Anda di halaman 1dari 47

PENGARUH KECERDASAN INTRAPERSONAL DAN

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP


KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
MATEMATIKA

Proposal
diajukan untuk melengkapi
tugas kuliah seminar pra Skripsi

NAMA : ANISA JAYANTI


NPM : 201613500165

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu bagian dari pembangunan nasional adalah di bidang

pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam menciptakan

sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya ini merupakan aset

penting dalam melaksanakan pembangunan nasional sehingga dapat

memajukan bangsa dan negara serta mampu bersaing di tengah kehidupan

yang semakin global. Selain itu juga semakin berkembangnya IPTEK di

zaman sekarang ini berdampak besar karena semakin ketatnya persaingan dan

semakin dibutuhkannya sumber daya manusia yang berkualitas baik,

berketerampiulan tinggi serta mampu keterampilan khusus. Sistem

pendidikan di Indonesia diatur dalam pasal 3 Undang – Undang Nomor 20

Tahun 2003 Bab II Pasal 3.

“pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan


dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan
potensi agar menjadi manusia nyang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan. Ini

berarti bahwa setiap manusia indonesia berhak mendapatkannya. Pendidikan


secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan

diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan

Kehidupan. Dengan pendidikan diharapkan manusia mampu untuk

menciptakan generasi penerus bangsa yang baik, cerdas, dan mempunyai

keahlian dalam berbagai bidang.

Matematika sebagai salah satu ilmu dasar telah berkembang sangat

pesat, baik materi maupun kegunaannya. Matematika merupakan suatu cara

untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia, suatu

cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan

ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung dan yang paling

penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan

menggunakan hubungan-hubungan. Dengan demikian setiap upaya

pengajaran matematika sekolah haruslah mempertimbangkan perkembangan

matematika, penerapan dan penggunaan matematika untuk menyelesaikan

permasalahan sehari-hari.

Salah satu bagian dari matematika adalah suatu pelajaran yang

berhubungan dengan banyak konsep. Konsep merupakan ide abstrak yang

dengannya kita dapat mengelompokkan obyek-obyek kedalam contoh atau

bukan contoh. Konsep-konsep dalam matematika memiliki ketertarikan satu

dengan yang lainnya. Saling ketertarikannya antar konsep materi satu dan

yang lainnya merupakan bukti akan pentingnya pemahaman konsep

matematika. (Novitasari, 2016 : 9) Karenanya, siswa belum memahami suatu


materi jika belum memahami materi sebelumnya atau materi prasyarat dari

materi yang akan dipelajari.

Penguasaan terhadap matematika sangat diperlukan, dan pemahaman

terhadap konsep-konsep matematika perlu diperhatikan dengan benar.

Alasannya, konsep-konsep matematika merupakan rangkaian sebab akibat.

Dan dipertegas oleh (Prihandoko dalam dewi dkk, 2017) Suatu konsep

disusun berdasarkan konsep-konsep sebelumnya dan akan menjadi konsep-

konsep selanjutnya, sehingga pemahaman konsep yang salah akan berakibat

pada kesalahan pada konsep selanjutnya. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh

Zulkardi (Murizal dkk, 2012 : 19) bahwa “ mata pelajaran matematika

menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika siswa

harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat

menyelesaikan soal-soal dan mampu mengaplikasikan pelajaran tersebut

dalam dunia nyata. Sedangkan menurut Suprijono (Novitasari, 2016 : 1)

pentingnya pemahaman konsep merupakan modal dasar atas perolehan hasil

belajar yang memuaskan di evaluasi akhir nantinya. Dengan belajar konsep,

peserta didik dapat memahami dan membedakan kata, simbol, dan tanda

dalam matematika. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Kesumawati

(Ningsih , 2016 : 20) bahwa landasan penting yang harus dimiliki oleh peserta

didik dalam usahanya untuk berpikir menyelesaikan permasalahan

matematika maupun permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, adalah

kemampuan dalam memahami konsep matematika. Jadi dapat dikatakan


bahwa pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam

pembelajaran matematika.

Pada kenyataannya, rendahnya kemampuan pemahaman konsep

matematika merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia

pendidikan terutama dalam pendidikan di Indonesia.

Dalam penelitian (Supraptinah, dkk, 2015: 1138-1139)

mengungkapkan bahwa: “salah satu indikator yang menunjukan mutu

pendidikan di Indonesia masih rendah adalah hasil penilaian TIMSS dan

PISA. Pada TIMSS 2011, Indonesia menempati peringkat ke-38 dari 45

peserta dengan rata-rata skor 386, sedang rata-rata skor tertinggi 613

ditempati oleh Republik Korea. Pada tahun 2012, Indonesia menduduki

peringkat ke-64 dari 65 negara dengan skor 375, hasil TIMSS dan PISA yang

rendah tersebut disebabkan oleh banyak faktor”.

Hal ini membuktikan bahwa pemahaman konsep matematika siswa

indonesia masih sangat kurang. Untuk meningkatkan mutu pendidikan,

bangsa Indonesia mencanangkan program wajib belajar selama sembilan

tahun. Dalam program tersebut diharapkan seluruh anggota masyarakat

mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dimana kecerdasan

dan kemampuannya dapat dikembangkan secara optimal.

Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan seseorang yang

mampu memahami diri sendiri, mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada

pada dirinya sendiri, sehingga dapat memotivasi dan bertanggung jawab pada

dirinya sendiri. Biasanya orang yang mempunyai skor tinggi dalam faktor-
faktor kecerdasan intrapersonal akan digambarkan sebagai seorang yang

merasa nyaman pada dirinya sendiri, puas dan berfikiran positif karena apa

yang dilakukannya itu atas usahanya sendiri.

Kecerdasan intrapersonal pada siswa dapat dikembangkan dengan

proses pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa.

Kemampuan berpikir siswa diantaranya kemampuan berpikir kreatif.

Kemampuan berpikir kreatif merupakan suatu proses berpikir dimana

seseorang mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh

jawaban baru terhadap masalah.

Kemampuan berpikir kreatif dipandang penting dalam pelajaran

matematika karena akan membuat siswa memiliki banyak cara dalam

menyelesaikan berbagai persoalan dengan berbagai persepsi dan konsep yang

berbeda. Siswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, karena

kemampuan berpikir kreatif seseorang dapat mengaktualisasi dirinya sendiri.

Dengan kemampuan berpikir kreatif seseorang dapat menyelesaikan

permasalahan yang terjadi dan juga dengan kemampuan kreatiflah siswa

mampu meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi persoalan yang ada

dikelas. menurut munandar (sumarmo, 2013 : 49). Ciri-ciri orang yang

memiliki pemikiran kreatif memiliki 4 komponen yaitu : 1) kelancaran

(fliency), 2) kelenturan (flexibility), 3) keaslian (originality), 4) elaborasi

(elaboration).

