Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bumi merupakan planet yang memiliki banyak kandungan air di
dalamnya. Semua air yang terdapat dalam bumi atau melapisi bumi disebut
dengan lapisan hidrosfer. Luas air yang menutupi permukaan bumi berkisar
70% dari keseluruhan (Dimyati, 2013:4). Hidrosfer adalah lapisan yang
terdapat di bagian luar bumi yang terdiri dari air laut, danau, sungai, air dalam
tanah, dan lain-lain.
Air adalah suatu komponen abiotik dan menjadi salah satu unsur yang
sangat memiliki peran penting di bumi bagi seluruh makhluk hidup. Apabila
dikaitkan dengan manusia, air merupakan pengisi 80% pengisi tubuh sehingga
manusia wajib memenuhi kebutuhan air seiap harinya (Nurlita : 2016) .
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan
presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju,
batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar
dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan
Bumi. Di bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi
butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan (Wikipedia:
2018)
Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air bumi, terjadinya,
peredaran dan agihannya, sifat-sifat kimia dan fisiknya, serta reaksi dengan
lingkungannya, termasuk hubungan dengan makhluk-makhluk hidup hidup (
Internasional glossary of Hidrologi, 1974).
Pergerakan air secara terus menerus baik di permukaan maupun di bawah
permukaan bumi serta merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan.
Pergerakan tersebut membentuk suatu siklus hidrologi (hydroloical cycle),
yaitu suatu rangkaian proses yang selalu berulang. Siklus hidrologi dimulai
oleh proses penguapan (evaporation) dan kemudian terbentuk awan, yang
selanjutnya diikuti dengan turunnya hujan. Limpasan air hujan di bumi
melalui pengaliran limpasan permukaan dan bawah permukaan (surface-
subsurface flow) serta limpasan air bumi (grounwater flow) menuju sungai,
danau dan lautan, kemudian kembali ke proses yang sama serta terus
menerus. Kecepatan siklus hidrologi sangat tergantung pada karakteristik
biogeofisik wilaya tangklapan hujan dan pengairan limpasan hujan tersebut,
menutut sebaran ruang dan waktu (Karim: 2009)

1
Siklus atau daur merupakan suatu perputaran atau lingkaran suatu hal
yang terjadi secara terus menerus dan berkesinambungan. Siklus hidrologi
adalah perputaran air dengan perubahan berbagai bentuk dan kembali pada
bentuk awal. Daur/siklus hidrologi atau siklus air, atau siklus H2O merupakan
sirkulasi yang tidak pernah berhenti dari air di bumi dimana air dapat
berpindah dari darat ke udara kemudian ke darat lagi bahkan tersimpan di
bawah permukaan dalam tiga fasenya yaitu cair (air), padat (es), dan gas (uap
air). Hal ini menunjukkan bahwa volume air di permukaan bumi sifatnya
tetap. Daur hidrologi merupakan salah satu dari daur biogeokimia. Siklus
hidrologi memainkan peran penting dalam cuaca, iklim, dan ilmu meteorologi.
Keberadaan siklus hidrologi sangat significant dalam kehidupan. Meskipun
tetap dengan perubahan iklim dan cuaca, letak mengakibatkan volume dalam
bentuk tertentu berubah, tetapi secara keseluruhan air tetap. Siklus air secara
alami berlangsung cukup panjang dan cukup lama. Sulit untuk menghitung
secara tepat berapa lama air menjalani siklusnya, karena sangat tergantung
pada kondisi geografis, pemanfaatan oleh manusia dan sejumlah faktor lain.
Meskipun keseimbangan air di bumi tetap konstan dari waktu ke waktu,
molekul air bisa datang dan pergi, dan keluar dari atmosfer. Air bergerak dari
satu tempat ke tempat yang lain, seperti dari sungai ke laut, atau dari laut ke
atmosfer, oleh proses fisik penguapan, kondensasi, presipitasi, infiltrasi,
limpasan, dan aliran bawah permukaan. Dengan demikian, air berjalan melalui
fase yang berbeda, yaitu cair, padat, dan gas.
Siklus hidrologi melibatkan pertukaran energi panas, yang menyebabkan
perubahan suhu. Misalnya, dalam proses penguapan, air mengambil energi
dari sekitarnya dan mendinginkan lingkungan. Sebaliknya, dalam proses
kondensasi, air melepaskan energi dengan lingkungannya, pemanasan
lingkungan. Siklus air secara signifikan berperan dalam pemeliharaan
kehidupan dan ekosistem di Bumi. Bahkan saat air dalam reservoir masing-
masing memainkan peran penting, siklus air membawa signifikansi
ditambahkan ke dalam keberadaan air di planet kita. Dengan mentransfer air
dari satu reservoir ke yang lain, siklus air memurnikan air, mengisi ulang
tanah dengan air tawar, dan mengangkut mineral ke berbagai bagian dunia.
Hal ini juga terlibat dalam membentuk kembali fitur geologi bumi, melalui
proses seperti erosi dan sedimentasi. Selain itu, sebagai siklus air juga
melibatkan pertukaran panas, hal itu berpengaruh pada kondisi.

