Anda di halaman 1dari 27

√ BARU V1

PERBAIKAN

Judul : Kualitas Hidup Pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas


Jumpandang Baru Kota Makassar.
Peneliti Utama : Nur hikmah
HP : 082349705470
Program Pendidikan/Instansi: Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email:agussalimbukhari@yahoo.com

FORMULIR PENGAJUAN ETIK PENELITIAN KESEHATAN


UNTUK SURVEI, EPIDEMIOLOGI ATAU SOSIAL BUDAYA

No. Registrasi Protokol :

(Diisi oleh Petugas Sekretariat KEPK)


1 Peneliti utama: (gelar, Nur hikmah, Universitas Hasanuddin
nama, instansi)
2 Judul Penelitian Kualitas Hidup Pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas
Jumpandang Baru Kota Makassar
3 Jenis Penelitian
√ bukan kerjasama

kerjasama nasional

kerjasama internasional
(lampirkan persetujuan etik dari negara
tersebut)

melibatkan peneliti asing (lampirkan


persetujuan dari
LIPI)
4. Tipe Proposal
√ Baru

Lanjutan

Perubahan

Perbaikan

Apabila Proposal perubahan dan lanjutan, sebutkan No. SP3


sebelumnya :

5. Sumber Dana Mahasiswa (Pribadi)


6. Total dana penelitian Rp. 2.138.000,-
7 Tempat penelitian Puskesmas Jumpandang Baru Makassar
8 Waktu penelitian Mulai April - Mei 2019

9. Kelengkapan Dokumen (beri tanda √ yang ada)


. √ Lima rangkap Formulir Pengajuan Etik Penelitian Kesehatan Untuk
Survei/Epidemiologi dan Sosial-Budaya
√ Dua rangkap Surat pengantar dari institusi ditanda-tangani oleh peneliti
√ Satu rangkap Proposal Asli yang sudah disetujui oleh pembimbing atau kepala
instansi dengan judul dalam bahasa Indonesia & Inggris.
√ Lima rangkap Ringkasan Proposal Penelitian dengan lampiran-lampirannya.
√ Lampiran 1. Naskah penjelasan untuk mendapatkan persetujuan dari subjek
penelitian (Informasi untuk subyek)
√ Lampiran 2. Formulir Persetujuan setelah Penjelasan
√ Lampiran 3. Susunan tim peneliti beserta keahliannya
√ Lampiran 4. Biodata lengkap peneliti utama (termasuk pengalaman penelitian)
√ Lampiran 5. Persetujuan Atasan yang Berwewenang
√ Lampiran 6. Deskripsi Penelitian
√ Lampiran 7. Alat dan Bahan yang Dipakai pada Penelitian
Lampiran 8. Surat Perjanjian Kerjasama antara Peneliti, Sponsor dan Institusi
Penelitian (untuk penelitian kerjasama)
Lampiran 9. Ethical Clearance dari Instansi lain (bila ada)
√ Lampiran 10. Formulir: Kuisioner, permintaan pemeriksaan
laboratorium/radiologi, hasil pemeriksaan laboratorium/radiologi
Lampiran 11. Case Report Form
Lampiran 12. Adverse Even Report Form
Lampiran 13. Investigator’s brochure (Bila diperlukan)
√ Lampiran 14. Rincian anggaran dan sumber dana
Lampiran 15. Lain-lain, yang dianggap perlu.

10. Deskripsi penelitian


Eksploratif /Deskriptif

a. Jenis dan desain
Penelitian Kuantitatif/Deduktif/

Case Control Cohort



CrossSectional

Eksperiment Eksperiment
Komunitas Masyarakat
Kualitatif/ Etnografis participatory

b. Macam sampel

individu masyarakat institusi
c. Jumlah sampel 1). Berdasarkan ya tidak
besarnya √
masalah
2). Berdasarkan √
jumlah kebutuhan ya tidak
minimal dalam
kegiatan :
- participant
observation
- indepth
interview
3). Berdasarkan
jumlah populasi √ ya tidak
(representative ness
of the samples)
d. Cara Penarikan sampel: 1). Probability :
acak sederhana

acak bertingkat

PPS

Klaster

2). Non Probability purposive samples

quota Samples

chunk Samples

Volunteer samples

Total Sampling

√ Accidental sampling

Primer Sekunder
e. Jenis data √

f. Cara pengumpulan data



. wawancara/Kuesioner

pemeriksaan fisik

pemeriksaan laboratorium /dan radiologis

penulusuran dokumen

g. Perkiraan waktu penelitian yang diperlukan untuk satu subjek:


15 (menit/ jam/ hari/minggu/bulan/tahun*)
* coret yang tidak perlu
11. Masalah etik yang mungkin akan dihadapi subjek
a. kerahasiaan data ya tidak

b. risiko penelitian
b.1. mengganggu kegiatan pelayanan ya tidak

kesehatan rutin
b.2. menimbulkan efek samping ya tidak

terhadap subjek
b.3. bertentangan dengan norma, ya tidak

adat istiadat setempat
b.4. timbulnya kerugian ekonomi, ya tidak

stigmatisasi dari subjek
c. Perangsangan untuk ikut serta
c.1. bertambahnya pengetahuan baru √ ya tidak

c.2. mendapatkan pelayanan √ ya tidak


kesehatan

d. Diberi Bila ya, diberikan dalam bentuk:

