Anda di halaman 1dari 62

Category Mesin Konversi Energi

Oct 4 2019

Klasifikasi Ketel Uap (Boiler)

Rate This

Ketel uap dapat diklasifikasikan berdasar:

[1] Jenisnya:

 Ketel tangki (sudah tidak digunakan)


 Ketel pipa api (sudah sangat jarang digunakan)
 Ketel pipa air

[2] Bahan bakar yang digunakan:

 padat
 cair
 gas

[3] Kegunaan:

 Di darat (stasioner)
 Di laut atau transportasi (locomobile)

[4] Tekanan Kerja

 Rendah (≤ 5 ata)
 Menengah (medium) (5 – 40 ata)
 Tinggi (40 – 80 ata)
 Ekstra tinggi (superkritis)

[5] Produksi Uap

 Kecil (≤ 250 kg/jam)


 Menengah (250 – 5000 kg/jam)
 Besar (>5000 kg/jam)

Ketel Pipa Api


Perkembangan Awal

Pada awal perkembangan pembangkit uap modern, ketel pipa air dikembangkan oleh George
Babcock dan Stephen Wilcok pada tahun 1869. Sejak awal abad 20, dengan berkembangnya
turbin yang memerlukan uap tekanan dan aliran tinggi, pengembangan ketel uap pipa air
secara komersial menjadi semakin pesat.

Dengan tekanan dan kapasitas uap yang lebih besar, ketel pipa api memerlukan
diameter selongsong (shell) yang besar. Dengan diameter yang besar ini, selongsong
harus beroperasi di bawah tekanan dan temperatur yang sangat tinggi sehingga harus
sangat tebal, yang oleh karenanya menjadi sangat mahal.

Ketel pipa api meletakkan tekanan dalam pipa-pipa dan diameter drum yang relatif kecil
tidak mampu menahan tekanan yang sangat tinggi seperti pada pembangkit uap modern.
Secara umum ketel pipa air, dalam awal perkembangannya, tampak seperti ketel pipa api,
kecuali bahwa uap dan air tekanan tinggi terletak di dalam pipa-pipa dan gas pembakaran
terletak di luar.

Ketel pipa air telah berkembang melalui beberapa tahap. Yang pertama adalah ketel pipa
lurus, dimana di dalamnya pipa-pipa lurus dengan diameter luar 3 sampai 4 in miring sekitar
15° dan tersusun staggered dengan spasi 7 sampai 8 in, dihubungkan dengan dua header.
Satu header sebagai downcomer dan downtake, yang menyuplai air hampir jenuh ke pipa. Air
diuapkan dalam pipa. Header yang lain adalah riser yang menyebabkan sirkulasi alami dalam
arah putaran jarum jam. Yang kedua adalah ketel pipa bengkok, yang menggunakan pipa
bengkok antara beberapa drum dan header. Pipa-pipa itu dibengkokkan sedemikian sehingga
memasuki dan meninggalkan drum secara radial. Jumlah drum biasanya bervariasi dari dua
hingga empat. Sekat pembelok dipasang untuk memungkinkan gas panas mengalir melintang
pipa-pipa di atas. Salah satu contoh dari ketel pipa air adalah ketel stirling empat drum yang
ditemukan pada awal 1890-an dan mengalami sedikit perubahan setelah itu.

Karakteristik Ketel Uap

Karakteristik ketel uap ditentukan oleh tekanan kerja (N/m², bar, kgf/cm²), pemakaian bahan
bakar tiap meter persegi rangka bakar (kg/m² – luas rangka bakar), produksi uap tiap meter
persegi luas pemanas (kg/m² – luas pemanas), produksi uap tiap jam (kg uap/ jam).

Efisiensi Ketel

Efisiensi ketel dinyatakan sebagai:

η = kalor yang berguna untuk penguapan / kalor yang diberikan pada ketel

η = (B h’ – h) / (G x LHV)

di mana:

B : produksi uap tiap jam (kg/jam)

h’ : entalpi uap (kkal/kg)


h : entalpi air (kkal/kg)

G : berat bahan bakar/jam (kg/jam)

LHV : nilai kalor bawah bahan bakar (kkal/kg)

Ketel uap jenis pipa air yang besar dengan evaporator yang dapat bekerja dengan baik dapat
beroperasi dengan efisiensi setinggi 91 persen. Ketel-ketel yang didapati di pembangkit
tenaga untuk industri, dengan memakai uap dengan tekanan sampai sekitar 250 psi.
Kebanyakan pembangkit uap ukuran kecil dirancang untuk efisiensi dalam rentang 75 – 80
persen, dan dapat dicapai bila ketel tersebut baru diinstal dan dalam kondisi baik.

Kapasitas Ketel

Kapasitas ketel biasanya

dinyatakan dalam kilo-btu/jam. Formulasinya adalah:

B = (ms h’ – h) / 1000 (kbtu/jam)

dimana:

B : kapasitas ketel (kilo – btu/jam)

ms : produksi uap (lb/jam)

h’ : entalpi uap (btu/lb)

h : entalpi air masuk ketel (btu/lb)

Ref: Mesin Konversi Energi – Astu Pudjanarsa & Djati Nursuhud

By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi


Jul 26 2019

Prinsip Dasar Penukar Kalor

Rate This

Anda mungkin telah mengenal beberapa peralatan industri seperti water heater, boiler,
kondensor, evaporator, cooling tower, radiator, air cooler, dan lain-lain. Peralatan-peralatan
tersebut merupakan sistem termal alat penukar kalor yang di dalamnya berlangsung proses
pemanasan, atau proses pendinginan, atau proses penguapan, ataupun proses pengembunan
untuk keperluan industri tertentu. Peralatan penukar kalor memegang peranan yang sangat
strategis pada beragam instalasi industri seperti pada instalasi industri energi, industri kimia,
industri minyak dan gas, industri makanan, minuman, serta instalasi industri manufaktur.
Bagian terbesar dari energi yang diperlukan bagi berlangsungnya beragam proses industri
akan diproses atau dikonversikan di dalam peralatan penukar kalor. Tanpa keberadaan
peralatan tersebut, beragam proses yang diperlukan bagi proses industri energi, industri
proses ataupun jenis industri lainnya tidak dapat direalisasi.

Konsumsi energi di sektor industri di Indonesia pada saat ini telah demikian tinggi dan akan
terus meningkat lagi pada tahun-tahun mendatang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan
pertumbuhan penduduk. Bagian terbesar dari energi yang diperlukan oleh instalasi industri
setelah dipergunakan untuk keperluan berbagai proses di dalam peralatan penukar kalor, sisa
energi panas tersebut akhirnya kemudian dibuang ke lingkungan. Apabila efisiensi energi
pada beragam peralatan penukar kalor, serta pada mesin-mesin termal lainnya, dapat dijaga
pada tingkat yang optimal maka upaya tersebut akan memberikan kontribusi yang signifikan
terhadap penghematan energi nasional. Kondisi optimal dapat terjadi apabila peralatan
penukar kalor dapat bekerja dengan tingkat kinerja yang sebaik-baiknya. Agar
peralatan penukar kalor dapat bekerja dengan tingkat kinerja yang tinggi maka peralatan
tersebut harus dirancang dengan optimal. Perekayasaan peralatan penukar kalor, baik yang
dilakukan pada saat peralatan masih dalam proses perancangan maupun pada saat
dioperasikan pada instalasi industri, bertujuan untuk memperoleh kinerja yang optimal. Agar
dapat memberikan kontribusi terhadap upaya tersebut maka pemahaman yang baik tentang
teknologi peralatan penukar kalor menjadi modal yang berharga.

Tinjauan Singkat Jenis Penukar Kalor

Di dalam sebuah alat penukar kalor sejumlah tertentu energi panas mengalami proses
perpindahan dari suatu aliran fluida panas ke aliran fluida lainnya yang temperaturnya lebih
rendah. Proses perpindahan kalor tersebut berlangsung melalui perantaraan suatu permukaan
dinding atau media pemisah dengan bentuk dan bahan yang beragam. Jenis dan ukuran alat
penukar kalor sangatlah beragam dan masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan
yang tertentu.

Pada sistem termal yang berfungsi untuk menghasilkan aliran uap air, aliran uap air
dihasilkan dari proses pemanasan permukaan bagian luar tube oleh gas pembakaran. Pada
bagian dalam tube disirkulasikan aliran air yang menyerap sejumlah energi panas yang
berasal dari aliran gas panas melalui perantaraan permukaan dinding tube.

Dengan menyerap energi panas tertentu yang cukup besar jumlahnya maka air yang
bersirkulasi di dalam tube dapat mendidih kemudian berubah fase dari cair menjadi uap.
Aliran uap yang dihasilkan kemudian dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan.
Gambar 1. Skema sederhana alat penukar kalor shell & tube satu dimensi

Sebuah contoh skema sederhana alat penukar kalor shell & tube satu dimensi diberikan pada
Gambar 1. Pada alat ini aliran fluida di dalam tube dan aliran fluida yang bersirkulasi di
bagian shell arahnya saling berlawanan, dan masing-masing hanya memiliki satu laluan. Di
dalam bagian shell terdapat baffles atau sekat-sekat yang dipasang untuk maksud agar aliran
fluida yang bersirkulasi di dalam shell melakukan kontak secara optimal dengan seluruh
permukaan susunan tube agar efektifitas perpindahan panasnya lebih optimal.

Bagi alat penukar kalor yang berfungsi sebagai pendingin bagi suatu aliran fluida tertentu
yang akan didinginkan untuk mencapai temperatur tertentu yang lebih rendah, maka harus
memiliki aliran fluida kerja pendingin yang bersirkulasi di dalamnya. Aliran fluida pendingin
dapat dialirkan ke dalam bagian tube atau ke dalam bagian shell, bergantung kepada
kebutuhan. Namun, apabila dipergunakan air dingin sebagai fluida pendingin maka biasanya
aliran fluida tersebut lebih disukai dialirkan ke dalam bagian dalam tube agar lebih mudah
dalam hal perawatannya.

Alat penukar panas lain yang cukup populer bagi instalasi industri adalah alat penukar kalor
jenis pelat, di mana skema sederhananya diperlihatkan pada Gambar 3. Permukaan dinding
pemisah kedua aliran fluida, yang menjadi media perantara proses perpindahan panas, adalah
permukaan susunan pelat logam yang terpasang di dalam alat tersebut. Aliran fluida panas
maupun yang dingin bersirkulasi secara terpisah pada suatu saluran yang penampangnya
terbentuk di antara dua pelat yang berdekatan.

Dinding pemisah di antara aliran fluida panas dan aliran fluida pendingin adalah permukaan
pelat datar yang memiliki profil tertentu. Alat penukar kalor jenis ini terkenal sangat kompak,
yaitu memiliki dimensi yang kecil sehingga lebih ringan namun memiliki kemampuan termal
yang cukup besar. Salah satu faktor kelemahannya adalah bentuknya dengan profil
permukaan yang kompleks sehingga tidak mudah dalam pembuatannya.
Gambar 2. Skema sederhana alat penukar kalor jenis pelat

Pertukaran Energi Panas Di antara Dua Aliran Fluida

Pada instalasi pembangkit tenaga uap, aliran uap panas bertekanan yang kemudian
dipergunakan untuk menghasilkan daya turbin dihasilkan melalui proses pemanasan aliran air
di dalam pipa-pipa boiler oleh gas panas pembakaran. Di dalam boiler terjadi proses
pertukaran energi panas dari aliran gas panas ke aliran air melalui perantaraan permukaan
dinding pipa-pipanya. Aliran air dingin menerima sejumlah tertentu energi panas dari aliran
gas panas sehingga temperaturnya meningkat. Pada saat yang bersamaan, aliran gas panas
melepaskan sejumlah tertentu energi panas sehingga temperaturnya menurun.
Pada instalasi pembangkit tenaga uap, aliran uap panas bertekanan yang kemudian
dipergunakan untuk menghasilkan daya turbin dihasilkan melalui proses pemanasan aliran air
di dalam pipa-pipa boiler oleh gas panas pembakaran. Di dalam boiler terjadi proses
pertukaran energi panas dari aliran gas panas ke aliran air melalui perantaraan permukaan
dinding pipa-pipanya. Aliran air dingin menerima sejumlah tertentu energi panas dari aliran
gas panas sehingga temperaturnya meningkat. Pada saat yang bersamaan, aliran gas panas
melepaskan sejumlah tertentu energi panas sehingga temperaturnya menurun.

