Anda di halaman 1dari 10

BERPIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS

A. Befikir kritis

1. Pengertian Berfikir
Arti kata dari berfikir memiliki makna fungsi dari akal fikiran yang berarti,
dengan adanya berfikir maka seseorang dapat memanfaatkan akal fikirnya untuk
bisa memahami apa saja kebenaran (hakikat) tentang segala sesuatunya.
Kebenaran (hakikat) yang sejati yakni Allah Swt. Jadi dengan adanya sebuah pola
fikir pada otak manusia maka manusia mengenal Allah dan dapat mendekatkan
dirinya kepada Nya. Oleh karena itu, berfikir yakni sebuah awal dari perjalanan
ibadah umat manusia yang tanpa-Nya maka ibadah tersebut tak bernilai, sehingga
apabila berkaitan dengan ibadah pastinya sudah terdapat ketentuan-ketentuan yang
telah terperinci dari sang Maha Pencipta Allah Swt.

2. Makna berpikir krtitis


berpikir kritis menurut Ennis (1962) : Berpikir kritis adalah berpikir secara
beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang
apa yang harus dipercayai atau dilakukan.
berpikir kritis menurut Walker (2006) :Berpikir kritis adalah suatu proses
intelektual dalam pembuatan konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis,
dan atau mengevaluasi berbagai informasi yang didapat dari hasil observasi,
pengalaman, refleksi, di mana hasil proses ini diguanakan sebagai dasar saat
mengambil tindakan.
berpikir kritis menurut Mertes (1991) :Berpikir kritis adalah sebuah proses
yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi
informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang
memandu keyakinan dan tindakan.
Jadi, berpikir kritis adalah suatu perilaku dan sikap yang pada dasarnya
berdasarkan dengan data serta fakta yang sah (valid) dan di barengi dengan
argumen (pendapat) yang akurat. Sebagai seorang warga negara yang berprinsip
demokrat harusnya dapat selalu bersikap dengan kritis, baik itu pada kenyataan
empiris dan supraempiris seperti berikut :

- Empiris
a. Realitas
b. Sosial
c. Budaya
d. Politik
- Supraempiris
a. Agama
b. Mitologi
c. Kepercayaan
Bersikap kritis harus juga ditujukan dan ditanamkan dalam diri sendiri sehingga
materi-materi berfikir secara kritis, bersikap secara demokratis dan sikap secara
kritis dalam diri sendiri itu pasti dibarengi dengan sikap secara kritis terhadap
pendapat-pendapat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Di dalam sikap
secara kritis ini tentu nya harus wajib di dukung dengan sikap tanggung jawab
dengan apa yang sedang di kritisi, oleh karena itu sikap secara kritis yang ada
pada suasana demokrasi wajib perlu untuk di berikan dukungan berdasarkan
kemampuan untuk bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara penuh
kedamaian. Suatu permasalahan yang berasal dari sebuah perbedaan pendapat
bisa berujung dengan konflik dan untuk itu harus di tekankan suatu penyelesaian
masalah yang dilakukan dengan penuh kedamaian dan bukan kekerasan.

3. Ayat Alquran yang terkait tentang Berpikir Kritis


Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat 190-191

Artinya: “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian


malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau
dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini
sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.
Di dalam ayat Al-Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat 190 diatas menjelaskan
sesungguhnya di dalam tatanan bumi dan langit beserta keindahan atas
perkiraan dan keajaiban ciptaan yang Maha Kuasa juga dalam silih berganti
nya antara siang dan malam dengan secara teratur yang terjadi sepanjang
tahun yang dapat dirasakan pengaruh nya langsung ke tubuh dan bagaimana
cara berfikir kita karena pengaruh dari dinginnya malam hari, panas matahari
serta bagaimana pengaruhnya terhadap dunia hewan dan tumbuhan adalah
sebuah tanda bukti yang memperlihatkan ke Esaan sang maha kuasa Allah Swt
terhadap ke-sempurnaan pengetahuan-Nya dan kekuasaan-Nya.

