Anda di halaman 1dari 24

HIMPUNAN PSIKOLOGI

INDONESIA (HIMPSI)

M S Hidayatullah
mshidayatullah@unlam.ac.id
081952771696/081335638549
Tempat Kedudukan
 Himpsi Pusat berkedudukan di ibukota NKRI
 Himpsi Wilayah berkedudukan di ibukota propinsi
(syarat pendirian harus sekurang-kurangnya 10
psikolog dan/ ilmuwan psikologi
 Himpsi Wilayah dapat mendirikan Cabang sebagai
pengembangan tugas dan fungsinya
 Jika syarat pendirian belum mampu terpenuhi,
maka pada propinsi tersebut dapat dibentuk Unit
Kerja Wilayah
Asas dan Landasan
 Himpsi berasaskan Pancasila dan berlandaskan
UUD NRI Tahun 1945 beserta perubahan-
perubahannya serta tidak berafiliasi pada
organisasi politik tertentu
Visi, Misi, dan Tujuan
 Visi
Menjadi organisasi profesi Psikologi yang diakui secara nasional
maupun internasional dan berperan dalam meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat
 Misi
a. Memantapkan eksistensi Himpsi dalam lingkup nasional dan
internasional
b. Mengembangkan kualitas profesional psikolog dan ilmuwan
psikologi yang setara dengan standar kompetensi nasional
maupun internasional dengan berpegang teguh pada Kode Etik
Psikologi Indonesia
c. Membina dan mengembangkan Psikologi sebagai ilmu terapan,
selaras dengan realitas kemajemukan kehidupan masyarakat
Indonesia
 Tujuan
a. Mengupayakan diperolehnya pengakuan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
b. Mewadahi kerja sama, komunikasi dan informasi antar anggota maupun
organisasi profesi lain pada tingkat nasional, regional dan internasional
c. Memajukan dan mengembangkan psikologi baik sebagai ilmu
pengetahuan maupun terapannya secara profesional
d. Mewadahi pembinaan dan peningkatan kompetensi profesional anggota
e. Memberi perlindungan kepada anggota dan pengguna jasa dalam
menjalankan / menerima profesi dan keilmuan
f. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang standar layanan
psikologi
g. Melakukan pengawasan dan pembinaan guna menjaga kualitas kegiatan
profesi dan keilmuan
h. Menunjukan kepedulian sosial pada masyarakat dalam berbagai
masalah
Keanggotaan
 Anggota Biasa, terdiri dari Psikolog dan Ilmuwan
psikologi
 Anggota Luar Biasa, terdiri dari pemerhati
psikologi dan psikolog warga negara asing
 Anggota Kehormatan, terdiri dari individu-individu
yang diangkat karena jasa-jasanya yang luar
biasa dalam bidang ilmu dan praktik spesialisasi
psikologi atau memiliki kontribusi pada sistem
pendidikan psikologi
Hak dan Kewajiban
 Hak
1. Anggota Biasa :
a. Mendapat perlindungan dan pembelaan dalam melaksanakan tugas
keorganisasian dan/atau kegiatan profesi maupun kegiatan keilmuwan
sesuai dengan Kode Etik
b. Memperoleh pembinaan dan peningkatan kompetensi profesional
anggota
c. Memilih dan dipilih
d. Menyampaikan pendapat baik lisan atau tertulis kepada pengurus
e. Mengikuti semua kegiatan organisasi
2. Anggota Luar Biasa :
a. Mendapat perlindungan dan pembelaan dalam melaksanakan tugas
keorganisasian
b. Menyampaikan pendapat baik lisan atau tertulis kepada pengurus
c. Mengikuti semua kegiatan organisasi
3. Anggota Kehormatan :
a. Mendapat perlindungan dan pembelaan dalam
melaksanakan tugas keorganisasian
b. Menyampaikan pendapat baik lisan atau tertulis
kepada pengurus
c. Mengikuti semua kegiatan organisasi organisasi
 Kewajiban
1. Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa :
a. Menjunjung tinggi Kode Etik Psikologi
b. Setia kepada organisasi
c. Tunduk dan patuh kepada keputusan dan peraturan organisasi
d. Menjaga nama baik organisasi
e. Berpartisipasi dan mendukung kegiatan organisasi
f. Membayar uang pangkal
g. Melunasi iuran anggota tepat waktu
2. Anggota Kehormatan :
a. Menjunjung tinggi Kode Etik Psikologi
b. Setia kepada organisasi
c. Tunduk dan patuh kepada keputusan dan peraturan organisasi
d. Menjaga nama baik organisasi
e. Berpartisipasi dan mendukung kegiatan organisasi
Perangkat Penyelenggara Organisasi
 Pengurus Pusat : Penyelenggara organisasi tertinggi Himpsi
di tingkat pusat yang wilayah kerjanya meliputi NKRI
 Pengurus Wilayah : Penyelenggara organisasi di tingkat
wilayah yang lingkup kerjanya di tingkat propinsi
 Pengurus Asosiasi/Ikatan Minat Keilmuan dan/atau Praktik
Spesialisasi Psikologi : Penyelenggara organisasi yang
bertanggung jawab untuk pengembangan ilmu dan
kompetensi profesi psikologi
 Majelis Psikologi : Perangkat organisasi yang memberikan
pertimbangan etis, normatif dalam kaitan dengan profesi
psikologi sebagai ilmu maupun praktik psikologi, kepada
anggota maupun organisasi
ILMUWAN PSIKOLOGI DAN
PROFESI PSIKOLOG

