾٢١ ﴿ ‫ض ٰى‬
َ ‫ف يَ ْر‬ َ َ‫﴾ َول‬٢٠ ﴿ ‫﴾ إِ اَّل ا ْبتِغَا َء َوجْ ِه َربِ ِه ْاْل َ ْعلَ ٰى‬١٩ ﴿ ‫َو َما ِْل َ َح ٍد ِع ْندَهُ مِ ْن نِ ْع َم ٍة تُجْ زَ ٰى‬
َ ‫س ْو‬

“Tidak ada seorangpun yang memberikan suatu nikmat kepadanya

yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena

mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak ia benar-benar

mendapatkan kepuasan.” {QS Al Lail: 19-21}

Sesuai uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui gambaran

tingkat kepuasan pasien penderita periodontitis disertai luksasi gigi pasca

tindakan splinting di RSGMP UMY.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut: Bagaimana gambaran tingkat kepuasan

pasien penderita periodontitis disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting

di RSGMP UMY.

C. Tujuan Penelitian
5

Untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien penderita

periodontitis disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting di RSGMP

UMY.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai

gambaran tingkat kepuasan pasien penderita periodontitis disertai luksasi

gigi pasca tindakan splinting di RSGMP UMY. Diharapkan dapat berguna

bagi peneliti selanjutnya.

2. Bagi Dokter Gigi Muda

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dokter gigi muda

dalam praktik nyata untuk meningkatkan kualitas perawatan terhadap

pasien khusunya pada tindakan splinting.

3. Bagi Rumah Sakit

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan di RSGMP UMY.

E. Keaslian Penelitian

Penelitian mengenai gambaran tingkat kepuasan pasien penderita

periodontitis disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting di RSGMP UMY

belum pernah dilakukan. Penelitian ini mengacu pada penelitian :

1. Penelitian yang dilakukan oleh Mitra Yulia, Sri Restuti, dan Henni

Noviasari (2014) dengan judul “Analisis tingkat kepuasan pasien atas


6

kualitas pelayanan Poli Gigi Rumah Sakit Umm Daerah (RSUD) Arifin

Achmad Pekanbaru”. Penelitian tersebut dilakukan pada 100 responden

yang diambil berdasarkan accidental sampling. Berdasarkan hasil

penelitian tentang tingkat kepuasan pasien atas kualitas pelayanan Poli

Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru,

menggunakan model Dental Satisfaction Questionnaire (DSQ), yang

meliputi 5 dimensi, yaitu: Tangibles, Reliability, Responsiveness,

Assurance, and Emphaty. Dari 5 dimensi tersebut didapatkan hasil

bahwa pasien puas pada dimensi tangibles, cukup puas pada dimensi

reliability, cukup puas pada dimensi responsiveness, puas pada dimensi

assurance, dan cukup puas pada dimensi emphaty.

Persamaan dengan penelitian ini adalah:

a. Variabel yang akan diteliti, yaitu tingkat kepuasan pasien.

b. Menggunakan 5 dimensi kepuasan, yaitu Tangibles, Reliability,

Responsiveness, Assurance, and Emphaty.

Perbedaan dengan penelitian ini adalah:

a. Lokasi penelitian yang dilakukan oleh Mitra Yulia, Sri Restuti,

dan Henni Noviasari (2014) bertempat di poli gigi Rumah Sakit

Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, sedangkan

pada penelitian ini bertempat di RSGMP UMY.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Mariane Sembel, Henry Opod, dan

Bernart S. P. Hutagalung (2014) dengan judul “Gambaran Tingkat

Kepuasan Pasien Terhadap Perawatan Gigi dan Mulut di Puskesmas


7

Bahu”. Penelitian tersebut menggunakan desain cross sectional

yang dilakukan pada seluruh pasien yang datang melakukan

perawatan gigi dan mulut pada saat penelitian. Berdasarkan hasil

penelitian tentang kepuasan pasien terhadap perawatan gigi dan

mulut di Puskesmas Bahu ditinjau dari beberapa dimensi pelayanan

seperti dimensi jaminan, dimensi tampilan fisik, dimensi pelayanan

medis, dan dimensi profesionalisme menunjukkan indeks rata-rata

sebesar 85,32% dengan kategori sangat puas.

Persamaan dengan penelitian ini adalah:

a. Variabel yang akan diteliti yaitu tingkat kepuasan pasien.

b. Menggunakan 5 dimensi kepuasan, yaitu Tangibles,

Reliability, Responsiveness, Assurance, and Emphaty.

Perbedaan dengan penelitian ini adalah:

a. Lokasi penelitian yang dilakukan oleh Mariane Sembel,

Henry Opod, dan Bernart S. P. Hutagalung (2014) bertempat di

Puskesmas Bahu, sedangkan pada penelitian ini bertempat di

RSGMP UMY.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Telaah Pustaka

1. Penyakit Periodontal

a. Definisi Penyakit Periodontal

Penyakit periodontal merupakan penyakit infeksi kronis

yang merusak jaringan pendukung gigi, termasuk gingiva, ligament

periodontal, dan tulang alveolar. Penyebab utama penyakit

periodontal adalah akumulasi bakteri lokal yang ada di sekitar gigi

(Genco dan Williams, 2010).

Penyakit periodontal didefinisikan sebagai proses patologis

yang mengenai jaringan periodontal inflamatif yang sebagian besar

penyebabnya adalah infeksi bakteri (Fedi, dkk., 2004).

b. Penyebab Penyakit Periodontal

Penyebab utama penyakit periodontal adalah

mikroorganisme yang berkolonisasi di permukaan gigi (plak bakteri

dan produk-produk yang dihasilkannya). Beberapa kelainan

sistemik juga dapat berpengaruh buruk terhadap jaringan

periodontal seperti ketidakseimbangan endokrin, penyakit darah,

pengaruh system saraf, manifestasi penggunaan obat, penyakit yang

melemahkan, nutrisi, dan pengaruh herediter (Fedi, dkk., 2004).

8
9

2. Periodontitis

a. Definisi Periodontitis

Periodontitis adalah penyakit peradangan kronis yang

disebabkan oleh bakteri yang ditandai dengan terjadinya

pembentukan pocket dan / atau disertai dengan hilangnya

perlekatan jaringan periodontal (Wilson dan Kornman, 2003).

Periodontitis merupakan penyakit jaringan periodontal yang

bersifat irreversible, mengalami inflamasi, dan disertai dengan

hilangnya perlekatan antar tulang alveolar dan ligament

periodontal (Nield-Gehrig dan Willmann, 2011).

b. Tanda-tanda Klinis Periodontitis

Tanda-tanda klinis periodontitis kronis yang tidak dirawat

adalah akumulasi plak supragingival dan subgingival (sering

dikaitkan dengan pembentukan kalkulus), inflamasi gingiva,

pembentukan poket, kehilangan perlekatan periodontal,

kehilangan tulang alveolar, dan kadang-kadang supurasi. Pasien

dengan kebersihan rongga mulut buruk, gingiva khususnya

dapat mengalami sedikit pembengkakan sampai sedang dan

memperlihatkan perubahan warna yang berkisar dari merah

pucat hingga magenta (merah keunguan). Stippling gingiva yang

menghilang dan perubahan topografi permukaan dapat termasuk

margin gingiva yang tumpul atau menggulung dan papilla yang

rata atau berbentuk seperti kawah (Carranza, dkk., 2015).


10

c. Klasifikasi Periodontitis

Menurut Carranza, dkk., (2015), periodontitis kronis

disubklasifikan menjadi lokalisata (<30% gigi terlibat) dan

generalisata (>30% gigi terlibat). Berdasar tingkat

keparahannya, dibagi menjadi tiga tingkatan:

1. Periodontitis ringan, keadaan dimana kehilangan perlekatan

tidak lebih dari 1-2 mm

2. Periodontitis sedang, keadaan dimana kehilangan perlekatan

3-4 mm

3. Periodontitis berat, keadaan dimana kehilangan perlekatan

lebih dari 5 mm

d. Dampak penyakit periodontal

Menurut Chrysanthakopoulos, (2011) penyakit periodontal

merupakan penyebab utama pencabutan gigi baik bagi pria dan

juga wanita. Dampak penyakit periodontal pada individu

ditandai dengan resesi gingiva dan hipersensitivitas dentin.

Penyakit kemudian berkembang menjadi mobilitas gigi, migrasi

patologis, dan akhirnya kehilangan gigi, dengan demikian

mempengaruhi mengunyah dan fungsi berbicara, estetika, aspek

psikologis, dan tingkat kepuasan, serta meningkatkan beban

keuangan (Jin, dkk., 2011).

3. Luksasi Gigi
11

Luksasi gigi secara sederhana dapat disebabkan oleh penyakit

periodontal, yaitu akibat dari kerusakan perlekatan jaringan

periodontium dan dukungan tulang alveolar. Penyebab dari luksasi gigi

juga dapat karena akibat pengaruh lokal berupa beban oklusi yang

umumnya berasal dari keadaan iatrogenik (Mitchell, dkk., 2012).