Sekarang kita tinjau apa yang terjadi pada instalasi mesin pendingin. Di dalam alat
evaporator instalasi mesin pendingin, aliran refrigeran yang bertemperatur rendah menyerap
sejumlah tertentu energi panas dari aliran udara yang bertemperatur lebih hangat yang
mengalir menyelimuti permukaan evaporator sehingga temperatur aliran udara tersebut
menjadi lebih dingin. Dalam kasus ini, proses pertukaran energi panas berlangsung di antara
aliran udara dengan aliran refrigeran, Aliran udara hangat mengalami proses pendinginan,
dan pada saat yang bersamaan aliran refrigeran mengalami proses pemanasan sehingga energi
total yang dikandungnya menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, di dalam alat kondensor mesin
pendingin, energi panas ditransmisikan dari aliran refrigeran yang bertemperatur lebih tinggi
ke arah aliran udara yang bersirkulasi di sekitar permukaan kondensor.

Pada kebanyakan sistem termal yang terpasang pada instalasi industri, berlangsung
pertukaran energi panas dari suatu aliran fluida ke aliran fluida lainnya yang mengalir di
dalamnya, dan untuk memperkirakan laju pertukaran energi panas dapat dilakukan dengan
menerapkan prinsip kesetimbangan energi pada kedua aliran fluida yang mengalir di
dalamnya. Bagian di bawah ini akan membahas bagaimana menerapkan prinsip
kesetimbangan energi pada sistem aliran fluida yang mengalami proses pemanasan dan/atau
proses pendinginan, untuk kemudian memperkirakan kinerja termalnya. (bersambung)

Referensi: Teknik Perpindahan Energi Panas, Prof. Chandrasa Soekardi

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi, Perpindahan Panas •


Tagged Efisiensi, Energi, kalor, panas, penukar, shell, termal, tube
Sep 30 2018

Efisiensi Perangkat Konversi Energi

3 Votes

Efisiensi perangkat konversi energi adalah ekspresi kuantitatif dari keseimbangan antara
input energi dan output energi. Ini didefinisikan sebagai berikut:

Efisiensi Alat = Output Energi berguna/Input Energi

Kata kunci dalam definisi di atas adalah ‘berguna‘. Kalau bukan karena kata ini, tentu saja,
definisi tersebut akan menjadi sepele, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Hukum
Pertama Termodinamika memberi tahu kita bahwa energi dilestarikan dalam semua
transformasinya (baca perubahannya). Jadi rasio output energi terhadap input energi selalu
satu, atau 100%.

Gambar 1. Representasi skematik dari alat konversi energi

Arti kata ‘berguna’ bergantung pada tujuan perangkat. Sebagai contoh, jika perangkat
adalah pemanas listrik, output energi yang bermanfaat adalah panas, dan input energi
adalah listrik. Listrik diubah menjadi panas. Panas juga diperoleh dari listrik dalam
cahaya bohlam, seperti yang kita ketahui. Tetapi panas dari bohlam bukanlah energi yang
berguna yang diperoleh dari bola lampu. Tujuan dari bola lampu adalah mengubah energi
listrik menjadi cahaya.

Tabel 1 merangkum output energi berguna dan input energi untuk beberapa perangkat
konversi energi umum. Gambar 2 dan 3 adalah ilustrasi tentang bagaimana menggunakan
informasi yang diberikan dalam Tabel 1 untuk kasus dua perangkat, motor listrik dan tungku.
Kita mungkin tahu, atau mungkin tertarik untuk mengetahui, bagaimana mereka bekerja,
tetapi ini tidak diperlukan untuk tujuan kita. Masyarakat perlu sadar akan energi yang selama
ini digunakan. Karenanya informasi yang diberikan pada Tabel 1 mungkin sangat berguna
bagi mereka dan kita semua.

Tabel 1. Energi Input dan Energi Output Berguna Pada Alat Konversi Energi

Gambar 2. Konversi Energi Pada Motor Listrik (Energi Listrik menjadi Energi Gerak
atau Mekanik)
Gambar 3. Konversi Energi Pada Tungku (Energi Kimia menjadi Energi Termal atau
Panas)

Contoh 1 Ilustrasi Sederhana:

Motor listrik mengkonsumsi 100 watt listrik untuk mendapatkan 90 watt daya mekanik.
Tentukan efisiensinya (E)?
Solusi:
Karena daya adalah tingkat pemanfaatan energi, efisiensi juga dapat dinyatakan sebagai
rasio daya. Kita bisa nyatakan:

Oleh karena itu, efisiensi motor listrik dapat dinyatakan:

Jadi, efisiensi motor listrinya sebesar 90%

Contoh 2 Ilustrasi Sederhana:

Tungku gas memiliki efisiensi 75%. Berapa banyak BTU (British Thermal Unit, satuan
energi) yang akan dihasilkannya dari 1000 BTU gas alam?
Solusi:
Fungsi tungku gas adalah mengubah energi kimia gas menjadi panas (energi panas), seperti
yang ditunjukkan pada Tabel 1 dan diilustrasikan pada Gambar 3.
Oleh karena itu, kita nyatakan:
Jadi, banyak energi termal yang akan dihasilkan (baca: dibangkitkan) dari 1000 BTU gas
alam adalah sebesar 750 BTU

Ilustrasi 1 dan 2 diatas, meski sangat sederhana, namun harus dipelajari dengan hati-hati.
Contoh tersebut membawa dua pesan penting. Pesan pertama, efisiensi perangkat konversi
energi secara kuantitatif tak bersatuan (atau tanpa dimensi) besarnya antara 0 dan 1 (atau
antara 0 dan 100%). Tentunya, semakin besar angka ini, semakin tinggi efisiensi perangkat;
namun, sebuah angka lebih dari satu akan bertentangan dengan Hukum Pertama
Termodinamika.

Pesan kedua, bersifat formal dan substantif. Tidak cukup untuk mengubah jumlah energi
menjadi satuan yang sama, misalnya BTU ke joule atau kalori ke kilowatthours. Satuan juga
harus memiliki energi yang sama bentuk. Tidak mungkin, misalnya, untuk mengkonversi
BTU kimia dan BTU termal. Di istilah substantif, efisiensi bukanlah angka tanpa satuan
kualitatif. Bahkan ketika satuan tidak secara eksplisit dinyatakan, seperti dalam Ilustrasi 1,
kita harus ingat apa itu, dari pengetahuan tentang fungsi perangkat (seperti yang ditunjukkan
pada Tabel 1 dan diilustrasikan dalam Gambar 1,
Gambar 2 dan Gambar 3).

Konsep efisiensi dengan demikian mewujudkan kedua hukum termodinamika. Ini


mencerminkan persamaan kuantitatif dan perbedaan kualitatif dari berbagai bentuk
energinya. Pemahaman ini membutuhkan pengetahuan tentang termodinamika; setelah
dipahami, ternyata hanya konsep ini – dari seluruh bidang termodinamika – yang paling
diperlukan untuk memahami masalah energi utama yang dihadapi masyarakat saat ini.

Tabel 2 merangkum efisiensi energi dari sejumlah perangkat umum konversi energi. Mereka
terdaftar dalam rangka menurunkan efisiensi. Angka-angka yang ditampilkan adalah
khas tetapi mereka dapat berbeda untuk model yang berbeda dari jenis perangkat yang sama
(tergantung pada rincian desainnya) atau untuk perangkat yang sama, tergantung pada apakah
perangkat itu digunakan dan dijaga dengan baik. Misalnya, mesin mobil Anda akan lebih
efisien jika Anda mengganti oli (baca: pelumas mesin) secara teratur.

Konversi ‘termudah’ adalah yang ada di dalamnya arah peningkatan entropi, dan khususnya
yang menghasilkan panas (termal energi). Kita hanya perlu menggosok tangan kita dan
mengubah energi mekanik menjadi panas. Tungku rumah juga menghasilkan panas,
tapi tungku gas biasanya lebih efisien daripada tungku minyak, yang pada gilirannya lebih
efisien daripada tungku batubara. Alasan untuk ini adalah karena paling mudah untuk
membakar gas sepenuhnya dalam tungku, dan sangat sulit untuk membakar batubara. Dengan
kata lain, bagian terbesar dari energi kimia gas berakhir sebagai panas yang bermanfaat di
rumah kita.

Tabel 2. Efisiensi Alat Konversi Energi


Perumnas III, Bekasi Timur, 3092018, 21.20

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi • Tagged Efisiensi, Energi,
Kimia, Konversi, Listrik, Mekanik, Tungku
Jul 6 2018

Konsep Dasar Energi

1 Votes

Definisi Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Adapun kerja adalah transfer energi
dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam istilah praktis, energi adalah segala sesuatu yang
kita gunakan untuk memanipulasi dunia di sekitar kita, entah dengan menggerakkan otot-otot
kita, dengan menggunakan listrik, atau dengan menggunakan perangkat mekanis seperti
mobil.
Energi datang dalam berbagai bentuk – panas, cahaya, mekanik, listrik, kimia, dan energi
nuklir.

Berbagai Bentuk Energi


Ada dua jenis energi, energ yang tersimpan (Energi potensial) dan energi kerja (kinetik).
Sebagai contoh, makanan yang kita makan mengandung energi kimia, dan tubuh kita
menyimpan energi ini sampai kita melepaskannya ketika kita bekerja atau bermain.

1) Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang tersimpan dan energi posisi (gravitasi). Itu ada dalam
berbagai bentuk.
2) Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam ikatan atom dan molekul. Biomassa,
minyak bumi, gas alam, propana, dan batu bara adalah contoh energi kimia yang tersimpan.

3) Energi Nuklir
Energi nuklir adalah energi yang tersimpan dalam inti atom – energi yang menyatukan inti-
inti atom. Inti atom uranium adalah contoh energi nuklir.

4) Energi Mekanis Tersimpan


Energi mekanik tersimpan adalah energi yang tersimpan pada benda-benda oleh penerapan
gaya. Pegas yang terkompresi dan karet gelang membentang adalah contoh energi mekanik
yang tersimpan.

5) Energi Gravitasi
Energi gravitasi adalah energi tempat atau posisi dan identik dengan energi potensial. Air di
waduk di belakang bendungan pembangkit listrik tenaga air adalah contoh energi gravitasi.
Ketika air dilepaskan untuk memutar turbin, ia menjadi energi gerak.

6) Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi dalam gerak- gerakan gelombang, elektron, atom, molekul, dan
substansi. Itu ada dalam berbagai bentuk.

7) Energi Radiasi
Energi radiasi adalah energi elektromagnetik yang bergerak dalam gelombang transversal.
Energi radiasi meliputi cahaya tampak, sinar-x, sinar gamma, dan gelombang radio. Energi
matahari adalah contoh energi radiasi.

8) Energi Termal
Energi termal (atau panas) adalah energi internal dalam zat – getaran dan pergerakan atom
dan molekul di dalam zat. Energi panas bumi adalah contoh energi panas.

9) Gerak
Pergerakan benda atau zat dari satu tempat ke tempat lain adalah gerakan. Angin dan tenaga
air adalah contoh gerakan.

10) Suara
Suara adalah gerakan energi melalui zat dalam gelombang longitudinal (kompresi /
penghalusan).

11) Energi Listrik


Energi listrik adalah pergerakan elektron. Petir dan listrik adalah contoh energi listrik.

Konversi energi
Energi didefinisikan sebagai “kemampuan untuk melakukan kerja.” Dalam pengertian ini,
contoh kerja termasuk memindahkan sesuatu, mengangkat sesuatu, memanaskan sesuatu,
atau menyalakan sesuatu. Sulit membayangkan untuk menghabiskan waktu seharian tanpa
menggunakan energi. Kita menggunakan energi untuk menyalakan kota dan rumah kita,
untuk menyalakan mesin di pabrik, memasak makanan, memutar musik, dan mengoperasikan
TV.
Berikut ini adalah contoh transformasi berbagai jenis energi menjadi panas dan tenaga.

1. Minyak dibakar untuk menghasilkan panas


2. Panas mendidihkan air
3. Air menjadi uap
4. Tekanan uap menggerakkan turbin
5. Turbin menggerakkan generator listrik
6. Generator menghasilkan listrik.
7. Daya listrik menyalakan lampu bohlam
8. Lampu bohlam menghasilkan cahaya dan panas

Sumber: http://learnmech.com/basics-of-energy-various-forms-of/

By Taufiqur Rokhman • Posted in Fisika Teknik, Home, Mesin Konversi Energi


Apr 4 2018

Macam-macam Pompa

1 Votes

Secara umum pompa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu dynamic pump dan positive
displacement pump. Dua kelompok besar ini masih terbagi kedalam beberapa macam lagi,
dan mari kita bahas satu-persatu.