Kemampuan berpikir kreatif merupakan hal penting dalam masyarakat

modern saat ini, karena seorang yang memiliki kemampuan berpikir kreatif
akan cenderung memiliki sifat fleksibel dan mampu menyelesaikan masalah

dengan berbagai cara. Kemampuan berpikir kreatif dapat diartikan sebagai

keharusan dalam usaha memahami konsep dan dalam pembuatan keputusan.

Kemampuan berpikir kreatif yang sudah dimiliki setiap individu merupakan

anugerah yang telah diberikan untuk dipergunakan dan dikembangkan kearah

yang lebih baik. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif sangat

diperlukan untuk menyikapi permasalahan di dalam proses pembelajaran.

Akan tetapi, banyak dari siswa yang tidak mampu dalam menyelesaikan

masalah pembelajaran karena siswa tidak memiliki kekreatifan dan tingkat

kecerdasan yang tinggi untuk mencari jalan keluar dari persoalan yang

diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran.

Kecerdasan yang dimiliki seseorang mempengaruhi cara berpikir

orang tersebut. Misalnya, orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal

yang tinggi maka akan memiliki kemampuan berpikir kreatif yang tinggi

begitupun sebaliknya, seseorang yang memiliki kecerdasan intrapersonal

yang rendah maka kemampuan berpikir kreatifnya akan rendah pula.

Seseorang yang memiliki kecerdasan intrapersonal akan memiliki

kepercayaan diri yang tinggi pula dalam menjalani kesehariannya

termasuk dalam ruang lingkup pendidikan. Hal ini sesuai dengan

kemampuan kreatif siswa karena siswa yang memiliki kemampuan

berpikir kreatif maka siswa tersebut memiliki kepercayaan diri tinggi.

Oleh karena itu, siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal, siswa

tersebut akan memiliki pula kemampuan berpikir kreatif untuk


menyelesaikan persoalan dengan mencari jalan keluar yang mudah dan

efektif. Maka dari itu siswa harus memiliki kecerdasan intrapersonal dan

kemampuan berpikir kreatif yang tinggi dalam belajar matematika karena

semakin tinggi kecerdasan intrapersonal dan kemampuan berpikir kreatif

untuk belajar matematika, maka siswa diharapkan semakin paham tentang

ilmu yang dipelajari sehinggga mampu memahami konsep matematika

dengan benar.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang diberi judul “Pengaruh

Kecerdasan Intrapersonal dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah-masalah yang dapat

diidentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Mengapa pendidikan mempunyai peranan penting dalam menciptakan

sumber daya manusia yang berkualitas?

2. Apa tujuan dari pendidikan?

3. Apakah dampak semakin berkembangnya IPTEK?

4. Mengapa mutu pendidikan matematika di indonesia masih rendah ?

5. Apakah bentuk upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di

Indonesia?

6. Apakah tujuan utama pembelajaran matematika?


7. Mengapa pemahaman konsep menjadi hal utama dalam pembelajaran

matematika?

8. Bagaimana ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan intrapersonal?

9. Bagaimana cara mengembangkan kecerdasan intrapersonal pada siswa?

10. Mengapa berpikir kreatif dipandang penting dalam pelajaran

matematika?

C. Batasan masalah

Berdasarkan identifikasi di atas maka penulis membatasi penelitian

pada masalah “Pengaruh Kecerdasan Intrapersonal dan Kemampuan Berpikir

Kreatif Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika”.

D. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah

yang telah penulis paparkan, maka permasalahan dalam penelitian ini

dapat kami rumuskan sebagai berikut:

1. Apakah ada pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kemampuan berpikir

kreatif secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman konsep

matematika?

2. Apakah ada pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap kemampuan

pemahaman konsep matematika?

3. Apakah ada pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap pemahaman

konsep matematika?
E. Tujuan penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan tujuan penelitian

ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kemampuan

berpikir kreatif secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman

konsep matematika.

2. Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap

kemampuan pemahaman konsep matematika.

3. Untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap

pemahaman konsep matematika.

F. Manfaat penelitian

1. Manfaat secara teoritis

Secara teoritis diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upaya

meningkatkan pembelajaran disekolah dan memberikan sumbangan

pemikiran sebagai perkembangan dalam dunia pendidikan khususnya

dalam pembelajaran matematika.

2. Manfaat secara praktis

a. Bagi siswa

Dapat memberikan informasi mengenai salah satu bentuk

kecerdasan yang dapat mereka kembangkan untuk pengembangan

diri yang lebih utuh, serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir

kreatif terhadap pembelajaran disekolah khususnya pelajaran

matematika.
b. Bagi sekolah

Sekolah dapat mengetahui gambaran tentang kecerdasan

intrapersonal dan kemampuan berpikir kreatif sehingga sekolah

dapat membuat program untuk meningkatkan kecerdasan

intrapersonal dan kemampuan berpikir kreatif.

c. Bagi penulis

Penelitian ini sebagai sarana untuk menambah pengetahuan

dan wawasan dalam penerapan teori-teori yang sudah diperoleh

dibangku kuliah.
BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN

HIPOTESIS

A. Landasan teori

1. Hakikat Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika

a. Pengertian kemampuan

Setiap siswa merupakan individu-individu yang sedang

tumbuh dan berkembang dalam rangka mencapai kepribadian yang

dewasa. Petumbuhan individu terlihat pada bertambahnya aspek

psikis yang bersifat kuantitatif serta bertambahnya aspek psikis

yang lebih bersifat kualitatif. Dalam kegiatan pendidikan dan

pembelajaran, keduanya dipelajari. Adapun kegiatan ini

dilaksanakan untuk menghasilkan siswa dengan berbagai

kemampuan yang dapat dihandalkan nanti ketika mereka berada di

dalam kehidupan masyarakat. Terkait dengan hal tersebut, banyak

ahli yang memberikan batasan definisi tentang kemampuan siswa.

Kemampuan yang dimiliki oleh manusia merupakan bekal

yang sangat pokok. Kemampuan ini telah berkembang selama

berabad-abad yang lalu untuk memperkaya diri dan untuk

mencapai perkembangan kebudayaan maupun pendidikan yang

lebih tinggi. Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam


melakukan sesuatu. Seseorang dikatakan mampu apabila ia

bisa melakukan sesuatu yang harus ia lakukan. Sinaga dan

Hadiati (Astuti, 2015:71) mendefinisikan “kemampuan sebagai

suatu dasar seseorang yang dengan sendirinya berkaitan dengan

pelaksanaan pekerjaan secara efektif atau sangat berhasil”. Ini

berarti kemampuan merupakan hal yang penting dalam proses

pembelajaran. Sementara itu menurut (Robins, 2008: 57)

“kemampuan (ability) berarti kapasitas seorang individu untuk

melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan”. Dalam hal ini

berarti setiap individu memiliki tingkat kemampuan berbeda-beda

dalam melakukan suatu tindakan. Dapat diartikan bahwa siswa

yang mempunyai tingkat kemampuan yang tinggi akan lebih

berhasil daripada siswa yang memiliki kemampuan rendah.

