Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL


PERCOBAAN 1
PEMBUATAN SEDIAAN INFUS CIPROFLOXACIN

Disusun Oleh :
Silvia Dwi Yanti
NIM 33178K180

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH


KUNINGAN
PRODI D-III FARMASI
SEMESTER III A
2019
PEMBUATAN INFUS CIPROFLOXACIN
I. Tujuan
1. Mempelajari cara pembuatan larutan parenteral berupa sediaan
infus
2. Mempelajari cara evaluasi sediaan larutan parenteral berupa
sediaan infus

II. Pendahuluan
CiprofloxacinSiprofloksasin atau ciprofloxacin adalah antibiotik
untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri. Obat ini tersedia dalam
bentuk tablet, suntikan, dan tetes mata.
Obat ciprofloxacin mengandung bahan aktif ciprofloxacin Hcl
yang memiliki cara kerja menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh
karena itu, obat ini bukan digunakan untuk mengobati infeksi yang
disebabkan virus, seperti common cold (batuk pilek biasa) atau flu.
Beberapa jenis infeksi bakteri yang dapat diobati dengan ciprofloxacin
adalah infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, diare, infeksi
menular seksual, anthraks, serta infeksi lain di bagian kulit, tulang,
sendi, perut, dan mata.Merek dagang ciprofloxacin: Baquinor Forte,
Bufacipro, Ciprofloxacin Hcl, Quinobiotic, Tequinol, Ciproxin,
Phaproxin, Ciflos, Cylowam, Kifarox, Bimaflox, Bernoflox, Interflox,
Meflosin, Cifloxan.Apa Itu CiprofloxacinGolongan Obat
resepKategori Antibiotik jenis quinoloneManfaat Untuk
mengobati berbagai jenis infeksi bakteriDikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak berusia di atas 1 tahunKategori kehamilan
dan menyusui Kategori C:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek
samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita
hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang
diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Ciprofloxacin
terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan
menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.Bentuk obat Tablet,
kapsul, cairan infus, tetes mataPeringatan Sebelum Menggunakan
CiprofloxacinHarap berhati-hari dan beri tahu dokter jika sedang
menderita gangguan jantung, myasthenia gravis, hipokalemia,
gangguan tulang dan sendi, gangguan saraf, serta gangguan
mental.Beri tahu dokter jika memiliki riwayat diabetes, hipertensi,
kejang, cedera kepala, penyakit liver, dan penyakit
ginjal.Ciprofloxacin dapat menyebabkan pusing atau mengantuk.
Hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus penuh, seperti
mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.Beri tahu
dokter jika berencana melakukan vaksinasi. Ciprofloxacin dapat
menghambat efektivitas vaksin tertentu, terutama vaksin
tifoid.Penggunaan ciprofloxacin pada lansia sebaiknya dilakukan
secara hati-hati, karena meningkatkan risiko terjadinya gangguan
jantung dan kerusakan pembuluh darah.Hindari minuman yang
mengandung kafein selama mengonsumsi ciprofloxacin, karena dapat
menimbulkan efek samping jantung berdebar, sulit tidur, dan gangguan
kecemasan.Segera hubungi dokter jika terjadi reaksi alergi atau
overdosis setelah menggunakan ciprofloxacin.
Jika infeksi mata tergolong parah, 1-2 tetes, setiap 2 jam,
selama 2 hari. Selanjutnya, pemberian obat diteteskan 4 kali sehari.
Durasi maksimal pemberian obat adalah 21 hari.Anak-anak ≥1 tahun:
dosis yang digunakan sama dengan dosis dewasa.Cara Menggunakan
Ciprofloxacin dengan BenarPastikan Anda selalu menggunakan
ciprofloxacin sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau
anjuran dokter.
Ciprofloxacin tabletGunakan segelas air putih untuk menelan
kapsul dan tablet ciprofloxacin secara utuh. Jangan membelah,
menghancurkan, atau mengunyah kapsul atau tablet. Ciprofloxacin
sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mencegah sakit
maag.Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan
dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi ciprofloxacin pada
jam yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan
maksimal.Jika lupa mengonsumsi tablet atau kapsul ciprofloxacin,
disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu ingat, jika jeda
dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah
dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.Jangan berhenti
mengonsumsi ciprofloxacin tanpa seizin dokter, walau gejala yang
dialami telah membaik. Jika dilakukan, bakteri dapat kebal terhadap
pengobatan dan risiko kekambuhan infeksi akan meningkat.Simpanlah
ciprofloxacin pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk
menghindari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan
anak-anak.Ciprofloxacin tetes mataAda beberapa langkah yang perlu
diperhatikan sebelum menggunakan ciprofloxacin dalam bentuk tetes
mata, yaitu:Cuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan obat
tetes mata.Kocok botol tetes mata sebelum digunakan agar larutan
tercampur sempurna.Arahkan wajah menghadap ke atas, kemudian
tarik kelopak mata bagian bawah dengan jari tangan secara
perlahan.Arahkan obat tetes ke bagian mata, namun jangan sampai
menyentuh bola mata. Teteskan cairan obat dengan menekan botol
obat.Tutup mata selama 2-3 menit agar obat dapat menyebar ke
seluruh bagian mata. Jangan berkedip atau mengucek mata dengan
tangan.Berikan sedikit tekanan dan bersihkan cairan di sekitar mata
dengan tisu.Jika obat diberikan pada kedua mata, Anda dapat
melakukan langkah yang sama pada mata sebelahnya.Setelah selesai,
tutup kembali botol obat tetes mata ciprofloxacin dan cucilah tangan
hingga bersih.Jika Anda merasa kesulitan untuk meneteskan obat tetes
mata sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk meneteskan obat ke
mata Anda.Infus ciprofloxacinCiprofloxacin dalam bentuk suntik harus
dilakukan oleh dokter atau pekerja medis atas instruksi dokter. Selama
pemberian ciprofloxacin, dokter akan memantau pernapasan dan
tekanan darah pasien.Interaksi Ciprofloxacin dengan Obat LainBerikut
ini beberapa interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan
ciprofloxacin dengan obat lain:Meningkatnya risiko epilepsi dan
serangan jantung, jika digunakan dengan teofilin.Meningkatnya risiko
kejang, jika digunakan dengan obat antiinflamasi
nonsteroid.Meningkatnya risiko hipotensi, jika diberikan bersama
dengan obat penenang.Meningkatnya risiko gangguan jantung, jika
digunakan dengan obat antiaritmia, antibiotik makrolid, cisapride, dan
obat antipsikotik.Meningkatkanya efek samping ciprofloxacin, jika
digunakan dengan probenecid dan ciclosporin.Meningkatnya efek
samping methotrexate, clozapine, ropinirole, phenytoin, warfarin, dan
vitamin K.Efek Samping dan Bahaya CiprofloxacinCiprofloxacin
dapat menyebabkan efek samping yang bersifat ringan. Beberapa efek
samping yang dapat muncul akibat penggunaan ciprofloxacin
adalah:Sakit maagMual dan muntahDiareSakit kepalaSulit tidurVagina
terasa gatal atau keputihanCiprofloxacin juga dapat menyebabkan efek
samping lain, seperti sakit kepala hebat, mata dan kulit berwarna
kuning, sulit buang air kecil, muncul ruam kulit, sakit maag hebat, dan
jantung berdebar. Meski jarang terjadi, efek samping tersebut bersifat
serius dan perlu segera mendapatkan penanganan.Segera hentikan
konsumsi obat dan cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala
hipoglikemia, gangguan saraf, perubahan perilaku, dan reaksi alergi
obat, seperti pembengkakan di bagian wajah, lengan, atau tungkai,
serta sesak napas, setelah menggunakan ciprofloxacin

