Anda di halaman 1dari 40

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III

UPAYA MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA MTsN 2


KAPUAS MELALUI MARKET DAY

Oleh:

ERNITA KARMILA, S.Pd.

NIP. 19960327 201903 2 005

BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN

BEKERJA SAMA DENGAN

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI

GOLONGAN III ANGKATAN XXVII

TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXVII
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN
BEKERJA SAMA DENGAN
PEMERINTAH LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2019

NAMA : ERNITA KARMILA, S.Pd.


NIP : 19960327 201903 2 005
INSTANSI : MTSN 2 KAPUAS
JABATAN : GURU IPS
NOMOR DAFTAR HADIR :2

“ UPAYA MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA MTsN 2


KAPUAS MELALUI MARKET DAY “

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan


Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXVII Provinsi Kalimantan Selatan Kerja
Sama Pusat Pelatihan dan Pegembangan dan Kajian Manajemen Pemerintah
Lembaga Administrasi Negara Tahun 2019

Banjarbaru, 15 Nopember 2019


Menyetujui,
Coach, Mentor,

Anang Nazaruddin, S.Pd.I. Istanto, M.Pd.


NIP. 19790927 200604 1 002 NIP. 19730412 200112 1 002

i
LEMBAR PENGESAHAN HASIL PERBAIKAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXVII


BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN
BEKERJA SAMA DENGAN
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2019

NAMA : ERNITA KARMILA, S.Pd


NIP : 19960327 201903 2 005
INSTANSI : MTSN 2 KAPUAS
JABATAN : GURU IPS
NOMOR DAFTAR HADIR : 2
JUDUL AKTUALISASI
” UPAYA MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA
MTsN 2 KAPUAS MELALUI MARKET DAY “

Telah diseminarkan dan disempurnakan berdasarkan masukan dari Penguji,


Coach dan Mentor pada tanggal 15 November 2019

Banjarbaru, 15 Nopember 2019

Menyetujui,
Coach, Mentor,

Anang Nazaruddin, S.Pd.I. Istanto, M.Pd.


NIP. 19790927 200604 1 002 NIP. 19730412 200112 1 002

Penguji,
Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Drs. H. Abd Manan


NIP. 19620219 199403 1 007

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, berkah,


hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi Diklat Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXVII Kementerian Agama
Tahun 2019 yang akan dilaksanakan di MTsN 2 Kapuas. Tidak lupa juga penulis
mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dan bimbingan selama
proses penyusunan penulisan ini hingga dapat selesai tepat waktu kepada:

1. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah,


Drs, H Masrawan, M. Pd.
2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Drs. H. Ahmad
Bahruni, M.AP
3. Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Kabupaten Kapuas,
H. Sajarwan, M.Pd
4. Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin, Drs. H. Humaidi, S.Sos.,
M.AP yang memfasilitasi dan menjamin kelancaran penyelenggaraan
Latsar,
5. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kapuas, Istanto, M,Pd sebagai
Mentor yang di tengah kesibukannya tetap dapat membimbing dan
mengarahkan penulis.
6. Coach, Anang Nazaruddin, S.Pd.I. yang di tengah kesibukannya tetap
dapat membimbing dan mengarahkan penulis,
7. Para Widyaiswara dan Panitia Penyelenggara Latsar yang membantu
kelancaran kegiatan Latsar,
8. Rekan-rekan peserta Latsar yang penulis banggakan yang membuat
serangkaian kegiatan Latsar menjadi lebih meriah dan berwarna.
9. Orang tua dan keluarga yang memberikan kekuatan dan dukungan tak
terhingga,
10. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan
rancangan aktualisasi yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

iii
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan ini masih terdapat beberapa
kekurangan. Oleh karena itu, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan rancangan ini.

Banjarbaru, 13 November 2019

ERNITA KARMILA, S.Pd

iv
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................................iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1
1. Visi, Misi, dan Tusi MTsN 2 Kapuas..................................................... 3
2. Gambaran Umum Organisasi .............................................................. 5
3. Tugas Fungsi PNS ............................................................................... 6
B. Tujuan Penulisan ......................................................................................... 8
1. Tujuan Umum ...................................................................................... 8
2. Tujuan Khusus ..................................................................................... 8
C. Nilai-nilai Dasar Aneka ............................................................................... 8
1. Akuntabilitas ........................................................................................ 8
2. Nasionalisme ....................................................................................... 9
3. Etika Publik .......................................................................................... 9
4. Komitmen Mutu.................................................................................. 10
5. Anti Korupsi ....................................................................................... 10
D. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI .................................................. 11
1. Manajemen ASN................................................................................ 11
2. Pelayanan Publik ............................................................................... 12
3. Whole of Government (WoG)............................................................. 13
E. Lima Nilai Budaya Kementrian Budaya…………………………………13
BAB II ANALISIS ISU-ISU DAN GAGASAN SOLUSI ......................................... 14
A. Identifikasi Isu-isu dan Analisis Penyebab ............................................... 14
B. Isu-isu yang Diangkat ................................................................................ 15
C. Gagasan Pemecahan Isu ............................................................................ 17
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ................................................................ 20
A. Matriks Rancangan Aktualisasi (Form 1) ................................................. 20
B. Jadwal Rencana Aktualisasi ...................................................................... 26
C. Catatan Bimbingan .................................................................................... 27
D. Rencana Antisipasi Kendala yang Akan Dihadapi.................................... 28
E. Matriks Kegiatan ....................................................................................... 29

v
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai
ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat Pembina kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan, memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan NKRI.

Peraturan tentang ASN tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2014 sudah secara
implisit menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan sekedar
merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan
publik. Oleh karena itu ASN harus dibekali dengan nilai-nilai yang kuat seperti
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (LAN, 2017).

Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk


menjembatani antara ilmu dan kemampuan pasar melalui ide-ide baru, inovasi,
perubahan, dan cara yang lebih baik untuk dikembangkan sehingga mampu
menambahkan nilai yang lebih besar daripada nilai yang sebelumnya.

