Anda di halaman 1dari 51

LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2019/2020

MODUL : Shell and Tube Heat Exchanger(STHE)


Double Pipe Heat Exchanger(DPHE)
PEMBIMBING : Ir. Umar Khayam, MT.

Praktikum : 28 Oktober 2019


Penyerahan Laporan : 9 November 2019

Disusun Oleh :
Kelompok XI
SIti Nurjanah 171411092
Syntia Juliana 171411093
3C

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Alat penukar panas banyak sekali digunakan di industri kimia, terutama yang
bahan baku dan produknya sebagian besar berupa cairan atau gas. Dalam industri
kimia penukar panas anatara lain disebut : Heater (Pemanas), Pre Heater (Pemanas
Awal), Cooler (Pendingin), Evaporator (Penguap), Condenser (Pengembun) dan lain-
lain.
Alat penukar panas berfungsi untuk memindahkan panas/kalor dari suatu fluida
panas ke fluida dingin melalui kontak secara langsung atau tidak langsung. Penukar
panas ini pada umumnya bertujuan untuk memanaskan, mendinginkan, menguapkan,
dan mengembunkan suatu fluida dengan menggunakan fluida lain sebagai media
pemanas atau pendingin.
Perpindahan panas merupakan unit operasi penting yang berkontribusi terhadap
efisiensi dan keamanan banyak proses. Dalam praktikum ini alat penukar panas yang
digunakan adalah jenis Double Pipe Heat Exhanger (DPHE) dan Shell and Tube Heat
Exchanger (STHE). Semua penukar panas ini bisa dioperasikan secara parallel dan
counter-flow. Pertukaran panas ini dilakukan antara air panas dan air dingin.

1.2. Tujuan
1. Menghitung efisiensi perpindahan panas dari kedua Heat Exchanger yang
digunakan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Perpindahan Panas


Perpindahan panas yang terjadi ada dalam beberapa bentuk yaitu:
1. Konduksi
Konduksi adalah mekanisme perpindahan panas melalui suatu zat tertentu tanpa
disertai perpindahan molekularnya.
2. Konveksi
Konveksi adalah mechanisme perpindahan panas yang merambat melalui media
disertai dengan perpindahan molekularnya.
3. Radiasi
Radiasi adalah mekanisme perpindahan panas tanpa media perantara.

2.2. Alat Penukar Panas


Dalam industri proses, perpindahan panas antara dua fluida secara umum terjadi
di dalam heat exchanger. Pada alat penukar panas, pertukaraan panas dapat terjadi
secara langsung maupun tidak langsung.
Pertukaran panas secara langsung ditandai dengan kedua fluida saling
berkontak secara langsung atau bercampur dengan kapasitas energi yang dipertukarkan
relatif kecil. Sedangkan pertukaran panas secara tidak langsung kedua fluida
dipisahkan oleh suatu permukaan atau bidang. Untuk meningkatkan ekeftivitas
pertukaran panas, maka media perpindahan panas menggunakan benda yang memiliki
konduktivitas yang tinggi.
Tipe yang paling banyak adalah aliran air panas dan dingin tidak berkontak
secara langsung tapi melalui pipa atau dinding dengan permukaan yang datar dan
berlekuk.

2.3. Jenis Alat Penukar Panas


Jenis-jenis heat exchanger yang digunakan pada laboratorium pilot plant adalah
double pipe heat exchanger dan shell and tube heat exchanger
1. Double Pipe Heat Exchanger :
HE jenis ini merupakan tipe yang paling sederhana. Aliran yang terjadi adalah satu
aliran akan masuk melalui sebuah pipas dan aliran lainnya memasuki permukaan
yang ada diantara dua pipa. Alirannya dapat terjadi secara co-current atau counter-
current.

Gambar 1. Aliran dalam Double Pipe Heat Exchanger

2. Shell and Tube Heat Exchanger


Jika melibatkan aliran yang besar, makan yang digunakan adalah shell and tube
heat exchanger dimana tipe ini adalah yang paling penting digunakan di dalam
industri proses. Pada alat penukar panas jenis ini, alirnanya adalah kontinyu.

Gambar 2. Aliran dalam Shell and Tube Heat Exchanger

2.4. Perhitungan Perpindahan Panas


Untuk menghitung laju perpindahan panas, dapat menggunakan metode
Logarithmic Mean Temperature Difference (∆𝑇LMTD). Metoda ini sering digunakan
dalam perancangan dan perhitungan unjuk kerja dari alat Double Pipe Heat Exchanger
dengan perbedaan temperature rata-rata secara logaritmik yang terjadi (Ma'a, 2013).
(∆𝑇2− ∆𝑇1)
∆𝑇LMTD = ∆𝑇2
ln( )
∆𝑇1

Sehingga nilai laju perpindahan panas yang terjadi pada aliran dari alat Double
Pipe Heat Exchanger ini, dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
𝑞 = 𝑈 𝐴 ∆𝑇LMTD

Dalam menggunakan persamaan diatas diperlukan beberapa asumsi yang dibuat


yaitu sebagai berikut :

1) Kondisi tunak
2) Konduksi yang terjadi hanya berlangsung satu dimensi ke arah radial pipa
3) Harga U konstan untuk seluruh panjang pipa
4) Perpindahan panas yang terjadi hanya diatara kedua pipa saja
5) Perbedaan energy potensial dan kinetik diabaikan

Untuk aliran co-current berlaku kondisi seperti dibawah ini :

∆𝑇1 = 𝑇ℎ𝑖 − 𝑇𝑐𝑖


∆𝑇2 = 𝑇ℎ𝑜 − 𝑇𝑐𝑜
Untuk aliran counter-current berlaku kondisi sebagai berikut :

∆𝑇1 = 𝑇ℎ𝑖 − 𝑇𝑐𝑜


∆𝑇2 = 𝑇ℎ𝑜 − 𝑇𝑐𝑖
Pada prinsipnya , dalam perhitungan STHE adalah sama dengan DPHE hanya
untuk penetuan laju perpindahannya menggunakan ∆𝑇m Dengan demikian, variable
yang terlibat diantaranya adalah menggunakan suatu factor (FT). Sehingga rumusnya
untuk STHE menjadi

𝑞 = 𝑈 𝐴 ∆𝑇m

U = Koefisien Perpindahan Panas Overall

A = Luas Permukaan

∆𝑇= Perbedaan temperature rata-rata


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Alat dan Bahan


3.1.1. Alat
Alat yang digunakan selama pratikum adalah sebagai berikut :
1. Seperangkat alat DPHE
2. Seperangkat alat STHE

3.1.2. Bahan
Bahan yang digunakan selama praktikum adalah sebagai berikut:
1. Air
2. Steam

3.2. Skema Aliran


V13
Aliran Steam masuk

Pre-
TI 4 TI 3 heater
Aliran Air panas Keluar Aliran Air dingin masuk
Aliran air panas
Orrifice
V12 V4 V1

Aliran kondensat keluar


DPHE- 1
Steam traps
V 19
TI 2 TI 1
Aliran air dingin keluar Aliran Air dingin FI 1

V 20 V5

Aliran steam masuk

V13

Pre-
TI 8 TI 7 heater
Aliran air panas keluar Aliran air panas Aliran air dingin masuk
Orrifice
V 10 V4 V1

Aliran kondensat keluar


DPHE- 2
Steam traps
V 19
TI 6 TI 5
Aliran air dingin keluar Aliran air dingin
FI 1

