Anda di halaman 1dari 10

Pemeriksaan Fisik

 Glasgow Coma Scale atau GCS adalah skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat
kesadaran seseorang
Tes Reaksi Skor
Respon Membuka Mata Spontan 4
Membuka Membuka Mata Karena Perintah 3
Mata
Membuka Mata Karena Rangsang Nyeri 2
Tidak Ada Respon 1
Respon Orientasi Baik dan dapat bercakap – cakap 5
Verbal Bingung / Konfusi ( Bicara tidak nyambung) 4
Kata – kata tidak sesuai / tidak tepat (1 Kata) 3
Suara Tidak Jelas (menggumam) 2
Tidak ada respon 1
Respon Mematuhi / Mengikuti Perintah 6
Motorik Melokalisir Nyeri (melindungi daerah nyeri) 5
Menarik Diri Terhadap Nyeri (menghindar) 4
Fleksi Abnormal (dekortikasi) 3
Ekstensi Abnormal (deserebrasi) 2
Tidak ada respon 1

 Pupil isokor : ukuran pupil kiri dan kanan sama besar atau perbedaannya < 1mm
 Pupil anisokor : ukuran pupil kiri dan kanan tidak sama besar atau >1mm

 Untuk ukuran diameter pupil di ukur dengan menggunakan ukuran millimeter (mm)
 Refleks cahaya + / + jika kedua pupil mengecil jika terkena cahaya
 Refleks cahaya - /- jika kedua pupil tidak bergerak ketika terkena cahaya

Status Lokalis
Kepala
 Hidrocephalus : kondisi penumpukan cairan di dalam otak
yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak.

 Hematoma: kumpulan
darah tidak normal di luar
pembuluh darah biasa
disebut juga dengan
memar / lebam/ benjol.

Mata
 Edema : pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi
karena penimbunan cairan di dalam jaringan.

 Hematoma: kumpulan darah tidak normal di luar


pembuluh darah
Sklera / Konjunctiva
 Ikterik/Ikterus adalah pewarnaan kuning yang
tampak pada sklera dan kulit yang disebabkan
oleh penumpukan bilirubin.

 Anemis : Tampak pucat (pale) pada konjunctiva mata

 Konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan


pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan
kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata).

Telinga
 Pada lubang/liang telinga perhatikan apakah ada :
 Serumen ( kotoran telinga)
 Darah
 Sekret (cairan / bekas cairan)
 Gangguan pendengaran bisa berupa :
 Penurunan pendengaran
 Berdengung
Hidung
 Tersumbat : Jika TERLIHAT ada yang menutup lubang hidung,
 Sekret : Jika terlihat cairan dalam rongga hidung / keluar dari hidung
 Epistaksis : Jika terlihat darah dalam rongga hidung / keluar dari hidung
 Deviasi : Dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua tidak berada pada
garis tengah
 Corpus Alienum : Adalah benda asing, bisa dimana saja ( hidung,telinga,mata) ( jika di
hidung bisa berupa kancing baju, permen , kelereng, kacang)

Sekret Epistaksis Deviasi

Corpus alienum

Bibir
 Sianosis : Tanda fisik berupa kebiruan pada kulit
dan selaput lendir, seperti pada mulut atau bibir
yang terjadi akibat rendahnya
kadar oksigen dalam sel darah merah.





Bibir kering bibir sumbing
Lidah
 Lidah kotor / Lidah Tifoid berwarna putih pada bagian
tengah dan kadang disertai kemerahan dibangian tepi.

 Lidah Putih bisa disebabkan oleh bekas susu pada bayi atau anak ,
dan jamur (candidiasis oral)

 Stomatitis adalah inflamasi


lapisan mukosa dari struktur
apa pun pada mulut; seperti
pipi, gusi
(gingivitis), lidah (glossitis),
bibir, dan atap atau dasar mulut. Kata stomatitis sendiri
secara bahasa berarti inflamasi pada mulut.

