Anda di halaman 1dari 23

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum biologi dasar dengan judul “Kebakaan” yang


dibuat oleh :
Nama : Iis Nuriyah Prihartini
NIM : 1816041008
Kelas : Pendidikan IPA Reguler
Kelompok :2
telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Kordinator Asisten, maka laporan
ini dinyatakan diterima

Makassar, Desember 2018


Koordinator Asisten Asisten

Ibnu Mundzir Peri Irawan


NIM : 1616042009

Mengetahui,
Dosen Pembimbing

Dr. A. Mu’nisa, S.Si, M.Si


NIP : 19720526 199802 2 001
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang sangat unik. Manusia berbeda satu sama
lain dalam ciri mofologi, fisiologis dan mentalnya. Manusia juga berbeda
dalam kemungkinan menderita penyakit-penyakit tertentu. Keanekaragaman
ini dapat disebabkan karena kondisi lingkungan tempat hidup.
Keanekaragaman ini juga tergantung pada perbedaan bawaan. Analisis tentang
sifat dan pengaruh perbedaan yang di tentukan secara genetika dalam tingkat
molekuler inilah yang menyusun pokok bahasan genetika biokimia manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat bentuk dan ciri-ciri fisik
makhluk hidup termasuk diri sendiri. Dari bentuk dan ciri fisik manusia
terdapat banyak sekali perbedaan. Bahkan untuk orang yang dikatakan kembar
yang lahirnya hanya selang beberapa menit masih mempunyai perbedaan.
Manusia memiliki perbedaan yang dapat langsung dilihat melalui bentuk
fisiknya. Ada orang yang memiliki hidung mancung dan ada juga orang yang
memiliki hiduk pesek. Ada yang memiliki rambut lurus dan ada pula yang
memiliki rambut bergelombang (keriting). Begitu pula dari warna kulit ada
yang berkulit hitam, putih maupun sawo matang. Dan masih banyak lagi
perbedaan-perbedaan lainnya. Oleh karena itu, tidak ada dua manusia yang
benar-benar identik. Perkawinan akan menghasilkan keturunan yang
mempunyai bentuk fisik dan sifat yang mirip denganorang tua mereka. Hal ini
terjadi karena sifat yang terdapat pada dalam nukleus sel sperma akan
bergabung dengan gen dalam nukleus sel telur. Dari perkawinan itu akan
menghasilkan suatu sifat yang di dalamnya terdapat gabungan dari sifat-sifat
gen tersebu
Anda mungkin mengenal seorang ilmuwan yang bernama Gregor Mendel.
Ia seorang biologiwan yang menemukan cara penurunan sifat sehingga ia
disebut sebagai Bapak genetika. Mendel mengetahui cara penurunan sifat
setelah melakukan percobaan dengan kacang kapri (Pisum Sativum). Mendel
juga mempunyai sebuah hukum perbandingan mengenai sifat-sifat turunan
tersebut yang disebut hukum mendel.
Untuk mengetahui bagaimana kemungkinan keturunan yang dihasilkan
dari dua induk yang berbeda digunakan hukum Mendel tersebut. Dan untuk
mengetahui hal tersebut secara jelas maka dilaksanakanlah praktikum ini
dengan membandingkan ciri-ciri fisik yang ada pada beberapa orang sebagai
sampelnya.

B. Tujuan Praktikum
Membuktikan perbandingan genotip dan fenotip dari Hukum Mendel dan
dasar genotip beberapa sifat baka pada manusia.