√ Ya Tidak √
kompensasi
Barang uang Asuransi
tunai

e. Mempengaruhi kompensasi secara berlebihan (coercion)


e.1. hubungan antara peneliti dan ada √
tidak
subyek
e.2. bila ada sebutkan jenis Dokter Guru-murid
pasien
hubungannya:
Majikan Lain-lain
-
pegawai
12. *PSP/informed consent :
a. PSP yang digunakan untuk √ Individu masyarakat
b. Bila penelitian menggunakan individu/ masyarakat, jelaskan bagaimana cara mengajak
subjek berpartisipasi dalam penelitian. Bila pemberitahuan dan kesediaan subjek bersifat
lisan, atau karena sesuatu hal subjek tidak dapat atau tidak perlu diminta persetujuan,
jelaskan alasan yang kuat dalam hal ini.

Peneliti memperkenalkan diri kepada subjek, kemudian menjelaskan tentang penelitian


yang akan dilakukan termasuk tujuan dan manfaat yang akan diperoleh oleh subjek bila ikut
serta dalam penelitian ini. Peneliti juga akan menjelaskan tentang risiko yang dapat
ditimbulkan selama ikut serta dalam penelitian ini serta kerahaasiaan informasi yang
diberikan oleh subjek, dan tidak adanya unsur paksaan untuk ikut serta dan subjek
mempunyai hak mengundurkan diri tanpa konsekuensi apapun.
Bila pemberitahuan dan kesediaan subjek bersifat lisan, atau karena sesuatu hal subjek
tidak dapat atau tidak perlu diminta persetujuan, maka persetujuan setelah dari responden
akan diberikan pada keluarga atau orang yang bertanggungjawab terhadap respoden.

13. Bila penelitian ini menggunakan orang sehat, jelaskan cara pemeriksaan kesehatannya.
Bila menggunakan orang sakit , jelaskan cara mendiagnosis dan nama dokter yang
bertanggung jawab.
14. Jelaskan jenis intervensi yang dilakukan; (penyuluhan, mass treatment, pelatihan, dll)

“tidak ada intervensi yang diberikan”


15. Jelaskan cara pencatatan selama penelitian, termasuk efek samping dan komplikasi yang
ada.

”tidak ada efek samping”.

* PSP = Persetujuan Setelah Penjelasan

Makassar, 22 Maret 2019


Peneliti Utama

(Nur hikmah)
RINGKASAN PROPOSAL

Judul Penelitian : Kualitas Hidup Pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas


Jumpandang Baru Kota Makassar
Peneliti Utama : Nur hikmah
No. telpon : 082349705470
Lokasi Penelitian/ Puskesmas Jumpandang Baru Makassar/ Klinik Voluntary
:
Bagian Counseling and Test (VCT)

Jenis Penelitian :
√ Riset

Pengajaran

Lain-lain

Jenis Proposal :
√ Baru

Perbaikan/Perubahan

Lanjutan

Bila Proyek perbaikan atau lanjutan, lampirkan persetujuan


sebelumnya .

Tanggal Mulai Penelitian : Mulai April hingga Mei 2019

Lama Penelitian : 1 Bulan

1. Nama-Nama, Titel, Kualifikasi dan Departmen/Bagian tempat kerja dari Peneliti


Utama, Assosiet dan pembantu peneliti:
Peneliti utama : Nur hikmah
Asosiet :-
Pembantu Peneliti : -

2. Apakah anda mencari sponsor dari luar? Ya √ Tidak

(Bila tidak, langsung ke nomer 3)


(Bila ya, sebutkan sponsor)

3. Jelaskan dengan singkat tetapi lengkap tentang tujuan, hipotesis, manfaat yang
jelas dari penelitian ini:

Tujuan Umum
Untuk menganalisis gambaran kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS di
Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar

Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi kualitas hidup pada domain fisik, psikologi, tingkat
kemandirian, hubungan sosial, lingkungan dan spiritual pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
b. Mengidentifikasi kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas
Jumpandang Baru

Manfaat Penelitian :
a. Bagi peneliti
Untuk menambah pengetahuan mengenai gambaran kualitas hidup pada
pasien HIV/AIDS serta dapat menjadi sarana untuk melatih berpikir secara
logis dan sistematis sehingga mampu menyelenggarakan suatu penelitian
berdasarkan metode yang baik dan benar.
b. Bagi institusi terkait
1) Hasil penelitian dapat dijadikan referensi dan evaluasi pada sistem
pelayanan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan memperhatikan aspek fisik,
psikologis, spiritual, sosial, lingkungan dan kemandirian pasien.
2) Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pendidikan di Fakultas
Keperawatan Universitas Hasanuddin pada proses pembelajaran
mahasiswa khususnya mata kuliah keperawatan HIV/AIDS dan
keperawatan paliatif terkait informasi bagaimana gambaran kualitas
hidup pasien dengan HIV/AIDS
c. Bagi mahasiswa
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk
penelitian selanjutnya sehingga dapat mengembangkan penelitian ini.

4. Jelaskan dengan singkat tetapi lengkap tentang latar belakang ilmiah dari penelitian
ini dan rencana penelitiannya. scientific background to the project and project plan.