M. S. Hidayatullah
mshidayatullah@unlam.ac.id
081952771696/081335638549
Tuntutan Peran Psikolog
 Analisis perilaku dapat dipenuhi melalui suatu
penelitian yang dilakukan oleh mereka yang
berlatar-belakang pendidikan sarjana psikologi
dan magister sains psikologi serta doktor
psikologi
 Kebutuhan masyarakat akan intervensi psikologi
yang lebih jauh terhadap individu maupun
kelompok individu hanya dapat dilakukan oleh
psikolog
Level Pendidikan Psikolog di Beberapa
Negara
 Hasil benchmarking beberapa anggota Himpsi dan
masyarakat akademis pendidikan Psikologi di
Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman,
Filipina, Cina dan Thailand, pendidikan psikolog
adalah pendidikan minimal levelnya adalah master.
Perkembangan Kurikulum Pendidikan
Tinggi Psikologi di Indonesia
 Pendidikan Tinggi Psikologi di Indonesia mulai muncul thn 1950 dan
disahkan 1959, dilekatkan pada fakultas berbeda-beda , yakni
kedokteran, kependidikan dan ilmu sosial
 Awal perkembangan lulusan psikologi bergelar : Drs/Dra dan
langsung psikolog, dengan kegiatan akademik 12-14 semester
 1980 : Diberlakukan model sks, sebanyak 160 +studi kasus =
Psikolog
 1994 : Pemisahan pendidikan sarjana psikologi dan pendidikan
profesi psikolog, yakni 144 sks mendapatkan S.Psi dan untuk
mendapatkan gelar psikolog harus melanjutkan 24 sks (1 tahun) =
S1 plus
 2000 : Pendidikan psikologi di Indonesia meliputi tingkat
pendidikan Sarjana Psikologi, Magister Profesi Psikologi (M.Psi.),
Magister Sains Psikologi, Magister Terapan Psikologi dan Doktor
Psikologi
Format Pendidikan Profesi Psikologi
Benchmarking di Amerika :
 Dari 54 divisi yang ada di The American Psychological Associaton

(APA) hanya ada 3 bidang yang mempersyaratkan sertifikat


praktik, yaitu: bidang psikologi klinis, psikologi pendidikan dan
psikologi industri-organisasi
 Model pendidikan profesi psikologi (psikolog) di AS harus
mencapai tingkat akademik (degree academics) S3
Benchmarking di Australia :
 Model pendidikan profesi psikologi (psikolog) di Australia harus

mencapai tingkat akademik (degree academics) S2 dengan gelar


akademik untuk yang pendidikan profesional M.Psych. (Master of
Psychology) dan untuk yang keilmuan gelar akademiknya Master
of Arts atau Master of Science.
Benchmarking di Belanda
 Tingkat akademik untuk psikolog setara dengan Master.
Kualifikasi Lulusan Program Profesi
Magister Psikologi
 Menguasai prinsip-prinsip psikodiagnostik dan
psikoterapi
 Mampu melakukan asesment psikologi dan
intervensi psikologis
 Mampu melakukan penelitian psikologi terapan
 Mentaati kode etik psikologi
Lingkup Kompetensi Lulusan Pendidikan
Profesi Magister Psikologi, meliputi :
1. Profesionalisme
2. Penguasaan Ilmu Pengetahuan Psikologi dan
Dasar2 Keilmuan Jenjang Magister
3. Asesmen Psikologi
4. Intervensi Psikologi
5. Manajemen Praktik
6. Penelitian Terapan (Aplikasi Ilmu)
TEORI ETIKA
M. S. Hidayatullah
Etika dan Etiket
 Etika berasal dari kata yunani Kuno "ethikos", berarti
"timbul dari kebiasaan" adalah sesuatu di mana dan
bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari
nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar
dan penilaian moral
 Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti
benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
 Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau
aturan lainnya yang mengatur hubungan antara
kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan
Etika Deskriptif
 Disebut juga etika komparatif
 Merupakan kajian tentang kepercayaan manusia
mengenai moralitas
 Mempelajari moralitas bagi individu2
tertentu,kebudayaan/subkultur tertentu,periode
sejarah tertentu,dst
Etika Normatif
 Tidak deskriptif melainkan preskriptif
(memerintahkan)
 Tidak menggambarkan melainkan menentukan
benar tidaknya tingkah laku atau anggapan moral
 Bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang
dipertanggungjawabkan dengan cara rasional dan
dapat digunakan dalam praktek
3 pendekatan dari etika normatif :
1. Teori kebajikan
2. Teori kewajiban
3. Teori konsekuensialis
 Utilitarianisme
 Etika altruisme
 Etika egoisme
Metaetika
• Hasil kajian dari etika deskriptif dengan etika normatif
• Menjelaskan tentang ciri-ciri serta istilah yang berkaitan
dengan dengan tindakan bermoral atau sebaliknya seperti
kebaikan, kejahatan, tanggung jawab dan kewajiban
• Mempertanyakan makna yang di kandung oleh istilah-istilah
kesusilaan yang dipakai untuk membuat tanggapan-
tanggapan kesusilaan
• Suatu bentuk analitik yang berkaitan dengan menganalisis
semua peraturan yang berkaitan dengan tingkah laku baik
dan jahat
• Kritikal yang berkaitan dengan mengkritik terhadapa apa-
apa yang telah di analisis
Etika Terapan
 Disiplin filsafat yang berusaha untuk menerapkan
teori-teori etika dalam situasi kehidupan sehari-hari