Anda di halaman 1dari 19

BAB III

MANAJEMEN PROYEK

3.1 Uraian Umum


Proyek merupakan sesuatu kegiatan ataupun pekerjaan yang menghasilkan
suatu tujuan maupun sasaran yang dibatasi dengan jangka waktu tertentu. Dalam
pelaksanaan proyek perlu diperhatikan unsur-unsur manajemen proyek 5M yaitu
methode, money, machine, man power, dan material. Keberhasilan suatu proyek
juga dipengaruhi oleh struktur organisasi proyek yang jelas dan baik.
Organisasi proyek merupakan gabungan dari beberapa kelompok,
perusahaan, maupun badan hukum yang saling bekerja sama melakukan
pekerjaannya untuk mencapai tujuan maupun sasaran bersama.
Manajemen proyek adalah suatu cara untuk mengelola, melaksanakan, dan
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan memperhatikan unsur-
unsur 5M sehingga dapat menghasilkan sasaran maupun tujuan yang efektif dan
efisien dalam masalah penggunaan biaya, penggunaan alat, dan lain-lain. Melalui
kerjasama dari beberapa orang maupun perusahaan dengan berbagai latar
belakang dan keahlian dimungkinkan menghasilkan suatu konstruksi yang
diharapkan.
Demi tercapainya kelancaran dalam pelaksanaan suatu proyek diperlukan
adanya koordinasi antara perencana, pengawas, dan pelaksana. Interaksi antara
biaya dan kualitas serta jadwal penyelesaian yang dilaksanakan secara matang
hingga suatu proyek akan bernilai maksimal bagi pemilik proyek. Selain itu
pembangunan kerja yang dan terkoordinir antara semua unsur dalam suatu
organisasi proyek akan memberikan manfaat yang baik antara lain :
a. Sarana bagi para anggota maupun para pekerja untuk bekerja sama
mencapai tujuan bersama.
b. Adanya pembagian pekerjaan sehingga tidak terjadi sistem kerja tidak
beraturan.
c. Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab.
d. Adanya hubungan pekerjaan yang terkait antara satu sama lainnya.

12
e. Setiap pekerjaan dapat diawasi sehingga menghasilkan kualitas yang
maksimal.
Dalam manajemen proyek terdapat mekanisme yang saling mendukung
dalam pencapaian sasaran yang telah digariskan yaitu :
1. Perencanaan (Planning)
Yaitu kegiatan penentuan dan pengambilan keputusan menghasilkan data
teknis, data non-teknis, strategi, program, dan metode yang akan digunakan pada
pelaksanaan proyek yang akan datang sehingga mencapai tujuan maupun sasaran.
2. Organisasi (Organizing)
Yaitu usaha untuk mempersatukan seseorang, sekelompok orang, dan
perusahaan yang memiliki badan hukum dari latar belakang yang berbeda-beda, di
mana terdapat beberapa pengelompokkan bidang kerja sesuai dengan keahlian
masing-masing sehingga dapat menghasilkan tujuan dan sasaran bersama.
3. Pelaksanaan (Actuating)
Yaitu berupa kegiatan dan tindakan penyelarasan seluruh anggota
organisasi, agar dapat bekerjasama dalam pencapaian tujuan bersama, sehingga
terciptanya keseimbangan tugas, hak, dan kewajiban setiap unsur organisasi, agar
tercapai suatu kerja sama yang efektif dan efisien sesuai dengan perencanaan.
4. Pengendalian (Controlling)
Penempatan standar pelaksanaan, penentuan ukuran pada pelaksanaan untuk
dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dimaksudkan
sebagai kontrol dan pembanding antara perencanaan dengan realita yang ada di
lapangan.