Latar Belakang
HIV/AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan
tubuh manusia dengan penyebaran yang cepat dan angka kematian yang cukup
tinggi. Pada pasien HIV/AIDS sangat berkaitan dengan masalah yang
kompleks yaitu masalah pada fisik, psikiologis, spiritual, hubungan sosial dan
lingkungan yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penilaian kualitas
hidup dapat memberikan informasi/gambaran yang lengkap mengenai dampak
dari penyakit dan evaluasi perawatan/terapi pengobatan. World Health
Organization (WHO) mendefinisikan kualitas hidup merupakan persepsi
individu tentang posisi mereka pada konteks budaya dan sistem nilai dimana
mereka hidup yang berkaitan dengan tujuan, harapan, standar, dan
kekhawatiran mereka yang mencakup kesehatan fisik, keadaan psikologis,
spiritual, hubungan sosial dan lingkungan.
Kota Makassar merupakan kota di Sulawesi Selatan yang menduduki
peringkat pertama dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak menyusul Kota
Palopo dan Kabupaten Sidrap. Data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar
menunjukkan jumlah penderita HIV di Kota Makassar dari tahun 2015-2017
mengalami peningkatan sebanyak 64%. Hingga Juni 2018, dilaporkan jumlah
penderita baru penyakit HIV bertambah 354 orang.
Puskesmas Jumpandang Baru merupakan salah satu dari 6 fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan perawatan dan pengobatan pasien HIV/AIDS di
Kota Makassar, dengan jumlah pasien terbanyak kedua setelah RS Wahidin
Sudirohusodo. Total penderita dari tahun 2014-2018 tercatat sebanyak 882
orang dan yang meninggal karena HIV/AIDS sebanyak 51 orang. Jumlah
kumulatif pasien HIV/AIDS dengan akses obat antiretroviral (ARV) aktif
hanya 427 orang.
Penelitian kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS yang dilakukan Osei-
yeboh di Ghana (2015) menunjukkan 79,75% responden dengan kualitas hidup
baik dan domain spiritual merupakan komponen yang berdampak negatif pada
kualitas hidup pasien. Namun pada penelitian Karkashadze (2017) di Georgia
menunjukkan 67,3% mayoritas responden memiliki kualitas hidup buruk
dengan domain tertinggi adalah domain social. Penelitian Hardiansyah (2014)
tentang kualitas hidup ODHA di Kota Makassar menunjukkan dari total 6
domain mayoritas responden dengan kualitas hidup buruk (52,4%) dan domain
yang berpengaruh negatif pada kualitas hidup adalah domain psikologis
(Hardiansyah, Amiruddin, & Arsyad, 2014). Penelitian tentang kualitas hidup
pasien HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru telah ada namun lebih pada
analisis hubungan dan intervensi dengan jumlah sampel yang terbatas yaitu
bagaimana hubungan dukungan sosial dan pengaruh terapi murottal terhadap
kualitas hidup pasien HIV/AIDS
Berdasarkan uraian diatas, penulis ingin melakukan penelitian tentang
“Kualitas Hidup Pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
Kota Makassar “.

Rencana Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Klinik Voluntary Counseling and Test (VCT)
Puskesmas Jumpandang Baru dengan subjek penelitian adalah pasien HIV/AIDS
usia minimal 18 tahun yang sedang dalam perawatan/pengobatan di Puskesmas
Jumpandang Baru. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Mei 2019
dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner.

5. Apakah metode yang digunakan pada penelitian ini bisa dilakukan dengan simulasi
komputer atau dilakukan pada binatang percobaan?

Ya Tidak

6. Jelaskan dengan ringkas semua prosedur yang anda gunakan pada subyek
penelitian:
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif untuk melihat
gambaran kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
Kota Makassar.
Pemberian kuesioner langsung kepada semua sampel terpilih berdasarkan kriteria
inklusi dan kriteria ekslusi dengan teknik Accidental Sampling yaitu responden
dengan HIV/AIDS yang kebetulan ada atau tersedia di tempat penelitian dan sesuai
dengan konteks penelitian untuk menganalisis kualitas hidup.
7. Jelaskan kemungkinan bahaya, risiko atau efek samping pada subyek akibat
prosedur yang anda gunakan, serta kewaspadaan yang anda lakukan untuk
mencegah atau meminimalkan hal tersebut.
Penelitian ini tidak mempunyai risiko apapun terhadap responden.

8. Jelaskan hal-hal yang tidak enak atau yang mengganggu subyek tapi harus
dilakukan oleh subyek sehubungan dengan prosedur penelitian ini..
Tidak ada hal yang tidak enak/mengganggu subyek dalam penelitian ini

9. Tuliskan jumlah, jenis dan batasan usia subyek termasuk kontrol bila ada.
Pasien HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Jumpandang Baru Makassar yang
masuk dalam kriteria inklusi dan terpilih menjadi sampel dengan jumlah 245 orang
dengan usia minimal 18 tahun.

10. Sumber dan cara rekrutmen subyek penelitian :


Sampel penelitian ini adalah Pasien HIV/AIDS yang bersedia menjadi sampel di
wilayah kerja Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Sampel diambil dengan
teknik accidental sampling.

