Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SEBAGAI PRODUK AKHIR DARI TUGAS CRITICAL BOOLS REVIEW


MATERI
GAYA VAN DER WAALS

DISUSUN OLEH :
AKNES DIANTI LINGGA ( 4181131001 )
ALBILA NOVITA ( 4183331025 )
DEBORA SILVIA ( 4183331031 )
DELVIA STEVANIA L. TOBING ( 4183331017 )
DERI SALSALINA BR. SITEPU ( 4181131004 )
ELSIMA NAINGGOLAN ( 4183131002 )

PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,berkat karunia dan
hidayah–Nya sehingga critical book report yang penulis buat ini dapat di
selesaikan dengan baik guna memenuhi tugas mata kuliah ikatan kimia
yang di ampu oleh dosen Dr.Iis Siti Jahro ,M.Si dan Siti Rahmah
,S.Pd.,M.Sc. Tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi namun penulis
menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-
kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
Critical book report ini disusun agar pembaca dapat memperluas
ilmu , yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber
informasi dan referensi.
Semoga tugas ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para
mahasiswa Universitas Negeri Medan. Penulis sadar bahwa tugas ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu,
kepada dosen pembimbing kami meminta masukannya demi
perbaikan pembuatan tugas kami di masa yang akan datang dan
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Medan, November 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggung jawab
dalam gayainteraksi tarik-menarik antara dua atom atau molekul yang
menyebabkan suatu senyawadiatomic atau poliatomik menjadi stabil. Ikatan kimia
pada prinsipnya berasal dari interaksiantar electron-elektron yang ada pada orbit
luar, atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainnya.
Ikatan kimia terbagi atas :
a. Ikatan antar atom :
1. Ikatan Ionik : ialah ikatan yang terbentuk antara unsure logam dan non-
logamdengan perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar membentuk kation
dananion melalui gaya elektrostatik.
2. Ikatan Kovalen : ialah ikatan kimia diantara dua atom atau lebih unsure non-
logam dengan non-logam melalui penggunaan bersama pasangan elektron.
3. Ikatan Logam : ialah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-
menarikantara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negative dari
electron-elektron yang bebas bergerak dalam logam tersebut.
b. Ikatan antar molekul :
Ikatan Hidrogen : ialah gaya tarik menarik antara atom H dengan atom
lainyang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa
yangsama. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan
dariatom-atom penyusunnya. Semakin besar perbedaannya semakin besar pula
ikatanhidrogen yang dibentuknya.Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi
titik didih dari senyawatersebut. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya
maka akan semakin besartitik didih dari senyawa tersebut. Namun, terdapat
pengecualian untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiap molekulnya.
Akibatnya, titik didihnya paling besardibanding senyawa dengan ikatan hidrogen
lain, bahkan lebih tinggi dari HF yangmemiliki beda keelektronegatifan
terbesar.Ikatan Van der Waals : ialah gaya tarik-menarik antara atom atau
molekul,dimana gaya ini relatif jauh lebih lemah dibandingkan gaya yang timbul
karena ikatan valensi dan besarnya gaya ini ialah 10-7 kali jarak antara atom-atom atau
molekul-molekul.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah latar belakang penemuan ikatan Van Der Waals ?
2. Apakah definisi dan contoh gaya Van Der Waals ?
3. Bagaimanakah klasifikasi gaya Van Der Waals ?
4. Bagaimanakah fakta eksperimen dari adanya ikatan Van Der Waals ?
5. Bagaimanakah faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan gaya Van Der
Waals?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui latar belakang penemuan ikatan Van Der Waals
2. Untuk mengetahui definisi dan contoh gaya Van Der Waals
3. Untuk mengetahui klasifikasi gaya Van Der Waals
4. Untuk mengetahui fakta eksperimen dari adanya ikatan Van Der Waals
5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan gaya Van Der
Waals

1.4 Manfaat
Agar menambah wawasan dan pengetahuan dari pembaca dan penulis serta
untuk menyelesaikan tugas CBR mata kuliah ikatan kimia.
BAB II
GAYA VAN DER WAALS
2.1. Latar Belakang Gaya Van Der Waals
Pada tahun 1813 Van Der Waals memperbaiki persamaan gas ideal, salah
satunya dengan memasukkan suku an2/v2 yang ditambahkan pada tekanan sebagai
kontribusi adanya gaya tarik antar molekul yang sangat lemah. Oleh sebab itu,
semua gaya tarik antar molekul yang sangat lemah tersebut dirujuk sebagai gaya
Van Der Waals. Gaya Van Der Waals pada prinsipnya bersumber dari dua kriteria
yaitu :
 Jika molekul mempunyai dipol maka gaya antar molekul yang terjadi
berupa gaya tarik menarik elektrostatik antara dua dipol ( gaya dipol-dipol
). Kekuatan gaya dipol –dipol tersebut sangat bergantung pada momen
dipol yang memiliki masing-masing molekul-molekul. Jika molekul
mempunyai momen dipol yang besar, maka gaya dipol-dipol antar
molekulnya relatif kuat seperti yang terjadi pada molekul HCl. Sedangkan
jika molekul mempunyai momen dipol yang kecil, maka gaya dipol-dipol
antar molekulnya sangat kecil seperti yang terjadi pada molekul CO.
 Jika molekul mempunyai dipol yang mengimbas molekul nonpolar
sehingga terbentuk dipol terinduksi pada molekul non polar dan akhirnya
terjadi gaya tarik menarik elektrostatik antara dipol-dipol terinduksi.
Meskipun demikian, kedua gaya antar molekul diatas tidak dapat menjelaskan
sebab unsur gas mulia dan molekul-molekul non polar seperti CH4, N2, O2,dan
sebagainya dapat berada dalam wujud cair , bahkan dalam kondisi tertentu dapat
berwujud padat. Pada tahun 1930. Dengan menggunakan mekanika kuantum,
London berhasil memecahkan gaya ini sehingga kini disebut dengan gaya dispersi
london.

2.2. Definisi dan Contoh Gaya Van Der Waals


Gaya van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis tertentu gaya
antarmolekul. Istilah ini pada awalnya merujuk pada semua jenis gaya antar
molekul, dan hingga saat ini masih kadang digunakan dalam pengertian tersebut,
tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi
molekul menjadi dipol. Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara
molekul-molekul non polar (GayaLondon), antara molekul-molekul polar (Gaya
dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-
dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat
dan sangat lemah. Gaya Van Der Waals dahulu dipakai untuk menunjukkan
semua jenis gaya tarik-menarik antar molekul. Namun kini merujuk pada
padagaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul yang terlemah menjadi dipole
seketika. Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat berada dalam fase dipole
seketika ketika salah satumuatan negative berada di sisi tertentu. Dalam keadaan
dipol ini, molekul dapat menarik atau menolak electron lain dan menyebabkan
atom lain menjadi dipole. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini merupakan
gaya Van Der Waals. Karena gaya ini sangat lemah maka zat yang mempunyai
ikatan van der waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah. Meskipun
demikian gaya van der waals bersifat permanen dan lebih kuat dari gaya london.
Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada
senyawa CH4.
Perbedaan keelektronegatifan C (2,5) dengan H(2,1) sangat kecil, yaitu
sebesar 0,4.Senyawa-senyawa yang mempunyai ikatan van der waals akan
mempunyai titik didih sangatrendah, tetapi dengan bertambahnya Mr Ikatan akan
makin kuat sehingga titik didih lebihtinggi. Contohnya, titik didih
C4H10>C3H8>C2H6>CH4. Contoh lainnya terdapat pada Br2 dan I2. Br2 berwujud
cair tetapi mudah menguap dan I2 berwujud gas tetapi mudah menyublim.Hal ini
disebabkan karena ikatan antara molekul Br2 dan I2 adalah ikatan van der waals.
Kristal Molekul dalam bentuk gas (seperti N2, O2, Cl2) dan hampir semua
zat organic berupa molekul-molekul tunggal dengan ikatan kovalen. Gaya tarik
antara molekul-molekul ino sangat lemah.Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa
gas-gas nyata tidak mengikuti hokum gas ideal :PV = nRTGaya antar molekul ini
disebut gaya Van Der Waals. Dengan adanya gaya-gaya inimemberikan koreksi
pada persamaan ideal untuk gaya sejati. Dimana; P = Tekanan Gas,V=Volume gas,
T = Temperatur (K), a dan b = tetapan, R = Tetapan Gas Umum. Dalam keadaan
cair dan keadaan padat, gaya-gaya ini lebih besar. Seperti telah dijelaskan, zat-zat
di atas membentuk Kristal molekuler. Satuan-satuan dalam Kristal molekuler
seperti chlor, benzene, dsb. Untuk atom atau molekul-molekul kecil, struktur
kristalnya biasanya tersusun rapat (close packed) karena gaya Van Der Waals
tidak mempunyai arah dalam ruang. Struktur ini terdapat pada gas-gas mulia,
Halogen, H2, N, 02,CO2, HCl, HBr, CH4, CH6, NH3, PH3, dan H2S.

2.3 Klasifikasi Van Der Waals


 Antariksa ion-dipol
Partikel yang berbeda dapat saling berikatan atau tarik-menarik
bila yang pertama adalah ion dan yang lain molekul polar (dipol). Gaya
Tarik listrik ini disebut antaraksi ion-dipol, contohnya.

H+ + H2O → H3O+
Ag+ + 2NH3 → Ag(NH3)2+
Al3++ 6H2O → Al(H2O)63+
Na++ nH2O → Na(OH2)n+
F-+ mH2O → F(H2O)m-
Gaya ini cukup kuat dan sangat penting dalam proses kelarutan zat
dalam pelarut. Ion positif atau negative dapat larut dalam pelarut polar,
contohnya:
 NaCl (senyawa ion) dapatlarutdalam air (pelarut polar).
 AgBr (senyawa ion) larutdalam NH3 (pelarut polar).

 Antaraksidipol-dipol
Anataraksi antara molekul polar (dipol) terjadi antara ekor dan
kepala. Yang artinya kutub positif molekul yang satu tarik menarik dengan
kutub negative yang lain. Contohnya molekul HF (GAMBAR 6.37)
Antaraksi dipol-dipol antar molekul yang berbeda merupakan
faktor yang menemukan kelarutan zat dalam pelarut.
Dengan antaraksi ini senyawa polar dapat larut dalam pelarut polar,
contohnya alcohol dalam air atau air dalam alcohol. Alcohol dan air adalah
polar dan dapat saling melarutkan karena kutub-kutubnya saling
berinteraksi( GAMBAR 6.38)
 Antaraksi ion dipol terinduksi
Adalah molekul netral menjadi dipol akibat induksi partikel
bermuatan yang berada didekatnya. Induksi oleh ion lebih besar
dibandingkan oleh dipol, karena muatan ion lebih besar. Jika induksi
disebabkan oleh ion, maka terjadi antaraksi antar ion tersebut dengan
molekul dipol yang terinduksi sehingga disebut antaraksi ion
dipolterinduksi (GAMBAR 6.39), contohnya
I- + I2 → I3-
Hg2+ + Hg → Hg22+

 Antaraksi dipol – dipol tereduksi


Molekul dipol dapat membuat molekul netral lain bersifat dipol
terinduksi, sehingga terjadi antar aksi dipol-dipol terinduksi. Ikatan ini
cukup rendah, sehingga prosesnya berlangsung lambat. Contohnya
krypton dalam air.

nH2O + CH4 → CH4(H2O)n


nH2O + Kr → Kr(H2O)n

 Antaraksi dipol terinduksi-dipol tereduksi


Pasangan elektron suatu molekul, baik yang bebas maupun terikat,
selalu bergerak mengelilingi inti. Electron yang bergerak dapat
mengimbas atau menginduksi sesaat pada molekul tetangganya, karena
electron bermuatan listrik.
Gaya London menonjol pada molekul-molekul nonpolar dalam
wujud cair dan padat, seperti N2 padat atau cair. Dalam keadaan padat,
molekulnya rapat dan gaya molekul kuat sehingga molekul berkumpul
bersama. Bila kita ingin mengubah wujud gas dari pada ke cair, atau dari
cair ke gas, diperlukan sejumlah energi untuk memutuskan gaya London
sehingga molekul melepas diri dari yang lain (GAMBAR 6.41).
Gaya London bergantung pada Mr molekul. Semakin besar Mr
semakin banyak elektronnya dan semakin mudah membentuk dipol
terinduksi.
(TABEL 6.18)

Gaya London dapat terjadi antara molekul yang berbeda seperti


CH4, C2H6, C3H6, dan C4H10. Keempat senyawa ini dapat bercampur bila
dicairkan.

2.4. Fakta Eksperimen Adanya Gaya Van Der Waals


Banyak bukti menunjukkan bahwa ada gaya tarik antara molekul,contohnya Cl2
Cl---- Cl . . . . . . . . Cl Cl

Gaya Van Der Waals

Gaya ini disebut gaya van der waals dan sangat lemah dibandingkan ikatan
ion dan kovalen. Dalam molekul Cl2 terdapat ikatn kovalen dengan energi ikatan
240kj/mol,dan antara molekul Cl2 terdapat gaya van der waals sebesar 21 kj/mol.
Gaya Van Der Waals dapat terjadi antara partikel yang sama atau berbeda.
Sama halnya dengan gaya kohesi (gaya antara partikel-partikel zat yang sama )
yang dipelajari disekolah lanjutan. Gaya ini terjadi karena adanya sifat kepolaran
partikel tersebut. Semakin kecil kepolaran maka makin kecil pula gaya van der
waalsnya.
Kepolaran partikel ada yang permanen dan ada yang tidak. Seperti telah
dibahas, kepolaran permanen melalui akibat kepolaran ikatan dalam molekulnya
sedangkan kepolaran tidak permanen karena terinduksi oleh partikel bermuatan,
sehingga molekul bersifat polar sesaat secara spontan.
2.5 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Ikatan Van Der Waals
Gaya London ini dipengaruhi oleh dua faktor,yaitu:
1 Jumlah electron dalam atom atau molekul
Makin besar ukuran atom atau molekul, makin besar jumlah elektron
sehinggamakin jauh pula elektron terluar dari inti dan makin mudah awan
elektronterpolarisasi, serta makin besar gaya dispersi.
2 Bentuk molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat, lebih mudah menjadi
dipoledibandingkan dengan molekul yang bulat sehingga gaya disperse
londonnya akansemakin besar.
Ikatan Van der Waals juga ditemukan pada polymer dan plastik.
Senyawa inidibangun oleh satu rantai molekul yang memiliki atom
karbon, berikatan secarakovalen dengan berbagai atom seperti hidrogen,
oksigen, nitrogen, dan atom lainnya.Interaksi dari setiap untaian rantai
merupakan ikatan Van der Waals. Hal ini diketahui dari pengamatan
terhadap polietilen, polietilen memiliki pola yang sama dengan gasmulia,
etilen berbentuk bentuk gas menjadi cairan dan mengkristal atau
memadatsesuai dengan pertambahan jumlah atom atau rantai molekulnya.
Dispersi muatanterjadi dari sebuah molekul etilen, C2H4, yang
menyebabkan terjadinya dipoltemporer serta terjadi interaksi Van der
Waals. Dalam kasus ini molekul H2C=CH2 ,selanjutnya melepaskan satu
pasangan elektronnya dan terjadi ikatan yangmembentuk rantai panjang
atau polietilen. Pembentukan rantai yang panjang darimolekul sederhana
dikenal dengan istilah polimerisasi.
3 Kepolaran molekul
Karena Ikatan Van Der Waals muncul akibat adanya kepolaran,
maka semakinkecil kepolaran molekulnya maka gaya Van Der Waalsnya
juga akan makin kecil.
4 Titik didih gas mulia adalah:
helium - 269°C
neon - 246°C
argon - 186°C
kripton - 152°C
xenon - 108°C
radon - 62°C
Semua unsur tersebut berada pada molekul monoatomik.
Alasan yang mendasari bahwa titik didih meningkat sejalan
denganmenurunnya posisi unsur pada golongan adalah kenaikan jumlah
elektron, dan jugatentunya jari-jari atom. Lebih banyak elektron yang
dimiliki, dan lebih menjauhsejauh mungkin, yang paling besar
memungkinkan dipol sementara terbesar dankarena itu gaya dispersi
paling besar.
Karena dipol sementara lebih besar, molekul xenon lebih melekat
(stickier)dibandingkan dengan molekul neon. Molekul neon akan
berpisah satu sama lain padatemperatur yang lebih rendah dibandingkan
molekul xeno–karena itu neonmemiliki titik didih yang lebih rendah.
BAB III
KESIMPULAN

1 Pada tahun 1813 Van Der Waals memperbaiki persamaan gas ideal, salah
satunya dengan memasukkan suku an2/v2 yang ditambahkan pada tekanan
sebagai kontribusi adanya gaya tarik antar molekul yang sangat lemah.
Oleh sebab itu, semua gaya tarik antar molekul yang sangat lemah tersebut
dirujuk sebagai gaya Van Der Waals.

2 Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non
polar (GayaLondon), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol)
atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol
terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau
padat dan sangat lemah. Gaya Van Der Waals dahulu dipakai untuk
menunjukkan semua jenis gaya tarik-menarik antar molekul. Namun kini
merujuk pada padagaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul yang
terlemah menjadi dipole seketika.

3 Antariksa ion-dipol
Partikel yang berbeda dapat saling berikatan atau tarik-menarik bila yang
pertama adalah ion dan yang lain molekul polar (dipol).
Antaraksidipol-dipol
Anataraksi antara molekul polar (dipol) terjadi antara ekor dan kepala
Antaraksi ion dipol terinduksi
Adalah molekul netral menjadi dipol akibat induksi partikel bermuatan
yang berada didekatnya.
Antaraksi dipol – dipol tereduksi
Molekul dipol dapat membuat molekul netral lain bersifat dipol terinduksi,
sehingga terjadi antar aksi dipol-dipol terinduksi.
Antaraksi dipol terinduksi-dipol tereduksi
Pasangan elektron suatu molekul, baik yang bebas maupun terikat, selalu
bergerak mengelilingi inti.
4 Banyak bukti menunjukkan bahwa ada gaya tarik antara
molekul,contohnya Cl2
Cl---- Cl . . . . . . . . Cl Cl

Gaya Van Der Waals

Gaya ini disebut gaya van der waals dan sangat lemah dibandingkan ikatan
ion dan kovalen.

5 Faktor yang mempengaruhi gaya Van Der Waals ialah :


a. Jumlah Elektron dalam atom atau molekul
b. Bentuk Molekul
c. Kepolaran Molekul
d. Titik Didih
DAFTAR PUSTAKA

Mulyanti, S., 2015. Kimia Dasar Jilid 1. Bandung : Penerbit Alfabeta


Petrucci,R.H.,1985. Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga
Syukri,S., 1999. Kimia Dasar . Bandung : ITB

Anda mungkin juga menyukai