Perlu kita ketahui bahwasanya kondisi masyarakat Indonesia saat ini sangat
vital bagi bangsa, namun di tengah bangsa yang berlimpah kekayaan sumber daya
alam, masyarakatnya sendiri masih banyak yang menjadi buruh dan lebih
menggantungkan pendapatan dari bekerja sebagai karyawan. Oleh karena itu
kemampuan entrepreneurship menjadi sebuah keterampilan yang harus diperkenalkan
dalam pendidikan anak sejak dini untuk masa depan dalam menjawab tantangan era
revolusi dimana generasi mudalah yang akan menjadi penerus bangsa dan harus
mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Era globalisasi mendorong setiap Negara untuk meningkatkan kualitas


pendidikannya agar mampu bersaing di tengah pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi. Bagi bangsa Indonesia yang saat ini sedang mendapatkan bonus
demografi, penigkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan
merupakan prioritas utama untuk menyiapkan generasi emas yang mampu
berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat global. Jumlah penduduk
Indonesia yang besar sekitar 264 Juta jiwa menurut world population data sheet 2017
(www.prb.org) dan persebaran penduduk yang tidak merata merupakan salah satu

1
tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam upaya menyiapkan generasi muda
yang handal.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dihasikan melalui


penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas yang memenuhi empat pilar: Learning
to know, learning to do, learning to be, and learning to live together. Pendidikan yang
baik ditandai dengan penguasaan soft skills dan hard skills yang seimbang. Upaya
untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia dapat dilakukan dengan
inovasi pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diperlukan di abad ke 21 dan
revolusi industry 4.0. Dalam hal ini, guru memegang peran yang sangat besar untuk
melakukan terobosan dalam pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada materi
tetapi juga meningkatkan potensi dan keterampilan peserta didik sehingga memiliki
bekal yang cukup untuk hidup di zaman yang diwarnai dengan pesaingan bebas di
segala bidang.

Salah satu keterampilan yang diperlukan oleh siswa di era perdagangan bebas
dunia adalah soft skill kewirausahaan. Oleh karena itu penting bagi guru untuk
menginisiasi tumbuhnya keterampilan kewirausahaan pada peserta didik sejak dini.
Tujuannya adalah untuk mempersiapkan siswa sebagai bagian dari bonus demografi
Indonesia agar menjadi orang kreatif, inovatif, dan memiliki kemandirian yang tinggi
sehingga diharapkan tidak menjadi beban pembangunan tetapi menjadi asset bangsa
yang mampu membuka lapangan kerja di masa depan.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan selama mengajar di MTs Negeri 2


Kapuas, ditemukan bahwa tidak ada satupun peserta didik yang berkeinginan menjadi
entrepreneur, kurangnya pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai
entrepreneurship dan tidak adanya kegiatan yang mendukung untuk mengembangkan
jiwa kewirausahaan peserta didik

Sebagai seorang guru Ilmu Pengetahuan Sosial yang dalam keseharianya


sering berinteraksi dengan para peserta didik dan salah satu yang berperan penting
dalam kemajuan kualitas pendidikan agar mampu bersaing di tengah pesatnya
kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pengembang keterampilan peserta
didik di era perdagangan bebas, maka penulis merasa ada hal yang perlu dilakukan
untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada peserta didik. Maka dari itu
dalam kegiatan aktualisasi, penulis mencoba berinovasi dalam ” Upaya
Menumbuhkan Minat Kewirausahaan Pada Siswa Mtsn 2 Kapuas Melalui Market
Day ”.

2
1. Visi, Misi dan Tusi MTsN 2 Kapuas
a. Visi
Visi MTsN 2 Kapuas adalah Unggul dalam prestasi, Tangguh dalam
Kompetisi dan berkepribadian Islam.
b. Misi
Misi MTsN 2 Kapuas adalah sebagai berikut:
1) Menyelenggarakan pendidikan secara efektif sesuai dengan institusi
lembaga pendidikan.
2) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri siswa sehingga
mampu berkembang secara optimal
3) Menumbuh kembangkan lingkungan relegius di madrasah sehingga
siswa dapat mengamalkan dan menghayati ajaran agama secara
nyata.
4) Menumbuh kembangkan prilaku terpuji dan praktik nyata di
madrasah sehingga siswa dapat menjadi teladan bagi teman dan
masyarakat.
5) Membuat citra positif madrasah dan bekerja sama dengan stake
holder serta masyarakat dalam peningkatan mutu madrasah.
c. Tugas dan Fungsi
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya menjelaskan bahwa:
1) Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai
ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk
melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

3
2) Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
3) Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun
rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu,
menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan
melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta
didik.
4) Kegiatan bimbingan adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana
bimbingan, melaksanakan bimbingan, mengevaluasi proses dan hasil
bimbingan, serta melakukan perbaikan tindak lanjut bimbingan
dengan memanfaatkan hasil evaluasi.
5) Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan
kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan,
bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.
6) Tim penilai Jabatan Fungsional Guru adalah tim yang dibentuk dan
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit
dan bertugas menilai prestasi kerja Guru.
7) Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau
akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang
Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
8) Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas
utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan
jabatannya.
9) Daerah Khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang,
daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah
perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana
alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan
darurat lain.
10) Program induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja,
pembimbingan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan
dalam proses pembelajaran bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Guru.