11. Apakah ada hubungan khusus antara subyek dengan orang yang merekrutnya?
Tidak ada hubungan

12. Kreteria inklusi, ekslusi dan kreteria pengunduran diri (bila penelitian memerlukan
waktu panjang)?

Kriteria inklusi dan eksklusi :


a. Kriteria inklusi
1) Pasien HIV dengan usia minimal 18 tahun
2) Bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent
3) Ada pada saat penelitian
4) Dapat berkomunikasi dengan baik dan mengerti bahasa Indonesia
5) Tidak buta huruf (dapat membaca dan menulis)
b. Kriteria ekslusi
1) Pasien tidak kooperatif dan dianggap dapat menghambat proses
penelitian
2) Pasien dengan kondisi kesehatan infeksi opportunistik yang parah
sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengkajian

13. Tuliskan secara rinci semua biaya penelitian yang diusulkan:


Lihat Lampiran
14. Apakah harus menggunakan manusia sebagai subyek penelitian?
√ Ya Tidak

15. Fasilitas apa yang anda sediakan untuk mengatasi bila terjadi adverse event
(bahaya/efek samping) akibat prosedur yang dilakukan?
Tidak ada fasilitas yang diberikan kepada responden karena hanya pengisian
kuesioner.

16. Bagaimana anda menjaga kerahasiaan informasi, baik selama penelitian maupun
setelah penelitian selesai?
Identitas responden dirahasiakan dengan tidak mencantumkan nama namun berupa
inisial

17. (a). Apakah digunakan bahan radioaktif? Ya √ Tidak

(b). Apakah pada penelitian ini digunakan tehnik DNA, toksin, mutagen, tetragon
atau karsinogen?

Ya √ Tidak

18. Apakah proposal ini dimintakan persetujuan etik dari lain-lain komite etik??

Ya √ Tidak
Bila Ya, ke komite etik mana saja:

Apakah sudah disetujui? Ya Tidak

Bila Ya, lampirkan kopi dari persetujuan tersebut..

19. Isu etik apakah yang mungkin terjadi pada pelaksanaan prosedur penelitian ini?
(sehubungan dengan jawaban anda pada No. 7 dan No. 15)
-
Jelaskan jawaban anda untuk hal tersebut!
Penelitian ini tidak mempunyai risiko terhadap responden, karena hanya pengisian
kuesioner.

CARA MEMPEROLEH INFORMED CONSENT


Harus dicatat bahwa naskah penjelasan untuk subyek dan formulir persetujuan
setelah penjelasan harus dilampirkan.

20. Siapa yang akan memberikan penjelasan kepada subyek atau walinya?
Orang yang akan memberikan penjelasan kepada responden adalah peneliti utama

21. Apakah ada hubungan khusus antara orang yang memberikan penjelasan tersebut
atau salah satu dari peneliti dengan subyek?
Tidak ada

22. Kapan penjelasan diberikan?


Sebelum pemberian kuesioner

23. Apakah persetujuan diberikan oleh subyek √ Ya Tidak

Bila tidak, jelaskan alasannya.

24. Siapa yang bertindak sebagai saksi?


Keluarga responden atau tenaga kesehatan Puskesmas Jumpandang Baru Makassar

PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, telah membaca dan mengerti tentang peraturan-
peraturan terbaru mengenai percobaan yang dilakukan pada manusia dan penjelasan-
penjelasan tambahan tehadap peraturan tersebut. Saya menyadari tanggung jawab yang
harus saya pikul dalam menjalankan semua langkah-langkah (prosedur) penelitian saya,
prinsip-prinsip dan lain-lain hal yang ditentukan oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, sehubungan dengan etika penelitian
menggunakan subyek manusia.

Makassar, 22 Maret 2019


Peneliti Utama

(Nur hikmah)
Lampiran 1

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email:agussalimbukhari@yahoo.com

Lembar Penjelasan Penelitian

Selamat pagi bapak/ibu, perkenalkan nama saya Nur hikmah mahasiswa Program
Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, saat ini sedang
melakukan penelitian skripsi dalam rangka menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan di
Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin dengan judul penelitian “Kualitas Hidup
Pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kualitas hidup pada
pasien HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru dan pengambilan data dengan
menggunakan kuesioner WHOQOL HIV-BREF dengan 31 pertanyaan. Sehubungan dengan
hal tersebut, saya mohon Bapak/Ibu/saudara(i) dapat meluangkan waktu sekitar 10-15 menit
untuk menjawab pertanyaan dengan jujur dan benar pada kuesioner. Jawaban dari
Bapak/Ibu/saudara(i) akan saya jamin kerahasiaanya dan hanya digunakan untuk kepentingan
penelitian. Setelah selesai maka data akan dimusnahkan oleh peneliti.
Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi Anda sebagai
responden maupun keluarga. Jika Anda tidak bersedia menjadi responden, maka tidak ada
ancaman bagi Anda maupun keluarga. Jika Anda bersedia menjadi responden, maka saya
mohon kesediaan untuk menandatangani lembar persetujuan yang saya lampirkan.

Penanggung jawab penelitian


Nama : Nur hikmah
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan III BTN Antara Blok C 14/3 Makassar
Telepon : 082349705470
Lampiran 2

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar.Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

Lembar Persetujuan Responden

Yang bertandatangan dibawah ini,


Nama (Inisial) :
Umur :
Alamat :

Dengan sesungguhnya menyatakan bahwa setelah mendapat penjelasan dan manfaat


penelitian yang berjudul :
“KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN HIV/AIDS DI PUSKESMAS
JUMPANDANG BARU KOTA MAKASSAR”,

Maka, saya setuju untuk diikutsertakan dalam penelitian ini dan bersedia mematuhi
ketentuan yang berlaku dalam penelitian ini. Apabila dalam penelitian, saya merasa
dirugikan, saya berhak membatalkan persetujuan ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran untuk digunakan sebagaimana
mestinya.