Kemampuan merupakan bawaan kesanggupan sejak lahir

atau merupakan hasil dari latihan yang digunakan untuk melakukan

suatu pekerjaan. Kemampuan ini mempengaruhi potensi yang ada

dalam diri individu tersebut. seluruh kemampuan seorang individu

pada hakekatnya tersusun dari dua perangkat faktor yaitu

kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Lebih lanjut lagi

kemampuan menurut (Robbin, 2008:57-61) terdiri atas dua

kelompok faktor yaitu:

1) Kemampuan intelektual (intelectual ability) yaitu kemampuan


yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktifitas mental
berfikir, menalar dan memecahkan masalah;
2) Kemampuan fisik (physical ability) yaitu kemampuan
Melakukan tugas-tugas yang menuntutstamina, keterampilan,
kekuatan, dan karakteristik serupa.

Berdasarkan uraian teori yang diungkapkan para ahli di

atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kapasitas

seorang individu untuk melakukan beragam tugas berkaitan dengan

pelaksanaan pekerjaan secara efektif.

b. Pengertian pemahaman konsep

Dalam penelitian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

(Depdikbud) (Purwanti, 2012:6) mengungkapkan bahwa :

Pemahaman konsep terdiri dari dua kata yaitu pemahaman dan


konsep. Pemahaman berasal dari kata paham yang artinya (1)
pengertian; pengetahuan yang banyak, (2) pendapat, pikiran, (3)
aliran; pandangan, (4) mengerti benar (akan); tahu benar ( akan ) ;
(5) pandai dan mengerti benar, apabila mendapat imbuhan
me-i menjadi memahami, berarti; (1) mengetahui benar, (2)
perbuatan, (3) cara memahami atau memahamkan (mempelajari
baik supaya paham).

Sedangkan menurut Purwanto (Nurdini, 2017:50)

pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa

mampu memahami arti atau konsep, situasi atau fakta yang

diketahuinya. sementara mulyasa menyatakan bahwa pemahaman

adalah kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.

selanjutnya Rusman (Humedi, 2017 : 6) menyatakan bahwa


pemahaman merupakan proses individu yang menerima dan

memahami informasi yang diperoleh dari pembelajaran yang

didapat melalui perhatian.

Menurut Benyamin S. Bloom pemahaman adalah

kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu

setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. (Srihartati 2016: 9)

seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia

dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci

tentang hal itu dengan menggunakan bahasa sendiri.

(Sadiman, 2008 : 42 ) yang menyatakan bahwa pemahaman

atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan

pikiran. Oleh sebab itu, belajar harus mengerti secara makna dan

filosofinya, maksud dan implikasi serta aplikasi-aplikasinya,

sehingga menyebabkan siswa memahami suatu situasi. Sejalan

dengan pendapat diatas, Rusman (2010) (Lestari, 2015:8)

menyatakan bahwa pemahaman merupakan proses individu yang

menerima dan memahami informasi yang diperoleh dari

pembelajaran yang didapat melalui perhatian.

Virlianti (Silalahi, 2016:2) mengemukakan bahwa

pemahaman adalah konsepsi yang bisa dicerna atau dipahami oleh

peserta didik sehingga mereka mengerti apa yang dimaksudkan,

mampu menemukan cara untuk mengungkapkan konsepsi tersebut,

serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang terkait. Aristoteles


(Zakky, 2018:4) dalam bukunya “The classical theory of concepts”

mendefinisikan konsep merupakan penyusunan utama dalam

pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.

Pengertian konsep menurut Gagne adalah ide abstrak yang

memungkinkan siswa dapat mengklarifikasikan atau

mengelompokkan objek atau kejadian kedalam contoh dan bukan

contoh. Depdiknas (2003) menyatakan bahwa konsep diartikan

sebagai ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan

sekumpulan objek. (silalahi, 2016: 3) Siswa dapat mengembangkan

suatu konsep ketika siswa telah mampu mengelompokkan objek

atau kejadian serta dapat mengasosiasikan suatu nama dengan

kelompok objek atau kejadian tertentu.

Sedangkan definisi konsep menurut Bahri adalah satuan arti

yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama.

Dikatakan juga bahwa orang yang memiliki konsep mampu

mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi,

sehingga objek-objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Objek-

objek dihadirkan dalam kesadaran orang dalam bentuk representasi

mental tak berperaga. (Indra, 2017:7) Konsep sendiripun dapat

dilambangkan dalam bentuk suatu kata. Dapat diartikan bahwa

konsep merupakan gagasan/ide yang abstrak, bermakna dan

merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan yang

dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata.


Pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap

pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi

yang disajikan ke dalam bentuk yang lebih dipahami, mampu

memberikan interprestasi dan mampu mengaplikasikannya.

Menurut (Muhlisin, 2014:10) Pemahaman konsep merupakan

tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami

arti dari konsep, situasi, serta fakta yang diketahuinya. Selanjutnya

(Khotiro, 2016:10) mengungkapkan Pemahaman konsep adalah

kemampuan penguasaan sejumlah materi atau mengerti apa yang

diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan, mampu

menjelaskan ketertarikan antar konsep, mengaplikasikan konsep

atau algoritma sacara luwes dan mampu mengungkapkan kembali

materi yang diperoleh.

Berdasarkan uraian teori yang diungkapkan para ahli diatas,

maka dapat dapat disimpulan bahwa pemahaman konsep

merupakan suatu kemampuan untuk menelaah dari suatu kejadian

atau pelajaran (materi) yang disajikan oleh pengajar agar dalam

memahami sebuah konsep atau materi menjadi lebih mudah.

c. Pengertian matematika

Menurut Dikmenum (Taniredja, 2010:66) matematika

berasal dari bahasa latin Manthanein atau Manthema yang berarti

belajar atau hal yang peserta didik . ( pusat Bahasa, 2008:997)

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa


matematika adalah ilmu tentang Bilangan-bilangan, hubungan

antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam

penyelesaian masalah bilangan.

Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian

pola dari struktur , perubahan, dan ruang. (Abdul dalam Indah,

2015:3) menegaskan bahwa Dalam pandangan formalis,

matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan

struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi

matematika. Menurut Hudoyo, matematika berkenaan dengan ide-

ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hierarkis dari

penalaran deduktif. Matematika tersusun secara hierrkis dan saling

berkaitan erat satu sama lain. Dalam belajar matematika harus

bertahap dan berurutan secara sistematis serta harus didasarkan

pada pengalaman sebelumnya. (Anggreini, 2014:9) Seseorang akan

mampu mempelajari matematika yang baru apabila didasarkan

kepada pengetahuan yang telah dipelajari. Pengajaran yang lalu

akan mempengaruhi proses belajar materi matematika berikutnya

yang tersusun secara hierarkis.

