Anda di halaman 1dari 9

Modul 5

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN

SKENARIO 5 : Stase Radiologi

Reni dokter muda yang baru saja menjalani kepaniteraan klinik senior. Hari ini
merupakan hari pertamanya di stase ilmu radiologi. Ia dan teman-teman sekelompoknya
sedang mendengarkan materi yang disampaikan konsulen mengenai alat-alat kedokteran yang
canggih sebagai penunjang diagnostik, teknologi terapi, dan rehabilitasi medik. Mereka diajak
berkeliling untuk melihat alat-alat tersebut. Tampak alat x-ray, CT-scan, dan USG. Selanjutnya
mereka menuju ruangan rehabilitasi medik, disana ia melihat alat prostetik dan ortotik,
diantaranya kaki palsu, diantaranya shoulder disarticulation prosthesis dan hip knee ankle foot
orthose serta sejumlah alat seperti Microwave Diathermy (MWD), Infra Red Lamp Radiation
(IRR), EMG Biofeedback, traksi lumbal dan cervical, dan lain-lain. Disebelahnya ada ruangan
fisioterapi. Ia juga meihat alat traksi lumbal dan cervical, SWD, dan TENS. Banyak modalitas
kedokteran yang tidak ia ketahui kegunaannya. Reni hanya lewat di depan ruangan radioterapi
dan kemoterapi, ia tidak dibenarkan untuk masuk padahal sebenarnya ia ingin sekali tahu alat-
alat yang ada di dalam ruangan tersebut.
Reni dan teman-temannya selanjutnya melewati ruang operasi yang didepannya
terdapat jadwal operasi sejumlah pasien, salah satunya adalah skin graft pada pasien luka
bakar dan pemasangan silikon pada payudara. Tidak hanya itu, ia juga sangat penasaran
dengan pemanfaatan robotic machinery, laser serta radioterapi dalam bidang kedokteran serta
pemanfaatan biomaterial misalnya pada vascular grafts, intraocular lenses, dan lain-lain, juga
penggunaan metal prothese seperti artificial ear drum yang menggunakan jenis stainless steel,
cochlear implant dari bahan platinum, dan sebagainya. Bagaimana Anda menjelaskan kasus di
atas?

Reni benar-benar kagum, ia berniat untuk mempelajari berbagai modalitas dan kegunaanya dan
ingin menjadi seorang dokter spesialis radiologi kelak.. Bagaimana Anda menjelaskan kasus di
atas?

Jump I  Terminologi

1. X-ray (Sinar-X atau sinar Röntgen) adalah salah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100
pikometer
2. CT (computed tomography) scan adalah prosedur yang menggabungkan serangkaian
gambar X-ray yang diambil dari berbagai sisi di sekitar tubuh seseorang. Pemeriksaan
ini menggunakan komputer untuk membuat gambar cross-sectional tulang, pembuluh
darah, dan jaringan lunak yang ada di dalam tubuh orang
3. ltrasonography (USG) adalah prosedur pencitraan menggunakan teknologi gelombang
suara berfrekuensi tinggi untuk memproduksi gambar tubuh bagian dalam, seperti organ
tubuh atau jaringan lunak.
4. Ortosis (alat penguat anggota gerak) dan prostesis (alat pengganti anggota gerak yang
hilang)
5. MICROWAVE DIATHERMY UNIT (MWD) adalah suatu alat terapy yang memancarkan
gelombang micro (micro wave), untuk memanaskan jaringan di dalam kulit.
6. Electromyography-Biofeedback adalah suatu teknik/alat untuk mengevaluasi dan
merekam sinyal aktivitas dari otot
7. TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) Merupakan salah satu alat yang
sering digunakan oleh para Fisioterapis di Indonesia. TENS merupakan suatu cara
penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui
permukaan kulit yang telah terbukti efektif untuk menghilangkan nyer
8. Short Wave Diathermy (SWD) adalah Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan
yang pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Short
Wave Diathermy biasa disebut dengan Diathermy gelombang pendek. Berfungsi untuk
memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga
peredaran darah menjadi lancar.
9. Skin graft merupakan cangkok lapisan epiermis kulit yang dapat dipindahkan secara
bebas. Kulit yang digunakan dapat berasal dari semua bagian tubuh, namun pada
umumya berasal dari paha, pantat, punggung atau perut.

Jump 2 ( Rumusan Masalah)


1. Perbedaan X-ray, CT Scan dan USG?
2. Bagaimana dengan ruangan rehabilitasi medic? Dan apa kegunaan dari alat2 yang
disebutkan dalam scenario?
3. Bagaimana dengan ruangan fisioterapi? Dan apa kegunaan dari alat2 yang disebutkan
dalam scenario?
4. Mengapa rani tidak dibenarkan masuk dalam ruangan radioterapi dan kemoterapi?
5. Bagaimana dengan ruang operasi? Dan kapan dilakukan skin graft dan pemasangan
silicon?
6. Bagaimana pemanfaatan robotic machinery, laser serta radioterapi dalam bidang
kedokteran serta pemanfaatan biomaterial misalnya pada vascular grafts, intraocular
lenses, dan lain-lain?
7. Bagaimana dengan penggunaan metal prothese seperti artificial ear drum yang
menggunakan jenis stainless steel, cochlear implant dari bahan platinum, dan
sebagainya?

Jump 3 ( Hipotesa )
1. X-ray atau rontgen merupakan teknik pencitraan diagnostik yang paling umum yang
menggunakan radiasi dalam paparan minimum untuk menghasilkan gambar tubuh
bagian dalam
Metode x-ray atau rontgen biasanya digunakan untuk melihat
dan mendiagnosis penyakit tulang, degenerasi, patah tulang, dislokasi, infeksi,
dan tumor. Dosis radiasi yang diberikan hanya dalam jumlah kecil.
Ketika pemeriksaan x-ray dilakukan, mesin akan mengirimkan glombang radiasi
elektromagnetik secara singkat ke tubuh untuk memindai kondisi tubuh bagian
dalam. Radiasi yang diserap oleh masing-masing bagian tubuh akan berbeda-beda.
Inilah nantinya yang membuat hasil foto x-ray menampakkan perbedaan warna dari
putih, abu-abu, hingga hitam.

USG
CT-Scan

2. .
 Microwave Diathermy
adalah suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang pada jaringan dengan merubah
energi elektromagnet menjadi energi panas. Perbedaannya dengan SWD
adalah, MWD memiliki frekuensi yang lebih tinggi dan panjang gelombang yang lebih
pendek dibandingkan dengan gelombang SWD. Pemanasan disebabkan oleh getaran antar
molekul dan getaran ion yang tidak seragam. Federal Communications Commision (FCC)
telah menetapkan 2 frekuensi yang digunakan pada microwave diathermy, yaitu :
1) Frekuensi 915 MHz dengan panjang gelombang 33 cm.
2) Frekuensi 2,456 MHz dengan panjang gelombang 12 cm.
MWD digunakan untuk theraphy bagian tubuh dengan lemak subkutan rendah: kaki, tangan,
pergelangan tangan, acromioclavicular, sendi sternoklavikular, tendon patella, tendon
hamstring distal, dan urat keting achilles tendon.
 Traksi cervical dan lumbal,
Fungsi alat ini adalah untuk meregangkan space jarak celah antara tulang belakang, yang
bertujuan untuk melepaskan penjepitan syaraf.
Dilakukan untuk theraphy dengan keluhan :
1. CERVICAL VERTEBRA DISEASE ;
hernia disease, deformity cercival vertebrae, secendary scalenus syndrome, fracture of the
spinal cord bone, shoulder and arm symptom, whiplash injury.
2. LUMBOSACRAL VERTEBRA DISEASE ;
hernia nucleus pulposus (HNP), cartilage disease, Low back pain, sciatica (ischialgia),
fracture in bone, distraction of vertebra lumbali
TRAKSI CERVICAL ( TRAKSI LEHER)
Suatu tehnik terapi dengan menggunakan mesin mekanis berupa tarikan /peregangan pada
daerah cervical (leher).
Tujuan:
1. Membantu merelaksasi otot-otot daerah leher dan pundak (cervical)
2. Membantu mengurangi penekanan/ kompresi/iritasi akar syaraf.
3. Membantu penguluran / peregangan otot-otot vertebrae regio cervical.

