Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS DAN

KESELAMATAN
No. Dokumen : 445/ /KAMPUS/2019

No. Revisi : 00
KAK
Tanggal Terbit : Oktober 2019

Halaman : 49

PUSKESMAS dr. Yuliarni, M.Kes


KAMPUS Nip.197004022002122002

DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG


PUSKESMAS KAMPUS
TAHUN 2019
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KAMPUS
Jln. Golf Blok G-5 Kampus Palembang
Alamat email : puskesmaskampus@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN
PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK)
PUSKESMAS KAMPUS

I. Pendahuluan
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari
sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan
upaya kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas mempunyai
karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan
dengan perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi dan bersinergi satu sama lain.
Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus
diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu, membuat
semakin kompleksnya permasalahan dalam Puskesmas. Puskesmas harus mampu
memberikan pelayanan pasien yang lebih aman. Termasuk di dalamnya asesmen risiko,
identifikasi, dan manajemen risiko terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden,
kemampuan untuk belajar dan menindaklanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk
mengurangi serta meminimalisir timbulnya risiko.

II. Latar Belakang


Program manajemen fasilitas dan keselamatan di Puskesmas ditujukan untuk
melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta
pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Upaya yang dimaksud meliputi pekerja
disektor fomal dan informal dan berlaku bagi setiap orang selain pekerja yang berada
dilingkungan tempat kerja. Berdasarkan Kepmenkes Nomor 128/MENKES/SK/II/2004
tentang kebijakan dasar puskesmas menyatakan bahwa puskesmas merupakan unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab dalam
menyelenggarakan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya termasuk upaya
kesehatan kerja dan Permenkes No. 52 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kesehatan
dan Keselamatan Kerja di lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka keberadaan fasilitas
pelayanan kesehatan harus mencukupi. Di samping ketersediaan fasilitas pelayanan
kesehatan yang cukup, kualitas lingkungan juga merupakan hal yang penting dalam
pencapaian derajat kesehatan.
Puskesmas sebagai tempat kerja harusmengupayakan kesehatan dan keselamatan
kerjapegawainya. Di sisi lain Puskesmas harus memenuhi persyaratanlokasi, bangunan,
prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan (Permenkes 75 Tahun
2014).
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) sebagai salah satu standar yang turut
dinilai dalam Akreditasi Puskesmas mempunyai kontribusi yang cukup menetukan status
akreditasi. Oleh karena itu Standar Manajeman Fasilitas dan Keselamatan (MFK) harus
diupayakan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

III. Tujuan
A. Tujuan umum
Terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif untuk pekerja,
aman dan sehat untuk pasien, pengunjung, masyarakat dan lingkungan sekitar
Puskesmas. Sehingga proses pelayanan di Puskesmas berjalan baik dan lancar.
B. Tujuan Khusus
a. Terwujudnya organisasi kerja yang menunjang tercapainya Manajemen
Fasilita dan Kesehatan (MFK) di Puskesmas.
b. Meningkatkan profesionalisme dalam hal Manajemen Fasilita dan
Kesehatan (MFK) untuk manajemen, pelaksana dan pendukung program.
c. Terpenuhi syarat-syarat Manajemen Fasilita dan Kesehatan (MFK) di setiap
unit kerja.
d. Terlindunginya pekerja dan mencegah terjadinya Penyakit Akibat Kerja
(PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK).
e. Terselenggaranya program Manajemen Fasilita dan Kesehatan (MFK)
secara optimal dan menyeluruh.
f. Peningkatan mutu, citra dan produktivitas Puskesmas