2
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah definisi siklus hidrologi?
b. Bagaimana proses siklus hidrologi berlangsung?
c. Apa saja manfaat siklus hidrologi dalam kehidupan?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui definisi siklus air
b. Untuk mengetahui proses siklus air berlangsung?
c. Untuk mengetahui manfaat siklus hidrologi dalam kehidupan

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Menurut Singh hidrologi adalah ilmu yang membahas tentang


karakteristik menurut waktu dan ruang tentang kuantitas dan kualitas air di
bumi termasuk suatu proses hidrologi, pergerakan, penyebaran, sirkulasi
tampungan,eksplorasi, pengembangan dan manajemen. Sedangkan menurut
Ray K. Linsley dalam yandi Hermawan (1886) hidrologi yaitu suatu ilmu
yang membicarakan tentang air yang ada di bumi yakni mengenai tentang
kejadian, perputaran dan pembagiannya, sifat fisika dan kimia serta reaksinya
terhadap suatu lingkungan termasuk hubungan dengan kehidupan.

Ilmu Hidrologi terbagi ke dalam beberapa jenis, yakni :

 Geohidrologi adalah suatu ilmu hidrologi yang satu ini membahas tentang
air yang berada di dalam tanah.
 Hidrometeorologi yaitu ilmu hidrologi yang membahas tentang air
berwujud gas yang letaknya di udara.
 Potamologi yakni ilmu hidrologi yang membahas tentang aliran air
khususnya aliran di permukaan.
 Limnologi adalah ilmu yang mempelajari tentang permukaan air yang
tenang seperti danau.
 Kriologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang air padat seperti salju
dan es.

Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi


merupakan komponen utama bagi semua makhluk hidup, dan merupakan
kekuatan utama yang secara konstan membentuk permukaan bumi. Air juga
merupakan faktor penentu dalam pengaturan iklim dipermukaan bumi untuk
kebutuhan hidup manusia. Hidrologi pada hakikatnya mempelajari setiap fase
air di bumi. Hidrologi adalah disiplin ilmu yang sangat penting bagi manusia
dan lingkungannya.