Apabila kita cermati, setiap orang dalam kegiatan hidupnya

akan terlihat dengan matematika, mulai dari bentuk yang sederhana

dan rutin sampai pada bentuknya yang sangat kompleks. Misalnya,

menghitung dan membilang, dua contoh kegiatan matematika

lainnya, “mathematical problem solving” dan “mathematical


reasoning” dikerjakan oleh sekelompok orang tertentu saja.

Keadaan tersebut menggambarkan karakteristik matematika

sebagai suatu kegiatan manusia atau “mathematics as human

activity”. (Utari dalam Ernawati ) Sejalan dengan kegiatan manusia

yang tidak statis, pandangan tadi memuat makna matematika

sebagai suatu proses yang aktif, dinamik dan generatif .

Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang

mempelajari jumlah-jumlah yang diketahui melalui proses

penghitungan dan pengukuran yang dinyatakan dengan angka-

angka atau simbol-simbol serta hubungan yang logis termasuk

konsep-konsep abstrak.

d. Pengertian Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika

Pemahaman konsep terdiri dari dua kata, yaitu pemahaman

dan konsep. Pemahaman berasal dari kata paham. Menurut Bloom

(Rosyada, 2004:69) pemahaman adalah “kemampuan untuk

memahami apa yang sedang dikomunikasikan dan mampu

mengimplementasikan ide tanpa harus mengaitkannya dengan ide

lain. Dan juga tanpa harus melihat ide itu secara mendalam”.

(Sardiman 2011:42) mengatakan “Pemahaman juga dapat diartikan

menguasi sesuatu dengan pikiran”. Menurut Sitanggang (Lestari,

2010:11), “Paham berarti mengerti benar, sehingga pemahaman

konsep matematika adalah mengerti benar tentang konsep


matematika”. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, pemahaman

dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami

atau mampu mengerti sesuatu secara mendalam tanpa harus

mengaitkan satu hal dengan hal lain.

Selanjutnya konsep, Rooser (Sagala, 2013:73) mendefinisikan

“konsep sebagai suatu abstraksi yang mewakili satu kelas objek-

objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan atau hubungan-

hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama”. Sedangkan

menurut Hamalik (2005:161) “konsep adalah suatu kelas stimuli

yang memiliki sifat-sifat (atribut-atribut) umum”. Sehingga konsep

dapat diartikan sebagai suatu simpulan terhadap sesuatu yang lebih

luas dan mempunyai sifat-sifat yang sama.

“Menurut Sanjaya (Harja, 2012:7) : Pemahaman konsep

adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi

pelajaran, dimana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat

sejumlah konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapkan

kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan

interprestasi data dan mampu mengaplikasikan konsep yang sesuai

dengan struktur kognitif yang dimilikinya”.

Artinya pemahaman konsep adalah kemampuan siswa untuk

menyajikan suatu materi dalam bentuk yang mudah dipahami,

mampu memberikan interprestasi data, serta mampu


mengaplikasikan konsep sesuai dengan pengetahuan yang

dimilikinya.

Kemampuan pemahaman konsep matematika merupakan

salah satu tujuan penting dalam pembelajaran. Pemahaman konsep

sangat penting, karena dengan penguasaan konsep akan

memudahkan siswa dalam mempelajari dan menyelesaikan

persoalan matematika. Dalam setiap pembelajaran diusahakan

lebih menekankan kepada penguasaan konsep, agar siswa

mempunyai bekal untuk mencapai kemampuan dasar yang lain

seperti penalaran, koneksi, komunikasi dan pemecahan masalah.

Menurut Karso (Lestari, 2010:12), “Belajar matematika adalah

belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat

dalam bahasan yang dipelajari serta berusaha mencari hubungan-

hubungannya”. Hal ini memberi makna bahwa saat belajar

matematika, siswa bukan sekedar bertemu dengan rumus dan

angka tapi siswa juga belajar tentang konsep, struktur serta

hubungannya.

Sedangkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap konsep

matematik menurut (NCTM, 1989:223), dapat dilihat dari

kemampuan siswa dalam:

a. Mendefinisikan konsep verbal dan tulisan.

b. Mengidentifikasi dan membuat contoh dan bukan contoh.

c. Menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk


mempresentasikan konsep

d. Mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lainnya.

e. Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep.

f. Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat

yang menentukan suatu konsep.

g. Membandingkan dan membedakan konsep-konsep.

Pada penjelasan teknis Peraturan Dirjen Dikdasmen

Nomor 506/C/Kep/PP/2004 tanggal 11 November 2001 tentang

rapor pernah diuraikan bahwa indikator siswa memahami

konsep matematika adalah mampu:

1. Menyatakan ulang sebuah konsep.

2. Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan

konsepnya.

3. Memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep.

4. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi

matematis

5. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu

Konsep.

6. Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau

operasi tertentu.

7. Mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan

Masalah
Berdasarkan penjelasan diatas, kemampuan pemahaman

konsep matematika adalah kemampuan yang dimiliki siswa bukan

sekedar menghafal, bahkan siswa mampu menemukan dan

menjelaskan, menerjemahkan, menafsirkan, dan menyimpulkan

suatu konsep matematika berdasarkan pengetahuan sendiri yang ia

bentuk.

2. Hakikat Kecerdasan Intrapersonal

a. Pengertian Kecerdasan
Menurut banyak orang kecerdasaan adalah saat ada siswa

yang sangat pintar dikelas dan bisa menjawab semua pertanyaan

dengan benar. Mereka menyebutnya dengan anak yang cerdas.

Namun kecerdasan bukan hanya pada bidang akademis saja tapi

juga pada saat orang tersebut mempunyai kedudukan tinggi diatas

rata – rata. Menurut (Robert, 2010:28) Intelegensi adalah sebuah

kapasitas untuk memahami dunia, berpikir rasional, dan

menggunakan akal dalam menghadapi tantangan. Dalam buku

kerja “Multiple Intelligences” Gardner mendefinisikan kecerdasan

adalah kemampuan untuk menyelesaikanmasalah atau menciptakan

sesuatu yang bernilai dalam suatu budaya. Lebih spesifiknya,

Howard Gadner mendefinisikan kecerdasan sebagai :

a. kemampuan untuk memecahkan suatu masalah,

b. kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan,

c. kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu


pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat.

Sedangkan Menurut (Freeman, 2009:19) kecerdasan

dipandang sebagai suatu kemampuan yang dapat dibagi menjadi

tiga macam, yaitu kemampuan adaptasi, kemampuan belajar, dan

kemampuan berpikir abstrak.