V 15 V3

Gambar 3. Aliran air pada DPHE


FI 1 TI 1 TI 2 Aliran air dingin
Aliran air dingin masuk keluar

V2 V6 V7 V 11

V8
FI 2 TI 3 TI 4
Aliran air panas
keluar
Aliran steam masuk P-63
V 17 V 18

V 14
Pre- heater Steam traps

Aliran Kondensat keluar

Gambar 4. Aliran air pada STHE

3.3. Prosedur Kerja


3.3.1. DPHE
 Kalibrasi Laju Alir Air Dingin

Mulai

Membuka valve V4
dan V1

Air Dingin Mengatur V 19

Menampung aliran
keluar pada gelas ukur

Mencatat volume yang


Volume
didapatkan dalam
air
waktu 10 detik

Selesai

 Kalibrasi Laju Alir Air Panas


Mulai

Membuka valve V4,


V1, V10

Air Dingin Mengatur V 4

Menampung aliran
keluar pada gelas ukur

Mencatat volume yang


Volume
didapatkan dalam
air
waktu 10 detik

Selesai

 Pengoperasian Alat
Mulai

Membuka valve V4,


V1, V10

Air Dingin Mengatur V 4

Menampung aliran
keluar pada gelas ukur

Mencatat volume yang


Volume
didapatkan dalam
air
waktu 10 detik

Selesai
3.3.2. STHE
 Kalibrasi Laju Alir Air Dingin

Mulai

Membuka valve V2, V6, V7, V11

Mengatur bukaan valve V6

Mengukur laju alir secara manual

Mengambil sampel untuk diukur


volumenya dengan gelas ukur
setiap 10 detik

Selesai

 Kalibrasi Laju Alir Air Panas


Mulai

Membuka valve V2, V6, V7, V11

Mengatur bukaan valve V8

Mengukur laju alir secara manual

Mengambil sampel untuk diukur


volumenya dengan gelas ukur
setiap 10 detik

Selesai

 Pengoperasian Alat
Mulai

Membuka V2, V6, V7, dan V11

Membuka Valve V8

Mengatur valve V2 dan V8 , laju alir


sama besar

Menunggu air dingin keluar

Membuka valve steam V14

Mengatur bukaan V14, dengan laju


alir yang sudah dikalibasi

Mengamati Tho, Thi, Tco, Tci selama 24


menit untuk satu variasi

Selesai

3.4. Keselamatan Kerja


1. Menggunakan APD lengkap
2. Mengenakan sarung tangan ketika akan membuka valve steam
3. Berhati hati dengan kondensat karena memiliki suhu yang cukup tinggi
4. Tidak bercanda gurau saat sedang praktikum
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Pengamatan


4.1.1. Shell and Tube Heat Exchanger (STHE)
1) Spesifikasi Alat STHE
- Panjang Shell and Tube : 120 cm
- Diameter Shell : 37,5 cm
- Jumlah sekat : 13 sekat
- Jumlah tube : 24 buah
- Diameter tube luar : 3,2 cm
- Diameter tube dalam : 2,7 cm
2) Kalibrasi Laju Alir Air Dingin dan Air Panas

Laju Rotameter Air Laju Air Dingin Laju Air


Dingin (L/min) (ml/s) Dingin (L/min)
4 54 3,24
6 132 7,92
8 213 12,78
Tabel 1. Kalibrasi Laju Air Dingin STHE

Laju Rotameter Air Laju Air Panas Laju Air Panas


Panas (L/min) (ml/s) (L/min)
6 87 5,22
9 112 6,72
12 148 8,88
Tabel 2. Kalibrasi Laju Air Panas STHE
3) Proses Perpindahan Panas
a. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 5,22 36 28,8 20 23,4
16 6,72 7,92 30,4 26,6 20 24
24 8,88 26,2 24,2 20 23
Tabel 3. Data Percobaan STHE Laju Alir Air Dingin Tetap
b. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 3,24 27,2 25 20 22,6
16 8,88 7,92 2,86 26 20 24
24 12,78 28,6 27,2 20 25
Tabel 4. Data Percobaan STHE Laju Alir Air Panas Tetap

4) Hasil Praktikum
A. Metode LMTD
1. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
2,231 47,3439 28,7292 0,33

2,044 70,16642 47,65748 0,17

1,477 74,95266 59,52502 0,12


Tabel 5. Hasil Percobaan STHE Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode LMTD
2. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
1,062 52,5376 30,79427 0,09

1,519 99,7801 40,12231 0,07

2,263 98,5223 60,82351 0,18


Tabel 6. Hasil Percobaan STHE Laju Alir Air Panas Tetap dengan
Metode LMTD

B. Metode NTU
1. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
1,595 47,22 45 717,049 505,466 0,33
1,459 70,17 54,8 402,845 427,649 0,17
1,053 75 64,5 164,483 232,814 0,12
Tabel 7. Hasil Percobaan STHE Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode NTU
2. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
0,758 52,46 68,83 310,389 494,861 0,09
0,983 443,89 13,25 491,340 391,677 0,07
1,821 475,60 12,22 869,133 461,893 0,18
Tabel 8. Hasil Percobaan STHE Laju Alir Air Panas Tetap dengan Metode
NTU

4.1.2. Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)-1


1) Spesifikasi Alat DPHE -1
- Panjang pipa : 140 cm
- Diameter Shell : 9 cm
- Diameter Tube : 3.6 cm
2) Kalibrasi Laju Alir Air Dingin dan Air Panas

Laju Rotameter Air Laju Air Dingin Laju Air Dingin


Dingin (L/min) (ml/s) (L/min)
5 77 4,62
10 159 9,54
15 249 14,94
Tabel 9. Kalibrasi Laju Air Dingin DPHE-1

Bukaan Katup Air Laju Air Panas Laju Air Panas


Panas (ml/s) (L/min)
1/4 bukaan 5 0,3
2/4 bukaan 86 5,16
3/4 bukaan 111 6,66
Tabel 10. Kalibrasi Laju Air Panas DPHE-1
3) Proses Perpindahan Panas
a. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 0,3 30 24,4 23 21,8
9,54
16 5,16 38 27,8 23 23
24 6,66 34,2 29,1 23,4 23,1
Tabel 11. Data Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Dingin Tetap
b. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 4,62 37,6 29,3 23 23,6
16 5,16 9,54 43 28,2 22,2 22,6
24 14,94 45,6 26,2 22 22
Tabel 12. Data Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Panas Tetap
c. Bukaan Steam Berubah
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 49,2 33,8 22 22,4
16 5,16 9,54 46 32 21,6 22,4
24 43 32,4 22 22,8
Tabel 13. Data Percobaan DPHE-1 Bukaan Steam Berubah

4) Hasil Praktikum
A. Metode LMTD
1) Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
0,981224 68,24458 15,91543 0,04
1,82494 0 12,7203 0,07
1,277507 8,446728 9,838203 0,08
Tabel 14. Hasil Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode LMTD
2) Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
0,959746 11,16249 6,210183 0,33
1,668486 8,640038 8,847517 0,05
2,010815 0 11,16379 0,08
Tabel 15. Hasil Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Panas Tetap dengan
Metode LMTD
3) Bukaan Steam Berubah
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
2,877625 4,993719 2,746672 0,15
2,769033 10,96988 10,72584 0,05
2,166114 5,164747 9,155931 0,1
Tabel 16. Hasil Percobaan DPHE-1 Bukaan Steam Berubah dengan Metode
LMTD