Makassar, ….. /…… /2019


Hormat saya,
Responden

(..................................)

Saksi 1 : (........................................................)

Saksi 2 : (........................................................)

Penanggung jawab penelitian


Nama : Nur hikmah
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan III BTN Antara Blok C 14/3 Makassar
Telepon : 082349705470
Lampiran 3

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

SUSUNAN TIM PENELITI

No NAMA KEDUDUKAN DLM PENELITIAN


1 Nur hikmah Peneliti Utama

2 Nurmaulid, S.Kep.Ns., M.Kep Pembimbing 1

3 Mulhaeriah, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Mat Pembimbing II


Lampiran 4

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858), email:
agussalimbukhari @ yahoo.com

BIODATA LENGKAP PENELITI

I. IDENTITAS DIRI KETUA


Nama Lengkap : Nur hikmah
Tempat/tanggal lahir : Palece, Tinambung 003 Oktober 1991
Jenis Kelamin : Perempuan
Staus : Menikah
Alamat rumah : Jl. Perintis Kemerdekaan III BTN Antara Blok C14, No.3
Alamat Institusi : Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, Sulawesi Selatan
No. HP/ email : 082349705470/hikmahnoer0310@yahoo.com

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

No. Jenjang Pendidikan Institusi Tempat Tahun lulus


Polewali
1. SD SDN 039 Manding 2003
Mandar
Polewali
2. SMP SMP Negeri 3 Polewali 2006
Mandar
Polewali
3. SMA SMA Negeri 3 Polewali 2009
Mandar
Poltekkes Kemenkes
4. D III Mamuju 2012
Mamuju
Fakultas Keperawatan Penyusunan
5. S1 Makassar
Universitas Hasanuddin Tugas Akhir