3.2 Organisasi Pelaksanaan Proyek


Struktur Organisasi adalah suatu susunan ataupun hubungan antar satu
kelompok atau perusahaan dengan perusahaan yang lain dengan latar belakang
yang berbeda-beda, dengan penempatan posisi sesuai dengan keahlian masing-
masing dalam melaksanakan suatu proyek sehingga dapat mencapai tujuan
bersama. Struktur organisasi dalam proyek pembangunan Gedung Wanita
Kabupaten Demak mengandung semua unsur yang saling berhubungan. Dengan
begitu dapat mempermudah melakukan perintah, pengawasan, dan pengawas

13
proyek. Berikut struktur gambar struktur hubungan kerja yang ada di proyek
Pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi


Sumber : Proyek Pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak 2019

Pada gambar 3.1 terlihat struktur hubungan kerja pada proyek Pembangunan
Gedung Wanita Kabupaten Demak. Owner atau pengguna anggaran pada proyek
ini merupakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak.
Pengguna Anggaran memberikan wewenang kepada Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) untuk menjaga proses pengadaan maupun pelaksanaan proyek.
Pejabat Pembuat Komitmen selanjutnya akan menunjuk Konsultan Perencana
untuk membuat rencana. Pada saat perencanaan owner akan menyampaikan apa
yang diinginkan pada proyek tersebut, konsultan perencana akan membuat

14
rencana arsitektur dan rencana strukturnya. Kemudian konsultan perencana
bertanggung jawab atas perencanaannya tersebut kepada PPK dan owner.
Pada proyek pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak konsultan
pengawas ditunjuk langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Demak untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Pada proyek ini
konsultan perencana dan konsultan pengawas merupakan satu perusahaan
sehingga pengawasan dalam pekerjaan dapat dikendalikan sesuai rencana yang
telah dibuat.
Di bawah konsultan pengawas terdapat kontraktor yang bertugas
melaksanakan pekerjaan di lapangan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh
konsultan perencana. Dalam melaksanakan pekerjaan kontraktor tidak dapat
melakukan sendiri sehingga dibutuhkan sub kontraktor.

3.3 Unsur-unsur Pengelola Proyek


Dalam pelaksanaan suatu proyek diperlukan adanya suatu organisasi
pelaksanaan yang merupakan tata kerja untuk menunjang keberhasilan proyek.
Organisasi dalam arti badan dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang
bekerjasama dalam suatu kelompok–kelompok kerja yang saling terkait,
bertanggungjawab dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai tujuan
tertentu.
Dalam organisasi proyek diperlukan batasan-batasan tersebut agar dapat
dihindari adanya tumpang tindih tugas maupun pelemparan tanggung jawab,
sehingga permasalahan yang timbul dapat ditanggulangi secara menyeluruh.
Dalam proyek pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak memiliki
unsur pengelolaan proyek 4 macam, yaitu:
1. Pemilik Proyek (Owner)
2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
3. Konsultan Perencana
4. Konsultan Pengawas
5. Kontraktor
Adapun tugas dan kewajiban dari unsur-unsur pelaksanaan proyek
Pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak :

15
3.3.1 Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik proyek adalah pihak yang merupakan perseorangan,
peruhasahaan maupun badan hukum yang ingin mendirikan sebuah
kontruksi bangunan yang kemudian dilakukan pelelangan untuk
memberikan pekerjaan tersebut kepada pihak yang mampu melaksanakan
sesuai kontrak kerja yang diberikan. Pemilik proyek memiliki tugas pokok
yaitu memberikan dana agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana.
Dalam hal ini pemilik proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Demak. hak dan kewajiban pemilik proyek antara lain yaitu :
a Mengadakan pelelangan dan kontrak kepada konsultan perencana,
konsultan pengawas, dan kontraktor untuk bekerja sesuai dengan
bidangnya.
b Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan proyek
c Menetapkan pemberian tambahan maupun pengurangan pekerjaan
dengan pertimbangan dari konsultan perencana
d Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
Hak pemilik proyek antara lain :
a Menerima laporan mengenai kemajuan pelaksanaan proyek
b Menerima dan memeriksa hasil pekerjaan dari kontraktor
c Membuat surat perintah kerja (SPK)
d Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaan yang dilakukan.
e Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak
dapat melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan isi surat perjanjian
kontrak. misalnya pelaksanan pembangunann dengan bentuk dan
material yang tidak sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat –
syarat).