Aplikasi ilmu hidrologi dapat dijumpai dalam hampir sebagian besar


permasalahan air di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti perencanaan
, pengoperasian bangunan hidrolik, penyediaan air, pengelolaan air limbah
dan air buanga, irigasi dan drainasi, pembangkit tenaga air, pengendalian
banjir , navigasi,masalah erosi dan sedimentasi, penanganan sanilitas,
penanggulangan, masalah polusi dan pemanfaatan air untuk rekreasi fungsi

4
praktis dari hidrologi adalah untuk membantu analisis terhadap permasalahan
yang ada dan meberikan kontribusi terhadap perencanaan dan manajemen
sumber daya air (Chow, 1998)

Ilmu tentang air membahas permasalahan air di bumi , distribusi dan


sirkulasinya, sifat fisika dan kimia air tersebut, dan interaksi air dengan
lingkungannya, termasuk interaksinya dengan makhluk hidup, khususnya
manusia. Dalam hal ini, hidrologi melingkupi semua ilmu tersebut di atas.
Definisi yang lebih khusus adalah ilmu yang mempelajari siklus hidrologi
atau sirkulasi air antara permukaan bumi dan atmosfer. Pengetahuan hidrologi
diterapkan untuk memanfaatkan dan mengendalikan sumber daya air di
daratan, sedangkan air di lautan merupakan objek kajian ilmu dan teknik
kelautan.

Siklus air merupakan fokus utama dari ilmu hidrologi. Laut merupakan
tempat penampungan air terbesar di bumi. Sinar matahari yang dipancarkan
ke bumi memanaskan suhu air di permukaan laut, danau, atau yang terikat
pada permukaan tanah. Kenaikan suhu memacu perubahan wujud air dari cair
menjadi gas. Molekul air dilepas menjadi gas. Ini dikenal sebagai proses
evaporasi. Air yang terperangkap di permukaan tanaman juga berubah wujud
menjadi gas karena pemanasan oleh sinar matahari. Proses ini dikenal sebagai
transpirasi selanjutnya naik ke atmosfer membentuk uap air.

Uap air di atmosfer selanjutnya menjadi dingin dan terkondensasi


membentuk awan. Kondensasi terjadi ketika suhu udara berubah. Air akan
berubah bentuk jika suhu berfluktuasi. Sehingga, jika udara cukup dingin, uap
air terkondensasi menjadi partikel-partikel di udara membentuk awan. Awan
yang terbentuk selanjutnya dibawa oleh angin mengelilingi bumi, sehingga
awan terdistribusi ke seluruh penjuru dunia. Ketika awan sudah tidak mampu
lagi menampung air, awan melepas uap air yang ada di dalamnya ke dalam
bentuk presipitasi , yang dapat berupa salju, hujan, dan hujan es.

Selanjutnya, sebagian air hujan yang jatuh ke permukaan bumi diserap


(interceoted) oleh permukaan tanaman, sisanya akan mengalir di permukaan
tanah sebagai aliran permukaan (surface run-off). Aliran permukaan
selanjutnya mengalir melalui sungai menjadi debit sungai (streamflow) atau
tersimpan di permukaan tanah dalam bentuk danau (freshwater storage).
Sebaian lagi masuk ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (infiltration) dan
sebagian lagi mengalir di dalam lapisan tanah melaui aliran-air-tanah (sub
surface flow). Lebih jauh lagi air yang terinfiltrasi mungkin dapat mengalami
proses perkolasi ke dalam tanah menjadi aliran air bawah tanah (groundwater
flow). Siklus hidrologi ini berlangsung secara kontinu untuk menyediakan air

5
bagi makhluk hidup di bumi. Tanpa proses ini tidak mungkin ada kehidupan
di bumi.

2.2 Siklus Hidrologi


A. Distribusi Air di Bumi
Air di bumi berada pada lapisan atmosfer yang disebut hidrosfer
(hydrosphere) yang meliputi ketinggian antara 1 s/d 15 km di atas permukaan
tanah. Air tersebut tersimpan di laut, dalam bentuk es, sebagi air permukaan
dan di atmosfer bumi.air di atmosfer berupa massa uap air yang merupakan
suatu fase dari siklus hidrologi.
Estimasi jumlah iaryang ada di bumi dan yang ada pada setiap tahap dari
proses hidrologi merupakan objek kajian ilmu hidrologi sejak abad 19. Akan
tetapi, data kuantitatif sulit didapatkan, terutama di atas permukaan laut,
karena itu jumlah air pada setiap fase dari siklus hidrologi tidak dapat
diketahui secara pasti.

Tabel 2.1 Perkiraan Kuantitas Air di Bumi


Jenis Air Areal Volume Persentase Persen dari
(106 𝑘𝑚2 ) (𝑘𝑚2 ) dari total air air tawar
di bumi
Laut 361,3 1.338.000.000 96,5
Air bawah
tanah
Air tawar 134,8 10.530.000 0,76 30,1
Air asin 134,8 12.870.000 0,93
Lengas tanah 82,0 16.500 0,0012 0,05
Es di kutub 16,0 24.023.500 1,7 68.6
Es lain dan 0,3 340.600 0,025 1,0
salju
Danau
Air tawar 12 91.000 0,007 0,26
Air asin 0,8 85.400 0,006
Marshes 2,7 11.470 0,0008 0,03
Sungai 148,8 2.120 0,0002 0,006
Air biologis 510,0 1,120 0,0001 0,003
Air di 510,0 12.900 0,001 0,04
atmosfer
Total air 510,0 1.385.984.610 100
Air tawar 148,0 35.029.210 2,5 100

Kebanyakan air bawah tanah menjadi asin jika berada lebih dari
kedalaman 600m. Hanya 0,006% dari air tawar di bumi yang tertampung di

6
sungai. Air biologis, yang terikat pada lapisan tumbuhan atau tubuh hewan
sekitar 0,003% dari seluruh air tawar atau setengahnya dari jumlah yang ada
di permukaan sungai.

B. Air di Laut
Air laut berbeda dengan air tawar dan biasanya mengandung sekitar 0.035 (35
gr/liter) padataan terlarut., yang kebanyakan adalah garam. Air tawar
umumnya hanya mengandung padatan ≤ 1 gr/liter. Air tawar mengisi
sebagian besar sungai dan danau di permukaan bumi. Jumlah padatan terlarut
mempengaruhi karakteristik fisik air dan menentukan bagaimana air
digunakan dalam ekosistem.

C. Air Tersimpan Sebagai Es


Lapisan es di kutub bumi dan salju di pegunungan jumlahnya kurang dari 2%
dari air di bumi. Lapisan es di pegunungan merupaka sumber air yang cukup
besar, terutama untuk wilayah kering dan semi kering. Pada beberapa daerah,
salju memberikan kontribusi yang cukup besar bagi hujan tahunan. Prediksi
air yang dihasilkan dari proses pencairan salju, merupakan proses yang cukup
rumit yang melibatkan perkiraan ekuilvalen es ke air dan melibatkan lapisan
es abadi.

D. Air di Permukaan
Air di permukaan terdistribusi ke dalam beberapa tempat, yaitu: danau,
sungai dan anak sungai, tambak, embung dan waduk. Volume keseluruhan
tidak ;lebih dari 0,01% dari air bumi. Air danau berkurang karena mengalir ke
bawah melalui sungai; menguap oleh evaporasi dan transpirasi tanaman;
merembes ke bawah (infiltrasi); pengambilan oleh manusia atau hewan;dan
kombinasi dari proses tersebut. Pada setiap titik sepanjang waktu, volume air
di danau berubah sebagai fungsi jumlah air yang masuk ke luar danau.

E. Air Tanah
Air tanah biasanya terdapat di aquifer, suatu daerah di bawah permukaan
bumi yang terdiri dari bebatuan dan partikel tanahyang tidak terkonsolokan.
Aquifer ini mampu untuk menyalurkan dan menyimpan air. Jumlah air yang
tersimpan sebagai air tanah tidak lebih dari 1% jumlah total air di bumi.

7
2.3 Proses Terjadinya Siklus Hidrologi

Gambar 2.1 Siklus Air

A. Evaporasi
Evaporasi (evaporation) adalah perubahan air dari bentuk cair menjadi
bentuk uap. Pada setiap saat dimana terjadi kontak antara air dan udara
maka terjadi proses penguapan. Pada daerah kering (arid) penguapan
dapat mencapai 2000 mm pertahun. Hal ini dapat menimbulkan
kekeringan panjang.
B. Transpirasi
Transpirasi adalah suatu proses diaman air di dalam permukaan tanah
(soil moisture) dipompa ke atas oleh perakaran tanaman dan selanjutnya
diuapkan. Kombinasi pengaruh evaporasi dan transpirasi dikenal
sebagaievapotranspirasi, ET, yang menyatakan tingkat kehilangan air pada
sistem perakaran tanaman.
Jenis vegetasi, kerapatan penutupan, dan penutupan tanaman
berpengaruh secara langsung terhadap jumlah air pada permukaan tanah di
dalam DAS yang teruapkan menjadi transpirasi.
C. Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah gabungan dari tahapan evaporasi serta
transpirasi. Proses ini seringkali dikatakan sebagi pentotalan penguapan air
di permukaan bumi.

D. Sublimasi
Sublimasi juga masuk dalam proses penguapan. Hanya saja proses ini
terjadi di kutub es tau puncak gunung. Sublimasi adalah proses di mana es
berubah menjadi uap air tanpa lebih dulu berada dalam fase cair. Sumber

8
utama air dari proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub
selatan, dan es di pegunungan dalam daur air, sublimasi merupakan proses
yang lebih lambat dari penguapan.

E. Kondensasi
Kondensasi adalah perubahan air dari bentuk uap menjadi bentuk
padat. Proses ini melepas energi dalam bentuk panas laten. Kondensasi
dibutuhkan untuk membentuk presipitasi (precipitation). Di hampir semua
tempat di bumi, presipitasi merupakan faktor penting yang mengendalikan
siklus hidrologi.
Jenis presipitasi ( hujan, salju, atau hujan es), waktu turunnya dan
distribusi spasialnya merupakan semua aspek yang harus diantisipasi dan
diperhitungkan oleh hidrolog ketika mempelajari suatu wilayah.

F. Adveksi
Adveksi adalah proses perpindahan awan secara horizontal dari satu
lokasi ke lokasi lainnya akibat tekanan udara atau angin.
G. Presipitasi
Presipitasi adalah proses pencairan awan hitam hingga jatuh menjadi
hujan. Awan (uap air yang terkondensasi ) kemudian turun ke permukaan
bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu.
Jika suhu sangat rendah (di bawah 0 derajat), tetesan air jatuh sebagai
salju atau hujan es. Melalui salah satu proses dalam daur air ini, air
kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer.

H. Run Off (limpasan)


Run Off (limpasan) adalah proses mengalirnya air hujan ke sungai,
samudra, danau dan saluran air lainnya. Air berpindah dan bergerak
menuju tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air seperti
sungai dan got hingga kemudian masuk ke danau, laut, dan samudra. Pada
tahap daur air ini air masuk kembali ke lapisan hidrosfer.

I. Infiltrasi
Infiltrasi adalahgerakan air kebawah melalui permukaan tanah ke
dalam profil tanah. Infiltrasi menyebabkan air dapat tersedia untuk
pertumbuhan tanaman dan air tanah terisi kembali. Istilah infiltrasi dan
perlokasi sering digunakan dan dipertukarkan, tetapi sebenarnya kedua
istilah tersebut mendefinisikan hal yang berbeda. Perlokasi secara spesifik
digunakan untuk menyebut gerakan air antar lapisan di dalam tanah,

9
sedang infiltrasi digunakan untuk mendeskripsikan gerakan air dari
permukaan masuk ke dalam lapisan tanah yang teratas.

2.4 Macam-macam dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi

a. Siklus Pendek/Siklus Kecil

Gambar 2.2 Siklus Pendek


 Air laut menguap menjadi uapgas karena panas matahri
 Terjadi kondensasi dan pembentukan awan.
 Turun hujan di permukaan laut.
b. Siklus Air Sedang

Gambar 2.3 Siklus Sedang


 Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
 Terjadi evaporasi
 Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
 Pembentukan awan
 Turun hujan di permukaan daratan
 Air mengalir di sungai menuju laut kembali

10
c. Siklus Panjang/Siklus Besar

Gambar 2.4 Siklus Panjang


 Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
 Uap air mengalami sublimasi
 Pembentukan awan yang mengandung kristal es
 Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
 Pembentukan awan
 Turun salju
 Pembentukan gletser
 Glestser mencari membentuk aliran sungai
 Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

2.5 Manfaat Siklus Hidrologi dalam Kehidupan


Siklus air atau yang disebut pula dengan siklus hidrologi merupakan
sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kemudian
kembali lagi ke atmosfer. Proses kembalinya siklus air ke atmosfer tersebut
dapat terjadi melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi serta
transpirasi. Kunci dari terjadinya proses ini adalah pemanasan air laut dari
siar matahari. Dengan adanya pemanasan tersebut maka siklus hidrologi
dapat berjalan secara terus menerus tanpa henti. Air yang mengalami
evaporasi, selanjutnya akan jatuh dalam bentuk presipitasi yang berbentuk
hujan, salju, hujan es, kabut, hujan gerimis atau bisa pula hujan es batu.
Siklus hidrologi melibatkan adanya pertukaran energi panas yang dapat
menyebabkan perubahan suhu di bumi. Adanya siklus hidrologi ini dapat
menyebabkan terjadinya suhu seperti suhu dingin ataupun panas. Contoh dari
kejadian ini adalah ketika air mengambil energi yang berasal dari lingkungan
dan mendinginkannya. Untuk suhu bumi yang panas bisa terjadi saat
kondensasi air melepaskan energi dengan lingkungannya sehingga
menyebabkan pada pemanasan lingkungan.

11
Adanya siklus hidrologi berperan dalam memelihara kehidupan serta
ekosistem yang ada di bumi. Masing- masing dari reservoir air sendiri
memiliki peran yang begitu penting bagi kelangsungan planet bumi beserta
maklhuk didalamnya.
Dengan menstranfer air yang berasal dari satu reservoir ke reservoir yang
lain maka siklus ini dapat memurnikan kembali air, mengisi ulang tanah
dengan air tawar serta mengangkut mineral di berbagai belahan di dunia.
Dengan adanya siklus hidrologi, maka dapat membantu pembentukan
kembali fitur geologi bumi melalui proses erosi serta sedimentas.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
a) Hidrologi adalah ilmu bumi yang mempelajari sifat dan
karakreistik air, kejadian, distribusi dan gerakan air. Siklus
hidrologi adalah gerakan vertikal dan horizontal air baik dalam
bawah permukaan, di atmosfer, dan dilautan.
b) Siklus hidrologi terdiri dari evavorasi, transpirasi,
evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presivitasi, run
off (limpasan), dan infiltrasi
c) Manfaat siklus hidrologi untuk berperan dalam memelihara
kehidupan serta ekosistem yang ada di bumi. Masing- masing dari
reservoir air sendiri memiliki peran yang begitu penting bagi
kelangsungan planet bumi beserta maklhuk di dalamnya.
3.2 Saran
Perlu ada kesadaran dari dalam diri sendiri untuk melakukan
penghematanair agar ketersediaan air terjaga hingga masa yang akan
datang.

13
DAFTAR PUSTAKA

Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Indarto. 2010. Hidrologi. Jakarta: Bumi Aksara

Karim, Mulyawan. 2009. Ekspedisi Ciliwung. Jakarta: Kompas Media nusantara

Wikipedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Air

http://gurupintar.com/threads/jelaskan-manfaat-adanya-siklus-hidrologi.6392/

14