Menurut metode Miller (2006), kegoyangan gigi dibagi menjadi:

a. Kelas I : Kegoyangan gigi secara fisiologis

b. Kelas II : Kegoyangan dengan arah pergerakan transversal

hingga 1 mm

c. Kelas III : Kegoyangan dengan arah pergerakan transversal

lebih dari 1 mm atau pergerakan non-fisiologis

apapun bila ditekan ataupun rotasi

4. Rencana Perawatan Penyakit Jaringan Periodontal

a. Definisi Rencana Perawatan Penyakit Jaringan Periodontal

Rencana perawatan adalah rencana kerja yang bertujuan untuk

penatalaksanaan kasus, yaitu meliputi seluruh prosedur yang

dibutuhkan untuk menjaga dan memelihara kesehatan mulut (Fedi,

dkk., 2004).

b. Tahap Perawatan Penyakit Jaringan Periodontal

Menurut Fedi, dkk., (2004) tahapan perawatan penyakit jaringan

periodontal terdiri dari 4 fase:

1) Pengendalian plak bakteri


12

Fase ini disebut juga dengan fase insial atau fase persiapan

awal dan biasanya meliputi langkah-langkah pramedikasi,

tindakan darurat, instruksi dan motivasi pasien, pencabutan gigi,

skeling dan root planing, perbaikan restorasi overhanging dan

menghilangkan daerah retentive plak, perawatan ortodonti

sederhana, stabilisasi sementara, penyesuaian oklusi awal dan

odontoplasi (bila diindikasi), dan evaluasi.

2) Terapi bedah

Fase perawatan ini meliputi prosedur yang bertujuan untuk

mengurangi atau mengeliminasi poket melalui reseksi,

perbaikan tekstur gingiva, atau prosedur perlekatan baru.

Termasuk juga prosedur operasi untuk memperbaiki kelainan

mukogingival atau pemasangan implant gigi.

3) Perawatan restorative

Fase perawatan ini biasanya meliputi penyesuaian oklusal

khusus, penambalan gigi, penggantian gigi-geligi yang hilang

dengan protesa cekat dan / atau lepasan, dan splinting

permanen, bila diindikasikan.

4) Pemeliharaan

Fase pemeliharaan ini biasanya berlangsung seumur hidup

pasien. Waktu pemeliharaan paling sedikit setiap 3 bulan yang

ditujukan untuk sebagian besar pasien yang dirawat karena

menderita periodontitis tingkat sedang hingga lanjut


13

5. Splinting

a. Definisi Splint

Splint merupakan alat yang berfungsi menopang jaringan

periodontal yang lemah. Tujuan dari penggunaan splint adalah

sebagai rest di mana memungkinkan terjadinya penyembuhan

luka dan membantu fungsi jaringan agar dapat berfungsi

sepenuhnya kembali (Eley, dkk., 2010).

Splinting dapat dilakukan pada terapi inisial (fase etiotropik)

maupun pada terapi fase koreksi dalam rencana perawatan

penyakit periodontal. Tindakan yang dilakukan pada fase inisial

adalah kontrol plak yang meliputi motivasi, edukasi dan

instruksi, skeling dan penghalusan akar, splinting dan terapi

oklusal, serta pemberian terapi penunjang berupa antimikroba.

Tindakan yang dilakukan pada fase koreksi meliputi

penyesuaian oklusal khusus, penambalan gigi, penggantian gigi-

gigi yang hilang dengan protesa cekat dan/ atau lepasan, dan

splinting permanen, bila diindikasikan (Fedi, dkk., 2004).

b. Tujuan Penggunaan Splint

Penggunaan splint bertujuan untuk mengontrol mobilitas

bila splint tetap terpasang pada tempatnya, oleh karena itu, bila

splint dilepas gigi akan goyang kembali. Splint tidak bisa

membuat gigi yang goyang kembali kencang. Hanya dengan

menghilangkan penyakitnya dan dengan proses pemulihan dapat


14

diperoleh reduksi sesungguhnya dari mobilitas gigi. Tujuan

penggunaan splint pada gigi geligi adalah untuk melindungi

jaringan pendukung gigi geligi selama periode pemulihan

setelah terjadinya trauma atau setelah operasi dan untuk

mengembalikan fungsi gigi geligi yang tidak dapat digunakan

untuk fungsi mastikasi yang efisien atau nyaman tanpa diberi

topangan buatan (Eley, dkk., 2010).

c. Indikasi dan Kontraindikasi splinting

Indikasi untuk splinting adalah: (a) mobilitas gigi yang

meningkat atau yang mengganggu kenyamanan pasien, (b) migrasi

gigi, dan (c) prostetik di mana beberapa abutmen diperlukan

(Carranza, dkk., 2015).

Kontraindikasi untuk splinting terhadap gigi yang goyah tidak

dianjurkan apabila stabilitas oklusal dan kondisi periodontal yang

baik tidak mungkin diperoleh (Bernal, dkk., 2002 ).

d. Tipe-tipe splint

Splint menurut Eley, B.M., dan Manson, J.D., (2010), dibagi

menjadi:

1) Splint sementara dan provisional

Splint sementara adalah splint yang digunakan untuk

membantu pemulihan setelah terjadinya trauma atau setelah

perawatan operasi. Splint tidak boleh dibiarkan lebih lama dari


15

2 bulan. Sebagian besar splint sementara tidak melibatkan

jaringan gigi yang rusak.

Splint sementara adalah splint yang dapat digunakan untuk

waktu beberapa hari sampai beberapa bulan. Splint sementara

digunakan untuk melindungi dari trauma lebih lanjut yang

disebabkan oleh parafungsi oklusal dan oral. Splint ini dapat

digunakan sebagai prosedur darurat dengan gigi yang sangat

goyah dan bisa untuk mengurangi trauma mekanik, serta trauma

akibat instrument selama terapi periodontitis.

2) Splint semi-permanen

Splint semi-permanen adalah splint yang dapat digunakan

untuk waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun. Splint

permanen digunakan untuk meningkatkan kenyamanan

pengunyahan ketika gigi sangat goyah, untuk menstabilkan gigi

selama fase penyembuhan periodontal, terutama setelah terapi

regenerasi.

3) Splint permanen

Splint permanen adalah splint yang digunakan untuk waktu

bertahun-tahun. Splint permanen digunakan untuk rehabilitasi

mulut yang sudah parah di mana abutmen (penyangga) sangat

goyah atau hanya sedikit abutmen yang harus mendukung

rekonstruksi, terutama ketika gigi penyangga seperti itu

memiliki dukungan periodontal minimal.


16

e. Bahan-bahan Splint

Berdasar bahan yang digunakan, splint terdiri dari wire-

composite splint dan Kevlar/fiber glass splint:

a. Wire-composite splint

Wire-composite splint yang terdiri dari kawat lentur yang

diadaptasikan pada kurvatura lengkung gigi dan difiksasi ke gigi

dengan komposit adesif. Keuntungan dari wire-composite splint

dengan bonding komposit adalah prosesnya yang cepat, mudah

untuk beradaptasi, dan dapat mengontrol kegoyahan gigi

(Paddmanabhan dkk., 2012).

Kekurangan wire-composite splint diantaranya adalah

perangkat dapat menimbulkan penumpukan sisa makanan dan

timbulnya akumulasi plak pada area sekitar kawat. Kekurangan ini

dapat menimbulkan kalkulus serta karies gigi jika oral hygiene tidak

dapat dijaga dengan baik. Faktor estetis dari penggunaan wire-

composite splint juga dapat menganggu, dikarenakan bentuk wire

yang terlihat, sehingga dapat menganggu kenyamanan pasien

(Paddmanabhan dkk., 2012) .

b. Kevlar/fiber glass splint

Pengaplikasian kevlar/fiber glass splint yaitu dengan

menggunakan fiber nilon, kevlar bands atau fiber glass dibasahi

terlebih dulu dalam resin dan dipasang dengan serangkaian

polimerisasi ke permukaan gigi yang telah dietsa. Splinting dengan


17

bahan kevlar/fiber glass splint merupakan temuan dan terobosan

baru, modern, efektif, bernilai estetik tinggi, memberikan

kenyamanan bagi pasien serta mudah dalam pembersihan. Bahan ini

menjadi alternatif pengganti wire splinting baik dalam hal kekuatan

perlekatan geser maupun estetik. Kelebihan bahan ini juga sangat

mudah dalam pemeliharaannya, bebas logam, transparan, estetis,

dan tampak natural (Strassler, 2004).

f. Aplikasi kevlar/fiber glass splint

Menurut Tezvergil, dkk., (2003), pengaplikasian kevlar/fiber

glass splint meliputi:

a. Sebagai surface retained splint pada gigi anterior

1. Mengukur dan memotong fiber

Kebutuhan panjang fiber dapat diukur menggunakan

probe periodontal atau dental floss. Bungkus foil dibuka,

dengan menggunakan pinset, keluarkan jumlah fiber yang

tertanam dalam silicon. Jumlah fiber yang dibutuhkan

bersama dengan silicon dipotong. Hindari fiber dari cahaya

dengan menempatkan fiber di bawah penutup selama

persiapan.

2. Membersihkan permukaan gigi

Seluruh panjang fiber harus terikat pada permukaan

gigi. Bersihkan permukaan gigi dengan pumice dan air,

kemudian keringkan dengan penyemprot udara.


18

3. Tahap etsa

Etsa permukaan gigi dan interproksimal secara

menyeluruh dengan asam orthofosfat di daerah splint.

Aplikasi etsa sebaiknya lebih lebar dari yang diperlukan.