3.3.2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


Pejabat pembuat komitmen adalah seseorang yang ditunjuk oleh
pengguna anggaran (PA) memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan

16
dan melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran
belanja negara atau daerah.
Pejabat pembuat komitmen memiliki tugas dan tanggungjawab
antara lain :
a Menetapkan spesifikasi teknis atau Kerangka Acuan Kerja (KAK).
b Menetapkan rancangan kontrak.
c Menetapkan besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada pihak
penyedia jasa.
d Menetapkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.
e Melaporkan pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan kepada PA.
f Menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada PA dengan
berita acara penyerahan.
g Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan
kegiatan.

3.3.3 Konsultan Perencana


Konsultan perencana merupakan seseorang maupun perusahaan
badan usaha yang ditunjuk melalui proses pelelangan maupun secara
langsung oleh pemilik proyek, memiliki tugas utama untuk membuat
perencanaan suatu proyek, gambar-gambar kerja beserta rencana anggaran
biaya (RAB), serta memberi saran kepada pemilik proyek sehingga
pelaksanaan mendatang akan sesuai dengan tujuan. Dalam proyek ini
konsultan perencana melalui proses pelelangan yang dimenangkan oleh
CV.PUMA.
Konsultan perencana memiliki tugas dan wewenang antara lain :
a Mengadakan penyesuaian kondisi ataupun keadaan lapangan dengan
keinginan pemilik proyek.
b Membuat gambar kerja pada saat proses perencanaan.
c Merancang rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) yang nantinya
sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.
d Membuat rencana anggaran biaya (RAB)

17
e Bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil perencanaan yang telah
dibuatnya apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Wewenang konsultan perencana antara lain :
a Memberi usulan-usulan dan saran kepada pemberi tugas sehubungan
dengan perencanaan proyek ini.
b Menentukan jenis material dan alat yang digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan.

3.3.4 Konsultan Pengawas


Konsultan pengawas adalah seseorang maupun perusahaan badan
hukum swasta maupun pemerintah yang ditunjuk melalui proses pelelangan
maupun penunjukan secara langsung oleh pemilik proyek untuk membantu
mengawasi dan mengendalikan proses pekerjaan pembangunan dari awal
sampai berakhirnya pekerjaan. Dalam proyek ini pemilik proyek menunjuk
secara langsung CV.PUMA sebagai konsultan pengawas.
Tugas konsultan pengawas sebagai berikut :
a Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan.
b Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
c Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi secepat mungkin pada
saat pelaksanaan.
d Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan).
e Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan tambah atau
berkurangnya pekerjaan.
Wewenang konsultan pengawas antara lain :
a Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar
dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas,
kuantitas, serta waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan.
b Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang
berlaku.

18
3.3.5 Kontraktor
Kontraktor ataupun pelaksana proyek adalah seseorang maupun
perusahaan berbadan hukum baik pemerintahan maupun swasta yang
bergerak dalam bidang pelaksanaan. Kontraktor dipilih melalui proses
pelelangan kemudian menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) dari
pemilik proyek. Pada saat pelaksanaan kontraktor melakukan pekerjaan
mengacu pada gambar kerja (bestek), Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) yang telah dibuat sebelumnya oleh konsultan perencana. Kontraktor
dalam proyek ini adalah PT. Ilham Berkah Cahaya. Berikut ini adalah
susunan organisasi kontraktor PT. Ilham Berkah Cahaya :

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Kontraktor


Sumber : Data Proyek 2019

1. Site Manager
Site manager merupakan seseorang maupun wakil dari proyek yang
diberi jabatan atau tanggungjawab untuk memimpin, mengawasi, dan
memahami seluruh kegiatan maupun anggota yang ada di proyek
sehingga dapat menghasilkan suatu sasaran sesuai dengan yang
direncanakan. Tugas-tugas dari Site Manager bertanggungjawab pada
seluruh pelaksanaan pembangunan antara lain :