B. Metode NTU
1. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
0,104 -79,87 21,46 19,376 3,679 0,04
1,701 0 31,02 5218,667 1666,499 0,07
1,208 -7,84 35,41 2632,187 1397,126 0,08
Tabel 17. Hasil Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode NTU
2. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
9,234 0,82 66247 3781,221 23549 0,33
16,432 0,61 41458 8210,531 25567,12 0,05
21,408 0 31931 10216,712 21209,5 0,08
Tabel 18. Hasil Percobaan DPHE-1 Laju Alir Air Panas Tetap dengan
Metode NTU
3. Bukaan Steam Berubah
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
28,681 0,351 418,97 22270,403 116632 0,15
26,183 0,772 424,59 17909,910 93795,71 0,05
19,873 1,019 373,52 12457,178 65239,29 0,1
Tabel 19. Hasil Percobaan DPHE-1 Bukaan Steam Berubah dengan
Metode NTU
4.1.3. Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)-2
1) Spesifikasi Alat DPHE -2
- Panjang pipa : 140 cm
- Diameter Shell : 11,6 cm
- Diameter Tube : 4,4 cm
2) Kalibrasi Laju Alir Air Dingin dan Air Panas

Laju Rotameter Air Laju Air Dingin Laju Air


Dingin (L/min) (ml/s) Dingin (L/min)
5 79 4,74
10 164 9,84
15 248 14,88
Tabel 20. Kalibrasi Laju Air Dingin DPHE-2

Bukaan Katup Air Laju Air Panas Laju Air Panas


Panas (ml/s) (L/min)
1/4 bukaan 2,64 0,1584
2/4 bukaan 74 4,44
3/4 bukaan 123 7,38
Tabel 21. Kalibrasi Laju Air Panas DPHE-2

3) Proses Perpindahan Panas


a. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju Laju Suhu (°C)
t
Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit)
Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 0,1584 32,4 24,8 20 20
16 4,44 9,84 26,2 25,2 20 20
24 7,38 23 23 20 20,6
Tabel 22. Data Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Dingin Tetap
b. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 4,74 27 26 20 22,4
16 4,44 9,84 25,6 24,4 20 22
24 14,88 25 24 20 22
Tabel 23. Data Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Panas Tetap
c. Bukaan Steam Berubah
Laju Laju Suhu (°C)
t Fluida Fluida Hot Hot Cold Cold
(menit) Panas Dingin Water Water Water Water
(L/min) (L/min) Inlet Outlet Inlet Outlet
8 28,6 28,4 20 23
16 4,44 9,84 36,6 30 20 23,4
24 42,2 30,6 20 24
Tabel 24. Data Percobaan DPHE-2 Bukaan Steam Berubah

4) Hasil Praktikum
A. Metode LMTD
1. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
1,392501 0 10,850370 0,09
0,308459 0 3,385317 0,11
0,410733 - 9,531312 0,03
Tabel 25. Hasil Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode LMTD
2. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
0,487410 431,5 5,948147 0,31
0,794611 622,0 13,128059 0,21
1,126917 1128,4 21,476499 0,04
Tabel 26. Hasil Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Panas Tetap dengan
Metode LMTD
3. Bukaan Steam Berubah
Laju
Q rata-rata
𝜂 (%) U (W/m2.℃) Kondensat
(kJ/s)
(kg/min)
1,057667 3330,3 9,597335 0,05
2,180023 114,5 12,546096 0,03
3,151775 23,6 15,291819 0,12
Tabel 27. Hasil Percobaan DPHE-2 Bukaan Steam Berubah dengan
Metode LMTD
B. Metode NTU
1. Laju Alir Air Panas Berubah, Laju Alir Air Dingin Tetap
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
0,836 19,62 15,93 4901,826 1856,752 0,09
0,155 0 25,57 4806,217 1082,481 0,11
0,205 0 37,49 3615,821 489,948 0,03
Tabel 28. Hasil Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Dingin Tetap dengan
Metode NTU
2. Laju Alir Air Panas Tetap. Laju Alir Air Dingin Berubah
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
1,404 27,27 16647 3556,717 112,270 0,31
1,826 37,88 12485 6010,852 189,736 0,21
1,856 68,18 7768 6210,645 196,043 0,04
Tabel 29. Hasil Percobaan DPHE-2 Laju Alir Air Panas Tetap dengan
Metode NTU
3. Bukaan Steam Berubah
Laju
Q rata- U
𝜂 (%) ɛ (%) NTU Kondensat
rata (kJ/s) (W/m2.℃)
(kg/min)
1,123 202,7 17,21 329,473 1725,475 0,05
13,102 6,96 294,22 6412,401 33582,28 0,03
22,532 4,66 386,67 13451,476 70446,51 0,12
Tabel 30. Hasil Percobaan DPHE-2 Bukaan Steam Berubah dengan
Metode NTU
4.2. Pembahasan
Siti Nurjanah (171411092)
Syntia Juliana (171411093)

Shell And Tube Heat Exchanger (STHE)


Alat penukar panas (heat exchanger) merupakan alat yang digunakan untuk
memindahkan panas tanpa adanya perpindahan massa. Jenis alat yang dipakai adalah
penukar panas jenis Shell and Tube Heat Exchanger dengan bagian 1 shell dan 2 tube
pass (1-2 exchanger). Perpindahan panas pada heat exchanger dapat terjadi akibat
adanya driving force berupa perbedaan suhu antara fluida panas dan fluida dingin.
Semakin besarnya perbedaan suhu (driving force) maka semakin besar pula kalor yang
diberikan/diterima.Fluida yang digunakan adalah air, dengan tipe pemanasan tidak
langsung.
Pada praktikum ini jenis aliran yang digunakan adalah counter current, dimana
aliran yang dialirkan memiliki temperatur awal yang berbeda dan pada kondisi
masukan dan keluaran yang berlawan. Air panas mengalir di shell dan air dingin
mengalir disepanjang tube.
Saat praktikum yang dikerjakan, dilakukan variasi laju alir air panas dan laju alir
air dingin dengan variasi laju alir air dingin 4, 6, 8 LPM dan laju alir air panas 6, 9, 12
LPM. Data yang diamati yaitu suhu aliran air panas masuk (Thi), suhu aliran air panas
keluar (Tho), suhu aliran air dingin masuk (Tci), dan suhu aliran air dingin keluar (Tco).
Semua data tersebut diukur pada setiap variasi aliran, baik variasi aliran dingin
maupaun variasi aliran panas dan dilakukan setiap 8 menit untuk satu variasi.

Variasi Laju Alir Air Panas


Berdasarkan data pengamatan dilakukan perhitungan effisiensi menggunakan
metode LMTD dan NTU. Menurut teori dengan semakin besar laju fluida yang panas
maka efisiensi pindah panas dari kalor yang dilepas dan kalor yang diterima fluida
semakin besar. Dari hasil didapat efisiensi yang semakin besar seiring dengan
bertambahnya laju alir air panas. Maka sudah sesuai dengan teori yang ada. Saat
dilakukan perhitungan dengan metoda LMTD maupun NTU hasilnya tidak berbeda
secara signifikan. untuk perhitungan metode LMTD efisiensi terbesar adalah 74,95%
sedangkan dengan metode NTU efisiensi terbesar adalah 75% pada laju alir air panas
8,88 lpm. Selain efisiensi, didapat pula koefisiensi perpindahan panas keseluruhan,
yang nilainya meningkat seiring dengan bertambahnya laju alir air panas. Hal ini berarti
panas yang diberikan semakin banyak. Dengan laju alir air dingin yang tetap, dapat
diketahui semakin besar laju alir air panas semakin besar pula efisiensinya. Artinya
panas yang diserap fluida dingin akan semakin banyak dengan bertambahnya laju alir
air panas. Hal ini sesuai dengan teori (Geankoplis Fourth Edition, 2003).