Waktu untuk mengetsa email yang dianjurkan adalah 45

sampai 60 detik. Bilas dengan air dan udara pada permukaan

gigi setelah dietsa secara menyeluruh.

4. Bonding

Menggunakan teknik adhesive bonding pada gigi

sesuai dengan petunjuk dari produsen, kemudian

diaplikasikan ke seluruh daerah yang akan di-bonding.

5. Aplikasi flowable composite

Flowable composite dioleskan selapis tipis (sekitar

0,5 mm pada permukaan gigi. Hati-hati menutupi area

bonding dengan komposit termasuk bagian proksimal.

Sisakan ruang yang cukup untuk membersihkan bagian

proksimal dan jangan menyinari komposit selama tahap ini.

6-7. Posisikan dan light-cure fiber

Kertas pelindung dilepas dan ambil fiber dengan

menggunakan pinset. Posisikan fiber di atas flowable

composite yang bertujusn agar fiber tidak berada pada daerah

oklusi. Posisikan salah satu ujung bundle fiber dahulu

dengan menekan ke bawah menggunakan instrument Stick


19

Stepper (sebelum digunakan instrument disterilkan terlebih

dulu). Light-curing fiber pada masing-masing gigi selama

lima detik dan tekan fiber ke dalam ruang aproksimal.

8. Penutupan dan penyelesaian splint

Seluruh fiber splint ditutup dengan selapis tipis

komposit (0,5 mm) dan light-curing selama 40 detik.

Finishing/ polishing splint dilakukan dengan hati-hati,

jangan sampai fiber terpotong.

Gambar. Pengaplikasian kevlar/fiber glass splint *PERIO

b. Sebagai intrakoronal splint pada gigi anterior dan posterior

Langkah-langkah pengaplikasian untuk intrakoronal splint

sama seperti surface retained splint, yang berbeda hanya

pada preparasi groove, mesial ke distal gigi harus di splint.

Lebar minimal preparasi groove pada gigi yang di-splint

harus 2 mm. Splint harus diletakkan di dalam email agar

dapat memberikan ikatan terbaik. Ketebalan optimal lapisan

komposit di atas fiber pada kontak oklusal adalah 1-2 mm.

Margin groove harus dibevel untuk memastikan integritas

marginal yang terbaik dan memperbesar permukaan email


20

yang akan dietsa. Langkah selanjutnya sama dengan

tahapan-tahapan saat aplikasi surface retained splint.

6. Kepuasan Pasien

Kepuasan pasien merupakan persepsi pasien terhadap kesesuaian

tingkat kepentingan atau harapan pasien sebelum menerima jasa

pelayanan kesehatan gigi dan mulut dibandingkan dengan sesudah

pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang mereka terima. Kepuasan

yang diterima oleh pengguna jasa pelayanan kesehatan gigi dan mulut

dapat disimpulkan sebagai selisih kinerja institusi pelayanan kesehatan

gigi dan mulut dengan harapan pelanggan. Kepuasan pasien juga dapat

didefinisikan sebagai persepsi penerima jasa pelayanan kesehatan gigi

dan mulut terhadap ketidaksesuaian tingkat kepentingan pasien dengan

kinerja yang jelas dapat dirasakan setelah pengguna jasa menerima

pelayanan kesehatan gigi dan mulut (Muninjaya, 2011).

Tujuan dari perawatan gigi dan mulut tdak hanya mengobati gigi

yang sakit dan gig bermasalah, tapi juga untuk memperbaiki penampilan

gigi yang pada akhirnya akan menimbulkan rasa percaya diri yang

tinggi. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut

seiring berjalannya waktu akan menimbulkan kepuasan pada diri setiap

pasien (Pohan, 2006).

Menurut Muninjaya, (2011) kepuasan pengguna jasa pelayanan

kesehatan dapat dinilai berdasarkan terpenuhinya beberapa dimensi

mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yaitu:


21

a. Dimensi jaminan (assurance), yaitu berhubungan dengan

bagaimana pemberian layanan kesehatan mengikuti standar

layanan kesehatan yang telah disepakati, yang meliputi

kepatuhan, ketepatan, kebenaran dan konsistensi, dan

kerahasiaan.

b. Dimensi keandalan dan keterampilan (reliability), yaitu

berkaitan dengan dimensi kompetensi teknis, terutama dalam

pemilihan alternatif dalam menghadapi relative risk dan

keterampilan dalam mengikuti prosedur yang terdapat dalam

standar layanan kesehatan.

c. Dimensi daya tanggap (responsiveness), yaitu berkaitan dengan

petugas kesehatan dalam memberikan suatu pelayanan yang

tidak memerlukan waktu lama dan tidak menimbulkan risiko

yang lebih besar kepada pasien.

d. Dimensi tampilan fisik (tangibility), yaitu berkaitan dengan

kenyamanan pasien terkait penampilan fisik layanan kesehatan,

pemberi pelayanan medis dan nonmedis.

e. Dimensi empati (emphaty), yaitu berkaitan dengan interaksi

antara pemberi layanan kesehatan (provider) dengan pasien atau

konsumen. Sikap peduli dari pemberi layanan kesehatan yang

dapat menimbulkan kepercayaan atau kredibilitas dengan saling

menghargai, menjaga rahasia, saling menghormati, responsif,

memberi perhatian, dan lain-lain.


22

B. Landasan Teori

Penyakit periodontal merupakan salah satu masalah kesehatan mulut

secara global dan penyakit periodontitis merupakan penyebab utama

hilangnya gigi pada orang dewasa di seluruh dunia. Salah satu tanda dan

gejala dari periodontitis adalah keadaan gigi yang goyang (luksasi gigi).

Luksasi gigi merupakan akibat dari kerusakan perlekatan jaringan

periodontium dan dukungan tulang alveolar, selain itu luksasi gigi juga

dapat karena akibat pengaruh lokal berupa beban oklusi yang umumnya

berasal dari keadaan iatrogenik.

Splint merupakan alat yang dapat digunakan untuk menstabilkan

gigi atau memberikan dampak immobilisasi pada gigi yang mengalami

luksasi. Splinting merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi luksasi

gigi. Splinting dapat dilakukan pada terapi inisial (fase etiotropik) maupun

pada terapi fase koreksi dalam rencana perawatan penyakit periodontal.

Kepuasan pasien merupakan persepsi pasien terhadap kesesuaian

tingkat kepentingan atau harapan pasien sebelum menerima jasa pelayanan

kesehatan gigi dan mulut dibandingkan dengan sesudah pelayanan

kesehatan gigi dan mulut yang mereka terima. Kepuasan pengguna jasa

pelayanan kesehatan dapat dinilai berdasarkan terpenuhinya beberapa

dimensi mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang meliputi dimensi

jaminan (assurance), dimensi keandalan dan keterampilan (reliability),

dimensi daya tanggap (responsiveness), dimensi tampilan fisik (tangibility),

dam dimensi empati (emphaty)


23

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas

Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merupakan sarana pembelajaran bagi

dokter-dokter muda yang menempuh pendidikan profesi kedokteran gigi

UMY yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

kliniknya. Sehingga dengan adanya RSGMP UMY menjadikan simbol

bentuk jaminan kualitas dari lulusan dokter gigi UMY sebagai sumber daya

manusia yang siap pakai di masyarakat.

C. Kerangka Konsep

Assurance
Tindakan Splinting periodontal

Reability

Kualitas hasil tindakan


Responsiveness
splinting periodontal

Tangibility

Tingkat kepuasan pasien


Emphaty

Sangat
Tidak Puas Puas Sangat Puas Kurang Puas
Tidak Puas

Bagan 1. Skema kerangka konsep

D. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka disusun hipotesis sebagai

berikut: Bagaimana gambaran tingkat kepuasan pasien penderita

periodontitis disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting di RSGMP UMY.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional

deskriptif dengan bantuan kuesioner. Desain Penelitian yang digunakan

adalah cross sectional dikarenakan penelitian yang dilakukan adalah

untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya di dalam suatu

komunitas masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan

sesaat atau dalam periode tertentu dan setiap subyek studi hanya

dilakukan satu kali pengamatan (tidak ada follow up ) (Machfoedz,

2009).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat

Penelitian ini akan diselenggarakan di RSGMP UMY Jl H.O.S

Cokroaminoto No. 17A, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta,

Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Waktu

Penelitian ini akan diselenggarakan dalam kurun waktu 3 bulan,

yaitu pada bulan Januari-April 2019.

24
25

C. Subyek Penelitian

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien RSGMP

UMY yang telah melakukan perawatan splinting oleh mahasiswa

koas di RSGMP UMY.

2. Sampel dan Besar Sampel

Sampel diambil dengan menggunakan cara purposive

sampling, yaitu pengambilan sampel yang bertujuan untuk

memperoleh informasi dari kelompok secara spesifik. Sampel yang

digunakan pada penelitian ini adalah semua pasien yang telah

melakukan perawatan splinting oleh dokter gigi muda di RSGMP

UMY pada tahun 2017-2018.