4. Asbabun nuzul
At-Tabari dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abas r.a.,bahwa orang-
orang Quraisy mendatangi kaum Yahudi dan bertanya,”Bukti-bukti kebenaran
apakah yang dibawa Musa kepadamu?” Dijawab, “Tongkatnya dan tangannya
yang putih bersinar bagi yang memandangnya”. Kemudian mereka mendatangi
kaum Nasrani dan menanyakan, “Bagaimana halnya dengan Isa?” Dijawab, “Isa
menyembuhkan mata yang buta sejak lahir dan penyakit sopak serta
menghidupkan orang yang sudah mati.” Selanjutnya mereka mendatangi
Rasulullah saw. dan berkata, “Mintalah dari Tuhanmu agar bukit safa itu jadi
emas untuk kami.” Maka Nabi berdoa, dan turunlah ayat ini (Q.S. Ali
'Imran/3:190-191), mengajak mereka memikirkan langit dan bumi tentang
kejadiannya, hal-hal yang menakjubkan di dalamnya, seperti bintang-bintang,
bulan,dan matahari serta peredarannya, laut, gunung-gunung, pohon-pohon, buah-
buahan, binatang-binatang, dan sebagainya.
5. Tajwid

 Ayat yang diberikan tanda garis warna merah mudah tajwidnya


adalah gunah musyadaddah
 Ayat yang diberikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah madthobi'i
 Ayat yang diberikan tanda garis warna abu - abu tajwidnya adalah alif lam
syamsiah
 Ayat yang diberikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah alif lam
qamaraiah
 Ayat yang diberikan tanda garis warna kuning tajwidnya adalah mad lin
 Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna kinung tajwidnya adalah mad
badal
 Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna biru tajwidnya adalah qalqalah
kubra
 Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah tajwidnya adalah lam
jalalah tafhim
 Ayat yang diberikan tanda lingkaran warna merah mudah tajwidnya
adalah idgham bigunah
 Ayat yang diberikan tanda garis warna oranye tajwidnya adalah idhar
safawi
 Ayat yang diberikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah qalqalah
sugra
 Ayat yang diberikan tanda garis warna merah tajwidnya adalah mad
iwad dengan syarat harus berhenti.
 Ayat yang diberikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah mad arid
lisukun

6. Tafsir/Penjelasan Ayat

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah minta izin untuk beribadah pada
suatu malam, kemudian bangunlah dan berwudu lalu salat. Saat salat beliau
menangis karena merenungkan ayat yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk
memuji Allah dan kembali menangis lagi hingga air matanya membasahi tanah.
Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi menangis ia bertanya,
“Wahai Rasulullah, kenapa Anda menangis, padahal Allah Swt. telah
mengampuni dosa-dosa Anda baik yang terdahulu maupun yang akan datang?”
Nabi menjawab, “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang bersyukur kepada
Allah Swt.?” dan bagaimana aku tidak menangis, pada malam ini Allah Swt. telah
menurunkan ayat kepadaku. Kemudian beliau berkata, “alangkah ruginya dan
celakanya orang-orang yang membaca ayat ini tetapi tidak merenungi
kandungannya.”
Memikirkan terciptanya siang dan malam serta silih bergantinya secara teratur,
menghasilkan perhitungan waktu bagi kehidupan manusia. Semua itu menjadi
tanda kebesaran Allah Swt. bagi orang-orang yang berakal sehat. Selanjutnya
mereka akan berkesimpulan bahwa tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang sia-sia,
karena semua ciptaan-Nya adalah inspirasi bagi orang berakal.
Pada ayat 191 Allah Swt. menjelaskan ciri khas orang yang berakal, yaitu
apabila memperhatikan sesuatu, selalu memperoleh manfaat dan terinspirasi oleh
tanda-tanda besaran Allah Swt. di alam ini. Ia selalu ingat Allah Swt. dalam segala
keadaan, baik waktu berdiri, duduk, maupun berbaring. Setiap waktunya diisi
untuk memikirkan keajaiban-keajaiban yang terdapat dalam ciptaan-Nya yang
menggambarkan kesempurnaan-Nya.
Penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam benar-benar
merupakan masalah yang sangat rumit dan kompleks, yang terus menerus menjadi
lahan penelitian manusia, sejak awal lahirnya peradaban. Banyak ayat yang
menantang manusia untuk meneliti alam raya ini, di antaranya adalah Q.S. al-
A’raf/7:54, yang menyebutkan bahwa penciptaan langit itu dalam enam masa.
Terkait dengan penciptaan langit dalam enam masa ini, banyak para ilmuwan
yang terinspirasi untuk membuktikan dalam penelitian-penelitian mereka. Salah
satunya adalah Dr. Ahmad Marconi, dalam bukunya Bagaimana Alam semesta
Diciptakan, Pendekatan al-Qur’an dan sains Modern (tahun 2003), sebagai
berikut:kata ayyam adalah bentuk jamak dari kata yaum. Kata yaum dalam arti
sehari-hari dipakai untuk menunjukkan terangnya siang, ditafsirkan sebagai
“masa”. Sedangkan “ayyam” bisa diartikan “beberapa hari”, bahkan dapat berarti
“waktu yang lama”. Abdullah Yusuf Ali, dalam The Holy Qur’an,Translation and
Commentary, 1934, menyetarakan kata ayyam dengan “age” atau “eon” (Inggris).
Sementara Abdu Suud menafsirkan kata ayyam dengan “peristiwa” atau “naubat”.
Kemudian diterjemahkan juga menjadi “tahap”, atau periode atau masa. Sehingga
kata sittati ayyam dalam ayat di atas berarti “enam masa”.