C. Manfaat Praktikum
kita dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa, masyarakat, dan
umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari
proses sifat baka manusia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Biologi adalah ilmu tentang hidup dan kehidupan organisme dari masa
lampau sampai presiksi masa depan, baik dalam hal struktur, fungsi, taksonomi,
pertumbuhan dan perkembangan. Dewasa ini biologi telah banyak mengalami
revolusi keilmuan melampaui revolusi fisika dan kimia yang lebih dahulu
mendominasi khazanah ilmu pengetahuan (Slamet, 2015).
Ciri yang paling nyata dari kehidupan adalah kemampuan organisme untuk
meereproduksi jenisnya. Sejenis menghasilkan sejenis, organisme menurunkan
organisme yang sama. Selanjutnya, keturunan akan lebih menyerupai orangtuanya
daripada individu-individu lain yang spesiesnya sama namun hubungannya lebih
jauh (Saefudin, 2007).
Genetika berasal dari Bahasa Latin genos yang berarti suku bangsa atau
asal usul. Dengan demikian genetika berarti ilmu yang mempelajari bagaimana
sifat keturunan (hereditas) yang diwariskan kepada anak cucu, serta variasi yang
mungkin timbul didalamnya. Menurut sumber lainnya, genetika berasal dari
Bahasa Yunani genno yang berarti melahirkan. Dengan demikian genetika adalah
ilmu yang mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan
variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan
prion) (Elvita, 2008).
Genetika mrupakan cabang ilmu dari biologi yang mencoba menjelaskan
persamaan dan perbedaan sifat yang diturunkan pada makhluk hidup. Selain itu,
genetika juga mencoba menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan apa yang
diturunkan atau diwariskan dari induk kepada turunannya, bagaimana mekanisme
materi genetika itu diturunkan dan bagaimana peran materi genetika tersebut.
Terkait dengan hal tersebut, hingga saat ini genetika telah banyak menunjukkan
manfaat yang besaar bagi manusia, khususnya di bidang peternakan, pertanian,
kedokteran dan psikologi (Wirjosoemarto, 2011).
Gen yang besifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen yang
menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan huruf “t”. jadi, dapat
diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadapbatang pendek, dan sebaliknya
batang pendek resesif terhadap batang tingggi. Pada manusia dan hewan
vertebraata, penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid (n)
akan membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi individu yang
bersifat diploid (2n), sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan
dengan dua huruf (Hamka, 2018).
Pada tahun 1907 Bateson dan Punnet melakukan percobaan pada ayam
untuk membuktikan apakah percobaan Mendel berlaku pada hewan. Mereka
menemukan adanya sifat-sifat yang menyimpang dari matematika Mendel. Selain
itu juga menemukan juga adanya interaksi antara gen dalam menumbuhkan suatu
variasi (Elvita, 2008).
Implikasi dari revolusi biologi telah mengjangkau ke hampir semua cabang-
cabang ilmu biologi, seperti halnya genetika, fisiologi, anatomi, taksonomi dan
bidang-bidang lain yang sederajat. Biologi saat ini berada pada titik singgung
strategis karena dapat sebagai subyek maupun objek dari ilmu lain dalam
pengetahuan alam. Dalam perkembangan ilmu saat ini memang dibutuhkan dua
hal penting, yakni kemajuan teknologi dan visi yang membimbing (Slamet, 2015).
Keturunan hewan, tumbuhan maupun manusia masing-masing akan mirip
dengan induknya dari generasi ke generasi. Misalnya kucing akan melahirkan
anak kucing, pohon manga akan menghasilkan pohon manga lagi dan manusia
akan melahirkan anak manusia. Pengamatan lebih dekat terhadap makhluk hidup
tersebut akan jelas juga perpaduan antara induk dan turunannya. Kadang-kadang
turunannya mempunyai sifat-sifat seperti induknya, dan ada pula yang
mempunyai sifat yang berbeda atau lain dari induknya dan mungkin
