Anda di halaman 1dari 1

SKENARIO KASUS I

Ny. N (29 tahun) menikah dengan Tn. T (35 tahun) yang saat ini dikaruniai 2 orang anak.
Kondisi ekonomi Tn. Toni cukup baik. Pada hari senin Ny. N membawa suaminya kerumah sakit
X dengan hasil pengkajian di dapat kesadaran pasien somnolen, akord vocal dan dyspnea yang
disertai hemoptisis kronis, istrinya mengatakan saat di rumah pasien sering mengeluh pusing,
nyeri di bagian dada kanan dan terjadi penurunan berat badan tiba-tiba. Hasil pemeriksaan low-
dose spiral CT scan (LDCT) menunjukkan ada titik hitam sepanjang 3 cm di lobuske 2 paru-paru
kanan yang sudah bermetastase ke kelenjar getah bening yang menyebabkan limfadenopati, pada
tes darah terjadi peningkatan leukosit. Berdasarkan hasil tersebut dokter menyatakan Tn. T
terserang kanker paru stadium IV yang membutuhkan perawatan paliatif karena sudah tidak
bereaksi terhadap tindakan curatif. Mendengar hal ini Ny. N terkejut, ia mengatakan bahwa
suaminya memang perokok berat tetapi sudah berhenti 5 tahun lalu dan sangat aktif berolahraga
serta aktif di kegiatan sosial. Sang istri tidak percaya dengan dokter dan mencari second opinion
di luar negri, namun hasilnya masih tetap sama. Ny. N sangat terpukul dan tidak siap bila di
tinggal suami untuk selamanya.

SKENARIO KASUS II

Seorang wanita berusia 46 tahun dilarikan ke RS Sriwijaya dengan kondisi tidak sadarkan diri
disertai kejang. Sebelumnya pasien mangalami nyeri kepala yang hebat pada pagi hari disertai
mual dan muntah, kondisi ini akan membaik di siang hari. pasien memiliki riwayat tumor otak
ganas. Hasil pemeriksaan tanpak tekanan intrakranial meningkat dan terjadi papiledema. Pasien
terlihat hemiparesis, aphasia, visual-feld deficits, ekstremitas kaku. Hasil pemeriksaan ct-scan
tampak sudah bermetastase ke berbagai kubah cranial meliputi cerebrum, kelenjar pituitari,
bahkan terjadi residual jaringan embrionik dan menginfiltrasi jaringan otak.. Dokter
merekomendasikan untuk melakukan perawatan paliatif, karena sudah tidak dapat dilakukan
pengobatan lagi dan angka harapan hidup pasien sangat kecil. Keluarga pasien menangis dan
khawatir terhadap kondisi pasien. Ibu pasien mengatakan apabila ia menjaga pola makan dengan
baik pasti penyakit tersebut tidak akan muncul kembali dan makin memburuk seperti ini. Pasien
saat ini menjalani homecare di rumah.