Pompa Dinamik
Dynamic pump atau pompa dinamik terbagi menjadi beberapa macam yaitu pompa
sentrifugal, pompa aksial, dan pompa spesial-efek (special-effect pump). Pompa-pompa
ini beroperasi dengan menghasilkan kecepatan fluida tinggi dan mengkonversi kecepatan
menjadi tekanan melalui perubahan penampang aliran fluida. Jenis pompa ini biasanya juga
memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada tipe positive displacement pump, tetapi
memiliki biaya yang lebih rendah untuk perawatannya. Pompa dinamik juga bisa
beroperasi pada kecepatan yang tinggi dan debit aliran yang juga tinggi.

1. Pompa Sentrifugal
Sebuah pompa sentrifugal tersusun atas sebuah impeler dan saluran inlet di tengah-
tengahnya. Dengan desain ini maka pada saat impeler berputar, fluida mengalir
menuju casing di sekitar impeler sebagai akibat dari gaya sentrifugal. Casing ini berfungsi
untuk menurunkan kecepatan aliran fluida sementara kecepatan putar impeler tetap tinggi.
Kecepatan fluida dikonversikan menjadi tekanan oleh casing sehingga fluida dapat menuju
titik outletnya. Beberapa keuntungan dari penggunaan pompa sentrifugal yakni aliran
yang halus (smooth) di dalam pompa dan tekanan yang seragam pada discharge pompa,
biaya rendah, serta dapat bekerja pada kecepatan yang tinggi sehingga pada aplikasi
selanjutnya dapat dikoneksikan langsung dengan turbin uap dan motor elektrik.
Penggunaan pompa sentrifugal di dunia mencapai angka 80% karena penggunaannya yang
cocok untuk mengatasi jumlah fluida yang besar daripada pompa positive-displacement.

Pompa Sentrifugal

2. Pompa Aksial
Pompa aksial juga disebut dengan pompa propeler. Pompa ini menghasilkan sebagian
besar tekanan dari propeler dan gaya lifting dari sudu terhadap fluida. Pompa ini banyak
digunakan di sistem drainase dan irigasi. Pompa aksial vertikal single-stage lebih umum
digunakan, akan tetapi kadang pompa aksial two-stage (dua stage) lebih ekonomis
penerapannya. Pompa aksial horisontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar
dengan tekanan yang kecil dan biasanya melibatkan efek sifon dalam alirannya.

Pompa Aksial
3. Special-Effect Pump
Pompa jenis ini digunakan pada industri dengan kondisi tertentu. Yang termasuk ke dalam
pompa jenis ini yaitu jet (eductor), gas lift, hydraulic ram, dan electromagnetic.
Pompa jet-eductor (injector) adalah sebuah alat yang menggunakan efek venturi dari nozzle
konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari fluida bergerak menjadi energi
gerak sehingga menciptakan area bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di
sisi suction.

Pompa Injektor

Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk mengangkat fluida di dalam sebuah kolom dengan
jalan menginjeksikan suatu gas tertentu yang menyebabkan turunnya berat hidrostatik dari
fluida tersebut sehingga reservoir dapat mengangkatnya ke permukaan.

Pompa hydraulic ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan tenaga hidro
(hydropower).

Dan pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan fluida logam dengan jalan
menggunakan gaya elektromagnetik.

Prinsip Pompa Elektromagnetik


Pompa Positive Displacement
Macam-macam pompa positive displacement adalah pompa reciprocating dan rotary.
Pompa positive displacement bekerja dengan cara memberikan gaya tertentu pada volume
fluida tetap dari sisi inlet menuju titik outlet pompa. Kelebihan dari penggunaan pompa jenis
ini adalah dapat menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih besar. Dan
juga memberikan perpindahan fluida yang tetap/stabil di setiap putarannya.

1. Pompa Reciprocating
Pada pompa jenis ini, sejumlah volume fluida masuk ke dalam silinder melalui valve inlet
pada saat langkah masuk dan selanjutnya dipompa keluar dibawah tekanan positif melalui
valve outlet pada langkah maju. Fluida yang keluar dari pompa reciprocating, berdenyut dan
hanya bisa berubah apabila kecepatan pompanya berubah. Ini karena volume sisi inlet yang
konstan. Pompa jenis ini banyak digunakan untuk memompa endapan dan lumpur.

Pompa Reciprocating

Metering Pump termasuk ke dalam jenis pompa reciprocating, adalah pompa yang
digunakan untuk memompa fluida dengan debit yang dapat diubah-ubah sesuai
kebutuhan. Pompa ini biasanya digunakan untuk memompa bahan aditif yang dimasukkan
ke dalam suatu aliran fluida tertentu.
Metering Pump

2. Rotary Pump
Adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan menggunakan prinsip rotasi. Vakum
terbentuk oleh rotasi dari pompa dan selanjutnya menghisap fluida masuk. Keuntungan dari
tipe ini adalah efisiensi yang tinggi karena secara natural ia mengeluarkan udara dari pipa
alirannya, dan mengurangi kebutuhan pengguna untuk mengeluarkan udara tersebut secara
manual.

Bukan berarti pompa jenis ini tanpa kelemahan, karena sifat alaminya maka clearence antara
sudu putar dan sudu pengikutnya harus sekecil mungkin, dan mengharuskan pompa berputar
pada kecepatan yang rendah dan stabil. Apabila pompa bekerja pada kecepatan yang terlalu
tinggi, maka fluida kerjanya justru dapat menyebabkan erosi pada sudu-sudu pompa.

Pompa rotari dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe yaitu:

 Gear pumps – sebuah pompa rotari yang simpel dimana fluida ditekan dengan
menggunakan dua roda gigi.

Prinsip Gear Pump


 Screw pumps – pompa ini menggunakan dua ulir yang bertemu dan berputar untuk
menghasilkan aliran fluida sesuai dengan yang diinginkan.

Prinsip Screw Pump

 Rotary Vane Pump – memiliki prinsip yang sama dengan kompresor scroll, yang
menggunakan rotor silindrik yang berputar secara harmonis menghasilkan tekanan
fluida tertentu.

Prinsip Rotary Vane Pump

Ref: http://artikel-teknologi.com/pompa-2-macam-macam-pompa/

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi • Tagged aksial, Pompa,
pump, reciprocating, sentrifugal
1
Feb 4 2016

Prinsip Kerja Pompa Aksial


2 Votes

Pompa aksial merupakan salah satu jenis pompa yang masuk ke dalam kelompok pompa
dinamik. Pompa jenis ini berfungsi untuk mendorong fluida kerja dengan arah yang sejajar
terhadap sumbu/poros impellernya. Hal ini berbeda dengan pompa jenis sentrifugal yang
arah output fluidanya tegak lurus dengan sumbu impeller.

Energi mekanik yang dihasilkan oleh sumber penggerak ditransmisikan melalui poros
impeller untuk menggerakkan impeller pompa. Putaran impeller memberikan gaya aksial
yang mendorong fluida sehingga menghasilkan energi kinetik pada fluida kerja tersebut. Pada
beberapa desain pompa aksial, terpasang sudu-sudu tetap (diam) yang membentuk difuser
pada sisi keluaran pompa. Fungsinya adalah untuk menghilangkan efek berputar dari fluida
kerja dan mengkonversikan energi kinetik yang terkandung di dalamnya menjadi tekanan
kerja.

Gambar Penampang Pompa Aksial

Pompa aksial digunakan pada sistem-sistem yang membutuhkan debit aliran fluida
tinggi, dengan besar head yang rendah. Pompa jenis ini banyak digunakan pada sistem
irigasi, pompa penanggulangan banjir, dan di pembangkit listrik tenaga uap digunakan
untuk mensupply air laut sebagai media pendingin di kondensor.
Grafik Perbandingan Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal dan Aksial

Berikut adalah beberapa perbandingan antara pompa aksial dengan pompa sentrifugal
:

 Jika dilihat kurva efisiensinya, pompa sentrifugal dengan pompa aksial memiliki
tingkat efisiensi maksimum yang hampir sama.
 Jika debit aliran fluida turun, daya input untuk pompa sentrifugal menjadi turun
sampai dengan 180 hp pada saat aliran fluida terhenti.
 Namun pada pompa aksial daya input menjadi naik ke 520 hp pada saat aliran fluida
terhenti.
 Pompa aksial dapat menyebabkan motor penggerak overload jika debit aliran
dikurangi secara drastis dari kapasitas desainnya.
 Head yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal jauh lebih tinggi daripada pompa aksial.
 Pada kurva efisiensi di luar efisiensi maksimumnya, pompa aksial memiliki tingkat
efisiensi yang lebih rendah daripada pompa sentrifugal.

Ref: http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-pompa-aksial/

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi


2
Oct 16 2015

Dasar-Dasar Pompa
3 Votes

Pada kesempatan kali ini saya ingin membedah secara lebih dalam mengenai pompa. Pompa
sentrifugal menjadi titik fokus kita karena pompa ini paling banyak digunakan oleh kita
semua. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membahas pompa tipe lain. Untuk
mengetahui apa saja macam-macam pompa Anda bisa membaca artikel saya di blog saya ini.

Pompa Sentrifugal

Pada pompa sentrifugal terjadi perubahan energi yang diakibatkan oleh dua komponen
utama pompa, yaitu impeller dan diffuser. Impeller adalah bagian pompa yang berputar,
yang mengkonversikan energi mekanik berupa putaran pada poros menjadi energi kinetik.
Sedangkan diffuser (volute cassing) adalah bagian pompa yang diam, yang mengkonversikan
energi kinetik menjadi energi tekanan. Sehingga secara umum pompa berfungsi untuk
mengubah energi mekanik poros pompa menjadi energi tekanan berupa head fluida yang
dipompa.

Besar debit fluida yang dialirkan oleh pompa sentrifugal pada putaran konstan, tergantung
dari besar diferensial tekanan atau head yang dihasilkan pompa. Semakin besar head
pompa akan semakin kecil debit aliran fluida yang dialirkan, begitu pula sebaliknya.
Nilai dari head pompa vs. kapasitas debit ini dapat dibuat sebuah grafik yang menunjukkan
grafik karakteristik pompa. Grafik ini biasanya disertakan oleh produsen pompa pada setiap
produknya untuk menggambarkan karakteristik dari pompa yang ia produksi. Bentuk dari
kurva head-kapasitas pompa sentrifugal merupakan fungsi dari ukuran dan desain pompa,
diameter dari impeller, dan kecepatan operasionalnya.

Kurva Head-Kapasitas Pompa Sentrifugal

Head Pompa

Head pompa adalah sebuah satuan linier vertikal untuk menunjukkan ketinggian maksimum
sebuah pompa spesifik saat memompa fluida menuju outletnya.

Umumnya yang menjadi pertanyaan kita di awal mempelajari pompa adalah


“Mengapa satuan yang digunakan adalah meter (SI) atau feet (CGS), dan bukan satuan
tekanan?”

Jawabannya sangat sederhana, sebuah pompa dengan spesifikasi tertentu akan menghasilkan
“meter ketinggian (head)” yang sama sekalipun memompa berbeda-beda fluida dengan massa
jenis yang berbeda-beda pula. Di sisi lain, ia akan menghasilkan tekanan yang berbeda antara
fluida-fluida tersebut sesuai dengan massa jenisnya.
Tekanan Keluaran Pompa Pada Dua Fluida Berbeda

Jika ada dua pompa yang identik memompa dua fluida yang berbeda massa jenisnya,
pembacaan tekanan di sisi keluaran pompa akan berbeda sekalipun di titik ketinggian yang
sama. Oleh karena itulah digunakan satuan “meter ketinggian” untuk merepresentasi besar
head pompa.