memperlihatkan sifat yang sama sekali baru pada keluarga
tersebut (Wirjosoemarto, 2011).
Sebuah alternatife terhadap model pencampuran ini adalah hipotesis
penurunan sifat”partikulat” ide tentang gen. menurut model ini, orang tua
memberikan unit-unit warisan yang memiliki ciri seperti yang tetap
mempertahankan ciri khusus ini pada keturunan. Kumpulan gen suatu organisme
lebih menyeerupai sekumpulan kelereng dibandingkan sember cat. Seperti
kelereng, gen dapat dipilah dan diteruskan dari generasi ke generasi, dalam bentuk
yang tidak terbatas (Elvita, 2008).
Perpindahan sifat dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dinamakan
penurunan sifat yang lebih dikenal dengan istilah hereditas. Bersama-sama dengan
sifat bawaan yang sama, ada juga variasi yaitu keturunan memiliki penampilan
yang sedikit brbeda dari orang tuanya atau saudara sekandungnya. Mekanisme
hereditas dan variasi mulai menjadi perhatian di abad ke-20, saat genetika mulai
berkembang (Saefudin, 2007).
Suatu penjelasan yang mungkin diberikan mengenai hereditas adalah
hipotesis “pencampuran” suatu gagasan bahwa materi genetik yang disumbangkan
kedua orang tua bercampur dengan cara didapatkannya warna hijau dari
pencampuran warna biru dan kuning. Hipotesis ini memprediksi bahwa dari
generasi ke generasi, populasi dengan perkawinan bebas akan memunculkan
populasi individu yang seragam (Elvita, 2008).
Kemudian para ahli lainnya melihat suatu gen sebagai daerah urutan
nukleoida spesifik disepanjang molekul DNA. Akhirnya para ahli menggunakan
definisi fungsional dari gen sebagai urutn DNA yang mengkode rantai
polopeptida tertentu. Walaupun demikian definisi gen satu polipeptida harus
diperbaharui dan diterapkan secara selektif. Sebagian besar gen-gen eukariotik
terdiri dari segmen bukan engkode (intron), jai sebagian besar gen-gen ini tidak
memiliki segmen-segmen pasangannya di dalam polipeptida (Saefudin, 2007).
Bangsa Babylonia (6000 tahun lalu), telah menyusun silsilah kuda untuk
memperbaiki keturunannya. Sedangkan bangsa Cina (beberapa abad SM),
melakukan seleksi terhadap benih-benih padi untuk mencari sifat unggul tanaman
itu. Di Amerika dan Eropa (ribuan tahun lalu), orang telah melakukan seleksi dan
penyerbukan silang terhadap gandum dan jagung yang asalnya adalah rumput
liar (Elvita, 2008).
Ahli biologi molekuler juga sering memasukan promoter dan daerah
regulator DNA lain didalam ruang lingkup suatu gen. urutan DNA tersebut tidak
ditranskripsi tetapi dianggap sebagai bagian dari gen fungsional sebab urutan
tersebut harus ada agar proses transkripsi dapat berlangsung. Definisi molekuler
sebuah gen juga harus cukup luas agar mencakup DNA yang diranskripsi menjadi
rRNA, tRNA, dan RNA lainnya yang tidak ditranslasi (Saefudin,2007).
Ditandai dengan waktu Mendel melakukan percobaan persilangan pada
tanaman ercia(Pisum sativum). Mendel ternyata berhasil mengamati sesuatu
macam sifat keturunan (karakter) yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Mendel juga berhasil membuat perhitungan matematika tentang sifat genetis
karakter yang ditampilkan. Faktor genetis ini kemudian disebut
determinant/factor. Dengan berhasilnya tersebut, maka Mendel dinamakan bapak
genetika dan sekaligus memberi dasar pengetahuan bagi genetika
madder (Elvita, 2008).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Data pribadi
Kemungkinan
Ciri/ Sifat baka (fenotip)
genotip anda
A. Ada lesung dagu (D), tidak ada (d) dd
B. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e) EE
C. Ibu jari tangan kiri diatas (F), dibawah (f) ff
D. Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B), tidak
bb
menyerong (b)
E. Rambut dahi menyorong (W), tidak menyorong (w) WW
F. Rambut pada jari (M), tidak ada rambut (m) MM
G. Lesung pipi (P), tidak ada (p) PP
H. Lidah dapat digulung memanjang (L), tidak dapat digulung
LL
memanjang (l)
I. Gigi seri atas bercelah (G), gigi seti atas tidak bercelah (g) Gg