Secara ringkas, penjelasan “enam masa” dari Dr. Marconi adalah sebagai
berikut:
1. Masa Pertama, sejak peristiwa Dentuman Besar (Big Bang) sampai
terpisahnya Gaya Gravitasi dari Gaya Tunggal (Superforce).
2. Masa Kedua, masa terbentuknya inflasi jagad raya, namun belum jelas
bentuknya, dan disebut sebagai Cosmic Soup (Sup Kosmos).
3. Masa Ketiga, masa terbentuknya inti-inti atom di Jagad Raya ini.
4. Masa Keempat, elektron-elektron mulai terbentuk.
5. Masa Kelima, terbentuknya atom-atom yang stabil, memisahnya materi dan
radiasi, dan jagad raya terus mengembang.
6. Masa Keenam, jagad raya terus mengembang, hingga terbentuknya planet-
planet.
Demikian juga dengan silih bergantinya siang dan malam, merupakan fenomena
yang sangat kompleks. Fenomena ini melibatkan rotasi bumi, sambil mengelilingi
matahari dengan sumbu bumi miring. Dalam fenomena fisika, bumi berkitar
(precession) mengelilingi matahari. Gerakan miring tersebut memberi dampak musim
yang berbeda. Selain itu, rotasi bumi distabilkan oleh bulan yang mengelilingi bumi.
Subbahanallah. Semua saling terkait. Kompleksnya fenomena penciptaan langit dan
bumi serta silih bergantinya malam dan siang, tidak akan dapat dipahami dan
diungkap rahasianya kecuali oleh para ilmuwan yang tekun, tawadhu’, dan cerdas.
Mereka itulah para “ulul albab” yang dimaksud dalam ayat di atas. Jadi, berpikir
kritis dalam beberapa ayat tersebut adalah memikirkan dan melakukan tadabbur
semua ciptaan Allah Swt. sehingga kita sadar betapa Allah Swt. adalah Tuhan
Pencipta Yang Maha Agung, Maha Pengasih lagi Penyayang, dan mengantarkan kita
menjadi hamba-hamba yang bersyukur. Hamba yang bersyukur selalu beribadah
(ritual dan sosial) dengan ikhlas.

7. Perilaku yang mencerminkan perilaku berfikir krtis


1. Aktif bertanya untuk menambah engetahuan yang dimiliki.
2. Menganggapi serta memberikan masukan yang membangun erhadap sesuatu
dengan penuh pertimbangan
3. Mencermati, menganalisis dan mengambil kesimpulan terhadap fenoena yang
terjadi pada diri sendiri, atau lingkunan sekitarnya
4. Berani menegakkan kebenaran meskipun banyak halangan .
5. Optimis dan tidak mudah putus asa dalam menghadai masalah.
6. Berfikir menggunakan fakta dan realita yang ada bukan dengan sesuatu yang
belum terbukti adanya atau hoax.

8. Manfaat berpikir kritis

a. Melatih kreativitas

Berpikir kritis artinya kita membiasakan diri untuk berpikir secara rasional. Terbiasa
berpikir kritis dapat membantu kita untuk memecahkan berbagai macam problem
masalah dengan cara-cara yang unik serta kreatif. Jika di antara kita memiliki masalah,
maka kita tidak hanya berpedoman pada satu atau dua sumber saja, tetapi kita akan
memiliki banyak pilihan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

a. Mudah memahami orang lain


Hidup bersosialisasi dalam masyarakat membutuhkan banyak penyesuaian-
penyesuaian agar tercipta hubungan harmonis, keamanan serta kenyamanan. Untuk
itu, dibutuhkan kemampuan berpikir secara kritis agar otak lebih flesksibel dalam
memahami pendapat serta menerima gagasan-gagasan dari orang lain.