Pengambilan sampel pada penelitian ini akan dicari

menggunakan rumus Slovin yang pertama kali digunakan pada

tahun 1960.
𝑁
𝑛 = 1 +𝑁 (𝑑)2

Keterangan:

N = Jumlah populasi

n = Besar sampel

d = Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan

dalam penelitian ini diambil 10% (0,1)


26

Sampel minimumnya adalah :


𝑁
𝑛 = 1 +𝑁 (𝑑)2

50
𝑛 = 1 +50 (0,1)2

𝑛 = 34

Jumlah sampel untuk penelitian kali ini adalah 34 responden dengan

menagntisipasi drop out, maka ditambahkan jumlah responden sebanyak 10% dari

total sampel, sehingga dalam penelitian ini membutuhkan 38 responden sebagai

subjek penelitian.

3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi

a. Kriteria inklusi

1) Semua pasien yang telah melakukan tindakan splinting oleh

dokter gigi muda di RSGMP UMY.

2) Semua pasien yang telah melakukan tindakan splinting oleh

dokter gigi muda di RSGMP UMY dengan derajat luksasi

gigi ≥2.

b. Kriteria eksklusi

1) Pasien yang tidak bersedia menjadi responden

D. Identifikasi Variabel Penelitian

Dalam penelitian digunakan variable sebagai berikut:

1. Variabel independent :

a. Karakteristik pasien, meliputi:

Umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.


27

b. Faktor dimensi kepuasan pasien menggunakan model Service

Quality (SERVQUAL) dibidang kesehatan yang meliputi 5

dimensi, yaitu: assurance, reliability, responsiveness,

tangibility, dan emphaty.

2. Variabel dependent :

a. Tingkat kepuasan pasien terhadap tindakan splinting oleh dokter

gigi muda di RSGMP UMY.

3. Variabel terkendali :

a. Semua pasien yang telah dilakukan tindakan splinting oleh

dokter gigi muda di RSGMP UMY.

b. Waktu pengumpulan sampel, pasien melakukan tindakan

splinting pada bulan Desember 2018-Januari 2019.

c. Jenis perawatan yang diberikan (splinting).

4. Variabel tak terkendali :

a. Asal pasien

b. Sosial ekonomi

E. Definisi Operasional

1. Tindakan splinting

Tindakan splinting adalah tindakan yang menghubungkan

beberapa gigi dengan tujuan untuk meningkatkan stabilitas gigi akibat

dari periodontitis. Indikasi untuk splinting adalah : (a) mobilitas gigi

yang meningkat atau yang mengganggu kenyamanan pasien, (b) migrasi

gigi, dan (c) prostetik dimana beberapa abutmen diperlukan.


28

2. Kepuasan pasien

Kepuasan yang dirasakan pasien terhadap tindakan perawatan

adalah perasaan puas yang merupakan hasil dari kualitas perawatan

dokter yang bertujuan untuk menyembuhkan pasien. Tingkat kepuasan

pasien terhadap terhadap tindakan yang dilakukan dokter gigi muda

diukur menggunakan kuesioner tindakan yang diadopsi dan

dimodifikasi dari jurnal yang ditulis oleh Mariane Sembel, Henry Opod,

Bernart S. P. Hutagalung dengan judul “Gambaran Tingkat Kepuasan

Pasien Terhadap Perawatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Bahu”.

Pertanyaan terdiri dari pertanyaan A tangible, B responsiveness, C

assurance, D reliability, dan E emphaty. Kepuasan pasien diukur

dengan skala Likert yang dikategorikan menjadi 5 kategori, yaitu sangat

puas, puas, kurang puas, tidak puas, tidak puas, dan sangat tidak puas.

Tiap poin pernyataan memiliki nilai maksimum 5. Nilai 5 diberikan jika

responden menjawab sangat puas, nilai 4 jika responden menjawab

puas, nilai 3 jika responden menjawab kurang puas, nilai 2 jika

responden menjawab tidak puas, dan nilai 1 jika responden menjawab

sangat tidak puas.

F. Instrumen Penelitian

1. Alat tulis

Alat tulis digunakan untuk menulis data yang didapatkan dari rekam

medik.
29

2. Rekam medik

Data dikumpulkan dan diambil dari rekam medik yang meliputi

nama, alamat, dan nomor telepon.

3. Lembar inform consent

Merupakan lembar persetujuan tertulis untuk menjadi responden.

4. Lembar kuesioner

Form kuesioner tingkat kepuasan pasien pasca tindakan

splinting periodontal yang diadopsi dan dimodifikasi dari jurnal yang

ditulis oleh Mariane Sambel, Henry Opod, Bernart S. P. Hutagalung

dengan judul “Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Perawatan

Gigi dan Mulut di Puskesmas Bahu”. Pertanyaan terdiri dari pertanyaan

A tangible, B responsiveness, C assurance, D reliability, dan E

emphaty. Kepuasan pasien diukur dengan skala Likert yang

dikategorikan menjadi 5 kategori, yaitu sangat puas, puas, kurang puas,

tidak puas, tidak puas, dan sangat tidak puas. Tiap poin pernyataan

memiliki nilai maksimum 5. Nilai 5 diberikan jika responden menjawab

sangat puas, nilai 4 jika responden menjawab puas, nilai 3 jika

responden menjawab kurang puas, nilai 2 jika responden menjawab

tidak puas, dan nilai 1 jika responden menjawab sangat tidak puas.

G. Cara Kerja

Penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan 2 tahap, yaitu

tahap prepenelitian dan tahap pelaksanaan penelitian.

1. Tahap prepenelitian
30

a. Menyusun proposal.

b. Melakukan survei untuk melihat data awal penelitian di RSGMP

UMY.

c. Mempersiapkan dan membuat kuesioner penelitian, formulir

identitas, informed consent, dan ethical clearance.

d. Mengurus surat ijin penelitian ke RSGMP UMY.

e. Mengurus ethical clearance.

f. Uji validitas dan realibilitas.

2. Tahap penelitian

a. Memilih subyek sesuai dengan kriteria penelitian.

b. Memberikan kuesioner kepada responden secara langsung.

c. Menjelaskan cara pengisian kuesioner kepada responden.

d. Responden mengisi kuesioner dan informed consent.

e. Mengumpulkan data hasil penelitian.

f. Menganalisis data hasil penelitian.

g. Menyajikan data hasil penelitian.

h. Membuat kesimpulan.

H. Uji validitas dan Realibitas

a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan

tingkatan validitas atau kesasihan suatu instrument. Uji validitas

ini dilakukan yang bertujuan untuk menguji validitas setiap

pertanyaan angket menggunakan teknik uji korelasi Product


31

Moment. Untuk uji validitas pada penelitian ini, kuesioner

diberikan kepada 30 responden yang memiliki karakteristik sama

dengan sampel yang digunakan untuk penelitian.

b. Uji Realibilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan

sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

Tujuan dilakukannya reliabilitas adalah untuk menunjukkan

bahwa hasil pengukuran tersebut tetap konsisten bila

dilakukan dua kali atau lebih dengan menggunakan alat ukur

yang sama.

I. Analisis Data

Data dapat diolah setelah peneliti mendapatkan seluruh data dari

subjek penelitian, dikarenakan data masih dalam bentuk acak, maka

penyajian data akan menggunakan metode statistik deskriptif

menggunakan aplikasi SPSS.

Data yang didapat kemudian disajikan menggunakan tabel frekuensi

dan dikategorikan berdasarkan dimensi tingkat kepuasan responden

terhadap tindakan splinting berdasarkan kuisioner.

J. Alur Penelitian
32

Melakukan konsultasi, studi pustaka,


dan membuat proposal

Membuat alat ukur penelitian


(kuesioner) dan surat izin penelitian

Pengisian Informed Consent oleh subyek


penelitian

Pengisian blanko yang berisi identitas


subjek penelitian

Pengumpulan data dan penyebaran


kuesioner

Analisis data

Hasil dan kesimpulan

Bagan 2.Skema alur penelitian


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Uji validitas dan realibilitas pernyataan kuisioner penelitian

a. Uji Validitas

Uji validitas kuisioner dilakukan menggunakan program

Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Suatu instrumen

dikatakan valid apabila koefisien korelasi (r) hitung lebih besar dari

koefisien korelasi (r) tabel. (Budiman dan Riyanto, 2013). Pada

penelitian ini r tabel diketahui dengan menggunakan r table

production table pearson dengan df (degree of freedom) = n-2,

sehingga df = 30-2 = 28, maka r tabelnya sebesar 0,3061.

33
34

Tabel 1. Hasil Uji Validitas Pertanyaan Kuisioner Penelitian


No r Hitung r Tabel Keterangan
1. 0,779 0,3061 Valid
2. 0,679 0,3061 Valid
3. 0,542 0,3061 Valid
4. 0,554 0,3061 Valid
5. 0,623 0,3061 Valid
6. 0,701 0,3061 Valid
7. 0,538 0,3061 Valid
8. 0,636 0,3061 Valid
9. 0,668 0,3061 Valid
10. 0,745 0,3061 Valid
11. 0,813 0,3061 Valid
12. 0,717 0,3061 Valid
13. 0,704 0,3061 Valid
14. 0,749 0,3061 Valid
15. 0,395 0,3061 Valid
16. 0,642 0,3061 Valid
17. 0,794 0,3061 Valid
18. 0,748 0,3061 Valid
19. 0,674 0,3061 Valid
20. 0,743 0,3061 Valid
21. 0,776 0,3061 Valid
22. 0,818 0,3061 Valid
23. 0,661 0,3061 Valid
24. 0,685 0,3061 Valid
25. 0,608 0,3061 Valid
Berdasarkan hasil uji validitas dari 25 pertanyaan diatas,

semua pertanyaan memiliki r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,3061,

maka semua pertanyaan pada kuisioner tersebut valid.

b. Uji Realibilitas

Pertanyaan dapat dikatakan reliabel dengan cara

membandingkan nilai Cronbach’s Alpha dengan nilai konstanta

(0,6). Jika Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6 maka pertanyaan

tersebut dikatakan reliabel (Budiman dan Riyanto, 2013).

Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Pertanyaan Kuisioner Penelitian


Jumlah Pertanyaan Cronbach’s Alpha

25 0,941
35

Berdasarkan hasil uji realibilitas diatas, dapat diketahui bahwa

besarnya Cronbach’s Alpha untuk 25 pertanyaan kuisioner lebih besar

dari 0,6 dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,941. Maka dapat

disimpulkan 25 pertanyaan tersebut reliabel.

2. Hasil penelitian gambaran tingkat kepuasan pasien penderita

periodontitis disertai luksasi gigi pasca tindakan splinting di RSGMP

UMY pada tahun 2017-2018 yang dilakukan oleh dokter gigi muda.

Hasil penelitian ini didapatkan dengan memberikan kuisioner berisi 25

pertanyaan yang diberikan kepada 38 responden.

Tabel 3. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Umur


No Karakteristik umur Jumlah Persentase %
responden
1 26-45 tahun 18 47,37%
2 46-65 tahun 19 50%
3 >65 tahun 1 2,63%
Total 38 100%
Tabel 3 menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan umur,

dimana hasil dari umur mayoritas pasien pada umur 46-65 tahun yang

memiliki persentase sebanyak 50% dan minoritas pasien pada umur

lebih dari 65 tahun sebanyak 2,63%.

Tabel 4. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Jenis Kelamin


No Karakteristik jenis Jumlah Persentase %
kelamin responden
1 Perempuan 12 31,6%
2 Laki-Laki 26 68,4%
Total 38 100%

Tabel 4 menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan jenis

kelamin, dimana hasil dari jenis kelamin mayoritas pasien laki-laki yang
36

memiliki persentase 68,4% dan minoritas pasien jenis kelamin

perempuan dengan persentase 31,6%.

Tabel 5. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pendidikan


Terakhir
No Karakteristik pendidikan Jumlah Persentase %
terakhir responden
1 Tamat SD 1 2,6%
2 Tamat SMP 3 7,9%
3 Tamat SMA 21 55,3%
4 Tamat perguruan tinggi 13 34,2%
Total 38 100%
Tabel 5 menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan pendidikan

terakhir mayoritas pasien lulusan SMA sebanyak 55,3% dan minoritas

pasien lulusan SD sebanyak 2,6%.

Tabel 6. Kepuasan Pasien Berdasarkan Karakteristik Pekerjaan


No Karakteristik Jumlah Persentase %
Pekerjaan responden
1 Swasta 27 71,1%
2 Ibu rumah tangga 7 18,4%
3 Lain-lain 4 10.5%
Total 38 100%
Tabel 6 menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan pekerjaan,

dimana hasil dari responden berperkerjakan mayoritas pasien swasta

sebanyak 71,1% dan minoritas pasien berperkerjakan lain-lain

sebanyak 10,5%.
37

Tabel 7. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Dimensi Tangibility
Pernyataan Responden
No
Bukti Langsung Sangat Puas Kurang Tidak Sangat Jumlah
(tangibility) Puas Puas Puas Tidak
Puas
1 Peralatan yang 0 0 0 35 3 38
digunakan untuk
tindakan splinting
lengkap
2 Peralatan yang 0 0 0 29 9 38
digunakan untuk
tindakan splinting
bersih
3 Ruang periksa bersih 0 0 0 22 16 38
4 Kursi gigi bersih 0 0 1 18 19 38
5 Dokter gigi muda 0 0 1 28 9 38
berpenampilan
bersih dan rapi
Total 0 0 2 132 56 190
Persentase 0% 0% 1,06% 69,47% 29,47% 100%
Tabel 7 menunjukkan hasil persentase kepuasan pasien pada dimensi

tangibility mayoritas pasien puas sebanyak 132 orang dengan persentase

69,74% dan minoritas pasien sangat tidak puas dan tidak puas sebanyak 0

orang dengan persentase 0%.

Tabel 8. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Dimensi Responsiveness
Pernyataan Responden
No
Jaminan Sangat Tidak Kurang Puas Sangat Jumlah
(responsiveness) Tidak Puas Puas Puas
Puas
6 Dokter gigi muda 0 0 1 29 8 38
cepat saat mengatasi
keluhan yang saya
alami
7 Dalam melakukan 0 0 10 24 4 38
tindakan splinting
tidak terlalu lama
8 Dokter gigi muda 0 0 1 22 15 38
melakukan tindakan
splinting dengan hati-
hati
Total 0 0 12 75 27 114
Persentase 0% 0% 10,53% 65,79% 23,68% 100%
38

Tabel 8 menunjukkan hasil persentase kepuasan pasien pada dimensi

responsiveness mayoritas pasien puas sebanyak 75 orang dengan persentase

65,79% dan minoritas pasien sangat tidak puas dan tidak puas sebanyak 0 orang

dengan persentase 0%.

Tabel 9. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting Berdasarkan


Dimensi Assurance
Pernyataan Responden
No
Jaminan Sangat Tidak Kurang Puas Sangat Jumlah
(assurance) Tidak Puas Puas Puas
Puas
9 Dokter gigi muda 0 0 6 27 5 38
terampil saat
menggunakan
peralatan untuk
perawatan
splinting
10 Perawatan 0 0 1 34 3 38
splinting yang
dilakukan oleh
dokter gigi muda
tidak menyakitkan
11 Saya merasa aman 0 0 1 35 2 38
dan percaya saat
dilakukan
perawatan
splinting oleh
dokter gigi muda
12 Sebelum 0 0 1 21 16 38
melakukan
tindakan splinting,
dokter gigi muda
menjelaskan
prosedur dan
tindakan apa saja
yang akan
dilakukan
Total 0 0 9 117 26 152
Persentase 0% 0% 5,93% 76,97% 17,10% 100%
Tabel 9 menunjukkan hasil persentase kepuasan pasien pada dimensi

assurance mayoritas pasien puas sebanyak 117 orang dengan persentase 76,97%

dan minoritas pasien kurang puas sebanyak 12 orang dengan persentase 10,53%.
39

Tabel 10. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Dimensi Reliability
Pernyataan Responden
No
Kehandalan Sangat Tidak Kurang Puas Sangat Jumlah
(reliability) Tidak Puas Puas Puas
Puas
13 Dokter gigi muda 1 0 0 20 17 38
melakukan tindakan
splinting sampai
selesai
14 Dokter gigi muda 0 0 1 22 15 38
melakukan tindakan
splinting dengan
serius
15 Saat mengunyah 0 9 9 20 0 38
makanan saya
merasakan sakit pada
gigi saya yang telah
dilakukan splinting
16 Bahan splinting yang 0 0 2 35 1 38
digunakan pada gigi
saya tampak natural
17 Sakit pada gigi saya 0 0 8 28 2 38
setelah dilakukan
tindakan splinting
sudah hilang
18 Rasa tidak nyaman 0 0 16 18 4 38
pada gigi saya setelah
dilakukan tindakan
splinting sudah hilang
19 Saya merasa nyaman 0 0 12 16 10 38
dengan keadaan gigi
saya setelah dilakukan
tindakan splinting
20 Gigi saya yang telah 0 5 10 22 1 38
dilakukan splinting
mudah dibersihkan
Total 1 14 58 181 50 304
Persentase 0,33% 4,60% 19,08% 59,54% 16,45% 100%
Tabel 10 menunjukkan hasil persentase kepuasan pasien pada dimensi

reliability mayoritas pasien puas sebanyak 181 orang dengan persentase 59,54%

dan minoritas pasien sangat tidak puas sebanyak 1 orang dengan persentase

0,33%.
40

Tabel 11. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Dimensi Emphaty
Pernyataan Responden
No
Empati Sangat Tidak Kurang Puas Sangat Jumlah
(emphaty) Tidak Puas Puas Puas
Puas
21 Dokter gigi muda 1 0 0 23 14 38
memberikan
perhatian penuh
terhadap keluhan saya
22 Dokter gigi muda 0 0 1 21 16 38
memahami keadaan
dan perasaan saya
saat dilakukan
tindakan splinting
23 Dokter gigi muda 0 0 1 18 19 38
melakukan tindakan
splinting tanpa
memandang status
sosial saya
24 Dokter gigi muda 0 0 0 15 23 38
bersikap sopan
kepada saya
25 Dokter gigi muda 0 0 0 13 25 38
menyapa dan
menyambut saya
dengan ramah
Total 1 0 2 90 97 190
Presentase 0,53% 0% 1,05% 47,37% 51,05% 100%
Tabel 11 menunjukkan hasil persentase kepuasan pasien pada dimensi

emphaty mayoritas pasien sangat puas sebanyak 97 orang dengan persentase

51,05% dan minoritas pasien tidak puas sebanyak 0 orang dengan persentase

0%.