Source: http://artikel-teknologi.com/dasar-dasar-pompa/

By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi


1
Mar 5 2015

Daya dan Efisiensi Kompresor

4 Votes

Daya yang diperlukan kompresor tidak hanya untuk proses kompresi gas, tetapi juga untuk
mengatasi kendala-kendala mekanis, gesekan-gesekan, kendala tahanan aerodinamik aliran
udara pada katup dan saluran saluran pipa, kebocoran-kebocoran gas, proses pendinginan,
dan lain-lain. Kendala-kendala tersebut akan mengurangi daya poros kompresor. Namun
untuk menentukan seberapa besar pengaruh masing-masing kendala tersebut adalah sangat
sulit. Secara teori perhitungan daya yang dibutuhkan untuk proses pemampatan kompresi
bertingkat adalah sebagai berikut:

dimana:
Pad = daya untuk proses kompresi adiabatis (kW)
m = jumlah tingkat kompresi
Qs = volume gas ke luar dari tingkat terakhir (m3/menit) ( dikondisikan tekanan dan
temperatur hisap)
ps = tekanan hisap tingkat pertama (N/m2)
pd = tekanan ke luar dari tingkat terakhir ( N/m2)

n = 1,4 (udara) adiabatis


= 1 isoterma l

Daya kompresi adiabatis di atasadalah sama dengan daya poros kompresor dikurangi dengan
kendala-kendala kompresi atau dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut:

P ad = P poros – P kendala = P berguna

Secara teori, efisiensi sistem adalah perbandingan daya berguna dengan daya masuk sistem,
maka efisiensi kompresor dapat dirumuskan dengan persaman berikut:

Berdasarkan rumus tersebut dapat diketahui bahwa semakin tinggi efisiensi, daya poros yang
dibutuhkan menjadi berkurang, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Sedangkan untuk
menghitung tinggi yang dihasilkan kompresor adalah sebagai berikut:

Daya yang dibutuhkan kompresor untuk menghasilkan udara mampat dengan tinggi tekan
sebesar H :
Contoh :
1. Sebuah kompresor digunakan untuk menghasilkan udara mampat pada sebuah instalasi
industri. Pompa meghasilkan tekanan akhir sebesar 3 atm, debit udara masuk kompresor
sebesar 7200 m3/menit, hitung berapa daya kompresor? Juga tentukan daya poros
apabila efiseisi kompresor 80% !

Diketahui :

Qs = 7200 m3/jam = 7200/3600 m3/dtk = 2 m3/dtk


ps = 1 atm = 10130 Pa
Pd = 3 atm = 30390 Pa
n = 1,4

Kerja kompresor adiabatik:

[Taufiqur Rokhman, MT – Unisma Bekasi – 05032015 – 11.45]

By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi


1
Feb 16 2015
Kavitasi dan NPSH

4 Votes

Daerah aliran pada mata impeller pompa biasanya lebih kecil daripada daerah aliran dari pipa
hisap pompa atau daerah aliran yang melalui sudu pompa. Ketika cairan di pompa masuk
mata pompa sentrifugal, penurunan daerah aliran sebagai akibat peningkatan kecepatan aliran
disertai dengan penurunan tekanan. Semakin besar laju aliran pompa, semakin besar pula
tekanan jatuh antara pompa hisap dan mata impeller. Jika tekanan jatuh cukup besar, atau
jika temperatur cukup tinggi, tekanan jatuh dapat menyebabkan cairan menjadi uap ketika
tekanan local berada di bawah tekanan saturasi fluida yang di pompa. Gelembung-gelembung
uap terbentuk oleh tekanan jatuh pada mata impeller yang mengalir sepanjang sudu impeller
oleh aliran fluida. Ketika gelembung2 itu masuk wilayah dimana tekanan local lebih besar
daripada tekanan saturasi, maka gelembung2 uap tiba-tiba pecah. Proses pembentukan dan
pecahnya secara tiba-tiba dari gelembung2 uap dalam pompa disebut dengan kavitasi.

Kavitasi pada pompa sentrifugal mempunyai pengaruh signifikan terhadap performasi


pompa. Kavitasi mendegradasi (menurunkan) performansi pompa, akibat fluktuasi laju aliran
dan tekan discharge. Kavitasi dapat juga menjadi penyebab hancurnya komponen2 dalam
pompa. Ketika sebuah pompa, gelembung2 uap terbentuk secara langsung pada daerah
tekanan rendah yang di balik sudu impeller yang berputar. Gelembung2 uap ini kemudian
bergerak mendekati sudu impeller dimana mereka pecah dan menyebebkan kejutan fisik pada
permukaan sudu pompa. Kejutan fisik ini membuat lubang-lubang kecil pada permukaan
sudu impeller. Masing-masing lubang itu berukuran sangat kecil, akan tetapi akibat
akumulasi dari jutaan lubang2 ini yang terbentuk selama periode jam atau hari dapat secara
bertahap merusak impeller pompa. Kavitasi dapat juga menyebabkan getaran pompa berlebih
dimana getaran tersebut dapat merusak bantalan pompa, ring dan sil.

Sejumlah kecil pompa sentrifugal didesain untuk beropearasi dibawah kondisi dimana
kavitasi tak mampu dihindari. Pompa ini harus didesain secara khusus dan dimaintain untuk
menahan sejumlah kecil kavitasi yang terjadi selama operasinya. Banyak pompa sentrifugal
yang tidak di desain untuk menahan kavitasi.

Kebisingan adalah salah satu indikasi bahwa pompa sentrifugal terjadi kavitasi.
Sebuah pompa yang ter-kavitasi suaranya dapat seperti kaleng yang berisi kelereng yang
dikocok. Indikasi lainnya dapat diamati dari stasiun operasi jarak jauh yang sedang
berfluktuasi tekanan discharge-nya (keluarnya).

Net Positive Suction Head (NPSH)

Untuk menghindari kavitasi pada pompa sentrifugal, tekanan fluida pada semua titik dalam
pompa harus dijaga diatas tekanan saturasi. Jumlah yang digunakan untuk menentukan
tekanan cairan yang dipompa untuk menghindari kavitasi disebut net positive suction head
(NPSH). Net positive suction head (NPSH) adalah perbedaan antara tekanan pada pipa hisap
pompa dan tekanan saturasi pada cairan yang sedang dipompa. Net positive suction head
(NPSH) adalah nilai minimum dari net positive suction head (NPSH) yang cukup untuk
menghindari kaviotasi.

Kondisi yang harus ada untuk menghindari kavitasi adalah bahwa net positive suction head
(NPSH) yang tersedia harus lebih besar daripada atau sama dengan net positive suction head
(NPSH) yang dibutuhkan. Kebutuhan ini dapat dinyatakan secara matematis ebagai berikut:

NPSHA ≥ NPSHR

Formula untuk NPSHA dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut:

NPSHA = P suction – P saturation

Ketika pompa centrifugal menghisap dari tangki atau reservoir lainnya, maka tekanan dari
pipa hisap pompa adalah penjumlahan tekanan absolute pada permukaan cairan pada tangki
dan tekanan karena perbedaan ketinggian antara permukaan cairan pada tangki dan pipa hisap
pompa dikurang head loss karena gesekan pada garis hisap dari tangki ke pompa.

NPSHA = Pa + Pst – hf – Psat

Dimana:

NPSHA = NPSH yang tersedia

Pa = tekan absolute pada permukaan cairan

Pst = tekanan karena perbedaan ketinggian antara permukaan cairan dan pipa hisap.

hf = head losses pada pipa hisap pompa

Psat = tekanan saturasi dari cairan yang dipompa

PENCEGAHAN KAVITASI

Jika pompa mengalami kavitasi, beberapa perubahan pada desain sistem atau operasi adalah
penting untuk meningkatkan NPSHA diatas NPSHR dan menghentikan kavitasi. Salah satu
metode untuk meningkatkan NPSHA adalah meningkatkan tekanan pada pipa hisap
pompa. Sebagai contoh, jika sebuah pompa menghisap dari sebuah tangki yang tertutup,
maka kenaikan level cairan pada tangki atau peningkatan tekanan pada ruang diatas cairan
akan meningkatkan tekanan hisap.

Mungkin juga meningkatkan NPSHA dengan menurunkan temperatur cairan yang


dipompa. Menurunkan temperatur cairan akan menurunkan tekanan saturasi, sehingga
menyebabkan NPSHA meningkat. Ingat lagi dari mode perpindahan panas sebelumnya
dimana kondensor uap yang besar biasanya mendinginkan kondensat kurang dari temperatur
saturasi yang disebut depresi kondensat, untuk mencegah kavitasi dalam pompa kondensat.
Jika head losses pada pipa hisap pompa dapat dikurangi, maka NPSHA akan berkurang.
Beragam metode untuk mengurangi head losses termasuk meningkatkan diameter pipa,
mengurangi jumlah elbo, valve dan fitting (tahanan) dalam pipa, dan menurunkan panjang
pipa.

Dapat juga menghentikan kavitasi dengan mengurangi NPSHR untuk pompa. NPSHR tidak
konstan untuk pompa yang diberikan dibawah semua kondisi, tetapi bergantung pada factor
tertentu. Secara khusus, NPSHR dari pompa meningkat secara signifikan karena laju aliran
yang melalui pompa meningkat. Oleh karena itu, pengurangan laju aliran melalui pompa
yaitu dengan mengecilkan valve discharge yang menurunkan NPSHR. NPSHR juga
bergantung pada kecepatan pompa. Semakin cepat rotasi impeller pompa, semakin besar
NPSHR. Oleh karena itu, jika kecepatan dari pompa centrifugal dikurangi, maka NPSHR
pompa menurun. Meskipun demikian, laju aliran pompa paling sering diperhatikan sebagai
kebutuhan dari sistem.

NPSH yang dibutuhkan untuk mencegah kavitasi ditentukan melalui pengujian oleh produsen
pompa dan bergantung pada factor-faktor diantaranya tipe inlet (saluran masuk ) impeller,
desain impeller, laju aliran pompa, kecepatan rotasi impeller, dan tipe cairan yang
dipompa. Produsen pompa secara khusus menyediakan kurva NPSHR sebagai fungsi laju
aliran pompa untuk cairan tertentu (biasanya air) dalam buku manual pompa.

Kurva Karakteristik Pompa Centrifugal

Untuk pompa centrifugal yang beroperasi pada kecepatan konstan, laju aliran yang melalui
pompa adalah bergantung pada perbedaan tekanan atau head pada pompa. Semakin rendah
head pompa, semakin tinggi laju aliran. Buku manual untuk pompa spesifik biasanya
mengandung kurva laju aliran pompa versus head pompa yang disebut kurva karakteristik
pompa. Setelah pompa diinstalasi pada sistem, pompa biasanya diuji untuk menjamin bahwa
laju aliran dan head pompa berada dalam spesifikasi yang dibutuhkan. Tipikal Kurva
karakteristik pompa centrifugal ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan kurva karakteristik pompa yang harus
didefinisikan. Shutoff head adalah head maksimum yang dapat dikembangkan oleh pompa
centrifugal yang beroperasi pada kecepatan tertentu. Pump runout adalah aliran maksimum
yang dapat dikembangkan oleh pompa centrifugal tanpa merusak pompa. Pompa centrifugal
harus didesain dan dioperasikan serta dilindungi dari kondisi pump runout atau operasi pada
shutoff head.

Ref : FUNDAMENTALS HANDBOOK MECHANICAL SCIENCE Volume 1 of 2

U.S. Department of Energy FSC-6910

[Taufiqur Rokhman – Jurusan Teknik Mesin Unisma Bekasi, 16.35-16022015]

By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi


2
Jan 13 2015

Perpindahan Panas dan Pembentukan Uap


Air Pada Boiler

1 Votes

Titik didih suatu cairan atau dikenal juga dengan temperatur saturasi adalah temperatur
dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan lingkungan sekitar cairan tersebut. Pada titik
ini cairan akan berubah fase menjadi uap. Temperatur saturasi dari air pada tekanan atmosfer
adalah 100oC. Pada titik inilah air akan berubah fase menjadi uap dengan membentuk
gelembung-gelembung uap air.

Temperatur saturasi menjadi sebuah fungsi yang unik dari tekanan. Semakin tinggi tekanan di
sekitar air maka akan semakin tinggi pula titik didihnya, dan apabila semakin rendah tekanan
di sekitar air tersebut maka semakin rendah pula titik didih air tersebut. Hal tersebut
disebabkan karena tekanan air akan mempengaruhi karakteristik –seperti entalpi (kandungan
kalor) air, panas laten, dan entalpi uap– dari uap air yang terbentuk pada tekanan tersebut.

Pada kondisi tekanan kritis 3200 psi (22,1 MPa) misalnya, panas laten yang dibutuhkan untuk
membentuk uap air menjadi nol, dan pada kondisi ini tidak akan timbul gelembung-
gelembung uap pada saat proses evaporasi. Sehingga proses transisi perubahan fase air
menjadi uap air pada kondisi tersebut akan terjadi secara lebih smooth. Atas dasar fenomena
inilah dikenal sebuah teknologi boiler bernama critical boiler. Boiler ini bekerja dengan
mensirkulasikan air-uap air pada pipa-pipa boiler dengan tekanan kritis 22,1 MPa (221 bar).
Kurva Didih (Boiling Curve)

Pada kesempatan kali ini saya ingin memperkenalkan kepada Anda sebuah kurva bernama
boiling curve (kurva didih). Kurva ini akan menjelaskan kepada kita bagaimana karakteristik
terjadinya proses pendidihan air. Penelitian dilakukan dengan jalan mencelupkan sebuah
logam (metal) panas yang dijaga temperaturnya, ke dalam sejumlah air di suatu wadah.
Kecepatan (rate) perpindahan panas tiap satuan luas atau disebut dengan heat flux (fluks
kalor) mengisi sumbu Y kurva. Sedangkan sumbu X diisi oleh diferensial temperatur antara
permukaan metal dengan air disekitarnya.

