Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Financial Information Globalization and Foreign


Investment Decision

Disusun Oleh :
Kelompok 3 Kelas G
1. Nisrina Huwaida 2015310690
2. Aqmarina Ishmah J. 2015310692
3. Mifta Intishar Mahfud 2015310708
4. Ika Nurlaila W. 2015310709
5. Tiara Puspa P.R. 2015310710
6. Adinda Ayu S.C.W 2015310711
7. Frida Cahya N. 2015310715

Dosen Pembimbing :
Dr. Luciana Spica Almilia,S.E.,M.Si.,QIA.,CPSAK

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi


PERBANAS SURABAYA
2017/2018
Financial Information Globalization and Foreign Investment Decision

Latar Belakang Penelitian

Adanya asimetri informsi antara investor lokal dan investor asing serta
perbedaan pada lingkungan investasi adalah penjelasan umum mengapa investor
cenderung berinvestasi di pasar domestik dibanding mendivertifikasi portofolio
mereka dengan investasi asing. Asimetri ini dapat memberikan dampak negatif
terhadap investasi asing. Menurut Brennan dan Cao (1997) investor asing
cenderung mendapatkan informasi yang lebih sedikit dibandingkan investor lokal,
sehingga investor asing bereaksi lambat terhadap perkembangan pasar. Hal ini
dapat menyebabkan jumlah investor asing semakin rendah karena investor asing
merasa dirugikan bila dibandingkan dengan investor lokal.

Menurut French dan Poterba (1991) “familiarity effect” juga berpengaruh


terhadap keputusan berinvestasi asing. Menurut mereka investor akan berinvestasi
lebih sedikit di pasar asing karena mereka kurang mengetahui tentang pasar serta
institusi dan perusahannya. Heath dan Tversky (1991) berpendapat bahwa orang
cenderung merasa lebih kompeten jika bertaruh di lingkungan yang mereka rasa
lebih mereka ketahui.

Akuntansi membantu perusahaan untuk menyampaikan informasi kepada


investor. Informasi akuntansi yang lebih akurat dan familiar dapat mengurangi
asimetri informasi dan hambatan untuk investasi. Sebab laporan keuangan
menyediakan informasi yang berguna untuk keputusan investasi. Standar
akuntansi tidak membedakan antara informasi yang diberikan kepada investor
domestik dan investor asing, yang berarti bahwa investor domestik dan asing
harus menerima informasi yang sama dari perusahaan. Walaupun begitu, investor
tetap harus mempelajari dan memahami standar akuntansi yang digunakan di
negara asing. Suatu negara atau perusahaan dapat memilih standar akuntasi mana
yang akan digunakan pada perusahaan. Meskipun setiap standar memiliki
kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang dapat menghasilkan
perbedaan dalam kualitas akuntansi, pertanyaan penting adalah apakah perbedaan
tersebut dapat mengurangi asimetri informasi serta hambatan dan meningkatkan
FPI (Foreign Portfolio Investment). Untuk memperoleh tujuan di atas, perusahaan
dapat menerapkan IFRS sebagai standar akuntansi yang digunakan. Sebab IFRS
merupakan standar yang paling umum digunakan di seluruh dunia, dan dengan
menggunakan IFRS dapat meningkatkan FPI dengan cara mengurangi adanya
asimetri informasi dan membuat lingkungan investasi lebih familiar bagi investor
asing.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini meneliti hubungan antara penerapan standar akuntansi


internasional dan keputusan investasi asing. Meneliti peran globalisasi sebagai
salah satu sumber informasi keuangan, informasi akuntansi, dalam mempengaruhi
keputusan investasi lintas batas.

Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa informasi akuntansi berperan


dalam keputusan investasi portofolio asing. Penelitian ini juga membuktikan
bahwa standar akuntansi yang familiar berhubungan dengan pengadopsian IFRS
dan keputusan investasi asing. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan
kompetensi investor asing pada saat lingkungan investasi lebih familiar karena
menggunakan IFRS. Akan tetapi, selain membuat akuntansi menjadi lebih
familiar, IFRS tidak berpengaruh terhadap peningkatan FPI. Dari penelitian ini
juga diketahui bahwa familiaritas IFRS dikaitkan dengan investasi asing dengan
cara yang mirip dengan faktor lain, seperti wilayah geografis, bahasa, dan hukum.
IFRS bersamaan dengan faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan investasi.
Diketahui juga bahwa IFRS pada negara yang tingkat korupsinya rendah dan hak
kepemilikannya kuat memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap FPI.

Implikasi Praktek

Hasil penelitian ini memberikan beberapa kontribusi baik di bidang


akuntansi, keuangan, maupun ekonomi. Pertama, penelitian ini menyoroti efek
standar akuntansi yang familiar terhadap keputusan investasi. Temuan ini
mendukung temuan Huberman (2001) bahwa perusahaan yang familiar memacu
investor untuk melakukan investasi, dan Graham et al. (2009) bahwa peningkatan
kompetensi mempengaruhi perdagangan. Ini juga menambah bukti bahwa
kompetensi berpengaruh seperti yang didokumentasikan dalam literatur perilaku
(Heath dan Tversky 1991).

Kedua, penelitian ini memberikan bukti bahwa sebagian besar peningkatan


investasi asing yang mengadopsi IFRS berkaitan dengan familiaritas. Bukti ini
menambah pengetahuan kita tentang cara-cara IFRS mempengaruhi investasi
asing.

Ketiga, bertentangan dengan studi kontemporer ini, peneliti menggunakan


kumpulan data yang berisi informasi semua investasi portofolio asing di suatu
negara yang dapat memberikan lebih banyak bukti umum. Studi-studi
kontemporer ini berfokus pada sub sampel investasi portofolio asing dan dengan
demikian sub sampel dari sampel penelitian ini. Beberapa studi ini berfokus pada
reksa dana, investor institutional, dan investor di Amerika Serikat. Karena
investor dari sub sampel ini mungkin dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi yang
berbeda, suatu investor asing dapat meningkatkan investasi sementara investor
asing lainnya menurunkan investasi.

Keterbatasan Penelitian

Meskipun hasil penelitian ini bertahan dalam berbagai macam tes sensitivitas,
ada beberapa penjelasan lain yang konsisten dengan mereka. Sebagai contoh,
pengguna IFRS dapat mengadopsi standar sebagai bagian dari reformasi untuk
meningkatkan tingkat investasi portofolio asing. Sifat heterogen dari sampel
penelitian, dimasukkannya indeks keterbukaan, dan penggunaan prosedur
Heckman membantu meredakan kekhawatiran ini. Perhatian tambahan adalah
bahwa lebih mungkin bagi negara-negara untuk mengadopsi IFRS jika negara-
negara lain juga mengadopsi standar (Ramanna dan Sletten 2010). Akan tetapi
masalah ini tidak mempengaruhi hasil penelitian karena tes memberikan bukti
bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam FPI setelah adopsi IFRS dan bahwa
faktor familiar lain cenderung menangkap efek ini. Penjelasan alternatif tambahan
adalah bahwa IFRS dilihat oleh investor sebagai seperangkat standar akuntansi
yang menyediakan laporan keuangan dengan kualitas yang lebih tinggi. Namun,
untuk hasil pengujian hipotesis kedua agar lebih konsisten dengan penjelasan ini,
investor dari negara-negara yang mengadopsi IFRS harus lebih dipengaruhi oleh
informasi kualitas yang lebih baik daripada investor dari negara-negara non-IFRS.
Namun kasus ini tidak mendukung hal diatas walau tidak diuji oleh peneliti.