Tabel 12. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Masing-Masing Dimensi
Persentase Kepuasan (%)
Dimensi Sangat Tidak Tidak Kurang Puas Sangat
Puas Puas Puas Puas
Tangibility 0 0 1,06 69,74 29,74
Responsiveness 0 0 10,53 65,79 23,68
Assurance 0 0 5,93 76,97 17,10
41

Reliability 0,33 4,60 19,08 59,54 16,45


Emphaty 0,53 0 1,05 47,37 51,05
Tabel 12 menunjukkan kepuasan pasien pada pelayanan tindakan

splinting berdasarkan masing-masing dimensi, jumlah persentase terbanyak

adalah yang menyatakan puas pada dimensi assurance dengan persentase

76,97%.

Tabel 13. Kepuasan Pasien Terhadap Tindakan Perawatan Splinting


Berdasarkan Total Keseluruhan Dimensi
Sangat Tidak Kurang Puas Sangat Total
Dimensi Tidak Puas Puas Puas
Puas
Tangibility 0 0 2 132 56 190
Responsiveness 0 0 12 75 27 114
Assurance 0 0 9 117 26 152
Reliability 1 14 58 181 50 304
Emphaty 1 0 2 90 97 190
Total 2 14 83 595 256 950
Persentase 0,21% 1,47% 8,74% 62,63% 26,95% 100%
Tabel 13 menunjukkan kepuasan pasien pada pelayanan tindakan

splinting berdasarkan pada keseluruhan dimensi, jumlah persentase

terbanyak adalah yang menyatakan puas dengan persentase 62,63% dan

yang paling sedikit adalah yang menyatakan sangat tidak puas dengan

persentase 0,21%.

B. Pembahasan

1. Deskripsi Karakteristik Responden Pasien

Berdasarkan dari hasil penelitian, didapatkan bahwa pasien

kelompok umur 46-65 tahun dengan persentase 50% adalah yang paling banyak

melakukan splinting periodontal gigi di RSGMP UMY. Kelompok umur 46-65

tahun termasuk usia dewasa, dimana pada kelompok umur tersebut merupakan
42

keadaan mereka memperhatikan kesehatannya agar dapat menjalankan aktivitas

dengan baik dan mempersiapkan diri pada usia tua. Hal tersebut sejalan dengan

penelitian yang dilakukan Anjaryani (2009) dimana usia dewasa merupakan usia

yang produktif, mereka ingin segera mendapatkan perawatan ketika sakit atau

merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Umur merupakan faktor yang sangat

berpengaruh terhadap permintaan pasien dalam pelayanan kesehatan preventif

dan kuratif pada perawatan kesehatan (Kiswaluyo, 2013).

Kelompok usia tua, yaitu kelompok umur >65 tahun memiliki

kecenderungan penurunan tingkat kesadaran dalam melakukan perawatan

kesehatan, termasuk dalam perawatan gigi. Kelompok usia ini mengalami

penurunan keinginan melakukan perawatan karena mereka menyadari bahwa

banyaknya organ yang sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga

menyebabkan rasa putus asa (Anjaryani, 2009).

Berdasarkan hasil penelitian dari tingkat kepuasan karakteristik jenis

kelamin didapatkan hasil bahwa responden terbanyak dalam melakukan

tindakan splinting periodontal adalah laki-laki dengan persentase 68,4%. Hal

ini sesuai dengan pernyataan Murhestriaso (2006) yang menyatakan bahwa jenis

kelamin laki-laki mempengaruhi tingkat kepuasan, laki-laki cenderung memiliki

penilaian yang lebih besar terhdap pelayanan keperawatan yang diberikan

sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan yang diterima.

Pasien yang mendapatkan tindakan splinting pada penelitian ini rata-rata

memiliki pendidikan terakhir tamatan sekolah menengah atas sebanyak 55,3%,


43

sedangkan yang mendapatkan tindakan splinting paling sedikit adalah tamatan

sekolah dasar, yaitu sebanyak 2,6%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mantra

(2003), bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah orang

tersebut untuk menerima informasi. Orang yang memiliki pendidikan tinggi

cenderung akan mendapat informasi baik dari orang lain maupun dari media massa.

Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang

didapat, termasuk juga pengetahuan tentang kesehatan. Penelitian yang dilakukan

oleh Wijayanti, dkk (2009) juga mengatakan bahwa tingkat pendidikan seseorang

berpengaruh terhadap kemampuan untuk menkritisi segala sesuatu, dimana

semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka orang tersebut semakin kritis.

Seseorang dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih kritis dalam

menentukan apakah pelayanan yang telah diberikan dapat memberikan rasa puas

atau tidak. Penulis menyimpulkan bahwa dengan berpendidikan tinggi, maka

wawasan pengetahuan seseorang semakin bertambah dan semakin menyadari

bahwa begitu penting kesehatan bagi kehidupan sehingga termotivasi untuk berobat

ke pusat-pusat pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian dari tingkat kepuasan karakteristik pekerjaan

didapatkan hasil bahwa responden terbanyak dalam melakukan tindakan splinting

periodontal adalah swasta dengan persentase 71,1 %. Menurut penulis, hal ini dapat

dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Hal ini sesuai dengan

penelitian yang dilakukan oleh Herwanda, dkk (2017) yang menyatakan bahwa

setiap individu memiliki motivasi yang berbeda-beda sesuai motivasi dan apa yang

dibutuhkannya. Motivasi individu yang beperkerjaan sebagai pegawai swasta untuk


44

melakukan tindakan splinting adalah berkaitan dengan rasa tidak nyaman

dikarenakan giginya yang goyah yang salah satunya dapat mengganggu

aktivitasnya dalam bekerja.

2. Deskripsi Kepuasan Pasien Berdasarkan Tiap Dimensi

Berdasarkan hasil penelitian, pada dimensi tangibility (bukti langsung)

didapatkan hasil yang terbanyak adalah puas yaitu sebesar 69,74%. Beberapa hal

yang berhubungan dengan kepuasan responden terhadap dimensi tangibility (bukti

langsung) adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan tindakan splinting

lengkap dan bersih, ruang periksa dan kursi gigi bersih, serta penampilan dokter

gigi muda yang bersih dan rapi. Bukti yang berkaitan dengan kepuasan responden

terhadap dimensi tangibility adalah menurut penelitian yang dilakukan oleh

Kartika, dkk (2013) bahwa kepercayaan pasien akan pelayanan kesehatan

berpengaruh terhadap kelengkapan alat-alat yang dimiliki. Bukti lainnya juga

sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Azhari (2013) yang mengatakan

bahwa faktor fasilitas seperti kerapihan, kenyamanan, kebersihan dari tempat

praktek atau klinik dokter gigi sangat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Hal

ini disebabkan karena pasien merasa puas terhadap fasilitas pelayanan di RSGMP

UMY sehingga mereka merasa nyaman untuk melakukan tindakan splinting di

tempat tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, pada dimensi responsiveness (daya tanggap)

didapatkan hasil yang terbanyak adalah puas yaitu sebesar 65,79%. Beberapa hal

yang berhubungan dengan kepuasan responden terhadap dimensi responsiveness


45

(daya tanggap) adalah kecepatan dokter gigi muda dalam mengatasi keluhan pasien,

dokter gigi dalam melakukan tindakan splinting tidak terlalu lama, dan dokter gigi

melakukan tindakan splinting dengan hati-hati. Menurut Muninjaya (2011)

mengatakan bahwa dimensi responsiveness berkaitan dengan petugas kesehatan

dalam memberikan suatu pelayanan yang tidak memerlukan waktu lama dan tidak

menimbulkan risiko yang lebih besar kepada pasien. Anderson, dkk (2007)

mengungkapkan bahwa lama waktu tunggu berkaitan dengan penurunan kepuasan

pasien dalam pelayanan kesehatan, karena waktu yang dihabiskan dengan dokter

merupakan suatu prediktor terkuat dari kepuasan pasien. Penelitian dari Stoop, dkk

(2005) juga mengungkapkan hal yang sama, menunjukkan bahwa data waktu

tunggu sebagai indikator kinerja organisasi dalam melakukan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, pada dimensi assurance (jaminan) didapatkan

hasil yang terbanyak adalah puas yaitu sebesar 76,97%. Beberapa hal yang

berhubungan dengan kepuasan responden terhadap dimensi assurance (jaminan)

adalah keterampilan dokter gigi muda saat menggunakan peralatan perawatan

splinting, perawatan splinting yang dilakukan tidak menyakitkan, pasien merasa

aman dan nyaman saat melakukan perawatan, serta dokter gigi muda menjelaskan

prosedur dan tindakan perawatan yang dilakukan. Dimensi assurance memiliki

peran yang penting dalam meningkatkan kepuasan perawatan dalam melakukan

perawatan secara pasti dan tanpa keragu-raguan yang dilakukan operator terhadap

pasien Kuntoro (2017). Menurut Abdullah dan Annas (2008), bahwa penilaian

pasien terhadap petugas kesehatan seperti dokter dan perawat sebagai penyedia

kesehatan jika dianggap mampu memberikan jaminan seperti memiliki


46

keterampilan dan cekatan dalam menggunakan alat, teliti dalam memberikan

perawatan, dan dapat menjelaskan tindakan medik yang akan dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian, pada dimensi reliability (kehandalan)

didapatkan hasil yang terbanyak adalah puas yaitu sebesar 59,54%. Beberapa hal

yang berhubungan dengan kepuasan responden terhadap dimensi reliability

(kehandalan) adalah dokter gigi muda melakukan tindakan splinting sampai selesai,

dokter gigi muda melakukan tindakan splinting dengan serius, pasien merasakan

sakit saat mengunyah makanan pada gigi yang telah di splinting, bahan splinting

yang digunakan tampak natural, sakit pada gigi yang telah di splinting hilang, rasa

tidak nyaman pada gigi yang telah di splinting hilang, pasien merasa nyaman pada

gigi yang telah di splinting, dan gigi yang telah dilakukan splinting mudah

dibersihkan. Rahayu dan S L (2013) mengungkapkan bahwa dimensi reliability

merupakan sikap yang tanggap dari dokter gigi muda (mahasiswa profesi) dan

upaya dari dokter gigi muda untuk melayani pasien secara akurat. Penelitian Annas

dan Abdullah (2008) menyatakan bahwa reliability petugas kesehatan merupakan

kemampuan dokter gigi dan perawat dalam melakukan tindakan guna memenuhi

kebutuhan pasien. Kepuasan pasien dalam bidang reliability pada penelitian ini

dapat ditunjukkan dari tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi muda dimana

sebagian besar memenuhi kebutuhan pasien dengan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan hasil penelitian, pada dimensi emphaty (empati) didapatkan

hasil yang terbanyak adalah sangat puas yaitu sebesar 51,05%. Beberapa hal yang

berhubungan dengan kepuasan responden terhadap dimensi emphaty (empati)