19
a Menentukan penggunaan bahan dan material yang akan digunakan
untuk setiap pekerjaan yang akan dilakukan.
b Memberikan instruksi maupun pengarahan kepada pelaksana dalam
melaksanakan suatu pekerjaan.
c Mengadakan kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), kualitas pekerjaan, maupun
time schedule.
d Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan yang ada di lapangan
secara berkala.
e Mengatur penggunaan tenaga kerja di proyek untuk menunjang
rencana time schedule.

2. Ahli Arsitektur
Tugas dan tanggung jawab Ahli arsitektur dalam proyek antara lain:
a Mengkoordinasi para pelaksana, Mandor, dan Sub Kontraktor untuk
bidang Arsitektur dan finishing
b Memimpin pelaksanaan konstruksi sesuai program kerja, metode
kerja, gambar kerja, dan spesifikasi teknik.
c Konsultasi dengan konsultan perencana dan dinas teknis bangunan.
d Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan memberikan
masukan terhadap hasil inspeksi lapangan terutama untuk hal yang
berkait dengan segi arsitektur bangunan.
e Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan.

3. Ahli Struktur
Tugas dan kewajiban tenaga ahli struktur adalah sebagai berikut:
a Memplajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan
pekerjaan struktur dan melakukan koordinasi dengan pihak
konsultan perencana.
b Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan
struktur dalam pelaksanaan proyek.

20
c Bertanggungjawab atas hasil evaluasi dan koreksi Rencana Desain
Struktur yang dihasilkan oleh Perencana Struktur.
d Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam
organisasi tim konsultan pengawas.
e Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan memberikan
masukan terhadap hasil inspeksi lapangan terutama untuk hal yang
berkait dengan segi arsitektur bangunan.
f Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan.

4. Ahli Tenaga Listrik


Tugas dan kewajiban tenaga ahli listrik adalah sebagai berikut:
a Memplajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan
pekerjaan struktur dan melakukan koordinasi dengan pihak
konsultan perencana.
b Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan
struktur dalam pelaksanaan proyek.
c Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan memberikan
masukan terhadap hasil inspeksi lapangan terutama untuk hal yang
berkait dengan segi arsitektur bangunan.
d Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan.

5. Pelaksana
Pelaksana adalah seseorang bagian dari kontraktor, pelaksana
ditugaskan di lapangan atau site proyek untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan. Tugas dan kewajiban pelaksana lapangan adalah sebagai
berikut :
a Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman
dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.

21
b Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan
sesuai dengan persyaratan waktu, mutu dan biaya yang telah
ditetapkan.
c Membuat program kerja mingguan dan mengadakan pengarahan
kegiatan harian kepada mandor.
d Melaporkan setiap kali menemukan ketidak sesuaian antara gambar
kerja dengan keadaan dilapangan.
e Mengawasi mutu pekerjaan dan mengantisipasi masalah yang
mungkin timbul dilapangan.
f Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan
pekerjaan dilapangan.
g Mengurusi semua hal yang menyangkut pekerjaan dilapangan baik
tenaga kerja, bahan-bahan material, peralatan dan lain-lain termasuk
laporan, dan sebagainya.

6. Administrasi
Administrasi merupakan bagian dari kontraktor yang penting karena
dalam pekerjaan proyek perlu adanya laporan dalam pelaksanaan proyek,
laporan keuangan, dan lain-lain. Pekerjaan administrasi proyek
berlangsung dari awal perencanaan sampai proyek serah terima kepada
pemilik proyek (owner). Tugas administrasi proyek antara lain :
a Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan
pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-
lain.
b Melaksanakan pekerjaan administrasi proyek
c Membayar upah para pekerja dan menyelesaikan administrasi
keuangan.
d Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau
kepolisian mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam
pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
e Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor.

22
f Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta
data-data proyek.