Dari titik A ke B, perpindahan panas secara konveksi akan mendinginkan metal sehingga
proses pendidihan akan tertahan. Pada saat sedikit melewati titik B, dikenal sebagai proses
awal proses pendidihan, dimana temperatur air secara cepat akan menyesuaikan dengan
temperatur permukaan metal dan semakin mendekati temperatur saturasinya. Gelembung-
gelembung uap air mulai terbentuk di permukaan metal. Secara periodik gelembung-
gelembung tersebut akan kolaps (mengecil) karena berinteraksi dengan air lainnya.
Fenomena ini disebut dengan subcooled boiling, dan ditandai dengan titik B dan S pada
kurva. Pada proses ini, kecepatan perpindahan panas cukup tinggi, namun masih belum
terbentuk sejumlah uap air. Dari titik S ke C, temperatur air sudah mencapai temperatur
saturasi dengan lebih merata. Gelembung uap tidak lagi mengalami kolaps dan mengecil, ia
akan semakin besar dan terbentuk semakin banyak gelembung uap. Kurva area ini biasa
diberi sebutannucleate boilling region, yang memiliki kecepatan perpindahan panas cepat,
serta temperatur permukaan metal lebih besar sedikit dari temperatur saturasi air.

Mendekati titik C, permukaan evaporasi akan semakin luas. Pada saat ini proses
pembentukan uap terjadi sangat cepat sehingga menyebabkan uap yang terbentuk seakan-
akan menghalangi air untuk mendekati permukaan metal. Permukaan metal menjadi terisolasi
oleh semacam lapisan film yang tersusun oleh uap air, sehingga mengakibatkan penurunan
kecepatan perpindahan panas. Proses ini (C-D) dikenal dengan sebutan critical heat flux
(CHF), dimana proses perpindahan panas dari metal ke air menjadi lambat karena adanya
lapisan film yang terbentuk.
Lebih lanjut, seperti digambarkan dengan titik D ke E, disebut dengan proses unstable film
boilling. Dimana pada saat ini temperatur permukaan kontak metal-fluida tidak mengalami
kenaikan. Konsekuensinya adalah terjadinya penurunan performa perpindahan panas per luas
area serta penurunan proses transfer energi. Dari titik E melewati D’ ke F, lapisan insulasi
uap air pada permukaan metal menjadi sangat efektif. Sehingga perpindahan panas dari
permukaan metal melewati lapisan film ini terjadi dengan cara radiasi, konduksi, serta mikro-
konveksi ke permukaan air yang berbatasan dengan lapisan film. Pada fase ini proses
evaporasi berlanjut dengan ditandai terbentuknya gelembung-gelembung uap air. Fase ini
dikenal dengan sebutan stable film boiling.

Pembentukan Uap Air Pada Pipa Boiler

Proses pembentukan uap air pada boiler pipa air secara teoritis mengacu juga pada boiling
curve. Secara lebih detail, proses pembentukan uap air tersebut dapat Anda lihat prosesnya
pada gambar di atas. Yang membedakan dengan proses pembentukan uap air biasa adalah,
proses pembentukan uap air pada boiler pipa air terjadi pada aliran air dengan kecepatan debit
aliran tertentu. Proses ini dikenal dengan istilah forced convection boiling, yang prosesnya
lebih kompleks dengan melibatkan aliran fluida dua fase, gaya gravitasi, fenomena material,
serta mekanisme perpindahan panas.

Gambar kedua di atas adalah sebuah proses pendidihan air pada pipa berpenampang
lingkaran yang panjang serta dipanasi secara merata. Pada saat mendekati titik (1), air masuk
ke pipa dan secara konveksi menjadi media pendingin pipa. Tepat pada titik (1) mulai
terbentuk gelembung-gelembung uap air, menjadi tanda bahwa proses awal pendidihan
dimulai. Pada titik (2) temperatur air semakin tinggi dan mencapai temperatur saturasinya
dan mencapai fase nucleate boiling region. Pada fase ini campuran air dengan uap air
membentuk sebuah aliran yang bergelembung, dan membentuk lingkaran seperti gelang
(annular flow). Fenomena ini sebagai hasil interaksi yang kompleks antara gaya tegangan
permukaan, fenomena dua permukaan, penurunan drastis tekanan, massa jenis air-uap air,
serta efek momentum dari proses pendidihan pada permukaan pipa.
Proses perpindahan panas terus berlangsung sehingga pada titik (3) annular flow membesar
dan terbentuk lapisan film air pada dinding pipa. Perpindahan panas selanjutnya terjadi secara
konduksi dan konveksi dengan melewati lapisan film tersebut, sehingga proses evaporasi
terjadi pada pertemuan lapisan air dengan uap air. Mekanisme perpindahan panas ini disebut
pendidihan konveksi, yang juga menghasilkan kecepatan perpindahan panas yang tinggi.

Pada titik (4) proses perpindahan panas mencapai CHF (Critical Heat Flux), dimana lapisan
film air pada dinding pipa digantikan dengan lapisan film berupa uap air. Pada fase ini ada
beberapa resiko fenomena yang mungkin terjadi, yaitu:

1. Kenaikan temperatur metal pipa yang terlalu tinggi sehingga dapat merusak pipa
tersebut.
2. Kerugian perpindahan panas. Dan,
3. Perubahan fluktuasi temperatur yang sangat mungkin dapat menyebabkan kerusakan
termal (thermal fatigue failures).

Dari titik (4) ke (5) disebut perpindahan panas post-CHF, yang terjadi dengan sangat
kompleks. Setelah titik (5), semua air telah terevaporasi dan berubah fase menjadi uap air.

Single-lead Ribbed Tube

Multi-lead Ribbed Tube

Beberapa kerugian yang mungkin terjadi pada saat fase perpindahan panas CHF di atas,
menghasilkan inovasi dengan dikembangkannya pipa boiler berulir. Ada dua jenis pipa ulir
boiler, yakni tipe single-lead ribbed tube dan multi-lead ribbed tube. Pipa ulir ini
memperbaiki performa CHF, dengan efek samping penurunan tekanan yang masih dapat
ditoleransi namun dapat menghilangkan efek samping lain yang lebih berbahaya. Ulir pipa
mengakibatkan aliran berputar yang menghasilkan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal dari
fluida terhadap dinding pipa akan menghalangi terbentuknya lapisan film sampai terbentuk
uap air yang berkualitas dengan heat flux yang tinggi.

Ref: http://artikel-teknologi.com/

By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi, Termodinamika


Dec 4 2013

Efisiensi dan Unjuk Kerja Kompresor

4 Votes

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan kinerja kompresor:

 Lokasi Kompresor

Lokasi kompresor udara dan kualitas udara yang


ditarik oleh kompresor akan memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap jumlah
energi yang digunakan. Kinerja kompresor sebagai mesin yang bernafas akan
meningkat dengan udara yang dingin, bersih dan kering pada saluran masuknya.

 Suhu Udara pada Aliran Masuk

Pengaruh udara masuk pada kinerja kompresor tidak boleh diremehkan. Udara
masuk yang tercemar atau panas dapat merusak kinerja kompresor dan
menyebabkan energi serta biaya perawatan yang berlebihan. Jika kadar air, debu,
atau bahan pencemar lain terdapat dalam udara masuk, maka bahan pencemar
tersebut dapat terkumpul pada komponen bagian dalam kompresor, seperti kran,
fan, rotor dan baling-baling. Kumpulan pencemar tersebut dapat mengakibatkan
kerusakan dini dan menurunkan kapasitas kompresor.

Continue reading →

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi


Oct 1 2013

Klasifikasi Pompa

3 Votes

Menurut prinsip kerjanya, pompa diklasifikasikan menjadi:


a. Positive Displacement Pump
Pompa yang menghasilkankapasitas intermitten karena fluidanya ditekan dalam elemen-
elemen pompa dengan volume tertentu. Jadi, fluida yang masuk kemudian dipindahkan ke
sisi buang sehingga tidak ada kebocoran (aliran balik) dari sisi buang ke sisi masuk. Pompa
jenis ini menghasilkan head yang tinggi dengan kapasitas yang rendah. Perubahan energi
yang terjadi pada pompa ini adalah energi mekanik yang diubah langsung manjadi energi
potensial.

Macam-macam Positive Displacement Pump:


1. Pompa Piston
Prinsip kerja dari pompa ini adalah sebagai berikut: berputarnya selubung putar akan
menyebabkan piston bergerak naik-turun sesuai dengan ujung piston di atas piring dakian.
Fluida terisap ke dalam silinder dan kemudian ditukar ke saluran buang akibat gerakan turun-
naiknya piston.Bertemunya rongga silindris piston pada selubung putar dengan saluran isap
dan tekan yang terdapat pada alat berkatup. Pompa ini diproduksi untuk memenuhi
kebutuhan head yang sangat tinggi dengan kapasitas aliran rendah. Dalam aplikasinya pompa
piston banyak digunakan untuk keperluan pemenuhan tenaga hidrolik pesawat angkat.

2. Pompa Roda Gigi


Prinsip kerjanya adalah berputarnya dua buah roda gigi berpasangan yang terletak antara
rumah pompa dan menghisap serta menekan fluida yang mengisi ruangan antar roda gigi
(yang dibatasi oleh gigi dan rumah pompa) ditekan ke sisi buang akibat terisinya ruang
anatara roda gigi pasangannya. Pompa ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
head tinggi dengan kapasitas aliran sangat rendah. Dalam aplikasinya, pompa ini digunakan
untuk pelumas.

3. Pompa Torak
Prinsip kerjanya adalah torak melakukan gerakan isap terbuka dan katup tekan tertutup.
Sedangkan pada saat torak mulai melakukan gerakan tekan, katup isap tertutup dan katup
tekan terbuka. Kemudian fluida yang tadinya terisap dibuang pada katup tekan. Pompa ini
biasa digunakan untuk memenuhi head tinggi dengan kapasitas rendah. Dalam aplikasinya
pompa torak banyak digunakan untuk pemenuhan tenaga hidrolik.

b. Pompa Dinamik
Pompa dinamik adalah pompa yang ruang kerjanya tidak berubah selama pompa bekerja.
Pompa ini memiliki elemen utama sebuah rotor dengan satu impeller yang berputar dengan
kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat oleh impeller yang menaikkan kecepatan absolut
fluida maupun tekanannya dan melemparkan aliran melalui volut. Yang tergolong pompa
dinamik antara lain:
1. Pompa Aksial
Prinsip kerja pompa ini adalah sebagai berikut: berputarnya impeller akan mengisap fluida
yang akan dipompakan dan menekannya ke ssi tekan dalam arah aksial (tegak lurus). Pompa
aksial biasana diproduksi untuk kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar.
Dalam aplikasinya pompa jenis ini banyak digunakan untuk irigasi.

2. Pompa Sentrifugal
Pompa ini terdiri dari satu atau lebih impeller yang dilengkapi dengan sudu-sudu pada poros
yang berputar dan diselubungi chasing. Fluida diisap pompa melalui sisi isap, akibat
berputarnya impeller yang menghasilkan tekanan vakum. Pada sisi isap selanjutnya fluida
yang telah terisap kemudian terlempar ke luar impeller akibat gaya sentrifugal yang dimiliki
oleh fluida.

Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal


Bagian-bagian pompa sentrifugal adalah sebagai berikut:
1. Casing (rumah keong)
Fungsinya untuk merubah atau mengkonversikan energi cairan menjadi energi tekanan statis.
2. Impeller
Fungsinya untuk merubah energi kinetik atau memberikan energi kinetik pada zat cair,
kemudian di dalam casing diubah menjadi energi
tekanan.
3. Pons Pompa
Fungsinya untuk meneruskan energi mekanik dari mesin penggerak (prime over) kepada
impeller.
4. Inlet
Fungsinya untuk saluran masuk cairan ke dalam impeller.
5. Outlet
Fungsinya untuk saluran saluran keluar dari impeller.
6. Nozzle
Fungsinya untuk merubah energi kinetik menjadi energi tekanan.

Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal


Fluida terhisap melalui sisi isap, karena tekanan pada pompa lebih kecil daripada tekanan
atmosfer, kemudian masuk dan ditampung di dalam rumah keong. Karena adanya putaran
impeller, maka fluida keluar melalui sisi buang dengan arah radial.

