Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN

KOMUNIKASI KEPERAWATAN (SP)

PADA KOMUNITAS

Disusun oleh:

Devy Dwiwanti (1906428322)

Dyah Tri Handayani (1906428335)

Frida Oktavia (1906428373)

Nathalia Rose F.K. (1906428442)

Puji Lestari (1906428480)

Rosalina (1906428505)

Siti Solikhah (1906428524)

Venny Hikmahrizkika (1906428543)

Program Studi Ekstensi Sarjana Ilmu Keperawatan

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Semester Gasal 2019/2020


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

PENYULUHAN CUCI TANGAN

FASE AWAL

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Kondisi klien adalah populasi ibu yang mempunyai balita yang
sebagian besar mengalami diare, dimana sebagian besar orangtua
balita tersebut tergolong ekonomi menengah ke bawah dan tingkat
pendidikan orangtua balita SD sampai dengan SMP. Lingkungan
tempat tinggal di pemukiman yang padat penduduk. Para orangtua
balita jarang melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Diagnosa
Kurang pengetahuan mengenai cara cuci tangan berhubungan dengan
kurangnya informasi.
3. Tujuan
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan sasaran mampu
mengetahui dan memahami cara mencuci tangan dengan baik.
4. Tindakan keperawatan
Penyuluhan cara mencuci tangan

B. Strategi Komunikasi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“ Assalamu’alaikum, selamat pagi ibu-ibu. Nama saya Dyah , biasa
dipanggil suster Dyah , umur saya 24 tahun. Sekarang saya
bertugas di puskesmas cipayung. Saya datang jam 07.00 dan
pulang jam 14.00.
b. Evaluasi/Validasi
Apa kabar ibu-ibu semua?
c. Kontrak
1) Topik
Baiklah, ibu-ibu sekalian, hari ini saya akan menyampaikan
materi dengan topik yaitu penyuluhan cara mencuci tangan.
2) Waktu
Waktunya tidak lama-lama dari jam 08.00 s/d 09.30.
3) Tempat
Tempatnya di sini yaitu posyandu cipayung
2. Fase Kerja
Baiklah, ibu-ibu sebelumnya ada yang tahu tentang pencegahan diare
apa? Ya betul sekali, ibu-ibu salah satu pencegahan diare adalah
dengan mencuci tangan. Baik hari ini saya akan menjelaskan cara
mencuci tangan. Cuci tangan adalah kegiatan menghilangkan kotoran
dari kulit dengan memakai sabun dan dibilas dengan air bersih.
Tujuannya adalah untuk hilangkan debu atau kotoran, untuk
mengurangi bakteri yang menempel pada telapak tangan dan untuk
mencegah berpindahnya bakteri dari benda ke tangan kita. Langkah
cuci tangan ada 6 langkah diawali dengan membasuh tangan dengan
air, lalu tuangkan sabun secukupnya. Ratakan dengan kedua telapak
tangan, dilanjutkan dengan menggosok punggung dan sela jari tangan
kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya. Gosok kedua telapak dan
sela sela jari. Kemudian kedua tangan saling mengunci. Gosok ibu jari
kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak
tangan kiri dan sebaliknya. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
dan keringkan. Kapan saja kita bisa melakukan cuci tangan? Yaitu
sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air besar dan buang air
kecil, setalah menangani sampah, juga setelah memegang hewan atau
kotoran hewan.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1) Evaluasi klien (subyektif)
Bagaimana perasaan ibu-ibu setelah mendapat penyuluhan ini?
2) Evaluasi perawat (obyektif)
Coba ibu ulangi apa yang telah saya jelaskan tadi. Coba ibu
sebutkan kapan kita harus cuci tangan?
b. Rencana Tindak Lanjut
Baiklah, ibu-ibu jangan lupa dirumah nanti cuci tangan yang sudah
diajarkan tadi dilakukan ya dan ibu-ibu bisa mengajarkan cuci
tangan ke anggota keluarga yang lain.
c. Kontrak Yang Akan Datang
1) Topik
Pertemuan selanjutnya dengan topik yaitu cara penggunaan
jamban sehat.
2) Waktu
Satu bulan lagi, 19 Desember 2019 pada jam 10.00 WIB
3) Tempat
Tempatnya di Posyandu cipayung. Baik, sampai bertemu bulan
depan.