7. Juru Gambar
Juru gambar atau biasa disebut dengan drafter merupakan bagian
dari kontraktor yang memiliki tugas utama untuk revisi desain apabila
desain perencanaan tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan. Tugas
dan tanggungjawab juru gambar sebagai berikut :
a Menyiapkan gambar dari revisi desain dan desain detail yang
dibutuhkan untuk kegiatan dilapangan.
b Menghitung volume berdasar data lapangan dan melaporkan kepada
administrasi.

8. Logistik
Logistik adalah suatu sistem, seni, dan ilmu mengatur dan
mengontrol arus barang, informasi, dan sumber daya lainnya.
Pembangunan akan sulit dilakukan tanpa dukungan bagian logistik.
Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori,
pergudangan, dan pemaketan. Tugas Logistik proyek antara lain:
a Pengadaan barang dan pengawasan material bahan dan alat
bangunan, termasuk di dalamnya adalah membuat jadwal pengadaan
dan pemakaian bahan dan peralatan proyek.
b Menyusun sistem administrasi tentang penerimaan, penyimpanan ,
dan pemakaian barang.
c Menyediakan pembelian bahan dan peralatan yang telah diputuskan
oleh pelaksana sesuai dengan jadwal pengadaan.
d Membuat laporan penerimaan/penolakan barang melalui
pemeriksaan kuantitas dan kualitas material dan alat berdasarkan
spesifikasi yang dipersyaratkan.
e Mengontrol ketersediaan barang dalam jumlah yang cukup, sehingga
tidak menggangu proses pekerjaan.

23
3.4 Hubungan Kerja Antar Unsur Pengelola Proyek

Gambar 3.3 Hubungan Kerja


Sumber : Data Proyek, 2019

Hubungan dalam hal ini adalah hubungan antara 5 unsur pengelola proyek
yang meliputi pemilik proyek, pejabat pembuat komitmen, konsultan perencana,
konsultan pengawas, dan kontraktor. Dengan diketahuinya hubungan unsur-unsur
proyek tersebut memiliki tujuan agar mengetahui tugas, wewenang dari setiap
unsur tersebut, sehingga adanya garis koordinasi dan garis perintah sesuai
kedudukannya masing-masing.
Adapun hubungan kerja antar unsur-unsur pengelola proyek antara lain :
a Adanya garis perintah antara pengguna anggaran (PA) dengan pejabat
pembuat komitmen (PPK). Pengguna anggaran memerintahkan PPK untuk
mengelola, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan proyek, serta
menunjuk penyedia jasa yang akan melaksanakan proyek tersebut.
b Hubungan kerja anatara pemberi tugas dengan konsultan perencana, disini
konsultan perencana membuat gambar perencanaan baik dari segi arsitektur
maupun struktur. Pemberi tugas memberikan masukan kepada kosultan

24
perencana sehingga gambar-gambar rencana yang dihasilkan sesuai dengan
keinginan dari pemberi tugas, serta konsultan perencana dapat berkoordinasi
dan memberikan saran-saran tentang keadaan di lapangan dengan keinginan
pemberi tugas.
c Hubungan kerja antara pemberi tugas dengan konsultan pengawas, disini
pemberi tugas menunjuk konsultan pengawas dan konsultan pengawas
bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan,
pengawas lapangan bertanggung jawab kepada, serta berkoordinasi dengan
pemberi tugas..
d Hubungan kerja antara pemberi tugas dengan kontraktor, disini pemberi
tugas memberikan instruksi atau teguran kepada kontraktor secara langsung
maupun lewat konsultan pengawas. Kontraktor bertanggungjawab kepada
pemberi tugas.
e Hubungan kerja konsultan perencana dan konsultan pengawas, Konsultan
pengawas berfungsi sebagai penghubung antar konsultan perencana dengan
kontraktor dalam menjelaskan gambar kerja maupun perhitungan
konstruksinya. Konsultan perencana dan konsutan pengawas bekerjasama
dan berkonsultasi bila ada perubahan desain dari pemberi tugas.
f Hubungan kerja antara konsultan pengawas dengan kontraktor, didalam
awal pelaksanaan pembangunan proyek, kontraktor harus melakukan
koordinasi dengan konsultan pengawas berhak menegur atau menuntut
kontraktor untuk membongkar atau memperbainya, bila suatu pekerjaan
telah sesuai, kontraktor wajib melaporkannya kepada konsultan pengawas
yang hasilnya akan dilaporkan kepada pemberi tugas.