4
Kewajiban Guru dalam melaksanakan tugas adalah:
1) Merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan
pembelajaran/ bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi
hasil pembelajaran/ bimbingan, serta melaksanakan
pembelajaran/perbaikan dan pengayaan;
2) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
3) Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis
kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar belakang
keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam
pembelajaran;
4) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode
etik Guru, serta nilai agama dan etika; dan
5) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Gambaran Umum Organisasi


Madrasah Tsanawiyah Negeri Kapuas Timur. Pada mulanya berdiri
atas swadaya masyarakat dengan nama MTsN Karya 45 dan dinegerikan
menjadi MTsN Kapuas Timur (1997) dengan rincian sebagai berikut :
 MTs Karya 45 berdiri pada tahun 1976 dengan status TERDAFTAR dan
pada tahun 1992 statusnya berubah menjadi di AKUI.
 MTs Karya 45 dinegerikan menjadi MTsN Kapuas Timur berdasarkan
SK.Menag (DR.H.Tarmiji Taher) tanggal 17 Maret 1997 Nomor : 107 th
1997
 MTsN Kapuas Timur berganti nama menjadi MTsN 2 Kapuas sampai
sekarang.
MTsN 2 Kapuas beralamat di Jalan Trans Kalimantan Km. 9 Anjir Serapat
Barat, Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas. Saat ini MTsN 2
Kapuas dikepalai Oleh Bapak Istanto, M.Pd yang membawahi 180 siswa
dari jenjang kelas VII, VIII dan IX. Saat ini MTsN 2 Kapuas memiliki 2 unit
Madrasah yang terletak di 2 lokasi yang berbeda, yakni Unit 1 yang
beralamat di km. 9 Anjir Serapat Barat bergabung dengan pemukiman

5
warga yang digunakan sebagai kantor induk (kantor guru, Kepala
Madrasah, Wakamad, dan TU) disamping digunakan untuk siswa kelas VII.
Kemudian Unit 2 ada di km. 10 Anjir Serapat Barat yang digunakan sebagai
ruang belajar bagi siswa kelas VIII dan IX, disamping dilengkapi pula ruang
perpustakaan dan kantor guru unit 2.

3. Tugas Fungsi PNS


Berdasarkan Undang-undang No. 5 tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara Bab IV Pasal 11 dinyatakan bahwa pegawai ASN (PNS) memiliki
tugas:
a. Melaksanakan kewajiban publik yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).

6
Gambar 1.1 Struktur Organisasi MTsN 2 Kapuas

67
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Secara umum penulisan rancangan aktualisasi ini bertujuan untuk
mengimplementasikan gagasan pemecahan isu pada satuan kerja penulis
dengan membuat program perubahan sesuai dengan nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu, dan anti korupsi) serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI yang
meliputi manajemen ASN, pelayanan publik, dan whole of government (WOG).
2. Tujuan Khusus
Penulisan rancangan aktualisasi ini khususnya bertujuan:
a. Sebagai salah satu syarat kelulusan dalam latsar CPNS golongan III
Angkatan XXVII.
b. Untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mengelola keterampilan
peserta didik.
c. Untuk meningkatkan jiwa entrepreneurship pada peserta didik MTsN 2
Kapuas.

C. Nilai-nilai Dasar Aneka


1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Pegawai negeri
sipil yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat
dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintah dan pelayanan publik serta konsisten dan dapat diandalkan dalam
menjalankan tugas dan fungsinya. Nilai-nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan
dalam kegiatan aktualisasi ini adalah:
a. Penuh semangat
b. Disiplin
c. Profesional
d. Tepat waktu
e. Transparan
f. Sesuai ketentuan

8
g. Efektif
h. Efisien
i. Tanggung jawab
j. Integritas
k. Keadilan
l. Kepercayaan
m. Keseimbangan
n. Kejelasan
o. Konsistensi
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Prinsip
nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila agar senantiasa
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi dan golongan; menunjukkan sikap rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa dan
bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri, mengakui persamaan
derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia dan bangsa, menumbuhkan
sikap saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa.
Nilai-nilai nasionalisme yang dapat diterapkan dalam kegiatan aktualisasi ini
adalah:
a. Cinta tanah air
b. Tidak diskriminatif
c. Membela kebenaran
d. Rela berkorban
e. Kepentingan bersama
f. Disiplin
g. Menghormati pendapat
h. Musyawarah
i. Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar atau norma yang menentukan
baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan, dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab

9
pelayanan publik. Nilai-nilai etika publik yang dapat diterapkan dalm aktualisasi
ini adalah:
a. Jujur
b. Sopan
c. Cermat
d. Taat pada aturan
e. Disiplin
f. Bertanggung jawab
g. Integritas tinggi
h. Menjaga rahasia
i. Taat perintah atasan
j. Hormat
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen
mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada
kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk atau jasa berupa
ukuran baik atau buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai
negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi
kepuasan kepada stakeholder. Nilai-nilai komitmen mutu yang dapat diterapkan
adalah:
a. Efektivitas
b. Efisiensi
c. Inovasi
d. Kreatifitas
e. Berorientasi mutu
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah kesadaran untuk tidak melakukan korupsi yakni tidak
melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri / orang
lain / korporasi yang dapat merugikan negara. Korupsi sering dikatakan sebagi
kejahatan luar biasa dikarenakan dampaknya yang luar biasa menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan
kehidupan yang lebih luas. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian
keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan

10
dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Nilai-
nilai anti korupsi yang dapat diterapkan pada kegiatan aktualisasi ini adalah:
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggung jawab
f. Kerja keras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil

D. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Ada 3 hal utama yang perlu dipahami dan diimplementasikan seorang PNS
dalam kesehariannya ketika menjalankan tugas negara, yaitu pemahan tentang
manajemen ASN, pelayanan publik dan whole of government.