2. Data kelompok
Nama Anggota A B C D E F G H I
Kelas D D E e F f B b W w M m P p L l G g
D d E e F f B b W w M m P p L l G g
Asti Ayudia
Pratiwi a a a a a A a a a
Harisa a a a a a A a a a
Alfina
Harmadani Idris a a a a a A a a a
Miftahul Jannah a a a a a A a a a
Kezia Yulnat
Tangalayuk a a a a a A a a a

3. Data kelas

Nama A B C D E F G H I
Anggota D d E e F f B B W w M m P p L l G g
Kelas D d E e F f B b W w M m P p L l G g
Desy
Natalia
Prastiwi a a a a a A a a a
Nurul
Khaerini a a a a a A a a a
Sri
Wahyuni a a a a a A a a a
Salwa
Nursyifa
Sutrisno a a a a a A a a a
Muhamma
d Rifai
Alimuddin a a a a a A a a a
Purnama
Nur
Azizah a a a a a A a a a
Salfiana a a a a a A a a a
Muh.
Syaifullah a a a a a A a a a
Mariani a a a a a A a a a
Krismedia
h a a a a a A a a a
Nur Heni
Febrianti a a a a a A a a a
Asti
Ayudia
Pratiwi a a a a a A a a a
Ratna
Dewi a a a a a A a a a
Mawar
Aryan a a a a A a a a
Harisa a a a a a A a a a
Iis Nuriyah
Prihartini a a a a a A a a a
Suci
Amalia
Pratiwi a a a a a A a a a
Arinil
Mustaqima
h Latif a a a a a A a a a
Fadillah
Febrianti a a a a a A a a a
Arman
Lukman a a a a a A a a a
Muh. Irzal
Nur K a a a a a A a a a
Alfina
Harmadani
Idris a a a a a A a a a
Miftahul
Jannah a a a a a A a a a
Taufiqurra
hman a a a a a A a a a
Fikha
Sulistiani a a a a a A a a a
St. Aida
Sufinasa a a a a a a A a a a
Farda
Tillah a a a a a A a a a
Intan
Hasliani a a a a a A a a a
Fira
Fadliah a a a a a A a a a
Milda a a a a a A a a a
Kezia
Yulnat
Tangalayu
k a a a a a A a a a
Nurfadilah a a a a a A a a a
Nurul
Huda a a a a a A a a a
Nadhia a a a a a A a a a
Rahmaniah
Djauzy a a a a a A a a a
Teguh
Alfil Aulia.
S a a a a A A a a a

B. Analisis Data
1. Analisis data kelompok
a. Ada lesung dagu (D), tidak ada (d)
∑ gen dominan
1). Gen dominan DD/Dd = 𝑋 100%
praktikum
0
= 5 𝑋 100%

= 0 X 100%
= 0%
∑ gen resesif
2). Gen resesif dd = 𝑋 100%
praktikum
5
= 5 𝑋 100%

= 1 𝑋 100%
= 100%
b. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e)
∑ gen dominan
1). Gen dominan EE/Ee = 𝑋 100%
praktikum
3
= 5 𝑋 100%

= 0,6 𝑋 100%
= 60%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ee = 𝑋 100%
praktikum
2
= 5 𝑋 100%

= 0,4 𝑋 100%
= 40%
c. Ibu jari tangan kiri diatas (F), dibawah (f)
∑ gen dominan
1). Gen dominan FF/Ff = 𝑋 100%
praktikum
4
= 5 𝑋 100%

= 0.8 𝑋 100%
= 80%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ff = 𝑋 100%
praktikum
1
= 5 𝑋 100%

= 0,2 𝑋 100%
= 20%
d. Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B), tidak
menyerong (b)
∑ gen dominan
1). Gen dominan BB/Bb = 𝑋 100%
praktikum
3
= 5 𝑋 100%

= 0,6 𝑋 100%
= 60%
∑ gen resesif
2). Gen resesif bb = 𝑋 100%
praktikum
2
= 5 𝑋 100%

= 0,4 𝑋 100%
= 40%
e. Rambut dahi menyorong (W), tidak menyorong (w)
∑ gen dominan
1). Gen dominan WW/Ww = 𝑋 100%
praktikum
1
= 5 𝑋 100%

= 0,2 𝑋 100%
= 20%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ww = 𝑋 100%
praktikum
4
= 5 𝑋 100%

= 0,8 𝑋 100%
= 80%
f. Rambut pada jari (M), tidak ada rambut (m)
∑ gen dominan
1). Gen dominan MM/Mm = 𝑋 100%
praktikum
5
= 5 𝑋 100%

= 1 𝑋 100%
= 100%
∑ gen resesif
2). Gen resesif = 𝑋 100%
praktikum
0
= 5 𝑋 100%

= 0 𝑋 100%
= 0%
g. Lesung pipi (P), tidak ada (p)
∑ gen dominan
1). Gen dominan PP/Pp = 𝑋 100%
praktikum
2
= 5 𝑋 100%

= 0,4 𝑋 100%
= 40%
∑ gen resesif
2). Gen resesif pp = 𝑋 100%
praktikum
3
= 5 𝑋 100%