3.5 Manajemen Pelaksanaan di Lapangan


Urutan pelaksanaan di lapangan sangat dibutuhkan, karena dengan adanya
manajemen yang baik akan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sehingga
dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Adapun langkah-
langkah yang diambil sebelum dan pada saat dilaksanakan hingga pembayaran
termin dilaksanakan.

25
3.5.1 Perijinan
Perijinan merupakan pengajuan atau permintaan ijin untuk
melaksanakan suatu pekerjaan yang sudah siap dikerjakan, kebutuhan alat-
alat, bahan, maupun tenaga kerja sudah ada. Jika kesiapan telah memenuhi
syarat yang telah ditentukan, maka konsultan pengawas dapat memberikan
perintah kepada kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dengan
mempertimbangkan persetujuan dari owner.

3.5.2 Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan dibutuhkan pemahaman tentang rencana yang
telah dibuat. Menuntut pemahaman terhadap pekerjaan yang akan maupun
yang sedang dilaksanakan agar dapat menghindari kesalahan dalam
pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu pihak kontraktor maupun pelaksana
diharapkan dapat memahami gambar-gambar konstruksi perencanaan
dengan baik dan menggunakan metode yang tepat dalam pelaksanaan
pekerjaan.

3.5.3 Pengawasan
Di dalam pelaksanaan pekerjaan, pengawasan yang cermat wajib
dilakukan guna untuk menjamin dan menghasilkan bangunan maksimal
sesuai dengan rencana. Dengan pengawasan yang baik dapat dihindari
kesalahan-kesalahan yang dapat mengakibatkan kerugian. Pengawasan
dalam hal ini dilakukan oleh konsultan pengawas sebagai pengawas dan
pengendali proyek.

3.5.4 Pengendalian (Controlling)


Pengendalian proyek dilakukan dengan pengawasan dan
pemantauan secara langsung selama masa pelaksanaan proyek melalui rapat
koordinasi dengan tujuan untuk mengoptimalkan kerja seluruh unsur-unsur
yang terlibat di dalam proyek. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara
yaitu :

26
1. Time Scheduling
Time scheduling merupakan uraian pekerjaan dari awal hingga
akhir pekerjaan secara global. Time scheduling ini disusun berdasarkan
urutan langkah-langkah kerja. Masing-masing pekerjaan ini diatur
dengan sedemikian rupa dengan memperhatikan urutan pekerjaan,
pengaturan waktu, tenaga, peralatan, dan material agar dapat tercapai
suatu pekerjaan yang baik dan lancar. Dari time schedule ini diberi
bobot masing-masing, sehingga dapat diperoleh kurva “S”.

2. Pelaporan
Pelaporan adalah kegiatan yang telah dilaksanakan yang meliputi
jenis pekerjaan yang dilakukan, kuantitas atau volume pekerjaan, serta
hal-hal yang bersifat non teknis seperti halnya keadaan cuaca pada saat
pelaksanaan pekerjaan.
Pelaporan pada proyek pembangunan Gedung Wanita Kabupaten
Demak ini dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :
a) Laporan Harian (Daily Report)
Laporan harian ini dibuat setiap hari secara tertulis dengan
ditandatangani oleh pihak kontraktor dan pihak konsultan
pengawas. Laporan harian berisikan antara lain :
a. Waktu dan jam kerja
b. Pekerjaan yang telah dilaksanakan pada hari yang
bersangkutan.
c. Keadaan cuaca.
d. Bahan yang masuk ke lapangan.
e. Peralatan yang tersedia di lapangan.
f. Jumlah tenaga kerja.
g. Hal-hal yang terjadi di lapangan.
Dengan adanya laporan harian ini, maka kegiatan proyek
yang ada di lapangan dapat dipantau dengan baik setiap
harinya.