Variasi Laju Alir Air Dingin


Dari hasil percobaan, nilai efisiensi pada variasi ini semakin tinggi seiring
dengan bertambah besarnya laju alir air dingin dengan laju alir air panas yang tetap.
Hal ini mungkin karena laju alir air panas yang digunakan cukup besar dibanding
dengan laju alir air dingin yang digunakan. Sehingga panas yang diserap oleh air dingin
semakin banyak. Efisiensi tertinggi dengan metoda LMTD adalah 98% sedangkan
dengan metoda NTU mencapai lebih dari 100%.
Sementara itu, nilai U (koefisien perpindahan panas) yang diperoleh semakin
meningkat seiring dengan bertambahnya laju alir air dingin. Dari data yang diperoleh
menunjukkan bahwa semakin tinggi laju alir air dingin, panas yang diberikan/dilepas
air panas dan panas yang diterima/diserap oleh air dingin juga semakin tinggi.

Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Perpindahan panas pada DPHE berlangsung dengan aliran co current pada HE 2 dan
counter current pada HE 1.

Variasi Laju Alir Air Panas

Laju alir panas diatur dengan variasi bukaan valve 1/4, 1/2, 3/4 putaran. Setelah
dilakukan pengolahan data, maka nilai effisiensi perpindahan panas mengalami
penurunan seiring dengan bertambahnya laju alir baik dengan metoda LMTD maupun
NTU. Pada HE 1 efisiensi terbesar ada pada laju alir dengan bukaan ¼ yaitu 68%. Hasil
yang didapatkan berbeda dengan teori bahwa seiring meningkatnya laju alir panas maka
efisiensi pindah panas dari kalor yang dilepas dan kalor yang diterima fluida semakin
besar. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya panas yang keluar ke lingkungan (Heatloss).
Selain itu, nilai koefisien perpindahan panas keseluruhannya pun mengalami penurunan
seiring dengan bertambahnya besarnya laju alir air panas yang diberikan. Hal ini
mungkin dikarenakan bukaan steam yang kurang besar sehingga temperature air
panasnya sangat rendah. Dan perbedaan temperaturnya masih rendah.

Sedangkan pada HE 2 efisiensi nya adalah 0. Dalam kata lain tidak terjadi
perpindahan panas antara kedua jenis fluida. Hal ini dikarenakan bukaan steam yang
terlalu kecil sehingga perbedaan temperature kedua fluida sangat kecil.

Variasi Laju Alir Air Dingin

Pada variasi laju alir air dingin, dilakukan dengan variasi laju alir 5, 10, 15 LPM.
Dengan perhitungan dengan menggunakan metode NTU dan LMTD, efisiensi laju alir
air dingin yang didapatkan semakin menurun. Pada HE 1 efisiensi terbesar ada pada
laju alir 5 lpm yaitu 11%.
Sedangkan pada koefisien perpindahan panas, nilai U nya semakin besar seiring
dengan semakin besarnya laju alir. Hal ini sesuai dengan teori, bahwa semakin besar
laju alir fluida dingin maka nilai koefisien perpindahan panas keseluruhan akan
semakin tinggi. Sedangkan nilai effisiensi akan semakin besar bila laju alir fluida dingin
makin kecil.

Sedangkan pada HE 2 efisiensi terbesar ada pada lajua alir 15 lpm dengan nilai
1128,4 %. Secara teoritis effisiensi tidak mungkin lebih dari seratus persen.
Berdasarkan hasil praktikum effisiensi lebih dari 100% ataupun kurang dari 0%. Hal
ini dimungkinkan adanya panas yang tidak terisolasi dari lingkungan, sehingga kalor
ada yang lepas ke lingkungan maupun pindah ke dalam sistem menyebabkan proses
perpindahan panas nya tidak optimum.

Variasi Bukaan Valve Steam

Pada HE 1 variasi bukaan valve steam nilai efisiensi terbesar adalah 10%
dengan metode LMTD dan pada bukaan valve steam sebanyak 3. Sedangkan pada HE
2 variasi bukaan valve steam nilai efisiensi terbesar adalah 3330,3%. Efisiensi lebih
dari 100% dapat dikarenakan adanya panas yang tidak terisolaso dari lingkungan
sehingg ada kalor yang lepas ke lingkungan sehingga perpindahan panasnya tidak
optimum.
BAB V
KESIMPULAN

5.1. Simpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :
1. Nilai Efisiensi Perpindahan Panas
a. Double Pipe Heat Exchanger :
b. Shell and Tube Heat Exchanger :
2. Nilai koefisien perpindahan panas overall (U):
a. Double Pipe Heat Exchanger : (W/m2K)
 DPHE-1
 DPHE-2
b. Shell and Tube Heat Exchanger :
 Panas tetap
 Dingin tetap
Lampiran

Shell and Tube Heat Exchanger (STHE)

1. Laju Alir Air Dingin Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
4,32 4,32 36 28,8 20 23,4 12,6 8,8 3,8
4,32 6,48 30,4 26,6 20 24 6,4 6,6 -0,2
4,32 8,64 26,2 24,2 20 23 3,2 4,2 -1

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln ΔT max
air dingin air panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 - ΔT2 (◦C)
(kg/min) (kg/min)
4,32 4,32 3,8 0,358945 0,094459 16
4,32 6,48 -0,2 -0,03077 0,153858 10,4
4,32 8,64 -1 -0,27193 0,271934 6,2

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
4,32 4,32 18,0576 18,0576 1,000
4,32 6,48 18,0576 27,0864 0,667
4,32 8,64 18,0576 36,1152 0,500

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju alir Laju alir
Cc Thi Tci Q max
air dingin air panas
(kW/K) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
4,32 4,32 18,0576 36 20 288,9216
4,32 6,48 18,0576 30,4 20 187,799
4,32 8,64 18,0576 26,2 20 111,9571

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)
Laju alir Laju alir
Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
4,32 4,32 36 20 18,0576 28,8 23,4 130,01472
4,32 6,48 30,4 20 27,0864 26,6 24 102,92832
4,32 8,64 26,2 20 36,1152 24,2 23 72,2304

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
4,32 4,32 288,9216 130,01472 0,45
4,32 6,48 187,79904 102,92832 0,548076923
4,32 8,64 111,95712 72,2304 0,64516129

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,18 4,18 7,2 3,4 4,32 4,32 130,0147 61,39584 47,22222
4,18 4,18 3,8 4 4,32 6,48 102,9283 72,2304 70,17544
4,18 4,18 2 3 4,32 8,64 72,2304 54,1728 75

h. Mencari Nilai U
𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
4,32 4,32 76,70736 1,413 0,094459235 574,7122456
4,32 6,48 63,46416 1,413 0,153858293 291,9210844
4,32 8,64 47,6152 1,413 0,271933715 123,9197117

i. Menentukan Nilai NTU


𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
4,32 4,32 1,413 1,000 717,050 507,466235

4,32 6,48 1,413 0,667 402,846 427,6493259

4,32 8,64 1,413 0,500 164,484 232,8148555

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir
Laju alir ΔT1 = ΔT2 =
air dingin
air panas Thi Tho Tci Tco Thi - Tco Tho -
(m3
(m3/menit) (◦C) Tci (◦C)
menit)
0,006 0,006 36 28,8 20 23,4 12,6 8,8
0,006 0,009 30,4 26,6 20 24 6,4 6,6
0,006 0,012 26,2 24,2 20 23 3,2 4,2

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir air Laju alir air


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlm = [ ΔT1 - ΔT2/ln
dingin panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)]
(m3 menit) (m3 /menit)
0,006 0,006 3,8 0,358945 10,58658
0,006 0,009 -0,2 -0,03077 6,499487
0,006 0,012 -1 -0,27193 3,677367

c. Mencari Harga FT
Harga FT diperoleh dari kurva dengan memplotkan nilai Y dan Z.