Berikut uraian menurut Freeman :

a. Kemampuan adaptasi. Kemampuan adaptasi merupakan

seseorang untuk menyesuaikandiri dengan alam

sekitarnya.Pendapat ini juga didiukung oleh W.Stern yang

mengatakan bahwa kecerdasan sebagai kemampuan umum

seseorang secara sadar untuk menyesuaikan pikirannya kepada

alam sekitarnya yang baru.

b. Kemampuan belajar. Kemampuan belajar merupakan

kemampuan seseorang untuk belajar. Kemampuan belajar

dijadikan indeks atau dasar kecerdasan seseorang. Pendapat ini

didukung oleh Buckingham. Buckingham mengatakan bahwa

kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk belajar.

c. Kemampuan berfikir abstrak. Kemampuan berfikir abstrak

adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan konsep-konsep

dan simbol-simbol guna menghadapi situasi-situasi atau persoalan-

persoalan yang memakai simbol-simbol verbal dan bilangan.

Pendapat ini didukung oleh Terman. Terman mengatakan bahwa


seseorang dikatakan cerdas jika ia dapat melakukan berfikir abstrak

secara baik.

Konsep kecerdasan menurut (Stoddard,2010:38)

kecerdasan individu yaitu kemampuan untuk melaksanakan

aktivitas dengan ciri-ciri kesukaran, kompleksitas, abstraksi,

ekonomis, penyesuaian dengan tujuan, nilai sosial dan sifatnya

yang asli, dan mempertahankan kegiatan-kegiatan dibawah

kondisi-kondisi yang menuntut konsentrasi energi dan menghindari

kekuatan-kekuatan emosional dan gejolak emosi . Sedangkan

(Feldam,2015:78) mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan

memahami dunia, berfikir secara rasional, dan menggunakan

sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan

tantangan. Dalam pengertian ini, kecerdasan terkait penalaran atau

berpikir logis, dan sikap bertahan hidup dengan menggunakan

sarana dan sumber – sumber yang ada.

(Wikipedia, 2017:2012:45) menjelaskan bahwa terdapat

beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa

kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak,

pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak

memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan.

Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas

mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang

memuaskan mengenai kecerdasan . Stenberg & Slater (1982)


mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan

dan adaptif.

Sedangkan (Gardner,2010:62) mengemukakan bahwa

intelegence is “a biopsychological potential to process information

that can be activated in a cultural setting to solve problems that

are of value in a culture”. Pendapat Gardner tersebut menjelaskan

bahwa kecerdasan merupakan kemampuan biopsikologi untuk

memproses informasi yang dapat teraktualisasikan dalam

masyarakat untuk menyelesaikan masalah. Dari perbedaan definisi

ini membuat orangtua beranggapan bahwa akademis merupakan

tolak ukur dalam mencapai kecerdasan pada anak.Sedangkan

menurut (Howard,2017:28) seorang psikolog terkemuka dari

Universitas Harvard, menyatakan ada delapan kecerdasan yang

dimiliki oleh manusia, diantaranya adalah:

a. Kecerdasan linguistik

Orang yang memiliki kecerdasan ini merupakan seseorang

yang pandai mengolah kata-kata saat berbicara maupun

menulis. Orang tipe ini biasanya gemar mengisi TTS, bermain

scrable, membaca, dan bisa mengartikan bahasa tulisan dengan

jelas. Jika orang memiliki kecerdasan ini, maka pekerjaan yang

cocok adalah jurnalis, penyair, atau pengacara.

b. Kecerdasan matematik atau logika


Tipe kecerdasan ini adalah orang yang memiliki kecerdasan

dalam hal angka dan logika. Mereka mudah membuat

klasifikasi dan kategorisasi, berpikir dalam pola sebab akibat,

menciptakan hipotesis, dan pandangan hidupnya bersifat

rasional. Pekerjaan yang cocok jika memiliki kecerdasan ini

adalah ilmuwan, akuntan, atau progammer.

c. Kecerdasan spasial

Mereka yang termasuk ke dalam tipe ini memiliki kepekaan

tajam untuk visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk, dan

ruang. Selain itu, mereka juga pandai membuat sketsa ide

dengan jelas. Pekerjaan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini

adalah arsitek, fotografer, desainer, pilot, atau insinyur.

d. Kecerdasan kinetik dan jasmani

Orang tipe ini mampu mengekspresikan gagasan dan

perasaan. Mereka menyukai olahraga dan berbagai kegiatan

yang mengandalkan fisik. Pekerjaan yang cocok untuk mereka

adalah atlet, pengrajin, montir, dan penjahit.

e. Kecerdasan musikal

Mereka yang termasuk ke dalam tipe ini mampu

mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk

musik dan suara. Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan

musikal yaitu suka bersiul, mudah menghafal nada lagu yang


baru didengar, menguasai salah satu alat musik tertentu, peka

terhadap suara sumbang, dan gemar bekerja sambil bernyanyi.

Pekerjaan yang cocok untuk mereka adalah penyanyi atau

pencipta lagu.

f. Kecerdasan interpersonal

Orang tipe ini biasanya mengerti dan peka terhadap

perasaan, intensi, motivasi, watak, dan temperamen orang lain.

Selain itu, mereka juga mampu menjalin kontak mata dengan

baik, menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, dan

mendorong orang lain menyampaikan kisahnya. Pekerjaan

yang cocok untuk orang tipe ini antara lain networker,

negosiator, atau guru.

g. Kecerdasan intrapersonal

Orang tipe ini memiliki kecerdasan pengetahuan akan diri

sendiri dan mampu bertindak secara adaptif berdasarkan

pengenalan diri. Ciri-cirinya yaitu suka bekerja sendiri,

cenderung cuek, sering mengintropeksi diri, dan mengerti

kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Pekerjaan yang

cocok untuk mereka yaitu konselor atau teolog.

h. Kecerdasan naturalis

Orang yang memiliki kecerdasan ini mampu memahami

dan menikmati alam dan menggunakannya secara produktif

serta mengembangkan pengetahuannya mengenai alam. Ciri-


ciri orang yang memiliki kecerdasan ini yaitu mencintai

lingkungan, mampu mengenali sifat dan tingkah laku hewan,

dan senang melakukan kegiatan di luar atau alam. Kecerdasan

ini biasanya dimiliki oleh petani, nelayan, pendaki, dan

pemburu.

Masyarakat umum mengenal intelligence sebagai istilah

yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, kemampuan

berpikir seseorang atau kemampuan untuk memecahkan

problem yang dihadapi. Gambaran seseorang yang memiliki

inteligensi tinggi, biasanya merupakan cerminan siswa yang

pintar, siswa yang pandai dalam studinya. Memang, hal

tersebut tidak bisa dipungkiri, apalagi sejarah mencatat bahwa

sejak tahun 1904, Binet, seorang ahli psikologi berbangsa

Prancis dan kelompoknya telah berhasil membuat suatu alat

ubtuk mengukur kecerdasan, yang disebut dengan Intelligence

Quotient (IQ).

Kecerdasan – kecerdasan yang ditemukan diatas digunakan

sebagai dasar dalam pengembangan model, strategi, teknik, dan

pendekatan dalam proses pembelajaran. Kecerdasan dapat

dikembangkan melalui kegiatan seperti ekstrakurikuler yang

disediakan sekolah.