IV. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


NO Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Keselamatan dan Keamanan 1. Menyusun prosedur umum keselamatan dan keamanan
pasien, pengunjung, dan Karyawan dan sosialisasi ke
seluruh pegawai
2. Melakukan penilaian resiko (Risk Assesment) terhadap
bahaya (Hazards) dan resiko lingkungan kerja termasuk
saat masa renovasi dan rekonstruksi di lingkungan serta
melakukan monitoring dan pengendalian resiko terhadap
hazard termasuk penyediaan fasilitas, penyusunan
kebijakan dan prosedur terkait keselamatan pasien,
pengunjung, dan karyawan
3. Memberlakukan kartu pengunjung bagi setiap pengunjung
Puskesmas
4. Memberlakukan kartu identitas pegawai
5. Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi analisa
terhadap setiap kejadian berupa Kecelakaan Akibat Kerja
dan Penyakit Akibat Kerja serta tindak lanjutnya
2. Kesehatan dan Keselamatan 1. Puskesmas melakukan penerapan kewaspadaan standar
Pekerja
dalam semua kegiatan pelayanan
2. Petugas melakukan penerapan prinsip ergonomi;
3. Dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala;
4. Puskesmas melakukan pemberian imunisasi bagi SDM
Fasyankes yang berisiko
5. Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat
kerja;
3 Pengamanan Bahan dan 1. Melakukan identifikasi setiap lokasi, bahan dan limbah
Limbah Berbahaya
berbahaya (B3), serta mempunyai daftar terbaru bahan
berbahaya di Puskesmas.
2. Membuat rencana dan melaksanakan untuk penanganan,
penyimpanan dan penggunaan yang aman bahan bahan
limbah berbahaya.
3. Menyusun laporan dan investigasi setiap ada tumpahan
atau paparan dan insiden lainnya yang berkaitan dengan
bahan bahan dan limbah berbahaya.
4. Menyusun dan melaksanakan rencana penangganan
limbah berbahaya serta pembuangannya secara aman
sesuai dengan hukum yang berlaku.
5. Menyusun dan melaksanakan prosedur yang benar dalam
menggunakan alat perlindungan diri saat menangani
tumpahan atau paparan.
6. Mendokumentasikan persyaratan izin, lisensi atau
ketentuan staf yang diperbolehkan mengelola bahan dan
limbah berbahaya.
7. Menyusun dan menerapkan rencana untuk pemasangan
label pada bahan dan limbah berbahaya.
4 Kewaspadaan menghadapi 1. Pembuatan program kewaspadaan bencana yaitu
bencana
melakukan identifikasi kemungkinan bencana internal dan
eksternal, seperti keadaan darurat masyarakat, wabah,
bencana alam dan bencana lain.
2. Membuat rencana untuk penanganan kemungkinan
terjadinya kedaruratan bencana.
3. Melaksanakan ujicoba/ simulasi bencana di puskesmas
secara tahunan dan posttest tentang ujicoba tersebut.
4. Menjalin kerjasama lintas sektoral (PMI, Dinkes, Polisi,
Masyarakat, RS sekitar)
5 Penanggulangan Kebakaran 1. Monitoring Inspeksi listrik secara teratur
2. Membuat pedoman cara melakukan evakuasi/ jalan keluar
yang aman dari fasilitas jika terjadi kebakaran dan
kedaruratan, bukan kebakaran.
3. Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dengan
jumlah cukup sesuai dengan peraturan yang berlaku
4. Inspeksi peralatan pemadam secara berkala
5. Menyediakan sistem deteksi dini alarm kebakaran
6. Puskesmas melaksanakan uji coba sistem deteksi
kebakaran dan pemadaman kebakaran serta
pemeliharaannya, serta didokumentasikan.
7. Membuat program pelatihan untuk staf tentang
pengamanan kebakaran dan asap sekurang-kurangnya
setahun sekali.
8. Puskesmas membuat prosedur dan pelaksanaan serta
evaluasi untuk pelarangan merokok bagi pasien, keluarga,
pengunjung dan staf.
6 Pengelolaan Peralatan Medis 1. Melakukan inventarisasi peralatan medis
2. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan medis
3. Menyusun prosedur pemeliharaan peralatan medis
4. Melakukan pemeliharaan peralatan medis
5. Melakukan pengecekan peralatan medis secara rutin
6. Membuat dan melaksanakan prosedur penarikan atau
pemusnahan peralatan medis yang di tarik kembali oleh
pabrik atau suplier.