Laju alir
air Laju alir Y = (Tco- Z = (Thi -
Thi Tho Tci Tco
dingin air panas Tci) / (Thi- Tho) / FT
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(m3 (m3/menit) Tci) (Tco-Tci)
menit)
0,006 0,006 36 28,8 20 23,4 0,2125 2,117647 1
0,006 0,009 30,4 26,6 20 24 0,384615 0,95 0,9
0,006 0,012 26,2 24,2 20 23 0,483871 0,666667 0,92

d. Menghitung ∆𝑇m

Laju alir air Laju alir


ΔTlmtd = [ln (ΔT1/ΔT2)] ΔTm = ΔTlmtd. FT
dingin air panas FT
/ ΔT1 - ΔT2 (oC)
(m3 menit) (m3/menit)
0,006 0,006 10,58658 1 10,58658
0,006 0,009 6,499487 0,9 5,849538
0,006 0,012 3,677367 0,92 3,383177

e. Perhitungan Q dan Efisiensi


𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q dingin Q panas
η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,2188 4,2096 5,995 5,993 85,99906 181,6476 47,3439
4,2182 4,2187 5,995 8,992 101,1558 144,1656 70,16642
4,2209 4,2236 5,995 11,991 75,92302 101,2946 74,95266

f. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)


𝑸 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝚫𝐓𝐦 𝒙 𝑨

Q rata2 Q rata2
ΔTm A (m2) U
(kJ/min) (kJ/s)
133,8233 2,231 10,58658 0,44 28,7292
122,6607 2,044 5,849538 0,44 47,65748
88,60882 1,477 3,383177 0,44 59,52502

2. Laju Alir Air Panas Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir
Laju alir
air Thi Tho Tci Tco ΔT1 = Thi ΔT2 = Tho ΔT1 -
air panas
dingin (◦C) (◦C) (◦C) (◦C) - Tco (◦C) - Tci (◦C) ΔT2 (◦C)
(kg/min)
(kg/min)
2,88 6,488 27,2 25 20 22,6 4,6 5 -0,4
5,76 6,488 26,8 26 20 24 2,8 6 -3,2
8,64 6,488 28,6 27,2 20 25 3,6 7,2 -3,6

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln (ΔT1/ΔT2)]
air dingin air panas ΔT max
(◦C) (ΔT1/ΔT2) / ΔT1 - ΔT2
(kg/min) (kg/min)
2,88 6,488 -0,4 -0,08338 0,208454 7,2
5,76 6,488 -3,2 -0,76214 0,238169 6,8
8,64 6,488 -3,6 -0,69315 0,192541 8,6

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch

Laju alir Laju alir


Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
2,88 6,488 12,0384 27,11984 0,444
5,76 6,488 24,0768 27,11984 0,888
8,64 6,488 36,1152 27,11984 1,332

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)

Laju alir Laju alir


Cc Q max
air dingin air panas Thi (◦C) Tci (◦C)
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW)
2,88 6,488 12,0384 27,2 20 86,67648
5,76 6,488 24,0768 26,8 20 163,72224
8,64 6,488 36,1152 28,6 20 310,59072

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
2,88 6,488 27,2 20 27,11984 25 22,6 59,663648
5,76 6,488 26,8 20 27,11984 26 24 21,695872
8,64 6,488 28,6 20 27,11984 27,2 25 37,967776

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kW) (kW) (Ɛ)
(kg/min) (kg/min)

2,88 6,488 86,67648 59,663648 0,688348765

5,76 6,488 163,72224 21,695872 0,13251634


8,64 6,488 310,59072 37,967776 0,122243755

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,18 4,18 2,2 2,6 2,88 6,488 59,66365 31,29984 52,46049
4,18 4,18 0,8 4 5,76 6,488 21,69587 96,3072 443,8964
4,18 4,18 1,4 5 8,64 6,488 37,96778 180,576 475,6033

h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2 dTlmtd
air dingin air panas A (m2) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min) (C)
2,88 6,488 41,131824 1,413 0,103702 280,7032402
5,76 6,488 22,847936 1,413 0,084984 190,2679214
8,64 6,488 31,483888 1,413 0,088977 250,4184529

i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
2,88 6,488 1,413 0,444 310,389 494,860464
5,76 6,488 1,413 0,888 491,340 391,6770399
8,64 6,488 1,413 1,332 869,133 461,8929708

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir air ΔT1 = ΔT2 =


air dingin panas Thi Tho Tci Tco Thi - Tco Tho - Tci
(m3/menit) (m3/menit) (◦C) (◦C)
0,004 0,009 27,2 25 20 22,6 4,6 5
0,006 0,009 28,4 26 20 23,6 4,8 6
0,008 0,009 29,2 25,6 20 24 5,2 5,6

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir air Laju alir air


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln (ΔT1/ΔT2)] /
dingin panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) ΔT1 - ΔT2
(m3/menit) (m3/menit)
0,004 0,009 -0,4 -0,08338 4,797221
0,006 0,009 -1,2 -0,22314 5,377704
0,008 0,009 -0,4 -0,07411 5,39753

c. Mencari Harga FT
Harga FT diperoleh dari kurva dengan memplotkan nilai Y dan Z.
Laju alir Laju alir Y = (Tco- Z = (Thi -
air dingin air panas Thi Tci Tho Tco Tci) / (Thi- Tho) / (Tco- FT
(m3/menit) (m3/menit) Tci) Tci)
0,004 0,009 27,2 25 20 22,6 0,3611 0,8461 0,98
0,006 0,009 28,4 26 20 23,6 0,4285 0,6667 0,96
0,008 0,009 29,2 25,6 20 24 0,4347 0,9 0,94

d. Menghitung ∆𝑇m

Laju alir Laju alir ΔTm =


ΔTlmtd = [ln (ΔT1/ΔT2)]
air dingin air panas FT ΔTlmtd. FT
/ ΔT1 - ΔT2
(m3/menit) (m3/menit) (oC)
0,004 0,009 4,797221 0,98 4,701277
0,006 0,009 5,377704 0,96 5,162596
0,008 0,009 5,39753 0,94 5,073678

e. Perhitungan Q dan Efisiensi


𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q dingin Q panas
η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)

4,222 4,223 3,997332 8,989749 43,879 83,520 52,5376


4,2182 4,2268 5,995134 8,994177 91,039 91,239 99,7801
4,2155 4,2252 7,992696 8,993277 134,772 136,794 98,5223

f. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)


𝑸 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝚫𝐓𝐦 𝒙 𝑨
Q rata2 Q rata2
ΔTm A (m2) U
(kJ/min) (kJ/s)
63,69984 1,062 4,7012 0,44 30,79427
91,13952 1,519 5,1625 0,44 40,12231
135,7835 2,263 5,0736 0,44 60,82351

Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) -1

1. Laju Alir Air Dingin Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
9,84 2,64 30 24,4 23 21,8 8,2 1,4 6,8
9,84 4,44 39 28 23 23 16 5 11
9,84 7,38 34,2 29,1 23,4 23,1 11,1 5,7 5,4