1. Manajemen ASN

Berdasarkan modul Pelatihan Dasar Calon PNS 2017 disebutkan bahwa


manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN
yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pegawai ASN berkedudukan
sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh
pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi
semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut,
maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayan publik; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa.
Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:
a. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
b. Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas, dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

11
Nilai-nilai manajemen ASN yang dapat diterapkan pada kegiatan aktualisasi
ini adalah:
a. Kepastian hukum
b. Profesionalitas
c. Proporsionalitas
d. Keterpaduan
e. Delegasi
f. Netralitas
g. Akuntabilitas
h. Efektif dan efisien
i. Keterbukaan
j. Non diskriminatif
k. Persatuan
l. Kesetaraan

2. Pelayanan Publik

Berdasarkan definisi pada modul Pelatihan Dasar Calon PNS 2017, dinyatakan
bahwa penyelenggara pelayanan publik adalah lembaga pemerintah, BUMN atau
BUMD, dan korporasi. Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan
pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan
Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik
dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat”. Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2009 Tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan/atau
dan penduduk atas barang, jasa, pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan definis diatas, dapat disimpulkan
bahwa ada tiga unsur utam terselenggaranya suatu pelanyanan publik yaitu
penyelenggara, penerima layanan dan kepuasaan penerima layanan.
Nilai-nilai pelayanan publik yang dapat diterapkan pada kegiatan aktualisasi ini
adalah:
a. Transparansi
b. Akuntabilitas
c. Kondisional

12
d. Partisipatif
e. Keamanan hak

3. Whole of Government (WoG)

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang


menyatukan upayaupaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam
ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh
karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan
yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang
relevan. WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya kementerian atau
lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama. WoG juga dipandang
sebagai bentuk kerjasama antar seluruh aktor, pemerintah dan sebaliknya.
Nilai-nilai WoG yang dapat diterapkan pada kegiatan aktualisasi ini adalah:
a. Integrasi
b. Koordinasi
c. Kapasitas

E. Lima Nilai Budaya Kementrian Agama


Kementerian Agama RI telah menyusun 5 (lima) Budaya Kerja yang telah disahkan
menjadi Peraturan Menteri Agama RI, untuk diinstruksikan bagi seluruh jajaran ASN
Kementerian Agama yaitu :
1. Integritas: keselarasan antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik
dan benar
2. Profesionalitas: bekerja secara disiplin, kompeten dan tepat waktu dengan hasil
terbaik
3. Inovasi: menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih
baik
4. Tanggung jawab: bekerja secara tuntas dan konsekuen
5. Keteladanan: menjadi contoh yang baik bagi orang lain

13
BAB II
ANALISIS ISU-ISU DAN GAGASAN SOLUSI

A. Identifikasi Isu-isu dan Analisis Penyebab


Merujuk pada masalah yang ada dalam latar belakang maka perlu dilakukan
pengamatan isu-isu aktual yang sedang terjadi di unit kerja dalam rangka
penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang tepat dan disesuaikan dengan nilai-
nilai ANEKA serta kedudukan dan peran PNS dalam rangka mengatasi isu aktual
tersebut.

Adapun isu-isu yang telah didiskusikan dan didukung oleh mentor beserta coach
adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Identifikasi Isu


KONDISI DAMPAK YANG
No IDENTIFIKASI ISU SUMBER ISU
SAAT INI TERJADI
1 Kurangnya minat Akuntabilitas, Peserta didik - Peserta didik tidak
peserta didik Pelayanan kebanyakan mengembangkan
yang ingin Publik, bercita-cita kemampuan dan
menjadi Manajemen menjadi TNI, kreatifitas yang
entrepreneur ASN, WoG, Polri, Guru, dimiliki.
Etika publik, Dokter, dsb tidak - Peserta didik hanya
Nasionalisme ada satupun menjadi konsumen
yang ingin bukan produsen.
menjadi
entrepreneur.
2 Belum adanya Akuntabilitas, Pembelajaran - Kurangnya
praktek Pelayanan IPS hanya kemampuan peserta
pembelajaran Publik, terfokus pada didik untuk
secara nyata Manajemen peguasaan materi mengimplementasikan
terkait materi ASN, WoG, dan hasil belajar. teori ke dunia nyata.
pembelajaran Etika publik,
IPS Nasionalisme
3 Rendahnya minat Akuntabilitas, Peserta didik - Siswa merasa jenuh
peserta didik untuk Pelayanan tidak antusias dalam pembelajaran.
mengikuti Publik, dalam - Siswa tidak bisa
Pembelajaran IPS Manajemen pembelajaran, menangkap
ASN, WoG, ada peserta didik pembelajaran yang
Etika publik, yang membolos diajarkan.
Nasionalisme saat - Siswa tidak
pembelajaran mendapatkan
IPS, peserta didik kompetensi yang

14
asik sediri saat diharapkan.
proses belajar
mengajar.
4 Rendahnya motivasi Akuntabilitas, Tidak ada media - Siswa tidak memiliki
peserta didik Pelayanan pembelajaran buku yang dibutuhkan
memiliki buku mata Publik, yang dimiliki untuk menunjang
pelajaran Prakarya Manajemen siswa untuk pelajaran.
ASN, WoG, menunjang
Etika publik, proses belajar
Nasionalisme mengajar
5 Kurangnya Akuntabilitas, Masih ada siswa - Nilai raport rendah
kedisiplinan Pelayanan yang sering tidak
peserta didik Publik, mengumpulkan
dalam Manajemen tugas
menyelesaikan ASN, WoG,
tugas prakarya Etika publik,
Nasionalisme

B. Isu-isu yang Diangkat


Berdasarkan hasil identifikasi isu, maka akan dilakukan beberapa analisis isu.
Analisis isu yang pertama ialah analisis kualitas isu menggunakan metode AKPK.
Unsur-unsur yang dinilai menggunakan metode AKPK ini adalah Aktual,
Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan. Aktual artinya benar-benar terjadi dan
sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Kekhalayakan artinya isu yang
menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik artinya sebuah isu memiliki
permasalahan yang kompleks sehingga harus segera dicarikan solusi
permasalahannya. Kelayakan artinya isu yang diangkat masuk akal dan realistis
untuk dipecahkan masalahnya. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan skala
Likert dengan rentang 1 – 5 dengan pembobotan sebagai berikut.