Lampiran 6
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

DESKRIPSI PENELITIAN

A. LATAR BELAKANG
HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sel darah
putih atau sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS (Acquired Immuno
Deficiency Syndrome) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit akibat
penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. HIV positif belum
pasti AIDS karena AIDS harus menunjukkan satu atau lebih gejala infeksi opportunistik
akibat penurunan sistem kekebalan tubuh (Black & Hawks, 2014).
HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dan kekhawatiran di seluruh dunia, dan saat
ini tidak ada negara yang terbebas dari HIV dan AIDS. Secara global, epidemik HIV
sejak 2010 hingga 2017 mengalami peningkatan sekitar 14%. Data dari World Health
Organization (WHO) menunjukkan pada tahun 2017 terdapat 36,9 juta orang di berbagai
negara hidup dengan HIV dimana 4,9% diantaranya adalah anak-anak usia di bawah 15
tahun. Kasus terbanyak dilaporkan di Afrika sebanyak 69,7%, diikuti Amerika sebanyak
9,32%, Asia Timur dan Selatan sebanyak 9,5%, dan Eropa sebanyak 6,33% (WHO,
2018).
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus HIV di Indonesia dari tahun
2010 sampai 2017 mengalami peningkatan sebanyak 44%. Hingga Juni 2018, jumlah
kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sebanyak 301.959 jiwa sedangkan jumlah kasus
AIDS tercatat sebanyak 108.829 kasus dan paling banyak ditemukan pada kelompok
umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun. Provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah
DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699),
dan Jawa Tengah (24.757) (Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes,
2017a ; Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes, 2018).
Laporan situasi perkembangan HIV-AIDS dan PIMS di Indonesia tahun 2017
menunjukkan pada wilayah kawasan Indonesia Timur, Sulawesi Selatan merupakan
provinsi terbesar kedua setelah Papua dalam hal tingkat pandemik HIV/AIDS dengan
jumlah penderita yang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 hingga 2017
jumlah penderita HIV meningkat hingga 15% sedangkan pada kasus AIDS meningkat
sebanyak 28% (Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, 2017a).
Kota Makassar merupakan kota di Sulawesi Selatan yang menduduki peringkat
pertama dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak menyusul Kota Palopo dan
Kabupaten Sidrap. Data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan jumlah
penderita HIV di Kota Makassar dari tahun 2015-2017 mengalami peningkatan sebanyak
64%. Hingga Juni 2018, dilaporkan jumlah penderita baru penyakit HIV bertambah 354
orang. Jika 354 orang terinfeksi dalam enam bulan, berarti setiap hari ada sekitar 2 orang
yang terinfeksi baru HIV dan AIDS di Kota Makassar (Saldy, 2018).
Puskesmas Jumpandang Baru merupakan salah satu dari 6 fasilitas pelayanan
kesehatan rujukan perawatan dan pengobatan pasien HIV/AIDS di Kota Makassar,
dengan jumlah pasien terbanyak kedua setelah RS Wahidin Sudirohusodo. Pada profil
Puskesmas Jumpandang Baru tahun 2018 menunjukkan jumlah penderita HIV/AIDS
sejak tahun 2014-2018 mengalami peningkatan sekitar 24%. Total penderita dari tahun
2014-2018 tercatat sebanyak 882 orang dan yang meninggal karena HIV/AIDS sebanyak
51 orang. Jumlah kumulatif pasien HIV/AIDS dengan akses obat antiretroviral (ARV)
aktif hanya 427 orang. Pelayanan yang diberikan di Puskesmas Jumpandang Baru yaitu
test HIV, pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual, pemeriksaan CD4, akses obat
ARV dan mobile voluntary counseling and test (VCT) (Puskesmas Jumpandangbaru,
2018).
Perjalanan klinis pasien dari tahap terinfeksi HIV sampai tahap AIDS sejalan dengan
penurunan imunitas diikuti peningkatan resiko infeksi opportunistik dan penyakit
keganasan. Selain harus menghadapi penyakitnya, orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
juga menghadapi stigma dan diskriminasi, sehingga mengalami masalah pada fisik,
psikologis, sosial, spiritual dan ketergantungan pada orang lain. Kondisi tersebut dapat
mempengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup pasien HIV AIDS dengan berbagai
aspeknya (Nursalam, Dian, Misutarno, & Kurniasari, 2018).
World Health Organization (WHO) mendefinisikan kualitas hidup merupakan
persepsi individu tentang posisi mereka pada konteks budaya dan sistem nilai dimana
mereka hidup yang berkaitan dengan tujuan, harapan, standar, dan kekhawatiran mereka
yang mencakup kesehatan fisik, keadaan psikologis, spiritual, hubungan sosial dan
lingkungan. Penilaian kualitas hidup dapat memberikan informasi/gambaran yang
lengkap mengenai dampak dari penyakit dan evaluasi perawatan/terapi pengobatan
sehingga dapat menjadi acuan membuat pilihan terbaik dalam perawatan/keputusan klinis
dan pemberian perawatan kesehatan yang lebih komprehensif (WHO, 2019).
Penelitian kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS yang dilakukan Osei-yeboh di Ghana
(2015) menunjukkan 79,75% responden dengan kualitas hidup baik dan domain spiritual
merupakan komponen yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Namun pada
penelitian Karkashadze (2017) di Georgia menunjukkan 67,3% mayoritas responden
memiliki kualitas hidup buruk dengan domain tertinggi adalah domain sosial (Osei-
yeboah et al., 2017 ; Karkashadze, Gates, Chkhartishvili, & Dehovitz, 2017).
Penelitian Hardiansyah (2014) tentang kualitas hidup ODHA di Kota Makassar
menunjukkan dari total 6 domain mayoritas responden dengan kualitas hidup buruk
(52,4%) dan domain yang berpengaruh negatif pada kualitas hidup adalah domain
psikologis (Hardiansyah, Amiruddin, & Arsyad, 2014).
Berdasarkan uraian diatas, pasien dengan HIV/AIDS sangat berkaitan dengan hal
yang cukup kompleks seperti kesehatan fisik, kondisi psikologis, sosial, spiritual dan
lingkungan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi
kesejahteraan dan kualitas hidup penderitanya. Penelitian Hardiansyah (2014) tentang
kualitas hidup orang dengan HIV AIDS di Kota Makassar menunjukkan 52,4% responden
dengan kualitas hidup buruk. Puskesmas Jumpandang Baru merupakan salah satu fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan pengobatan dan perawatan pasien HIV/AIDS di Kota
Makassar. Penelitian tentang kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang
Baru telah ada namun lebih pada analisis hubungan dan intervensi dengan jumlah sampel
yang terbatas yaitu bagaimana hubungan dukungan sosial dan pengaruh terapi murottal
terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS sehingga penulis ingin mendapatkan gambaran
yang lebih khusus dan maksimal tentang “Kualitas Hidup Pasien dengan HIV/AIDS di
Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar “.
B. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Untuk menganalisis gambaran kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas
Jumpandang Baru Kota Makassar
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain fisik pada pasien dengan HIV/AIDS
di Puskesmas Jumpandang Baru
b. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain psikologi pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
c. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain tingkat kemandirian pada pasien
dengan HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
d. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain sosial pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
e. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain lingkungan pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
f. Mengidentifikasi kualitas hidup dari domain spiritual pada pasien dengan
HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru
g. Mengidentifikasi kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS di Puskesmas
Jumpandang Baru

C. MANFAAT PENELITIAN
a. Bagi peneliti
Untuk menambah pengetahuan mengenai gambaran kualitas hidup pada pasien
HIV/AIDS serta dapat menjadi sarana untuk melatih berpikir secara logis dan
sistematis sehingga mampu menyelenggarakan suatu penelitian berdasarkan metode
yang baik dan benar.
b. Bagi institusi terkait
1) Hasil penelitian dapat dijadikan referensi dan evaluasi pada sistem pelayanan
dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan HIV/AIDS di
Puskesmas Jumpandang Baru untuk meningkatkan kualitas hidup pasien
HIV/AIDS dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, spiritual, sosial,
lingkungan dan kemandirian pasien.
2) Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pendidikan di Fakultas Keperawatan
Universitas Hasanuddin pada proses pembelajaran mahasiswa khususnya mata
kuliah keperawatan HIV/AIDS dan keperawatan paliatif terkait informasi
bagaimana gambaran kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS
c. Bagi mahasiswa
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk penelitian
selanjutnya sehingga dapat mengembangkan penelitian ini.