Tenggorokan

Detritus tonsil :
warna putih
pada tonsil,
merupakan
hasil
penumpukan
bakteri dan
leukosit
Hiperemis Pembesaran Tonsil
Leher
 Kaku kuduk merupakan suatu kondisi kekakuan pada leher akibat perangsangan pada
selaput otak, dan kondisi ini dapat ditemukan pada Meningitis. Perlu diperhatikan bahwa
leher kaku berbeda dengan kaku kuduk.

 Tekanan vena jugularis atau Jugular venous pressure (JVP) dalam bahasa Inggris,
adalah tekanan sistem vena yang diamati secara tidak langsung (indirek).
 JVP yang meningkat adalah tanda klasik hipertensi vena (seperti gagal jantung kanan).
Peningkatan JVP dapat dilihat sebagai distensi vena jugularis, yaitu JVP tampak hingga
setinggi leher; jauh lebih tinggi daripada normal.

Dada

 Simetris : bentuk dada kiri dan kanan sama, saat mengambil napas, pengembangan dada
kiri dan kanan sama. Jika tidak sama maka disebut Asimetris
 Retraksi : kontraksi yang terjadi pada otot perut dan iga yang tertarik ke dalam pada saat
kita menarik nafas.
Retraksi terjadi pada pasien sesak karena ingin mengambil napas dengan cepat maka otot
– otot dada menarik ke dalam sehingga tulang – tulang rusuk bisa kelihatan
 Hematoma : jika terdapat memar pada daerah dada.
Pola Napas

Bunyi Napas
 Vesikuler : suara napas vesikuler terdengar di semua lapang paru yang normal, bersifat
halus, nada rendah, inspirasi lebih panjang dari ekspiasi. (suara napas normal)
 Bunyi napas melemah : jika pada auskultasi suara napas kurang terdengar,bandingkan
kiri dan kanan
 Ronkhi : Bunyi dengan nada rendah, sangat kasar terdengar baik inspirasi maupun
ekspirasi akibat terkumpulnya secret dalam trachea atau bronchus
 Bunyi musical terdengar “ngii...” yang bisa ditemukan pada fase ekspirasi maupun
ekspirasi akibat udara terjebak pada celah yang sempit
Irama Jantung
 Reguler : Irama jantung yang berdetak teratur
 Irreguler : Irama jantung yang berdetak tidak teratur

Bunyi Jantung
Normal bunyi jantung adalah S1 dan S2 (bunyi lup – dup)
 Gallop : Jika bunyi jantung memiliki tambahan bunyi (S3 atau S4) jika didengar seperti
suara telapak kuda berlari
 Murmur : suara jantung yang muncul karena turbulensi atau aliran darah yang tidak
normal. ( terdengar seperti suara gemuruh)

Genitalia
Fistula adalah koneksi / hubungan tidak normal
antara organ
Contoh : Fistula ani adalah terbentuknya saluran
kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar
anus atau dubur.
Kondisi ini terbentuk sebagai reaksi dari adanya
infeksi kelenjar pada anus yang berkembang
menjadi abses anus, di mana terbentuk kantung atau
benjolan berisi nanah.
Fistula akan terlihat seperti saluran atau lubang kecil
setelah nanah keluar.
Punggung

Kekuatan Otot
 Hemiparesis : salah satu sisi tubuh mengalami kelemahan sehingga sulit digerakkan.
 Hemiplegia : salah satu sisi tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali (lumpuh)
 Paraparese / Paraplegia : lemah / lumpuh hanya pada kedua kaki saja.

CRT (capillary refill time)


 Normal CRT adalah < 2 detik
 Tekan kuku 5 detik setelah itu hitung
waktu terisinya darah kapiler ( warna
kembali cerah )
Warna Kulit
 Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit dimana area
tertentu menjadi lebih gelap

 Hipopigmentasi merupakan suatu kondisi di mana


kulit tampak lebih terang atau putih

Turgor
 Turgor baik jika setelah di cubit, kulit
kembali cepat

 Turgor jelek jika kembali lambat.

Penurunan turgor ditemukan pada pasien


dehidrasi

Sensorik
 Parestesi adalah sensasi seperti kram, tertusuk – tusuk jarum , atau mati rasa ada bagian
tubuh tertentu