b. Menjadi pribadi yang disukai oleh banyak orang

Pribadi kritis umumnya memiliki kepribadian terbuka, hal ini menjadi keuntungan
saat terlibat dalam hubungan dengan orang lain. Contohnya, Anda lebih terbuka
menerima kritik serta saran dari orang lain, Anda mampu memberikan ide-ide kreatif
ketika menghadapi jalan buntu. Di dunia kerja kemampuan semacam ini sangat
disukai oleh pimpinan, sebab pribadi kritis tidak mudah dibujuk dan bisa diandalkan
saat menangani pekerjaan-pekerjaan penting.

c. Tidak mudah ditipu

Saat ini banyak kasus penipuan terjadi karena seseorang mudah percaya terhadap hal-
hal yang belum pasti kebenarannya. Hal ini harusnya bisa dihindari jika seseorang
terbiasa berpikir kritis dan tidak mudah percaya dengan apa yang ditawarkan
kepadanya. Kemampuan berpikir kritis melatih otak untuk berpikir secara rasional,
sehingga sebelum benar-benar percaya sebaiknya segala sesuatu diolah terlebih
dahulu apakah relevan atau tidak sumber-sumber kebenarannya. Berpikir kritis juga
membantu kita untuk lebih selektif dalam memahami informasi, sehingga kita tidak
mudah untuk dihasut oleh hal-hal sensitif seperti masalah agama, suku, ras dan antar
golongan.

d. Makin bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya dalam kehidupan ini

Jika kita terbiasa berpikir kritis, maka: Kesehatan, napas kehidupan, alam semesta,
binatang serta tumbuhan di sekitar kita, pekerjaan, tempat tinggal yang nyaman,
orangtua, pasangan hidup, pendidikan yang baik, anak-anak, hingga perangkat
elektronik yang kita miliki adalah hal-hal yang patut kita syukuri. Tuhan telah begitu
baik memberikan kepada kita berbagai macam karunia, sehingga kita tidak
semestinya mengerutu ketika menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.

B. Bersikap Demokratis
1. Makna bersikap demokratis
 Menurut KBBI, Demokrasi memiliki 2 arti, yaitu :
Demokrasi merupakan suatu bentuk atau sistem pemerintahan dimana seluruh
rakyatnya ikut serta dalam memerintah, yaitu melalui perantara wakil-wakil terpilih
mereka.
Demokrasi merupakan suatu gagasan atau pandangan hidup yang
mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlakuan yang sama bagi semua
warga negaranya.
 Menurut Hannry B. Mayo
Dalam demokrasi suatu kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh
wakil-wakil yang secara efektif diawasi oleh rakyat melalui berbagai macam
pemilihan yang dilakukan berdasarkan pada prinsip kesamaan politik serta
diselenggarakan dalam suasana dimana kebebasan politik terjadi.

Arti kata dari demokrasi memiliki dua (2) makna yakni secara dilihat dari :
 Etimologis (tinjauan)
Maksudnya adalah dengan secara etimologis, demokrasi berasal dari bahasa
Yunani dan terdiri atas kata :
 Demos yang berarti adalah rakyat
 Kratos/Cratein yang berarti adalah kekuasaan atau kedaulatan
Sehingga dapat dikatakan bahwa secara etimologis demokrasi adalah rakyat
yang memiliki kekuasaan tertinggi dengan kalimat "dari rakyat oleh rakyat dan
untuk rakyat".