Taufiqur Rokhman, ST, MT

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi


2
May 10 2013
Menghitung Horsepower Mobil, Motor
Listrik dan Diri Anda Sendiri

2 Votes

MENGHITUNG HORSEPOWER DARI MOBIL ANDA

Menghitung daya atau tenaga kuda (hp) mobil yang Anda gunakan menjadi problem yang
sangat kompleks yang membutuhkan bengkel otomotif dan peralatan pengujian khusus.
Untungnya, produsen mobil pada umumnya memasukkan beberapa informasi yang sangat
penting dalam produk mereka.

[1] Dapatkan harga torsi mobil Anda di brosur spesifikasi teknik. Ini adalah salah satu nilai
yang berguna bagi Anda dalam melakukan perhitungan. Di bawah “spesifikasi teknis” atau
sesuatu yang mirip, itu akan memberi Anda nilai torsi sebesar nilai RPM tertentu.

[2] Hitung tenaga kuda. Menggunakan rumus HP = (RPM * T) / 5252, menentukan tenaga
kuda efektif mobil Anda.
Contoh: Sebuah Porsche 911 menghasilkan torsi sebesar 480-ft. pada 2.500
RPM.Dinyatakan dalam persamaan, yaitu HP = (2500 * 480) / 5252 = 1,200,000 / 5252 =
228.48hp

MENGHITUNG HORSEPOWER DARI MOTOR LISTRIK

[1] Mengumpulkan angka. Tegangan (V) dari motor akan dinyatakan dalam volt. Arus (I)
akan dinyatakan dalam ampere, dan efisiensi (Eff) akan dinyatakan sebagai persentase.

[2] Hitung tenaga kuda. Menggunakan rumus HP = (V * I * Eff) / 746, menentukan tenaga
kuda mobil listrik
Contoh: Sebuah motor 240v menarik 100 amp, dengan efisiensi 80%. HP = (240 x 100 x
.80) / 746 = 19.200 / 746 = 25.75hp

MENGHITUNG HORSEPOWER SENDIRI

1. Timbang sendiri. Cari tahu berapa berat badan Anda dalam kilogram (berat badan
Anda dalam pound dikalikan dengan 0,454) dan menuliskannya.
2. Cari tangga yang bebas dari penghalang. Anda akan berjalan naik tangga ini dengan
stopwatch, jadi cobalah untuk menemukan sebuah tangga yang tidak sering
digunakan.

3. Mengukur total ketinggian tangga dari dasar ke puncak tangga (ketinggian satu tangga
dikalikan dengan jumlah anak tangga). Jika Anda mengukur dalam kaki (feet),
kalikan jumlah itu dengan 0,3048 untuk mengkonversi ke meter. Tuliskan tinggi
dalam meter.
4. Menjaga tetap kecepatannya. Selanjutnya mulai berjalan, dan ketika kaki Anda
mendarat pada langkah pertama, mulai stopwatch Anda.

5. Ketika kedua kaki berada di puncak tangga, hentikan stopwatch Anda. Tuliskan
durasi pendakian Anda ke atas.
6. Hitung Watt Anda. Gunakan rumus (m * 9,81 * h) / t, di mana m = massa (yaitu, berat
badan Anda dalam kilogram), h = tinggi tangga dalam meter, 9,81 adalah konstanta
gravitasi yang harus diperhitungkan, dan t = waktu dalam hitungan detik pendakian
Anda. Hasil yang Anda dapatkan dinyatakan dalam Watt.

Contoh: Jika berat Anda 180 lbs, dan Anda naik tangga 12-kaki dalam 4 detik, maka
daya Anda sama dengan ((180 * 0,454) * 9,81 * (12 * 0,3048)) / 4 = 733 Watt
7. Hitung Horsepower Anda. Bagilah jumlah Watts dengan 746 untuk mengetahui besar
tenaga kuda Anda

Seorang manusia yang sehat dapat menghasilkan ledakan singkat sekitar 1.2 Hp, dan output
berkelanjutan sekitar 0,1 hp
Jika Anda tidak membagi dengan waktu (yaitu, menghitung: m * 9,81 * h) Anda akan
mendapatkan jumlah Newton meter (Nm) atau joule (J)-berapa banyak kerja yang
dibutuhkan-bagi Anda untuk bangun tangga terlepas dari waktu.
Taufiqur Rokhman, ST

Source:

http://www.wikihow.com/Calculate-Horsepower

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi, Motor Bakar


3
Jan 29 2013

Seputar Mesin Pesawat Terbang

1 Votes

Pesawat terbang, baik pesawat komersial maupun militer menggunakan mesin khusus, yang

berbeda dengan m esin yang digunakan oleh


kendaraan di darat, seperti: mobil, bus, motor roda dua, dan lain sebagainya. Tulisan ini
ditujukan kepada adik-adik yang duduk di bangku SMP, SMA dan sederajat, serta bagi para
pemerhati perkembangan pesawat terbang.

Mesin Jet
Mesin jet adalah sebuah jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering
digunakan dalam pesawat. Prinsip seluruh mesin jet pada dasarnya sama; mereka
mempercepat massa (udara dan hasil pembakaran) ke satu arah dan dari hukum gerak
Newton ketiga mesin akan mengalami dorongan ke arah yang berlawanan. Yang termasuk
mesin jet antara lain turbojet, turbofan, rocket, ramjet, dan pump-jet. Mesin ini menghirup
udara dari depan dan mengkompresinya. Udara digabungkan dengan bahan bakar, dan
dibakar. Pembakaran menambah banyak peningkatan energi dari gas yang kemudian dibuang
ke belakang mesin. Proses ini mirip dengan siklus empat-gerak, dengan induksi, kompresi,
penyalaan, dan pembuangan terjadi secara berkelanjutan.

Mesin menghasilkan dorongan karena percepatan udara yang melaluinya; gaya yang sama
dan berlawanan yang dihasilkan adalah dorongan bagi mesin. Mesin jet mengambil massa
udara yang relatif sedikit dan mempercepatnya dengan jumlah yang besar, di mana sebuah
pendorong mengambil massa udara secara besar dan mempercepatnya dalam jumlah kecil.
Pembuangan kecepatan tinggi dari mesin jet membuatnya efisien pada kecepatan tinggi
(terutama kecepatan supersonik) dan ketinggian tinggi. Pada pesawat pelan dan yang
membutuhkan jarak terbang pendek, pendorong yang menggunakan turbin gas, yang
umumnya dikenal sebagai turboprop, lebih umum dan lebih efisien. Pesawat sangat kecil
biasanya menggunakan mesin piston untuk menjalankan pendorong tetap turboprop kecil
semakin lama semakin kecil dengan berkembangnya teknologi teknik.

Efisiensi pembakaran sebuah mesin jet, seperti mesin pembakaran dalam lainnya,
dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan.
Dalam mesin turbin kompresi udara dan bentuk “duct” yang melewati ruang pembakaran
mencegah aliran balik dari situ dan membuat pembakaran berkelanjutan dimungkinkan dan
proses pendorongan. Mesin turbojet modern modular dalam konsep dan rancangan. Inti
penghasilan-tenaga utama, sama dalam seluruh mesin jet, disebut sebagai generator gas. Dan
juga modul tambahan lainnya seperti gearset pengurang dorongan (turboprop/turboshaft),
kipas lewat, dan “afterburner”. Jenis alat tambahan dipasang berdasarkan penggunaan
pesawat.

Turbin gas
Turbin gas adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari arus gas pembakaran.
Dia memiliki kompresor naik ke-atas dipasangkan dengan turbin turun ke-bawah, dan sebuah
bilik pembakaran di-tengahnya. Energi ditambahkan di arus gas di pembakar, di mana udara
dicampur dengan bahan bakar dan dinyalakan. Pembakaran meningkatkan suhu, kecepatan
dan volume dari aliran gas. Kemudian diarahkan melalui sebuah penyebar (nozzle) melalui
baling-baling turbin, memutar turbin dan mentenagai kompresor.

Energi diambil dari bentuk tenaga shaft, udara terkompresi dan dorongan, dalam segala
kombinasi, dan digunakan untuk memberi tenaga bagi pesawat terbang, kereta, kapal,
generator, dan bahkan tank.

Mesin turbofan
Mesin turbofan ada tipe mesin jet pesawat terbang yang mirip dengan mesin turbojet. Mesin
ini umumnya terdiri dari sebuah kipas internal dengan sebuah turbojet kecil yang terpasang
dibelakangnya untuk menggerakkan kipas tersebut. Aliran udara yang masuk melalui kipas
ini melewati turbojet, dimana sebagian kecil udara itu dibakar untuk menghidupi kipas, dan
sisa udara digunakan untuk menghasilkan dorongan. Semua mesin jet yang digunakan untuk
pesawat jet komersial masa kini adalah mesin turbofan. Mesin ini lebih banyakdigunakan
karena sangat efesien dan relatif menghasilkan suara yang lebih kecil.

Sumber: Wikipedia Indonesia


By Taufiqur Rokhman • Posted in Mesin Konversi Energi
Jan 28 2013

Tentang Boiler

Rate This

Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air
panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk

mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang
mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan
sangat baik.

Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, si stem steam dan sistem bahan bakar. Sistem
air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui si stem
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan
kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua
peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan
bakar yang digunakan pada sistem.

Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan . Dua sumber air
umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses dan (2)
Air makeup(air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler dan
plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer
untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi


Sep 5 2012

Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)

2 Votes

Dalam PLTU, energi primer yang dikonversikan menjadi energi listrik adalah bahan bakar.
Bahan bakar yang digunakan dapat berupa batubara (padat), minyak (cair), atau gas.
Adakalanya PLTU menggunakan kombinasi beberapa macam bahan baka

r. Konversi energi tingkat pertama yang berlangsung


dalam PLTU adalah konversi energi primer menjadi energi panas (kalor). Hal ini dilakukan
dalam ruang bakar dan ketel uap PLTU. Energi panas ini kemudian dipindahkan ke dalam air
yang ada dalam pipa ketel untuk menghasilkan uap yang dikumpulkan dalam drum dari ketel.
Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. Dalam turbin uap, energi (entalpi) uap
dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator, dan akhirnya energi mekanik
dari turbin uap ini dikonversikan menjadi energi listrik oleh generator. Secara skematis,
proses tersebut diatas diperlihatkan pada gambar dibawah. Continue reading →

By Taufiqur Rokhman • Posted in Home, Mesin Konversi Energi


Mar 5 2012
Jangan Bingung Melihat Satuan HP, PS,
DK, KW, BHP dll

5 Votes

Pada postingan sebelumnya, sudah dipaparkan bagaimana cara mencari daya dan torsi motor.
Nah, pada postingan kali ini, saya berikan satuan-satuan yang biasa dipake pada daya dan
torsi. Postingan ini berangkat dari pengamatan saya selama membimbing kerja pra

ktek ataupun menguji sidang tugas akhir yang rupanya


tidak sedikit teman-teman mahasiswa masih bingung dengan beragamnya satuan-satuan daya
dan torsi, demikian pula gimana mengkonversinya. Perlu saya ingatkan disini, bagi Anda
yang melakukan perhitungan pada persamaan/formula yang ditemukan dalam problem-
problem kerekayasaan khususnya dalam bidang teknik mesin, penting bagi Anda
memasukkan setiap satuan-satuan yang ada, kemudian sederhanakan (pencoretan bila
shahih). Hal ini untuk membuktikan bahwa satuan yang Anda turunkan itu sesuai atau tidak
dengan satuan dari variabel yang dicari.. Continue reading →

By Taufiqur Rokhman • Posted in Bahan Kuliah, Home, Mesin Konversi Energi, Teknik
27
Feb 29 2012

Menghitung Kebutuhan Daya Pompa


Instalasi Perpipaan
21 Votes

Barangkali di lapangan, kita sering menemukan atau dihadapkan pada kasus seperti gambar

dibawa h, dimana kita diminta untuk menghitung


kebutuhan daya pompa terpasang sesuai dengan parameter-parameter yang
diberikan/diketahui. Gambar instalasi perpipaan dibawah cukup sederhana, akan tetapi cukup
menjadi referensi buat kita apabila kita dihadapkan pada kasus yang lebih kompleks lagi.
Seperti Instalasi perpipaan di perumahan pada umumnya, terdapat katub-katub, pompa dan
belokan (elbow). Oke, tak usah berpanjang lebar lagi, kita ikuti langkah-langkah berikut:
Continue reading →

By Taufiqur Rokhman • Posted in Bahan Kuliah, Home, Mekanika Fluida, Mesin Konversi
Energi, Teknik
50
Jan 29 2012