D. METODE PENELITIAN
a. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif untuk melihat
gambaran kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar

b. Populasi & Sampel


1. Populasi
Populasi pada penelitian ini merupakan pasien dengan positif HIV dan masuk
dalam pengobatan atau perawatan HIV di Klinik VCT Puskesmas Jumpandang
Baru yang berjumlah 666 orang
2. Sampel
a) Jumlah sampel
Besar sampel ditentukan menggunakan rumus besar sampel dengan
populasi diketahui didapatkan jumlah sampel sebanyak 245 orang.
b) Kriteria inklusi dan eksklusi :
1) Kriteria inklusi
 Pasien HIV dengan usia minimal 18 tahun
 Bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed
consent
 Ada pada saat penelitian
 Dapat berkomunikasi dengan baik dan mengerti bahasa Indonesia
 Tidak buta huruf (dapat membaca dan menulis)
2) Kriteria ekslusi
 Pasien tidak kooperatif dan dianggap dapat menghambat proses
penelitian
 Pasien dengan kondisi kesehatan infeksi opportunistik yang parah
sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengkajian
c) Teknik sampling
Menggunakan teknik Accidental sampling

c. Persyaratan Etik
Penelitian ini memberikan kebebasan kepada calon responden untuk menolak atau
berpartisipasi dalam penelitian ini setelah membaca lembar penjelasan penelitian
sebagai implikasi hak otonomi. Hak privasi diimplikasikan dengan cara menuliskan
nama responden dengan kode sesuai urutan ditemukan yaitu R1, R2, R3 dan
seterusnya, data penelitian juga akan dimusnahkan segera setelah 5 tahun. Selain itu
non maleficence peneliti telah mempertimbangkan manfaat untuk responden dan
meminimalisisr resiko yang dapat menimbulkan kerugian pada responden. Hak
justice yaitu responden mendapat perlakuan yang sma baik sebelum maupun setelah
penelitian.

Lampiran 7
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

ALAT DAN BAHAN YANG DIPAKAI PADA PENELITIAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

No. ALAT/BAHAN KEGUNAAN


1. Informed Consent Lembar persetujuan yang diisi apabila partisipan bersedia
mengikuti penelitian
2. Alat Tulis Untuk menjawab pertanyaan
3. Lembar kuesioner Berisi pertanyaan
4. Laptop Untuk mengolah data partisipan
Lampiran 10

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

KUESIONER KUALITAS HIDUP (WHOQOLHIV-BREF)

Kode responden :

A. KARAKTERISTIK RESPONDEN
Sebelum anda memulai, kami hendak meminta anda untuk menjawab beberapa
pertanyaan umum mengenai diri anda dengan melengkapi pertanyaan dan menceklist
(√) jawaban yang sesuai.
1. Nama (inisial) :
2. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
3. Umur : tahun
4. Tingkat pendidikan:
a. Tidak lulus SD
b.a Tamat SD/yang sederajat
c. Tamat SMP/yang sederajat
d. Tamat SMU/yang sederajat
e. Tamat perguruan tinggi/ yang sederajat
5. Status pernikahan
a. Menikah
b. Belum menikah
c. Janda/Duda
6. Suku
a. Makassar Mandar
b. Jawa Bugis
c. Yang lain ……………….
7. Status HIV
a. Tidak bergejala
b. Bergejala
c. AIDS
8. Tahun dinyatakan test HIV positif ? …………………….
9. Mekanisme penularan HIV
a. Hubungan seksual
b. Obat-obatan suntik
c. Transfusi darah
d. Lainnya (jelaskan) …………………………………
10. Konsumsi obat ARV ?
a. Ya
b. Tidak
Sejak kapan anda mengkonsumsi obat? ……………………………….
Apakah anda rutin meminum obat? ………………………………….

B. PENGKAJIAN KUALITAS HIDUP


Instruksi
Pengkajian ini menanyakan mengenai apa yang anda rasakan tentang kualitas hidup,
kesehatan, atau hal lain dari hidup anda. Harap menjawab semua pertanyaan. Jika
anda tidak yakin tentang tanggapan apa yang diberikan pada suatu pertanyaan, harap
pilih satu yang paling sesuai. Harap mempertimbangkan standar, harapan, kesenangan
dan kekhawatiran anda. Kami meminta anda untuk memikirkan tentang kehidupan anda
dalam dua minggu terakhir.

Mohon baca setiap pertanyaan, pertimbangkan perasaan Anda, dan beri tanda ceklist
(√) pada kolom keterangan skala yang paling mendekati jawaban Anda.

Tidak bisa Sedikit Cukup Baik Sangat


sama sekali mampu sekali baik
1 Bagaimana Anda menilai
kualitas hidup anda?

Sangat tidak Tidak Biasa Puas Sangat


puas puas saja puas
2 Seberapa puas Anda
dengan kondisi kesehatan
Anda?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini menanyakan seberapa jauh Anda mengalami hal-hal


tertentu dalam dua minggu terakhir.