= 0,6 𝑋 100%
= 60%
h. Lidah dapat digulung memanjang (L), tidak dapat digulung
memanjang (l)
∑ gen dominan
1). Gen dominan LL/Ll = 𝑋 100%
praktikum
3
= 5 𝑋 100%

= 0,6 𝑋 100%
= 60%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ll = 𝑋 100%
praktikum
2
= 5 𝑋 100%

= 0,4 𝑋 100%
= 40%
i. Gigi seri atas bercelah (G), gigi seti atas tidak bercelah (g)
∑ gen dominan
1). Gen dominan GG/Gg = 𝑋 100%
praktikum
0
= 5 𝑋 100%

= 0 𝑋 100%
= 0%
∑ gen resesif
2). Gen resesif = 𝑋 100%
praktikum
5
= 5 𝑋 100%

= 1 𝑋 100%
= 100%
∑ gen dominan
Gen dominan rata-rata = banyaknya sampel
(0+60+80+60+20+100+40+60+0)%
= 9
420%
= 9

=46,67%
∑ gen resesif
Gen resesif rata-rata = banyaknya sampel
(100+40+20+40+80+0+60+40+100)%
= 9
480%
= 9

=53,33%
2. Analisis data kelas
a. Ada lesung dagu (D), tidak ada (d)
∑ gen dominan
1). Gen dominan DD/Dd = 𝑋 100%
praktikum
1
= 36 𝑋 100%

= 0,0278 𝑋 100%
= 2,78%
∑ gen resesif
2). Gen resesif dd = 𝑋 100%
praktikum
35
= 36 𝑋 100%

= 0, 9722 𝑋 100%
= 97,22%
b. Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e)
∑ gen dominan
1). Gen dominan EE/Ee = 𝑋 100%
praktikum
10
= 36 𝑋 100%

= 0, 278 𝑋 100%
= 27,8%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ee = 𝑋 100%
praktikum
26
= 36 𝑋 100%

= 0,722 𝑋 100%
= 72,2%
c. Ibu jari tangan kiri diatas (F), dibawah (f)
∑ gen dominan
1). Gen dominan FF/Ff= 𝑋 100%
praktikum
20
= 36 𝑋 100%

= 0.56 𝑋 100%
= 56%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ff = 𝑋 100%
praktikum
16
= 36 𝑋 100%

= 0,44 𝑋 100%
= 44%
d. Ruas jari kelingking terujung menyerong kedalam (B), tidak menyerong
(b)
∑ gen dominan
1). Gen dominan BB/Bb = 𝑋 100%
praktikum
19
= 36 𝑋 100%

= 0,5278 𝑋 100%
= 52,78%
∑ gen resesif
2). Gen resesif bb = 𝑋 100%
praktikum
17
= 36 𝑋 100%

= 0,4722 𝑋 100%
= 47,22%
e. Rambut dahi menyorong (W), tidak menyorong (w)
∑ gen dominan
1). Gen dominan WW/Ww = 𝑋 100%
praktikum
3
= 36 𝑋 100%

= 0.0833 𝑋 100%
= 8,33%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ww = 𝑋 100%
praktikum
33
= 36 𝑋 100%

= 0,9167 𝑋 100%
= 91,67%
f. Rambut pada jari (M), tidak ada rambut (m)
∑ gen dominan
1). Gen dominan MM/Mm = 𝑋 100%
praktikum
36
= 36 𝑋 100%

= 1 𝑋 100%
= 100%
∑ gen resesif
2). Gen resesif mm = 𝑋 100%
praktikum
0
= 36 𝑋 100%
= 0 𝑋 100%
= 0%
g. Lesung pipi (P), tidak ada (p)
∑ gen dominan
1). Gen dominan PP/Pp = 𝑋 100%
praktikum
10
= 36 𝑋 100%

= 0,278 𝑋 100%
= 27,8%
∑ gen resesif
2). Gen resesif pp = 𝑋 100%
praktikum
26
= 36 𝑋 100%

= 0,722 𝑋 100%
= 72,2%
h. Lidah dapat digulung memanjang (L), tidak dapat digulung memanjang
(l)
∑ gen dominan
1). Gen dominan LL/Ll = 𝑋 100%
praktikum
17
= 36 𝑋 100%

= 0,4722 𝑋 100%
= 47,22%
∑ gen resesif
2). Gen resesif ll = 𝑋 100%
praktikum
19
= 36 𝑋 100%

= 0,5278 𝑋 100%
= 52.78%
i. Gigi seri atas bercelah (G), gigi seti atas tidak bercelah (g)
∑ gen dominan
1). Gen dominan GG/Gg = 𝑋 100%
praktikum
8
= 36 𝑋 100%

= 0.222𝑋 100%
= 22,2%
∑ gen resesif
2). Gen resesif gg = 𝑋 100%
praktikum
28
= 36 𝑋 100%

= 0,778 𝑋 100%
= 77,8%
∑ gen dominan
Gen dominan rata-rata = banyaknya sampel
(2,78+27,8+56+52,78+8,33+100+27,8+47,22+22,2)%
=
9
344,91%
= 9

= 38,3233%
∑ gen resesif
Gen resesif rata-rata = banyaknya sampel
(97,22+72,2+44+47,22+91,67+0+72,2+52,78+77,8)%
= 9
555,09%
= 9

= 61,6767%
C. Pembahasan
Genetika merupakan ilmu tentang hereditas dan variasi yang terkait
dengannya. Definisi gen telah berevolusi sejalan dengan sejarah genetika. Pada
konsep Mendelian, suatu gen digambarkan sebagai unit penurunan sifat yang
mempunyai ciri-ciri tersendiri yang mempengaruhi karakter fenotip. Morgan dan
koleganya menempatkan gen-gen seperti itu pada lokus-lokus tertentu didalam
kromosom dan bahwa ahli-ahli genetika menggunakan lokus sebagai nama lain
untuk gen (Saefudin, 2007).
Hukum mendel I disebut juga hukum segregasi adalah mengenai kaidah
pemisahan alel pada waktu pembentukan gamet. Pembentukan gamet terjadi
secara meiosis, dimana pasangan-pasangan homolog saling berpisah dan tidak
berpasangan lagi/ terjadi pemisahan alel-alel suatu gen secara bebas dari diploid
menjadi haploid. Dengan demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen
dari alelnya (Elvita, 2008).
Hukum Mendel II disebut juga hukum asortasi. Menurut hukum ini, setiap
gen / sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen / sifat lain. Hukum ini
berlaku ketika pembentukan gamet pada persilangan dihybrid (Elvita, 2008).
Berdasarkan hasil analisis data, dapat dilihat bahwa adanya perbedaan
antara frekuensi gen dominan dan frekuensi gen resesif pada masing-masing
sifat baka. Munculnya gen dominan dikarenakan gen tersebut lebih kuat
sehingga mendominasi dalam mengontrol sifat tersebut sehingga gen yang
lemah tertutupi.
Dari hasil praktikum, diperoleh data dari kelompok kami, yaitu terdapat
0% anggota kelompok berlesung dagu dan 100% tidak berlesung dagu.
Sedangkan untuk data kelas terdapat 2,78% yang berlesung dagu dan sisanya
97,22% tidak berlesung dagu.
Untuk sifat baka anak daun telinga, terdapat 60% yang menggantung
dan 40% yang menempel pada kelompok kami. Sedangkan untuk ukuran kelas
terdapat 27,8% yang anak daun telinganya menggantung dan 72,2% yang
menempel.
Untuk sifat baka ibu jari kiri di atas terdapat 80% anggota kelompok
yang cenderung ibu jari tangan kiri di atas dan 20% anggota kelompok yang
cenderung ibu jari tangan kiri di bawah. Untuk data kelas 56% yang ibu jari
tangan kiri di atas dan 44% ibu jari tangan kiri di bawah.
Sifat baka ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam terdapat
60% anggota kelompok dan yang tidak menyerong ke dalam terdapat 40%
anggota kelompok. Sedangkan pada data kelas terdapat 52,78% yang
menyerong ke dalam dan 47,22% yang tidak menyerong ke dalam.
Pada sifat baka rambut dahi menjorok terdapat 20% anggota kelompok
yang rambutnya menjorok dan 80% yang tidak menjorok. Sedangkan dalam
kelas terdapat 8,33% yang rambutnya menjorok dan 91,67% yang rambutnya
tidak menjorok.
Untuk rambut pada jari, dalam kelompok terdapat 100% yang memiliki
rambut pada jarinya dan 0% yang tidak memiliki rambut pada jari. Dalam kelas
diperoleh100% yang ada ramt pada jari dan 0% yang tidak memiliki rambut
pada jari.
Untuk lesung pipi, terdapat 40% yang memiliki lesung pipi dan 60%
yang tidak memiliki lesung pipi dalam kelompok. Untuk ukuran kelas, terdapat
27,8% yang berlesung pipi dan 72,2% yang tidak memiliki lesung pipi.
Untuk sifat baka lidah dapat digulung, dalam kelompok kami terdapat
60% yang dapat digulung dan 40% yang tidak dapat digulung. Sedangkan
dalam kelas terdapat 47,22% yang dapat menggulung lidahnya dan 52,78%
yang tidak dapat menggulung lidahnya.
Untuk sifat baka gigi seri atas bercelah, dikelompok kami terdapat 0%
yang mempunyai celah dan 100% yang tidak bercelah. Sedangkan untuk data
kelas, terdapat 22,2% yang gigi seri atas bercelah dan 77,8% yang tidak
bercelah.
Hasil akumulasi atau rata-rata gen dominan dan gen resesif untuk
semua sifat baka diperoleh hasil dari data kelompok yaitu gen dominan =
46,67% dan gen resesif = 53,33% sedangkan untuk persentase gen dominan
dan gen resesif yaitu gen dominan = 38,3233% dan gen resesif sebesar
61,6767%.
Berdasarkan hasil analisis data dapat dilihat bahwa adanya perbedaan
antara frekuensi gen dominan dan frekuensi gen resesif pada masing-masing
sifat baka dari manu. Munculnya gen dominan dikarenakan gen tersebut lebih
kuat sehingga mendominasi dalam mengontrol sifat tersebut sehingga gen yang
lemah atau resesf menjadi tertutupi.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah diperoleh, dapat ditarik kesimpulan
bahwa sifat baka yang dimiliki setiap orang berbeda satu sama lain, hal ini
karena gen yang mengontrol sifat-sifat tersebut juga berbeda. Frekuensi
gen dominan dalam data kelompok adalah 46,67% dan frekuensi gen
resesif yaitu 53,33%. Frekuensi gen dominan dalam data kelas adalah
38,323% dan frekuensi gen resesif yaitu 61,6767%.
B. Saran
Sebaiknya sebelum melakukan praktikum, para laboran
menyiapkan kelengkapan bahan praktikum sehingga praktikum yang telah
ditentukan sebelumnya dapat dilaksanakan sesuai jadwal tanpa harus
menggantinya dengan praktikum lain.

\
JAWABAN PERTANYAAN

Berapa nilai frekuensi gen dominan dan resesif dalam kelas anda?
Jawab : Frekuensi gen dominan dalam data kelas adalah 38,323% dan
frekuensi gen resesif yaitu 61,6767%.
DAFTAR PUSTAKA

Elvita, Azmi, Feldi Widianto, Husni Widiawati, Maimanah, Mitha Pradini, Rani
Puspita Sari H, Sofi Sumarlin, Ucky Saura, Wella Yurisa dan Yaoli
Susantri. 2008. Genetika Dasar. Universitas Riau : Riau.

Hamka. 2018. Penuntun Biologi. Universitas Negeri Makassar : Makassar.

Hariyadi, Slamet. 2015. Evaluasi Akademik Mahasiswa Biologi Terhadap


Perkuliahan Genetika di Universitas Jember. Jurnal Bioedukasi. 3(2).

Saefudin. 2007. Genetika. Universitas Pendidikan Indonesia : Bandung.

Wirjosoemarto, Koesmadji. 2011. Hukum Mendel dan Pewarisan Sifat.


Universitas Terbuka : Jakarta.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Selasa,4 Desember 2018
Waktu : Pukul 7.30 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi lt. 3 FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan


a. Lesung dagu merupakan sifat dominan (d).
b. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E).
c. Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada
waktu menjalinkan jari-jari tangan, merupakan sifat dominan (F).
d. Orang memiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah
dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (b).
e. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W).
f. Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat
dominan (M).
g. Lesung pipi merupakan sifat dominan (p).
h. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat
dominan (l).
i. Orang yg mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (g).

C. Prosedur Kerja
1. dimeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif
yang tertera pada buku penuntun. Mencatat hasil pengamatan pada tabel
hasil pengamatan.
2. dicatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan teman teman
kelas serta menghitung persentasenya.