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

15
Hasil analisis isu menggunakan metode AKPK ditunjukkan pada tabel berikut.
No. Isu A K P K Jumlah Peringkat
Kurangnya minat peserta didik yang
1 5 5 5 5 20 1
ingin menjadi entrepreneur
Belum adanya praktek pembelajaran
2 secara nyata terkait materi 4 3 2 3 12 3
pembelajaran IPS
Rendahnya minat peserta didik untuk
3 3 2 2 3 10 5
mengikuti Pembelajaran IPS
Rendahnya motivasi peserta didik
4 memiliki buku mata pelajaran 5 1 2 3 11 4
Prakarya
Kurangnya kedisiplinan peserta didik
5 4 3 3 3 13 2
dalam menyelesaikan tugas prakarya

Berdasarkan hasil analisis kualitas isu di atas, diambil 3 isu yang ada pada
peringkat 1, 2, dan 3 untuk dilanjutkan pada analisis isu selanjutnya, yaitu analisis
prioritas isu menggunakan teknik USG (Urgency, Seriousness dan Growth).
Urgency artinya seberapa mendesaknya suatu isu untuk segera dibahas, dianalisis
dan ditindaklanjuti. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus segera
dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan. Dan Growth adalah
seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tesebut jika tidak ditangani segera.

Analisis ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan rentang 1 – 5


dengan pembobotan sebagai berikut.
Urgency Seriousness Growth
5 = Sangat Mendesak 5 = Sangat Gawat 5 = Sangat Cepat
4 = Mendesak 4 = Gawat 4 = Cepat
3 = Cukup Mendesak 3 = Cukup Gawat 3 = Cukup Cepat
2 = Kurang Mendesak 2 = Kurang Gawat 2 = Kurang Cepat
1 = Sangat Kurang Mendesak 1 = Sangat Kurang Gawat 1 = Sangat Lambat

16
Hasil analisis isu menggunakan metode USG ditunjukkan pada tabel
berikut.
No. Isu U S G Jumlah Prioritas
Kurangnya minat peserta didik yang ingin
1 5 5 5 15 1
menjadi entrepreneur
Kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam
2 4 5 5 14 2
menyelesaikan tugas prakarya
Belum adanya praktek pembelajaran
3 secara nyata terkait materi pembelajaran 4 4 4 12 3
IPS

Berdasarkan hasil tapisan isu di atas, maka isu yang terpilih sebagai core issue
adalah Kurangnya minat peserta didik yang ingin menjadi entrepreneur

C. Gagasan Pemecahan Isu


Untuk memecahkan isu utama yaitu Kurangnya minat peserta didik yang ingin
menjadi entrepreneur di MTsN 2 Kapuas, maka perlu diketahui terlebih dahulu akar
permasalahan dari isu tersebut. Dengan mengetahui akar permasalahan maka
dapat dilanjutkan dengan perancangan kegiatan untuk menyelesaikan
permasalahan secara bertahap. Untuk memudahkan identifikasi akar masalah dapat
menggunakan diagram fishbone, sebagai berikut:

17
Gambar 2.1 Diagram Fishbone

Guru Peserta didik

Kurangnya minat
Kurang memberikan
motivasi
Kurangnya percaya
diri

Kurang kreatif Kurang aktif dalam


mengembangkan
potensi diri

Kurangnya
minat peserta
didik yang ingin
Belum ada kegiatan menjadi
sekolah yang entrepreneur
mendukung untuk Kurang didukung keluarga
mengembangkan
jiwa kewirausahaan Pengaruh profesi orang tua
peserta didik

Model
Lingkungan

Berdasarkan hasil identifikasi dengan menggunakan diagram fishbone, isu


“Kurangnya minat peserta didik yang ingin menjadi entrepreneur” memiliki 4
permasalahan utama, yaitu :
1. Siswa
Siswa terfokus pada profesi yang tersedia, tidak berminat untuk menjadi
wirausaha, peserta didik kurang percaya diri terhadap potensi dan keterampilan
yang mereka miliki, tidak adanya keinginan peserta didik untuk mengembangkan
soft skill kewirausahaan.

18
2. Guru
Dalam proses pembelajaran, guru mempunyai peranan yang dominan dalam
mengaktifkan peserta didik. Guru yang cenderung pasif, kurang memberikan
motivasi dan tidak kreatif akan mengakibatkan peserta didik kurang semangat
untuk mengembangan kreatifitas dan potensi diri.
3. Model
Sejauh ini di sekolah jarang melaksanakan model pembelajaran di luar kelas dan
belum pernah mengadakan kegiatan Market Day.
4. Lingkungan
Peserta didik terpengaruh pada profesi orang tua, keluarga yang tidak
mendukung potensi keterampilan peserta didik, orang tua yang memaksa
keinginanya terhadap peserta didik, kebiasaan di dalam keluarga yang tidak
mendukung.
Untuk mengatasi kurangnya minat peserta didik yang ingin menjadi
entrepreneur, maka penulis mempunyai gagasan pemecahan isu dengan
mengimplementasikan dengan model Project Based Learning (PBL) melalui
Market Day. Model Project Based Learning (PBL) melalui Market Day adalah
sebuah model pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan peserta didik untuk
merekonstruksi pengetahuan, keterampilan dan mengkulminasikan dalam produk
nyata serta memasarkan produknya kepada teman, guru, dan masyarakat sekitar
melalui kegiatan bazar atau pasar yang diselenggarakan disekolah. Project Based
Learning (PBL) melalui Market Day ini dapat diterapkan pada mata pelajara IPS,
Prakarya, Kewirausahaan, Seni Budaya, dan mata pelajaran lainya atau dapat
dilakukan dengan kolaborasi antara beberapa mata pelajaran.