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln ΔT max
air dingin air panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 - ΔT2 (◦C)
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 6,8 1,767661918 0,259950282 7
9,84 4,44 11 1,16315081 0,105740983 16
9,84 7,38 5,4 0,666478933 0,123422025 10,8

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
9,84 2,64 41,1312 11,0352 3,727
9,84 4,44 41,1312 18,5592 2,216
9,84 7,38 41,1312 30,8484 1,333

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju alir Laju alir
Cc Thi Tci Q max
air dingin air panas
(kW/K) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 41,1312 30 23 287,9184
9,84 4,44 41,1312 39 23 658,0992
9,84 7,38 41,1312 34,2 23,4 444,21696

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 30 23 11,0352 24,4 21,8 61,79712
9,84 4,44 39 23 18,5592 28 23 204,1512
9,84 7,38 34,2 23,4 30,8484 29,1 23,1 157,32684

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
9,84 2,64 287,9184 61,79712 0,214634146
9,84 4,44 658,0992 204,1512 0,310213415
9,84 7,38 444,21696 157,32684 0,354166667

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 5,6 -1,2 9,84 2,64 61,79712 -49,35744 -79,8701
4,180 4,1800 11 0 9,84 4,44 204,1512 0 0
4,180 4,1800 5,1 -0,3 9,84 7,38 157,32684 -12,33936 -7,84313

h. Mencari Nilai U
𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
9,84 2,64 6,21984 1,413 0,227176262 19,3764451
9,84 4,44 102,0756 1,413 0,013842681 5218,66668
9,84 7,38 72,49374 1,413 0,019491338 2632,186686
i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 1,413 3,727 19,376 3,679093024

9,84 4,44 1,413 2,216 5218,667 1666,499812

9,84 7,38 1,413 1,333 2632,187 1397,126691

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T1 ∆T2
Thi Tho Tci Tco
(Thi-Tco) (Tho-Tci)
30 24,4 23 21,8 8,2 1,4
38 27,8 23 23 15 4,8
34,2 29,1 23,4 23,1 11,1 5,7
b. Perhitungan ∆𝑇lm

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)


-6,8 0,170732 -1,76766 3,846889
-10,2 0,32 -1,13943 8,951811
-5,4 0,513514 -0,66648 8,102282

c. Perhitungan Q

Panas Dingin
∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
m (kg/s) Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,049795 4,183 5,6 1,166426 0,076761 4,185 1,2 0,385495
0,085544 4,183 10,2 3,64988 0,158507 4,185 0 0
0,110412 4,184 5,1 2,356009 0,248228 4,185 0,3 0,31165
d. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
1,166426 0,385495 33,04926
3,64988 0 0
2,356009 0,31165 13,22789

e. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qpanas Qdingin Qrata - rata


A (m2) U (W/m2.℃)
(kJ/s) (kJ/s) (kJ/s)
1,166426 0,385495 0,775961 0,016027 12,58606
3,64988 0 1,82494 0,016027 12,7203
2,356009 0,31165 1,33383 0,016027 10,27195

2. Laju Alir Air Panas Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
3,6 31,68 37,6 29,3 23 23,6 14 6,3 7,7
7,2 31,68 43 28,2 22,2 22,6 20,4 6 14,4
10,8 31,68 45,6 26,2 22 22 23,6 4,2 19,4

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir


ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln ΔT max
air dingin air panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 - ΔT2 (◦C)
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 7,7 0,798507696 0,103702298 14,6
7,2 31,68 14,4 1,223775432 0,084984405 20,8
10,8 31,68 19,4 1,726162187 0,088977432 23,6

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
3,6 31,68 15,048 132,4224 0,114
7,2 31,68 30,096 132,4224 0,227
10,8 31,68 45,144 132,4224 0,341

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju Laju
alir air alir air Thi Tci Q max
Cc (kW/K)
dingin panas (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 0,113636364 37,6 23 1,659090909
7,2 31,68 0,227272727 43 22,2 4,727272727
10,8 31,68 0,340909091 45,6 22 8,045454545

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 37,6 23 132,4224 29,3 23,6 1099,10592
7,2 31,68 43 22,2 132,4224 28,2 22,6 1959,85152
10,8 31,68 45,6 22 132,4224 26,2 22 2568,99456

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
3,6 31,68 1,659090909 1099,10592 662,4748011
7,2 31,68 4,727272727 1959,85152 414,5839754
10,8 31,68 8,045454545 2568,99456 319,3100583

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 8,3 0,6 3,6 31,68 1099,10592 9,0288 0,8214
4,180 4,1800 14,8 0,4 7,2 31,68 1959,85152 12,0384 0,6142
4,180 4,1800 19,4 0 10,8 31,68 2568,99456 0 0
h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
3,6 31,68 554,06736 1,413 0,103702298 3781,220674
7,2 31,68 985,94496 1,413 0,084984405 8210,531497
10,8 31,68 1284,49728 1,413 0,088977432 10216,71217

i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 1,413 0,114 3781,221 23549,00349

7,2 31,68 1,413 0,227 8210,531 25567,1186

10,8 31,68 1,413 0,341 10216,712 21209,49919

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T1 ∆T2
Thi Tho Tci Tco
(Thi-Tco) (Tho-Tci)
37,6 29,3 23 23,6 14 6,3
43 28,2 22,2 22,6 20,4 6
45,6 26,2 22 22 23,6 4,2

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)


-7,7 0,45 -0,79851 9,642988
-14,4 0,294118 -1,22378 11,76686
-19,4 0,177966 -1,72616 11,2388

c. Perhitungan Q
Panas Dingin
∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
m (kg/s) Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,049735 4,183 8,3 1,726744 0,076761 4,185 0,6 0,192748
0,077399 4,183 14,8 4,791673 0,158534 4,185 0,4 0,265386
0,109992 4,184 19,4 8,928016 0,24827 4,185 0 0

d. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
1,726744 0,192748 11,16249
4,791673 0,265386 5,538486
8,928016 0 0

e. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qrata - rata
∆Tlm (℃) A (m2) U (W/m2.℃)
(kJ/s)
0,959746 9,642988 0,016027 6,210183
2,52853 11,76686 0,016027 13,40809
4,464008 11,2388 0,016027 24,78361

3. Laju Alir Steam Berubah


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
7,2 53,28 49,2 33,8 22 22,4 26,8 11,8 15
7,2 53,28 46 32 21,6 22,4 23,6 10,4 13,2
7,2 53,28 43 32,4 22 22,8 20,2 10,4 9,8

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD
Laju alir Laju alir
ΔT1 - ΔT2 ln ΔTlmtd = [ln ΔT max
air dingin air panas
(◦C) (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 - ΔT2 (◦C)
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 15 0,820302356 0,054686824 27,2
7,2 53,28 13,2 0,819440906 0,062078857 24,4
7,2 53,28 9,8 0,663876798 0,06774253 21

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju alir Laju alir
Cc Thi Tci Q max
air dingin air panas
(kW/K) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 30,096 49,2 22 818,6112
7,2 53,28 30,096 46 21,6 734,3424
7,2 53,28 30,096 43 22 632,016

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 49,2 22 222,7104 33,8 22,4 3429,74016
7,2 53,28 46 21,6 222,7104 32 22,4 3117,9456
7,2 53,28 43 22 222,7104 32,4 22,8 2360,73024

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
7,2 53,28 818,6112 3429,74016 4,189705882
7,2 53,28 734,3424 3117,9456 4,245901639
7,2 53,28 632,016 2360,73024 3,735238095

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 15,4 0,4 7,2 53,28 3429,74016 12,0384 0,3510
4,180 4,1800 14 0,8 7,2 53,28 3117,9456 24,0768 0,7722
4,180 4,1800 10,6 0,8 7,2 53,28 2360,73024 24,0768 1,0198

h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
7,2 53,28 1720,88928 1,413 0,054686824 22270,40257
7,2 53,28 1571,0112 1,413 0,062078857 17909,9103
7,2 53,28 1192,40352 1,413 0,06774253 12457,17807

i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 1,413 0,135 22270,403 116631,9738
7,2 53,28 1,413 0,135 17909,910 93795,70858
7,2 53,28 1,413 0,135 12457,178 65239,29065

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T1 ∆T2
Thi Tho Tci Tco
(Thi-Tco) (Tho-Tci)
49,2 33,8 22 22,4 26,8 11,8
46 32 21,6 22,4 23,6 10,4
43 32,4 22 22,8 20,2 10,4
b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)


-15 0,440299 -0,8203 18,28594

-13,2 0,440678 -0,81944 16,10854

-9,8 0,514851 -0,66388 14,76178

c. Perhitungan Q

Panas Dingin
m (kg/s) ∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,073219 4,183 15,4 4,716656 0,163519 4,185 0,4 0,273732
0,073328 4,183 14 4,294239 0,163519 4,185 0,8 0,547463
0,07343 4,184 10,6 3,256659 0,163519 4,185 0,8 0,547463

d. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
4,716656 0,273732 5,803511
4,294239 0,547463 12,74878
3,256659 0,547463 5,164747

e. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qrata - rata
∆Tlm (℃) A (m2) U (W/m2.℃)
(kJ/s)
2,495194 18,28594 0,016027 2,381644
2,420851 16,10854 0,016027 9,377163
1,902061 14,76178 0,016027 8,039805
a.
Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) -2

1. Laju Alir Air Dingin Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
164 44 32,4 24,8 19,6 20 12,4 5,2 7,2
164 74 26,2 25,2 20 20 6,2 5,2 1
164 123 23 23 20 20,6 2,4 3 -0,6

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir


ΔT1 - ΔT2 ΔTlmtd = [ln (ΔT1/ΔT2)] ΔT max
air dingin air panas ln (ΔT1/ΔT2)
(◦C) / ΔT1 - ΔT2 (◦C)
(kg/min) (kg/min)
164 44 120 0,869037847 0,007241982 12,8
164 74 90 0,175890666 0,001954341 6,2
164 123 41 -0,223143551 -0,005442526 3

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min)
(kW/K) (kW/K)
9,84 2,64 41,1312 11,0352 3,727
9,84 4,44 41,1312 18,5592 2,216
9,84 7,38 41,1312 30,8484 1,333

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju alir Laju alir
Cc Thi Tci Q max
air dingin air panas
(kW/K) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 41,1312 32,4 19,6 526,47936
9,84 4,44 41,1312 26,2 20 255,01344
9,84 7,38 41,1312 23 20 123,3936

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)
Laju alir Laju alir
Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 32,4 19,6 11,035 24,8 20 83,866
9,84 4,44 26,2 20 18,559 25,2 20 18,559
9,84 7,38 23 20 30,848 23 20,6 0

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
9,84 2,64 526,47936 83,866 0,159295893
9,84 4,44 493,5744 126,2012 0,255688302
9,84 7,38 460,66944 172,7488 0,374995138

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 7,6 0,4 9,84 2,64 83,86752 16,45248 19,617
4,180 4,1800 1 0 9,84 4,44 18,5592 0 0
4,180 4,1800 0 0,6 9,84 7,38 0 24,67872 0

h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
9,84 2,64 50,16 1,413 0,007241982 4901,826343
9,84 4,44 9,2796 1,413 0,009291645 706,7966772
9,84 7,38 12,33936 1,413 0,016906029 516,5458405

i. Menentukan Nilai NTU


𝑼
NTU = 𝑪×𝑨
Laju alir Laju alir
air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
9,84 2,64 1,413 1,868 4901,826 1856,752403

9,84 4,44 1,413 3,142 4806,217 1082,481398

9,84 7,38 1,413 5,223 3615,821 489,9486292

Metode LMTD
f. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T1
∆T2
Thi Tho Tci Tco (Tho-
(Thi-Tci)
Tco)
32,4 24,8 20 20 4,8 12,4
26,2 25,2 20 20 5,2 6,2
23 23 20 20,6 2,4 3

g. Menghitung ∆𝑇lm

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)


7,6 0,949081 8,007750
2,583333
1 1,192308 0,175891 5,685350

0,6 1,25 0,223144 2,688852

h. Perhitungan Q

Panas Dingin
m (kg/s) ∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,043802 4,183 7,6 1,392501 0,163574 4,185 0 0
0,073741 4,183 1 0,308459 0,163574 4,185 0 0
0,1226187 4,184 0 0,000000 0,163574 4,185 0,6 0,410733

i. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
1,392501 0 0
0,308459 0 0
0,000000 0,410733 -

j. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qrata -
∆Tlm (℃) A (m2) U (W/m2.℃)
rata (kJ/s)
1,392501 8,007750 0,016027 10,850370
0,308459 5,685350 0,016027 3,385317

0,410733 2,688852 0,016027 9,531312

2. Laju Alir Air Panas Tetap


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
3,6 31,68 27 26 20 22,4 4,6 6 -1,4
7,2 31,68 25,6 24,4 20 22 3,6 4,4 -0,8
10,8 31,68 25 24 20 22 3 4 -1

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD

Laju alir Laju alir ΔTlmtd = [ln


ΔT1 - ΔT2 ΔT max
air dingin air panas ln (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 -
(◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) ΔT2
3,6 31,68 -1,4 -0,265703166 0,189787976 7
7,2 31,68 -0,8 -0,200670695 0,250838369 5,6
10,8 31,68 -1 -0,287682072 0,287682072 5

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
3,6 31,68 15,048 132,4224 0,114
7,2 31,68 30,096 132,4224 0,227
10,8 31,68 45,144 132,4224 0,341
d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum
Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju Laju
alir air alir air Thi Tci Q max
Cc (kW/K)
dingin panas (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 0,113636364 27 20 0,795454545
7,2 31,68 0,227272727 25,6 20 1,272727273
10,8 31,68 0,340909091 25 20 1,704545455

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 27 20 132,4224 26 22,4 132,4224
7,2 31,68 25,6 20 132,4224 24,4 22 158,90688
10,8 31,68 25 20 132,4224 24 22 132,4224

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
3,6 31,68 0,795454545 132,4224 166,4738743
7,2 31,68 1,272727273 158,90688 124,8554057
10,8 31,68 1,704545455 132,4224 77,687808

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 1 2,4 3,6 31,68 132,4224 36,1152 27,272
4,180 4,1800 1,2 2 7,2 31,68 158,90688 60,192 37,878
4,180 4,1800 1 2 10,8 31,68 132,4224 90,288 68,181

h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨
Laju alir Laju alir
Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
3,6 31,68 84,2688 1,413 0,016767772 3556,716875
7,2 31,68 109,54944 1,413 0,012898286 6010,851518
10,8 31,68 111,3552 1,413 0,012689125 6210,644644

i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
3,6 31,68 1,413 22,420 3556,717 112,2701034