III. Tinjauan Pustaka


1. Formula yang diusulkan/Formula dasar
No Nama Bahan Jumlah Fungsi/alasan penambahan
bahan
1. Ciprofloxacin 0,5 Zat aktif
2. Asam Laktat 4,35 Zat eksipien, pengganti cairan
tubuh
3. Dextrose 2,5 Zat eksipien, pengisotonis
4. Acidum Hydrocloridum QS Zat eksipien, penyeimbang pH
5. Carbo Adsorben 0,05 Zat eksipien, menghilangkan
pirogen
6. Aqua Pro Injeksi Ad 50ml Pelarut

IV. Preformulasi Zat Aktif

Nama zat aktif Ciprofloxacin


BM 331, 346 gram/mol
Pemerian Serbuk kristal berwarna hampir putih atau kuning muda
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam
alkohol
V. Preformulasi Eksipien/Bahan Tambahan

1. Nama Zat : Asam Laktat (FI III 1979 hal.56

Pemerian Cairan kental; tidak berwarna atau agak kuning, tidak berbau
atau berbau lemah, tidak enak; larutan encer berasa asam
Kelarutan Mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) dan dalam eter
Kegunaan Zat eksipien, pengganti cairan tubuh
2. Nama zat : Dextrosum (FI IV 1995 hal.300)
Pemerian Hablur tidak berwarna, serbuk hablur atau serbuk granul
putih; tidak berbau; rasa manis
Kelarutan Mudah larut dalam air, sangant mudah larut dalam air dan
etanol mendidih
Kegunaan Zat eksipien, pengisotonis
3. Nama Zat : Acidum Hydrochloridum (FIIII 1979 hal.53)
Pemerian Cairan; tidak berwarna; berasap, bau merangsang, jika
diencerkan dengan dua bagian air, asap dan bau hilang
Kelarutan Larutan yang sangat encer masih bereaksi dengan asam, kuat
terhadap kertas lakmus
Kegunaan Zat eksipien, penyeimbang pH
4. Nama Zat : Carbo Adsorbens (FI IV 1995 hal.173)
Pemerian Serbuk halus, bebas dari butiran, hitam; tidak berbau; tidak
berasa
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol
Kegunaan Menghilangkan pirogen dalam sediaan
5. Nama Zat : Aqua Pro Injeksi (FI IV 1995 hal.112-113)
Pemerian Air untuk injeksi yang disterilisasi dan dikemas dengan cara
yang sesuai, tidak mengandung bahan antimikroba atau bahan
tambahan lainnya, cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau
Kelarutan Bercampur dengan banyak pelarut polar

VI. Sterilisasi
No Nama Alat Waktu Cara sterilisasi Paraf
Praktikan Pengawas
1. Kaca arloji Dalam oven 170oC 1
Jam
2. Batang pengaduk Dalam oven 170oC 1
Jam
3. Gelas kimia Dalam oven 170oC 1
Jam
4. Gelas kimia Dalam oven 170oC 1
Jam
5. Gelas ukur Dalam oven 170oC 1
Jam
6. Gelas ukur Dalam oven 170oC 1
Jam
7. Erlenmeyer Dalam oven 170oC 1
Jam
8. Erlenmeyer Dalam oven 170oC 1
Jam
9. Corong Dalam oven 170oC 1
Jam

VII. Perhitungan Tonisitas dan Osmolaritas


1. Tonisitas
Perhitungan
a. Asam laktat
∆TF 1% asam laktat = 0,239
∆TF NaCl = 0,52-0,239
= 0,281
Mencari NaCl

b. Dextrose
E : 0,16
E : Berat (gram) x E
E= 2,5 gram x 0,16
E= 0,4 gram
Karena dibuat 200ml maka
Jumlah NaCl yang harus ditambahkan : 1,8 - 0,4 - 0,486
= 0,914 gram

VIII. Wadah
No Nama Alat Cara Sterilisasi
1. Botol Infus Dalam oven 170oC selama 1 Jam
2. Karet tutup botol Direndam dengan alkohol 70%

IX. Formula Lengkap


R/ Ciprofloxacin 0.5
Asam Laktat 4,35
Dextrose 2,5
Acidum Hydrochloridum QS
Carbo Adsorben 0,05
Aqua Pro Injeksi ad 50ml

X. Penimbangan Bahan
Nama Bahan Satuan Dasar Vol. Produksi 4 Paraf
(51ml) vial/204ml
Praktikan Pegawas
Ciprofloxacin 0,51 2,04
Asam Laktat 0,88 3,52
Dextrose 2,55 10,2
Acidum QS QS
Hydrochloridum
Carbo Adsorben 0,051 0,204
Aqua Pro Injeksi Ad 51 ml Ad 204 ml

XI. Proses Pengolahan/cara Pembuatan


Kelas Ruang Pengolahan/Cara Pembuatan Paraf
Praktikan Pengawas
C Semua alat dan wadah di sterilisasi
dengan cara masing-masing
C Kalibrasi botol 50ml
C Timbang masing-masing bahan
C Buat air bebas pirogen dengan cara
mendidihkan air 250ml kedalam
beker glass, kemudian tambahkan
carbo adsorben sebagian kemuadian
saring dengan kertas saring
C Buat larutan asam laktat dengan
konsentrasi 1M sebanyak 100ml
C Larutkan ciprofloxacin dengan
sebagian API kocok ad larut
C Larutkan dextrose sedikit demi
sedikit dalam erlenmeyer ad larut,
kemudian saring
C Tambahkan sedikit asam laktat 3-5
tetes, kemudian cek pH nya
C Tambahkan NaOH 3-5 tetes agar pH
nya sesuai yaitu 4,3
C Panaskan kembali kemudian
tambahkan sebagian carbo adsorben
sedikit, lalu saring sebanyak 2x
penyaringan
C Cukupkan dengan API sampai 204ml
pada gelas beker
C Masukkan sediaan kedalam botol
infus sampai batas kalibrasi botol

XII. Data Pengamatan

No Batch : A151019 Tanggal : 15-10-2019


Disusun oleh : Tia Amalia Disetujui oleh : Herlinisngsih, S. Farm., apt

Kode Nama produk Volume Bentuk Kemasan Waktu pengolahan


produk produk
001 Infus 50 ml Larutan infus botol 15-10-19
Ciprofloxacin

XIII. Evaluasi
No Volume Sediaan Hasil
1. pH pH yang didapatkan dari larutan infus (4,3)
artinya memenuhi syarat yaitu pH yang
ditentukan 3,4-4,6
2. Kebocoran Tidak ada kebocoran
3. Pirogen/Partikulat Tidak terdapat partikulat/pirogen
4. Kejernihan Jernih. Kejernihan sama dengan air atau
pelarut yang digunakan

XIV. Pembahasan
Pada kali ini pmbuatan infus Ciprofloxacin yaitu zat yang aktif
terhadap bakteri gram negatif aerobik: Escherichia coli, Salmonella
spp., Shigella spp., Citrobacter spp., Klebsiella spp., Enterobacter spp.,
Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Serratia marcescens, Hafnia alvei,
Edwardsiella pm, Providencia spp., Morganella morganii, Vibrio spp.,
Yersinia spp., Haemophilus spp., Pseudomonas aeruginosa, Catarrhalis
Moraxella, Aeromonas spp., Pasteurella multocida, Plesiomonas
shigelloides, Campylobacter jejuni, Neisseria spp.; patogen
intraseluler: Legionella pneumophila, Brucella spp., Chlamydia
trachomatis, Listeria monocytogenes, Mycobacterium tuberculosis,
Mycobacterium kansasii, Mycobacterium avium-intracellulare; Bakteri
gram positif aerobik: Staphylococcus spp. (Staphylococcus aureus,
Staphylococcus haemolyticus, Staphylococcus pria, Staphylococcus
saprophyticus), Streptococcus spp. (Streptococcus pyogenes,
Streptococcus agalactiae). Kebanyakan staphylococci, Tahan
methicillin, tahan terhadap siprofloksasin.Obat C cukup
sensitif Streptococcus pneumoniae, Enterococcus faecalis.Obat
C tahan Spp Corynebacterium., Bacteroides fragilis, Pseudomonas
cepacia, Pseudomonas maltophilia, Ureaplasma urealyticum,
Clostridium difficile, Asteroid Nocardia. Obat melawan Treponema
pallidum jelas.
Penyerapan Setelah/dalam infus obat dengan dosis 200 mg
atau 400 mg Cmax dicapai melalui 60 dan m adalah 2.1 ug / ml 4.6 ug /
ml, masing-masing.
Distribusi Protein plasma mengikat – 20-40%. Vd – 2-3 l / kg.
Siprofloksasin juga didistribusikan dalam jaringan tubuh (dengan
pengecualian kain, kaya lemak, misalnya, jaringan saraf). Isi dari
antibiotik dalam jaringan di 2-12 kali lebih tinggi, dari dalam plasma.
Konsentrasi terapeutik yang dicapai di air liur, amandel, hati, kandung
empedu, empedu, usus, panggul perut dan kecil, rahim, air mani,
jaringan prostat, endometrium, saluran tuba dan ovarium, Ginjal dan
organ-organ kemih, Jaringan paru-paru, sekresi bronkial, tulang, otot,
kartilago artikular dan cairan sinovial, cairan peritoneal, kulit. Dalam
spinnomozgovu cairan menembus ke dalam jumlah kecil, mana
konsentrasinya di otak nevospalennyh kerang yang 6-10% dari yang
dalam serum, dan ketika meradang – 14-37%. Siprofloksasin juga
menembus cairan mata, sekresi bronkial, Plevra, Bryushyn, getah
bening, Plasenta. Konsentrasi siprofloksasin dalam neutrofil darah di
2-7 kali lebih tinggi, dari serum. Aktivitas siprofloksasin agak
berkurang pH asam.
Metabolisme Hal ini dimetabolisme di hati (15-30%) dengan
pembentukan metabolit aktif (dietiltsiprofloksatsin,
sulifotsiprofloksatsin, oksociprofloksacin, formylciprofloxacin).
Deduksi Ketika di/dengan pengenalan t1/2 – 5-6 tidak. Menulis
terutama ginjal dengan menyaring tubular dan tidak berubah kanalzeva
secreta (di / dalam pendahuluan – 50-70%) dan sebagai metabolit (di /
dalam pendahuluan – 10%), sisanya – melalui darah. Setelah
on/konsentrasi dalam urin selama pertama 2 h setelah pengenalan
hampir 100 kali lebih, dari serum, itu jauh lebih unggul IPC untuk
sebagian besar agen-agen penyebab infeksi saluran kemih.Klirens
ginjal – 3-5 ml / menit / kg; Total izin – 8-10 ml / menit / kg.
Farmakokinetik dalam situasi klinis khusus Pada gagal ginjal
kronis (CC>20 ml / menit) persentase ditampilkan melalui ginjal obat
berkurang, Tapi penumpukan dalam tubuh tidak karena peningkatan
metabolisme obat dan ekskresi melalui pencernaan kompensasi. T1/2 di
gagal ginjal kronis meningkat menjadi 12 tidak
Penyakit menular-inflamasi, disebabkan čuvstvitel′nymti
mikroorganisme:
-saluran pernapasan;
-telinga, hidung dan tenggorokan;
-Ginjal dan saluran kemih;

-alat kelamin (termasuk. kencing nanah, prostatitis);

-Ginekologi (termasuk. adnexitis) dan infeksi puerperal;

-sistem pencernaan (termasuk. lisan, gigi, jepit);

Dosis Obat harus dalam dan dalam infus untuk 30 m (dosis


200 mg) dan 60 m (dosis 400 mg). Solusi untuk infus dapat
dikombinasikan dengan 0.9% larutan natrium klorida, Ringer, 5% dan
10% dekstrosa (Glukosa), 10% solusi fruktosa, larutan, mengandung
5% larutan dekstrosa dengan 0.225% atau 0.45% larutan natrium
klorida. Dosis antibiotik tergantung pada keparahan penyakit, jenis
infeksi, kondisi tubuh, usia, berat badan dan ginjal pasien. Dosis
tunggal 200 mg, pada infeksi berat – 400 mg. Keragaman – 2 kali /
hari; jangka waktu pengobatan – 1-2 minggu, Jika diperlukan, dapat
meningkatkan pengobatan

Efek Samping

Dari sistem pencernaan: mual, diare, muntah, sakit perut, perut


kembung, anoreksia, ikterus kolestatik (terutama pada pasien dengan
riwayat penyakit hati), hepatitis, gepatonekroz.
Dari sistem saraf pusat dan perifer: pusing, sakit kepala, kelelahan,
kegelisahan, gempa, insomnia, “mimpi buruk” mimpi, paralgeziya
perifer (perasaan anomali persepsi nyeri), Berkeringat, hipertensi
intrakranial, kegelisahan, kebingungan, depresi, halusinasi, manifestasi
psikotik reaksi (Kadang-kadang progresif Serikat, di mana pasien
dapat merugikan diri), migrain, pingsan, tserebralnыh trombosis arteri.

Dari indra: gangguan rasa dan bau, penglihatan kabur (diplopia,


perubahan warna), kebisingan di telinga, gangguan pendengaran.

Sistem kardiovaskular: takikardia, irama jantung yang abnormal,


penurunan tekanan darah, aliran darah ke wajah.

Dari sistem hematopoietik: leukopenia, granulocytopenia, anemia,


trombositopenia, leukositosis, trombositosis, anemia gemoliticheskaya.

Dari parameter laboratorium: gipoprotrombinemii, peningkatan


transaminase hati dan alkali fosfatase, giperkreatininemiя,
giperʙiliruʙinemija, giperglikemiâ.

Dari sistem kemih: hematuria, kristallurija (terutama dalam urin alkali


dan hypouresis), glomerulonefritis, dizurija, poliuria, retensi urin,
albuminuria, Uretra perdarahan, hematuria, Penurunan fungsi ginjal
azotvydelitelnoy, nefritis interstitial.

Pada bagian dari sistem muskuloskeletal: arthralgia, radang sendi,


tendinitis, tendon pecah, mialgia.

Reaksi alergi: gatal, gatal-gatal, bullation, disertai dengan pendarahan,


papula, membentuk scabs, obat demam, menentukan perdarahan
(petechiae), pembengkakan wajah atau tenggorokan, sesak napas,
eozinofilija, meningkatkan kepekaan cahaya, vaskulitis, Eritema
nodular, eksudatif eritema multiforme, Stevens-Johnson syndrome,
TEN (Sindrom Lyell).

Interaksi obat : Karena penurunan aktivitas proses oksidasi


mikrosomal di hepatosit, siprofloksasin meningkatkan konsentrasi dan
memperpanjang theofillina paruh dan xantinov lainnya (misalnya,
kafein), obat hipoglikemik oral, antikoagulan, mengurangi indeks
protrombin.Dalam aplikasi dengan NSAID (kecuali asam
asetilsalisilat) Hal ini meningkatkan risiko kejang.

Metoclopramide uskoryaet absorbtsiyu ciprofloxacin, mengurangi


waktu untuk mencapai konsentrasi maksimum terakhir.

Co-pemberian obat urikosurik menyebabkan eliminasi lebih lambat


(untuk 50%) dan meningkatkan konsentrasi plasma dari ciprofloxacin.
Dalam kombinasi dengan agen antimikroba lainnya (antibiotik beta-
laktam, aminoglikozidy, klindamiцin, metronidazol) biasanya diamati
sinergi. Oleh karena itu, siprofloksasin dapat berhasil digunakan dalam
kombinasi dengan infeksi azlocillinom dan ceftazidimom, вызванных
Pseudomonas spp.; dengan Mezlocillin, azlocillin dan antibiotik beta-
laktam lainnya – infeksi streptokokus saat; dengan
izoksazolpenicillinami dan vankomitinom – Infeksi ketika
staphylococcal; dengan metronidasol dan Klindamisin – di bawah
infeksi anaerob.

Siprofloksasin meningkatkan efek nefrotoksicescoe siklosporin, juga


telah ada peningkatan kreatinin serum, Oleh karena itu, pasien tersebut
memerlukan kontrol indikator ini 2 kali seminggu.

Sementara impor siprofloksasin melakukan kedekatan anti.

Interaksi farmasi :Infus larutan persiapan farmatsevticeski tidak


kompatibel dengan semua infus dan persiapan, itu psiko-kimia tidak
stabil dalam asam Rabu (pH larutan infus siprofloksasin – 3.5-4.6).
Anda tidak dapat mencampur mortir untuk pada dan dalam
memperkenalkan solusi, memiliki pH lebih dari 7.

Cara pembuatannya yaitu :

Semua alat dan wadah di sterilisasi dengan cara masing-


masingKalibrasi botol 50ml,Timbang masing-masing bahan Buat air
bebas pirogen dengan cara mendidihkan air 250ml kedalam beker
glass, kemudian tambahkan carbo adsorben sebagian kemuadian saring
dengan kertas saring Buat larutan asam laktat dengan konsentrasi 1M
sebanyak 100ml Larutkan ciprofloxacin dengan sebagian API kocok ad
larut Larutkan dextrose sedikit demi sedikit dalam erlenmeyer ad larut,
kemudian saring Tambahkan sedikit asam laktat 3-5 tetes, kemudian
cek pH nya Tambahkan NaOH 3-5 tetes agar pH nya sesuai yaitu 4,3
Panaskan kembali kemudian tambahkan sebagian carbo adsorben
sedikit, lalu saring sebanyak 2x penyaringan Cukupkan dengan API
sampai 204ml pada gelas beker Masukkan sediaan kedalam botol infus
sampai batas kalibrasi botol

XV. Kesimpulan
Infus adalah adalah pemasukan suatu cairan atau obat ke
dalam tubuh melalui rute intravena dengan laju konstan selama periode
waktu tertentu. Infus dilakukan untuk seorang pasien yang
membutuhkan obat sangat cepat atau membutuhkan pemberian obat
secara pelan tetapi terus menerus.
infus Ciprofloksasin yaitu antibiotik golongan fluorokuinolon,
bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase pada
bakteri. Ciprofloksasin merupakan antibiotik untuk bakteri gram
positif dan negatif yang sensitif.

XVI. Daftar Pustaka


DepKes., 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Departemen
Kesehatan Republik Indonesia
DepKes., 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen
Kesehatan Republik Indonesia
Hadioetomo, R. S., 1985. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek.
Jakarta : PT. Gramedia
Lachman, Lieberman, Kanig., 1994. Teori dan Praktek Farmasi
Industri II. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
Lukas, Syamsuni, H.A., 2006. Ilmu Resep. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Priyambodo, B., 2007. Manajemen Farmasi Industri. Yogyakarta :
Global Pustaka Utama
Voight, R., 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta :
UGM Press

LAMPIRAN