TRAKSI LUMBAL ( TRAKSI PINGGANG)


Suatu tehnik terapi dengan menggunakan mesin mekanis berupa tarikan /peregangan pada
pinggang dan pelvis.

Tujuan:
1. Membantu merelaksasi otot-otot daerah pinggang (lumbal).
2. Membantu mengurangi penekanan/ kompresi/iritasi akar syaraf.
3. Membantu penguluran / peregangan otot-otot vertebrae regio lumbal.
 Infra Red Lamp Radiation (IRR)
Terapi Infra Red adalah salah satu jenis terapi dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan
Rehabilitasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik infra merah. Sinar infra merah
merupakan sinar yang tak tampak oleh mata. Sinar infra merah dibagi menjadi 3 yaitu infra
merah dekat (0,75 um-2,5 um), infra merah menengah (2,5 um-50 um), infra merah jauh
(50 um – 1000 um), dengan tujuan untuk pemanasan struktur muskuloskeletal yang terletak
superfisial dengan daya penetrasi 0,8-1mm.

Sinar infra merah diserap oleh molekul air di permukaan tubuh sehingga molekul air akan
bergetar. Getaran ini meningkatkan energi dari molekul air tersebut. Karena energinya
meningkat maka suhunya meningkat dan tubuh yang terpapar sinar infra merah akan
terasa hangat. Efek lainnya adalah pembuluh darah menjadi lebih lebar dan aliran darah
akan semakin lancar. Terapi ini juga dapat mengurangi rasa nyeri.

Jadi jelas penggunaan sinar infra merah untuk terapi karena kemampuannya dalam
menembus jaringan dan dapat menggetarkan molekul air dalam tubuh sehingga
menghangatkan dan memperlancar aliran darah
Pengaruh terapeutik dari sinar infra merah, secara garis besar dapat disebutkan
sebagai berikut :

1) Relief of pain ( mengurangi / menghilangkan rasa sakit)Penyinaran sinar infra


merah merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan rasa
nyeri. Ada beberapa pendapat mengenai mekanisme pengurangan rasa nyeri ini, yaitu :
a) Apabila diberikan mild heating, maka pengurangan rasa nyeri disebabkan oleh
adanya efek sedative pada superficial nerve ending (ujung-ujung syaraf sensoris
superfisial)
b) Apabila diberikan stronger heating, maka akan terjadi counter irritation yang akan
menimbulkan pengurangan rasa nyeri.
c) Rasa nyeri ditimbulkan oleh karena adanya akumulasi sisa-sisa hasil metabolisme
yang disebut zat “P” yang menumpuk di jaringan. Dengan adanya sinar infra merah
yang memperlancar sirkulasi darah, maka zat “P” juga akan ikut terbuang, sehingga rasa
nyeri berkurang / menghilang.
d) Rasa nyeri bisa juga ditimbulkan oleh karena adanya rasa pembengkakan, sehingga
pemberian sinar infar merah yang dapat mengurangi pembengkakan, juga akan
mengurangi rasa nyeri yang ada.

2) Muscle relaxation (relaksasi otot)Seperti diketahui bahwa relaksasi akan mudah


dicapai bila jaringan otot tersebut dalam keadaan hangat dan rasa nyeri, dapat juga
menaikkan suhu / temperature jaringan, sehingga dengan demikian bisa menghilangkan
spasme otot dan membuat relaksasi.

3) Increased blood supply (meningkatkan suplai darah)Adanya kenaikan temperature


akan menimbulkan vasodilatasi, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan darah ke
jaringan setempat, hal ini terutama terjadi pada jaringan superficial dan efek ini sangat
bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan mengatasi infeksi dijaringan superficial. Dengan
demikian maka sinar infra merah ini sangat membantu meningkatkan suplai darah ke
jaringan-jaringan yang diobati.

4) Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme ( Elimination of Waste


Products)Penyinaran di daerah yang luas akan mengaktifkan glandula gudoifera (kelenjar
keringat) di seluruh badan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan pembuangan
sisa-sisa hasil metabolisme melalui keringat. Pengaruh ini sangat bermanfaat untk kondisi-
kondisi arthritis, terutama yang mengenai banyak sendi

 EMG Biofeedback,
EMG Biofeedback yang menggunakan elektrode superfisial (elektrode permukaan) untuk
mendeteksi perubahan aktivitas otot lurik, yang kemudian akan memberikan respon balik
kepada pengguna alat melalui sinyal audio atau visual.

EMG Biofeedback berfungsi untuk mencari tahu dan mengukur gangguan fungsi otot
secara akurat dan spesifik. Data yang diperoleh melalui pemeriksaan digunakan untuk
pemilihan jenis dan takaran terapi. Sehingga bila informasi pemeriksaan akurat akan
memberikan takaran dan jenis terapi yang akurat juga.

Diagnosis danTerapi untuk pasien dengan berbagai gangguan/keluhan fungsi :

1. Pencegahan/ penapisan kekuatan otot dasar panggul pada pasien hamil mulai trimester 2,
minggu ke 4-6 pasca lahir normal serta minggu ke 8-10 pasca SC.
2. Berkemih: sulit mengkontrol rasa ingin BAK, “beser”, BAK keluar saat batuk/bersin/tertawa.
3. Defekasi :sulit untuk BAB, BAB tidak lancar
4. Nyeri :pada panggul, nyeri pinggang bawah, nyeri kepala tipe tegangan, stress, nyeri pasca
cidera olah raga.
5. Disfungsi seksual baik pada laki- laki/ sulit mempertahankan (tanpa gangguan hormonal)
dan wanita (nyeri saat berhubungan seksual)
6. Gangguan fungsi menelan pasca penderita stroke atau pada usia lanjut
7. Penapisan/ skrining pada atlit atau non atlit yang melakukan olah raga (pelari, angkat
beban).

Pemeriksaan dan terapi dengans EMG Biofeedback bersifat terprogram dan individual
sehingga
hasil yang diharapkan optimal bagi pasien

3. Ruangan Fisioterapi
 Shortwave Diathermy
Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang pada jaringan dengan merubah energi
elektromagnet menjadi energi panas. Short Wave Diathermy biasa disebut dengan Diathermy
gelombang pendek. Federal Communications Commision (FCC) telah menetapkan 3 frekuensi
yang digunakan pada short wave diathermy, yaitu :
1) Frekuensi 27,12 MHz dengan panjang gelombang 11 meter.
2) Frekuensi 13,56 MHz dengan panjang gelombang 22 meter.
3) Frekuensi 40,68 MHz (jarang digunakan) dengan panjang gelombang 7,5 meter.
Berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga
peredaran darah menjadi lancar. Beberapa manfaat SWD atau Diathermy secara umum adalah :
1. Membantu penyembuhan radang
2. Meningkatkan sirkulasi darah pada target organ
3. Mengurangi nyeri
4. Meningkatkan daya tahan jaringan
5. Membantu mengurangi ketegangan otot Sehingga harapan dan proses pemulihan dapat dicapai
 TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulator)
yang jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Stimulasi Syaraf dengan Listrik melalui kulit.
TENS adalah salah satu modalitas atau teknik Fisioterapi untuk mengurangi nyeri dengan
menggunakan energi listrik yang sudah dimodifikasi untuk merangsang sistem saraf. TENS mampu
mengaktivasi serabut saraf, baik serabut saraf berdiameter besar maupun kecil yang akan
menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat. Efektifitas TENS dapat
diterangkan lewat teori “ Gerbang Kontrol “ dari Melzack dan Wall.

TENS mempunyai bentuk pulsa monophasic, biphasic, dan poliphasic. Monophasic mempunyai
bentuk gelombang rectangular,triangular, dan sinis searah. Biphasik mempunyai bentuk pulsa
rectangular biphasic simetris dan sinusoidal biphasic simetris. Sedangkan Poliphasic ada rangkaian
gelombang sinus dan bentuk interferensi/campuran.

Aplikasi TENS menggunakan elektrode yang ukuran dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan
dan kondisi pasien. Sebelumnya, juga akan ditentukan bentuk pulsa, durasi, frekuensi, waktu terapi,
dan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

4. Dikarenakan Ruangan radioterapi pun harus benar-benar aman dan terpisah dari ruangan
lain karena menggunakan sinar dengan gelombang energi tinggi, seperti sinar-X, sinar
gamma, proton, dan electron

5. Skin Graft → Tindakan transplantasi kulit dengan melepaskan sebagian atau seluruh tebal kulit
dari daerah donor ke daerah yang membutuhkan (resipien = host ), dimana dibutuhkan suplai
darah baru untuk menjamin kehidupan kulit yang dipindahkan.

INDIKASI 1. Luka terbuka yang memiliki permukaan luka dengan vaskularisasi yang cukup
baik seperti otot, fasia, dermis, perikondrium, periosteum, paratenon, peritoneum, meningen,
pleura, dan jaringan granulasi. 2. Tidak dapat ditutup primer 3. Ingin cepat sembuh 4. Luka
akibat trauma, luka bakar, luka akibat eksisi keganasan, release kontraktur, eksisi parut /
keloid, eksisi tattoo

MACAM Berdasarkan ketebalannya :


1. Split thickness skin graft ( STG ) a. thin b. intermediate c. thick Keuntungan STG -
Kemungkinan take lebih besar - Dapat menutup defek yang luas - Donor dapat diambil dari
daerah tubuh mana saja dan dapat sembuh sendiri Kerugian STG - Punya kecenderungan
kontraksi lebih besar - Punya kecenderungan berubah warna - secara estetik kurang baik
2. Full thickness skin graft ( FTG ) Keuntungan FTG - Kecenderungan kontraksi lebih kecil -
Kecenderungan berubah warna lebih kecil - Secara estetik lebih baik daripada STG
Keuntungan FTG - Kecenderungan kontraksi lebih kecil - Kecenderungan berubah warna
lebih kecil - Secara estetik lebih baik daripada STG
Jenis Implan Silikon Pyudara Implan silikon payudara yang biasanya digunakan dalam
operasi memperindah payudara. Ditinjau dari materi pengisinya, ada 3 jenis implan payudara,
yaitu:18 a) Implan berisi garam fisiologis (saline/NaCl) Implan jenis ini biasanya dibungkus
dalam kantong silikon, dan cenderung mudah bocor atau berkerut. Karena hanya berisi air,
implan ini relatif kurang dapat dibentuk sesuai keinginan. b) Implan berisi gel silikon padat
Implan ini juga dibungkus dalam kantong silikon, namun didesain khusus hingga terasa
lembut dan fleksibel sehingga mudah dibentuk sesuai keinginan c) Implan berisi gel silikon
yang kohesif Menurut dr. Rod J. Rohrich, ketua American Society of Plastic Surgeons, implan
jenis ini merupakan tipe terbaru. Di Amerika Serikat, populer dengan nama gummy bear
breast implant. Gel kohesif seperti ini tak menyebar, bahkan jika kantong pembungkusnya
bocor/dibelah.

Implan payudara adalah prostesis yang digunakan untuk mengubah ukuran, bentuk, dan
kontur payudara seseorang. Dalam operasi plastik rekonstruktif, implan payudara dapat
ditempatkan untuk mengembalikan payudara yang tampak alami setelah mastektomi atau
untuk memperbaiki cacat bawaan dan kelainan bentuk dinding dada. Mereka juga digunakan
secara kosmetik untuk memperbesar penampilan payudara melalui operasi pembesaran
payudara . Komplikasi implan dapat meliputi nyeri payudara , perubahan kulit, infeksi, pecah,
dan pengumpulan cairan di sekitar payudara.

Prosedur mammoplasti untuk penempatan alat implan payudara memiliki tiga (3) tujuan: 1.
rekonstruksi primer: penggantian jaringan payudara yang rusak karena trauma ( tumpul ,
penetrasi , ledakan ), penyakit ( kanker payudara ), dan kegagalan perkembangan anatomi (
kelainan bentuk payudara ).
2. revisi dan rekonstruksi: untuk merevisi (memperbaiki) hasil dari operasi rekonstruksi
payudara sebelumnya.
3. augmentasi primer: untuk memperbesar ukuran, bentuk, dan rasa payudara secara estetis.
Waktu ruang operasi (OR) rekonstruksi payudara pasca mastektomi , dan operasi
pembesaran payudara ditentukan oleh prosedur yang digunakan, jenis sayatan, implan
payudara (jenis dan bahan), dan daerah dada dari kantong implan. Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa mammogram tidak boleh dilakukan dengan frekuensi yang lebih tinggi
daripada yang digunakan dalam prosedur normal pada pasien yang menjalani operasi
payudara, termasuk implan payudara, augmentasi, mastopeksi, dan edukasi ulang payudara.

6. Laser Theraphy (Low Level Laser Therapy)

Yaitu terapi yang menggunakan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu yang dapat
menghasilkan efek terapi, dimana terapi laser ini tidak menimbulkan rasa nyeri dan efek
samping. Laser energi rendah ini biasanya juga disebut dengan healing laser, soft laser atau cold
laser.
Metode terapi Laser energi rendah ini terbagi dalam beberapa macam, yaitu :
A. Terapi Laser Akupuntur (Laserneedle Acupuncture)
Laser ini berfungsi untuk merangsang titik-titik akupuntur dimana laser ini
akan menimbulkan biostimulasi dan efek reparasi jaringan tanpa efek samping dan sangat baik u
ntuk penderita osteoarthitis, reumatik, radang tendon, stroke, penyakit jantung koroner,
nyeri otot, migrain dan penderita alergi. Terapi ini bersifat non
invasive dan bebas nyeri. Titik akupuntur dan titik nyeri dapat di rangsang secara bersama-sama
(simultan). Cara penerapan laser ini ditempelkan pada kulit
(tanpa melukai kulit/transkutan). Dengan warna sinar laser blue, red dan infrared
mempunyai daya tembus yang berbeda memberikan efek biologis yang berbeda pula
pada jaringan yang diterapi
B. Laser ILIB (Intravenous Laser Irradiation on Blood)
Laser ILIB ini bermanfaat antara
lain untuk meningkatkan energi tubuh, mengoptimalkan dan meningkatkan metabolisme tubuh,
meningkatkan sistem imunitas dan untuk banyak kasus yang
resisten terhadap pengobatan. Selain diberikan secara transkutan dapat diberikan langsung
melalui aliran darah yaitu laser pembuluh darah vena tujuannya secara umum untuk merangsang
regenerasi sel. Stimulasi menggunakan laser red, green dan blue. Terapi ini sangat efektif
untuk penyakit-penyakit seperti penyakit degeneratif (misalnya : Stroke, osteoarthritis,
parkinson), gangguan metabolisme (misalnya : diabetes mellitus, kolesterol, gagal ginjal),
gangguan sirkulasi (misalnya : Jantung Koroner), radang kronis (misalnya : sinusitis, bursitis).

C. Laser Interstitial & Laser Intra Articular


Laser Interstitial & Laser Intra Articular berfungsi untuk anti inflamasi dan regenerasi
jaringan. Dengan teknik ini laser
bisa masuk lebih dalam sampai ke jaringan atau sendi secara langsung. Sehingga memungkinka
n memberikan penyinaran secara langsung jaringan atau sendi yang mengalami kerusakan
melewati kulit. Terapi ini sangat efektif untuk penyakit-penyakit nyeri punggung bawah (Low
back Pain), HNP, kerusakan syaraf, spinal stenosis, osteoarthritis, nyeri bahu kronis. Bisa juga
untuk terapi kecantikan

teknologi kedokteran terbaru telah menggunakan robot untuk pembedahan (Robotic Surgery).
Peran manusia tetap tak tergantikan sebagai operator robot, dengan menggunakan aspek yang berpadu
antara manusia dengan robot diharapkan ada keseimbangan antara keduanya meskipun masih
kontroversi sampai sekarang. Operasi bedah sudah beralih dari operasi besar menjadi operasi dengan
luka operasi yang kecil (sayatan kecil) dengan teknik laparoscopy.