47

adalah perhatian penuh yang diberikan dokter gigi muda kepada pasien, dokter gigi

muda memahami keadaan dan perasaan pasien saat melakukan tindakan splinting,

dokter gigi muda melakukan tindakan splinting tanpa memandang status sosial

pasien, dokter gigi muda bersikap sopan kepada pasien, serta dokter gigi muda

menyapa dan menyambut pasien dengan ramah. Konsumen akan merasa nyaman

dan merasa dihargai dikarenakan sikap perhatian yang dimiliki oleh penyedia jasa,

Prana (2013). Hal ini sejalan dengan penelitian Bata, dkk (2013) bahwa perhatian

yang diberikan oleh petugas kesehatan mempunyai hubungan terhadap kepuasan

yang dirasakan oleh pasien.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian tentang Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien

Penderita Periodontitis Disertai Luksasi Gigi Pasca Tindakan Splinting di

RSGMP UMY, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap tindakan splinting di

RSGMP UMY ditinjau dari keseluruhan 5 dimensi adalah puas

dengan persentase 62,63%.

2. Dimensi yang memiliki tingkat kepuasan yang paling tinggi adalah

dimensi assurance (jaminan) dengan persentase 76,97%.

B. Saran

1. Bagi Peneliti

Pada saat melakukan penelitian, sebaiknya kriteria dalam

pengambilan suatu sampel sesuai dengan karakteristik intrinsik dan

ekstrinsiknya, hal ini dikarenakan agar penelitian dapat lebih valid.

2. Bagi Dokter Gigi Muda

Dokter gigi muda sebagai operator dalam menangani pasien

sebaiknya perlu melatih skill dan perlu lebih memberikan rasa

empati yang lebih lagi pada saat menangani pasien sehingga dapat

menimbulkan rasa kepuasan pasien.

3. Bagi Rumah Sakit

48
49

RSGMP UMY diharapkan mampu mempertahankan

kepuasan pasien dan mampu meningkatkan mutu pelayanan

kesehatan gigi dan mulut dengan memperhatikan 5 dimensi

pelayanan, yaitu tangibility (bukti langsung), responsiveness (daya

tanggap), assurance (jaminan), reliability (keandalan), dan emphaty

(empati).
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, B. dan Ghuloum, S. (2013). Gender Difference On Patients Satisfaction


And Expectation Towards Mental Health Care. Nigerian Journal of Clinical
Practice, 16, pp. 1-7.
Anderson RT, Samacho FT, dan Balkrishmam R. (2007). Willing to wait?: the
Influence of Patient wait time on satisfaction with primary care. BMC
Health Services Researches, 7;31.
Anjaryani, W. D. (2009). Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan
Perawat Di RSUD Tugurejo Semarang. Journal Nursing, I, 37.
Azhari, A. (2013). Tingkat Kepuasan Pasien Pasca Pencabutan Gigi di RSGMP
Kandea FKG UH Tahun 2013. Makassar: Skripsi Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas HAsanudin; 2013. H. 15-17.
Badan Litbang Kesehatan. (2001). Survei Kesehatan Nasional, Survei Kesehatan
Rumah Tangga (SKRT) Status Kesehatan Masyarakat Indonesia. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI
Bata, Y. W., Arifin, H. Muh. A., Darmawansyah. (2013). Hubungan Kualitas
Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Pengguna Askes Sosial
Pada Pelayanan Rawat Inap di RSUD Lakipadada Kabupaten Tana Toraja
Tahun 2013. Hal. 1-12
Bernal, G., Carvajal, Juan C., dan Munoz, Carlos A. (2002). A Review of The
Clinical Management of Mobile Teeth. The Journal of Contemporary
Dental Practice, 4(3): 1-11
Budiman dan Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuisioner. Jakarta: Salemba
Medika
Carranza, Fermin A., Klokkevold, Ferry R., Newman, Michael G., dan Takei,
Henry H. (2015). Carranza’s Clinical Periodontology, 12th Edition.
California: Elseiver
Chrysanthakopoulos, Nikolaos Andr. (2011). Reasons for Extraction of Permanent
Teeth in Greece: a five year follow-up study. International Dental Journal,
61: 19-24
Eley, B.M., dan Manson, J.D. (2010). Periodontics, 6th Edition. London: Elseiver
Embrik, I. S., Handayani, D., dan Nusyirwan, M. S. (2013). Magister Manajemen
Rumah Sakit, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Fedi, Peter F., Vernini, Arthur R., dan Gray, John L. (2012). Silabus Periodonti, 4th
Edition. Jakarta: EGC
Genco, R. J., dan William. R. C. (2010). Periodontal Disease and Overall Health:
A Clinician’s Guide, USA: Stephen M. Siegel
Gunadi, H.A., Margo, A., Burhan, L,K., Suryatenggara, F., Setiabudi, I. (1991).
Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan. Jilid I. Jakarta: Hipokrates
Herwanda, Novita, C. F., dan Berutu , M. P. (2017). Peran Motivasi Terhadap
Tingkat Kooperatif Pasien Yang Berkunjung Ke Rumah Sakit Gigi Dan
Mulut UNSYIAH. Journal Of Syiah Kuala Dentistry Society, 2, pp. 73-77.

50
51

Jin, L.J., Armitage, G.C., Klinge, B., Lang, N.P., Tonneti, M., dan Williams, R.C.
(2011). Global Oral Health Inequalities: Task Group-Periodontal Disease.
Adv Dent Res, 23(2): 221-226
Kartika, D. Y. dan Thinni, N R. (2013). Analisa Penilaian dan Persepsi Pasien
Terhadap Citra Rumah Sakit Gigi Dan Mulut “Pendidikan” FKG
Universitas Airlangga. Jurnal Administrasi Kesehatan Nasional, 1, pp. 200-
207
Kiswaluyo (2013). Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas (Studi Kasus Di
Puskesmas Sumbersari. 10, pp. 12-16
Kuntoro, W. dan Istiono, W. (2017). Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan
di Tempat Pendaftaran Psien Rawat Jalan Puskesmas Kretek Bantul
Yogyakarta. Jkesvo (Jurnal Kesehatan Vokasional. 2(1).
Mantra, I. B. (2003). Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Mariane, S., Opod, H. and Hutagalung, B. S. P. (2014). Gambaran Tingkat
Kepuasan Pasien Terhadap Perawatan Gigi Dan Mulut Di Puskesmas Bahu.
Jurnal e-Gigi (eG), 2.
Murhestriaso. (2006). Komunikasi Keperawatan. Graha Ilmu. Yogyakarta
Miller PD Jr. (2006). A classification of marginal tissue recession. Int J Perio Rest
Dent, 5(2): 9-13
Mitchell, L., Mitchell, D., dan McCaul, L. (2012). Handbook of Clinical Dentistry,
5th Edition. Jakarta: EGC
Muninjaya AAG. (2011). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. Jakarta: EGC,
hal. 12-6
Nield-Gehrig, J.S., dan Willmann, D.E. (2011). Foundations of Periodontics for the
Dental Hygienist. 3rd Edition. China: Wolters Kluwer
O’Dowd, LK., Durham, J., McCracken, Giles I., Preshaw Philip M. (2010).
Patients’ experience of the impact of periodontal disease. Journal of
Clinical Periodontology, 37: 334-339
Paddmanabhan, P. Preethe, Chandrasekaran S.C., Ramya, V., Manisundar. (2012).
Tooth Splinting Using Fiber Reinforced Composite & Metal – A
Comparison. Indian Journal of Multidisciplinary Dentistry, Vol. 2, Issue 4
Permenkes. (2004). Tentang Rumah Sakit Gigi Dan Mulut: Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1173/MENKES/PER/X/2004
Pohan IS. (2006). Jaminan mutu layanan kesehatan, dasar-dasar pengertian dan
penerapan. Jakarta: EGC, hal 12-3, 18-20
Rahayu, T. dan S L, T. (2013). Pengaruh Tangible, Reliability, Responsiveness,
Assurance, dan Emphaty Terhadap Konsumen (Survey Konsumen Rumah
di CV Satria Graha Gedongan Colomadu, Karanganyar). Jurnal Ekonomi
dan Kewirausahaan. III(2), p. 133.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Menteri Kesehatan Republik Indonesia
RSGMP UMY. (2018). Profil Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan UMY.
RSGMP UMY: Yogyakarta
Sembel, M., Opod, H., dan Hutagalung, B. S. P. (2014). Gambaran Tingkat
Kepuasan Pasien Terhadap Perawatan Gigi dan Mulut Di Puskesmas Bahu.
E-GIGI, 2(2).
52