19
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Matriks Rancangan Aktualisasi (Form 1)


Unit Kerja : MTs Negeri 2 Kapuas
Identifikasi Isu : 1. Kurangnya minat peserta didik yang ingin menjadi entrepreneur
2. Belum adanya praktek pembelajaran secara nyata terkait materi pembelajaran IPS
3. Rendahnya minat peserta didik untuk mengikuti Pembelajaran IPS
4. Rendahnya motivasi peserta didik memiliki buku mata pelajaran Prakarya
5. Kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam menyelesaikan tugas prakarya

Isu yang diangkat : Kurangnya minat peserta didik yang ingin menjadi entrepreneur

Gagasan pemecahan isu : ”Upaya Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Pada Siswa Mtsn 2 Kapuas Dengan Model Project Based
Learning (PBL) Melalui Market Day”

20
Tabel 3.1. Matriks Rancangan Aktualisasi (Form 1)

Keterkaitan Penguatan Nilai


No Kegiatan Tahapan Output Kontribusi Visi/Misi
Substansi Organisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Berkoordinasi dan a. Melaksanakan a. Catatan a. Etika Publik Dengan Kegiatan
meminta arahan pertemuan masukan dan ASN harus terlaksananya konsultasi dan
kepala madrasah dengan kepala saran menggunakan koordinasi dan kordinasi
tentang sekolah b. Surat bahasa yang baik, persetujuan dari diharapkan dapat
aktualisasi isu b. Membahas persetujuan bersikap sopan dan Pimpinan maka memberikan
rencana kegiatan kegiatan santun, mengutarakan dapat mewujudkan penguatan nilai
Kendala: aktualisasi atau aktualisasi maksud dengan jelas visi madrasah organisasi yaitu
Mengalami gagasan c. Dokumentasi dan mudah dipahami. yakni Unggul “Profesionalitas
kesulitan dalam c. Meminta b. Akuntabilitas dalam prestasi, dan
berkomunikasi bimbingan dan Mendapatkan surat Tangguh dalam Keteladanan”
dengan mentor arahan terhadap rekomendasi kegiatan Kompetisi dan
karena mengingat rencana kegiatan yang telah disetujui berkepribadian
mentor yang d. Mencatat oleh Islam.
sibuk dan banyak masukan dan pimpinan,menunjuk an
kegiatan saran kepala rasa tanggung
madrasah jawab,dan transparan.
Solusi: e. Meminta c. WOG
Berkomunikasi persetujuan Adanya kolaborasi
melalui media terhadap antara kepala
whatsapp/telpon kegiatan madrasah dalam
aktualisasi merumuskan dan
memberi
persetujuan.

21
2 Koordinasi a.Melaksanakan a. Tersedianya a. Akuntabilitas Output dari Tahapan
dengan guru pertemuan dengan catatan Penulis datang tepat kegiatan- kegiatan
senior guru senior masukan dan waktu, disiplin, serta kegiatan mengkordinasika
b.Membahas saran dari tanggung jawab aktualisasi ini n dengan guru
Kendala: rencana kegiatan guru senior yang berupa senior
Mengalami atau gagasan dan b. Dokumentasi b. Nasionalisme dukungan dari menunjukkan
kesulitan dalam menetapkan Penulis menggunakan guru senior adanya nilai
berkerjasama kegiatan-kegiatan bahasa Indonesia yang diharapkan dapat kerjasama ,
dengan guru selama habituasi baik dan benar serta berkontribusi untuk Bertanggungja
senior c. Meminta mengutarakan maksud dapat membantu wab dalam
persetujuan guru dengan jelas dan percepatan proses melaksanakan
Solusi: senior tentang mudah dipahami pencapaian visi tugas dan
Menjalin kegiatan yang sehingga terjalin madrasah yakni kewajiban
hubungan akan dilakukan komunikasi yang baik Unggul dalam
yang baik dan selama habituasi prestasi, Tangguh
memberi c. Etika publik dalam Kompetisi
pemahaman Penulis bersikap sopan dan
mengenai dan santun, serta berkepribadian
pentingnya menghormati guru Islam.
kegiatan senior
“market day”
untuk d. WOG
dilaksanakan Adanya kolaborasi
di sekolah antara kepala madrasah
dalam merumuskan dan
memberi persetujuan

22
3 Merancang a. Menentukan jenis a. Mendapatkan a. Komitmen mutu Output ini Merancang
perencanaan produk yang akan jenis-jenis Penulis berinovasi berkontribusi pada perencanaan
kegiatan ”market dipasarkan di produk yang dengan menerapkan misi madrasah proyek dapat
day” proyek market day dipasarkan model pembelajaran yakni memberikan
b. Melakukan dalam proyek yang baru Menyelenggarakan penguatan
Kendala: perumusan teknis market day kegiatan nilai
Salah menyusun pelaksanaan b. Tersusunnya b. Akuntabilitas pengembangan organisasi
Penulis menunjukkan
perencanaan c. Menyusun jadwal teknis diri siswa yaitu
sikap tanggung jawab,
kegiatan “market pelaksanaan pelaksanaan sehingga mampu “Profesional
profesional, dan disiplin
day” proyek “market proyek market berkembang itas,
day” day secara optimal Inovasi, dan
Solusi: c. Mendapatkan Tanggung
Meminta saran jadwal Jawab”
dan selalu pelaksanaan
berkoordinasi proyek market
dengan guru day
senior atau pihak
terkait
4 Melaksanakan a. Memberikan a. Pemahaman a. Pelayanan Publik Output ini Merancang
sosialisasi proyek arahan dan peserta didik Dalam proses berkontribusi pada perencanaan
Market Day penjelasan singkat mengenai pembelajaran terjadi misi madrasah proyek dapat
market day, pelayanan untuk
peserta didik mengenai yakni memberikan
rencana memberikan
kegiatan market pengalaman belajar Menyelenggaraka penguatan
Kendala: day. pelaksanaan n kegiatan nilai
kepada peserta didik
Peserta didik market day di pengembangan organisasi
kurang berminat sekolah, dan diri siswa yaitu
mengikuti teknis sehingga mampu “Profesional
kegiatan “market
pelaksanaan berkembang itas,
proyek market
day” secara optimal Inovasi, dan
day
Tanggung