7,2 31,68 1,413 22,420 6010,852 189,7364747

10,8 31,68 1,413 22,420 6210,645 196,0430759

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T2
∆T1
Thi Tho Tci Tco (Thi-
(Tho-Tco)
Tci)
27 26 20 22,4 3,6 7
25,6 24,4 20 22 2,4 5,6
25 24 20 22 2 5

b. Menghitung ∆𝑇lm

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)

3,4 1,944444 0,664976 5,112964

3,2 2,333333 0,847298 3,776712

3 2,5 0,916291 3,274070

c. Perhitungan Q

Panas Dingin
∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
m (kg/s) Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,043846 4,183 1 0,183408 0,078795 4,185 2,4 0,791413

0,043850 4,183 1,2 0,220111 0,163574 4,185 2 1,369111

0,043850 4,184 1 0,183470 0,247355 4,185 2 2,070363

d. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
0,183408 0,791413 431,5
0,220111 1,369111 622,0

0,183470 2,070363 1128,4

e. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qrata - ∆Tlm (℃)


A (m2) U (W/m2.℃)
rata (kJ/s)
0,487410 5,112964 0,016027 5,948147

0,794611 3,776712 0,016027 13,128059

1,126917 3,274070 0,016027 21,476499

3. Laju Alir Steam Berubah


Metode NTU
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

Laju alir Laju alir ΔT1 = ΔT2 =


Thi Tho Tci Tco ΔT1 - ΔT2
air dingin air panas Thi - Tco Tho - Tci
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) (◦C) (◦C)
7,2 53,28 28,6 28,4 20 23 5,6 8,4 -2,8
7,2 53,28 36,6 30 20 23,4 13,2 10 3,2
7,2 53,28 42,2 30,6 20 24 18,2 10,6 7,6

b. Perhitungan ∆𝑇LMTD
Laju alir Laju alir ΔTlmtd = [ln
ΔT1 - ΔT2 ΔT max
air dingin air panas ln (ΔT1/ΔT2) (ΔT1/ΔT2)] / ΔT1 -
(◦C) (◦C)
(kg/min) (kg/min) ΔT2
7,2 53,28 -2,8 -0,405465108 0,144808967 8,6
7,2 53,28 3,2 0,277631737 0,086759918 16,6
7,2 53,28 7,6 0,540567593 0,071127315 22,2

c. Perhitungan Kecepatan Kapasitas Panas (C)


Cc = ṁc (kg/min) x Cp c (kJ/kg.C)
Ch = ṁh (kg/min) x Cp h (kJ/kg.C)
C = Cc/Ch
Laju alir Laju alir
Cc Ch
air dingin air panas C
(kg/min) (kg/min) (kW/K) (kW/K)
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135
7,2 53,28 30,096 222,7104 0,135

d. Menghitung Kecepatan Perpindahan Panas Maksimum


Q max (kW) = Cc(Thi-Tci)
Laju alir Laju alir
Cc Thi Tci Q max
air dingin air panas
(kW/K) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 30,096 28,6 20 258,8256
7,2 53,28 30,096 36,6 20 499,5936
7,2 53,28 30,096 42,2 20 668,1312

e. Mencari Q nyata (Qac)


Qac= Cc(Tco-Tci)=Ch(Thi-Tho)

Laju alir Laju alir


Thi Tci Tho Tco Q aktual
air dingin air panas Ch (kW/K)
(◦C) (◦C) (◦C) (◦C) (kW)
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 28,6 20 222,7104 28,4 23 44,54208
7,2 53,28 36,6 20 222,7104 30 23,4 1469,88864
7,2 53,28 42,2 20 222,7104 30,6 24 2583,44064

f. Menghitung Efektivitas Perpindahan Panas (ɛ)


𝑸𝒂𝒄𝒕
𝑬𝒇𝒇𝒆𝒄𝒕𝒊𝒗𝒏𝒆𝒔𝒔 (𝜺) =
𝑸𝒎𝒂𝒙

Laju alir Laju alir


Q max Q aktual Effectiveness
air dingin air panas
(kg/min) (kg/min)
(kW) (kW) (Ɛ)
7,2 53,28 258,8256 44,54208 0,172093023
7,2 53,28 499,5936 1469,88864 2,942168675
7,2 53,28 668,1312 2583,44064 3,866666667

g. Mencari Q panas, Q dingin, dan Efisiensi Perpindahan Panas


Q= mx Cpx ΔTLmtd
𝑸 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
η (%) = 𝑸 𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔

Cp c Cp h ṁc ṁh Q panas Q dingin
dTh dTc η (%)
(kJ/kg.C) (kJ/kg.C) (kg/min) (kg/min) (kJ/min) (kJ/min)
4,180 4,1800 0,2 3 7,2 53,28 44,54208 90,288 202,7027
4,180 4,1800 6,6 3,4 7,2 53,28 1469,88864 102,3264 6,9615
4,180 4,1800 11,6 4 7,2 53,28 2583,44064 120,384 4,6598

h. Mencari Nilai U

𝑸𝒓𝒂𝒕𝒂−𝒓𝒂𝒕𝒂
U= 𝑻×𝑨

Laju alir Laju alir


Q rata2
air dingin air panas A (m2) dTlmtd (C) U
(kg/min) (kg/min) (kJ/min)
7,2 53,28 67,41504 1,413 0,144808967 329,4725056
7,2 53,28 786,10752 1,413 0,086759918 6412,400771
7,2 53,28 1351,91232 1,413 0,071127315 13451,47628

i. Menentukan Nilai NTU

𝑼
NTU = 𝑪×𝑨

Laju alir Laju alir


air dingin air panas A (m2) C U NTU
(kg/min) (kg/min)
7,2 53,28 1,413 0,135 329,473 1725,475259
7,2 53,28 1,413 0,135 6412,401 33582,28288
7,2 53,28 1,413 0,135 13451,476 70446,51412

Metode LMTD
a. Perhitungan ∆𝑇1 dan ∆𝑇2

∆T1 ∆T2
Thi Tho Tci Tco
(Tho-Tco) (Thi-Tci)
28,6 28,4 20 23 5,4 8,6

36,6 30 20 23,4 6,6 16,6


42,2 30,6 20 24 6,6 22,2

b. Menghitung ∆𝑇lm

∆T2-∆T1 (∆T2/∆T1) ln(∆T2/∆T1) ∆Tlm (℃)

3,2 1,592593 0,465363 6,876349

10 2,515152 0,922333 10,842071

15,6 3,363636 1,213023 12,860436

c. Perhitungan Q

Panas Dingin
∆T ∆T
Cp (Thi- Cp (Tco-
m (kg/s) Q (kJ/s) m (kg/s) Q (kJ/s)
(kJ/kg.K) Tho) (kJ/kg.℃) Tci)
(℃) (℃)
0,073711 4,183 0,2 0,061667 0,163574 4,185 3 2,053667

0,073623 4,183 6,6 2,032558 0,163574 4,185 3,4 2,327489

0,073460 4,184 11,6 3,565327 0,163574 4,185 4 2,738222

d. Mencari Efisiensi

𝑸𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏
Qpanas (kJ/s) Qdingin (kJ/s) 𝛈=
𝑸𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔
0,061667 2,053667 3330,3
2,032558 2,327489 114,5
3,565327 2,738222 23,6

e. Mencari Koefisien Perpindahan Panas (U)

Qrata -
∆Tlm (℃) A (m2) U (W/m2.℃)
rata (kJ/s)
1,057667 6,876349 0,016027 9,597335
2,180023 10,842071 0,016027 12,546096

3,151775 12,860436 0,016027 15,291819