27
b) Laporan Mingguan (Weekly Report)
Laporan mingguan ini bertujuan agar memperoleh gambaran
kemajuan pekerjaan yang telah dicapai dalam waktu satu
minggu, yang disusun dalam laporan harian selama satu
minggu tersebut. Pada laporan ini pihak kotraktor diwajibkan
melakukan pemotretan yang menggambarkan tiap tahap
kemajuan pekerjaan. Laporan mingguan berisikan tentang :
a. Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan
b. Volume dan presentase pekerjaan dalam satu minggu
c. Catatan lain yang diperlukan, seperti halnya instruksi dan
teguran atau evaluasi yang dicatat di buku direksi dari
konsultan pengawas dan catatan mengenai tambah
kurangnya pekerjaan.
Presentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan
minggu yang bersangkutan dapat diketahui dengan
memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah
dibuat, ditambah bobot presentase pekerjaan yang telah
dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan
presentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu yang
bersangkutan, maka akan diketahui presentase keterlambatan
atau kemajuan yang diperoleh. Laporan mingguan ini
merupakan realisasi dan time schedule yang berupa kurva
“S”.

c) Laporan Bulanan (Monthly Report)


Laporan bulanan ini pada prinsipnya sama dengan laporan
mingguan yaitu memberikan gambaran untuk kemajuan
pelaksanaan proyek selama satu bulan itu. Baik dari segi
teknis , dana maupun manajerial. Untuk tujuan itu dibuatlah
rekapitulasi laporan harian maupun laporan mingguan dengan
dilengkapi data-data foto selama pelaksanaan pekerjaan

28
sebulan itu. Laporan bulanan dibuat oleh kontraktor dan
diberikan kepada konsultan pengawas dan pemilik proyek.

3. Gambar Kerja
Rencana ambar kerja yang telah dibuat masih perlu dijelaskan
dengan gambar dan detail agar memudahkan pelaksanaannya dan
menghindari kesalahan serta memperlancar jalannya pelaksanaan
pekerjaan.
Selain untuk memperjelas, gambar kerja terkadang juga dalam
pelaksanaan apabila terjadi perubahan dari rencana semula, maka
perlu perubahan gambar yang lebih lengkap dari kesalahan semula
dan gambar tersebut disetujui oleh perencana dan pengawas.

4. Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi idealnya diadakan setiap seminggu sekali. Pada
rapat proyek pembangunan Gedung Wanita Kabupaten Demak ini
diadakan tiap hari selasa. Pada rapat ini dihadiri oleh berbagai
perwakilan dari kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas,
dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Hal-hal yang dibahas dalam
rapat koordinasi antara lain :
a. Hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan serta terdapat
masalah teknis yang timbul tak terduga dilokasi proyek.
b. Alternatif-alternatif pekerjaan dan solusi dari masalah-
masalah yang muncul, baik dari segi teknis, administrasi
maupun dana.
c. Hasil fisik yang telah dicapai berdasarkan laporan yang
dibuat.
d. Koordinasi masing-masing pihak yang terlibat langsung
dalam pelaksanaan.
e. Sebagai laporan konsultan pengawas untuk melakukan
controlling.

29
3.6 Pembayaran Termin
Untuk pembayaran termin pada proyek ini seperti proyek pemerintah pada
umumnya dengan cara lelang dan pembayaran termin dilakukan sesuai dengan
kontrak lelang. Jadi pada proyek ini termin dilakukan pada saat awal sebersar 25%
dari jumlah keseluruhan nilai proyek, dan 75% dibayarkan setelah serah terima
bangunan tersebut antara owner dan kontraktor.

30