Dari pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa

kercerdasan adalah kemampuan untuk mengembangkan dan


mengendalikan sebuah pengetahuan yeng diperoleh menjadi

pengetahuan yang bermanfaat dan bisa dikendalikan untuk

dikembangkan.

b. Pengertian Kecerdasan Intrapersonal

Menurut (Safaria, 2005:23) Kecerdasan intrapersonal

adalah kecerdasan yang menunjukkan kemampuan anak dalam

memahami diri sendiri. Mereka mempunyai kepekaan yang tinggi

di dalam memahami suasana hatinya, emosi-emosi yang muncul di

dalam dirinya dan mereka juga mampu menyadari perubahan-

perubahan yang terjadi di dalam dirinya sendiri baik secara fisik

maupun psikologis.Kemampuan ini kadang disebut dengan

pengetahuan diri. Ia melibatkan kesadaran diri atau identitas dan

proses berpikir, terkadang ia melibatkan objektivitas dan

kemampuan untuk berdiam diri sejenak dan melihat berbagai sudut

pandang yang berbeda. Menurut psikiater james masterson, penulis

buku The Search For The Real Self (2002:118) kemampuan diri

sejati mempunyai sejumlah komponen, antara lain:

a. Kemampuan untuk mengalami berbagai perasaan secara

mendalam dengan gairah, semangat dan spontanitas

b. Kemampuan bersikap tegas

c. Pengakuan terhadap harga diri

d. Kemampuan untuk meredakan perasaan sakit pada diri sendiri


e. Mempunyai segala sesuatu yang dipelukan untuk

mempertahankan niat dalam pekerjaan maupun relasi

f. Kemampuan untuk berkreasi dan berhubungan secara dekat

g. Kemampuan untuk menyendiri

Inteligensi ini dapat meluas dan meliputi apa yang

diistilahkan dengan kesadaran yang lebih tinggi, dimana kita

melakukan perenungan dan membayangkan hal-hal yang mungkin

terjadi, siapa kita, dan pertanyaanpertanyaan yang lebih besar

tentang makna kehidupan. Jenis inteligensi ini banyak terdapat

pada para tokoh seniman, psikiater dan guru spiritual dan penganut

ilmu kebatinan. Untuk mengetahui lebih mendalam terkait dengan

kecerdasan intrapersonal ada tiga aspek utama yang dapat

dijadikan patokan. Tiga aspek utama itu adalah:

a. Mengenali diri anda

b. Mengetahui apa yang diinginkan

c. Mengetahui apa yang penting.

Setelah tiga aspek ini dipenuhi serta dipelajari maka mudah

untuk menjadikan seseorang cerdas dalam intrapersonal.

(susanti,dkk, 2001:23)ciri-ciri anak dengan kecerdasan

intrapersonal, yaitu :

a. Memperlihatkan sikap independen kemauan kuat

b. Bekerja atau belajar dengan baik seorang diri

c. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi


d. Banyak belajar dari kesalahan masa lalu

e. Berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan

f. Banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri

(Gardner,2013:46) mengusulkan dalam bukunya, Frames of

Mind`: The Theory of Multiple Intelligences, bahwa kecerdasan

memiliki tujuh macam komponen. Ketujuh komponen kecerdasan

tersebut dinamakan kecerdasan ganda (multiple intelligences).

Adapun tujuh komponen tersebut terdiridari:

a. kecerdasan linguistik-verbal, yaitu kecerdasan dalam mengolah

kata.

b. kecerdasan logis-matematis, yaitu kecerdasan dalam hal angka

danlogika

c. kecerdasan spasial-visual, yaitu mencakup berpikir dalam

gambar,menciptakan kembali berbagai aspek dunia visual-

spasial

d. kecerdasan ritmik-musik, yaitu kemampuan untuk

mencerap,menghargai, dan menciptakan irama dan melodie.

e. ecerdasan kinestetik, yaitu kecerdasan yang mencakup bakat

dalam mengendalikan gerak tubuh dan keterampilan

menangani benda f.

f. kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan untuk memahami

danbekerja sama dengan orang lain g.


g. kecerdasan intrapersonal, yaitu kecerdasan yang ada dalam

dirisendiri.

Setelah muncul tujuh macam kecerdasan tersebut, Gardner

dalam Armstrong menambahkan 2 macam kecerdasan baru yaitu

kecerdasan naturalis dan kecerdasan eksistensial, serta tidak

menutup kemungkinan adanya kecerdasan lain di masa yang akan

datang.

Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli

tentang kecerdasan intrapersonal maka dapat disimpulkan bahwa

kecerdasan intrapersonal adalah suatu kecerdasan yang dimiliki

sesorang untuk lebih mengenal dan memahami dirinya sendiri baik

dari kelebihan dan kekurangannya dengan caranya sendiri.

3. Hakikat kemampuan berpikir kreatif

a. Pengertian berpikir

Berpikir merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seorang

individu mencari cara untuk menyelesaikan suatu masalah.

Menurut (Seomanto, 2008 :13) berpikir merupakan kegiatan

belajar. Dengan berpikir, seseorang mendapat pengetahuan-

pengetahuan baru. hal ini diperkuat oleh (Sobur, 2003:201) yang

mengatakan bahwa “berpikir adalah suatu kegiatan mental yang

melibatkan otak”. Selain itu, berpikir juga berarti berjerih payah

secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari

jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi.


Menurut (Sayyid, 2013:45), “berpikir adalah pemahaman

hubungan antara beberapa topik dan proses penyusunan informasi-

informasi dalam format baru dengan maksud mencapai hasil-hasil

yang diinginkan dimasa depan”. Pemikiran yang dilakukan oleh

seseorang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang benar dari

suatu pendapat seseorang.

Menurut (Iskandar, 2009:86-87), “kemampuan berpikir merupakan

kegiatan penalaran yang reflektif, kritis, dan kreatif yang

beroriantasi pada suatu proses intelektual yang melibatkan

pembentukan konsep (conceptualizing), aplikasi analisis, menilai

ninformasi yang terkumpul (sintesis) atau yang dihasilkan melalui

pengamatan, pengalaman, refleksi, komunikasi, sebagai landasan

kepada suatu keyakinan (kepercayaan) dan tindakan”.

Adapun pengertian tersebut sependapat dengan (Sumantri,

2005:65) bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan untuk

menemukan pengetahuan yang benar. Biasanya kegiatan berpikir

muncul ketika seseorang mendapat pertanyaan-pertanyaan untuk

dijawab atau masalah yang memerlukan pemecahan.