 Terminologis (istilah)
Maksudnya adalah dengan secara terminologis, demokrasi adalah
sebuah bentuk dari mekanisme sistem pemerintahan pada negara yang sebagai
upaya dalam mewujudkan kedaulatan rakyat atau kekuasaan warga pada
negara atas negara yang untuk dijalankan dan dilaksanakan pemerintahan
negara itu sendiri.
Sehingga dengan demikian, konsep demokrasi yang ada pada dasar
hidup dalam masyarakat dan negara memiliki makna bahwa rakyat adalah
sosok yang memberikan ketentuan dalam masalah yang terjadi di dalam
kehidupannya, baik itu kebijakan kebijakan negara karena kebijakan itu yang
akan menentukan bagaimana kehidupan rakyat. Oleh karena itu, suatu negara
yang menganut sistem demokrasi ini adalah negara yang didirikan dan di
selenggarakan atas dasar kemauan dan kehendak serta keinginan rakyat
negara tersebut. Pada sudut pandang organisasi makna demokrasi yakni peng-
organisasian negara yang di jalankan dan dilakukan rakyat negara itu sendiri
berdasarkan persetujuan oleh rakyat karena kedaulatan tertinggi ada di tangan
rakyat. Di dalam agama khususnya agama Islam, tidak ada istilah demokrasi.
Ini di karenakan orang islam hanya mengenal yang namanya Al-hurriyah atau
kebebasan yang menjadi pilar utama dari demokrasi yang ada dan di warisi
sejak zaman nabi Muhammad Saw yang termasuk ada di dalamnya yakni:
 Kebebasan dalam memilih seorang pemimpin
 Syura atau mengelola negara dengan secara bersama-sama
 Kebebasan dalam memberikan kritik terhadap penguasa
 Bebas berpendapat

Di dalam basis empiriknya, ada perbedaan yang sangat mendasar pada demokrasi dan
agama. Di tinjau dari asal muasal, demokrasi itu awalnya dari pemikiran filosofis dari
manusia-manusia dan sedangkan agama itu berasal dari wahyu. Meskipun di dalam
basis empiriknya dikatakan berbeda, akan tetapi di dalam kaitan yang berbasis
dialektis agama bahwa agama dapat memberikan support atau dukungan yang positif
terhadap demokrasi itu dan demokrasi itu juga sendiri bisa memberikan sebuah
peluang untuk proses pen-dewasaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dengan adanya dukungan positif tersebut bukan berarti semua yang menurut
demokrasi selalu benar, Di dalam agama islam juga tercermin adanya demokrasi akan
tetapi tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan yang besar
kepada rakyat untuk menentukan dan menetapkan segala hal. Pada piagam yang di
munculkan oleh nabi besar Muhammad Saw di Madinah, itulah konsep awal
mengenai demokrasi pada Islam. Konsep demokrasi yakni :
 Dari rakyat
 Oleh rakyat
 Untuk rakyat
Dan kemudian melindungi semua apa yang menjadi kepentingan dari rakyat.
Sehingga dalam islam sebenar nya sudah identik dengan demokrasi, akan tetapi
demokrasi yang terdapat dalam islam sendiri mempunyai perbedaan dengan
demokrasi yang telah di cetuskan.
2. Ayat Alquran yang terkait tentang Bersikap Demokratis
Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat 159

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah swt-lah kamu berlaku lemah
lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan
ampunan bagi mereka, dan bermusyawarah lah dengan mereka dalam urusan itu, dan
apabila kamu telah membulatkan tekad maka berdakwahlah kepada Allah swt,
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.
Di dalam ayat Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 159 diatas menjelaskan tentang
tata cara dalam melakukan musyawarah. Ayat Qur'an Surah Ali 'Imran ini diturunkan
yakni sebagai sebuah teguran pada sikap sahabat-sahabat Rasulullah Saw yang sudah
sepakat atas keputusan musyawarah dengan menerapkan perang Uhud. Akan tetapi
mereka melanggar kesepakatan tersebut sehingga dari keputusan musyawarah dalam
perang Uhud tersebut, para kaum muslimin menjadi susah untuk mengalahkan
musuh-musuh.

3. Asbabun Nuzull
Sebab turunnya Q.S Ali-Imran ayat 159 disebutkan ketika kaum muslimin
mengalami kekalahanpada perang uhud yang diakibatkan terjadinya pelanggaran yang
dilakukan sebagian kaum muslimin, tetapi Nami Mhammad saw., tetap bersikap
lemah lembut dan tidak marah terhadap mereka yang melanggar, bahkan beliau
memaafkannya, dan memohonkan ampunan kepada Allah swt.
4. Tajwid

1. Yang di berikan tanda garis warna biru tajwidnya adalah madthobi'i


2. Yang di berikan tanda garis warna merah muda tajwidnya adalah idghom bigunah
3. Yang di berikan tanda garis warna hijau tajwidnya adalah ikhfa
4. Yang di berikan tanda garis warna ungu tajwidnya adalah mad lin
5. Yang di berikan tanda garis warna orangye tajwidnya adalah idhar
6. Yang di berikan tanda garis warna coklat tajwidnya adalah ali lam qomariah
7. Yang telah di berikan lingkaran berwarna biru tajwidnya adalah lamjalalah tafhim
8. Yang telah di berikan lingkaran berwarna merah muda tajwidnya adalah gunnah.