Sama sekali Sedikit Cukup Sangat Luar


tidak biasa
3 Sejauh mana Anda merasa
bahwa sakit fisik
menghalangi Anda
melakukan sesuatu
pekerjaan?
4 Seberapa banyak Anda
merasa terganggu dengan
masalah fisik yang terkait
dengan infeksi HIV Anda?
5 Seberapa banyak Anda
minum obat agar dapat
menjalankan aktivitas
sehari-hari?
6 Seberapa jauh Anda
menikmati hidup?
7 Apakah anda merasa
hidup anda berarti ?
8 Sejauh mana Anda
terganggu oleh orang-
orang yang menyalahkan
Anda karena status HIV
Anda?
9 Seberapa takut Anda
menghadapi masa depan?
10 Seberapa khawatir Anda
terhadap kematian?

Sama sekali Sedikit Cukup Sangat Luar


tidak biasa
11 Seberapa baik Anda
mampu berkonsentrasi?
12 Seberapa amankah
kehidupan sehari-hari
yang anda rasakan?
13 Seberapa sehat lingkungan
fisik Anda?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini menanyakan mengenai seberapa lengkap yang anda


alami atau hal-hal tertentu yang dapat anda lakukan dalam dua minggu terakhir

Sama sekali Sedikit Cukup Sebagian Sangat


tidak besar
14 Apakah Anda mempunyai
cukup kekuatan untuk
aktifitas sehari-hari?
15 Apakah Anda merasa
nyaman dengan
penampilan fisik anda?
16 Apakah Anda mempunyai
cukup uang untuk
memenuhi kebutuhan
Anda?
17 Apakah Anda merasa
diterima oleh orang-orang
yang Anda kenal?
18 Seberapa mencukupi
informasi yang Anda
butuhkan dalam
kehidupan Anda dari hari
ke hari?
19 Seberapa besar
kesempatan Anda untuk
melakukan kegiatan-
kegiatan santai?

Sangat Buruk Biasa Baik Baik


buruk saja sekali
20 Seberapa jauh Anda
mampu untuk jalan-jalan?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini menanyakan anda seberapa baik atau puas anda
merasakan tentang berbagai aspek dalam hidup anda selama dua minggu terakhir.

Sangat Kecewa Biasa Puas Sangat


kecewa saja puas
21 Apakah tidur Anda puas ?
22 Seberapa puas Anda
dengan kemampuan Anda
untuk melakukan aktivitas
sehari-hari Anda?
Sangat Kecewa Biasa Puas Sangat
kecewa saja puas
23 Seberapa puas Anda
dengan kemampuan Anda
untuk bekerja?
24 Seberapa puas Anda
dengan diri Anda sendiri?
25 Seberapa puas Anda
dengan hubungan pribadi
Anda?
26 Seberapa puas Anda
dengan hubungan intim
Anda?
27 Seberapa puas Anda
dengan dukungan yang
Anda dapatkan dari
teman-teman Anda?
28 Seberapa puas Anda
dengan kondisi tempat
tinggal Anda?
29 Seberapa puas Anda
dengan akses Anda kepada
layanan kesehatan?
30 Seberapa puas Anda
dengan aktifitas Anda
yang melibatkan
transportasi?
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mengacu pada seberapa sering anda merasakan atau
mengalami hal-hal tertentu dalam dua minggu terakhir.

Tidak Jarang Seringkali Sangat Selalu


pernah sering
31 Seberapa sering Anda
merasa putus asa, sedih,
gelisah atau depresi ?

TERIMA KASIH ATAS BANTUAN ANDA


Lampiran 14

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
KOMITE ETIK PENELITIAN KESEHATAN
Sekretariat : Lantai 2 Gedung Laboratorium Terpadu
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN KAMPUS TAMALANREA KM.10, Makassar. Telp.
(0411)5780103, Fax (0411) 581431.
Contact person dr. Agussalim Bukhari, M.Med, PhD, Sp.GK (HP. 081241850858),
email: agussalimbukhari@yahoo.com

RINCIAN ANGGARAN

Rincian Biaya Kegiatan Harga Jumlah Biaya


Pembuatan proposal dan penelusuran
pustaka
a. Fotokopi proposal ( 5 rangkap) 5 x @60 x Rp 300,- Rp. 97.500,-
b. Kelengkapan berkas lainnya Rp 50.000,- Rp. 50.000,-
Pengurusan izin penelitian
a. Fotokopi kelengkapan izin untuk 5 x @28 x Rp 300,- Rp 42.000,-
komisi etik (5 rangkap)
b. Biaya pengurusan etik penelitian Rp 100.000,- Rp 100.000,-

Pelaksanaaan kegiatan
1. Pulpen (20 pulpen) 20 x Rp.3.000,- Rp. 60.000,-
2. Fotokopi kuesioner 245 x @5 x Rp. 300,- Rp. 367.500,-
3. Transportasi Rp. 350.000,- Rp. 350.000,-
4. Kompensasi 245 x Rp.3.000,- Rp. 735.000,-
Pengolahan data dan pembuatan
laporan
a. Fotokopi hasil penelitian (5 5 x @95 x Rp 300,- Rp 142.500,-
rangkap)
b. Fotokopi skripsi (4 rangkap) 4 x @95 x Rp 300,- Rp 114.000,-
c. Jilid skripsi (4 rangkap) 4 x @1 x Rp 20.000,- Rp 80.000,-
d. Laptop - -
Total Rp 2.138.000,-