Dari beberapa teori diatas,dapat disimpulkan bahwa

berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan kegiatan

yang benar yang melibatkan pembentukan konsep, aplikasi,

refleksi, komunikasi sebagai suatu keyakinan dan tindakan. Oleh

karena itu, dengan berpikir seseorang mampu mendapatkan ide-ide


dan gagasan-gagasan untuk membantu menyelesaikan

permasalahan yang dihadapi.

b. Pengertian Berpikir Kreatif

Berpikir kreatif seseorang dihasilkan dari kerja keras

seseorang yang berkesinambungan dari berpikir, berlatih, dan

mengasah kemampuan berpikir. Menurut (Sandi, 2013:7), berpikir

kreatif adalah berpikir diluar pakem atau berpikir tidak seperti

pemikiran orang pada umumnya. Sejalan dengan pengertian

tersebut, menurut kelompok kerja Agama Kristen (PAK) dan

persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) (2009:51), berpendapat

bahwa “berpikir Kreatif adalah berpikir dengan tidak membatasi

diri pada hal-hal yang biasa dan rutin, tetapi mencari terobosan

baru atau ide-ide agar terjadi perubahan atau peningkatan”.

Menurut (Daniel, 2009:88), berpikir kreatif adalah

“kemampuan untuk memunculkan ide-ide dan pemikiran yang

tidak pernah terpikirkan oleh orang lain”. Berpikir kreatif dapat

didefinisikan sebagai kemampuan berpikir diluar kotak

(kebiasaan), berpikir kreatif bertujuan untuk mencari lebih dari satu

solusi untuk menyelesaikan permasalahan.

Berbeda halnya dengan Tim Antologi Pusat Kajian Filsafat

dan Teknologi (PKFT) (2014:70), “berpikir kreatif adalah pola

pikir yang digunakan seseorang untuk menganalisa suatu

objekyang diterima oleh indera dan terekam oleh otak”. Seorang


yang dikatakan berpikir kreatif jika mampu mengolah data yang

diterima dari indera secara realistis serta hasil analisis dan belum

pernah dikemukakan oleh orang lain. Pendapat ini berbeda dengan

(Wuryanano, 2007:199) yang mengatakan bahwa berpikir kreatif

adalah “mengeluarkan mengungkapkan ide-ide baru, segar, dan

berguna”.

Berdasarkan dari beberapa teori-teori diatas dapat

disimpulkan bahwa berpikir kreatif adalah kemampuan berpikir

untuk memunculkan atau menciptakan ide-ide baru dan segar yang

belum pernah dikemukakan olehorang lain yang digunakan

seseorang untuk menganalisis suatu objek yang diterima oleh

indera dan berguna untuk menyelesaikan permasalahan yang

sedang dihadapi.

B. Penelitian Yang Relevan

Adapun penelitian yang relevan yang telah diteliti terkait dengan

Intrapersonal, kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemahaman

konsep adalah sebagai berikut :

1. (Abdul Muarif, 2011: 98) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh

kecerdasan Intrapersonal dan kecerdasan interpersonal terhadap

prestasi belajar matematika, menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh

kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal secara bersama-


sama terhadap prestasi belajar matematika dengan KD 22% dan Fhiting

˃ F tabel yaitu 6,67 ˃ 3,19

2. Carolina (2013) judul “ pengaruh kemampuan berpikir kreatif dan

positif siswa terhadap prestasi belajar matematika (Study survey pada

siswa kelas x SMK Citra Negara Depok)”. Menyimpulkan bahwa

terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif dan positif siswa secara

bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika terlihat pada

regresi ganda Y = 0,98 + (-0,4377) X1 + 1,3858 X2, sehingga prestasi

belajar matematika meningkat sebesar 0,98 untuk peningkatan

kemampuan berpikir kreatif pada pelajaran matematika sebesar satu

unit.

3. Nina Safitri ( 2015 ) judul “ pengaruh kecerdasan intrapersonal

terhadap prestasi belajar matematika (Survey pada kelas X SMK

Negeri Bojonggede)”. Hasil penelitian ada pengaruh kecerdasan

intrapersonal terhadap prestasi belajar matematika, karena kecerdasan

intrapersonal yang tinggi pada siswa menunjukkan prestasi yang tinggi

dan meningkatkan prestasi belajar matematika.

4. Sariati (2013) judul “pengaruh kecerdasan intrapersonal dan efikasi

diri terhadap prestasi belajar matematika”. Penelitian ini

menyimpulkan bahwa kecerdasan intrapersonal memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 16%.

5. Shinta Dwi Handayani (2016) Fakultas Teknik Informatika, dan Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI yang meneliti


tentang “Pengaruh Konsep Diri dan Kecemasan Siswa Terhadap

Pemahaman Konsep Matematika”. Pada kelas Xl IPS tahun ajaran

2014/2015 swasta dikota Depok. Penelitian ini menyimpilkan terdapat

pengaruh signifikan antara konsep diri dan kecemasan siswa terhadap

pemahaman konsep matematika.

C. Kerangka Berpikir

1. Pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kemampuan berpikir

kreatif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika

kercerdasan adalah kemampuan untuk mengembangkan dan

mengendalikan sebuah pengetahuan yeng diperoleh menjadi

pengetahuan yang bermanfaat dan bisa dikendalikan untuk

dikembangkan.

kecerdasan intrapersonal adalah suatu kecerdasan yang dimiliki

sesorang untuk lebih mengenal dan memahami dirinya sendiri baik

dari kelebihan dan kekurangannya dengan caranya sendiri.

Siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang tinggi maka

kemampuan pemahaman konsep akan tinggi dan akan dapat

mengendalikan situasi untuk meningkatkan kelebihan dan mengatasi

kelemahan yang ada pada dirinya dalam mata pelajaran matematika.

Dengan hal itu maka ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk

dapat memahami konsep matematika dan mampu mengaplikasikan apa


yang telah dipahaminya kedalam kegiatan belajar sehingga dapat

memuaskan dirinya sendiri.

Sebaliknya siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang

rendah maka kemampuan dalam memahami konsep matematika akan

rendah pula. Akibatnya siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan

yang diinginkan karena siswa tersebut tidak mampu mengaplikasikan

apa yang telah dipahaminya dan menghambat siswa tersebut untuk

belajar memahami konsep matematika.

berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan kegiatan

yang benar yang melibatkan pembentukan konsep, aplikasi, refleksi,

komunikasi sebagai suatu keyakinan dan tindakan. Oleh karena itu,

dengan berpikir seseorang mampu mendapatkan ide-ide dan gagasan-

gagasan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

berpikir kreatif adalah kemampuan berpikir untuk memunculkan

atau menciptakan ide-ide baru dan segar yang belum pernah

dikemukakan oleh orang lain yang digunakan seseorang untuk

menganalisis suatu objek yang diterima oleh indera dan berguna untuk

menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

Apabila siswa tidak mampu berpikir kreatif maka siswa merasa

kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. karena dalam

menyelesaikan soal tersebut siswa harus mampu memahami konsep

yang diberikan oleh guru. Sehingga dalam penyelesaiannya tidak


sesuai yang diharapkan. Bahkan ada yang tidak mengerjakan karena

tidak mengerti.

Sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif

dipandang penting karena akan membuat siswa memiliki banyak cara

dalam menyelesaikan berbagai persoalan dengan berbagai persepsi dan

konsep yang berbeda. Siswa perlu mengembangkan kemampuan

berpikir kreatif, karena kemampuan berpikir kreatif seseorang dapat

menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mampu mengungkapkan

jawaban terutama memahami konsep matematika.

kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan

beragam tugas berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan secara efektif.

Kemampuan yang dimaksud bukan hanya dalam kemampuan dalam

hal fisik saja, tetapi kemampuan dalam hal intelektual juga harus

dimiliki oleh setiap orang.

pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan untuk menelaah

dari suatu kejadian atau pelajaran (materi) yang disajikan oleh pengajar

agar dalam memahami sebuah konsep atau materi menjadi lebih

mudah.

Konsep dalam matematika adalah suatu ide abstrak yang

meyakinkan orang dapat mengklasifikasikan objek-objek atau

kejadian-kejadian kedalam contoh atau bukan contoh dari suatu objek

tertentu. Misalnya seorang siswa telah memahami konsep luas segitiga,


maka siswa tersebut akan dapat membedakan rumus luas segitiga dan

rumus luas bangun datar yang lain.

kemampuan pemahaman konsep matematika adalah kemampuan

yang dimiliki siswa bukan sekedar menghafal, bahkan siswa mampu

menemukan dan menjelaskan, menerjemahkan, menafsirkan, dan

menyimpulkan suatu konsep matematika berdasarkan pengetahuan

sendiri yang ia bentuk.

Jadi kecerdasan intrapersonal dan kemampuan berpikir kreatif

mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemampuan pemahaman

konsep matematika. Kecerdasan intrapersonal memungkinkan manusia

untuk memahami dirinya sendiri, mengetahui kelemahan yang ada

dalam dirinya. Sedangkan kemampuan berpikir kreatif dipandang

penting karena akan membuat siswa memiliki banyak cara dalam

menyelesaikan berbagai persoalan dengan berbagai persepsi dan

konsep yang berbeda.

2. Pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap kemampuan

pemahaman konsep matematika

Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang menunjukkan

kemampuan anak dalam memahami diri sendiri. Mereka mempunyai

kepekaan yang tinggi di dalam memahami suasana hatinya, emosi-

emosi yang muncul di dalam dirinya dan mereka juga mampu

menyadari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dirinya sendiri

baik secara fisik maupun psikologis.Kemampuan ini kadang disebut


dengan pengetahuan diri. Ia melibatkan kesadaran diri atau identitas

dan proses berpikir, terkadang ia melibatkan objektivitas dan

kemampuan untuk berdiam diri sejenak dan melihat berbagai sudut

pandang yang berbeda.

keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari kemampuan

pemahaman konsep siswa. Dalam mencapai pemahaman konsep yang

baik banyak faktor yang mempengaruhi siswa. Diantaranya adalah

kecerdasan intrapersonal yang berperan dalam memahami diri sendiri

dan bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Orang-orang yang

berkecerdasan intrapersonal tinggi cenderung menjadi pemikir yang

tercermin pada apa yang mereka lakukan dan terus-menerus membuat

penilaian diri.

3. Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Kemampuan

Pemahaman Konsep Matematika

Pada dasarnya, berpikir kreatif dimiliki oleh setiap siswa yang akan

digunakan dalam belajar, tidak terkecualli dalam belajar matematika.

Potensi kreatif siswa berbeda-beda, ada yang mempunyai kreatif tinggi

dan adapula yang mempunyai kreatif rendah. Potensi kreatif harus

selalu didorong untuk meningkatkan kreatif yang ada. dorongan guru,

orang tua serta lingkungan dapat membantu meningkatkan dan

mengembangkan kreatif yang dimiliki.

Dorongan tersebut dapat berupa dengan memberikan setiap

kesempatan agar siswa lebih mengembangkan daya pikirnya dan


mengeluarkan setiap gagasan dan ide-ide kreatif yang dimiliki agar

dapat tersampaikan dengan baik dan memotivasi sangat diperlukan

bagi siswa agar siswa lebih merasa nyaman untuk mengeluarkan ide-

ide kreatif yang dimiliki.

Upaya yang dilakukan guru, orang tua dan lingkungan diharapkan

dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara

maksimal. Karena diduga semakin tinggi kemampuan berpikir kreatif

siswa, maka semakin tinggi pemahaman konsep terutama pada mata

pelajaran matematika.

D. Hipotesi penelitian

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir, maka dalam

penelitian ini peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut :

1. Terdapat pengaruh kecerdasan intrapersonal dan kemampuan berpikir

kreatif terhadap pemahaman konsep matematika.

2. Terdapat pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap kemampuan

pemahaman konsep matematika.

3. Terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap pemahaman

konsep matematika.
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan waktu penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMK Paskita Global Jakarta Timur yang

berlamat di jalan Raya Bogor bengrah No.KM 25, RT.4/RW.10,

Cijantung, Kec. Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah khusus Ibukota

Jakarta 13750 pada bulan Maret sampai bulan Juni 2020.

2. Waktu penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan Maret sampai dengan

bulan Juni 2020. Adapun rincian jadwal tercantum dalam tabel berikut ini

Tabel 3.1

Jadwal pelaksanaan penelitian

Bulan, minggu ke

NO April Mei Juni Juli

Jenis kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pengajuan
judul

2 Menganalisis
kebutuhan 
3 Merancang
modul 
4 Menyususn
proposal
penelitian  
5 Pengembangan
produk

6 Pelaksanaan
penelitian  
7 Vlidasi ahli
media dan ahli
materi 
8 Menyusun
laporan atau
skripsi    
9 Revisi
 
10 Pengadaan dan
pengumpulan
laporan 

B. Metode Penelitian

1. Jenis penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey

dengan analisis regresi korelasional.penelitian ini bersifat

korelasional.penelitian ini bersifat korelasional karena peneliti berusaha

menyelidiki hubungan antara bebera variable penelitian yang berpikir

kreatif dan variable berpikir kritis sebagai variable predicator, serta

prestasi belajar matematika sebagai criterion.Data-data berfikir kreatif dan

berpikir kritis diambil melalui angket (kuesioner),serta data prestasi belajar

diambil dari hasil tes sumattif semesterganjil tahun pelajaran 2016/2017.

2. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas, yaitu berpikir kreatif

(X1) dan berpikir kritis (X2),serta satu variable terikatt yaitu

prestasibelajar (Y),

Adapun desain penelitian ini sebagai berikut:

X1

rx1x2y
Y
rx2y

X2

Gambar 3.1 Desain penelitian

Keterangan :

X1 : Berpikir kreattif

X2 : Berpikir Kritis

Y : Prestasi Belajar Mate Matika

rx1y : Pengaruh Berpikir Kreatif (X1) Terhadaf


Prestasi Belajaar Matematika (Y)
rx1x2 : Pengaruh Berpikir Kritis (X2) Terhadap
Prestasi Belajar Matematika (Y)