7. Menyusun penggunaan setiap produk dan peralatan yang
dalam proses penarikan kembali dengan peralatan lain
atau peralatan alternatif.
7 Manajemen Sistem Utilitas 1. Melakukan inventarisasi sarana peralatan umum
2. Menyusun jadwal pemeliharaan sarana peralatan umum
3. Menyusun prosedur pemeliharaan sarana peralatan umum
4. Melakukan pemeliharaan sarana peralatan umum
5. Melakukan pengecekana sarana peralatan umum secara
rutin
6. Melaksanakana tes fungsi untuk sarana peralatan umum
baru yang disaksikan bersama antara pihak
penjual/distributor dengan petugas dan pengguna, setelah
alat berfungsi sebagaimana mestinya maka pihak
distributor harus menempelkan stiker tes fungsi
7. Melaksanakan tes fungsi untuk sarana peralatan umum
yang telah diperbaiki
8. Melakukan perbaikan sarana peralatan umum
9. Melakukan penggantian sarana peralatan umum yang telah
discontinous seusai dengan kebijakan manajemen.
8 Pendidikan Staf 1. Membuat program dan jadwal pendidikan dari setiap
komponen yang tercantum dalam program K3 untuk
seluruh staf Puskesmas
2. Membuat program pelatihan untuk pengunjung,
pedagang/vendor, pekerja kontrak dan lainnya yang
diidentifikasi oleh Puskesmas
3. Membuat program pendidikan dan pelatihan bagi staf agar
staf dapat memahami, mengimplementasikan dalam hal
mengoperasikan dan memelihara alat medis serta
mengoperasikan sistem utilitas sesuai dengan
pekerjaannya.
4. Membuat program pelatihan dan tes bagi ketua K3 serta
anggotanya sesuai dengan uraian tugas dan hasil pelatihan
serta tes di dokumetasikan.
V. Cara Melaksanakan Kegiatan
NO KEGIATAN POKOK PELAKSANA PROGRAM LINTAS PROGRAM LINTAS SEKTOR KET
TERKAIT TERKAIT
1. Keselamatan dan Keamanan 1. Menyusun prosedur umum keselamatan dan - PPI - Lurah
keamanan pasien, pengunjung, dan Karyawan - Keselamatan Pasien - Babinkantibnas
- Promkes
dan sosialisasi ke seluruh pegawai
2. Melakukan penilaian resiko (Risk Assesment)
terhadap bahaya (Hazards) dan resiko
lingkungan kerja termasuk saat masa renovasi
dan rekonstruksi di lingkungan serta melakukan
monitoring dan pengendalian resiko terhadap
hazard termasuk penyediaan fasilitas,
penyusunan kebijakan dan prosedur terkait
keselamatan pasien, pengunjung, dan
karyawan
3. Memberlakukan kartu pengunjung bagi setiap
pengunjung Puskesmas
4. Memberlakukan kartu identitas pegawai
5. Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi
analisa terhadap setiap kejadian berupa
Kecelakaan Akibat Kerja dan Penyakit Akibat
Kerja serta tindak lanjutnya
2. Kesehatan dan Keselamatan Pekerja 1. Puskesmas melakukan penerapan - PPI - Lurah
kewaspadaan standar dalam semua kegiatan - Keselamatan Pasien - Kader
- Laboratorium
pelayanan
- Promkes
2. Petugas melakukan penerapan prinsip - Imunisasi
ergonomi;
3. Dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala;
4. Puskesmas melakukan pemberian imunisasi
bagi SDM Fasyankes yang berisiko
5. Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat
di tempat kerja;
3. Pengamanan Bahan dan Limbah Berbahaya 1. Melakukan identifikasi setiap lokasi, bahan dan - PPI
limbah berbahaya (B3), serta mempunyai daftar - Kesling
- Laboratorium
terbaru bahan berbahaya di Puskesmas.
2. Membuat rencana dan melaksanakan untuk
penanganan, penyimpanan dan penggunaan
yang aman bahan bahan limbah berbahaya.
3. Menyusun laporan dan investigasi setiap ada
tumpahan atau paparan dan insiden lainnya
yang berkaitan dengan bahan bahan dan
limbah berbahaya.
4. Menyusun dan melaksanakan rencana
penangganan limbah berbahaya serta
pembuangannya secara aman sesuai dengan
hukum yang berlaku.
5. Menyusun dan melaksanakan prosedur yang
benar dalam menggunakan alat perlindungan
diri saat menangani tumpahan atau paparan.
6. Mendokumentasikan persyaratan izin, lisensi
atau ketentuan staf yang diperbolehkan
mengelola bahan dan limbah berbahaya.
7. Menyusun dan menerapkan rencana untuk
pemasangan label pada bahan dan limbah
berbahaya.
4. Kewaspadaan menghadapi bencana 1. Pembuatan program kewaspadaan bencana - Promkes - PMI
- Semua unit - Pemadam
yaitu melakukan identifikasi kemungkinan
Kebakaran
bencana internal dan eksternal, seperti keadaan - RS sekitar
darurat masyarakat, wabah, bencana alam dan
bencana lain.
2. Membuat rencana untuk penanganan
kemungkinan terjadinya kedaruratan bencana.
3. Melaksanakan ujicoba/ simulasi bencana di
puskesmas secara tahunan dan posttest
tentang ujicoba tersebut.
4. Menjalin kerjasama lintas sektoral (PMI, Dinkes,
Polisi, Masyarakat, RS sekitar)
5. Penanggulangan Kebakaran 1. Monitoring Inspeksi listrik secara teratur - Sarana dan prasarana - Lurah
2. Membuat pedoman cara melakukan evakuasi/ - Keselamatan Pasien - Pemadam
- Promkes kebakaran
jalan keluar yang aman dari fasilitas jika terjadi
- PMI
kebakaran dan kedaruratan, bukan kebakaran.
3. Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR)
dengan jumlah cukup sesuai dengan peraturan
yang berlaku
4. Inspeksi peralatan pemadam secara berkala
5. Menyediakan sistem deteksi dini alarm
kebakaran
6. Puskesmas melaksanakan uji coba sistem
deteksi kebakaran dan pemadaman kebakaran
serta pemeliharaannya, serta
didokumentasikan.
7. Membuat program pelatihan untuk staf tentang
pengamanan kebakaran dan asap sekurang-
kurangnya setahun sekali.
8. Puskesmas membuat prosedur dan
pelaksanaan serta evaluasi untuk pelarangan
merokok bagi pasien, keluarga, pengunjung dan
staf.
6 Pengelolaan Peralatan Medis 1. Melakukan inventarisasi peralatan medis - Sarana, dan Prasarana - Dinkes
2. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan
medis
3. Menyusun prosedur pemeliharaan peralatan
medis
4. Melakukan pemeliharaan peralatan medis
5. Melakukan pengecekan peralatan medis secara
rutin
6. Membuat dan melaksanakan prosedur
penarikan atau pemusnahan peralatan medis
yang di tarik kembali oleh pabrik atau suplier.
7. Menyusun penggunaan setiap produk dan
peralatan yang dalam proses penarikan kembali
dengan peralatan lain atau peralatan alternatif.
7 Manajemen Sistem Utilitas 1. Melakukan inventarisasi sarana peralatan - Sarana dan Prasarana - Dinkes
umum
2. Menyusun jadwal pemeliharaan sarana
peralatan umum
3. Menyusun prosedur pemeliharaan sarana
peralatan umum
4. Melakukan pemeliharaan sarana peralatan
umum
5. Melakukan pengecekana sarana peralatan
umum secara rutin
6. Melaksanakana tes fungsi untuk sarana
peralatan umum baru yang disaksikan bersama
antara pihak penjual/distributor dengan petugas
dan pengguna, setelah alat berfungsi
sebagaimana mestinya maka pihak distributor
harus menempelkan stiker tes fungsi
7. Melaksanakan tes fungsi untuk sarana
peralatan umum yang telah diperbaiki
8. Melakukan perbaikan sarana peralatan umum
9. Melakukan penggantian sarana peralatan
umum yang telah discontinous seusai dengan
kebijakan manajemen.
8 Pendidikan Staf 1. Membuat program dan jadwal pendidikan dari - Promkes -
setiap komponen yang tercantum dalam - PPI
- Keselamatan Pasien
program K3 untuk seluruh staf Puskesmas
2. Membuat program pelatihan untuk pengunjung,
pedagang/vendor, pekerja kontrak dan lainnya
yang diidentifikasi oleh Puskesmas
3. Membuat program pendidikan dan pelatihan
bagi staf agar staf dapat memahami,
mengimplementasikan dalam hal
mengoperasikan dan memelihara alat medis
serta mengoperasikan sistem utilitas sesuai
dengan pekerjaannya.
4. Membuat program pelatihan dan tes bagi ketua
K3 serta anggotanya sesuai dengan uraian
tugas dan hasil pelatihan serta tes di
dokumetasikan.
VI. Sasaran Kegiatan
a. SDM Puskesmas Kampus memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
sekaligus mampu menerapkan Program K3.
b. Pasien dan Keluarga mendapatkan pelayanan yang memuaskan serta
keamanan dan keselamatannya terjamin.
c. Prosedur kerja berfokus pada kebutuhan dan keselamatan pasien.
d. Tidak ada kasus kecelakaan kerja dan kasus penyakit akibat kerja di
Puskesmas Kampus

VII. Jadwal Kegiatan


No Kegiatan 2020
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 Keselamatan dan x x x x x x x x x x x x
Keamanan
2 Kesehatan dan
Keselamatan
Pekerja
3 Pengamanan
Bahan dan
Limbah
Berbahaya
4 Kewaspadaan
menghadapi
bencana
5 Penanggulangan
Kebakaran
6 Pengelolaan
Peralatan Medis
7 Manajemen
Sistem Utilitas

VIII. Pencatatan dan Pelaporan


Kegiatan ini dilakukan pencatatan dan pelaporan setiap bulan, dikordinasikan
kepada kordinator UKM, wakil manajemen dan dilaporkan kepada Pimpinan Puskesmas
untuk dilakukan evaluasi.Laporan kegiatan setiap bulan akan disampaikan secara tertulis
ke Dinas Kesehatan Kota Palembang, setiap awal bulan sebelum tanggal 5 setiap
bulannya.
Sebagai bukti manajemen program yang terlaksana dengan baik, maka semua
tahapan pelaksanaan kegiatan harus didokumentasikan dengan baik.
Dokumentasi yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah:
 Kerangka acuan Program
 Kerangka acuan Kegiatan.
 Laporan kegiatan.
 Bukti pelaksanaan kegiatan
Pelaporan kegiatan ini dilakukan ketika telah selesai melakukan kegiatan. Laporan
dibuat oleh penanggungjawab program kemudian dilaporkan kepada kepala puskesmas.
IX. Sumber Dana
APBD Dinas Kesehatan kota Palembang tahun 2019

X. Penutup
Demikian kerangka acuan Kegiatan Pelayanan MARTABAK HAR Tahun 2019,
semoga dapat dilaksanakan sebagaiman amestinya.

Pimpinan Puskesmas Kampus Penanggung jawab


Program MFK

dr. Yuliarni, M. Kes dr. Diah Putri Wardani


NIP. 197004022002122002 NIP.199107262019022005
LAMPIRAN
1. Form Surat Tugas

2. Form Laporan Pelaksanaan Kegiatan

3. Form Surat Pemberitahuan ke Sasaran

4. Form Pencatatan dan Pelaporan

5. Form Monitoring

6. Form Kuesioner Umpan Balik


5. MONITORING PELAKSANAAN KEGIATAN

SKRINING PELAYANAN MFK

NO INDIKATOR PENILAIANN RENCANA PELAKSANAAN EVALUASI

1 KESESUAIAN WAKTU SESUAI

2 KESESUAIAN PETUGAS SESUAI

3 KESESUAIAN TEMPAT SESUAI

4 KESESUAIAN METODE SESUAI

KESESUAIAN
5 SESUAI
TEKHNOLOGI

6 KESESUAIAN SASARAN SESUAI

Mengetahui

Kepala Puskesmas
KORDINATOR UKM
Kampus

dr. Yuliarni, M.Kes Drg. Naning Ernawati


6. KUESIONER UMPAN BALIK MONITORING

TERHADAP PEMENUHAN HAK SASARAN

NO HAK SASARAN Ya Tidak

Apakah petugas menyampaikan pemberitahuan kepada


bapak ibu sebelum pelaksanaan kegiatan?

Apakah petugas melakukan kegiatan sesuai dengan


informasi yang disampaikan dalam pemberitahuan ?

Apakah petugas melakukan komunikasi dengan


sasaran terkait harapan dan kebutuhan bapak ibu ?

Apakah petugas dapat menyampaikan informasi


kesehatan yang bisa dipahami oleh bapak ibu ?

Apakah bapak ibu merasakan kegiatan ini bermanfaat


bagi bapak Ibu?

Nama:

Hp: