Anda di halaman 1dari 27

CRITICAL BOOK REPORT

AKUNTANSI BIAYA

DOSEN PENGAMPU:

PUTRI KEMALA DEWI LUBIS, SE, M.si,Ak.CA

DISUSUN OLEH:

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BISNIS

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME karena dengan rahmat serta
hidayah-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas critical book report
dari mata kuliah akuntansi biaya. Terima kasih juga saya ucapkan kapada pihak-pihak yang
telah membantu saya menyelesaikan tulisan ini , terutama kapada Dosen Pengampu Ibu Putri
Kemala Dewi Lubis, SE, M.si,Ak.CA

Tulisan ini berisi ulasan-ulasan dari buku yang berjudul “Akuntansi Biaya” ,
mulai dari identitas buku , keunggulan & kelemahan , serta kesimpulan dan saran dari buku
tersebut. Terlepas dari itu semua, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
dan kesalahan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu,
dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaiki tulisan ini ke waktu yang akan datang.

Akhir kata saya berharap critical book report ini dapat memberikan manfaat
kepada semua pembaca. Terima kasih

Medan, Maret 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................

DAFTAR ISI................................................................................................................................

INDENTITAS BUKU ................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................

A. Rasionalisasi pentingnya CBR ..........................................................................................


B. Tujuan CBR ......................................................................................................................
C. Manfaat CBR ....................................................................................................................
BAB II RINGKASAN BUKU ....................................................................................................

BAB III PEMBAHASAN ...........................................................................................................

A. Kelebihan buku ................................................................................................................


B. Kelemahan buku ..............................................................................................................

BAB IV PENUTUP .....................................................................................................................

A. Kesimpulan .......................................................................................................................
B. Saran ................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................
IDENTITAS BUKU

A. Buku Utama

o Judul buku : Akuntansi Biaya


o Pengarang : Dr. H. Arwansyah, M.Si.
o Penerbit : Unimed Press
o Tahun terbit : 2018
o Halaman : 185
o ISBN : 978-602-8246-32-4

B. Buku Pembanding

o Judul buku : cost Accounting


o Pengarang : Charles T. horgren
o Penerbit : Harvard Universty
o Tahun terbit : 2012
o Halaman : 892
o ISBN : 978-0-13-210917
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR

Pentingnya Critical Book Report adalah tugas menulis yang mengharuskan kita untuk
meringkas dan mengevaluasi tulisan. Tugas CBR berupa buka, bab, ataupun artikel. Dalam
pembuatan CBR kita harus membaca dengan secara seksama dan juga membaca tulisan dari
buku lain yang serupa, agar kita bisa menyimpulkan tujuan dari pembuatan CBR.

Kita seringkali merasa bingung dalam memilih buku referensi untuk kita evaluasi
maupun kita pahami.Terkadang kita memilih satu buku namun kurang memuaskan hati
kita.Misalnya dari segi analisis bahasa, pembahasan tentang Profesi Kependidikan.Oleh
karena itu, penulis membuat Critical Book Report untuk mempermudah pembaca dalam
memilih beberapa referensi dari buku yang diringkas, khususnya pada pokok tentang
Bimbingan Konseling.

B. Tujuan

1. Membantu kita dalam mengulas isi dari sebuah buku.


2. Membantu kita dalam mencari dan mengetahui informasi dalam buku.
3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari buku pertama dan buku kedua.
4. Membandingkan isi buku pertama dan buku kedua.

C. Manfaat CBR

1. Mengetahui Perbedaan anatara Produk bersama dengan Produk Sampingan

2. Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam Pruduk tersebut

3.Mengetahui Perhitungan harga pokok Produk Bersama dan Produk Sampingan

4. Mengetahui Pendapatan Harga Pokok produk Bersama dan Produk Sampingan


BAB II

RINGKASAN BUKU

BAB 1

AKUNTANSI BIAYA DAN PENGERTIAN BIAYA

1. Akuntansi Keuangan Dan Akuntansi Manajemen

Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen mempunyai sifat yang sama, yaitu
akuntansi terutama bersangkutan dengan informasi keuangan dan fungsi utamanya adalah
menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk pengambilan
keputusan.

a. Pemakaian laporan akuntansi serta tujuan mereka

Akuntansi menajemen berkepentingan terhadap informasi keuangan untuk


kepentingan manajemen ,yanga berhubungan dengan informasi menegnai perusahaan untuk
memberi menfaat bagi mereka yang ada dalam perusaahan untuk membuat keputusan
menegenai perusaan .

b. Lingkup informasi

Akuntansi keuangan pada umunya menyajikan informasi mengenai perusahan secara


menyeluruh, yang menyagkut tentang posisi keuangan yakni harta, utang , modal serta
laporan tentang pendapatan dan biaya .Akuntansi manajemen dalam mengambil
keputusannya menyangkut tentang bagian tertentu dari perusaan

c. Fokus informasi

Akuntansi keunagan menghasilkan informasi berdasarkan data masa lalu untuk


menggambarkan pertanggung jawaban kepada pihak luar .Akuntansi manajemen berorientasi
pada masa yang akan datang ,karena dalam hal pengambilan kita berpoman kepada masa
yang akan datang , bukan masa yang lewat .

d. Rentang waktu
Akuntansi keunagan mencakup jangka aktu yang telah tertentu, biasanya untuk satu
tahun , satu samester .Rentang waktu yang dicakup oleh lapaoran keuangan yang dihasilkan
olh akuntansi manajemen sangat bervariasi .

e. Kreteria bagi informasi akuntansi


Akuntansi keuangan dalam hal menghasikan laporan keuangan selalu berpedoman
kepada prinsip prinsip akuntansin keuangan indonesia . Hal ini diharuskan kerena tuntunan
dari kebutuhan pihak luar.Akuntansi manejemen menghasilkan informasi yang diperlukan
oleh manajemen . Oleh karena itu akuntansi ini tidak dibatasi oleh prinsip prinsip akuntansi
yang lazim ,dalam akuntansi manajemen yang dingunakan adalah efektif tidaknya suatu
prinsif atau metode bagi menajemen perusahaan individual .

f. Ilmu yang menjadi sumber akuntansi

Akuntansi keuangan dan bagian dari akuntansi manajemen berdasarkan diri pada ilmu
ekonomi yang mengatur prinsip prinsip yang membimbing pengambilan keputusan dalam
menggunkan sumber yang langka .

g. Isi laporan

Akuntansi keuangan menghasilakan laporan keuangan priodik yang umumnya terdiri


dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba ditahan dan laporan posisi keunagna
pada waktu tertentu.Akuntansi manajemen yang menghasikan laporan keuangan untuk
manejemen dari berbagai jenjang organisasi umunnya menghasikan informasi terperinci .

h. Sifat informasi

Akuntansi keungan mengjasilkan ketepatan yang tinggi. Akuntansi manajmen


menghasilkan informasi banyak yang brsufat taksiran ,karena akuntansi manajemen ini
berdasarkan dirinya kepada masa yang akan datang yang belum terjadi .

2. Akuntansi Biaya Merupakan Bagian Dari Akuntansi Keuangan Dan Akuntansi


Manajemen
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan , penggolongan , peringkasan , dan peyajian
biaya pembuatan dan penjual produk atau jasa , dengan cara tertentu, serta penafsiran
tertentu, serta penafsisar terhadapnya .

Proses akuntansi biaya dapat ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan pemakaian


dalam perusahaan .Dalam hal ini akuntansi biaya merupakan bagian bagian dari akuntansi
manajemen .akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu :

1) Penentuan harga pokok


2) Pengendalian biaya
3) Pengambilan keputusan khusus

Untuk meemnuhi tujuan penentuan harga pokok produk ,umumnya akuntansi biaya
untuk penentuan harga pokok ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen teras dan
pihak luar perusahaan .oleh karena itu akuntansi biaya untuk penentuan harga pokok ini
tanduk kepada prinsip akuntansi yang lazim.

3. BIAYA

Biaya merupakan objek yang dicatat, digolongkan, diringkas dan disajikan oleh
akuntan biaya . Dari defenisi tersebut , maka biaya dalam pengertian luas dapat diartikan
sebagai berikut :

1) Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomis


2) Diukur dalam satuan uang
3) Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi
4) Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu

Untuk membedakan penegrtian biaya secar luas : pengorbanan sumber ekonomis untuk
memperoleh aktiva ini disebut dengan istilah harga pokok.

4. PENGGOLONGAN BIAYA

Pengumpulan , penyajian laporan dan analis biaya adalah untuk memenuhi kebutuhan
manajemen dalam hal ;

1) Perencanaan laba
2) Pengawasan biaya
3) Penilaian persediaan untuk menetapkan laba tahuann
4) Penentuan hatar jual dan kabijaksanaan harga
5) Menyediakan data biaya yang relevan untuk prosesanalisa bagi pengambilan
keputusan

Agar informasi biaya disajiakan oleh akuntansi biaya dapat memenuhi keperuan di
atas , maka biaya harus digolongkan sesuai dengan kepentingan manajemen .Berikut ini
disajukan beberapa cara penggolongan biaya :

a. Penggolongan biaya atas dasar fungsi pokok dalam perusahaan

Fungsi fungsi penggolongan biaya dingolongankan menjadi biaya produksi , biaya


pemasaran , dan biaya administrasi daan umum .

1. Biaya produksi adalah biaya biaya yang terjadi dalam hubunyannya dengan
proses pengolahan ahan baku menjadi bahan jadi .
2. Biaya pemasaran adalah biaya biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan
usaha memperoelh pesanan dan memeuhi pesanan.
3. Biaya administrasi dan umum adalah biaya biaya yang terjadi dalam hubunganya
dangan pengaturan , pengawasan dari tata usaha dari organisasi perusahaan yang
bersangkutan
b. Penggolongan biaya atas dasar hubungan dengan sesuatuyang dibiayai
Atas dasar hubungan dengan suatu yang dibiayai , biaya digolongkan menjadi biaya
langsing dan biaya tak langsung .
Biaya langsung adalah biaya biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai
,baiaya tidak langsung adalah biaya biaya yang tidak terjadi secara langsung kepada biaya
Dalam hubungan dengan produk d]sebagi suatu yang dibiayai ,biaya produksi dibagi
menjadi dua kelompok yaitu :
1. Biaya produksi langsung
2. Biaya produksi tidak langsung

c. Penggolongan biaya atas dasar hubungannya dengan perubahan volume


kegiatan
Atas dasar hubungannya dengan perubahan volume kegiatan,biaya digolongkan
menjadi :
1. Biaya tetap
2. Biaya variabel
3. Biaya semi variabel
d. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya
Untuk tujuan perhitungan rugi laba dan penentuan harga pokok produk secara teliti ,
maka dingolongkan atas dasar jangka waktu pemamfaatannya , untuk kepentingan tersebut
maka pengeluaran dingolongkan menjadi dua golongan yaitu :
1. Pengeluaran modal
2. Pengeluaran penghasilan

e. Penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran

Biaya digolongkan sesuai dengan objek yang dibiayai ,misalnya pengeluaran untuk
bahan baku yang dipalkai dalam proses produksi disebit biaya bahan baku pengeluaran untuk
mebayar advertensi disebut biaya advertens

1.Metode Pengumpulan Harga Pokok Produk


a. Sisten akuntansi biaya
sistem akuntansi biaya yang biasa diperngunakan ,dapat dibedakan menjadi :
1. Sistem periodik
2. Sistem perpetual

Dalam sitem periodik biaya produksi dikumpulkan secara periodik , yaitu pada akhir
periode dari perkiraan perkiraan yang berhubungan dengan biaya produksi ke perkiraan
ikhtisar produksi .Dalam sisitem perpetual mutasi persediaan , baik persediaan bahan baku ,
barang dalamproses maupun produk jadi dicatat pada perkiraan persedian bersangkutan

b. Metode pengumpulan biaya \

Dalam pengumpulan harga pokok produk , ada dua metode yang dapat dingunakan
yaitu metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses .

BAB 2

Metode Haraga Pokok PesanaN


1. Pengertiian Sistem Harga Pokok Pesanan

Metode harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan biaya produk untuk
menentukan harga pokok produk yang mempunyai ciri-ciri khusus, yang berbeda dengan ciri-
ciri produk lainnya, sehingga harga pokoknya harus ditentukan secara tersendiri.

2. Siklus Akuntansi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur

 Barang dalam proses: biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik (debet) dan harga pokok produk jadi (kredit)

 Persediaan Bahan Baku : bahan baku yang dibeli (debet), dan bahan baku yang di
pakai (kredit)

 Gaji dan upah : gaji dan upah (debet) dan upah langsung (kredit)

 Biaya Overhead Pabrik : biaya overhead pabrik sesungguhnya (debet) dan yang
dibebankan kepada produk sesuai tarif (kredit)

 Persediaan Produk Jadi : harga pokok produkjadi di (dbet) dan harga pokok
produk terjual (kredit)

3. Penggolongan Biaya dalam Metode Harga Pokok Pesanan

 Biaya produksi langsung

 Biaya produksi tidak langsung

4. Karakteristik metode harga pokok pesanan

 Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus

 Produk dihasilkan sesuai dengan stesifikasi yang ditentukan oleh sipemesan

 Produk ditujukan untuk memenuhi pesanan.

5. Kartu harga pokok pesanan adalah sebagai tempat pencataan biaya produksi yang
terjadi untuk membuat pesanan yang bersangkutan.

BAB 3

BIAYA OVERHEAD PABRIK


1. Pengertian penggolongan biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain dari bahan baku dan tenaga kerja
langsung. Dapat digolongkan sebagai berikut: biaya bahan penolong,biaya tenaga kerja tak
langsung, biaya reperasi dan pemeliharaan, biaya penyusutan aktiva dan biaya asuransi.

2. Langkah-langkah penentuan tarif bop

a. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik

b. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk

c. Menghitung tarif bop

BAB 4

BIAYA BAHAN BAKU

1. Prosedur Pembelian Bahan Baku

a. Prosedur pembelian bahan baku

b. Prosedur order pembelian

c. Prosedur penrimaan bahan baku

2. Prosedur permintaan dan pengeluaran bahan baku

a. Bagian produksi membuat buki permintaan barang sebanyak 3 lembar dan harus
disahkan oleh orang yang berwenang.

b. Bagian gudang menyiapkan barang sesuai yang diminta dalam permintaan barang,
untuk diserahkan ke bagian produksi.

3. Harga pokok bahan baku yang dibeli

Harga pokok bahan yang dibeli, bukan saja yang tercantum dalam faktur pembelian,
akan tetapi meliputi: harga faktur, biaya angkut dan biaya-biaya lain yang berhubungan
seperti biaya pemesana, biaya penerimaan dll

BAB 5

BIAYA TENAGA KERJA


1. Pengertian Biaya Tenaga Kerja dan Cara Penggolongannya

a. defensi

tenaga kerja adalah usaha phisik atau mental yang dipakai dalam kegiatan usaha
prusahaan.

b. Pengolongan biaya tenaga kerja

 Menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan

 Menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan

 Menurut jenis pekerjaan

 Menurut hubungannya dengan produk

c. Akuntansi biaya tenaga kerja

Akuntansi biaya tenaga kerja hubungannya dengan tiga jenis,yaitu:

 Penghitungan waktu jam kerja

 Penyusunan daftar gaji dan upah

 Alokasi biaya tenaga kerja

BAB 6

METODE HARGA POKOK PROSES PENGANTAR

1. pengertian metode harga pokok proses

Metode harga pokok proses adalah metode penentuan harga pokok dengan cara
mengumupulkan biaya produksi yang terjadi dalam suatu periode, dan membagi sama rata
kepada produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan. Metode pokok diterapkan
pada perusahaan yang memproduksi barang secara terus menerus.

2. Ciri khas( karakteristik) proses produksi

Dalam proses produksi yang memproduksi barang secara massaal mempunyai ciri
khas sebagai berikut:
a) Proses produksi dilakukan secara terus menerus
b) Produk yang dihasilkan merupakan prodk standar yanng artinya mempunyai
bentuk, ukuran, dan kualitas yang sama yang ditentukan oleh perusahaan
c) Produk yang ditujukan untuk persediaan
Contoh perusahaan yang berproduksi secara massal yang umumny mempergunakan metode
harga pokok proses diantarnya: perusahaan kimia, minyak bumi, testil, baja, karet, gula pasit,
batu bata, semen dan lain sebagainya.

Klasifikasi biaya dalam metode harga metode harga pokok proses. Biaya produksi dalam
metode harga pokok proses dikembangkan dalam

 Biaya bahan
Biaya bahan dapat dipisahkan menjadi :
a. biaya bahan baku
b. biaya bahan penolong
Biaya bahan penolong dalam metode harga pokok proses tidak dikelompokkan kedalam
biaya oveload biaya pabrik seprti halnya dalam metode harga pokok pesanan tetapi
merupakan dalam kelompok biaya tersendiri dikelompokkan biaya
 Biaya tenaga kerja
Dalam metode ini tidak dapat dipisahkan antara biaya tenaga kerja langsung dengan biaya
tenaga kerja tidak langsung karena kedua ini dikelompokkan kedalam satu kelompok
yaitu “biaya tenaga kerja”
 Biaya produksi yang tak lansung
Dalam metode ini dimaksud adalah biaya –biaya produksi selain biaya bahan dan biaya
tenaga kerja. Dengan demikian yang termasuk kedalam biaya overload pabrik dalam
metode harga pokok proses terdiri atas biaya listrik, biaya asuransi gedung pabrik,dan
mesin mesin

3. Metode harga pokok tanpa memperhitungkan persediaann produk dalam proses awal

A. Metode harga pokok proses produk diolah melalui satu departemen produksi
Produk yang dihasilkan dalam satu periode terdiri atas produk selesai dan produk
yang dihasilkan dalam suatu periode. Dengan kata lain ekuivalen dari produk itu yang
dihasilkan adalah jumlah satuan produk dalam ukuran selesai,yang dihasilkan oleh biaya
produksi yang terjadi dalam satu periode terntu.

Laporan biaya produksi adalah sebagai berikut:


1. laporan kegitan produksi yaitu laporan tentang produk yang diolah produk yang
selesai di tranfer ke gudang dan produk yang masih dalam proses pada akhir periode
2. laporan biaya produksi yaitu laporan tentang jumlah setiap unsur biaya produksi
selama periode tertentu dan biaya produksi persatuan produk
3. laporan perhitungan biaya berisi perhitungan harga pokok produk selesai yang
ditranfer ke gudang dan harga pokok produk yang masih dalam proses akhir.

B. Metode harga pokok produk diolah melalui lebih dari satu departemen produksi
Perhitungan biaya produksi per unit yang dihasilkan dalam departemen setelah
departemen pertama telah merupakan produk jadi dari departemen sebelumnya, yang
membawa biaya produksi dari departemen setelah departemen pertama terdiri dari :
1. biaya produksi yang dibawa dari departemen sebelumnya
2. biaya produksi yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama

5. Pengaruh terjadinya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan harga pokok
produk per satuan

Hilangnya unit yanng diproses dapat diakibatkan oleh adanya


penguapan,pengkristalan, atau penyusutan. Dengan demikian hilang yang dimaksud dalam
hal ini adalah berkuranngnya satu unit yang dihasilkan akibat proses produksi yang timbul
karena hal hal sperti menguap, mengkristalan, menyusut dan lain lagi. Unit yang hilang pada
proses produksi tersebut dalam data produksi laporan biaya produksi haus disertakan. Hal ini
tentu saja memperjelas laporan dan pertanggung jawaban.

Karena sulit menentukan saat hilangnya, untuk itu kepentingan akuntansi, maka
dilakukan anggapan. Anggaan yang dilakukan adalah bahwa hilangnya terjadi pada:

1. awal produksi

2. akhir produksi

1. Hilangnya di awal produksi


Bila hilangnya dianggap diawal produksi maka laporan biaya produksi unit yang
berarti :

a. belm menikmati biaya produksi sehingga unit yang hilang tidak dibebankan harga
pokok

b. tidak diperhitungkan dalam perhitungan unit ekuivalen

c. unit yang hilang di departemen setelah departemen pertama, maka harus ada
penyesuaian biaya per unit pada departemen setelah departemen tersebut

2. Unit yang hilangnya diakhir proses

Bila hilangnya diakhir proses maka dalam laporan biaya produksi unit yang hilang utu
berarti:

a. diangggap telah menikmati biaya produksi

b. diperhitungkan sebagai bagian dari unti ekuivalen

c. biaya unit yang hilang akan menjadi beban produk jadi

d. tidak diperlakukan penyesuaian

BAB 7

METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN

1.PERSEDIAAN PRODUK DALAM PROSES AWAL

Perhitungan harga pokok produk dilakukan dengan anggapan tidak terdapat


persediaan produk dalam proses awal periode. Adanya produk dalam proses akhir periode
pada suatu proses produksi ternyata akan menjadi produk dalam proses awal periode
berikutnya. Jika dalam suatu periode terdapat persediaan awal barang dalam proses, maka
dalam periode ini akan terdapat dua macam harga pokok, yaitu :

a. Harga pokok yang terjadi pada periode yang lalu, yaitu yang melekat pada persediaan
awal barang dalam proses.
b. Harga pokok yang terjadi pada periode yang sedang berjalan.
Jika di awal periode terdapat barang dalam proses awal, ada dua metode untuk
menentukan harga pokok produk selesai, yaitu :

a.Metode Rata-rata

Dalam metode ini, untuk menghitung harga pokok rata-rata per satuan produk, lebih
dahulu masing-masing unsur biaya produksi (bahan, tenaga kerja dan overhead pabrik) yang
melekat pada persediaan awal barang dalam proses, dijumlahkan dengan unsur biaya
produksi yang sama, yang terjadi pada periode yang sedang berjalan. Selanjutnya jumlah
setiap unsur biaya produksi dibagi dengan unit ekuivalen masing-masing.

Menurut metode harga pokok rata-rata unit ekuivalen produk yang dihasilkan, di
hitung dengan cara menjumlahkan jumlah unit produk selesai dengan unit ekuivalen produk
dalam proses akhir periode. Dengan cara diatas tersebut, akan diperoleh biaya produksi rata-
rata per satuan produk yang merupakan dasar penentuan produk selesai yang dikirim ke
departemen berikutnya atau ke gudang.

2.Metode Harga Pokok Rata-rata Produk Diolah Melalui Satu Departemen Produksi

3.Metode Harga Pokok Rata-rata Produk Diolah Melalui Lebih dari Satu Deprtemen
Produksi

Harga pokok produk yang diolah melalui dua departemen produksi atau lebih, adalah
harga pokok yang terjadi di departemen pertama, ditambah dengan biaya produksiyang
ditambah di departemen berikutnya.Masalah timbul pada perhitungan harga pokok rata-rata
di departemen-departemen produksi berikutnya.

b.Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)

Yang menjadi dasar perhitungan harga pokok produk dengan metode MPKP, adalah
bahwa :

1. Produk selesai yang pertama keluar, adalah produk yang pertama kali masuk proses
produksi. Oleh karena itu produk dalam proses awal periode, dianggap produk yang
lebih dahulu selesai dan ditransfer ke departemen berikutnya, atau ke gudang.
2. Biaya produksi yang terjadi dalam suatu periode, lebih dahulu dipergunakan untuk
menyelesaikan produk dalam proses awal yang belum selesai pada periode yang lalu.

Biaya produksi yang terjadi dalam satu periode akan menghasilkan :


a. Produk selesai yang terdiri atas produk dalam proses awal, dan sebagian lagi produk
yang masuk proses produksi pada periode yang bersangkutan.
b. Produk dalam proses akhir periode.

1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) Produk diolah Di Satu


Departemen
2. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) Produk Diolah Melalui Lebih
dari Satu Departemen

Di dalam departemen produksi setelah departemen pertama, produk telah membawa


harga pokok dari priode sebelumnnya. Produk dalam proses yang telah membawa harga
pokok dari harga pokok produk yang di transfer ke departemen berikutnya atau ke
gudang.

BAB 8

PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA

DAN PRODUK SAMPINGAN

Pada banyak industri manufaktur, satu proses produksi dihasilkan lebih dari satu jenis
produk. Bila dalam suatu proses produksi dihasilkan lebih dari satu satu produk, maka produk
tersebut disebut produk bersama dan atau produk sampingan, tergantung pada nilai jual relatif
dari produk tersebut.

1.PRODUK BERSAMA (JOINT PRODUCT)

Yaitu beberapa produk yang dihasilkan dari suatu rangkaian proses produksi secara
serempak dengan menggunakan biaya yang sama, yang tidak dapat dilacak atau
dibedakan/dipisahkan pada setiap produk dan mempunyai nilai jual atau kuantitas produk
relatif sama.

Karakteristik Produk Bersama

1. Produk bersama mempunyai hubungan phisik yang sangat erat satu sama lain dalam
proses produksinya. Bila ada tambahan kuantitas produksi produk yang satu, tidak
dapat dihindarkan untuk menambah kuantitas produksi produk bersama lainnya.
2. Tidak ada satu produkpun dari produk bersama secara signifikan nilainya lebih tinggi
dari produk yang lain.
3. Dalam proses produk bersama dikenal istilah “titik pisah” yakni saat terpisahnya split-
off masing-masing jenis produk yang dihasilkan dari biaya yang sama yang telah
dinikmatti produk secara bersama-sama.

Akuntansi Produk Bersama

Masalah akuntasi dalam produk bersama adalah alokasi biaya bersama.Alokasi


tersebut bertujuan untuk menentukan harga pokok dan penentuan nilai persediaan. Ada
beberapa metode untuk mengalokasikan biaya bersama, yaitu :

a. Metode Nilai Jual Retatif


Metode ini didasarkan kepada pemikiran bahwa harga jual produk, ditentukan atas
dasar biaya pembuatannya.Oleh karena itu logis jika biaya bersama dialokasikan
berdasarkan harga jual relatif masing-masing produk yang dihasilkan.Harga jual
relatif produk bersama mungkin diketahui pada saat titik pisah, mungkin juga tidak
diketahui pada saat titik pisah.

b. Metode Satuan Fisik


Menurut metode ini biaya bersama dialokasikan berdasarkan perbandingan kuantitas
produk yang dihasilkan. Dengan demikian kuantitas produk bersama yang dihasilkan,
harus dinyatakan dengan satuan yang sama. Alokasi biaya bersama kepada masing-
masing produk, dilakukan dengan membagi kuantitas masing-masing produk dengan
total kuantitas semua produk yang dihasilkan, dan mengalikan hasilnya dengan
jumlah biaya bersama.

c. Metode Rata-rata Biaya Per Satuan


Metode ini diterapkan jika produk bersama yang dihasilkan diukur dengan satuan
yang sama. Biasanya diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk bersama
yang jenisnya sama, tetapi kualitasnya berbeda.

d. Metode Rata-rata Tertimbang


Menurut metode ini, biaya bersama atas dasar perbandingan total rata-rata tertimbang
tiap jenis produk.Total rata-rata tertimbang tiap jenis produk, adalah hasil kali
kwantitas produk yang dihasilkan dengan bobot (angka penimbang) produk yang
bersangkutan.

2.PRODUK SAMPINGAN

Merupakan produk yang dihasilkan dalam proses joint product namun produk tersebut
relatif harganya/nilainya/kuantitasnya lebih rendah dibandingkan produk yang lain. Produk
yang nilainya relatif lebih tinggi disebut “produk utama”(main product). Dalam suatu proses
produksi bersama mungkin menghasilkan produk utama dan produk sampingan.

4. AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN

Akuntansi produk sampingan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

a. Metode Tanpa Harga Pokok


Metode ini tidak mengalokasikan biaya bersama kepada produk sampingan.Karena
nilai produk sampingan jauh lebih rendah daripada produk utama, maka alokasi biaya
bersama kepada produk sampingan tidak perlu.
b. Metode Harga Pokok
Metode ini mengalokasikan biaya bersama kepada produk sampingan dalam metode
yang termasuk golongan ini, diperhitungkan harga pokok persediaan produk
sampingan, yang ditetapkan atas dasar biaya bersama yang dialokasikan kepadanya.

BAB 9

SISTEM HARGA POKOK TAKSIRAN

1. PENGERTIAN HARGA POKOK TAKSIRAN

Di dalam membebankan harga pokok kepada produk dapat digunakan sistem harga
pokok sesungguhnya atau sistem harga pokok yang ditentukan di muka.Pembebanan harga
pokok sesungguhnya adalah pembebanan harga pokok kepada produk sesuai dengan harga
pokok sesungguhnya dikeluarkan. Ditinjau dari sudut akuntansi biaya, harga pokok
sesungguhnya mempunyai kelemahan – kelemahan, antara lain :

1. Harga pokok produk baru dapat di hitung akhir priode setelah biaya sesungguhnya
dapat.
2. Sistem ini hanya bermanfaat untuk penentuan harga pokok produk, sedangkan
untuk tujuan pengendalian biaya dan sebagai dasar pengambilan keputusan tidak
dapat menyediakan informasi yang memadai, yang dibebankan.
3. Tidak ada alat untuk mengukur prestasi pelaksanaan sehingga tidak dapat
dilakukan pengukuran terhadap daya guna dan hasil guna.
4. Untuk pengambilan keputusan diperlukan informasi biaya yang diperkirakan akan
terjadi untuk menghasilkan produk atau pesanan. Data yang disajikan oleh sistem
harga pokok sesungguhnya sudah terlambat atau tidak relevan dengan tujuan
tersebut.

3. TUJUAN PENGGUNAAN HARGA POKOK TAKSIRAN


a. Persiapan sebelum mempergunakan sistim harga pokok standar
Bagi perusahaan yang akan menggunakan sistim harga pokok standar dalam akuntansi
biayanya, Penggunaan sistim harga pokok taksiran merupakan jembatan dari
kebiasaan menggunakan harga pokok sesungguhnya kepada kebiasaan dalam sistim
harga pokok standar.

b. Menghemat biaya, jika dibandingkan dengan menggunakan sistim harga pokok


standar
Penentuan harga pokok standar memerlukan biaya yang besar, sehingga bagi
perusahaan yang kecil menerapkan sistim harga pokok taksiran merupakan satu
tindakan penghematan biaya, jika dibanding dengan menerapkan sistim harga pokok
standar.

c. Untuk pengendalian biaya


Harga pokok taksiran sering digunakan sebagai ukuran atau dasar perbandingan
dengan biaya produksi yang sesungguhnya terjadi, sehingga penyimpanan –
penyimpanan dalam pelaksanaannya dapat diketahui.
3. PENENTUAN BESARNYA HARGA POKOK TAKSIRAN

a. Taksiran Biaya Bahan Baku


Meliputi taksiran kuantitas setiap junis bahan baku yang diperlukan untuk mengolah
setiap satu satuan produk tertentu dan taksiran harga setiap jenis bahan baku yang
diperlukan tersebut.

b. Taksiran Biaya Tenaga Kerja Langsung


Besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dipengaruhi oleh sistim pengupahan
yang berlaku diperusahaan.
c. Taksiran Biaya Overhead Pabrik
Dimulai dengan menaksir besarnya tiap elemen overhead pabrik dalam periode
tertentu yang dikelompokkan pula atas dasar tingkat variabelitas biaya yaitu ke dalam
biaya tetap dan biaya variabel.

4. PROSEDUR AKUNTANSI SISTIM HARGA POKOK TAKSIRAN

Prosedur akuntansi dalam sistim harga pokok taksiran mempunyai ciri-ciri :

1. Perkiraan barang dalam proses untuk bahan baku.


2. Perkiraan produk jadi didebit sebesar harga pokok taksiran atas produk jadi, dan
dikridit sebesar harga pokok taksiran produk yang terjual.
3. Perkiraan harga pokok penjualan didebit sebesar taksiran atas produk jadi yang dijual.
4. Selisih dari biaya taksiran, pada akhir periode nampak dalam perkiraan barang dalam
proses dan dipindahkan ke perkiraan selisih.
5. Jumlah selidih tersebut, kemudian dipindahkan ke perkiraan harga pokok penjualan,
persediaan produk jadi dan perkiraan persediaan barang dalam proses.\

BAB 10

SISTEM HARGA POKOK STANDAR

1. PENGERTIAN BIAYA STANDAR

Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya
yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai
kegiatan tertentu, dengan asumsi kondisi ekonomi tertentu.
2. PENGERTIAN SISTEM HARGA POKOK STANDAR

Sistem harga pokok standara dalah merupakan salah satu sistem harga pokok yang
ditentukan di muka untuk mengelolah produk atau jasa tertentu dengan cara menentukan
besarnya biaya standar dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead
pabrik untuk mengolah satu satuan produk atau jasa tertentu.

3. MANFAAT HARGA POKOK STANDAR


a. Untuk memudahkan pembuatan rencana kegiatan dan perencanaan anggaran.
b. Untuk memudahkan penentuan kebijaksanaan dalam melaksanakankegiatan
produksi.
c. Untuk pengawasan biaya.
d. Untuk pengambilankeputusan yang khusus.
e. Menghemat biaya administrasi.

4. TIPE – TIPE ( JENIS ) STANDAR


a. Standar teoritis atau standar ideal
b. Rata – rata biaya masa lalu
c. Standar normal
d. Standar yang tidak baik di capai

5. PENENTUANHARGA POKOK STANDAR


a. Biaya bahan baku standar
Biaya bahan baku standar adalah biaya bahan baku yang seharusnya terjadi
untuk membuat satu satuan produk tertentu.
1). Penentuan bahan baku standar
2). Penentuan kuantitas bahan baku standar.

b. Biaya tenaa kerja langsung standar

Biaya tenaga kerja langsung standar adalah biaya tenagakerja langsung yang
seharusnya untukmembuat satu satuan produk tertentu.

1). Penentuan tarif upah langsungg standar


2). Penentuan jam kerja langsung standar

c. Penentuan tarif biaya overhend pabrik standar

6. ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI

Analisis selisih biaya produksi merupakan proses menganalisa selisih biaya


yang timbul karena perbedaan biaya produksi yang sesungguhnya terjadi
dibandingkan dengan biaya produksi standar, dan penentuan penyebab selisih biaya
produksi tersebut.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan Buku
 Pada buku pertama, pembahasannya lebih ringkas.
 Bahasa yang digunakan dalam buku pertama tidak sulit dipahami.
 Dalam buku pertama, menjelaskan materi dengan baik.
 Buku ini menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah untuk
dipahami oleh pembaca.
 Materi yang dibahas sangat bagus dan menarik.
 Pada buku pertama ini banyak memuat contoh-contoh yang sesuai dan mudah
dipahami.

B. Kelemahan Buku
 Di dalam buku ini kurang memuat pendapat-pendapat para ahli sehingga
kurang menambah wawasan para pembaca.
 Karena buku pertama terlalu ringkas maka konsep-konsep dalam buku
tersebut tidak lengkap.
 Keterangan dalam buku pertama ini, sebaiknya diberi tampilan yang
menarik.tidak baku dalam penyajian materi, misalnya banyak menggunakan
singkatan maupun ejaan yang salah.
BAB VI

PENUTUP
A. Kesimpulan

Biaya produk bersama muncul dari produksi secara simultan atas berbagai produk
dalam proses yang sama. Ketika dua atau tiga produk di produksi dari sumber daya yang
sama maka akan terbentuk biaya gabungan. Biaya gabungan terjadi sebelum titik pisah (split-
off). Titik pisah adalah saat dihasilkannya dua atau lebih produk bersama, dimana pada saat
itu produk bersama bisa langsung dijual atau diproses lebih lanjut.

Pengakuan adanya produk sampingan ini menyangkut perlakuan terhadap harga


pokok produk sampingan, biaya untuk memproses produk sampingan, dan hasil penjualan
produk sampingan.Alokasi biaya bersama kepada produk utama dan produk sampingan pada
umumnya dianggap tidak perlu, karena nilai produk sampingan relatif rendah bila
dibandingkan dengan produk utama.

B. Saran

Biaya Produk bersama juga bisa diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan sejak saat
mula-mula bahan baku diolah sampai dengan saat berbagai macam produk dapat dipisahkan
identitasnya. Hal ini menjadikan masalah baru bagi perusahaan dalam perhitungan
akuntansinya jika sesuatu perusahaan tidak memahami hal ini, Oleh sebab itu sangat penting
untuk bisa memahai makalah ini karena makalah ini sudah membahas tentang Biaya Produk
bersama dan Produk Sampingan.
DAFTAR PUSTAKA

Arwansyah,2018,Akuntansi biaya,medan:Unimed press

Horgren Charles T,2012,cost accounting,NewYork:Havard Univercity