5. Tafsir dan Kandungan


Rasulallah menggunakan musyawarah untuk meminta nasihat berbagai
perkara kepada para sahabatnya, untuk menyenangkan hati dan supaya mereka aktif
dalam melaksanakan keputusan yang mereka peroleh. Sebagai contoh sebelum Perang
Badar, Pertempuran Uhud, ketika Perang Khandaq ( parit ) dan ketika menyerang
penyembah berhala di hari Hudaybiyyah serta pada hari Ifk yaitu tuduhan palsu
terhadap Ummul Mukminin Aisyah R.A berzina.
Kandungannya ada di buku paket hal 13-14

6. Hadits mengenai bersikap demokratis


( Di buku paket hal 14 )

a. Hadis pertama yang diriwayatkan imam Ibnu Majah

(‫َار أ َ َحد ُ ُك ْم أَخَاهُ فَ ْليُسر َعلَ ْي ِه )رواه ابن ماجه‬


َ ‫ِإذَا ا ْستَش‬

Apabila salah seorang kamu meminta bermusyawarah dengan saudaranya, maka penuhilah.
(HR. Ibnu Majah)

b. Hadis kedua yang diriwayatkan imam Thabari


َّ ‫َاو ُروا ْالفُقَ َهاء َو ْال َعا ِب ِديْنَ َوالَ تَجْ َعلُ ْونَهُ ِب َرأْي ٍ خَا‬
(‫ص ٍة )رواه الطبرانى‬ َ ‫تَش‬

Bermusyawarahlah kalian dengan para ahli (fikih) dan ahli ibadah, dan janganlah hanya
mengandalkan pendapat otak saja (HR. Ath-Thabrani)

c. Hadis ketiga yang diriwayatkan imam Ahmad


(‫اختَلَ ْفتُ ُك َما )رواه أحمد‬ ُ ‫ لَ ِو اجْ ت َ َم ْعت ُ َما فِ ْى َم‬:‫قال رسول هللا ص ّل هللا عليه و سلم ِِل بى بكر و عمر‬
ْ ‫ش ْو َرةٍ َما‬

Rasulullah SAW. berkata kepada Abu Bakar dan Umar, “Apabila kalian berdua sepakat
dalam musyawarah, maka aku tidak akan menyalahi kamu berdua

d. Hadis keempat yang diriwayatkan imam Tirmizi


‫س ْو ِل هللا صلّى هللا عليه و سلم‬ ُ ‫َما َرأَيْتُ أ َ َحدًا أ َ ْكث َ َر َم‬
ْ َ‫ش ْو َرةٍ ِال‬
ُ ‫ص َحابِ ِه ِم ْن َر‬

Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak musyawarah dengan
sahabatnya dibanding Rasulullah SAW. (HR. Tirmidzi)

7. Perilaku yang mencerminakan perilaku demokratis


1. Mendengarkan dengan baik ketika ada orang yang sedang berbicara,
2. Tidak memotong pembicaraan orang lain
3. Menyelesaikan suatu permasalahan dengan hati yang lembut
4. Tidak malu meminta maaf jika berbuat kesalahan
5. Mengedepankan musyawarah untuk kepentingan bersama
6. Berjiwa lemah lembut, ramah dan sopan kepada orang lain
7. Menjalankan hasl musyawarah yang telah ditetapkan bersama
8. Selalu berusaha, berdo’a dan bertawakal kepada Allah swt,. Atas segala usaha
yang dilakukan.

8. Manfaat bersikap demokratis


1. Melalui musyawarah, dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar kecintaan,
dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum
2. Sesungguhnya akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan nalarnya pun
berbeda-beda. Oleh karena itu, di antara mereka pasti mempunyai suatu kelebihan
pandangan dibanding yang lain (dan sebaliknya), sekalipun di kalangan para
pembesar.
3. Sesungguhnya pendapat-pendapat dalam musyawarah diuji keakuratannya.
Setelah itu, dipilihlah pendapat yang sesuai (baik dan benar)
4. Di dalam musyawarah, akan tampak bersatunya hati untuk mensukseskan suatu
upaya dan kesepakatan hati. Dalam hal itu, memang, sangat diperlukan untuk
suksesnya masalahnya masalah yang sedang dihadapi.

Anda mungkin juga menyukai