23
Solusi: Jawab”
Membangun
motivasi yang
lebih agar peserta
didik mau
mengikuti
kegiatan “market
day”.

5 Melaksanakan a. Pelaksanaan a. Terlaksananya a. Komitmen mutu Output dari Melaksanakan


proyek Market proyek market model Penulis berinovasi kegiatan ini pembelajaran
Day day pembelajaran dengan menerapkan berkontribusi pada diharapkan dapat
Market Day. Di model pembelajaran misi madrasah memberikan
Kendala: sekolah yang baru yakni penguatan nilai
Pelaksanaan Menyelenggaraka organisasi yaitu
tidak sesuai b. Akuntabilitas n pendidikan “Profesionalitas,
Penulis menunjukkan
jadwal secara efektif Inovasi,
sikap tanggung jawab,
sesuai dengan Tanggung
profesional, dan disiplin
Solusi: institusi lembaga Jawab, dan
Mengkondisional c. Pelayanan Publik pendidikan, Keteladanan”
kan waktu sambil Dalam proses Menyelenggaraka
menyesuai pembelajaran terjadi n kegiatan
kalender pelayanan untuk pengembangan
akademik memberikan diri siswa
pengalaman belajar sehingga mampu
kepada peserta didik berkembang
secara optimal
dan visi madrasah
yakni Unggul
dalam prestasi,

24
Tangguh dalam
Kompetisi dan
berkepribadian
Islam.
6 Melaporkan ke a. Melaporkan semua a. Laporan a. Akuntabilitas Dengan Kegiatan
kepala madrasah rangkaian kegiatan kegiatan Penulis menunjukkan terlaksananya konsultasi dan
menuju laporan terkait kegiatan sikap tanggung jawab,
koordinasi dan kordinasi
penyusunan market day profesional, dan disiplin
persetujuan dari diharapkan dapat
Pimpinan maka memberikan
Kendala: b. Etika Publik dapat mewujudkan penguatan nilai
Pada saat ASN harus visi madrasah organisasi yaitu
menggunakan bahasa
pelaksanaan yakni Unggul “Profesionalitas
yang baik, bersikap
kegiatan mungkin dalam prestasi, dan
sopan dan santun,
saja ada kendala- Tangguh dalam Keteladanan”
mengutarakan maksud
kendala yang dengan jelas dan Kompetisi dan
dihadapi mudah dipahami. berkepribadian
contohnya jadwal Islam.
kegiatan tidak
sesuai dengan
pelaksanaan itu
yang membuat
sulitnya
penyusunan
laporan

Solusi:
sering
berkomunikasi
dengan mentor,

25
coach dan rekan
kerja sehingga
laporan dapat
tersusun ngan
baik
7 Menyusun a. Mengumpulkan a. Laporan a. Akuntabilitas Dengan Kegiatan
laporan habituasi semua lembar kerja aktualisasi Tanggung jawab dan menyelesaikan konsultasi dan
b. semua dokumentasi professional saat laporan habituasi kordinasi
Kendala: c. Mempersiapkan menyusun laporan menujukkan diharapkan dapat
Waktu tidak seminar aktualisasi kegiatan yang memberikan
tersedia dan terdapat pada misi penguatan nilai
terlalu sempit b. Anti Korupsi MTsN 2 Kapuas organisasi yaitu
karena ada Kerja keras dan jujur yaitu : “Profesionalitas
pekerjaan lain dalam setiap langkah Membuat citra dan
disekolah penyusunan laporan positif madrasah Keteladanan”
contohnya proses dan bekerja sama
belajar mengajar, dengan stake
penyusunan holder serta
perangkat, masyarakat
mengoreksi dalam
pekerjaan siswa peningkatan
dan lain lain. mutu madrasah.

Solusi:
Menyediakan
waktu khusus
diluar Jam
Pelajaran

26
B. Jadwal Rencana Aktualisasi
Berdasarkan rancangan aktualisasi yang telah disusun, selanjutnya penulis
menentukan jadwal kegiatan aktualisasi nilai dasar ANEKA dengan model interval
waktu. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan Latihan Dasar CPNS Golongan III
angkatan XXVII tahun 2019, maka kegiatan aktualisasi nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi)
dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 19 Desember 2019,
berikut ini akan diuraikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.2 Rencana Jadwal Aktualisasi


NO Gagasan Kegiatan Tanggal Pelaksanaan
(1) (2) (3)
1. Berkoordinasi dan meminta arahan kepala 9-18 November 2019
madrasah tentang aktualisasi isu.

2. Berkoordinasi dan meminta arahan kepala 19 November 2019


madrasah dan guru senior tentang aktualisasi isu.
3. Merancang perencanaan kegiatan market day 20-22 November 2019
4. Melaksanakan sosialisasi proyek Market Day 23-28 November 2019
peserta didik
5. Melaksanakan proyek Market Day 29 November 2019
6. Melaporkan ke kepala madrasah menuju laporan 30 November 2019
penyusunan
7. Menyusun laporan habituasi 1-16 Desember 2019

26
C. Catatan Bimbingan
CATATAN BIMBINGAN COACH RANCANGAN AKTUALISASI
Nama : Ernita Karmila, S.Pd
Instansi : Kementerian Agama
Tempat Aktualisasi : MTs Negeri 2 Kapuas
Nama Coach : Anang Nazaruddin, S.Pd.I

Tabel 3.3 Catatan Bimbingan Coach Rancangan Aktualisasi


NO HARI/ CATATAN OUTPUT / MEDIA
TANGGAL BIMBINGAN TINDAK LANJUT KOMUNIKASI
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Selasa, Pembimbingan Menyeragamkan Menggunakan
11 November Rencana Aktualisasi Program analisis isu media sosial
2019 Whatshapp
2. Kamis, Konsultasi Rancangan Tatap muka
14 November Rancangan Aktualisasi
2019 Aktualisasi