Stoop AP, Vrangbaek K, Berg M. (2005). Theory and practice of waiting time data
as a performance indicator in health care: A case study from the
Netherlands. Health Policy, 73(1): 41-51.
Strassler HE., Brown C. (2001). Periodontal splinting with a thin high modulus
polyethylene ribbon. Compend Contin Educ. Den, 22: 610-20
Tezvergil A, Lassila LV, Vallittu PK. (2003). Strength of adhesive-bonded fiber
reinforced composites to enamel and dentin substrates. J Adhes Dent, 5:
301-311
Wijayanti, P. L., Sunarto dan Titik, K. (2009). Analisis Faktor Penetu Tingkat
Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Jurnal
Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia.
Yulia, M., Restuti, S., dan Noviasari, H. (2014). Analisi Tingkat Kepuasan Pasien
Atas Kualitas Pelayanan Poli Gigi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Arifin Achmad Pekanbaru. JOM FEKON, 1(2): 1-15
LAMPIRAN
54

Lampiran 1. Surat Keterangan Uji Lolos Etik


Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian di RSGMP UMY
Lampiran 3. Surat Pengantar Penelitian

Kepada Yth.
Bapak/ Ibu/ Saudara/i
Di Kota Yogyakarta

Dengan Hormat,
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama Peneliti : Riska Fitri Febriyanti
NIM : 20150340090
Institusi : Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta
Akan melaksanakan penelitian mengenai “Gambaran Tingkat Kepuasan
Pasien Penderita Periodontitis Disertai Luksasi Gigi Pasca Tindakan Splinting di
RSGMP UMY”. Penelitian ini akan dilaksankan untuk tujuan mengetahui
gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap hasil dari tindakan splinting yang
dilaksanakan di RSGMP UMY. Penelitian ini tidak berisiko terhadap responden
karena hanya dilakukan pengambilan data melalui kuisioner untuk responden yang
bersedia. Informasi ini terkait identitas responden bersifat rahasia dan tidak
disebarluaskan.
Dengan ini saya lampirkan surat pernyataan persetujuan penelitian. Besar
harapan peneliti agar Bapak/Ibu/Saudara/I berkenan untuk berpartisipasi dalam
penelitian ini.
Demikian surat permohonan ini saya sampaikan, atas perhatian dan
kerjasamanya saya ucapkan terimakasih.

Yogyakarta, 27 Januari 2019

Mengetahui, Hormat saya,


Pembimbing Penelitian Peneliti

drg. Hartanti, Sp.Perio Riska Fitri Febriyanti


NIK: 19671112201104173153

56
Lampiran 4. Surat Pernyataan Persetujuan Penelitian

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PENELITIAN


(INFORMED CONSENT)

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama :
Tempat/tanggal lahir :
Usia :
Alamat :

Pada penelitian ini responden akan diberikan pertanyaan dalam bentuk


kuisioner dan responden akan melakukan pengisian jawaban berdasarkan tingkat
kepuasan yang dirasakan oleh responden.

Saya sebagai responden mengerti akan jalannya penelitian dan bersedia


untuk menjadi responden penelitian mengenai “Gambaran Tingkat Kepuasan
Pasien Penderita Periodontitis Disertai Luksasi Gigi Pasca Tindakan Splinting di
RSGMP UMY”.

Demikian surat persetujuan penelitian ini saya buat dengan sebenar-


benarnya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Responden
Yogyakarta……….2019

( )

57
Lampiran 5. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excluded(
0 .0
a)
Total 30 100.0
a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.941 25

Lampiran 6. Hasil Uji Distribusi Frekuensi


Usia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 30 2 5.3 5.3 5.3
31 1 2.6 2.6 7.9
35 1 2.6 2.6 10.5
36 1 2.6 2.6 13.2
37 1 2.6 2.6 15.8
38 1 2.6 2.6 18.4
40 2 5.3 5.3 23.7
41 2 5.3 5.3 28.9
42 1 2.6 2.6 31.6
43 2 5.3 5.3 36.8
44 2 5.3 5.3 42.1
45 2 5.3 5.3 47.4
46 2 5.3 5.3 52.6
47 4 10.5 10.5 63.2
49 1 2.6 2.6 65.8
50 3 7.9 7.9 73.7
53 1 2.6 2.6 76.3
54 1 2.6 2.6 78.9
56 1 2.6 2.6 81.6
58 1 2.6 2.6 84.2
59 1 2.6 2.6 86.8
60 1 2.6 2.6 89.5
63 1 2.6 2.6 92.1
64 1 2.6 2.6 94.7

58
65 1 2.6 2.6 97.4
70 1 2.6 2.6 100.0
Total 38 100.0 100.0

Jenis_Kelamin

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Laki-laki 12 31.6 31.6 31.6
Perempuan 26 68.4 68.4 100.0
Total 38 100.0 100.0

Pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid S1 13 34.2 34.2 34.2
SMA 21 55.3 55.3 89.5
SMP 3 7.9 7.9 97.4
SD 1 2.6 2.6 100.0
Total 38 100.0 100.0

Pekerjaan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Swasta 27 71.1 71.1 71.1
Arsitek 1 2.6 2.6 73.7
Ibu Rumah Tangga 7 18.4 18.4 92.1
Pensiunan PNS Guru 1 2.6 2.6 94.7
Buruh 1 2.6 2.6 97.4
Sopir 1 2.6 2.6 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item1

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Puas 35 92.1 92.1 92.1
Sangat Puas 3 7.9 7.9 100.0
Total 38 100.0 100.0

59
Item2

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Puas 29 76.3 76.3 76.3
Sangat Puas 9 23.7 23.7 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item3

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 22 57.9 57.9 60.5
Sangat Puas 15 39.5 39.5 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item4

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 2 5.3 5.3 5.3
Puas 18 47.4 47.4 52.6
Sangat Puas 18 47.4 47.4 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item5

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 28 73.7 73.7 76.3
Sangat Puas 9 23.7 23.7 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item6

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 29 76.3 76.3 78.9
Sangat Puas 8 21.1 21.1 100.0
Total 38 100.0 100.0

60
Item7

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 10 26.3 26.3 26.3
Puas 24 63.2 63.2 89.5
Sangat Puas 4 10.5 10.5 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item8

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 22 57.9 57.9 60.5
Sangat Puas 15 39.5 39.5 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item9

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 6 15.8 15.8 15.8
Puas 27 71.1 71.1 86.8
Sangat Puas 5 13.2 13.2 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item10

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 34 89.5 89.5 92.1
Sangat Puas 3 7.9 7.9 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item11

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 35 92.1 92.1 94.7
Sangat Puas 2 5.3 5.3 100.0
Total 38 100.0 100.0

61
Item12

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 21 55.3 55.3 57.9
Sangat Puas 16 42.1 42.1 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item13

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Tidak Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 20 52.6 52.6 55.3
Sangat Puas 17 44.7 44.7 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item14

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Puas 1 2.6 2.6 2.6
Kurang Puas 1 2.6 2.6 5.3
Puas 21 55.3 55.3 60.5
Sangat Puas 15 39.5 39.5 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item15

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Puas 7 18.4 18.4 18.4
Kurang Puas 10 26.3 26.3 44.7
Puas 20 52.6 52.6 97.4
Sangat Puas 1 2.6 2.6 100.0
Total 38 100.0 100.0

62
Item16

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 2 5.3 5.3 5.3
Puas 34 89.5 89.5 94.7
Sangat Puas 2 5.3 5.3 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item17

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 8 21.1 21.1 21.1
Puas 28 73.7 73.7 94.7
Sangat Puas 2 5.3 5.3 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item18

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 16 42.1 42.1 42.1
Puas 19 50.0 50.0 92.1
Sangat Puas 3 7.9 7.9 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item19

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 11 28.9 28.9 28.9
Puas 18 47.4 47.4 76.3
Sangat Puas 9 23.7 23.7 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item20

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Puas 5 13.2 13.2 13.2
Kurang Puas 10 26.3 26.3 39.5
Puas 22 57.9 57.9 97.4
Sangat Puas 1 2.6 2.6 100.0
Total 38 100.0 100.0

63
Item21

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Tidak Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 23 60.5 60.5 63.2
Sangat Puas 14 36.8 36.8 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item22

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 21 55.3 55.3 57.9
Sangat Puas 16 42.1 42.1 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item23

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Kurang Puas 1 2.6 2.6 2.6
Puas 18 47.4 47.4 50.0
Sangat Puas 19 50.0 50.0 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item24

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 4 15 39.5 39.5 39.5
5 23 60.5 60.5 100.0
Total 38 100.0 100.0

Item25

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 4 13 34.2 34.2 34.2
5 25 65.8 65.8 100.0
Total 38 100.0 100.0

64
65