Anda di halaman 1dari 4

NAMA : AQMARINA ISHMAH JATMIKA

NIM : 2015310692
KELAS :G

1. Jelaskan kriteria hubungan istimewa menurut akuntansi (PSAK7: Pihak-


pihak berelasi) dan menurut perpajakan (UU PPh thn 2008, Psl 18 ayat 4) !
Jawaban :
Kriteria hubungan istimewa
a. Menurut PSAK 7: Pihak-pihak Berelasi adalah orang atau entitas yang terkait
dengan entitas tertentu dalam menyiapkan terkait dengan entitas tertentu dalam
menyiapkan laporan keuangannya.
 Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai Orang atau anggota
keluarga terdekat mempunyai relasi jika:
 Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
 Memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau
 Personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas
pelapor.
 Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika (salah satu):
 Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang
sama.
 Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain
(atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya suatu
kelompok usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya.
 Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang
sama.
 Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang
lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
 Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan
kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas
pelapor.
 Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam butir (a).
 Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan
terhadap entitas atau anggota menejemen kunci entitas (atau entitas induk
dari entitas).

b. Menurut PPh Pasal 18 ayat 4:


 WP mempunyai penyertaan modal baik secara langsung atau tidak langsung
minimal 25% pada WP lain.
NAMA : AQMARINA ISHMAH JATMIKA
NIM : 2015310692
KELAS :G
 WP menguasai dua/lebih perusahaan dalam penguasaan yang sama baik
langsung ataupun tidak langsung.
 WP yang memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda satu derajat
lurus atau ke samping.

2. Jelaskan singkat mengenai :


a) Definisi tranfer pricing
b) Tujuan transfer pricing
c) Perbedaan antara transfer pricing yang bersifat netral dan peyoratif
Jawaban :
Berikut ini adalah penjelasan secara singkat mengenai:
a. Definisi Transfer Pricing
Transfer pricing yaitu transaksi antar wajib pajak yang mempunyai hubungan
istimewa (related party) yang mengakibatkan tidak wajarnya harga, biaya, atau
imbalan.
b. Tujuan Transfer Pricing
 Memaksimalkan penghasilan global.
 Mengamankan posisi kompetitif anak perusahaan.
 Evaluasi kinerja anak perusahaan mancanegara.
 Penghindaran pengendalian devisa.
 Mengangkat kredibilitas asosiasi/perusahaan.
 Reduksi resiko moneter.
 Meningkatkan cash flow anak perusahaan.
 Membina hubungan baik dengan administrasi tuan rumah.
 Mengurangi beban pengenaan pajak dan bea masuk.
 Meningkatkan bagian laba perusahaan joint venture.
c. Perbedaan Transfer Pricing Bersifat Netral dan Peyoratif
Pengertian netral mengasumsikan bahwa harga transfer adalah murni merupakan
strategi dan taktik bisnis tanpa motif pengurangan beban pajak. Sedangkan,
pengertian peyoratif mengasumsikan harga transfer sebagai upaya untuk
menghemat beban pajak dengan taktik, antara lain menggeser laba ke negara
yang tarif pajaknya rendah.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Arm’s Length Standard , dan sebutkan
metode-metode yang terdapat di dalamnya!
Jawaban :
Arm’s Length Standard merupakan metode untuk menguji apakah harga transfer
dari perusahaan multinasional sama dengan harga transfer wajar (arm’s length
price). Metode-metode Arm’s Length Standard:
a. Comparable Uncontrolled Pricing Method
b. Resale Pricing Method
c. Cost Plus Method
NAMA : AQMARINA ISHMAH JATMIKA
NIM : 2015310692
KELAS :G
d. Other Method

4. PT ABC memiliki saham 30% di PT X. Pada Januari 2017, PT ABC menjual


barang ke PT X dengan harga jual Rp 100.000/unit, dengan HPP Rp
90.000/unit. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan besarnya harga jual
yang ditetapkan otoritas pajak, apabila :
a) Penjualan barang yang sama ke PT Z (tidak terafiliasi) sebesar Rp
150.000/unit, dengan Comparable Uncontrolled Pricing Method!
b) Persentase laba bruto wajar dari usaha sejenis = 40%, dengan Cost Plus
Method
Jawaban :
a. Penjualan barang yang sama ke PT Z (tidak terafiliasi) sebesar Rp
150.000/unit, dengan Comparable Uncontrolled Pricing Method!
Dengan Comparable Uncontrolled Pricing Method (CUP): harga senilai Rp
100.000/unit merupakan harga transfer yang berbeda di bawah harga pasar Rp
150.000/unit, sehingga nilai yang seharusnya diperhitungkan sebagai
perhitungan penghasilan atau pengenaan pajak adalah Rp 150.000/unit.
b. Persentase laba bruto wajar dari usaha sejenis = 40%, dengan Cost Plus
Method
Dengan Cost Plus Method (CPM): maka harga jual yang wajar dari PT. ABC ke
PT. X untuk tujuan perhitungan penghasilan kena pajak / dasar pengenaan pajak
adalah 90.000 + (40% X 90.000) = Rp 126.000,-

5. Apabila Saudara adalah manajer suatu holding company yang membawahi


perusahaan di Negara A (Tax Haven Country) dan Negara B (High Tax Country),
tentukan perencanaan pajaknya!
Jawaban :
Sebenarnya pendirian cabang perusahaan di negara tax heaven country bertujuan
agar dapat menggeser labanya (profit shipping) dari negara dengan tarif pajak yang
tinggi (high tax country). Apabila produk dari negara A dijual melalui negara tax
heaven ke negara B, maka sepenuhnya laba yang diperoleh dapat dikonsentrasikan
di negara tax heaven yang memiliki pajak rendah atau bahkan tidak ada pajaknya.

6. Jelaskan definisi dan manfaat dari Advanced Pricing Agreement (APA)!


Jawaban :
Advanced Pricing Agreement (APA) merupakan suatu kesepakatan mengenai
penentuan harga transaksi dari transaksi yang terjadi antara dua perusahaan yang
NAMA : AQMARINA ISHMAH JATMIKA
NIM : 2015310692
KELAS :G
mempunyai hubungan istimewa dengan cara menetapkan suatu set kriteria (metode,
faktor pembanding, dan asumsi) yang sesuai untuk periode waktu tertentu. Adapun
beberapa manfaat APA yaitu :
a. Memberikan kepastian bagi WP atas semua penghitungan mengenai harga
transaksi dengan metode yang disetujui.
b. Memberikan kepastian bagi WP mengenai kewajiban pajak yang berkaitan
dengan harga transfer.
c. Mengurangi biaya dan waktu pada saat dilakukan pemeriksaan pajak, karena
harga transfer telah disepakati.
d. Dapat mencegah prakter harga transfer yang tidak benar dan semata-mata untuk
menghindar pajak.