CATATAN BIMBINGAN MENTOR RANCANGAN AKTUALISASI

Nama : Ernita Karmila, S.Pd

Instansi : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas

Tempat Aktualisasi : MTs Negeri 2 Kapuas

Nama Mentor : Istanto, M.Pd

Tabel 3.4 Catatan Bimbingan Mentor Rancangan Aktualisasi


NO HARI/ CATATAN OUTPUT / MEDIA
TANGGAL BIMBINGAN TINDAK LANJUT KOMUNIKASI
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Senin, Informasi mengenai Melakukan
9 November bimbingan aktualisasi konsultasi untuk Menggunakan
2019 identfikasi isu-isu media sosial
yang ada di MTsN 2 Whatshapp
Kapuas
2. Rabu, Mengajukan core Mendapatkan Menggunakan
11 November isssue rancangan persetujuan dari media sosial
2019 aktualisasi mentor Whatshapp

27
D. Rencana Antisipasi Kendala yang Dihadapi
Dalam aktualisasi ada beberapa hambatan yang mungkin akan terjadi, yaitu:
1. Sulit berkonsultasi dengan Kepala Madrasah (mentor) dan pihak yang terkait
2. Peserta didik kurang berminat mengikuti kegiatan “market day”
3. Peserta didik kurang terkontrol saat pelaksanaan “market day”.
4. Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai jadwal.
5. Laporan habituasi tidak selesai karna waktu terlalu sempit.
Oleh karena adanya hambatan dibutuhkan tindakan untuk mengantisipasi
kendala tersebut, yaitu:
1. Berkomunikasi melalui media whatsapp/telpon
2. Membangun motivasi yang lebih agar peserta didik mau mengikuti kegiatan
“market day”.
3. Berkoordinasi dengan guru lain untuk membantu saat pelaksanaan “market
day”.
4. Mengkondisionalkan waktu, sering berkomunikasi dengan mentor, coach dan
rekan kerja sehingga laporan dapat tersusun ngan baik
5. Menyediakan waktu khusus diluar Jam Pelajaran

28
E. Matriks Kegiatan
Matriks kegiatan terdiri dari 3 (tiga) matriks, yaitu matriks visi misi dan tata nilai organisasi, matriks kedudukan dan
peran PNS serta matriks habituasi. Adapun ketiga matriks tersebut sebagai berikut:

3.5 MATRIKS VISI MISI DAN TATA NILAI ORGANISASI


KETERKAITAN TERHADAP VISI MELAKSANAKAN
KOORDINASI MERANCANG MELAPORKAN KE
MISI DAN TATA NILAI ARAHAN DENGAN PERENCANAAN
SOSIALISASI MELAKSANAK
KEPALA
MENYUSUN
PROYEK AN PROYEK LAPORAN
ORGANISASI KAMAD GURU KEGIATAN
MARKET DAY MARKET DAY
MADRASAH
HABITUASI
TOTAL
SENIOR MARKET DAY MENUJU LAPORAN
PESERTA DIDIK
PENYUSUNAN
Madrasah Unggul
VISI dalam prestasi,
Tangguh dalam
4
Kompetisi dan
berkepribadian Islam.
Menyelenggarakan
kegiatan
pengembangan diri
3
MISI siswa sehingga mampu
berkembang secara
optimal.
Membuat citra positif
madrasah dan bekerja
sama dengan stake
1
holder serta masyarakat
dalam peningkatan
mutu madrasah.
Menyelenggarakan 1

29
pendidikan secara
efektif sesuai dengan
institusi lembaga
pendidikan.
Integritas -
Profesionalitas 6
TATA Inovasi 3
NILAI Tanggung Jawab 5
Keteladanan 1

3.6 MATRIKS KEDUDUKAN DAN PERAN PNS

MELAPORKAN KE
MERANCANG MELAKSANAKAN
KOORDINASI MELAKSANAKAN KEPALA MENYUSUN
KETERKAITAN ARAHAN PERENCANAAN SOSIALISASI PROYEK
DENGAN PROYEK MADRASAH LAPORAN
DENGAN KAMAD KEGIATAN MARKET DAY PESERTA
GURU SENIOR MARKET DAY MENUJU HABITUASI
MARKET DAY DIDIK
LAPORAN
PENYUSUNAN
Manajemen ASN 2
Pelayanan Publik 2
Whole Of Goverment 3

30
3.7 MATRIKS HABITUASI

MELAKSANAKAN MELAPORKAN
KOORDINASI MERANCANG
SOSIALISASI MELAKSANAKA KE KEPALA MENYUSUN
NILAI INDIKATOR ARAHAN DENGAN PERENCANAAN
PROYEK MARKET N PROYEK MADRASAH LAPORAN
DASAR NILAI KAMAD GURU KEGIATAN
DAY PESERTA MARKET DAY MENUJU HABITUASI
SENIOR MARKET DAY
DIDIK LAPORAN
PENYUSUNAN
Tanggung 5
Jawab
Transparan 3
Akuntabilitas
Adil -
Konsisten 2
Cinta Tanah 3
Air
Nasionalisme
Tidak 3
diskriminatif
Sopan 2
Sabar 1
Etika Publik Hormat 2
Jujur -
Efisiensi 3
Komitmen Efektivitas 3
Mutu Berorientasi 3
Mutu
Berani 1
Anti Korupsi
Peduli 1

31
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Etika Publik. Modul Penyelenggaraan Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggaraan


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III.
Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen ASN. Modul Penyelenggaraan


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III.
Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan Pendidikan


dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayanand Publik. Modul Penyelenggaraan


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III.
Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Goverment. Modul Penyelenggaraan


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III.
Lembaga Administrasi Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,
Jakarta.

32

Anda mungkin juga menyukai