Ilmu Konversi Energi

6 Votes

Bagi Anda seorang insinyur teknik mesin, atau yang sedang menempuh studi di jurusan
teknik mesin, istilah konversi energi barangkali bukan suatu hal yang asing lagi. Ilmu konv
ersi energi mutlak difahami bagi setiap orang yang bergelut di
bidang teknik mesin. Nah, pada postingan kali ini, saya akan berikan konsep dasar dari ilmu
konversi energi. Dan setelah Anda membaca artikel ini, saya berharap Anda tertarik untuk
menggali lebih dalam tentang ilmu konversi energi. Energi di alam adalah kekal artinya
energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi hanya bisa diubah dari energi satu ke
energi lainnya (Hukum kekekalan energi). Ilmu yang mempelajari perubahan energi dari
energi satu kelainnya adalah disebut dengan ilmu konversi energi. Tingkat keberhasilan
perubahan energi adalah disebut dengan efisiensi. Adapun sifat-sifat energi secara umum
adalah : Continue reading →

By Taufiqur Rokhman • Posted in Bahan Kuliah, Home, Mesin Konversi Energi, Teknik
3

Post navigation
Ingin Mencari Artikel?
Search

Jurusan Teknik Mesin Unisma Bekasi


Banyak Dibaca
 Menghitung Torsi dan Daya Mesin pada Motor bakar
 Apa itu Torsi?
 Metoda Interval Bagi-Dua (Interval Bisection)
 Menghitung Kebutuhan Daya Pompa Instalasi Perpipaan
 Fluida Dinamis
 Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Konveksi
 Cara Membuat Tabel Agar Judul Tabel Menyambung ke Halaman Berikutnya (Judul
Tabel Tidak Putus) pada Ms.Word 2007
 Macam-macam Pompa
 Apa itu HVAC?
 Bahan Kuliah Getaran Mekanik

Postingan Terbaru
 Bagaimana Cara Merumuskan Masalah Penelitian?
 Klasifikasi Ketel Uap (Boiler)
 8 Proses Dasar Termodinamika
 Jenis-Jenis Penukar Kalor
 Hukum Konservasi Energi
 Kerja Vs Energi Internal
 Beda Exergy dan Energy
 Perlakuan Permukaan Baja
 Apa itu Idle Up?
 Prinsip Dasar Penukar Kalor
 Rahasia Kurma Yang Mungkin Anda Tidak Tau
 Bisikan Halus Lagi Menipu
 Laju Korosi
 Gemuk dan Grease
 Penerapan Hukum Termodinamika I
 Sifat-Sifat Tribologi
 Bahasamu adalah Identitasmu
 Godaan Milenial
 Kerugian Energi dan Efisiensi Pompa
 Usia Kedua
 Pengujian Unjuk Kerja Motor Pembakaran Dalam
 Konduksi Pelat Datar Bahan Berkomposisi
 Motor 4 Langkah dan 2 Langkah
 Intisari Sifat Mekanik Material
 Prinsip Rekayasa (Engineering)
 Energi Kinetik dan Momen Inersia Dari Sistem Massa Berputar
 Struktur Mikro
 Forging (Penempaan)
 Kapasitas Panas Spesifik
 Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Konveksi
 Sirkulari Alami dan Sirkulasi Paksa
 Apa Angka Oktan Itu?
 Efisiensi Perangkat Konversi Energi
 Mode Perpindahan Panas Gabungan
 10 Perangkat Transmisi Daya yang digunakan dalam Teknik Mesin
 Bidang Utama Insinyur Teknik Mesin
 Kekerasan Material dan Uji Kekerasan
 Apa itu HVAC?
 Daktilitas (Keuletan)
 Konsep Dasar Energi
 Apa itu Momen Inersia (Kelembaman)?
 Bagaimana Refrigerator Bekerja
 Sifat Material
 Kopel, Torsi dan Daya
 Macam-macam Pompa
 Apa itu Torsi?
 Inovasi Komposit Serat Karbon Nanotube Pada Pesawat Terbang
 Alat pembangkit tenaga listrik memanfaatkan perubahan temperatur udara
kembali ditemukan!
 Ternyata, ini yang membuat roda pesawat terbang tidak meletus saat mendarat dengan
kecepatan tinggi!
 Tentang Hukum I Termodinamika
 8 Tips Menjadi Dosen Ideal Saat Mengajar Mata Kuliah
 Prinsip Dasar Sistem Hidrolik
 Bersemangatlah… Karena Kewajibanmu Tidak Banyak
 Tak Perlu Menunggu Dulu Menjadi Seperti Mereka
 Nafsu yang Dituruti
 Evaluation Your Program
 Paham Relativisme
 Memberangus Penyeru Kebaikan
 Gathering Fakultas Teknik Unisma “Live in Harmony”
 About Me related Academic
 Cara Meng-install SPSS
 Insert Variables dan Cases di SPSS
 Import dan Export Database Pada SPSS
 Pengantar SPSS
 Seminar Nasional “Call for Papers”
 Wokshop Penulisan Penelitian Standar Menristek DIKTI
 Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’
 Prinsip Kerja Pompa Aksial
 Nasehat Menjelang UAS 2015/2016
 Samakah Riba dengan Laba?
 Sudah Baikkah Perangai Diri Kita?
 Macam-Macam Turbin
 UTS Ganjil T.A. 2015/2016
 Injection Moulding
 Dasar-Dasar Pompa
 HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)
 Kumpulan Peraturan Terkait Pendidikan
 Proses Manufaktur
 Ta’aruf dan Silaturahmi Bersama Wali Mahasiswa 2015/2016
 Melajulah dengan Konstan
 Nasihat Membekas
 Tips Membagi Waktu Kuliah dan Beroganisasi
 Evaluasi Kurikulum KKNI Jurusan Mesin
 Beda Bayi Laki-laki dan Perempuan
 BPJS
 Jejak Sunnah yang Diikuti
 Penurunan Rumus Regresi Linier
 Salam kepada Anak-anak
 Darimana Datangnya Rizki Berupa Makanan Yang kita Santap Sehari-Hari?
 Update otomatis Jam (Clock) Pada Komputer
 Hutang Piutang dan Jual Beli
 Fluida Dinamis
 Menggabungkan Beberapa Dokumen Terpisah Menjadi Satu Dokumen Pada
Ms.Word 2007/2010
 Menggunakan Form Interaktif
 Seminar HAKI
 Mendisiplinkan Diri
 Warisan Terbaik Untuk Anak
 Nasehat Singkat Menjelang Ujian Semester 2014-2015
 Opsi Yang Konyol
 Di situ Kadang Aku Merasa Sedih
 Kasih sayang
 Daya dan Efisiensi Kompresor
 Renstra Teknik 2014-2017
 Kavitasi dan NPSH
 Cara Mengubah Gambar Hasil Scan Menjadi Teks
 Jangan Remehkan Muraja’ah (Mengulang Pelajaran)
 Jadwal Bimbingan Akademik Semester Genap 2014/2015
 Perpindahan Panas dan Pembentukan Uap Air Pada Boiler
 UAS Ganjil TA.2014/2015
 Inilah Keajaiban Burung Gagak
 Pengenalan Kopling
 Keseimbangan Energi dengan Perpindahan Panas
 Menghitung Kerja Yang Dilakukan oleh Fluida Pada Motor Bakar
 Kiat Menghadapi Kenaikan BBM
 Sikap Umat Islam Terhadap Hasil Pilpres
 Integrasi Tabel Word ke Excel
 Your Work
 Pendidikan Karakter
 Outbond FT 2014
 Mode Kombinasi dari Perpindahan Panas
 Regangan
 Musik Klasik Membuat Cerdas! Yakin?!
 Kurikulum Sains Bernafaskan Aqidah
 Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi
 Menghitung Daya Pompa Yang Dibutuhkan Sistem Pompa Sederhana
 Pertanyaan yang Jawabannya ada di Al-Quran
 (Buku) Panduan Praktis Membangun Jaringan
 Gaya dan Tegangan
 Sifat -sifat Logam
 Evaluasi Belajar
 Bukber Ramadhan 1435H
 Info UAS
 Aduuh, Sombongnyaa!!
 Putri Pertama
 Hunting Meja Kursi Kayu Jati
 Ramadhan… Aku ingin lebih khusyuk bersamamu…
 Potong Leher Saya
 Penutupan Dolly
 Tumor Jinak
 Lintasan Inspirasi
 Persamaan Kontinuitas
 Metal Forming dan Hot Working
 Investigasi Akun yang Sering Melihat Profil FB Anda
 Pak Djoko
 Be Professional
 Cerdas Menyikapi Masalah
 Metode False-Position
 Video Pembelajaran di Kanal Youtube
 Cara Cepat Buat Grafik
 Keajaiban Hidup
 Metoda Interval Bagi-Dua (Interval Bisection)
 Wisuda Unisma XXXII
 Dan Allah pun Menjaganya
 Ikan Remora
 Antara Studi dan Organisasi
 Surat Pindah dan Uang Tip
 Pengumuman…!!!
 Model Pembelajaran Berbasis IT
 Wawancara Khusus dengan Assoc. Prof. Dr. Anton Satria Prabuwono
 Perpindahan Panas Radiasi
 Andai Saya Memiliki Makan yang Lebih Lezat
 Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah
 Sistem Getaran Torsional
 Model Matematis Getaran Pada Kendaraan Roda Dua
 Faktor Penyebab Munculnya Bid’ah
 POINTER Proses Manufaktur
 Perpindahan Panas Konduksi
 Prinsip Kerja Mesin Pendingin Tipe Absorbsi
 Gerak Linier dan Rotasi
 Remidial
 Bimbingan Akademik
 Hibah Kompetisi
 Jejaring Kebatilan
 Kelumpuhan Logika
 Heat Treatment
 7 Kiat Bagaimana Belajar di Fakultas Teknik
 7 Step Bagaimana Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Anda
 Menghitung Daya Transmisi dan Efisiensi
 7 Step Bagaimana Jago Matematika
 Bagaimana Belajar Yang Baik
 Translate Google
 Job Vacancy
 Pentingnya Mempelajari Getaran
 Kerja Yang Dilakukan dan Daya Yang Ditransmisikan Oleh Torsi Konstan
 Perpindahan Panas Konveksi
 Teknik Memecahkan Masalah Keteknikan
 4 Hal yang Mungkin Anda Tidak Tau Tentang Ponsel Anda
 Menambahkan Rumus-Rumus Dalam Postingan di WordPress
 Sebuah Cerita Tentang Pensil
 Hubungan antara COP dan Efisiensi
 Coefficient of Performance (COP)
 Maka Bersyukurlah
 Materi dan Sifat UAS
 Menuliskan Pangkat Atau Indeks Pada Excel
 Menghitung Tinggi Sebuah Bangunan
 Aliran Fluida dalam Pipa
 Prepare Your Exam
 Sistem Pegas-Peredam Kejut-Massa
 Karakteristik Getaran
 10 Cara Terbaik Untuk Mengispirasi Orang Lain
 10 Best Success Quotes.
 Tips Singkat Menyusun Skripsi Exact
 Uji Tarik
 Untuk Apa Engkau Kuliah?
 Seminar Internasional Bertajuk ‘Teknologi Nuklir’
 5 Shortcut Excel 2007 yang Perlu Anda Ketahui
 Efisiensi dan Unjuk Kerja Kompresor
 The Positive Attitude
 Anda Menjadi Apa yang Anda Lakukan Setiap Hari
 Sifat-Sifat Material
 Pengumuman !
 Klasifikasi Material Teknik
 Klasifikasi Pompa
 Jangan Latah
 Kekerabatan Keluarga Bani H. Matoha 2013
 Info UAS Semester Pendek (SP) 2012/2013
 Info UTS Semester Pendek 2012/2013
 Tips Cara Mengisi Bensin Kendaraan Anda
 Info Semester Pendek (SP) 2012/2013
 Amalmu Bergantung Akhirmu
 Ibumu . . .
 3 Langkah Solusi dalam mencabut Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM )
 Single Fighter
 al-‘ilm & al-hilm (Knowledge and Wise)
 Neraka, Derita Tanpa Jeda
 Mudah Memahami Pivot Table
 25 Very Useful Keyboard Shortcuts
 Tegangan Geser Dalam Poros
 Cara copy-paste file word yang di protect (read only)
 Menghitung Horsepower Mobil, Motor Listrik dan Diri Anda Sendiri
 Rumus Cepat Persamaan Kuadarat
 Mudah Memahami Fungsi Kuadrat (Part 1)
 Bosan Mengulang?
 Dyno Test
 Torsi Maksimum & Daya Maksimum.
 STOP Nasehat!
 Seputar Mesin Pesawat Terbang
 Tentang Boiler
 Artis dan Narkoba
 Catatan Akhir Tahun: Hiburan buat kamu belum tentu hiburan buat aku
dan sebaliknya
 Kebijakan Nasional Pendidikan Vokasi Pada Jenjang Menengah
 CATATAN AKHIR TAHUN: Bila Kecerdasan Kurang dan Lemah
Motivasi Bertemu!
 Orang Yang Kehilangan Untanya Di tanah Yang Sunyi
 Drawing Graph of Fourier Series With Excel 2007
 Efisiensi volumetris, Termal dan Mekanis Pada Motor Bakar
 Kenapa Bukan Ayah Saja yang Meninggal?
 SERIAL KISAH HIDUP-INSPIRASIMU [Seminar di Grand Aston]
 Kisah Teladan Yang Menakjubkan Tentang Semangat Menuntut Ilmu
 Menjadikan Pelajaran atau Dijadikan Pelajaran?
 Pengolahan Data di Excel Secara Terintegrasi (Nge-Link)
 Bisa Karena Biasa
 Singa pun Mendengarkan Bacaan al-Quran Dengan Khusyu
 Cara Membuat Tabel Agar Judul Tabel Menyambung ke Halaman Berikutnya (Judul
Tabel Tidak Putus) pada Ms.Word 2007
 Inti Kelembutan Hati
 Yang Wajib Diketahui Oleh Mahasiswa Baru Teknik Mesin
 Getaran bebas dengan redaman
 Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
 Konsep Dasar Perpindahan Panas
 Kekerabatan/silaturrahim Keluarga Besar Bani H. Matoha
 Semarak Ramadhan di UNISMA Bekasi
 Menghitung Kebutuhan Daya (PK) AC Ruangan Perkantoran (2)
 Raker FT UNISMA Bekasi 2012
 Cara Mudah Menjadikan IDM Full Version
 Belajar Mudahnya Berbisnis Menggunakan Software Bisnis Crystal Ball
 Cara Gampang Ngeprint Pake 1 printer dari banyak PC
 Belajar dari Ambisi Seekor Kucing
 Menghitung Luas Segi Delapan Beraturan
 Mencari Nilai Eigen dari Matriks Simetrik Menggunakan Microsoft Excel
 Otak Kita Bisa Terprogram
 Regresi Linier Berganda (multiple linear regression) dengan Excel
 Pendidik Sejati
 Fungsi OR dan Fungsi AND pada Excel
 Metode Newton Raphson dengan Excel
 Bukti Aturan Cosinus
 Ibnul Jauzi (W.597H) Membaca 200.000 lebih Jilid Buku
 Tahukah Anda?
 Kisah Ibnu Hajar & Batu
 Kecepatan Langkah Kaki dan Pengaruhnya
 Dasar Refrigerasi dan Pengkondisian Udara
 Pentingnya Matematika Bagi Mahasiswa Teknik Mesin
 Sekilas Tentang Kopi dan Kafein
 Dasar Motor Bakar
 Janganlah Menggugat Takdir
 Kekuatan Terpendam vs Kebiasaan Menunda
 Mengenal Material dan Kemampuan Proses
 Futur dan Tidak Istiqomah
 Imam Ahmad Berangkat Menuntut Ilmu Sebelum Subuh KISAH PARA ULAMA,
KISAH PENUNTUT
 Adzan adalah Ujian Keimanan Bagi Seorang Mukmin
 Imam Syafi’i: Ibuku Tak Punya Uang Untuk Membeli Kertas
 Kisah Anak Kecil Yang Menasehati Abu Hanifah Rahimahullah
 Cerdasnya Imam Syafi’i Rahimahullah
 Interpolasi
 SINERGI 3 AS
 Menghitung Kebutuhan Daya AC suatu Ruangan
 Mesin Bersatu VIII
 Compressed natural gas, CNG
 Orang Berpenyakit Lepra, Berkepala Botak dan Orang Buta yang Diuji Oleh Allah
 Jangan Bingung Melihat Satuan HP, PS, DK, KW, BHP dll
 Menghitung Kebutuhan Daya Pompa Instalasi Perpipaan
 Kisah Awan yang Diperintahkan untuk Menyiram Kebun Seorang Laki-laki
 Kisah Sapi yang Berbicara Kepada Penunggangnya dan Serigala yang Berbicara
Kepada Penggembala
 Ilmu Konversi Energi
 Menghitung Torsi dan Daya Mesin pada Motor bakar
 Keajaiban Al-Quran dalam Ms. Excel 2007
 Tabel Uap (X Steam) dengan Ms. Excel 2007
 Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier (SPL) dengan Ms. Excel
 Cara Membuat Schedule Pelaksanaan Pekerjaan Dengan Kurva S
 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
 Lentera dan Makanan yang Selalu Menemani
 Bau Kotoran Diganti Aroma Misk
 Energi Terbarukan
 Sayap lalat Yang Luar Biasa
 Ubun-ubun ‘Sang Penanggungjawab’
 Belajar Bahasa Asing Menjaga Kemampuan Otak
 Termodinamika
 Metode Taguchi
 Tawakal Seorang Anak Yatim
 Kilat, Setengah Detik yang Menakjubkan
 Sistem pendinginan
 Prinsip Kerja Mesin Pendingin
 Tutorial E-Learning (SIMPATIK Unisma Bekasi)
 Lidah Api Matahari
 Bumi yang Terlindung
 MENGGODA lalu BERTAUBAT karenanya
 Pencuri yang beruntung
 SOAL-SOAL DAN PEMBAHASAN PD ORDE 2 NON HOMOGEN
KOEF KONSTAN
 Transformasi Laplace dalam Teknik Pengaturan dan Mekatronika
 Mengenal Hubungan Kompresi dan Nilai Oktan
 Setting IDM agar cepat downloadnya
 Mempercepat koneksi internet
 Alat Analisa: Goal Seek
 Cara membuat mail merge di Ms Word 2007
 Bahan Kuliah Getaran Mekanik
 Membuat Letak Nomor Halaman Pertama Yang Berbeda Pada Setiap Bab
 Cara Menjumlahkan 2 Matriks Excel 2007
 Cara Menghitung Korelasi Menggunakan Excel 2007
 Cara menghitung regresi linear sederhana menggunakan Excel 2007
 Cara menghitung Inverse Matriks pakai Excel 2007
 Cara Mengalikan Matriks Excel 2007
 Penggunaan Fungsi $ Untuk Mempermudah Penghitungan Excel 2007
 Cara mengatur nomor halaman dengan format berbeda dalam satu file di ms
word 2007
 Cara Membuat Komputer Anti Lelet
 Otak Kiri dan Otak Kanan Manusia
 Mengenali Dasar Mudahnya Membuat Statistik Dengan Microsoft Excel.
 contoh soal PD orde 2 non Homogen
 contoh soal PD Orde 2 Non Homogen
 Contoh Soal PD orde 2 non homogen
 Jawaban Quiz 2 Kalkulus II (Kelas malam)
 Jawaban Quiz 2 Kalkulus II (Kelas Pagi)
 Jawaban Quiz 2 Matematika Teknik I (Kelas Pagi)
 Jawaban Quiz 2 Matematika Teknik I kelas Malam
 Simulasi, Gelombang Berjalan dengan Visual Basic Application
 Cara menambahkan angka nol diawal angka pada Ms Excel 2007
 Cara Change Case | merubah huruf kecil menjadi kapital di ms excel 2007
 530
 JAWABAN UTS MATEMATIKA TEKNIK I, 2/5/2011 (Kelas Malam)
 JAWABAN UTS MATEMATIKA TEKNIK I, 5/5/2011 (Kelas Pagi)
 JAWABAN UTS KALKULUS II, 2/5/2011 (Kelas malam)
 JAWABAN UTS KALKULUS II , 5/5/2011 (Kelas Pagi)
 Mencari Akar-akar Polynomial Menggunakan Microsoft Excel (Goal Seek)
 LOWONGAN KERJA
 Mengunci dan menyembunyikan rumus di MS Excel
 Cara merubah kolom menjadi baris pada MS excel
 Cara mudah convert satuan di excel
 PD NON EKSAK (VARIABEL X&Y)
 CONTOH SOAL: PD NON EKSAK
 CONTOH-CONTOH SOAL PD HOMOGEN ORDE 1 dan PD EKSAK &
NON EKSAK
 JAWABAN QUIZ 1: MK MATEMATIKA TEKNIK I
 Contoh Soal Persamaan Diferensial Non Exact
 Menghitung Gaya Hidrolik
 Evaluasi Tekno Ekonomi-Juni2010.rar
 termodinamika-Chapter_17.ppt
 Tugas Tambahan Matematika Teknik II dan KALKULUS I & II
 Hasutan syaitan
 Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan
 Memaknai Kegagalan
 Memaafkan dan Anda akan Sehat
 Buah yang Berbeda Sifat
 bahan kuliah mekflu 12-12-2010.rar
 Bahan kuliah termo 121210.rar
 mek.fluida tegal.rar
 Thermodinamika.rar
 Evaluasi Tekno Ekonomi-Juni2010.rar
 BIZPLAN-Juni2010.rar
 Bahan Ajar-IK-Bagian 2-Mei 2010.rar
 Bahan Ajar-IK-Bagian 1-Mei 2010.rar
 transformasi-laplace.pdf
 applied_math.pdf
 Math-formulary.pdf
 INTEGRAL TERTENTU.doc
 Persamaan Diferensial.ppt
 MENGAPA DAGING BABI HARAM
 Mencari yang Terkuat di antara Beberapa Dalil
 Mega Proyek Indonesia
 Gaya Berkendara Hemat BBM
 DIALOG RASULULLAH DENGAN IBLIS
 Biodata Rasulullah SAW

Kategori
 Analisa Numerik (12)
 Bahan Kuliah (68)
 Computer & Internet (31)
 Dienul Islam (54)
 Elemen Mesin (10)
 Fisika Teknik (5)
 Getaran Mekanis (6)
 Home (247)
 Job Vacancy (1)
 Kalkulus (10)
 Kauniyah (1)
 Kesehatan (4)
 Kinematika dan Dinamika (5)
 Kisah-kisah islami (10)
 Manufakturing (8)
 Matematika Teknik (20)
 Material Teknik (16)
 Mekanika Fluida (9)
 Mesin Konversi Energi (19)
 metodologi penelitian (1)
 Motivasi & Edukasi (30)
 Motor Bakar (13)
 Ms. Excel (29)
 Ms. Word (5)
 Opini (5)
 Pendidikan (12)
 Pengalaman Diri (3)
 Pengetahuan Umum (14)
 Perpindahan Panas (12)
 Pneumatik dan Hidrolik (1)
 Refrigerasi dan Pengkondisian Udara (9)
 Serba Serbi (3)
 SPSS (3)
 Teknik (33)
 Termodinamika (14)
 Tips dan triks (3)
 Uncategorized (4)

Translate

Sapaan Anda
Eka Bima Fajar on Klasifikasi Material Teknik

Hafizh on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…

Taufiqur Rokhman on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…

dirga on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…

Taufiqur Rokhman on Menghitung Koefisien Perpindah…

defri on Menghitung Koefisien Perpindah…

Helmut Todo Tua Sima… on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…

Taufiqur Rokhman on Tabel Uap (X Steam) dengan Ms.…

Mince Nainggolan on Tabel Uap (X Steam) dengan Ms.…

Taufiqur Rokhman on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…


Taufiqur Rokhman on Menghitung Koefisien Perpindah…

feri on Menghitung Koefisien Perpindah…

Taufiqur Rokhman on Regresi Linier Berganda (multi…

Taufiqur Rokhman on Menghitung Koefisien Perpindah…

Ivan Nayoan on Menghitung Kebutuhan Daya Pomp…

Add FB Saya
Taufiqur Rokhman

Buat Lencana Anda

Arsip
Arsip

Log in
 Register
 Log in
 Entries feed
 Comments feed
 WordPress.com

Analisa Numerik Bahan Kuliah Computer & Internet Dienul Islam Elemen
Mesin Fisika Teknik Getaran Mekanis Home Kalkulus Kesehatan Kinematika dan
Dinamika Kisah-kisah islami Manufakturing Matematika Teknik Material Teknik
Mekanika Fluida Mesin Konversi Energi Motivasi & Edukasi Motor Bakar Ms. Excel
Ms. Word Opini Pendidikan Pengetahuan Umum Perpindahan Panas Refrigerasi dan
Pengkondisian Udara Teknik Termodinamika Tips dan triks Uncategorized

Blog Stats
 1,619,152 hits

Follow Blog via Email


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to
their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy